More
    Beranda blog Halaman 111

    Wabup Lobar Pantau Bapok di Pasar Kediri

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Dalam rangka pemantauan harga barang-barang kebutuhan pokok (Bapok) dan barang penting saat menjelang bulan Suci Ramadhan 1442 H, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lombok Barat melakukan kroscek ke sejumlah pasar-pasar di Lombok Barat, Kamis, (29/4).

    Pasar yang dikunjungi yakni pasar Narmada, Pasar Gunungsari, dan Pasar Kediri.

    Dari pantauan di Pasar Kediri, ditemukan naiknya harga daging ayam dan menurunnya harga cabai.

    "Kita datang ke sini ingin mengetahui bagaimana ketersediaan barang pokok di Pasar Kediri ini," ujar Wakil Bupati (Wabup) Lobar Hj. Sumiatun.

    Hj. Sumiatun datang didampingi kasat Pol PP Bq. Yeni S. Ekawati, Kadis Perindag Lombok Barat H. Sabidin dan Camat Kediri Hermansyah.

    Ditemukan, harga daging ayam naik dari Rp 35.000 perkilo menjadi Rp 42.000, dan harga cabai turun dari Rp 120.000 perkilo menjadi Rp 60.000 perkilo.

    Ditemui saat melakukan Kroscek, H. Sabidin Kepala Dinas Perindang Lombok Barat mengatakan, kenaikan harga disebabkan karena permintaan kebutuhan daging ayam.

    "Wajar saja kalau naik itu memang betul karena bertambahnya permintaan kebutuhan daging ayam," ujar Sabidin.

    Diakuinya, pihaknya akan berkoordinasi dengan distributor untuk mengetahui bagaimana pasokannya, apakah stabil atau tidak. (*)

    Safari Ramadhan di Masjid Nurul Hayat Dusun Tuti, Bupati Djohan Sampaikan Kondisi KLU

    0

    HarianNusa.com, Lombok Utara – Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH menyelenggarakan rangkaian Safari Ramadhan di Masjid Nurul Hayat Dusun Tuti Desa Sokong Tanjung (28/4/2021). Hadir mendampingi Ketua Komisi III DPRD KLU Artadi SH, Asisten II Setda KLU Ir H Rusdi ST, Kadis Sosial Drs Faesol, Kepala BKD-PSDM M Najib MPd, Plt Direktur PDAM Firmansyah ST, Camat Tanjung Samsul Bahri MM dan jajaran Pemda lainnya bersama para Toga, Toma, serta jama’ah masjid setempat.

    Rangkaian kegiatan safari dimulai dengan sholat tarawih berjamaah diimami sekaligus ceramah dari Komisioner KPU KLU Dr HM Zakki Abdillah Lc yang menyiarkan pentingnya loyalitas dan ketaatan pada pemimpin, agama, daerah, dan negara.

    Bupati Lombok Utara dalam sambutannya pada safari ramadhan di Dusun Tuti menyatakan membangun daerah ini tak semudah membalik telapak tangan. APBD yang dikerjakan saat ini, disusun pemerintah daerah terdahulu, sehingga jika terdapat kekurangan mohon dimaklumi. Pembangunan daerah Lombok Utara, walaupun banyak rintangan namun berupaya dan bisa diatasi.

    "Saya masuk sebagai bupati ketiga dihadapkan dengan berbagai persoalan daerah. Antara lain, belum tuntasnya pembangunan RTG pascagempa tahun 2018. Kurang lebih 75 ribu unit jumlah RTG, tinggal berkisar 18 ribu yang belum diselesaikan, sehingga dana RTG masih tertahan," tuturnya.

    Kaitannya dengan APBD, pihaknya menyampaikan anggaran daerah turun 300 miliar, ditambah menurunnya PAD, seperti dari pajak dan sebagainya yang sebelumnya mencapai 250 miliar, saat ini tersisa 116 miliar saja.

    "Masuk menjadi kepala daerah (lagi) dalam kondisi sulit, namun tuntutan masyarakat luar biasa, saya minta maaf dari awal inilah kondisi daerah kita. Belum lagi, semua fasilitas kantor baik Kantor Bupati, Kantor DPRD akan dibangun dengan prioritas APBD kita tahun depan, atau dengan meminjam dana negara," tuturnya.

    Selanjutnya, sebagaimana diketahui Sokong merupakan kota kecamatan. Adanya kantor camat, Puskesmas, sekolah dan lain-lain, memerlukan akses infrastruktur jalan untuk diperhatikan pembangunannya. Bupati Djohan menyatakan, jika pulih kondisi daerah, agar dapat segera terealisasi. Selain itu pula, jalan lingkar rencananya dibangun mulai pada masa periode 2021-2026.

    "Semoga do’a kita semua pada Bulan Ramadhan ini, daerah kita menjadi baldatun toyyibatun warobbun ghafur. Sekaligus menjadi umat yang pandai bersyukur. Saya ingin mengayomi seluruh kepentingan masyarakat Lombok Utara, karena saya bukan kepala daerah golongan tertentu. Kepala Daerah Lombok Utara yang membangun daerah secara bersama," imbuhnya.

    Bupati Djohan menekankan pula, terkait Covid yang melanda dan mewabah, agar menjadi perhatian masyarakat. Berhati-hati dan waspada dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

    Sementara, Ketua Komis III DPRD Kabupaten Lombok Utara, Artadi SH sekaligus menjadi perwakilan tuan rumah menyatakan, bahwa warga Dusun Tuti menyampaikan rasa kangen masyarakat dengan sosok Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara

    "Karena setelah Pemilukada, lama rasanya tidak berkunjung lagi ke Dusun Tuti," ungkapnya.

    Dalam paparannya, disampaikan harapan terjaminnya lapangan pekerjaan yang memadai. Selanjutnya, yang tak kalah penting, lanjutnya, pemenuhan ketersediaan air bersih, pemenuhan pembangunan infrastruktur jalan, dan pemenuhan ketersediaan listrik dan penerangan jalan.

    Kegiatan berlangsung khidmat, diakhiri dengan penyerahan bantuan untuk Masjid Nurul Hayat Dusun Tuti Desa Sokong dari Baznaz KLU oleh Bupati Lombok Utara. (*)

    Unram Tegaskan Tidak Ada Iuran Munas Ikatan Keluarga Alumni

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Universitas Mataram (Unram) memberikan klarifikasi terhadap pemberitaan pada Media Online koranntb.com yang berjudul “Alumni Unram Pertanyakan Pengelolaan Dana Iuran”, yang dimuat pada tanggal 28 April 2021 tersebut.

    Dalam berita itu disebutkan, bahwa menjelang Munas IKA Unram yang akan digelar Mei mendatang sejumlah alumni Universitas Mataram mempertanyakan dana iuran alumni unram yang dikelola pihak Rektorat Unram.

    Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WR III), Prof. Dr. Ir. Enny Yuliani., M.Si. memberikan klarifikasi terhadap pemberitaan tersebut.

    Dalam Klarifikasinya, Prof. Enny menegaskan bahwa Rektorat Universitas Mataram (Unram) tidak pernah memungut Iuran IKA Unram.

    Baca Juga:
    Munas IKA Unram Digelar Mei Mendatang

    Prof. Enny juga menjelaskan, bahwa salah satu komponen pembiayaan wisuda adalah Biaya Buku Wisuda dan Kartu IKA Unram sebesar Rp. 75.000,- ( Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah).

    Ditegaskan pula, untuk biaya Buku Wisuda dan Kartu IKA Unram disetorkan langsung oleh mahasiswa melalui Bank dan dipergunakan untuk biaya pencetakan Buku Wisuda dan Kartu IKA Unram.

    “Keempat, bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Rektorat Unram tidak pernah memungut luaran IKA sebagaimana dimaksud,” tegasnya dalam klarifikasi, Kamis, (29/04/2021).

    Ket. Foto:
    Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Ir. Enny Yuliani., M.Si. (dok.Humas Unram)

    Pengembangan Pisang Sebagai Komoditas Unggulan Ekspor Indonesia

    0

    HarianNusa.com, Jakarta – Pisang merupakan buah-buahan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Pisang memiliki cita rasa yang enak, harganya murah, dan mudah diolah menjadi produk yang bernilai komersial. Di Indonesia, ada ratusan jenis pisang yang tumbuh dari Sabang sampai Merauke. Namun, potensi pisang yang besar ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan ekonomi Indonesia.

    Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry mengatakan jenis-jenis pisang yang di Indonesia sangat variatif seperti pisang cavendish, barangan, pisang tanduk, raja emas, kepok tanjung dan lain-lain. Masing-masing wilayah Indonesia memiliki karakteristik pisang berbeda-beda.

    “Pisang bisa menjadi komoditi ekspor unggulan karena tiap tahun trennya semakin meningkat. Permintaanya pasarnya tidak hanya di Asia, termasuk di Jepang dan negara lain,” kata Fadjry saat membuka Bincang Buah Tropika Online #Seri Pisang yang digelar oleh Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) pada Rabu (28/4/2021).

    Untuk mendukung pengembangan pisang di Indonesia, Balibangtan melalui Balitbu Tropika terus berupaya untuk menghasilkan inovasi teknologi dan varietas-varietas unggul. Salah satunya melalui convensional breeding telah menghasilkan varietas pisang INA 03 yang tahan penyakit layu fusarium.

    Balitbangtan juga mendukung program Kementan dalam pembangunan kawasan hortikultura seperti kampung pisang untuk pengembangan pisang dari hulu ke hilir termasuk industri pengolahan pisang. “Produk turunan pisang masih banyak yang belum kita eksplor agar memberi nilai tambah,” tuturnya.

    Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa perlu dibentuk kawasan buah yang bernilai ekonomi tinggi. "Kita dorong adanya kerjasama antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah dan Perbankan, kedepan dapat dibentuk kampung manggis, kampung durian dan sentra buah lainnya," tegasnya

    Pada kesempatan tersebut, Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman menyampaikan arah kebijakan Direktorat Jenderal Hortikultura tahun 2020-2024 yaitu meningkatkan daya saing hortikultura melalui peningkatan produksi, peningkatan akses pasar dan ekspor didukung oleh sistem budidaya modern yang ramah lingkungan berkelanjutan serta peningkatan nilai tambah produk untuk peningkatan kesejahteraan petani.

    Untuk mengimplementasikan arah kebijakan tersebut, terangnya, ada tiga Strategi Pengembangan Hortikultura 2021-2024 yaitu pengembangan kampung hortikultura (buah-buahan, sayuran, dan tanaman obat), penumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hortikultura, serta memperkuat digitalisasi pertanian melalui pengembangan sistem informasi.

    “Kampung buah adalah pengembangan komoditas buah-buah dalam wilayah administrasi terfokus dalam 1 desa. Luasannya minimal 10 hektare per desa. Buah yang kita kembangkan adalah buah yang cocok yang sesuai dengan agroekosistem di desa tersebut,” terangnya.

    Menurut Liferdi, pihaknya akan mengalokasikan anggaran pembiayaan apabila masyarakat betul-betul serius dan antusias untuk melaksanakan kampung buah tersebut. Selain itu harus ada dukungan dan komitmen tinggi dari pemerintah daerah setempat.

    Salah satu contoh kisah sukses kampung buah adalah Kampung pisang berbasis korporasi di Tanggamus, Lampung yang dikembangkan 2017 dengan mengandeng PT Great Giant Pineapple (GGP). Awalnya, kampung pisang ini hanya seluas 10 hektare, sekarang sudah berkembang hampir 400 hektare dan dikelola oleh 800 petani. Kampung pisang ini bisa berkembang karena konsep korporasi dengan mengandeng mitra industri.

    Pada 2021, kampung pisang akan dikembangkan di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tenggara (Aceh), Lampung Barat (Lampung), Cianjur dan Bogor (Jawa Barat), Grobogan (Jawa Tengah), dan Blitar (Jawa Timur) dengan luas keseluruhan 280 hektare. Selanjutnya pengembangan kawasan pisang sebagai pendukung pengembangan pangan lokal di Minahasa (Sulawesi Utara), Bantaeng (Sulawesi Selatan), Mamuju Tengah (Sulawesi Barat), Halmahera Timur (Maluku Utara), serta Pulang Pisau dan Kapuas (Kalimantan Tengah).

    Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Bambang Sugiharto mengatakan produksi pisang di Indonesia pada 2020 sebesar 8.182.756 ton, meningkat 12,4 persen dari tahun sebelumnya. Pisang merupakan komoditas unggulan ekspor Indonesia yang selalu didorong dalam kerjasama internasional. Potensi tujuan ekspor pisang Indonesia adalah Jepang, Timur Tengah, Malaysia, Korea, Belanda, Australia, dan China.

    Nilai ekpor pisang terbesar ke Jepang yaitu 1,348 juta USD tahun 2020. Namun share Indonesia di pasar Jepang hanya 0,16%. “Kami mohon penelitian terkait permasalahan kenapa kita tidak mampu bersaing ke Jepang. Selain harga juga karena faktor lalat buah. Ini menjadi kendala dalam mengekspor pisang, padahal Jepang pasarnya sangat bagus,” terangnya.

    Untuk mendorong peningkatan ekspor pisang, Bambang berharap pengembangan 71 kawasan hortikultura pisang seluas 1.300 hektare diarahkan untuk tujuan ekspor. Pengembangan kawasan pisang tersebut harus didorong untuk menggunakan pestisida hayati agar bisa dikendalikan sejak awal sehingga tidak ada bahan kimia pada pisang dan bebas dari lalat buah.

    Pihaknya juga mendorong pengembangan pisang-pisang khusus misalnya pisang raja, barangan, raja bulu, pisang mas kirana, dan lain-lain. Menurut Bambang, salah satu kendala mengapa pisang barangan tidak bisa masuk pasar internasional karena ada bintik-bintik sehingga kurang disukai, padahal rasanya sangat enak. Untuk itu, ia berharap Balitbu Tropika melakukan penelitian untuk menghilangkan bintik-bintik pada pisang barangan.

    Webinar ini juga menghadirkan Luthfiany Azwawie, Head of Product Management and Marketing, PT Sewu Segar Nusantara (PT SSN) yang memaparkan prospek pemasaran pisang untuk pasar modern dan tradisional. PT SSN merupakan perusahaan distribusi dan pemasaran buah-buahan segar di Indonesia dengan merek SUNPRIDE.

    Kepala Balitbu Tropika, Ellina Mansyah mengatakan Bincang Buah Tropika Online ini merupakan sesi terakhir yang membahas permasalahan pisang. Kegiatan ini tercatat sebagai salah satu agenda untuk partisipasi Indonesia dalam memeriahkan Tahun Buah dan Sayur Internasional 2021.

    Wakil Bupati Lombok Utara Sambut Kunker Pangdam IX Udayana

    0

    HarianNusa.com, Lombok Utara – Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto, R. ST. MEng., menyambut Kunjungan Kerja Panglima Daerah Militer IX Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak MSc, dalam rangka melihat secara langsung pembangunan Pompa Air Hidram di Dusun Kebon Patu Desa Batu Rakit, Bayan (28/4/2021).

    Turut hadir pada kesempatan itu, Danrem 162/Wira Bakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdani, S.Sos, M.Han, Forkopimda KLU, Plt Camat Bayan Adnan MPd, Plt Kades Batu Rakit Agus Karyawanto beserta masyarakat setempat.

    Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menyatakan, masalah krisis air hampir melanda tiap daerah. Air menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Dengan adanya Pompa Hidram, untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di Desa Batu Rakit. Sebetulnya Pompa Hidram sudah ada sejak lima tahun kemarin, namun tak dimodifikasi dan dikembangkan pemanfaatannya.

    "Alhamdulillah, Pompa Air Hidram ini sudah aktif dua minggu, dengan prestasi (debit air) 20 liter per jam. Sejauh ini, tidak ada kendala. Selanjutnya demi mencukupi dan menambah pemanfaatan air, rencana akan ditambahkan satu pompa lagi dengan penambahan dua jalur," urainya.

    Pangdam mengajak untuk jangan berhenti bekerja, berupaya dan berdo’a. Semoga kedepannya, TNI terus bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terus bersinergi dengan pemerintah daerah, untuk kepentingan bersama.

    Sementara, Wabup Dany menyampaikan, selamat datang di Gumi Tioq Tata Tunaq, Desa Batu Rakit adalah desa definitif baru di Lombok Utara. Dikatakannya, KLU sebagai daerah otonomi baru yang usianya baru 12 tahun berjalan, memiliki program besar dalam pembangunan. Salah satunya infrastruktur, guna percepatan kemajuan KLU. Tentu dalam hal mewujudkan itu, membutuhkan sinergi semua pihak, terlebih TNI dan Polri.

    "Saya menyampaikan terima kasih, atas bantuan Pompa Air Hidram dari TNI, karena (pasti) bermanfaat untuk masyarakat di Desa Batu Rakit. Semoga menjadi ladang amal ibadah kita, apalagi pada saat bulan suci Ramadhan ini," tuturnya.

    Sementara itu, Sekdes Batu Rakit Seniwati SPt menceritakan semenjak gempa tahun 2018 silam. Sumber mata air tertimbun longsor, semenjak itu masyarakat mengalami krisis air bersih. Bahkan irigasi yang semula dimanfaatkan oleh warga untuk pengairan sawah, tertimbun. Adanya Pompa Hidram dari TNI dan Pemda, saat ini mengaliri 100 KK, namun jika melihat dari jumlah penduduk Desa Batu Rakit belum mencukupi. Pada akhir penyampaian, sekdes bersyukur dengan adanya Pompa Hidram serta berterima kasih kepada TNI, atas bantuan Pompa Hidram sehingga airnya bisa bermanfaat untuk masyarakat. (*)

    Bupati Lombok Utara Lantik 269 Anggota BPD se-KLU

    0

    HarianNusa.com, Lombok Utara – Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH., melantik dan mengambil sumpah sebanyak 269 anggota BPD terpilih dari 33 desa se-Kabupaten Lombok Utara periode 2021-2027, Rabu, (28/04/2021).

    Hadir pula Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin, SHi, Pj Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Inspektur Inspektorat H Zulfadli SE, Para Asisten, unsur Kepala OPD dan Kepala Bagian Lingkup Setda KLU.

    Bupati Djohan menyampaikan selamat atas dilantiknya para anggota BPD terpilih. Ia mengatakan menurut Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa memberikan pengakuan dan penghormatan pada desa atas otonomi murninya dengan keberagaman hidup yang tumbuh di masyarakat. Mendorong kelestarian dan kemajuan adat, tradisi yang hidup ditengahnya, mendorong prakarsa, gerakan, dan partisipasi masyarakat. Dikatakannya pula, desa dapat mengembangkan potensi dan aset-aset desa guna kesejahteraan, pemerintah yang profesional, efisien dan efektif, terbuka dan bertanggung jawab.

    Lanjut Bupati Djohan, dengan adanya undang-undang tersebut, desa dapat inovatif meningkatkan pelayanan publik, mempercepat kesejahteraan umum, memajukan ekonomi masyarakat sebagai usaha mengatasi kesenjangan dan memperkuat masyarakat sebagai subyek bukan sebagai obyek pembangunan.

    "Undang-undang desa memberikan otoritas luas dan kemanfaatan yang besar bagi desa seperti adanya kewenangan hak asal-usul, mendorong spirit segenap lapisan berperan aktif, bekerja sama, memacu kebiasaan membangun, bahu-membahu membangun desa," ujarnya.

    Menurutnya, lembaga desa harusnya dapat meningkatkan taraf hidup kesejahteraan masyarakat, dengan kebijakan, program, dan kegiatan sesuai esensi masalah dan prioritas yang berpihak pada masyarakat, dilakukan secara terkoordinasi, terintegrasi, dan berkesinambungan.

    "BPD adalah lembaga di desa yang menjadi strategis kedudukan dan fungsinya, sebagai legislator hendaknya dapat menumbuhkembangkan partisipasi aktif masyarakat, dalam menyusun produk hukum di desa. Pelayanan prima dalam proses penyelenggaraan pemerintah desa khususnya mengenai perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pemerintah desa," tandasnya.

    Sebagai legislator BPD, lanjut Bupati Djohan, hendaknya mengawal pelaksanaan pemerintah desa dalam membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa, menampung aspirasi masyarakat, serta mengawasi kinerja kepala desa. Koordinasi aktif dengan pemerintah desa dalam percepatan realisasi keuangan dan pembangunan desa, inovasi dan kreatifitas BPD dalam penyusunan regulasi peraturan desa menjadi penting," tuturnya.

    Sebagaimana diketahui, pada tahun 2021 akan dilaksanakan Pilkades bergelombang pada 13 desa se-KLU yaitu 10 desa definitif dan 3 desa induk lainnya, sehingga dibutuhkan peran dan kerja keras bersama, mengawal suksesnya kegiatan tersebut. (*)

    Terduga Pembunuh Istri, Peragakan 21 Adegan saat Rekonstruksi

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Penyidik Satreskrim Polresta Mataram menggelar rekonstruksi pembunuhan wanita berinisial HS (29) warga Lingkungan Moncok Karya, Kelurahan Pejarakan Karya Kecamatan Ampenan yang dibunuh MA (30). Rekontruksi pembunuhan ini dilaksanakan di Mapolresta Mataram, Rabu (28/04/2021).

    Peristiwa pembunuhan yang dilakukan MA yang merupakan suami korban ini dengan tusukkan pisau terjadi pada Jumat dini hari (17/04/2021) lalu.

    Rekontruksi berlangsung satu jam dimulai pukul 10.00 Wita. Kegiatan lengkap dihadiri jaksa dan penasihat hukum pelaku. Total ada 21 adegan yang diperagakan pelaku saat membunuh istrinya.

    ‘’Hari ini kami melaksanakan rekontruksi kasus pembunuhan yang terjadi 17 April lalu. Ini kasus suami yang diduga membunuh istrinya,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa, ST,SIK.

    Adegan pertama dimulai saat pelaku dan korban berjualan buah di Jalan Adi Sucipto. Korban lalu menerima telepon dan ditegur pelaku. Korban dan pelaku cekcok mulut pada adegan ketiga. Setelah beberapa adegan berlalu. Pelaku menusuk leher istrinya satu kali dengan pisau di adegan ketujuh.

    ’’Pelaku kemudian mencabut pisau dari leher korban. Dilanjutkan tersangka memapah korban dan menaruhnya di dalam mobil. Dia juga menutup jualannya setelah itu,’’ bebernya.

    Dengan mobil yang digunakan berjualan itu, MA membawa korban ke rumahnya. Belum sampai di rumah, tersangka membuang handphone korban. Sesampainya di dalam rumah. Tersangka menceritakan kejadian tersebut kepada salah seorang saksi. MA bercerita juga ke saksi lainnya. Setelah itu, bersama salah seorang saksi, tersangka membawa korban ke rumah sakit. Di tengah perjalanan, tersangka membuang pisau yang digunakan membunuh istrinya ke semak-semak. Rekonstruksi ditutup saat tersangka yang berprofesi sebagai pedagang buah itu menyerahkan diri ke Polsek Ampenan.

    ‘’Ini secara keseluruhan. Ada 21 adegan yang diperagakan tersangka,’’ katanya.
    Rekontruksi merupakan tahapan proses penyidikan tindak pidana. Upaya ini juga untuk memenuhi petunjuk jaksa peneliti kejaksaan.

    ‘’Rekontruksi bertujuan untuk memberikan gambaran yang konkrit kepada penyidik maupun jaksa tentang bagaimana perbuatan pidana ini terjadi,’’ tukasnya.

    Rekonstruksi juga untuk menyamakan persepsi antara penyidik dan jaksa. Karena nantinya jaksa yang menuntut pelaku di persidangan sesuai dengan perbuatannya. Kompol Kadek memastikan, penyidik menangani kasus ini sesuai dengan bukti atau fakta yang ditemukan. Perspektif yang berkembang tidak mengganggu penyidik untuk menangani kasus ini.

    ‘’Hal-hal di luar konstruksi hukum tidak mengganggu kami. Kita fokus pada bagaimana perbuatan pidana itu terjadi," ungkapnya.

    Kadek mengaku sejauh ini belum menemukan bukti tentang perselingkuhan yang diduga dilakukan korban yang menjadi pemicu peristiwa berdarah tersebut.

    "Kami belum mendapati bukti valid tentang perselingkuhan,’’ tutupnya. (*)

    Bupati Lombok Utara Panen Perdana Padi Varietas Sertani

    0

    HarianNusa.com, Lombok Utara – Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH., panen perdana Padi Varietas Sertani, pada areal Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) dan Irigasi Lahan Kering (ILK) di Dusun Sankukun Desa Segara Katon (26/4/2021).

    Panen perdana tersebut turut dihadiri Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan SSos MT, Wakapolres Lotara Kompol Setia Wijatono SH, Kepala OPD, Kelompok Tani Silaq Ngiring serta tamu undangan lainnya.

    Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH dalam kesempatan itu mengatakan dari laporan yang diterimanya, hasil panen 2,6 ton dengan titik yang tidak standar, padi jenis ini memang cocok ditanam di daerah Lombok Utara. Diharapkannya pula, kedepannya banyak petani yang berminat dengan Varietas Sertani. Untuk itu Penyuluh pertanian diminta supaya menyampaikan dan memberikan contoh padi (Sertani) ke daerah-daerah di KLU yang cocok ditanami.

    "Daerah kita ini adalah daerah kering. Kalau kita coba tanam tanaman pangan yang bisa kita kembangkan maka kita tugaskan penyuluh kita untuk penyuluhan petani supaya menanam padi. Dengan pertanian ini, ekonomi kita bagus, tidak terdampak oleh Covid-19," tuturnya.

    Bupati Djohan mengajak untuk memanfaatkan lahan kering yang ada di wilayah KLU. Selain itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan berpadu dengan membuat program menanam padi di daerah KLU dengan menggunakan pupuk organik yang dibuat oleh kelompok ternak. Bupati dua periode ini juga menyebutkan, di KLU sudah banyak kelompok-kelompok yang membuat pupuk organik.

    Sementara, Plt Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian KLU, Evi Winarni, MSi., menyatakan, bahwa panen padi (kali ini) masuk perluasan areal tanaman baru yang masih berupa tegalan. Perluasan areal ini secara keseluruhan seluas lima hektar, namun yang sudah diintervensi dengan perpipaan atau irigasi tertutup adalah 20 hektar, termasuk melakukan penempatan indeks tanaman.

    "Tadinya lahan ini hanya ditanami perkebunan dan beberapa tanaman hortikultura. Sekarang ini, kita sudah bisa intervensi dengan tanaman pangan yaitu padi," imbuhnya.

    Usaha kelompok tani berbeda-beda. Ada yang kelompok ternak, kelompok tani, kelompok UMKM juga artinya kelompok tani begitu antusias terhadap program pemerintah. Jumlah ternaknya mencapai 160 ekor, sedangkan diantaranya betina 92 ekor.

    "Petani belum melakukan penggemukan, baru produksi saja, jumlah anggota aktif perkebunan 36 orang, peternakan 56 orang perkebunan 70 orang dan 20 orang melakukan tanaman padi. Ada pula kelompok peternak madu, di samping peternakan," urainya.

    Ketua Kelompok Tani Silaq Ngiring Saha Priyanto mengatakan, bersyukur setelah dibuatkan bendungan, sudah bisa bercocok tanam. Sebelumnya, kelompok petani anggotanya belum terpikir, lahan tersebut bisa ada air.

    Mewakili kelompok petani yang dipimpin, dirinya berterima kasih kepada Pemda KLU dan jajarannya, khususnya Dinas PU yang telah memberikan jaringan perpipaan 9 KM ditambah lagi jaringan sekunder 1 KM dengan sejumlah 3 bak penampung yang dibangun.

    "Alhamdulillah, petani kami antusias menanam dan panen perdana memang baru kali ini, dan baru kali ini juga kami menanam padi. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan juga Dinas PUPR," pungkasnya.

    Acara diakhiri dengan panen perdana dan peninjauan pameran hasil pertanian oleh bupati. Diikuti tamu yang hadir, dengan tetap mematuhi Prokes Covid-19. (*)

    Fauzan Kukuhkan Asosiasi Kepala Desa Lombok Barat Periode 2021-2024

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid didampingi Sekda Lobar H. Baehaqi dan Asisten lll Setda Lobar H. Ilham menghadiri dan mengukuhkan pengurus Asosiasi Kepala Desa di Bencingah Agung Giri Menang Lobar, Sabtu (24/4/2021) kemarin.

    Hadir dalam acara tersebut, Sekda Lobar H. Baehaqi, Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm. Gunawan, Asisten lll Setda Lobar H. Ilham, Kadis PMD Lobar Hery Ramadhan, Camat se Lombok Barat dan Peserta Pengukuhan Akad Masing – masing Desa perwakilan di Lombok Barat.

    Bupati Lombok Barat dalam sambutannya menyinggung pemilihan warna seragam pelantikan AKAD yang berwarna biru.

    "Warna biru yang memiliki arti sejuk dan memang sangat luar biasa," katanya.

    Ia mengatakan, dalam kegiatan pengujuhan ini dilakukan tepat pada bulan Ramadhan dan kebetulan juga dulu saat mengadakan musyawarah Akad di bulan Sa’ban, dalam artian bulan yang dimuliakan.

    "Mudah-mudahan dari semangat kemuliaan di bulan Sa’ban kemudian bulan Ramadhan membawa berkah pada pengukuhan Akad Lobar periode 2021-2024," ucapanya.

    Bupati mengatakan, ulang tahun Kabupaten Lombok Barat tahun ini mengambil tema dengan memakai dua kata yaitu Kolaboratif dan Inovatif.

    Kata kolaboratif tidak hanya memiliki makna keberhasilan itu ditentukan dengan kebersamaan tetapi juga undangan bagi semua kepala Desa, Kepala Dusun dan bagi semua warga masyarakat Kabupaten Lombok Barat untuk selalu menjaga silaturrahim.

    "Dalam kita masih menghadapi masa pandemi covid 19, diharapkan kepada semua kepala Desa dan undangan yang hadir untuk selalu mensosialisasikan protokol kesehatan Covid -19 (prokes)," harapnya..

    Mengakhiri sambutannya, terkait vaksinasi di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Bupati menghimbau kepada seluruh kepala Desa yang hadir untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Lobar (Dikes).

    "Supaya capaian dari proses vaksinasi yang kita serukan kepada masyarakat bisa cepat diselesaiakan," tutup Bupati. (*)

    Polisi Amankan Belasan Sepeda Motor di Loteng

    HarianNusa.com, Lombok tengah – Jajaran Polres Lombok Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat berhasil mengamankan sekitar 12 (dua belas) unit sepeda motor tanpa plat Nomor Polisi (Nopol) dan tanpa surat-surat, dalama Patroli Skala Besar yang digelarnya.

    Patroli yang dipimpin Kapolres Lombok Tengah (Loteng) AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK, tersebut menyasar Alun-alun Tastura Bencingah Praya, Masjid Agung Praya, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tonjeng Beru, dan wilayah lainnya, pada Sabtu, (25/4/2021) malam.

    "Sekitar 12 motor berhasil kita amankan karena tidak dilengkapi surat-surat kendaraan dan tidak memakai plat Nopol," kata AKBP Esty.

    Ia mengatakan, patroli skala besar yang dilakukan jajaran Polres Loteng bersama jajaran Kodim 1620/Loteng dalam rangka cipta kondisi harkamtibmas sebenarnya merupakan kegiatan rutin setiap akhir pekan namun lebih ditingkatkan lagi pada bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah.

    "Kegiatan ini dalam rangka menjaga situasi harkamtibmas khususnya pada bulan Ramadhan," ucapnya.

    Selain itu, lanjut Esty, kegiatan yang dilaksanakan tersebut juga memberikan himbauan kepada para pedagang dan pengunjung yang ada di sekitar Bencingah Adiguna Praya agar tetap memperhatikan protokol kesehatan covid 19 dan keamanan kendaraan serta barang bawaannya.

    "Kami juga imbau agar pedagang dan pelaku usaha menutup dagangan sebelum pukul 22.00 atau jam 10 malam demi mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas," terangnya.

    Tidak hanya itu, personel patroli gabungan juga melaksanakan pengecekan badan terhadap para pemuda secara acak yang sedang berkumpul untuk mengantisipasi adanya para pemuda yang membawa Senjata Tajam (Sajam), Narkoba, Miras dan barang berbahaya lainnya.

    "Begitu juga dengan pedagang yang ada di Masjid Agung dan RTH Tonjeng Beru dan cafe-cafe yang ada wilayah praya khususnya, kami imbau agar membatasi aktifitas dagangnya demi mencegah kerumunan dan hal-hal yang dapat mengganggu harkamtibmas," terangnya.

    Esty menjelaskan, kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak oleh Polsek jajaran di Polres Lombok Tengah. (*)

    error: Content is protected !!