Beranda blog Halaman 132

Luaskan Kebaikan, ACT Buka Kesempatan Jadi Agen Global Qurban

0

JAKARTA – Tahun ini, Global Qurban-ACT mengajak masyarakat untuk terlibat dalam siklus kebaikan dengan menjadi Agen Qurban. Lewat Agen Qurban, Global Qurban berupaya untuk membangkitkan perekonomian bangsa. Selain akan mendapatkan berbagai benefit, para agen berkesempatan meluaskan kebaikan kurban. Selain mengelola dan mendistribusikan kurban,

Tahun ini, Global Qurban – ACT, turut membantu perjuangan masyarakat yang ekonominya terdampak pandemi. Salah satunya dengan membuka kesempatan menjadi Agen Qurban. Dalam menjadi Agen-Qurban. Aada berbagai macam keuntungan yang bisa diraih bersama Global Qurban.

Koordinator Manajemen Agen Global Qurban – ACT Ardiansyah mengatakan dalam sistem keagenan ini, masyarakat diajak untuk terlibat dalam proses pemasaran hewan kurban yang nantinya mendapatkan benefit terbaik dari tiap hewan yang terjual. Harapannya, benefit dari penjualan hewan kurban tersebut mampu mengurangi beban perekonomian Agen Qurban yang terdampak wabah Covid-19.

“Tahun ini sangat istimewa dengan adanya wabah, dan mungkin akan bertepatan juga dengan datangnya Iduladha. Untuk itu, Global Qurban tahun ini tidak hanya memberikan manfaat terbaik bagi para penerima manfaat daging kurban saja, tetapi juga memberikan manfaat terbaik bagi para agen yang terlibat dalam pemasaran hewan kurban,” jelas Ardi.

Selain itu, tambah Ardi, dengan menjadi Agen Qurban, masyarakat juga terlibat dalam aksi kebaikan, yakni menebarkan manfaat daging kurban ke berbagai penjuru negeri, bahkan luar negeri yang dirundung konflik kemanusiaan serta kemiskinan. Para agen nantinya ditantang untuk bisa terlibat dalam mengajak sebanyak-banyaknya orang yang diberikan rezeki yang lebih walau di tengah pandemi, untuk berkurban. Daging hewan kurban mereka akan dinikmati oleh masyarakat, khususnya mereka yang prasejahtera, di wilayah tepian negeri, serta wilayah terdampak Covid-19.

“Jadi tidak hanya mendapatkan benefit materi (uang tunai), namun juga berkah meluaskan kebaikan kurban untuk saudara-saudara yang membutuhkan, insya Allah,” tambah Ardiansyah.

Sebelum memulai debut sebagai Agen Qurban, para agen akan dibekali berbagai materi, bimbingan serta pembekalan guna memaksimalkan kerja kebaikan ini. “Global Qurban akan menyediakan dan terus meng-update materi pemasaran ke semua agen melalui sistem yang telah kami bangun. Tujuannya sekaligus mengedukasi agen agar mampu menjadi agen pemasaran yang baik,” tambah Ardi.
Sistem keagenan ini juga memanfaatkan teknologi sebagai dukungannya. Global Qurban – ACT menyiapkan laman khusus bagi setiap agen untuk nantinya bisa diakses oleh para pekurban. Catatan penjualan dari masing-masing agen pun bisa dilihat di akun agen yang bisa diakses dari website Global Qurban.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Global Qurban-ACT akan mendistribusikan hewan kurbannya ke berbagai penjuru negeri serta luar negeri, seperti Palestina dan Suriah yang dirundung duka konflik kemanusiaan. Hanya saja, pada tahun ini masyarakat yang tinggal di episentrum penyebaran Covid-19 menjadi target distribusi utama. Kebaikan yang disalurkan Global Qurban ini pun tidak lepas dari peran para Agen Qurban yang senantiasa mengajak masyarakat dalam kebaikan kurban di tahun 1441 Hijriah ini. Selanjutnya, []

Gubernur NTB Sambut Hadirnya Teknologi Yang Bermanfaat Bagi Masyarakatnya

0

HarianNusa.com, Mataram – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, sangat peduli dengan kepentingan masyarakatnya. Termasuk dengan pilihan berbagai teknologi yang ditawarkan dan yang akan diterapkan di daerah yang dipimpinnya.

Hari ini, Gubernur yang akrab disapa Bang Zul, menerima diskusi melalui telekonferensi tentang Teknologi Pendidikan dengan Chroomebook dari Google, di ruang kerjanya, Senin, 8 Juni 2020.

Menanggapi diskusi tersebut, Gubernur menyambut baik dan berterimakasih atas ide yang sangat menarik.

"Kami kalau berbicara teknologi dan inovasi sangat terbuka, karena NTB tahun 2021 juga akan menjadi tuan rumah MotoGP dan Lombok dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia,” ungkapnya.

Tidak menutup diri, Gubernur secara tegas mengatakan, jika hasilnya dapat dirasakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, segera saja untuk dilengkapi apa yang dibutuhkan.

"Konsep yang indah tadi, segera datang kesini, lengkapi, kalau terasa manfaatnya, bisa mengekspresikan manfaatnya, biaya bukan masalah, namun harus ada manfaat yang dirasakan,” pungkasnya.

“Untuk itu, peningkatan tenaga lokal itu yang pertama, Sumber Daya Manusia kita sangat mampu, tinggal diberi pencerahan saja,” lanjutnya menutup telekonferensi.

Dalam diskusi tersebut, disampaikan bahwa, Google untuk Pendidikan atau Google For Education merupakan gabungan perangkat pendidikan yang dapat digunakan secara bersama. Aplikasi kolaborasi dan pendukungan pembelajaran yang dapat digunakan dengan cepat dan mudah oleh guru dan siswa.

Beberapa teknologi yang termasuk dalam Google For Education sendiri adalah, aplikasi produktivitas dengan G-Suite for Education, Perangkat Pendidikan dengan Google Chromebook dan Aplikasi Interaksi Kelas dengan Google Classroom. Hal ini merupakan solusi Pendidikan dengan Teknologi Google yang juga dapat mendukung Peningkatan Mutu Pengajaran dengan menggunakan Google yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan sekolah. Diantaranya adalah Program Pelatihan dan Sertifikasi untuk Pengajar, dan Komunitas Pengajar Google (Google Educator Group). (f3/*)

Ingin Tempat Wisata Segera Dibuka, Pemilik Botanic Garden Siap Jalani Tatanan New Normal

HarianNusa.com, Lombok Barat – Beberapa desa dan pelaku wisata di Kecamatan Narmada menyatakan siap menjalani tatanan Kenormalan Baru atau New Normal. Seluruh tempat wisata akan lebih mengedepankan protokol kesehatan, dan keamanan sebagai bentuk kebutuhan para pengunjung di masa pandemi Covid-19.

Pemilik Botanic Garden Narmada, Cindra Bayu misalnya mengatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Lombok Barat untuk membuka tempat wisata miliknya. Namun, Bayu diminta pihak dinas membuat surat resmi sebagai dasar untuk dikaji oleh pemerintah daerah akan dibukanya tempat wisata. Termasuk di beberapa desa yang memilki destinasi wisata semua menyatakan juga siap untuk menyambut Kenormalan Baru pariwisata.

"Kita coba hidup berdampingan dan hidup damai dengan Covid-19. Sehingga masyarakat secara berangsur-angsur akan hidup normal seperti biasanya," kata Bayu di Narmada, Jumat (5/6).

Tidak hanya itu, jika wisata sudah dibuka, lanjutnya, akan lebih mengedepankan kesehatan dan keamanan dengan menerapkan protokol kesehatan yakni pintu masuk akan disiapkan tempat cuci tangan, pengunjung wajib masker, pengunjung akan dibatasi, jarak dan tempat tidak ada kerumunan. Termasuk para karyawan, ujar Bayu, akan disiapkan Alat Pelindung Diri (APD) tutup muka dan masker.

Manajemen Botanic Garden sendiri sudah merancang protokol kebersihan, kesehatan, termasuk spanduk ajakan hidup sehat dan hindari Covid-19. Setiap pengunjung nantinya akan lebih diperketat bersama dengan semua karyawan Botanic Garden untuk taat dengan himbauan pemerintah.

"Mudah-mudahan awal Juli bersamaan dengan Tahun Ajaran baru sudah bisa dibuka. Kenapa saya ingin sekali membuka karena tempat kami outdoor wisata terbuka dan cukup luas, " ujarnya.

Semenjak tiga bulan lebih tempat wisatanya ditutup dampaknya sangat dirasakan pihaknya. Para karyawan ia rumahkan kecuali dua tukang kebunnya.

"Kami rumahkan semua karyawan yang jumlahnya sekitar 25- 30-an orang, hanya dua karyawan taman yang masih, " cetusnya.

Jika pandemi ini terus berlanjut maka akan lebih berdampak pada roda perekonomian termasuk berimbas kepada pendapatan baik saya pribadi maupun karyawan karena tidak adanya pendapatan. Sementara mereka punya keluarga dan anak terlebih untuk membeli beras.

"Untuk itu, saya berharap kepada Pemerintah Daerah Lombok Barat untuk segera membuka tempat wisata. Minimal ada pergerakan untuk bisa hidup bersosial. Bagaimanapun juga untuk kembali normal itu butuh proses dan promosi ulang. Jikapun buka tidak serta merta langsung ramai karena masih takut terlebih pada pengunjung," pungkas Bayu.

Sementara Tiga kepala Desa Sekawan Sejati yakni Sesaot, Pakuan dan Buwun Sejati yang punya tempat wisata juga berharap tempat wisata segera dibuka termasuk di tiga desa tersebut siap menerima tatanan Kenormalan Baru dengan berpegang kepada konsep protokol kesehatan serta himbauan Pemerintah. (f3/*)

Unram Jadi Pusat UTBK: Bisa Pilih Lokasi Tes di Lombok atau Sumbawa

0

HarianNusa.com, Mataram – Pendaftaran Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) sekaligus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) telah dibuka sejak tanggal 2 Juni 2020 dan berakhir pada 20 Juni 2020 mendatang.

Terdapat 74 Perguruan Tinggi Negeri yang ditunjuk sebagai Pusat UTBK oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), salah satunya adalah Universitas Mataram (Unram).

Sebagai salah satu pusat UTBK, Unram telah menyediakan lokasi tes di Lombok dan Sumbawa. Dengan demikian, calon peserta UTBK perlu jeli dalam menentukan lokasi tes. Bagi calon peserta yang ingin melaksanakan tes di Mataram harus memilih pusat UTBK "UNIVERSITAS MATARAM – LOMBOK", sedangkan untuk peserta yang ingin tes di Sumbawa memilih pusat UTBK "UNIVERSITAS MATARAM – BIMA SUMBAWA".

"Dalam dua hari ini banyak calon peserta yang bertanya terkait dengan lokasi tes tersebut, ada peserta yang berdomisili di Lombok memilih lokasi tes di Sumbawa sementara calon peserta yang berdomisili di Sumbawa memilih lokasi tes di Lombok," terang Khairul Umam, Humas Unram.

“Calon peserta UTBK perlu jeli dalam melakukan pendaftaran, sebaiknya mempelajari dulu pedoman pendaftaran UTBK yang telah tersedia di laman unram.ac.id atau di Instagram Unram @officialunram, calon peserta juga dapan mengakses laman LTMPT untuk mengetahui informasi lebih lengkap bahkan tersedia video tutorial pendaftaran UTBK, sehingga tidak terjadi kesalahan pada saat pendaftaran," pesannya.

Lokasi tes UTBK di Lombok nantinya akan di pusatkan di Universitas Mataram, adapun lokasi tes di Sumbawa akan digelar di 4 sekolah, yaitu SMKN 1 Sumbawa, SMKN 2 Sumbawa, SMKN 3 Sumbawa, dan SMAN 1 Sumbawa.

UTBK 2020 akan dilaksanakan pada tanggal 5 – 12 Juli 2020, dimana setiap harinya akan diadakan 4 sesi tes, kecuali pada hari Jumat hanya akan diadakan 2 sesi tes, sehingga total terdapat 30 sesi tes.

Pelaksanaan UTBK 2020 akan menerapkan Protokol Covid-19, seperti jarak antar peserta UTBK minimal 1,5 meter dan diwajibkan menggunakan masker. (f3)

Ket. Foto:
Aktivitas kegiatan UTBK di Unram. (Dok. Humas Unram).

Transaksi Narkoba di Salah Satu Hotel di Senggigi, Polisi Amankan Sejumlah Tersangka

0

HarianNusa.com, Lombok Barat –
Anggota Opsnal Sat Resnarkoba Polres Lombok Barat menangkap terduga pelaku tindak pidana narkotika, Kamis, (04/06/2020) sekitar pukul 21.00 Wita. Penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan laporan informasi dari masyarakat di Jalan Raya Sengiggi Dusun Batul Layar Desa Batu Layar Kecamatan Batul Layar Kabupaten Lombok Barat tepatnya di Hotel Omasitar.

Adapun para tersangka yang berhasil diamankan dalam penangkapan tersebut yakni, BS alias Beni laki-laki (24 th) warga Dusun Batu Layar Desa Batu Layar Kecamatan Batu Layar Barat Kabupaten Lombok Barat; SH alias Andi, laki-laki (35th), alamat Dusun Batu Layar Desa Batu Layar Kecamatan Batu Layar Barat Kabupaten Lombok Barat; AN alias Anin, perempuan (26 th), alamat
Dusun Embung Jagung Desa Jenggik Utara Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur; dan FKR, perempuan (32th) dengan alamat yang sama di Kosan Dusun batu Layar Desa Batu Layar Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto S.I.K, M.Si, menyampaikan

kronologis kejadian dimana pada hari Kamis, 04 Juni 2020 sekitar pukul 21.00 Wita. Anggota opsnal Sat Resnarkoba Polres Lombok Barat mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Raya Sengiggi Dusun Batu layar Desa Batu layar Kecamatan Batu layar Kabupaten Lombok Barat tepatnya di Hotel Omasitar sering dijadikan tempat transaksi jual beli Narkotika yang dilakukan oleh BS alias Beni.

Artanto menuturkan, berdasarkan informasi dari masyarakat tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Kasat Resnarkoba Polres Lobar IPTU Faisal Afrihadi, SH langsung memimpin timnya dan melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku SH alias Andi yang pada saat itu masuk ke hotel Omasitar menggunakan sepeda motor.

"Setelah SH diamankan kemudian mencari keberadaan BS yang berada di salah satu kamar hotel, setelah pintu kamar itu dibuka kemudian memanggil BKD ( badan keamanan desa) dan salah satu tokoh masyarakat yang berada di sekitar TKP, langsung menuju salah satu kamar tempat dilakukan penggeledahan serta pemeriksaan, dan ditemukan uang tunai senilai Rp. 251.000 ( dua ratus lima puluh satu ribu rupiah) yang diduga hasil penjualan narkotika Jenis sabu, 15 (lima belas poket) narkotika jenis sabu dengan berat bruto 6,31 gram," jelasnya, Jumat, (7/6).

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan adalah uang tunai Rp. 251.000 ( dua Ratus enam Puluh satu Ribu Rupiah ), 15 poket klip plstik transparan yang berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 6,31 Gram, 2 buah bong, 2 buah pipet kaca, 5 korek api gas, 1 buah gunting, 3 bendel klip plastik kosong, 6 pipet plastik, 1 buah timbangan, 1 buah hp warna hitam merk redmi, 1 buah hp Oppo F5, 1 buah hp oppo A5, 1 buah hp kecil warna hitam merk nokia, 1 buah hp kecil warna hitam merk samsung, 1 buah hp kecil warna putih merk samsung.

"Kemudian tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Lobar untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut," pungkasnya. (f3)

Siapkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Presiden Minta Berbagi Beban

HarianNusa.com, Jakarta – Salah satu tantangan besar bagi Indonesia saat ini ialah menyiapkan program pemulihan ekonomi yang tepat dan dapat dieksekusi dengan cepat. Program-program tersebut dibutuhkan untuk mencegah agar laju pertumbuhan ekonomi negara tidak terkoreksi lebih dalam.

“Tantangan terbesar kita saat ini adalah bagaimana menyiapkan program pemulihan ekonomi yang tepat, dieksekusi dengan cepat, dengan kecepatan, agar laju pertumbuhan ekonomi negara kita tidak terkoreksi lebih dalam lagi,” kata Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai penetapan program pemulihan ekonomi nasional dan perubahan postur APBN tahun 2020 di Istana Merdeka, Jakarta, melalui telekonferensi pada Rabu, 3 Juni 2020.

Berdasarkan data yang diperoleh, di tengah tantangan yang dihadapi, perekonomian pada kuartal pertama tahun ini masih tumbuh sebesar 2,97 persen. Presiden berharap agar laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua hingga keempat mendatang tetap dapat dijaga dan tidak merosot bahkan mencapai angka minus.

“Karena itu saya minta agar semua skema pemulihan ekonomi yang telah dirancang seperti subsidi bunga untuk UMKM, penempatan dana untuk bank-bank yang terdampak restrukturisasi, penjaminan kredit modal kerja, PMN untuk BUMN, dan investasi pemerintah untuk modal kerja saya harapkan, minta, dan ingin pastikan ini harus segera operasional di lapangan,” kata Presiden.

Kepala Negara menekankan, program pemulihan ekonomi nasional dimaksud harus dapat memberikan manfaat nyata bagi para pelaku usaha, utamanya yang bergerak di sektor industri padat karya.

Sektor tersebut perlu diberikan perhatian khusus agar mereka tetap mampu beroperasi dan mencegah terjadinya PHK secara masif sekaligus mampu mempertahankan daya beli para pekerja dan karyawannya.

“Sektor ini  menampung tenaga kerja yang sangat banyak sehingga goncangan pada sektor ini akan berdampak pada para pekerja dan tentu saja ekonomi keluarganya,” kata Presiden.

Dalam menjalankan program-program tersebut, nantinya pemerintah bersama dengan pihak-pihak terkait harus berdampingan dan bersedia memikul beban dan bergotong royong untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan itu, yakni agar kegiatan produktif para pelaku usaha dapat tetap berjalan, mencegah terjadinya PHK masif, menjaga stabilitas sektor keuangan dan roda perekonomian.

“Saya minta konsep berbagi beban, sharing pain, harus menjadi acuan bersama. Antara pemerintah, BI, OJK, perbankan, dan pelaku usaha harus betul-betul bersedia memikul beban, bergotong royong. Bersedia bersama-sama menanggung risiko secara proporsional dan dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian,” kata Presiden.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan agar program pemulihan ekonomi harus dilakukan secara hati-hati, transparan, akuntabel, dan mampu mencegah terjadinya risiko moral hazard. Untuk itu, diperlukan pengawasan dan pendampingan dalam menjalankan program-program tersebut.

“Saya minta pada Jaksa Agung, BPKP, LKPP, dari awal sudah melakukan pendampingan. Jika diperlukan KPK juga bisa dilibatkan untuk memperkuat sistem pencegahan. Ini penting,” kata Presiden.

Adapun terkait perubahan postur APBN tahun 2020, Presiden mendapat laporan bahwa berbagai perkembangan dalam penanganan Covid-19 dan berbagai langkah strategis pemulihan ekonomi membawa konsekuensi adanya tambahan belanja yang berimplikasi pada meningkatnya defisit APBN. Untuk itu Presiden meminta Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas untuk melakukan kalkulasi lebih cermat, lebih detail, dan lebih matang terhadap berbagai risiko fiskal ke depan.

“Saya ingin tekankan lagi agar perubahan postur APBN betul-betul dilakukan secara hati-hati, transparan, akuntabel sehingga APBN 2020 bisa dijaga, dipercaya, dan tetap kredibel,” kata Presiden.

Presiden Tinjau Kesiapan Kenormalan Baru di Masjid Istiqlal

0

HarianNusa.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo pada Selasa pagi, 2 Juni 2020, menyambangi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, dalam rangka meninjau kesiapan penerapan prosedur kenormalan baru di sarana ibadah. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga memeriksa perkembangan proyek renovasi masjid tersebut setelah sebelumnya dikunjungi Presiden pada awal Februari 2020 lalu.

“Sampai hari ini telah selesai kurang lebih 90 persen dan renovasi besar ini akan diselesaikan insyaallah nanti di awal bulan Juli,” kata Presiden saat memberikan keterangan.

Namun, hingga saat ini belum diputuskan apakah nantinya masjid Istiqlal akan langsung dibuka dan dapat digunakan untuk umum setelah renovasi selesai dilakukan pada bulan tersebut. Menurut rencana awal yang disampaikan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, apabila tidak ada kendala, pembukaan kembali masjid tersebut selepas renovasi akan dilakukan pada bulan Juli mendatang.

Kepala Negara berpesan agar keputusan yang nantinya diambil harus dilandasi oleh data-data ilmiah dan melalui tahapan-tahapan dan protokol yang ketat.

“Karena kita tahu bahwa penyebaran Covid sampai saat ini di Tanah Air memang belum semua provinsi dan wilayah bisa dikendalikan,” kata Presiden.

“Oleh sebab itu, pembukaan baik untuk tempat ibadah maupun aktivitas ekonomi, sekolah, semuanya melalui tahapan-tahapan yang ketat dengan melihat angka-angka kurva dari R0 dan Rt nya. Semuanya memakai data-data keilmuan yang ketat sehingga kita harapkan akan berjalan dari tahapan ke tahapan, dari sektor ke sektor, dari provinsi ke provinsi sesuai dengan angka-angka yang tadi saya sampaikan,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga meminta pengelola Masjid Istiqlal untuk menyiapkan sedari sekarang protokol kesehatan yang harus diterapkan para jemaah untuk kenyamanan dan keselamatan bersama.

“Tadi saya titip untuk disiapkan protokol-protokol kesehatan sehingga nanti pada saat kita melaksanakan salat di Masjid Istiqlal ini semuanya aman dari Covid,” kata Presiden.

Untuk diketahui, renovasi lingkungan dan bagian bangunan masjid dengan daya tampung jemaah hingga mencapai 200 ribu orang tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas bangunan masjid sebagai salah satu bangunan cagar budaya sekaligus mendukung peningkatan fungsi aktivitas sosial keagamaan, kantor, dan kegiatan kemasyarakatan. Renovasi yang dilakukan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden sejak tahun 2019 lalu.

Mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, dan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga.

Kisah Mahasiswa NTB Berlebaran di Polandia Saat Pandemi

0

Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah tahun ini terasa berbeda dari biasanya. Tidak hanya di tanah air, namun juga di rantauan, Polandia. Lantunan takbir yang merdu di tengah keheningan masjid Blue City kota Warsawa tidak bisa didengarkan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Open house oleh KBRI kali ini ditiadakan, riuh para diaspora yang biasanya ramai kini sepi. Ucapan halal bi halal dan maaf-maafan hanya berseliweran lewat dunia virtual.

Sebagai kilas balik, tahun sebelumnya beragam acara yang diadakan oleh pihak KBRI mulai dari buka bersama sampai pada sholat Eid, sehingga suasana ke-Indonesiaan di rantauan begitu terasa.

Tempat-tempat ibadah untuk sementara waktu ditutup sejak pemerintah memberlakukan Lockdown berskala nasional akibat merebaknya wabah Covid-19 yang kian masif. Virus corona memang berdampak secara langsung ke semua lini kehidupan sosial masyarakat, di Polandia misalnya; kantor-kantor pemerintahan ditutup, social distancing berskala nasional diberlakukan, sekolah-sekolah dan universitas memberlakukan pembelajaran jarak jauh atau distance learning demi menghindari kerumunan orang.

Sama seperti di tanah air, hari Raya Idul Fitri di Polandia tahun ini bertepatan dengan tanggal 24 Mei 2020 dan masih dalam suasana musim semi. Pohon-pohon terlihat rindang dan bunga-bunga mulai bermekaran, meskipun begitu masyarakat masih mematuhi himbauan untuk stay home demi melandaikan kurva penyebaran virus.

Pelaksanaan sholat Eid para penerima beasiswa NTB di Polandia tahun ini tidak dilaksanakan di Masjid maupun di KBRI. Kami sepakat untuk melaksanakan sholat Ied di salah satu apartemen mahasiwa yang berlokasi di jalan Ryzowa kota Warsawa dengan tetap mengikuti himbauan protokol kesehatan dari Pemerintah.

dok. pribadi

Sejak pagi buta beberapa mahasiswa sudah berkumpul. Gema takbir dikumandangkan dari lantai tujuh apartemen. Pagi ini Dani Alfatwari, salah satu mahasiswa penerima beasiswa Pemprov NTB akan bertindak selaku khatib. Suasana khidmat kian terasa ketika Khotbah dimulai. Sembari berkaca-kaca beliau menyampaikan pesan perihal bagaimana memaknai wabah Covid-19 di hari kemenangan, menjaga kewarasan, serta tetap bersyukur meskipun jauh dari sanak keluarga dan tanah air.

“Momen lebaran kali ini kita jadikan sebagai perenungan untuk merefleksi diri betapa kita harus bersyukur meskipun berada dalam suasana Pandemi”, pungkasnya di sela-sela menyampaikan khotbah idul fitri. 

Hadir juga ketua PPI Polandia, Zulkifli salah satu mahasiwa magister dari Warsaw University of Technology. Beliau menyampaikan sambutan setelah sholat Eid dilaksanakan.

“Saya berharap momen idul fitri kali ini memperkokoh silaturahmi dan rasa kebersamaan antar kita selaku mahasiswa apalagi di tengah Pandemi seperti saat ini”, ujarnya.

Tulisan Mohamad Tamrin, Mahasiswa magister di Warsaw University of Life Science-Big Data Analytics asal Lombok Utara, penerima beasiswa Ignacy dari Pemerintah Polandia.

Geger, Seorang Bayi Perempuan Ditemukan di Depan Kios Warga

HarianNusa.com, Lombok Tengah – Seorang bayi ditemukan di depan kios salah seorang Warga Desa Peringgarata, Kecamatan Peringgarata Kabupaten Lombok Tengah. Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan dalam keadaan hidup, Selasa (01/06) sekitar pukul 09.41 wita.

"Benar bayi berkelamin perempuan tersebut ditemukan dalam keadaan hidup dan sehat," kata Kapolsek Peringgarata, AKP Suherdi membenarkan peristiwa penemuan bayi tersebut.

Suherdi mengatakan hingga saat ini belum diketahui siapa orang tua bayi tersebut. Dia menyebut personel Polsek Peringgarata datang ke lokasi setelah mendapat laporan masyarakat. Oleh anggotanya ,bayi itu langsung dibawa ke Puskesmas Peringgarata.

Menurut keterangan warga pemilik kios. Ketika hendak membuka kiosnya Ia menemukan seorang bayi dalam keadaan terbungkus kain dan tergeletak di atas meja.

Pemilik kios mengaku kaget pada waktu menemukan bayi tersebut, dan langsung berteriak meminta tolong kepada warga sekitar lokasi.

Sampai saat ini, Bayi yang ditemukan tersebut masih di Puskesmas Desa Peringgarata untuk mendapatkan perawatan.

Polisi melakukan penyelidikan, memeriksa saksi-saksi di TKP untuk dilakukan proses lebih lanjut. (f3)

Ket foto:
Seorang bayi dibungkus Kain berwarna hijau. (f3)

Jelang Perayaan Lebaran Topat, Bupati Lobar Imbau Warganya Tidak Berwisata

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Menjelang perayaan Lebaran Topat, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengimbau warganya untuk tidak berwisata ke tempat-tempat wisata yang ada di Lobar. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

"Kita semua di momentum Idul Fitri ini, bisa menambah semangat kita untuk berjuang dalam rangka mengeliminasi penyebaran Covid-19," ungkapnya saat Rapat Pembahasan Rekayasa Lalu Lintas sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 di Ruang Jayangrane, Rabu (27/5).

Bupati menyebut, rapat forkopimda hari ini menindaklanjuti hasil rapat beberapa hari lalu disepakati akan melakukan penyekatan di hulunya untuk membatasi ruang gerak masyarakat untuk berwisata.

"Kita mengimbau dan sampaikan kepada masyarakat. Tidak berarti masyarakat tidak boleh berwisata, karena memang tidak memungkinkan untuk kita mengatakan tidak boleh. Karena kita di Lombok Barat tidak ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," akunya.

Menurut dia, rekan-rekan forkopimda supaya semaksimal mungkin yang mau masuk di kawasan wisata di Kabupaten Lombok Barat bisa diminalisir. Di hilir juga harus memastikan semua protokol kesehatan terkait dengan Covid-19 bisa dijalankan.

"Disinilah kita berharap peran dari para camat untuk mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan dengan para kepala desa. Sehingga di sisi lain penyebaran dari Covid-19 ini bisa kita atasi," pintanya.

Selain itu kata dia, di tingkat daerah dibuat tim yang akan melakukan monitoring terhadap kawasan-kawasan wisata untuk melihat bagaimana protokol kesehatan Covid-19 itu bisa dijalankan di masing-masing tempat wisata yang ada di Lombok Barat.

Sementara Kapolres Lombok Barat AKBP. Bagus Satriyo Wibowo menyampaikan untuk kegiatan pengamanan di masing-masing lokasi wisata yang menjadi wilayah kerja Polres Lombok Barat sudah dilakukan berdasarkan perencanan yang dibuat sejak beberapa hari yang lalu.

"Alhamdulillah apa yang kita lakukan sejak kemarin itu sudah sesuai dengan rencana yang ada, hanya saja perencanaan yang kita buat ini dengan perhitungan yang terjelek. Tetapi tidak seperti yang kita bayangkan, jadi apa yang kita kira akan membludak pada pelaksanaannya tidak seperti yang kita bayangkan," akunya.

Dalam hal ini, lanjut dia, dari pantauan yang dilakukan masih saja ada masyarakat yang berkeinginan untuk berwisata.

"Rekan-rekan TNI, Pol PP dan Perhubungan kami lihat sudah cukup maksimal membackup dalam pengamanan tersebut," terangnya.

Demikian pula terkait protokol kesehatan, kata dia, harga mati dalam hal masyarakat harus menggunakan masker. Misalnya ada masyarakat yang tidak menggunakan masker, siapapun itu tidak diizinkan untuk melintas.

"Kalau memang mereka ngotot mau melintas, kita suruh cari masker dulu baru kita izinkan," tegasnya.

Di kesempatan yang sama Kadis Pariwisata Lobar H.Saepul Akhkam mengatakan pra kondisi untuk melakukan pembatasan sosial di tempat wisata sudah dilakukan dengan kegiatan preventifnya H-5 sebelum perayaan Idul Fitri.

"Kita melakukan penyebaran surat yang ditujukan kepada 57 Desa Wisata, 18 pengelola tempat wisata, 57 Pokdarwis dan ditembuskan ke 10 camat," tuturnya.

Dia mengatakan, isi suratnya memang agar tempat-tempat wisata itu dilakukan penutupan.

"Secara bersamaan dan simultan kita lakulan juga terkait dengan sosialisasi. Cuma memang untuk sosialisasi tidak semua spanduk dan baliho dapat kami tempatkan di hilir atau lokasi tersebut. Sebagai contoh baru kita pasang sudah langsung dirusak," akunya. (f3)