Beranda blog Halaman 172

Sat Pol Airud Lobar Gelar Sosialisasi dan Penyerahan Bantuan

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Satuan Polisi Air Udara (Sat Pol Airud) Polres Lombok Barat kembali akan melakukan kegiatan Sosialisasi Quick Wins Giat 1 pada Rabu, (04/03/2020). Program QW Giat 1 kali ini akan dilaksanakan di Wilayah Pantai Melase, Dusun Melase, Desa Batulayar Barat, Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat

Kegiatan ini sesuai dengan penekanan Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satrio Wibowo, SIK melalui Kasat Pol Airud Lombok Barat, Ipda. I. Gst. Md. Suarjaya untuk selalu melakukan kegiatan patroli dan sosialisasi demi penegakan hukum di perairan wilayah Lombok Barat.

Made Suarjana menegaskan, Sat Pol Airud Lobar tidak henti-hentinya memberikan sosialisasi tentang penertiban dan penegakan hukum bagi organisasi radikal dan anti Pancasila di wilayahnya.

“Kegiatan Quick Wins Giat 1 ini akan kami laksanakan besok setelah apel pagi pukul 08.00 Wita bersama para komandan kapal,” tutur Made Suarjaya kepada media ini, Selasa, (03/02).

Selain sosialisasi, lanjutnya, dalam kegiatan tersebut Sat Pol Airud Lobar juga akan menyerahkan bantuan kepada masyarakat pesisir disekitarnya.

“Kami juga akan menyerahkan bantuan berupa paket sembako, life jacket, ring buoy, bendera, dan senter pelaut kepada masyarakat pesisir di sekitar lokasi kegiatan,” pungkasnya. (f3)

Kemendagri Dorong Satpol PP Yang Humanis

0

HarianNusa.com, Mataram – Dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-70, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Eko Subowo mendorong Satpol PP untuk melaksanakan tugas-tugas yang lebih humanis. Hal itu disampaikannya pada saat Rapat Koordinasi Nasional Satuan Polisi Pamong Praja di Rinjani Ball Room, Hotel Lombok Raya, NTB, Senin, (2/3/2020).

“Tingkatkan profesionalitas. Kemudian, kembangkan Satpol PP yang humanis, sehingga bisa dicintai oleh masyarakat pada setiap kali pelaksanaan tugas-tugas kedinasan. Selamat Hut Pol PP yang ke 70 Tahun 2020,” kata Eko.

Terkait pembinaan Satpol PP oleh Kemendagri, pihaknya menyediakan forum untuk bertukar ide dan gagasan, serta menjaring masukan dan evaluasi dari sisi Pemerintah Pusat sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang ada.

“Saya kira penguatan kelembagaan. Kemudian, penguatan personel SDM. Lalu, perbaikan sarana prasarana. Juga anggaran, karena ini kan urusan wajib pelayanan dasar. Seluruh pemerintah provinsi, kabupaten/kota harus benar-benar memihak kepada urusan wajib pelayanan dasar, termasuk di dalam penyediaan APBD untuk mendukung kegiatan itu,” ucapnya.

Eko juga menyampaikan bahwa Rakor Satpol PP tersebut merupakan forum bersama seluruh keluarga besar Satpol PP serta menghasil rekomendasi dalam memperkuat tataran regulasi, kualitas SDM yang lebih humanis dan profesional, dan kelembagaan Satpol PP ke depan, sehingga perlu terus melakukan evaluasi dari setiap implementasi kebijakan dan kebijakan yang baru harus masif dilakukan sosialisasi.

“Ini adalah forum bagi saudara-saudara sekalian, jadi ini adalah forum dari kita untuk kita. Oleh sebab itu maka, hasil akhir yang mengkristal menjadi rekomendasi yang dibacakan dan diserahkan kepada saya tentu ini merupakan hasil dari dari sauatu proses yang diselenggarakan dalam Rakornas, baik proses evaluasi kebijakan, proses sosialisasi kebijakan dan proses fomulasi kebijakan, ada kebijakan kita evaluasi, ada yang baru kita sosialisasikan, hasil evaluasi akan menjadi bahan untuk perumusan lebih lanjut, saya terima dengan baik, mudah-mudahan bisa kita tindaklanjuti sebagaimana mestinya,” pungkas Eko.
(Puspen Kemendagri).

Ket. Foto:
Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah mendampingi Menteri Dalam Negeri RI Prof. H.M. Tito Karnavian pada upacara HUT Pol PP dan Linmas di Mataram. (istimewa)

[attach 1]

[attach 2]

Pol Airud Polres Lobar Imbau Masyarakat Antisispasi Cuaca Ekstrim

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satrio Wibowo, SIK melalui Kasat Pol Airud Polres Lobar Ipda. I Gst. Md. Suarjaya mengimbau, dalam menghadapi perubahan cuaca (gelombang pasang) masyarakat diminta untuk mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas melaut di wilayah perairan Lombok Barat.

Made Suarjaya mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrim Sat Pol Airud Polres Lobar telah memasang sejumlah spanduk imbauan di pantai-pantai yang sering terjadi kecelakaan laut.

"Untuk mengantisipasi cuaca ekstrim kami dari Pol Airud Polres Lobar telah memasang imbauan- imbauan di pantai-pantai yang sering terjadi laka laut," ungkapnya, Senin, (02/03).

Dalam imbauannya Kasat Pol Airud Polres Lobar meminta masyarakat mempedomani prakiraan cuaca dari BMKG Provinsi NTB selaku badan resmi yang berwenang terkait cuaca, apabila terjadi cuaca buruk masyarakat harus menghentikan aktivitas melaut, melengkapai alat-alat keselamatan dalam kapal, jika membutuhkan bantuan untuk menghubungi call center Pol Airud Polres Lobar di nomor (0370) 681299 atau HP. 087865121324.

"Utamakan keselamatan karena keluarga anda menunggu di rumah," tegasnya. (f3)

Lombok Travel Mart 7 Fokus Promosikan Destinasi Wisata Pulau Sumbawa

0

HarianNusa.com, Mataram – Sebelum bencana gempa Lombok tahun 2018 yang lalu, Lombok merupakan salah satu tujuan destinasi favorit di Indonesia. Dengan kunjungan wisatawan yang semakin meningkat juga berkembangnya pariwisata di Provinsi NTB, para pelaku industri pariwisata khususnya travel agent di luar Lombok pun berlomba-lomba ingin menjual paket wisata ke Lombok juga Sumbawa, namun masih banyak dari agen perjalanan tersebut yang belum menemukan agen mitra yang sesuai dengan keinginan mereka.

Melihat potensi ini, DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) NTB pada tahun 2014 yang lalu kemudian menginisiasi acara yang diberi nama Lombok Travel Mart. Acara yang digelar dengan konşep table top B2B (Bussiness to Bussiness) ini mempertemukan seller dan buyer dengan tujuan menjalin kerja sama dalam menjual paket-paket Wisata di Lombok.

Tahun ini, DPD ASPPI NTB mengadakan agenda tahunan terbesar yang bertajuk Lombok Travel Mart ini. Penyelenggaraan Lombok Travel Mart yang ke-7 tahun ini mengusung tema "Magical Moyo" dengan target 150 buyer domestik juga luar negeri dan 50 seller terbaik di Lombok dan Sumbawa. Para seller berasal dari stakeholder kepariwisataan NTB, diantaranya, para pengelola Hotel, Restoran, Pokdarwis, juga Desa wisata. Di LTM VII ini nantinya mereka akan menjual paket-paket wisata pulau Lombok dan juga pulau Sumbawa kepada para kelompok pembeli yang dipersiapkan oleh para pengelola Agent Travel terbaik Indonesia dan mancanegara yang melalui proses seleksi yang sangat ketat, dari 400 pendaftar hanya memilih 150 buyer terbaik.

Ketua LTM VII, Ade Devi Handayani mengatakan bahwa Lombok Travel Mart ke tujuh ini mengusung tema "Megical Moyo" yang akan mengangkat daya pikat Palau Moyo dan Air Terjun Mata Jitu yang merupakan tempat favorit liburan keluarga Karajaan Inggris dan artis-artis ternama dunia. Menurut Devi, destinasi-destinasi terbaik di pulau Sumbawa sudah saatnya dipromosikan lebih optimal.

"Air Terjun Mata Jitu sudah jadi ikon wisata Sumbawa, bahkan sudah mendunia. Jadi, kami yakin, di LTM VII ini nanti, paket-paket wisata yang disiapkan para Seller akan sangat menarik," ungkapnya saat menggelar acara Konfrensi Person di Golden Palace Hotel Lombok, Minggu sore, (01/03).

Kenapa begitu istimewa? Karena tempat ini merupakan salah satu tujuan wiasta favorit selebritas dunia, seperti mendiang Lady Diana, Gong Yoo, Mick Jagger, Maria Sharapova, hingga David Beckham – pesepakbola dunia di luar bintang Manchester United dan Real Madrid, ujarnya.

Ketua DPD ASPPI NTB, Ahmad Ziadi, optimis LTM VII akan mencapai target terbaik. Setiap tahun, gawe rutin ASPPI melalui travel mart, telah menghubungkan para buyer dan seller terbaik di bidangnya masing-masing. Apalagi tahun ini posty tournya merupakan destinasi kelas dunia.

"Di dua tahun terakhir, pelaksanaan LTM selalu berhasil mendatangkan ratusan pelaku pariwisata aktif. Di tahun lalu, LTM VI mengumpulkan 175 buyer dan 35 seller. Memang lebih sedikit dari LTM V di tahun 2017. Bagaimana pun, kita memang masih harus menyesuaikan dengan masa pemulihan efek dari musibah gempa Lombok di Agustus 2018 lalu," urai Ahamd Ziadi.

Aktifitas unik lain yang telah menanti peserta Lombok Travel Mart ke-7, yaitu Visit Marente yang menonjolkan momen coffee time. Desa Marente yang merupakan kampung kelahiran Gubernur NTB ini memiliki banyak potensi pariwisata. Desa ini merupakan sentra penghasil Kopi bercitarasa mewah. Ada pula Air Terjun Agal yang tingginya mencapai 300 meter. Jarak tempuh menuju tempat air terjun ini sekira 1,5 jam perjalanan dari parkiran, sehingga nyaman untuk siapa pun. Desa yang subur dan asri ini cocok untuk berpetualang, berkemah, wisata alam, juga ekowisata.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu. Muhammad Fauzal sangat mengapresiasi event Travel Mart yang digelar oleh DPD ASPPI NTB ini. Menurutnya kegiatan ini sangat bermanfaat mendongkrak pariwisata NTB. Dipilihnya Pulau Sumbawa sebagai tujuan destinasi wisata pada LTM ke 7 ini dinilainya sangat tepat.

"Destinasi pariwisata ini sangat tepat karena Moyo ini menjadi tujuan wisata yang eklusif," ungkapnya. (f3)

Ket. Foto:
Foto Bersama Pengurus DPD ASPPI NTB dengan Kadis Pariwisata NTB usai menggelar Konfrensi Pers. (HarianNusa.Com/f3)

Sat Pol Airud Lobar Siap Amankan Kedatangan Mendagri Dalam Rangka HUT Pol PP ke 70 dan Linmas ke 58 Tahun 2020

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Menteri Dalam Negeri RI, Prof. Tito Karnavian dijadwalkan akan menghadiri HUT Sat Pol PP ke 70 dan Linmas ke 58 tahun 2020 yang pelaksanaannya dipusatkan di Mataram, NusaTenggara Barat, pada Selasa, 03 Maret mendatang.

Mendagri rencananya akan berkunjung ke NTB selama dua hari yakni hari Senin di Lombok Barat dan Selasa di Kota Mataram sebagai pusat pelaksanaan kegiatan HUT Pol PP ke 70 dan Linmas ke 58 tahun 2020.

Terkait hal tersebut Kapolres Lombok Barat AKBP. Bagus Satrio Wibowo melalui Kasat Pol Airud Lobar Ipda. I. Gst. Md. Suarjaya menyampaikan siap mengamankan kedatangan Mendagri di NTB khususnya di wilayah Perairan Lombok Barat.

"Kami siap mensterilkan perairan Senggigi khususnya di wilayah pantai hotel Katamaran tempat bapak Mendagri menginap," kata Md Suarjaya kepada media ini, Minggu, (01/03).

Made Suarjaya melanjutkan, pengamanan tersebut akan dipimpin langsung olehnya. Dimana di sepanjang pantai akan distandbykan belasan pernsonel Sat Pol Airud Lombok Barat dengan menggunakan kapal patroli polisi nomor lambung XXI-2003 type C2 dan 1 unit Rabber Boat.

"Kami akan standbykan sebanyak 12 personil khusus untuk menjaga perairan di wilayah hotel Katamaran Senggigi," jelasnya.

"Intinya kami anggota Sat Pol Airud Lobar akan bekerja maksimal menjaga keamanan dan kenyamanan kunjungan kerja bapak Mendagri di Senggigi," pungkasnya.

Dari informasi yang dihimpun media ini, Mendagri diagendakan menjadi Inspektur Upacara pada peringatan HUT Pol PP ke 70 dan Linmas ke 58 yang akan dilaksanakan di eks Bandara Selaparang, Rembige, Kota Mataram, NTB. (f3)

Ket. Foto:
Sat Pol Airud Polres Lombok Barat saat melakukan patroli. (istimewa)

Lombok Travel Mart ke-7 Mengusung Tema Magical Moyo

HarianNusa.com, Mataram – Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) daerah NTB kembali menggelar Lombok Travel Mart (LTM) 1-4 Maret mendatang. DPD ASPPI NTB terbilang sukses menggelar agenda ini sejak tahun 2014 silam, menghadirkan sejumlah agen tour dan travel dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Seolah ingin menegaskan kekayaan potensi wisata NTB, di tahun 2020 ini panitia LTM 7 mengangkat pesona keindahan destinasi wisata Pulau Moyo, di Kabupaten Sumbawa. Setelah pembukan acara dilakukan di Hotel Golden Palace Mataram, peserta akan bertolak menuju Sumbawa dan Pulau Moyo untuk melanjutkan rangkaian acara.

“Rangkaian acara utama kita lakukan di Sumbawa dan Pulau Moyo, karena itu tema besarnya adalah Magical Moyo”, ucap Zakaria, humas panitia LTM 7.

Di Sumbawa, rangkaian acara diawali kegiatan sosial berupa penyaluran buku-buku bacaan untuk sekolah di Desa Marente. Kemudian dilanjutkan dengan makan malam di salah satu situs peninggalan sejarah Istana Dalam Loka, di Kota Sumbawa Besar.

Zakaria (Foto: Dok. Pribadi)

“Selain bisnis dan promosi wisata daerah, kita juga lakukan acara sosial, bagian dari tanggung jawab sosial para pelaku usaha wisata. Kita bagikan buku-buku bacaan untuk adik-adik sekolah. Setelah itu rombongan peserta kita ajak melihat keindahan Pulau Moyo”, tutur Zakaria.

Lombok Travel Mart adalah ajang promosi dan transaksi para pelaku pariwisata, yang pada akhirnya juga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lombok dan Sumbawa.

Pemda Sapa Desa, Bupati Lobar Serap Aspirasi Masyarakat Batu Layar

0

HarianNusa.com, Lombok Barat -Program Pemda menyapa Desa yang tengah digalakkan Pemda Lombok Barat (Lobar) saat ini secara intensif terus menyambangi masyarakat. Program terobosan yang dimaksudkan untuk mendekatkan hubungan psikologis Pemda dengan masyarakatnya yang sudah memasuki minggu ke-4 kali ini mengunjungi Desa Batu Layar Barat, Kecamatan Batu Layar Lombok Barat (Lobar) Jum’at (28/2/2020).

Selain sebagai ajang silaturahmi lansung antara masyarakat dan Pemerintah Daerah, program ini diharapkan mampu menampung aspirasi maupun keluhan-keluhan masyarakat yang ada di desa tujuan. Kegiatan Inti berupa dialog antara pemda dan masyarakat dilakukan sehabis sholat jumat berjamaah di masjid Arrahman Dusun Melase Batu Layar Barat, Kecamatan Batulayar.

Kadus Melase M. Ihsan mewakili masyarakatnya dihadapan Bupati Lombok Barat, H.Fauzan Khalid dan jajaran Pemda Lobar mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi banjir di Dusun Melase.

"Di Melase ini setiap hujan masih khawatir dengan banjir. Ke dua di sini masih belum ada Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS), jadi untuk mencegah sebagian masyarakat yang membuang sampah ke laut itu masih sangat sulit," keluh Ihsan.

Lain halnya dengan Kades Batu Layar Barat, H. Darmawan yang menyapaikan keluhan terkait pengurusan administrasi penduduk. "Dengan adanya Dukcapil yang lansung ke desa seperti tadi tentu itu sangat membantu pak Bupati, namun masih banyak yang belum terjangkau dan dilayani, terutama untuk Kartu Identitas Anak (KIA)," tutur Darmawan.

Menurutnya, jarak antara desa dengan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) yang relatif jauh membuat sebagian masyarakat enggan untuk mengurus administrasi kependudukan seperti KTP, KK dan lainnya.

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid merespon kekhawatiran masyarakat Dusun Melase. Ia bahkan menjamin masalah banjir tidak akan terjadi lagi.
"Alhamdulillah tahun ini tidak ada, 2019 lalu kita normalisi 1. 600 meter sungai termasuk sungai yang ada di sini. Jika memang nantinya ada banjir mohon dilaporkan segera dan kalau bisa disampaikan penyebabnya," terang Fauzan.

Fauzan mempertegas, persoalan normalisasi sungai. Ia menerangkan, Pemada memiliki target normalisasi dua sungai dalam satu tahun. "Jika tahun lalu kita sudah bergerak di Batu Layar dan Kuripan, tahun ini kita targetkan Sekotong dan Lembar," lanjutnya.

Merespon keluhan TPS, mantan KPU ini berjanji tahun ini Pemda akan membuat TPS yang berlokasi di Dusun Senteluk, Desa Senteluk. Demikian juga persoalan Aadministrasi Kependudukan (Adminduk), pria asli Sandik Batu Layar ini menjelaskan, telah membuat Unit Pelayanan Teknis (UPT) di kantor desa Gunung Sari untuk melayani masyarakat yang berasal dari Kecamatan Batu Layar dan Gunung Sari. Namun sepanjang pantauannya, Fauzan menilai bahwa UPT tersebut belum terlalu efektif.

"Kita sudah buat UPT di kantor Desa Gunung Sari, cuman memang masih belum efektif. Hal ini terkendala belum ada pejabatnya. Nah pengangkatan pejabat ini yang agak lama, karena perlu ada Perbupnya, persetujuan gubernur, baru bisa diadakan fasilitasnya," jelasnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh semua perwakilan OPD yang ada di Lobar ini, paginya ditandai dengan gotong royong membersihkan Pantai Melase oleh masyarakat dan seluruh karyawan pada OPD se Lombok Barat. Dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan gratis, pelayanan pajak dan pelayanan administrasi kependudukan sperti KTP, KK dan Akta Kelahiran di Desa Batu Layar Barat. (f3/hm)

Hingga Februari, Forum LLAJ Lombok Barat Terima 11 Aduan

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) Lombok Barat (Lobar) mencatat Hingga bulan Februari ini ada sebelas aduan yang masuk. Seluruh aduan disampaikan melalui akun media sosial FLLAJ Lobar sendiri. 5 aduan disampaikan melalui akun Facebook, 4 melalui Whatsapp dan 2 melalui Instagram.

11 aduan tersebut dibahas lansung dalam rapat bulanan FLLAJ Lobar di aula Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar. Kamis (27/2/2020).
Rapat ini dihadiri oleh sejumlah OPD terkait dari Lobar seperti Dinas Perhubungan, Dinas Perkim dan Dinas PU, Bappeda, forum wartawan, pemerhati jalan hingga masyarkat umum.

Kepala Dinas Perhubungan H. Moh. Najib menyebutkan, rapat ini merupakan agenda untuk mendukung transparansi pembangunan daerah. “Kegiatan hari ini kami harapkan agar bagaimana proses mekanisme keberadaan Forum FLLAJ Lobar, yang terkait juga untuk mendukung transparansi pelaksanaan pembangunan imfrastruktur daerah,” terang Najib.

Aduan yang masuk ke akun media sosial FLLAJ Lobar bulan ini antara lain menyangkut masalah kondisi jalan, lampu lalu lintas dan lampu jalan.
Seperti rapat sebelumnya, setiap aduan dibacakan satu per satu secara lengkap beserta tanggal masuk aduan dan penyampaian aduan, kemudian direspon oleh dinas terkait, respon berupa penjelasan kasus atau aduan dan penyampaian progress dari tindak lanjut yang sudah atau yang sedang dilakukan.
Salah satu masalah yang diadukan adalah kemacetan yang sering terjadi di simpang 4 bekas pasar Gunung Sari.

Aduan ini direspon lansung perwakilan Dishub Lobar dengan menyebutkan, jika jalan di sekitar bekas memang masih dalam kondisi darurat karena pemindahan pasar, lebih-lebih lagi jalan tersebut merupakan terminal sehingga tidak jarang terjadi arus lalu lintas padat. Untuk itu Dishub Lobar masih sedang mengupayakan jalan alternatif sementara untuk menghindari kemacetan tersebut.

Terkait kerusakan jalan yang terjadi ruas jalan Sayang-sayang-Gunungsari tepatnya di Kekeri, kasi peningkatan jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Fatoni mngungkapkan jika hal tersebut kemungkinan terjadi karena kelebihan beban dari kendaraan yang sering parkir di titik kerusakan.

“Kerusakan itu kemungkinana penyebabnya karena kelebihan beban dari kendaraan, di depan Indomaret yang kebetulan di depannya ada toko bangunan dan sering parkir kendaraan muatan materialnya di sana. Kerusakan itu disebutkan Fatoni akan segera ditindaklanjuti secepatnya,” jelasnya.

Aduan lainnya menyangkut kebocoran pipa PDAM yang tentunya akan sangat menggangu lalu lintas, ia mengungkapkan akan segera berkoordinasi dengan pihak PDAM.
Permasalah lain seperti Penerang Jalan Umum (PJU) terutama di titik yang sudah terdaftar di daftar aduan seperti di jalan Keru-Suranadi, Kepala Bidang Tata Kota dan Pertamanan pada Dinas Perkim Lobar, H. Saifullah mengakui jika di titik itu memang masih belum bisa menyala.

“Di ruas jalan Keru dan Suranadi Insya Allah dengan skema kerjasama KPBU, tahun ini yang sudah dalam tahap evaluasi tahun ini insyaallah 12ribu titik akan menyala termasuk di ruas jalan itu,” tutur Saifullah.

Sebagaimana diketahui, keberadaan jalan mantap di Lombok Barat mendapat pengakuan secara nasional. Karena itu banyak daerah yang study tiru ke Lombok Barat untuk belajar banyak terkait dengan pembangunan jalan khususnya yang mendapatkan support pendampingan dari dana hibah.
Kabupaten Pesisir selatan yang dipimpin Bupatinya H Hendra Joni misalnya pada Rabu (26/2) melakukan study tiru ke Lombok Barat terkait pembangunan jalan ini dan diterima langsung Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid dan jajarannya.

Bupati saat itu menjelaskan, mulusnya insfrastruktur seperti jalan di Lombok Barat, salah satunya karena adanya dukungan hibah Provincial Road Infrastructure and Maintenance (PRIM) yang merupakan bantuan dari Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT).

Menurut Bupati, PRIM merupakan program hibah dan kerjasama antara Pemerintah Australia dan Indonesia melalui Program Indonesia Infrastructure Initiative. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas pemerintah provinsi (NTB) dalam pengelolaan dan pemeliharaan jalan. Dengan program inilah Lombok Barat terbantu dalam pemeliharaan jalan untuk tiga tahun terakhir mulai tahun 2017- 2019.

Bupati Fauzan mengakui, PRIM ini sebelumnya merupakan program Pemprov NTB. Namun sejak tahun 2017 diujicobakan ke Lombok Barat dan ternyata berjalan baik sesuai harapan.
“Kalau kami istilahkan jalan kabupaten kita bangun di atas kualitas jalan provinsi bahkan mendekati kualitas jalan nasional,” jelas Fauzan.

Bupati menegaskan, jika pembangunan jalan melalui dana hibah PRIM Australia ini tidak hanya Dinas PUPR yang terlibat, namun juga dinas lainnya seperti Dinas Perhubungan melalui ForumLalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) tetap online 24 jam menerima pengaduan masarakat.

“Tidak hanya pengaduan masalah jalan, namun pengaduan lainnya seperti sampah dan sebagainya juga diakomdir. Selanjutnya FLLAJ meneruskannya ke dinas-dinas terkait dengan pengaduan tersebut dan FLLAJ ini lebih banyak unsur masyarakat sebagai anggotanya,” jelas Fauzan. (f3/hm)

ACT NTB Kirim Tim Disaster Emergency Respon untuk Banjir Obel-Obel Lombok Timur

0

HarianNusa.com, Lombok timur – Curah hujan yang tinggi di wilayah Lombok Timur, Ahad, (23/02) lalu mengakibatkan tanggul sungai melempo jebol dan tiga dusun di desa Obel-obel diterjang banjir bandang pada pukul 16.00 Wita, banjir yang begitu tiba-tiba sangat mengagetkan warga. Beberapa dusun terendam banjir, yakni Dusun Obel-Obel, Dusun Melempo, Dusun Mentareng.

beberapa saat setelah banjir Tim Assesment dari MRI wilayah Lombok Timur langsung dikerahkan untuk mendata kondisi warga yang terdampak banjir, menurut laporan tim di lapangan ada 59 unit rumah terendam dengan ketinggian kurang lebih 1 meter namun kondisinya air sudah surut tinggal menyisakan lumpur, warga yang mengungsi sebanyak 59 kepala keluarga dan tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.

Merespon laporan tim assesment di lapangan Senin ( 24/02) pagi, Aksi Cepat Tanggap mengerahkan Tim DER (Disaster Emergency Response) langsung ke lokasi banjir Tim yang terdiri dari delapan (8) orang ini bertugas mengevakuasi dan memberikan bantuan awal berupa terpal dan makanan siap saji kepada para korban banjir. Tim membawa 1 unit Ambulance dan 1 unit motor trail yang digunakan untuk masuk ke lokasi yang susah dilalui kendaraan roda empat.

Kepala cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian saat melepas Tim Disaster Emergency Response
berpesan kepada tim yang akan berangkat bahwa apa yang akan dilakukan ini merupakan panggilan nurani untuk membantu sesama yang terkena musibah.

“Keberadaan kita di tengah-tengah masyarakat penyintas adalah panggilan nurani dan aksi kita di lapangan semata untuk mendapat ridhoNya sekaligus menggerakkan empati,” ucapnya sembari memberikan kata motivasi kepada tim yang terjun langsung kelokasi bencana.

Adapun bantuan yang diberikan adalah yang sangat mendesak bagi warga saat itu seperti makanan siap saji, bahan pangan, terpal, selimut, perlengkapan bayi dan air bersih. (f3)

Bangli dan Lombok Barat Sepakati Kerjasama Pemasaran dan Distribusi Pangan

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli Provinsi Bali dan Pemkab Lombok Barat Provinsi NTB, sepakat menjalin kerja sama pemasaran dan distribusi pangan. Penandatanganan kesepakatan kerjasama (MoU) ini dilakukan bersamaan dengan digelarnya kunjungan kerja (kunker) Pemkab Bangli ke Pemkab Lombok Barat yang berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati di Giri Menang, Rabu (26/2/2020).

Rombongan kungker yang berjumlah 25 orang itu diterima langsung oleh Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid, Asisten II Hj Lale Prayatni, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB Achris Sarwani serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkab Lombok Barat.

Dalam kunker ini kedua daerah selain menjalin kerjasama distribusi dan pemasaran pangan juga akan berdiskusi terkait Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta pemantapan akses stabilitas pangan bagi masyarakat sebagai wujud ketanahan pangan.

Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid dalam sambutan penerimaannya menjelaskan, pihaknya sangat apresiatif dan menyambut kehadiran Bupati Bangli bersama rombongan.

“Nanti kita akan berdiskusi banyak, meskipun Lombok Barat baru sekali mendapat penghargaan TPID dan Bangli dua kali. Sebenarnya Lombok Barat yang harus belajar ke Bangli,” sebut Fauzan merendah.

Bupati Bangli, I Made Gianyar menjelaskan, maksud dari kunker tersebut yakni sebagai wujud keterpaduan yang sinergi, saling membantu dalam distribusi dan pemasaran pangan. Tujuan kesepakaan ini, kata Gianyar, untuk mempercepat distribusi dan pemasaran pangan serta sebagai langkah penyelesaian masalah perencanaan, pengendalian dan capaian sasaran inflasi yang ditetapkan pemerintah.

Pada kesempatan itu, Gianyar memperkenalkan rombongannya yang berjumlah 25 orang itu. Gianyar menyebut rombongan yang ikut bersamanya itu dinilainya telah berjasa membawa Bangli mendapatkan penghargaan TPID. Orang berjasa dimaksud Gianyar diantaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kadis PMD, Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Sat Intel Polres Bangli, Kadis PUTR, Kabag Ekonomi, Kepala Dinas Perhubungan dan sejumlah Camat.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Bangli kepada wartawan menjelaskan, komoditas yang dipasarkan dari Kabupaten Bangli meliputi produk bawang merah dan telur.

“Dan untuk kesepakatan ini berlaku selama setahun mulai sejak ditandatangani. Bisa diperpanjang dan bisa diakhiri atas dasar kesepakatan bersama,” pungkas Gianyar.

Sementara dari pihak Pemkab Lombok Barat seperti diutarakan Bupati Fauzan Khalid, bahwa komoditi yang dipasarkan dari Lombok Barat berupa jagung, cabai, pisang, pakan ternak, kelapa dan janur (daun kelapa muda, red).

Bupati Fauzan juga mengaku sempat mempromosikan salah satu produk lokal ‘Serbat Jahe’. Kata dia, minuman ini terbuat dari jahe, gula merah, kayu manis yang sudah berbentuk bubuk dalam sachet kotak kemasan.

“Ini minuman hangat, cocok diminum di daerah Bangli yang berhawa dingin,” kata Fauzan. Dan minuman tersebut sempat dicicipi bupati Gianyar.

Dalam MoU tersebut juga tertuang bahwa kesepahaman dimaksud dilakukan secara sinergitas dan secara teknis dilaksanakan oleh OPD yang menangani bidang pertanian, ketahanan pangan dan UKM sesuai tupoksi masing-masing. (f3/hm)