Beranda blog Halaman 171

Gelar Rakorwil, KNRP NTB Tinggkatkan Soliditas dan Semangat Bela Palestina

0

HarianNusa.com, Mataram – Dalam rangka meningkatkan soliditas dan semangat membela Palestina, Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) wilayah Nusa Tenggara Barat melakukan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) hari Sabtu (14/3/2020). Rakorwil dihadiri oleh seluruh pengurus dan perwakilan kota/kabupaten se-NTB.

Rakorwil KNRP NTB juga dihadiri oleh perwakilan KNRP Pusat, diantaranya Bendahara KNRP Caca Cahayaningrat, Ketua Bidang Keuangan Salman Alfarisy dan Ketua Bidang Program Ari Achmad Rifa’i. Caca pada sambutannya menyampaikan pentingnya koordinasi antara KNRP wilayah dengan daerah (kota/babupaten).

Disamping Rakorwil, KNRP Pusat melalui Salman menyampaikan perkembangan terkini kondisi global dan Palestina.

Pengurus pusat juga menyampaikan arahan teknis kegiatan di wilayah serta program-program KNRP dalam membantu Palestina. Program terdekat yang akan dilakukan adalah Safari Ramadhan 1441 H.

Ketua KNRP NTB Dadan, sangat senang dengan hadirnya perwakilan dari pusat dalam memberikan penguatan dan arahan. Menurutnya, hal ini sangat penting guna meningkatkan semangat dan soliditas agar kerja-kerja kepalestinaan rapih, teratur, terukur dan terstruktur.

“Dengan penguatan langsung dari pusat, dapat menambah semangat dalam berkegiatan kepalestinaan di daerah. Dimulai dari edukasi permasalahan Palestina hingga penghimpunan donasi dan dukungan,” harap Dadan.

Cegah Penyebaran Covid 19, Pol Airud Polres Lobar Gencarkan Germas

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) TNI-Polri dan masyarakat kabupaten Lombok Barat bersama melawan virus corona dengan pola hidup sehat.

Sebelumnya Kapolda NTB Irjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir melalui Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto memerintahkan jajaran Polres se NTB untuk melakukan kegiatan kebersihan di ruang terbuka melalui Germas di wilayah masing-masing demi mengantisipasi penyebaran virus covid 19. Untuk itu Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satrio Wibowo SIK, menyampaikan arahan kepada seluruh jajaran kasat fungsi dan para kapolsek se Lombok Barat untuk melakukan kegiatan Germas.

Menindaklanjuti arahan Kapolres Lobar tersebut, Sat Pol Airud Polres Lombok Barat bersama bhayangkari merangkul masyarakat wilayah pesisir pantai senggigi untuk melakukan kegiatan bersih-bersih pantai.

Kasat Pol Airud Polres Lombok Barat Ipda. I. Gst. Md. Suarjaya menyampaikan bahwa pada hari Minggu tanggal 15 Februari 2020 sekitar pukul 07.30 wita
Sat Pol Airud Polres Lombok Barat telah melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ( GERMAS ) berupa giat bersih-bersih di ruang publik

bertempat di pesisir pantai wisata Senggigi Beach, dalam rangka utk mengantisipasi penyebaran virus Corvid 19.

Sebelum pelaksanaan kegiatan terlebih dahulu dilaksanakan kegiatan apel pagi yang dipimpin oleh I. Gst. Md Suarjaya yang diikuti oleh Bhyangkari Sat Pol Airud Lobar ,Toga, Toma, tokoh Pemuda, ketua koperasi karya bahari Senggigi, serta masyarkat pesisir pantai Senggigi.

Kasat Pol Airud Lobar dalam arahannya menyampaikan bahwa menurut para ilmuan virus corona tidak dapat menyebar melalui udara namun dapat menyebar melalui tempat yang lembab dan lingkungan yang kurang bersih.

"Maka untuk itu pada hari ini kami melaksanakan kegiatan bersih – bersih untuk mengantisipasi penyebaran virus Corvid 19," ungkapnya.

Setelah pelaksanaan apel seluruh personil Sat Pol Airud Polres Lobar, langsung melakukan kegiatan bersih-bersih yang dipimpin langsung oleh Kasat Pol Airud Polres Lobat bertempat di kawasan pantai wisata Senggigi Beach, dan dilanjutkan dengan bersih-bersih di lingkungan Pos Pol Airud Polres Lobar Pangkalan Senggigi

Selanjutnya personil bergeser menuju belajang Hotel Killa Senggigi bergabung dengan para pegawai Hotel/ Gardener Hotel Killa untuk bersama – sama membersihkan sampah di pesisir pantai Hotel Killa.

"Kegiatan berakhir sekitar pukul 09.30 wita dan berjalan dengan aman tertib dan lancar," punkas Made Suarjaya. (f3)

ACT Raih Penghargaan “NGO Terfavorit” dari Ikadi

0

JAKARTA – Aksi Cepat Tanggap kembali mendapatkan penghargaan sebagai lembaga non-pemerintah favorit. Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) menyerahkan penghargaan kepada ACT dalam kategori The Most Favorite Global Islamic NGO. Penganugerahan ini digelar di Hotel Grand Cempaka Jakarta, Sabtu (7/3).

Penghargaan diterima langsung oleh Presiden ACT Ibnu Khajar. Ibnu mengatakan, penghargaan ini merupakan apresiasi kesekian kali kepada ACT sebagai NGO yang bergerak di bidang kemanusiaan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Ikadi. Penghargaan ini akan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meluaskan kebaikan secara global,” ungkapnya.

Ibnu menambahkan, kedepannya ACT akan terus menjalin kolaborasi kemanusiaan bersama Ikadi. Luasnya wilayah kerja Ikadi juga menjadi kesempatan besar untuk meluaskan kebaikan ke berbagai pelosok negeri.
Ikadi menempatkan ACT bersama 11 lembaga lain yang bergerak di berbagai bidang yang mendukung perjuangan dakwah. Dalam sambutannya saat menerima penghargaan, Ibnu menjelaskan bahwa ACT telah meluaskan kebaikan, tak hanya di dalam negeri, tapi juga hingga luar negeri, khususnya negara yang sedang dirundung konflik.

Achmad Satori Ismail, Ketua Umum Ikadi mengungkapkan, ACT merupakan salah satu NGO yang konsisten dalam urusan kemanusiaan. Luasnya jangkauan aksi hingga keluar negeri membuat ACT terpilih sebagai lembaga non-pemerintah global favorit yang mendukung dakwah. “Ikadi akan terus mendukung aksi kebaikan ACT dan akan terus berkolaborasi dalam kebaikan,” kata Achmad.

Grand Ikadi Award 2020 merupakan penghargaan dari Ikadi kepada berbagai tokoh dan lembaga yang selama ini mendukung perjuangan dakwah. Acara yang digelar Sabtu malam itu dihadiri oleh pejabat serta figur publik. Sebut saja Dedeh Rosidah Syarifudin atau lebih dikenal dengan Mamah Dedeh, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Hidayat Nur Wahid, serta banyak tokoh lainnya.

Gubernur NTB: Penambahan Penerbangan Langsung Penting untuk Wujudkan 4,5 Juta Wisatawan

0

HarianNusa.com, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan bahwa direct flight sangat penting untuk mewujudkan target 4,5 juta wisatawan di tahun ini. Hal tersebut ditegaskannya saat membuka acara Rapat Koordinasi Pariwisata untuk mencapai target 4,5 juta wisatawan di Golden Palace, Kamis, (12/03/2020).

"Misalnya Australia, dari Perth ke sini peningkatannya sudah 1.200 persen apalagi ada yang lain, jadi jika target mancanegara dua juta atau tiga juta, direct flight adalah solusinya," kata Gubernur.

Ia juga meminta kepada dinas pariwisata agar 4,5 juta wisatawan dapat didata dengan baik agar pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencapai target tersebut.

"4,5 juta ini harus detail dari mana, misalnya dari Malaysia, apa yang harus kita lakukan (untuk mendatangkan wisatawan)," pintanya.

Untuk itu, Gubernur menyarankan agar seluruh stakeholder harus sering bertemu, agar sinergi tetap terjaga dengan baik. Dengan begitu, target tersebut dapat tercapai.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. L. Moh. Faozal mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan pelaku pariwisata di NTB.

"Kegiatan koordinasi kita pada pagi hari ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa 2020 untuk merencanakan target 4,5 juta wisatawan, target 4,5 juta wisatawan tentu tidak mudah, perlu kerja bersama, oleh karena itu, tema kita ini adalah sinergitas kita bersama untuk mencapai 4,5 juta wisatawan," terang Faozal.

Rakor ini dilakukan dua sesi. Pertama adalah sesi penguatan manajemen destinasi, penguatan 99 desa wisata, sebagai bagian dari tugas RPJMD tahun 2018-2023.

Dalam target 4,5 juta wisatawan, Faozal menyatakan bahwa target tersebut terbagi menjadi dua yaitu wisatawan mancanegara, dan domestik. Untuk mancanegara ditargetkan 2 juta wisatawan dan domestik ditargetkan 2,5 juta wisatawan.

Senada dengan Gubernur, Faozal menyampaikan bahwa penambahan direct flight sudah diusahakan di beberapa negara yang menjadi penyumbang wisatawan untuk NTB.

"Asia menjadi prioritas, salah satunya adalah Malaysia, direct flight sekarang dua kali, kita akan dorong menjadi tiga kali. Empat puluh persen dari dua juta target mancanegara dari Malaysia. Setelah itu Australia kita perluas, tidak hanya Perth, tetapi di Melbourne dan Sidney sedang kita fasilitasi," jelasnya.

Hadir dalam acara ini sebagai narasumber adalah Ditjen PDT, Syamsul Widodo, Perwakilan ITDC untuk persiapan MotoGP, Perwakilan Media, H. Agus Talino, yang menyampaikan peran media untuk pariwisata, dari akademisi, Pelaku Pariwisata. (f3/*)

BPPT Mulai Laksanakan Operasi TMC Siaga Darurat Karhutla di Provinsi Riau

0

HarianNusa.com, Riau – Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC- BPPT) mulai terjunkan tim untuk melaksanakan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan melalui operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Provinsi Riau. Tim TMC yang didukung TNI AU akan mengoptimalkan potensi awan menjadi hujan guna pembasahan lahan-lahan gambut dan pengisian embung-embung penampungan air untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas dan tidak terkendali.

“Pelaksanaan operasional TMC tahun ini merupakan salah satu tindakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Berdasarkan historis fluktuatif jumlah titik hotspot meningkat pada Maret dan periode puncak pada Agustus hingga September,” ujar Tri Handoko Seto, Kepala BBTMC-BPPT di Riau, Rabu (11/3/2020).

Menurut Tri Handoko Seto, operasional TMC di Provinsi Riau bertujuan tidak hanya untuk mematikan titik api kebakaran hutan dan lahan sebagai sumber bencana kabut asap, tetapi juga untuk menjaga kelembaban tanah gambut agar tidak sampai menjadi kering.

“Faktor kelembaban tanah gambut menjadi hal yang penting untuk terus dipantau secara kontinyu guna mengetahui tingkat kekeringan yang dapat menjadi sinyal kerawanan bencana karhutla di suatu wilayah. Strategi pelaksanaan TMC dapat lebih difokuskan untuk membasahi atau re-wetting area gambut yang dinilai mempunyai tingkat kekeringan yang perlu diwaspadai. Dengan tetap terjaganya kelembaban tanah pada area lahan gambut, maka potensi terjadinya kebakaran di area lahan gambut akan semakin berkurang,” papar Seto.

Budi Harsoyo, Kepala Bidang Penerapan TMC BBTMC mengatakan untuk membangun sistem monitoring di area lahan gambut, BBTMC telah mengembangkan Sistem Monitoring Online Kandungan Air Lahan Gambut untuk Early Warning System Karhutla (SMOKIES) dengan menempatkan sejumlah instrumen ukur parameter cuaca dan hidrologi berupa Automatic Weather Station (AWS) dan Sensor Ultrasonik untuk pengukuran Tinggi Muka Air (TMA) lahan gambut. “Kedua instrumen ini berfungsi untuk mengukur parameter cuaca dan TMA lahan gambut hingga kedalaman 1.5 meter dan datanya secara real time ditransmisikan ke server di BPPT setiap 1 jam. Penempatan instrumen SMOKIES ini perlu diperbanyak lokasi pengukurannya agar memberikan gambaran monitoring tinggi muka air lahan gambut yang representative di beberapa provinsi rawan karhutla,” paparnya.

Posko TMC Karhutla Riau dipusatkan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru dengan dukungan pesawat TNI-AU CASA 212 milik TNI AU dari Skuadron 4, Malang. “Kami akan memulai penerbangan pertama hari ini,” ujar Dwipa R.Soehoed, Koordinator Lapangan BBTMC. Pembiayaan pelaksanaan TMC Provinsi Riau bersumber dana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau.

Seperti diketahui, Provinsi Riau merupakan salah satu daerah yang paling rawan terkena dampak bencana kabut asap akibat karhutla. Bencana yang hampir terjadi setiap musim kemarau tersebut berdampak rusaknya keanekaragaman hayati dalam ekosistem hutan, gangguan kesehatan, juga berimbas terganggunya transportasi yang disebabkan kabut asap. Dalam beberapa tahun terakhir masalah kabut asap akibat karhutla di Indonesia bahkan menjadi sorotan negara-negara tetangga yang terkena dampak langsung maupun tidak langsung.

Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT Yudi Anantasena mengatakan pelaksanaan operasi TMC di Provinsi Riau sesuai Instruksi Presiden nomor 03 tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan tanggal 28 Februari 2020. Dalam hal ini, lanjut Yudi Anantasena, BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) salah satunya mengemban tugas melaksanakan operasi modifikasi cuaca.

Selain itu, kata Yudi, dalam Inpres nomor 03/2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, BPPT juga mendapat tugas untuk mengembangkan Teknologi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar melalui inovasi Bio-Peat. “Inovasi BioPeat adalah inovasi untuk menyuburkan lahan gambut sehingga dapat dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan, tanpa perlu pembakaran lahan. Ditujukan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” ujarnya.

Pemanfaatan pupuk hayati BioPeat pada tanah gambut, lanjut Yudi, mampu meningkatkan pH tanah dari semula rata-rata pH 3,9 menjadi sekitar pH 5. “Dengan meningkatnya pH tanah gambut, sehingga tanah gambut menjadi lebih subur. Sehingga dapat ditanami tanpa membakar lahan,” ujarnya.

Sejak 2018, BPPT bekerjasama dengan PT. Riau Sakti United Plantations (PT.RSUP) telah membangun unit produksi Bio-Peat di di kawasan perkebunan PT.RSUP di Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir. Produksi BioPeat terbukti dapat meningkatkan produktivitas tanaman Jagung sebesar 45 persen, buah Nanas grade A sebesar 31 persen, dan meningkatkan kadar kemanisan buah Naga hingga mencapai rata-rata Brix 15 persen, diatas nilai brix buah Naga di pasaran yang berkisar 11 persen. “Selain memperbaiki kualitas hasil panen, BioPeat juga mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama,” ungkap Yudi.

Sementara itu, menurut Sutrisno, Kepala Bidang Pelayanan Teknologi BBTMC selain antisipasi bencana karhutla, BBTMC-BPPT saat ini tengah mempersiapkan kegiatan TMC di Daerah Tangkapan Air Waduk Citarum, Jawa Barat dan di Daerah Aliran Sungai Brantas, Jawa Timur untuk melakukan pengisian Waduk, serta di Danau Towuti, Sulawesi Selatan dan Danau Toba, Sumatera Utara untuk menjaga cadangan air guna kebutuhan PLTA.

Hebat, Anak NTB Bisa Bikin Motor Listrik

0

HarianNusa.com, Mataram – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melakukan uji coba sebuah motor listrik karya anak NTB, di Halaman Pendopo Gubernur, Selasa, 10 Maret 2020. Motor listrik bertenaga 3,5 KW atau 3500 Watt ini merupakan hasil karya siswa SMKN 1 Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Motor ini diberi nama "Lingsar" oleh Gubernur.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini mengatakan, terciptanya motor listrik membuktikan bahwa anak-anak NTB itu bisa menciptakan sebuah karya berteknologi tinggi. Apalagi motor listrik ini, katanya, memberikan nilai tambah bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Motor listrik ini, lanjutnya, sejalan dengan program Industrialisasi yang digagas Pemerintah Provinsi, yang menitikberatkan pada proses penambahan nilai dari sebuah produk yang dihasilkan.

"Ini memberikan semangat kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat, bahwa kita bukan hanya mampu memproduksi produk-produk tradisional yang bernilai rendah," ungkap orang nomor satu di NTB itu.

Kalau mau sejahtera, lanjutnya, masyarakat harus punya lompatan dan keberanian untuk memproduksi barang barang yang memiliki nilai tambah, seperti motor listrik ini. Apalagi NTB akan menjadi tuan rumah MotoGP tahun 2021 mendatang.

Anak NTB, tegasnya, harus mampu menciptakan sesuatu, yang membuat orang mudah ingat. Meski belum sempurna, Bang Zul yakin motor ini akan terus mengalami kemajuan dan kesempurnaan di masa yang akan datang.

"Segala sesuatu itu tercipta dua kali yaitu pertama dalam pikiran kedua dalam kenyataan," tuturnya.

Bang Zul menegaskan SMKN 1 Lingsar atau sekolah-sekolah lain di NTB tidak akan memproduksi masal kendaraan listrik ini. Yang dilakukan mereka hanya memproduksi prototype atau contoh-contohnya saja.

"Langkah selanjutnya SMK 1 Lingsar akan memanggil UKM-UKM kita di bidang permesinan dan otomotif dan mengajarkan dan mendiskusikan prototype ini ke UKM-UKM kita yang disertai Transfer Teknologinya," jelasnya.

Motor-motor ini lanjutnya akan dipesan dan dirakit oleh UKM-UKM di NTB melalui pengawasan atau supervisi SMK 1 Lingsar dan SMK lain. Termasuk kalau ada siswa SMKN Lingsar yang tertarik dengan UKM akan segera dibantu untuk proses pembuatan usahanya.

"Tugas kami pemda adalah menyediakan pasarnya, membeli produknya untuk kemudian kita pakai sendiri, kita distribusikan ke desa-desa dan sekolah-sekolah agar terjadi Learning by Doing," tegas Bang Zul.

Koordinator Pengembangan Teknologi Tepat Guna, SMKN 1 Lingsar, Irwan Ardy Tiadaya menjelaskan kendaraan tersebut memiliki spesifikasi panjangnya 2,40 m dengan lebar 1 m, sehingga bisa masuk ke gang-gang kecil. Mesinnya memiliki kekuatan 3,5 KW atau 3.500 Watt yang dilengkapi baterai 80 AH sebanyak 8 buah.

"Diprediksi kemampuan tempuhnya mencapai 70 sampai 80 km. chargingnya sekali, dalam kondisi kosong, bisa 8 jam. Chargingnya bisa dari berbagai sumber, bisa dari tenaga matahari dan bisa tenaga listrik PLN," katanya.

Ia juga mengungkapkan awal mula gagasan motor listrik tersebut. Isu polusi dan pemanasan global menjadi latar belakang utama terciptanya motor ramah lingkungan ini. Kehadiran motor ini lanjutnya menjadi solusi terhadap masalah-masalah tersebut. (*)

Menteri LHK Bangga dengan Terobosan Pemprov NTB

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, M.Sc bersama Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menginisiasi penanaman ribuan pohon berjenis Klicung di TPA Regional Kebun Kongok, Desa Suka Makmur, Kabupaten Lombok Barat, Minggu, 8 Maret 2020.

Sebelum menanam pohon, Menteri LHK, Gubernur dan Wagub, menyaksikan sampah yang diolah untuk bahan bakar energi pembangkit PLN di Kebon Kongok. Di sini, sampah yang diolah bisa mencapai 30 ton sampah. Lalu, dimanfaatkan menjadi bahan bakar pembangkit PLN menggantikan batu bara.

Menteri LHK bangga dengan terobosan-terobosan industrialisasi yang digencarkan oleh Gubernur NTB. “Gubernur NTB ini bukan hanya kebanggaan orang NTB. Tapi, beliau kebanggaan Indonesia, saya sudah kenal lama dengan beliau,” ungkap Menteri LHK.

Siti Nurbaya, sapaan akrab menteri LHK, meminta UKM TPA Kebon Kongok untuk segera mendaftarkan emisinya di Kementerian LHK. “Dengan harapan, apa yang sesungguhnya milik Provinsi NTB akan menjadi betul-betul milik NTB,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan, dalam waktu dekat, mesin-mesin buatan NTB akan didistribusikan ke desa-desa dari hulu ke hilir dengan harapan seluruh pengolahan sampah bisa dilakukan di desa-desa. “Industrialisasi dan Zero Waste harus terus jalan beriringan dalam mewujudkan NTB Gemilang,” kata Mantan politisi senayan 3 periode itu. (f3/hm)

Kasat Pol Airud Polres Lobar, kembali Gelar Sosialisasi Qwick Wins Giat 6

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satrio Wibowo, SIK., melalui Kasat Pol Airud Polres Lobar Ipda. I Gst. Md. Suarjaya tidak henti-hentinya menekankan kepada masyarakat khusunya di wilayah pesisir pantai perairan Lombok Barat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban.

Terkait dengan hal itu, hari ini, Jumat, (06/03/2020) Pol Airud Lobar kembali menggelar Sosialisasi Qwick Wins Giant 6 yang kali ini dilaksanakan di Pantai Induk, Dusun Induk, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Kasat Pol Airud Polres Lobar Ipda. I Gst. Md. Suarjaya saat memimpin sosialisasi Quick Wins giat 6 memaparkan, bahwa Polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial diruang publik. Sehingga aparat kepolisian harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Selain itu juga, sebagai pemrakarsa atau pembina revolusi mental serta sebagai contoh tertib sosial diruang publik.

"Kita ini harus menjadi contoh kepada masyarakat. Sehingga kita bisa ditiru, dan bisa mengarahkan generasi muda ke yang positif," ujarnya.

Made Suarjaya berharap kegiatan sosialisasi Quick Wins giat 6 dapat mengubah mindset atau pola pikir generasi muda khususnya muda mudi Pantai Induk, Dusun Induk, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Sehingga mereka menjauhi dan tidak melakukan segala bentuk perbuatan yang melanggar hukum.

"Kita mengajak anak – anak muda untuk bertingkah laku yang baik, meskipun di usianya masih mencari jati diri, moralitas jangan sampai dilupakan. Selain itu juga harus mematuhi peraturan yang ada, seperti berlalu-lintas, harus membawa helm, SIM, mematuhi peraturan berlalu-lintas dan yang lainnya," ungkapnya di hadapan peseta sosialisasi di Dusun induk, Desa Taman Ayu.

Dengan adanya sosialisasi tersebut, pihaknya sangat berharap agar generasi muda juga ikut menjadi pelopor taat hukum serta tidak membuat onar atau masalah di sekitaran lingkungannya yang menyebabkan kerugian bagi orang lain maupun diri sendiri.

Ketua nelayan setempat, Lalu Ahmad
juga menyampaikan ucapan syukur dengan penyuluhan yang diberikan aparat kepolisian melalui Kasat Pol Airud Polres Lobar.

"Kita patut bersyukur telah diingatkan oleh Bapak Polisi tentang bagaimana menghormati orang lain terutama di jalan saat mengendarai kendaraan. Selain itu juga diberikan kesempatan untuk bertanya tentang berbagai hal, agar tidak terjebak dengan berita hoax," jelasnya mewakili rekan – rekannya.

Menurutnya Berita Hoax yang saat ini sedang ramai dibicarakan sangat berbahaya terhadap persatuan dan kesatuan, karenanya ia mengajak rekan-rekannya untuk bijak mencerna suatu berita.

"Perlu kita ketahui sekarang berita-berita yang tersebar luas tidak selamanya benar. Maka dari itu penting untuk mengetahui kebenarannya," ucapnya.

Dalam sosialisasi tersebut, berbagai pertanyaan tentang berlalu-lintas maupun memahami berita ditanyakan oleh para nelayan yang ada di Dusun Induk, Desa Taman Ayu dan langsung dijawab oleh Made Suarjaya.

"Kita bersyukur hidup di zaman serba ada. Sehingga kini kita hanya memilih bagaimana mendapatkan apa yang kita inginkan. Tapi tetap mengikuti aturan agar tidak melanggar hukum yang berlaku," tegas Kasat Pol Airud Lobar itu. (f3)

Ket. Foto:
Kegiatan Sosialisasi Qwick Wins Giat 6 oleh Pol Airud Polres Lobar di Dusun induk, Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. (istimewa

Peluncuran Humanity Food Truck 3.0 dan 4.0 serta Huntara untuk Bantu Korban Bencana Banjir dan Longsor

0

HarianNusa.com, Jakarta – Pasca banjir dan longsor yang menerjang Kabupaten Lebak, Banten di awal tahun 2020, beberapa wilayah lainnya masih menyisakan duka dan kerusakan parah. Beberapa jembatan hancur sehingga memutus akses yang menghubungkan dua kampung. Tempat tinggal korban juga sudah tidak bisa dihuni kembali.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan serta tempat tinggal yang layak bagi warga terdampak, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyiapkan Huntara atau Integrated Community Shelter (ICS). Proses peletakkan batu pertama di ICS sebagai bentuk komitmen ACT dilaksanakan di Desa Sukarame, Kecamatan Sajira, Lebak, Banten (03/03).

Ibnu Khajar selaku Presiden ACT menyebutkan, “Kami akan membangun hunian-hunian sementara sampai mereka bisa mendapatkan tempat yang layak untuk tinggal, sebagaimana yang kami lakukan untuk korban bencana Lombok dan Palu.”

Sebanyak 52 KK ditargetkan dapat segera menempati hunian sementara yang dibangun dari hasil perhimpunan kepedulian publik. Apabila prosesnya berjalan lancar sesuai rencana, ICS dari ACT ditargetkan rampung dalam kurun waktu sekitar 3 minggu untuk warga terdampak lengkap dengan fasilitas umum seperti mushola, dapur umum, MCK, dan layanan kesehatan. Penghuni ICS dapat menempati huntara dalam jangka waktu 2 tahun hingga maksimal 3 tahun lamanya.

Selain penyediaan hunian, dalam kesempatan ini ACT juga meluncurkan Humanity Food Truck 3.0 dan Humanity Food Truck 4.0 yang dapat memproduksi hingga dua ribu porsi makanan siap santap. Armada ini semakin melengkapi armada kemanusiaan sebelumnya yaitu Humanity Food Truck 1.0 dan Humanity Food Truck 2.0. Perbedaan dari generasi sebelumnya dilihat dari adanya perubahan suplai dari tabung gas ke alat masak. Penyempurnaan suplai gas dilakukan agar tiap alat dapur dapat maksimal dalam mengolah bahan makanan.

Ahyudin selaku Ketua Dewan Pembina ACT menyampaikan bahwa penambahan armada tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Kapasitas yang terus meningkat dari generasi 1 hingga 4 ini juga menjadi komitmen tersendiri dari ACT untuk terus meluaskan kebaikan. Jumlah porsi yang dapat disediakan pun diperbanyak untuk memenuhi kebutuhan pangan, baik untuk warga prasejahtera maupun korban bencana.

“Humanity Food Truck dari awal hingga sekarang kapasitas masaknya terus bertambah. Kami berharap dapat melayani kebutuhan pangan masyarakat yang lebih luas juga. Dibutuhkan dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat umum untuk saling bergandengan tangan membantu para korban banjir di Lebak untuk proses pemulihan dan rehabilitasi mereka pascaberncana.Berbagai aksi kemanusiaan kini telah menunggu Humanity Food Truck 3.0 dan 4.0,” pungkas Ahyudin.

Sebelumnya, ACT telah mendistribusikan paket makanan siap santap dari Humanity Food Truck 1.0 dan 2.0 ke beberapa wilayah, salah satunya ke Kampung Seupang, Desa Pajagan, Sajira Lebak. Distribusi menggunakan kendaraan berpenggerak empat roda karena medan yang harus dilalui ke Kampung Seupang tak dapat dijangkau truk berdapur dari ACT ini. Sedangkan proses masak dilakukan di Humanity Food Truck yang diparkir tak jauh dari Alun-alun Sajira.

Lewat IndonesiaDermawan.id/BangunLebakKembali, ACT mengajak publik seluas-luasnya untuk membangun kembalu kehidupan saudara sebangsa yang terdampak bencana di Lebak, Banten.

Pemkab Lobar Siapkan 45 Milyar untuk Benahi Senggigi

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sangat serius dalam mengembalikan citra Kawasan Senggigi sebagai icon pariwisata di Nusa Tenggara Barat. Keseriusan itu dibuktikan dengan disiapkannya sedikitnya 45 milyar untuk digelontorkan tahun 2020 ini demi membenahi jalan koridor utama sepanjang 13 Kilometer lebih dan aneka objek destinasi.

"Saat ini sudah masuk persiapan tender. Bila tidak ada hambatan, Bulan Mei sudah bisa kita mulai (pekerjaan fisik, red)," terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Lombok Barat, I Made Arthadana, Selasa (3/3/2020).

Made memastikan proses persiapan tender dikerjakan bersamaan dengan persiapan sosial lainnya.
"Persiapan sudah kita lakukan, salah satunya adalah berupa mengembalikan fungsi lahan. Itu kita sosialisasikan. Kita ingin mengembalikan lahan-lahan milik jalan, agar kembali semula menjadi milik jalan," terang Made memastikan agar proses pembangunan fisik nanti tidak menemukan hambatan berarti.

Penataan yang rencananya memakan biaya sekitar Rp. 45 milyar itu terbagi menjadi 3 tema di seluruh kawasan tersebut. Untuk tema satu adalah kuliner sepanjang 3,2 kilometer yang dimulai dari gerbang masuk perbatasan Kota Mataram sampai ke kawasan sebelum Makam Batulayar.

"Untuk tema ini saja, kita menyiapkan 2,3 milyar untuk 4 spot berupa pintu gerbang, rest area, trotoar dengan banyak signing edge," papar Made.

Tema berikutnya, papar Made, adalah tema Religi. Ini terkait dengan adanya Makam Batulayar dan Pura Batu Bolong yang menjadi potret pluralisme dan toleransi di Lombok Barat dimana pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata yang akan menjadi subjek teknis pembangunan dua destinasi tersebut.

"Untuk koridor jalan di tema religi ini kita menyiapkan 1,2 milyar dengan dua sub tema, yaitu Islamic Theme dan Hindu Theme. Ada 3 spot di tema ini berupa signing edge, Batu Bolong Landmark dan Batu Layar," terang Made.

Tema terakhir, kata Made, adalah tema Pantai yang dimulai dari kawasan Alberto sampai dengan perbatasan dengan Kabupaten Lombok Utara.

"Di kawasan sepanjang 6,5 kilo meter kita menyiapkan signing edge di setiap 250 meter dan gapura perbatasan. Tapi untuk tema ini baru sampai tahap perencanaan saja," papar Made.

Seluruh pekerjaan tersebut di koridor utama yang menjadi pengelola teknisnya adalah Dinas PUTR ditambah lagi dengan penataan jalan masuk menuju Pantai Senggigi yang nilai proyeknya mencapai 2,6 milyar, kawasan inti Pantai Senggigi yang membutuhkan biaya sebesar Rp. 11,4 milyar, dan gapura perbatasan senilai 2,5 milyar.
Untuk pembiayaan, kata Made, bersumber dari APBD yang meliputi Dana Alokasi Umum sebesar Rp. 23 milyar yang merupakan kebijakan prioritas, dan dari pinjaman daerah sebesar 2,6 milyar. Sisanya sebesar Rp. 20 milyar dari pinjaman daerah yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Lombok Barat untuk merevitalisaai objek vital destinasi seperti Makam Batu Layar, kawasan Batu Bolong, Alberto, Sheraton, Pasifik, dan kawasan Kerandangan.

"Sesuai arahan pimpinan, kita sangat serius membangun Senggigi. Di samping fisik, kita sedang membahas untuk pengelolaannya melalui DMO (destination management organization, red). Kita ingin pengelolaan Senggigi ini lebih efektif, cepat, dan lebih memudahkan pelayanan ke para pelaku dan wisatawan," pungkasnya. (f3)

Ket. Foto:
Prmandangan did salah satu obyek wisata di Senggigi. (istimewa)