Beranda blog Halaman 173

TNI dan Pemkab Lobar Bahas Sinergitas dalam Mendukung Program Pembangunan Daerah TA 2020

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Guna meningkatkan sinergitas pembangunan antara Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Lombok Barat (Lobar) dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar), Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad), Markas Besar Angkatan Darat, menyelenggarakan kegiatan ‘puldata kajian ilmiah tentang sinergitas Kodim dan Pemda dalam mendukung program pembangunan daerah TA 2020′.

Dalam acara yang bertempat di Markas Kodim 1606/Lobar di Mataram ini tampil sebagai pemapar yaitu perwakilan dari Pusterad Letkol Arh. Asep Suganjar, S.Si., yang didampingi Komandan Kodim (Dandim) Kol Czi Efrizon Krol, SIP, MM. Dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat diwakili oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kadis PU-PR), I Made Arthadana.

Dalam paparannya, Letkol Arh. Asep Suganjar menyampaikan pentingnya sinergitas antara Kodim dan Pemkab Lobar. Tujuannya untuk melancarkan program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah. Hal ini penting agar pembangunan yang dilakukan bisa sinergi dan sejalan dengan pertahanan yang menjadi tugas pokok TNI dan keamanan yang lebih menjadi wewenang kepolisian.

Dicontohkannya, dalam pembuatan jalan atau pembuatan pelabuhan, sinergitas ditunjukkan dengan fasilitas tersebut bukan hanya memenuhi kebutuhan masyarakat tapi juga memenuhi syarat untuk pertahanan.

“Misalnya Pemda (pemerintah daerah) membuat pelabuhan, sinergitas ditunjukkan pelabuhan itu bisa digunakan untuk mendaratnya pesawat TNI (pada saat perang),” ujarnya.

Selain itu, lanjut Letkol Asep, sinergitas ini juga penting agar TNI bisa maksimal mendukung pembangunan di daerah.
“Kalau kriminal terus menerus, kalau demo terus menerus, kapan membangunnya?,” ujar Letkol Asep.

Oleh karena itu, Letkol Asep meminta kepada semua yang hadir untuk bisa mengisi kuisioner apa adanya sesuai dengan realita sehingga bisa ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya.

Senada dengan Letkol Asep, Dandim Kol Czi Efrizon Krol juga menyebut tujuan dari sinergitas tersebut untuk mempercepat pembangunan daerah. Dikatakan, pihak TNI selalu dilibatkan dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) mulai dari desa/kelurahan, kecamatan, dan kabupaten.

Menurut Kol. Efrizon, sejauh ini sinergitas tersebut berjalan baik. TNI dan Pemda saling mendukung melalui program tentara manunggal membangun desa (TMMD), Karya Bhakti, penghijauan, pembersihan sampah, lingkungan hidup, restorasi sungai, gotong royong membersihkan parit, dan sebagainya. TNI baik itu Kodim, Koramil, Bintara Pembina Desa (Babinsa) bekerjasama dengan pemda, polres, polsek, bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat
(Babinkamtibmas), camat, kades/lurah, bahu membahu menyukseskan pembangunan daerah.

“Termasuk daerah-daerah yang rawan premanisme, membantu pengamanan supaya tidak terganggu pembangunannya,” ujar Letkol Efrizon.

Namun demikian, ujar Efrizon, untuk ke depan, TNI seharusnya dilibatkan secara penuh dalam musrenbang mulai dari desa/kelurahan. “Selama ini diajak, diundang untuk hadir, tetapi dalam pembahasan musrenbang tidak diikutsertakan. Sifatnya pre-memori saja, seremonial saja, pada saat pembukaan setelah itu tidak ikut terlibat di dalam musrenbang,” kritik Efrizon.

Padahal, lanjutnya, keterlibatan TNI secara penuh sangat penting sehingga pembangunan yang dilakukan memenuhi aspek-aspek pertahanan dan aspek-aspek keamanan.

“Kita juga harus tahu prioritas apa yang akan dilaksanakan pemerintah daerah sehingga bisa kita kawal dari awal rencana tersebut,” harapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Lobar, I Made Arthadana, seusai acara menjelaskan kegiatan yang dilakukan penting sehingga terjadi sinergitas antara Pemkab Lobar dengan TNI, Polri dan stakholder lainnya dalam mendukung prorgam pemerintah membangun daerah.

Senada dengan Letkol Efrizon, Made menyebut ke depan agar TNI dan kepolisian dilibatkan secara penuh. “Sehingga setiap mekanisme dalam mengambil keputusan diharapkan (TNI dan Polri) ikut berperan. Tentunya nanti TNI dan Polri memberikan masukan apa yang perlu direvisi dan dipertimbangan dari sisi keamanan,” ujar Made.

Untuk ke depan, lanjut Made, dalam pembuatan jalan-jalan baru, pihak TNI-Polri akan dilibatkan bukan hanya saat pembangunan tetapi juga keberfungsiannya untuk pertahanan dan keamanan.

“Dalam konteks itu kami berfikir untuk merancang dan memetakan jalan-jalan atau membuka jalan baru yang menjadi jalan strategis untuk keamanan maupun pertahanan. Kita akan petakan lebih optimal dengan kerjasama dan sinergi kita dengan Kodim termasuk jalur jalur yang diterima sebagai jalur alat berat dan pertahanan,” ujar Made.

Untuk mewujudkan ini, ke depan Dinas PU-PR Lobar mulai dari perencanaan pembuatan jalan dan infrastruktur lainnya akan berupaya bersinergi dengan Kodim sehingga apa yang dibangun strategis dari sisi pertahanan. Ini akan terwujud dengan mendengar masukan dari unsur keamanan dan pertahanan.

Sebagaimana Letkol Efrizon, Made juga mengakui Dinas PU-PR telah mendapat bantuan banyak dari TNI dalam pembangunan infrastruktur. Sebagai contoh, dalam restorasi sungai yaitu bagaimana mengembalikan fungsi sungai sehingga tidak terjadi banjir.

“Di sinilah Dinas PU-PR bersinergi berintegrasi bersama-sama dan peran TNI khususnya Kodim bersama-sama melakukan restorasi sungai itu,” ujar Made berterima kasih.

Dikatakan Made, tahun 2019 yang lalu dua sungai yaitu di Batulayar dan Kuripan telah dilakukan restorasi. Tahun ini juga akan direstorasi dua sungai di Lembar dan Sekotong. Hal ini untuk memenuhi instruksi Bupati Lobar H Fauzan Khalid agar minimal satu sungai di 10 kecamatan yang ada di Lobar bisa direstorasi sehingga tidak terjadi banjir pada musim penghujan.

“Maka sudah ada empat sungai yang akan direstorasi sampai tahun ini. Dan mudah-mudahan bisa tetap bermitra dan bersinergi dengan TNI, konsep restorasi sungai dilakukan bersama TNI sifatnya berkelanjutan, tidak selesai dibangun kemudian ditinggalkan,” jelas Made.

Hadir dalam kegiatan ini mendampingi Kadis PU-PR I Made Arthadana yaitu Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lobar, Rusditah, dan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Isnanto Karyawan. Selain itu, juga hadir Kepala Staf Distrik Militer (Kasdism), wakil kepala kepolisian resort (wakapolres) Lobar, beberapa perwira seksi (pasi) Kodim, danramil, wakapolsek Gerung, dan lainnya. Masing-masing yang hadir diminta untuk mengisi kuesioner menyangkut sinergitas kodim dan Pemkab Lobar dalam mempercepat pembangunan daerah. (f3/hm)

Kompas Tambora Challenge, Race Ultra Marathon Terekstrim dan Terpanjang se-Asia Tenggara akan hadir Kembali

HarianNusa.com, Jakarta – Memasuki tahun ke 6, harian Kompas kembali menyelenggarakan Kompas Tambora Challenge 320. Race ultra marathon dengan rute terekstrim dan terpanjang se-Asia Tengaara, yang akan berlangsung pada 22-25 Juli 2020.

Tahun ini, Kompas Tambora Challenge 320K akan melewati rute yang sama dengan tahun sebelumnya, dimulai dari Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat dan berakhir di Doro Ncanga, Kabupaten Dompu. Sepanjang rute, para pelari akan melalui rute jalan provinsi yang sepi dan tenang dengan pemandangan yang indah di sepanjang pesisir pantai dengan rata-rata ketinggian di bawah 80 meter dengan kondisi geografis dan cuaca yang ekstrim di Pulau Sumbawa, yang tentunya akan membuat race ini lebih menantang untuk ditaklukkan.

Kompas Tambora Challenge 320K – 2020 masih akan mempertandingkan 2 kategori yaitu: individual dan relay baik putra maupun putri.Peserta kategori individual akan menempuh jarak 320 KM seorang diri, sedangkan peserta dalam kategori relay akan terdiri dari dua pelari yang secara bergantian akan menempuh jarak masing-masing 160 KM.

Berdasarkan evaluasi, kemampuan peserta semakin meningkat setiap tahunnya. Terbukti dengan mampunya mereka mencapai garis finis kurang dari 65 jam, sehingga tahun ini cut off time (COT) atau batas waktu tempuh pelari diperpendek dari 68 jam menjadi 64 jam untuk kategori individu, dan 60 jam untuk kategori relay/beranting. Perubahan COT di Kompas Tambora Challenge 320K tahun ini tentunya akan semakin menantang para peserta untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi.

Selain tantangan batas waktu yang semakin dipersempit, tahun ini Kompas Tambora Challenge 320K akan memberikan apresiasi tambahan berupa hadiah bagi para pelari yang berhasil memecahkan rekor catatan waktu tahun sebelumnya. Diharapkan akan lebih banyak peserta yang berpartisipasi di tahun ini, dan tidak akan menutup kemungkinan untuk membuka kesempatan bagi pelari elite internasional untuk mengikuti ajang lomba ulta marathon ini.

Di luar tantangan yang akan dihadapi, pelari sebenarnya diharapkan dapat tetap menikmati indahnya pesona tana samawa. Seperti yang diungkapkan Hendra Siswanto, podium pertama kategori individu putra tahun 2019, “Race adalah saatnya selebrasi, kita nikmati perjalanannya, kita sapa para penduduknya, dan kita nikmati keindahan bumi Sumbawa”.

Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas, Budiman Tanuredjo berharap para pelari dapat berlari untuk mencintai tanah air. Sepakat dengan hal tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah menambahkan bahwa pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat siap untuk mendukung Pelaksanaan Kompas Tambora Challenge 320K tahun ini. “Kami akan membantu semaksimal mungkin yang kami mampu supaya pada akhirnya, instruksi dari bapak Presiden dapat terealisasi, bahwa nantinya akan tercipta destinasi pariwisata yang baru di Indonesia selain Bali” ujarnya.

Pihak penyelenggara berharap dengan adanya perubahan tantangan terhadap pelari di tahun ini, peserta yang akan ikut bertanding nanti akan lebih siap menyusun strategi menaklukkan “jalur neraka” Sumbawa. Hal lain yang menarik dari Pelaksanaan lomba ultra-marathon ini, masyarakat luas dapat mengikuti perjalanan pelari-pelari tangguh yang mereka dukung melalui fitur live tracking yang dapat diakses di official website Kompas Tambora Challenge 320K.

Why hard worker people can be connected with running? Because running is a reflection of your attitude. Live your life in a different way and it will influence your soul and others.

Tentang Kompas Tambora Challenge 320K

Kompas Tambora Challenge 320K adalah kompetisi olahraga ultra marathon yang diselenggarakan oleh harian Kompas yang diadakan di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kompetisi ini memiliki batas waktu lomba 64 jam untuk individu dan 60 jam untuk kategori beranting. Melewati tiga kabupaten, yaitu Sumbawa Barat, Sumbawa , dan Dompu, kompetisi ini start dari Lapangan Poto Tano dan finish di Doro Ncanga tepatnya di kaki Gunung Tambora. Kompas Tambora Challenge 320K akan diselenggarakan selama 4 hari yaitu 22-25 Juli 2020.

Denmark – NTB Jalin Kerjasama Bidang Lingkungan

0

HarianNusa.Com, Mataram – Pemerintah Denmark menjalin kerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB dalam bidang lingkungan hidup berkelanjutan. Launching kerjasama tersebut dilakukan Menteri Lingkungan Hidup Denmark, Lea Wermelin dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah di Pendopo Gubernur, Selasa (25/02/2020).

Kerjasama tersebut dimaksudkan untuk mendorong kedua daerah, khususnya Pulau Lombok dan Pulau Bornholm di Denmark menerapkan lingkungan hijau berkelanjutan. Kerjasama tersebut juga menyangkut peningkatan kapasitas melalui dialog berbagi pengetahuan dan penelitian yang melibatkan pihak terkait.

Gubernur didampingi istri Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc menyambut baik kerjasama tersebut. Ia memastikan bahwa NTB merupakan provinsi yang ramah terhadap investasi, bisnis dan para tamu yang datang.

”Kami tidak punya pilihan, program prioritas yang sedang kami kembangkan adalah pariwisata,” ungkap Gubernur

Gubernur yang juga pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) itu mengatakan pariwisata yang akan dikembangkan ke depan adalah pariwisata ramah lingkungan atau green environtment. Kerjasama ini lanjutnya dapat mendorong kerjasama lain di berbagai bidang atau program yang dikembangkan oleh NTB dan Denmark.

Menteri Lingkungan Hidup Denmark Lea Wermelin mengatakan bahwa kerjasama dengan pemerintah provinsi NTB ini merupakan salah satu bagian dari kerjasama antara Denmark dan Indonesia. Denmark, katanya, memiliki kesamaan dengan Indonesia, yaitu sama-sama negara kepulauan. Hanya saja Denmark memiliki penduduk sekitar 5,7 juta jiwa. Jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia yang mencapai 260 juta jiwa.

Kerjasama ini katanya untuk mendorong pemerintah daerah dalam menerapkan lingkungan hidup hijau serta mencari sumber energi yang ramah lingkungan.

“Saya merasa bahagia, masing-masing pihak berwenang di bidang lingkungan dan energi akan bekerjasama menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan mencari solusi bersama terkait lingkungan dan mengubah sampah menjadi energi,” katanya di hadapan Gubernur dan sejumlah kepala OPD Lingkup Pemprov NTB.

Ia juga merasa bahagia karena Pemerintah Provinsi NTB memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan pembangkit energi terbarukan. Ia menambahkan bahwa produksi energi dan pengelolaan sampah merupakan hal penting bagi seluruh lapisan masyarakat, khusunya yang tinggal di daerah kepulauan. Sehingga kebutuhan untuk energi terbarukan sangat penting, terutama untuk melindungi lingkungan yang ada.

“Untuk pulau yang indah seperti Lombok dan pulau pulau lain di Indonesia, bahwa pariwisata merupakan hal penting untuk meningkatkan ekonomi dan kesempatan kerja masyarakat,” katanya.

Ia berharap kerjasama ini berjala lancar dan sukses. Sehingga energi terbarukan serta lingkungan hijau berkelanjutan dapat terwujud.

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir, Polairud Lobar Berikan Ribuan Bibit Lele Dumbo

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Satuan Pol Airud Polres Lombok Barat memberikan bantuan ribuan bibit Lele Dumbo bagi masyarakat nelayan di wilayah pesisir perairan Lembar, Lombok Barat.

Kapolres Lombok Barat AKBP Satrio Wibowo SIK melalui Kasat Pol Airud Polres Lobar IPDA I.Gst Md Suarjaya menekankan, bantuan ribuan bibit Lele Dumbo tersebut diberikan sebagai bentuk program peningkatan sumber daya ekonomi masyarakat kecil di wilayah pesisir.

Made Suarjaya menjelaskan bantuan bibit Lele Dumbo yang akan diberikan kepada kelompok nelayan tradisional di dusun Lendang Jae Desa Lembar Timur Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat ini berjumlah 1750 ekor.

"Penyerahan bantuan bibit Lele Dumbo tersebut akan dilakukan esok (Senin, 24/02) sekitar pukul 09.00 Wita," jelasnya, Minggu, (23/02).

Kasat Pol Airud Polres Lobar itu mengatakan bahwa penyerahan bantuan bibit Lele Dumbo ini akan dilakukan langsung olehnya dan akan diterima oleh ketua kelompok Jangkar Biru.

"Bantuan ini sebagai bentuk program peningkatan sumber daya ekonomi masyarakat kecil di wilayah pesisir," ungkapnya senada.

Pelaksanaan penyerahan bantuan bibit Lele Dumbo ini akan diikuti oleh para komandan kapal jajaran Satuan Pol Airud Polres Lobar. (f3)

Ket. Foto:
Kasat Pol Airud Polres Lobar IPDA I.Gst Md Suarjaya. (istimewa)

Fauzan Persilahkan BNN NTB Lakukan Tes Urin ke OPD Lombok Barat

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Menurut Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, pemberantasan narkoba tidak hanya tugas Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian dan pemerintah, namun merupakan tugas bersama. Ia juga meyakini tempat yang paling rawan dan berpotensi sebagai pintu masuk narkoba di Pulau Lombok ini melalui Lombok Barat (Lobar) dan Lombok Utara. Masalahnya dua kabupaten tersebut memiliki banyak jalur pantai.

“Jika melalui bandara atau pelabuhan resmi, itu sangat mungkin diketahui, tetapi bagaimana kalo narkoba dititip melalui nelayan?. Dan sepanjang pantai Lombok Barat dan sepanjang pantai Lombok Utara sangat berpotensi karena bisa berlabuh dimana saja,” kata Fauzan saat Audensi dengan BNN Provinsi NTB di ruang kerja Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Gerung, Kamis (20/02/2020).

Bupati juga menyakini dan mencurigai di setiap dinas di Lombok Barat ada yang sudah kecanduan narkoba, untuk itu Fauzan mempersilahkan BNN NTB segera turun untuk melakukan tes urin di setiap OPD di Lombok Barat.

“Prediksi kami di Lombok Barat sangat banyak, mungkin jadi di banyak dinas, tapi ini hanya asumsi semoga saja ini tidak benar,” duga orang nomor satu di Lombok Barat itu.

Terkait sekitar 21 anak SMP yang sudah dideteksi dan telah mendapatkan rehabilitas dari Desa Taman Ayu, Bupati telah menginstuksikan kepada Ketua KONI Lombok Barat untuk berkoordinasi dengan pihak sekolahnya untuk melakukan pembinaan karate dan lain sebagainya.

Kepala BNN pPovinisi NTB Brigjen Pol Drs Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba, seperti melakukan sosialisasi dan tes urin ke setiap OPD di Provinsi NTB serta membentuk penggiat anti narkoba.

“Hal itu sesuai Instruksi Presiden (Inpres) nomer 6 tahun 2018 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN),” ungkap Gde Sugianyar.

Kasubbid Masyarakat Perkotaan BNN RI Tri Setiyadi menegaskan, di NTB yang menjadi tempat rawan narkoba ada 30 tempat, salah satunya ada di Desa Senggigi Kecamatan Batulayar. Ia mengaku BNN Provinsi telah melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat dan BNN banyak mendapatkan informasi tentang kasus narkoba di Desa Senggigi.

“Ada yang minta direhab, dan ada juga masyarakat mengiginkan BNN melakukan penyuluhan melalu posyandu,” katanya. (f3)

Setelah Disidak, Senggigi Kini Terang

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Setelah lama mendapat keluhan, akhirnya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) melakukan perbaikan seluruh titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan dari Pintu Gerbang Meninting sampai Batas Wilayah dengan Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Sejak diinspeksi mendadak (sidak) oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat H. Baehaqi beberapa malam sebelumnya, pihak Disperkim langsung melakukan perbaikan dan penggantian bola lampu di sepanjang kurang lebih 17 kilometer itu.

"Masih ada tiga titik lampu sebelum tikungan ke Hotel Sudamala yang belum menyala. Kita akan minta untuk segera diperbaiki," terang Sekretaris Daerah H. Baehaqi saat melakukan peninjauan langsung di kawasan Pura Batu Bolong, Kamis (20/2/2020).

Menurut Baehaqi, selain di tiga titik itu masih terdapat 8 titik lokasi yang kurang terang akibat tertutup pepohonan.

"Kalau itu, saya akan minta Disperkim untuk lakukan perantingan (pemotongan ranting, red)," tegas Baehaqi.

Dirinya, aku Baehaqi, sengaja turun langsung ke jalan-jalan utama di Kawasan Lombok Barat untuk melihat langsung kondisi PJU.

"Terutama di jalur-jalur yang menjadi pendukung utama pariwisata, karena di situ citra Lombok Barat dan NTB di mata dunia," tegas Baehaqi.

Selain di kawasan Senggigi, Baehaqi malam tadi menyusuri bypass BIL 1 dan 2 yang masuk wilayah Kabupaten Lombok Barat. Dari hasil telusurannya, Baehaqi menemukan banyak sekali PJU yang mati di sepanjang Bypass BIL satu, mulai dari Jembatan Sulin sampai Bundaran Giri Menang Square (GMS).

"Panjang Jalan plus minus 5 Kilometer, cuma 36 PJU yang menyala. Malah di antara itu, ada 6 titik lampu yang nyala sebelah," terang Baehaqi.

Untuk Bypass BIL 2, imbuhnya, hanya 28 titik PJU yang tidak menyala.

Ditemui di kesempatan terpisah, Kepala Bidang Tata Kota H. Saifullah menjelaskan bahwa di Bypass BIL Satu itu ada 140 titik lampu, namun lebih dari seratus yang mati.

"Problemnya ada di jaringan kabel bukan lampu. Ada konsleting di box panel di Sedayu. Kalau kita mau perbaiki, kita harus membongkar 1,5 kilo meter pavinblock karena itu jaringan bawah tanah," terang Saifullah yang didampingi oleh Kasi PJU di Disperkim.

Pihaknya, aku Saifullah tidak bisa merencanakan perbaikan tersebut karena ketiadaan anggaran.

"Mudah-Mudahan pak Sekda selaku TAPD bisa memberikan jalan keluar," harap Saifullah. (f3/hm)

Pemda Menyapa Desa Diharapkan Pembangunan Daerah Meningkat

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid beserta

Sekda Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Dr. H.Baehaqi didampingi Asisten dan Kepala OPD kembali melaksanakan Program Pemerintah Daerah (Pemda) Menyapa Desa. Seperti sebelumnya, untuk kegiatan di hari Ketiga ini dilaksanakan dengan sholat jumat yang diimami langsung sekda Lobar, bertempat di Masjid Nurul Jannah Desa Kuripan Selatan Kecamatan Kuripan (21/02).

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dalam khutbah Jumatnya mengajak jamaah agar senantiasa mempersiapkan dan menyiapkan anak – anak sebagai generasi penerus semenjak mereka di dalam kandungan. Hal ini dilakukan agar mereka menjadi generasi yang jauh lebih baik mengingat mereka akan menghadapi zaman yang komplek dengan tantangan yang lebih banyak.

"Ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk mendukung tumbuh kembang anak, makanan bergizi dan kebersihan lingkungan. Untuk makanan bergizi tidak diasumsikan dengan kata mahal. Untuk kebersihan lingkungan sendiri merupakan ibadah juga," terangnya.

Bupati H Fauzan Khalid selepas sholat Jumat dalam arahannya menyatakan, Program Pemda Menyapa Desai merupakan Program yang dilaksanakan untuk menjalin silaturahim antara pemda dan masyarakat. Dan diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat senantiasa ikut membantu terlaksananya semua program – program Pemda Lobar.

"Pembangunan tidak akan ada gunanya tanpa adanya peran aktif dari yang berada Kecematan, Desa dan Dusun," pungkasnya.

Sekda Lobar H. Baehaqi atas beberapa usulan warga setempat menyarankan agar para kepala desa lebih banyak mengusulkan kegiatan ekonomi kreatif pada saat Musrenbang.

Sebagaimana diketahui, Program Pemda Menyapa Desa diawali dengan kegiatan gotong royong bersama masyarakat, pemberian pelayanan kepada masyarakat seperti pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat, pelayanan kependudukan dan lainnya. (f3/hm)

Potensi Mineral Kelas Dunia Tembaga-Emas Onto Ditemukan di Hu’u – Dompu

0

HarianNusa.com, Jakarta – PT Sumbawa Timur Mining (STM) mengumumkan penemuan deposit bijih tembaga-emas Onto, yang merupakan penemuan potensi mineral kelas dunia dan sekaligus akan manjadikan perusahaan ini sebagai produsen tembaga terkemuka di Indonesia. STM adalah pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 untuk Proyek Hu’u di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat dan merupakan perusahaan patungan antara Eastern Star Resources Pty Ltd (80%), anak perusahaan yang 100% sahamnya milik Vale SA, dan PT Antam Tbk. (20%).

Agus Hermawan, Communication Manager PT. STM menjelaskan, perusahaannya telah melakukan kegiatan eksplorasi di dalam wilayah KK Proyek Hu’u sejak tahun 2010.
“Deposit sumber daya mineral Onto pertama kali ditemukan pada Agustus 2013 dan sejak saat itu sebanyak 64 lubang pemboran (setara dengan 61.000m) telah dilakukan untuk menentukan ukuran, luas dan karakteristik sumber daya mineral”, papar Agus kepada HarianNusa.com melalui keterangan pers.

Berdasarkan perkiraan sumber daya mineral yang dilakukan STM per Desember 2019, total sumber daya mineral tertunjuk adalah sebesar 0,76 miliar ton @ 0,93% tembaga dan 0,56 g/t emas serta total sumber daya mineral tereka sebesar 0,96 miliar ton @ 0,87% tembaga dan 0,44 g/t emas. Angka tersebut setara dengan total 1,7 miliar ton @ 0,89% tembaga dan 0,49 g/t emas. Selain sumber daya mineral di atas, target eksplorasi di sekitar area juga telah ditetapkan sebesar 0,6-1,7 miliar ton @ 0,2- 0,7% tembaga dan 0,1-0,3 g/t emas. STM akan melanjutkan pemboran di dalam dan di sekitar wilayah deposit Onto untuk menentukan batas dan kemenerusan kedalaman dari mineralisasi.

STM menyampaikan antusiasmenya dengan penemuan potensi sumber daya Onto ini.
“Penemuan potensi sumber daya Onto menggambarkan nilai dan peluang yang dimiliki Proyek Hu’u. Saat ini Proyek Hu’u berada pada tahap eksplorasi, dan kami berharap dapat melanjutkan proyek ini dengan tujuan untuk membangun sebuah operasi penambangan kelas dunia di Indonesia”, ujar Bede Evans, Presiden Direktur STM.

Perusahaan juga telah berhasil menyelesaikan negosiasi amandemen KK dengan Pemerintah Indonesia pada 7 Mei 2019 sebagai dasar bagi perusahaan melanjutkan kegiatan eksplorasi untuk menentukan sumber daya dan cadangan mineral di wilayah KK PT STM. Dengan Amandemen KK ini, perusahaan berkomitmen untuk memastikan kelayakan teknis dan ekonomis dari operasi penambangan block cave Proyek Hu’u.

Bronto Sutopo, Wakil Direktur Utama STM, menegaskan kembali komitmen Perusahaan dan para pemegang saham. “Amandemen KK pada tahun 2019 dan temuan sumber daya Onto memungkinkan Proyek Hu’u untuk terus dikembangkan. Kami percaya dengan adanya hubungan kerjasama yang erat bersama Pemerintah Indonesia, hal ini akan menjadi pondasi yang kuat bagi kelanjutan pengembangan Proyek Hu’u” tutup Bronto.

Silaturrahim di Bagu, Gubernur Undang Wakil Presiden Nobar Moto GP 2021

0

HarianNusa.com, Lombok Tengah – Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin pada kegiatan Silaturahim dan Pengarahan kepada Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) dan Pimpinan Pondok Pesantren se-NTB, Kamis (20/2/2020).

Kegiatan silaturahmi bersama pengurus APTISI, tuan guru, ulama, santri dan warga yang ada di pondok pesantren (ponpes) Qomarul Huda Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah ini merupakan salah satu dari sekian rangkaian kegiatan kunjungan kerja Wapres sejak tiba di Lombok, Rabu (19/2).

Kehadiran Gubernur dan Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin tersebut disambut antusias oleh santri dan masyarakat yang memadati area sekitar ponpes.

Pada sambutannya, Gubernur menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Wakil Presiden RI yang telah dua (2) hari ini membersamai masyarakat NTB. Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini secara langsung juga mengundang Wapres untuk Nonton MotoGP 2021 bersama di Mandalika.

“Saya atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTB, mengucapkan terima kasih kepada Wakil Presiden yang telah membersamai kami. Sudah 2 hari pak Wapres di NTB, dan beliau tidak keliatan lelah. Malah paspamres nya yang tertatih-tatih mengikuti beliau,” puji Gubernur.

“Kami juga mohon ijin untuk mengundang secara khusus Bapak Wakil Presiden dan ibu untuk mengikuti MotoGP 2021 tahun depan, semoga Bapak berkenan,” harap Bang Zul.

Pada Silaturrahim dengan tema “Membangun Masyarakat Madani melalui Nilai dan Wawasan Kebangsaan di Perguruan Tinggi Swasta dan Pondok Pesantren dengan Mengedepankan Keteladanan”, Wapres menyampaikan tujuan dan prioritas pemerintah saat ini adalah untuk membangun SDM yang unggul. Untuk itu kehadiran dan kontribusi Perguruan Tinggi dan Pondok Pesantren sangat diharapkan.

“Salah satu keinginan Pemerintah adalah membangun SDM yang unggul, yaitu manusia yang cerdas, produktif, sehat, memiliki daya saing namun juga beraklak mulia dan memiliki wawasan kebangsaan yang utuh. Karena itu Pemerintah membutuhkan kontribusi perguruan tinggi dan Pondok Pesantren dalam mewujudkannya,” jelas Wapres.

“Perguruan Tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan SDM unggul, dan Pondok Pesantren untuk melahirkan anak-anak cerdas, paham agama juga kelak melahirkan tokoh2 perubahan, sehingga mampu membuat perbaikan di dalam kehidupan bermasyarakat,” lanjutnya.

Tak lupa, Wakil Presiden menyampaikan harapannya untuk para Pimpinan Perguruan Tinggi dan Pondok Pesantren.

“Kita ingin SDM yang sehat, cerdas, memiliki daya saing, dan beraklak mulia. Karena itu lembaga pendidikan diharapkan Pemerintah memiliki kontribusi yang besar dalam rangka membangun negara yang Toyibbatun wa rabbun ghafur,” tutupnya.

Selama kunjungan kerjanya di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wapres juga telah melakukan serangkaian agenda mulai dari memberikan kuliah umum di Universitas Mataram, meninjau hasil rehab rekon Rumah Tahan Gempa (RTG) di Gontoran, meninjau Bazar Mandalika, dialog bersama Da’i kesehatan dan masyarakat tentang pencegahan stunting, hingga bersilaturrahim sekaligus meresmikan Bank Wakaf Mikro Ahmad Taqiudin Mansur “ATQIA” di Ponpes NU Al- Manshuriyah Ta’limusshibyan Bonder Praya Barat Lombok Tengah. (f3/hm)

HIPO Bantah Bergerak di Bidang Investasi

0

HarianNusa.Com, Mataram – Himpunan Pengusaha Online (Hipo) membantah tudingan menghimpun dana masyarakat berdalih donasi dengan keuntungan yang dijanjikan. Ketua DPP LBH Hipo, Usin Abdisyahputra Sembiring dengan tegas menyatakan bahwa Hipo tidak pernah menjalankan bisnis investasi. Namun Hipo merupakan Ormas yang bergerak di bidang pembinaan UMKM.

Ia menjelaskan, Hipo hanya memungut sumbangan secara sukarela dari anggota Hipo sendiri, bukan masyarakat umum. Donasi dari anggota akan dihimpun Hipo untuk kembali ke anggota sendiri. Misalnya jika anggota menyetorkan donasi, maka akan diberikan fasilitas lebih oleh Hipo contohnya, jika anggota membeli pulsa telepon maupun listrik maka akan mendapatkan harga yang jauh lebih murah. Selain itu diberikan konsultasi dan bantuan hukum gratis, dan banyak fasilitas lainnya.

“Tidak ada yang bertentangan dan kontradiksi yang dilakukan Hipo dan yang disampaikan OJK. Kita sudah tiga kali berdiskusi dengan Satgas Waspada Investasi di Jakarta dan rekomendasi dari satgas kita ikuti,” katanya kepada awake media di Mataram, Kamis, (20/02/2020).

Namun demikian, lanjutnya, sumbangan dari anggota tersebut tidak diwajibkan. Anggota dapat memilih hanya menjadi anggota Hipo tanpa memberikan donasi dengan tetap membayar iuran tahunan, atau memberikan donasi dengan mendapatkan fasilitas yang lebih dari Hipo.

Diungkapkannya, Hipo telah memecat 21 anggota yang menarik anggota baru dengan menjanjikan hal-hal yang tidak benar sesuai ketentuan organisasi. Hipo memiliki aturan ketat agar organisasi tersebut tidak dianggap bertentangan dengan aturan hukum di Indonesia.

“Ada 21 anggota Hipo yang kita pecat karena berbuat improvisasi yang tidak benar sesuai ADRT organisasi. Jadi seolah kami kontradiksi dengan OJK, padahal kami bekerjasama dengan OJK,” katanya.

Ketua Dewan Pembina Hipo, Andi Junaedi Nyompa mengatakan, NTB merupakan urutan ke enam yang memiliki anggota terbanyak Hipo di Indonesia. Banyak masyarakat tertarik bergabung dengan dengan Hipo karena telah melihat secara langsung keuntungan Hipo.

Dijelaskannya, Hipo Internasional memiliki lima pilar yang bertujuan untuk mensejahterakan, memanusiakan, mendampingi, mencerdaskan dan membahagiakan.

“Hipo juga berbasis digital dan memiliki aplikasi khusus di PlayStore. Anggota Hipo dapat mengakses dan memanfaatkan berbagai fiturnya,” ujarnya.

Hipo memiliki misi meningkatkan UKM di Indonesia, karena meyakini UKM selalu eksis di Indonesia meksipun negeri dilanda krisis.

“Misi kami meningkatkan UKM di tingkat lokal karena seolah terabaikan, padahal pasca 98 UKM lokal bertahan di krisis ekonomi. UKM dilatih menjual produk secara online,” ujarnya.

Ia menyebutkan memang ada mantan anggota Hipo yang telah keluar dan membuat organisasi sejenis. Dengan terang-terangan menjanjikan keuntungan satu persen per hari pada masyarakat.

“Ada kumpulan anggota Hipo yang keluar dari Hipo dan menjalankan bisnis serupa. Setelah kami kroscek menjanjikan satu persen per hari kepada masyarakat dan kami sudah keluarkan mereka sekitar empat orang petinggi NTB. Itu temuan Satgas Siber kami.

Hipo katanya tidak pernah menjalankan investasi di tengah masyarakat. “Hipo tidak pernah menyebut nama investasi atau jalankan sistem investasi,” katanya

Sementara, Ketua Umum DPD Hipo NTB, Lalu Hariadi Sofian, juga menegaskan bahwa Hipo tidak pernah menawarkan investasi. Dengan adanya isu miring karena ulah segelintir mantan anggotanya yang menimpa Hipo, Ia berharap kedepannya Hipo lebih maju lagi.

“Kami tidak menawarkan investasi. Karena Hipo adalah ormas yang berdiri dan memiliki badan hukum yang jelas dan sesuai aturan,” tegasnya.(f3)

Ket. Foto:
Kanan-kiri : Ketua DPP LBH Hipo, Usin Abdisyahputra Sembiring, Ketua Dewan Pembina Hipo Andi Junaedi Nyompa,
Ketua Umum DPD Hipo NTB, Lalu Hariadi Sofian. (HarianNusa.com/f3/