Beranda blog Halaman 174

Laznas BMH GelarUpgarding Dai & Guru Ngaji di Pesantren Dolly Surabaya

Kiprah dan dedikasi Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dalam program Dakwah tidak hanya menyasar daerah pedalaman, namun juga wilayah pinggiran perkotaan.

Belum lama ini Laznas BMH bersama Pesantren Dolly adakan pelatihan dan upgrading untuk Dai & Guru Ngaji al-Qur’an di Gang Dolly Surabaya selama dua hari di Pesanggrahan Jauharotul Hikmah Surabaya. (15-16/2).

Dakwah diperkotaan tentu berbeda pendekatannya dengan dakwah di pedalaman dan pelosok.

Butuh strategi dan pendekatan yang masif agar objek dakwah nyaman dan totalitas.

Siapa yang tak kenal dengan Gang Dolly Surabaya. Tempat eks- prostitusi terbesar di Asia Tenggara itu, kini sudah ditutup oleh Pemerintah Kota Surabaya pada 18 Juni 2014.

Ustadz Nasih, Dai tangguh sekaligus pendiri Pesantren Dolly mengatakan pentingnya dukungan untuk warga Dolly tersebut.

“Gerakan dakwah untuk Hijrahnya eks warga Gang Dolly harus dikuatkan melalui program berantas buta huruf al-Qur’an dan penguatan kajian-kajian ke-Islaman”, ungkapnya.

Alhamdulillah, para guru al-Qur’an mendapatkan pelatihan dan upgrading, sehingga lebih semangat lagi dalam menyampaikan dakwah al-Qur’an kepada warga (Anak-anak dan dewasa).

Imam Muslim, Manager Program & Pendayagunaan BMH Jawa Timur mengungkapkan bahwa,

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab BMH untuk memberikan perhatian & layanan kepada para Dai & daiyah serta guru ngaji di Gang Dolly. Karena mereka adalah garda terdepan dalam membina masyarakat disini,”ujar Muslim

“Semoga kegiatan ini bisa rutin dilakukan di sini, agar para dai & guru ngaji bisa mendapatkan bekal terjun ke masyarakat,”ungkap Muhammad Izzin, salah satu peserta pelatihan.

Gubernur NTB ajak Komite III DPD RI Tinjau Sirkuit MotoGP Mandalika

0

HarianNusa.com, Mataram – Sebanyak 12 anggota komite III DPD RI melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi NTB. Ke-12 anggota tersebut antara lain Evi Apita Maya (NTB), Muhammad Gazali (Riau), Sylviana Murni (DKI Jakarta), Abdi Sumaithi (Banten), Hilmy Muhammad (DI Yogyakarta), Ahmad Kanedi (Bengkulu), Hilda Manafe (NTT), Andi Muhammad Ihsan (Sulsel), Habib Zakaria Bahasyim (Kalsel), Fernando Sinaga (Kalsel), Iskandar Muda Baharudin Lola (Sulbar), dan Maya Rumantir (Sulut), Selasa (18/02/20)

Sebelum meninjau KEK Mandalika, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah di ruang kerjanya menyampaikan bahwa NTB adalah tempat lahirnya atlet-atlet nasional, khususnya di bidang atletik.

“Mungkin karena setiap hari berjalan kaki bahkan lari untuk ke sekolah,” demikian candaan Gubernur. Tapi justru disitulah mereka di tempa fisiknya secara alami oleh alam,” tegas Gubernur.

Evi Apita Maya selaku senator tuan rumah dalam sambutannya mengawali raker menyampaikan maksud kedatangan rombongan Komite III DPD RI ke NTB yakni untuk menyerap aspirasi daerah tentang permasalahan keolahragaan Nasional. Termasuk progres dari kesiapan daerah terhadap penyelenggaraan MotoGP. Menurut Evi, daerah harus mampu memanfaatkan event tersebut untuk memperoleh keuntungan. Menjadikan event MotoGP sebagai event sport tourism di pasar internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Sylviana Murni, senator asal DKI Jakarta berharap Gubernur juga mengembangkan olahraga modern seperti squash. Senator yang juga Ketua Umum PB Persatuan Squash Indonesia ini menyatakan, NTB punya potensi dan peluang besar untuk turut mengembangkan olahraga squah.

“Hanya membutuhkan lapangan yang tidak terlalu besar, dan bisa dimulai di sekolah sebagai kegiatan ekstra kurikuler,” imbuh Sylvi.

Sesampai di Mandalika, anggota Komite III DPD RI dibuat takjub dengan konsep pengembangan KEK Mandalika. I Wayan Karioka selaku GM ITDC di hadapan rombongan Komite III DPD RI menjelaskan, Mandalika ditetapkan sebagai KEK Pariwisata Mandalika dengan PP No 52 Tahun 2014. Dengan luas area sebesar 1.035,67 Ha dan menghadap Samudera Hindia, KEK Mandalika diharapkan dapat mengakselerasi sektor pariwisata NTB yang sangat potensial.

KEK Mandalika memiliki konsep pengembangan pariwisata berwawasan lingkungan dengan pembangunan obyek-obyek wisata dan daya tarik wisata yang selalu berorientasi kepada kelestarian nilai dan kualitas lingkungan hidup yang ada di masyarakat.

Kunjungan tersebut kemudian ditutup dengan silaturahim dan makan bersama di Sempiak Villas Selong Belanak. (f3/hm)

Fauzan Presentasi Good Governance di Uviversitas Muhammadiyah Yogyakarta

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Bupati Lombok Barat (Lobar), H Fauzan Khalid, S. Ag., M. Si, melakukan presentasi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (18/2/2020).

Dalam rilis yang disampaikan ke media ini menyatakan, presentasi dilakukan atas undangan UMY pada acara yg bertajuk ‘Government Gathering on Good and Green Governance’ dengan tag line “Better Government for Better Environment” bertempat di Sportorium UMY.

Dalam acara yg mengundang sejumlah Kepala Daerah ini, Bupati Fauzan mengangkat judul ‘Pelaksanaan Good Governance Pada Era Disrupsi di Kabupaten Lombok Barat’.

Dipaparkan Fauzan, teori tentang good governance sudah banyak diketahui dan bisa dibaca, namun prakteknya tidak semudah teori. Salah satu hambatannya adalah terkait sistem politik dan budaya masyarakat. Perkembangan teknologi informasi saat ini, ujar bupati, tidak paralel dengan sikap dan budaya masayarakat yaitu tidak banyak masyarakat di daerah yang mampu memanfaatkan teknologi informasi tersebut.

Selain itu, persoalan lainnya, kata bupati, masyarakat cenderung melihat kesuksesan dari sisi fisik dan infratsruktur saja. Dicontohkan, Lombok Barat berhasil menurunkan angka stunting dari sekitar 38% tahun 2014 menjadi sekitar 23% pada Februari 2020 ini, jauh di bawah rata-rata nasional sekitar 28%. Keberhasilan ini telah mendapat penghargaan nasional dan internasional.

Namun demikian sulit dianggap kesuksesan oleh masayarakat. Demikian juga dengan Lombok Barat yang enam kali berturut-turut mendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), juga SAKIP yang meraih level B dan Gini Ratio Lombok Barat pada posisi yang bagus yaitu 0,285. Semua ini, kata bupati, belum banyak dilihat sebagai keberhasilan.

Era disrupsi merupakan era digital yang telah mendisrupsi cara-cara tradisional. Kondisi ini, merupakan pengaruh dari Revolusi Industri 4.0 yang serba internet (Internet of Things) yg pada umumnya memberikan kemudahan bagi manusia. Dalam hal penggunaan sistem digital, dipaparkan bupati, musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di desa sudah masuk ke sistem sehingga masyarakat bisa mengontrol apakah usulan dari bawah sudah masuk atau tidak.

Selain itu, , Lombok Barat saat ini memiliki 50 aplikasi dengan 10 di antaranya merupakan aplikasi untuk mempercepat pelayanan publik. Sebagai contoh siPECATU atau Sistem Pelayanan Cepat untuk Mengadu) merupakan aplikasi penerimaan aduan masyarakat. Ada juga Jendela Lombok Barat, e-pustu, e-puskesmas, PBB online, TPID online, e-planning, e-budgetting, dan lain-lain.

Selain kondisi yg dipermudah oleh aplikasi -aplikasi tersebut, Lombok Barat pun menghadapi sejumlah tantangan itu antara lain sumber daya aparatur yg melek IT jumlahnya terbatas, kondisi wilayah Lombok Barat yg masih terdapat blank spots, keterbatasan anggaran untuk membuat aplikasi, dan aspek sosial budaya yaitu pendidikan masyarakat yg masih rendah.

Oleh karena itu, tegas bupati, konsep clean dan green government membutuhkan ketersediaan SDM yang handal IT untuk mengelola sistem clean government. SDM ini, sebutnya, belum banyak dimiliki oleh Lombok Barat.

Lombok Barat menargetkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2019-2024, untuk menerapkan Smart City. Hal ini dilakukan dengan mulai memberikan pelayanan online menggunakan berbagai aplikasi. Selain penyebaran informasi melalui Facebook, Instagram, dan Tweeter, dan aplikasi-aplikasi yg ada juga mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Acara ini dibuka oleh Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto dan dihadiri sejumlah civitas akademika UMY dan tidak kurang dari dua ribu mahasiswa dan undangan lainnya.

Selain Bupati Fauzan, sejumlah kepala daerah juga melakukan pemaparan. Di antaranya, Bupati Bantul, Drs H Suharsono, Wakil Bupati Kab Gunung Kidul, Drs H Immawan Wahyudi, Bupati Kulonprogo, Drs H Sutedjo, Bupati Kab Berau, H Muharram, Bapppeda Kab Empat Lawang dan Bappeda Kota Sabang.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan MoU antara Kabupaten Lombok Barat dan UMY terkait dengan kerjasama di bidang pendidikan dan penelitian. (f3)

Bupati Lombok Barat (Lobar), H Fauzan Khalid, S. Ag., M. Si, saat melakukan presentasi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). (istimewa)

ACT Salurkan Paket Bantuan Sekolah bagi Siswa PAUD Al Husna Batukliang

0

HarianNusa.Com, Lombok Tengah – Bencana gempa bumi yang melanda pulau Lombok tahun 2018 silam turut menghancurkan bangunan sekolah PAUD Al Husna, Desa Selebung, Batukliang, Lombok Tengah. Puing-puingnya pun telah dibersihkan yang tersisa hanya tanah kosong.

PAUD Al Husna memiliki 30 siswa dan siswi dengan 2 orang ustadzah yang mengajar. Di tengah keterbatasan pasca bencana gempa, semangat para pengajar tidak pernah surut dalam memberikan pembelajaran pada siswa/siswinya. Terhitung sudah 3 kali PAUD ini berpindah tempat belajar, pertama di tenda sementara, namun banyak siswa yang merasa tidak nyaman karena panas dan akhirnya para siswa tersebut dipindahkan ke bale-bale atau berugak agar siswa/siswi merasa nyaman, akan tetapi terjadi insiden kecil saat proses belajar mengajar dimana seorang siswa terjatuh dari bale-bale tersebut sehingga pengurus Yayasan Almansyuriah memutuskan untuk memindahkan PAUD tersebut di bangunan sekolah sementara milik MTS Almansyuriah, sehingga mereka harus berbagi ruang kelas selama proses belajar.

Mengetahui kondisi tersebut, Sabtu 15 Januari 2020, relawan ACT datang menyambangi PAUD Al Husna untuk memberikan bantuan perlengkapan sekolah kepada 30 siswa/siswi itu. Mereka tampak sangat bahagia ketika mendapatkan tas baru beserta perlengkapan tulis dan menggambar.

Lalu Muhammad Alfian, Kepala cabang ACT NTB mengatakan, ACT masih terus melakukan pembangunan sekolah dan masjid di Palau Lombok yang terdampak gempa bumi beberapa tahun lalu

“ini adalah bagian dari ikhtiar kami dalam program Recovery gempa Lombok yang dirancang oleh ACT. Hampir dua tahun ini kami terus membersamai warga di Pulau Lombok dalam proses recovery, kami dari ACT berharap Lombok segera pulih pasca bencana gempa besar 2018 silam,” ungkapnya dalam rilis yang disampaikan ke media ini, Selasa, (18/02/2020)

Dikatakannya, gempa besar yang melanda Lombok – Sumbawa 2018 silam menyisakan tugas yang belum selesai termasuk dalam pembangunan sarana-prasarana pendidikan di Lombok, bahkan beberapa sekolah yang berstatus swasta banyak yang belum terbangun.

“Alhamdulillah program kemitraan ACT untuk pendampingan PAUD/TK masih berjalan di Lombok Utara dan Lombok Tengah, salah satunya di PAUD AL Husna di Desa Selebung Lombok Tengah. Kami berharap dengan program ini dapat meringankan beban trauma anak-anak Paud di Lombok,” harapnya.

Sementara Yuli Handayani, salah seorang pembina dan pengurus PAUD Al Husna mengungkapkan mereka terus menyemangati siswa dan siswi untuk terms belajar untuk menghilangkan rasa sedih pasca bencana gempa 2018 silam.

“Karena hampir semua bangunan yang dipakai untuk proses belajar mengajar runtuh, jadi kami berupaya bagaimana caranya agar mereka terus belajar dan semangat belajarnya tidak terputus, karena banyak sekali anak-anak yang tidak bersekolah di lingkungan sini karena kendala ekonomi,”!tutur ibu Yuli.

Ia merasa sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh ACT. Menurutnya ini bisa menjadi spirit untuk terus semangat dalam proses kegiatan belajar mengajar.

“Alhamdulillah bantuan perlengkapan sekolah ini memberikan semangat buat siswa/siswi kami dan kami juga sebagai pengajar disini,” pungkasnya. (f3)

.

Kirim Anak Jadi TKW ke Arab Saudi, Seorang Calo TKI Illegal Ditangkap Polisi

HarianNusa.com, Mataram – Tim Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB menangkap seorang calo TKI berinisial NS (35 tahun) asal Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Proses penangkapan dilakukan di Kantor Desa Kediri, Lombok Barat, pada hari Jumat, 14 Februari 2020.

NS diketahui mengirim anak di bawah umur menjadi TKI. Rencananya korban berinisial SR (17 tahun) bersama dua orang temannya akan dikirim ke Arab Saudi dengan iming-iming gaji Rp7 juta dan pesangon Rp3 juta. Selain itu korban juga diimingi ibadah haji atau umrah gratis saat bekerja di Arab Saudi.

“Korban kemudian ditampung di rumah tersangka di Dusun Ledang, Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto kepada awak media saat menggelar rilis, Senin, (17/02/2020) di Mapolda NTB.

Selain korban, di tempat penampungan pelaku terdapat empat korban lainnya. Dua di antaranya juga masih di bawah umur, sehingga diduga akan dikirim secara ilegal.

Kemudian korban SR dibawa ke Jakarta dan dititip di tempat penampungan calon TKI di Jakarta. “Namun karena terlalu lama diberangkatkan ke Arab Saudi, korban merasa tidak betah di Jakarta dan akhirnya dipulangkan dengan pesawat,” jelasnya.

Kasubdit IV Unit PPA Ditreskrimum Polda NTB, Ajun Komisaris Besar Polisi Ni Made Pujewati, mengatakan dua teman korban lainnya berusia 14 dan 15 tahun. Mereka diduga akan diberangkatkan pelaku untuk bekerja di luar negeri.

“Ketika korban dipulangkan kemudian ditampung kembali ternyata ada usia anak 14 dan 15. Diindikasikan dia juga korban,” katanya.

Selain itu, pelaku juga merekrut calon TKI dengan modus meminta TKI dari Arab Saudi untuk merayu korban. Korban diimingi mendapatkan gaji besar.

“Ada juga orang yang diminta di Arab Saudi untuk membujuk rayu. Kebetulan teman dari tiga anak. Karena negara tujuan tertutup indikasi kuat korban TPPO (tindak pidana perdagangan orang),” ujarnya.

Pujewati juga mengungkapkan korban tidak tahan berada di penampungan karena sering dibully calon TKI lainnya.

“Korban dibully dengan bahasa tidak pantas oleh calon tenaga kerja tersebut. Disebut anak nakal karena jauh-jauh sudah ada di Jakarta,” katanya

Atas perbuatannya tersebut NS dikenakan pasal Pasal 6 dan atau Pasal 10 UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Pasal 81 Jo 53 UU RI No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Dengan ancaman hukuman paling singkat 3 (tiga) tahun kurungan dan paling lama 15 (lima belas) tahun kurungan serta pidana denda paling sedikit Rp. 120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah). (f3)

Lalui 14 Hari Observasi, Mahasiswa NTB Dinyatakan Bebas Virus Corona

HarianNusa.com, Mataram – Dinas Kesehatan NTB memastikan hingga kini NTB bebas virus corona. Para mahasiswa yang diobservasi satu per satu sudah bebas masa observasi.

”Tanggal 18 Februari, mahasiswa yang diobservasi dikeluarkan dalam jumlah banyak,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr.Hj Nurhandini Eka Dewi didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB, Gde Aryadi, S.Sos.MH saat menggelar press conference di Posko Waspada Penyebaran Virus Corona di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin (17/02/2020).

Ia menjelaskan bahwa terdapat 29 orang WNI/Mahasiswa yang pulang di luar Negeri (China) yang dilakukan observasi di Graha Mandalika RSUD Provinsi NTB. Termasuk 3 orang yang dievakuasi dari Wuhan oleh pemerintah pusat melalui Natuna.

Dari 29 orang tersebut, kata dr. Eka sapaannya, 9 orang diantaranya telah selesai masa observasi 14 hari sehingga sudah pulang ke keluarga masing-masing. “Mereka semua sehat dan prima”, tegasnya.

Sedangkan 18 orang lainnya, menurut Kadis kesehatan ini, akan dipulangkan dari Graha Mandalika pada tanggal 18 Februari dan 2 orang tanggal 21 Februari 2020, sesuai dengan akhir masa observasinya selama 14 hari sesuai SOP.

Ditanya mengenai kelanjutan kuliah bagi mahasiswa yang dipulangkan tersebut, dr. Eka menjelaskan, meski mereka pulang, namun studinya tetap berlanjut. Mereka yang pulang ke Indonesia tetap menjalani kuliah secara online. ”Mereka tetap belajar sampai di Indonesia,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr.Hj Nurhandini Eka Dewi didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB, Gde Aryadi, S.Sos.MH saat menggelar press conference di Posko Waspada Penyebaran Virus Corona di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin (17/02/2020). (istimewa)
Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr.Hj Nurhandini Eka Dewi didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB, Gde Aryadi, S.Sos.MH saat menggelar press conference di Posko Waspada Penyebaran Virus Corona di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin (17/02/2020). (istimewa)

TRAVEL WARNING KE SINGAPORE

Sejak seminggu lalu, Indonesia telah meningkatkan status kewaspadaan perjalanan (travel warning) ke Singapura menjadi kuning. Artinya warga yang pergi harus berhati-hati. ”Kalau memang sangat penting pergi ke sana, silahkan pergi, tapi lindungi diri,” kata dr Eka.

Sebelum berangkat ke Singapura meraka harus pastikan kondisi fisiknya kuat dan sehat. ”Kemudin pakai masker supaya kita tidak tertular,” imbuhnya.
Dari tiga negara tetangga yang terkena Korona, Singapura, Malaysia, dan Australia. Singapura paling diwaspadai karena intensitas penerbangan langsung warga NTB ke sana cukup tinggi. ”Ini yang perlu kita waspadai,” katanya.

Guna mengantisipasi masuknya virus Korona, pemprov tetap memberlakukan SOP penanganan sesuai standar WHO. Khusus bagi mereka yang datang Singapura, jika mereka batuk pilek tanpa disertai panas akan diawasi. ”Beda dengan Wuhan kemarin, kalau dari Singapura ini kita karantina rumah,” ujarnya.

Hal itu juga sesuai petunjuk dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. ”Kalau dalam keadaan sakit pulang dari sana (Singapura) kita kenakan karantina rumah,” jelasnya.

SOP itu sama dengan perlakuan yang diberikan kepada warga yang pulang umrah dan haji. ”Kalau sakit mereka kita kenakan karantina rumah,” ujarnya. (f3/Diskominfontb).

NTB Capai Pertumbuhan IPM Tercepat Kelima se-Indonesia

0

HarianNusa.com, Mataram – Provinsi NTB mencatat capaian laju pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercepat kelima se indonesia selama tahun 2019. Berdasarkan data yang dirilis BPS, kini posisi IPM NTB terus membaik. Dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, saat ini NTB berada diurutan ke 29 secara nasional. Sedangkan lima provinsi dibawah NTB yaitu meliputi Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, NTT, Papua Barat dan Papua

“Pertumbuhan IPM NTB di tahun 2019 mencapai 1,25 persen. Ini merupakan pertumbuhan tercepat ke lima dibandingkan provinsi lain yang ada di Indonesia,” ungkap Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi NTB, Ir. I Gusti Lanang Putra, saat jumpa press rilis, di Kantor BPS NTB di Mataram, Senin (17/02/2020).

Dijelaskan I Gusti Lanang Putra, IPM Provinsi NTB mengalami peningkatan dari 67,30 di tahun 2018 menjadi 68,14 pada tahun 2019. Ia menegaskan IPM ini masih berada pada kategori capaian sedang.

Disebutkannya, beberapa parameter yang mempengaruhi laju pertumbuhan IPM yang progresif tersebut diantaranya dari dimensi kesehatan yang digambarkan oleh indikator Umur Harapan Hidup. Ia menjelaskan di tahun 2019 umur harapan hidup di Provinsi NTB mencapai 66,28 tahun.

“Indikator ini meningkat sebanyak 0,41 poin dibandingkan tahun 2018,” ucapnya.

Tak hanya itu, I Gusti Lanang Putra juga menerangkan terkait dimensi pendidikan digambarkan oleh indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS)

Diterangkannya, HLS Provinsi NTB di tahun 2019 mencapai 13,48 tahun. Terjadi peningkatan 0,01 poin dibandingkan tahun 2018. Sedangkan RLS nya sebesar 7,27 tahun dan nilai ini meningkat sebanyak 0,24 poin dibanding tahun sebelumnya.

“Dari dimensi hidup layak yang digambarkan oleh indikator Pengeluaran Perkapita yang disesuaikan, capaian Provinsi NTB di tahun 2019 sebesar 10,64 juta rupiah perorang pertahun,” ujarnya.

Indikator ini, kata Lanang Putra, meningkat sebanyak 356 rupiah dibandingkan tahun 2018.

Lanang Putra juga menyebut tiga kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat yang masuk dalam kategori IPM-nya tinggi.

“Dari 10 kabupaten/kota di NTB, Kota Mataram, Kota Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah mamasuki kategori IPM tinggi,” tuturnya. (f3)

Ket. Foto:
Kegiatan Rilis pertumbuhan IPM Provinsi oleh BPS NTB. (istimewa)

 

Yamaha All New XSR 155, Motor Berkonsep Sport Heritage dengan Berbagai Fitur Menarik Resmi Diluncurkan

0

HarianNusa.Com, Mataram – PT Roda Sakti Surya Megah sebagai Main Dealer Sepeda Motor Yamaha area Nusa Tenggara Barat secara resmi meluncurkan motor terbaru Yamaha All New XSR 155.

Peluncuran produk terbaru yang digelar di halaman Parkir Mataram Mall, Sabtu, (15/02) ini dikemas dalam acara Yamaha Weekend Fair. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00-22.00 Wita ini dirangkaian dengan berbagai kegiatan menarik diantaranya, service gratis, kontes motor, fitnes competition, , test ride berhadiah, lomba mewarnai, dance cover competition, hingga diskon spareparts dan Apparel.

Produk terbaru Yamaha All New XSR 155 ini hadir dengan desain motor berkonsep Sport Heritage yang tak lekang oleh waktu, fitur berkendara yang modern dengan performa mesin yang handal dan bertenaga. All new XSR 155 hadir dengan dua pilihan warna elegan, Matte Silver Premium dan Matte Black Elegance dijual dengan harga Rp 38.521.000.- OTR Lombok dengan target penjualan 75-100 unit per bulan untuk wilayah NTB.

Tak hanya itu, Yamaha juga menawarkan pilihan paket aksesoris original untuk modifikasi All New XSR 155. Paket aksesoris ini tersedia dalam tiga pilihan, yaitu Sport Heritage dengan harga Rp 3.120.000, Tracker dengan harga Rp 4.537.000, dan Cafe Racer dengan harga Rp 5.000.000.-.

“Konsumen bisa memilih paket aksesoris sesuai dengan keinginan untuk tampilan berkendara yang lebih unik dan berkarakter” ungkap Budianto, Supervisor Marketing Area NTB, PT Roda Sakti Surya Megah, kepada awak media saat menggelar jump pers di lokasi acara.

All new XSR 115 ini merupakan motor sport dari Yamaha, dengan konsep modern klasik yang di lengkapi fitur-fitur menarik hadir untuk memenuhi antusiasme motor sport yang didominasi konsumen laki-laki yang bergaya hidup dinamis dan memiliki gaya retro serta sporty.

“Perpaduan teknologi mesin yang dimiliki Yamaha All New XSR 155 ini akan memberikan sensasi berkendara yang luar bias,” ungkap Kusnul Faris, Area Marketing Development PT. YIMM.

Tunggu apalagi, ayo segera miliki kendaraan Yamaha All New XSR 155, anda bisa membelinya baik secara cash maupun kredit. Kunjungi dealer-dealer Yamaha terdekat di tempat anda. (f3)

Ket. Foto:
Budianto, Supervisor Marketing Area NTB, PT Roda Sakti Surya Megah Tampak gagah menaiki Yamaha All New XSR 155 bersama Team Yamaha PT Roda Sakti Surya Megah. (HarianNusa.Com/f3)

Mandalika Fashion Carnival Berlangsung Semarak

HarianNusa.com, Lombok Tengah – Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menghadiri event Mandalika Fashion Carnival (MFC) yang merupakan rangkaian kegiatan Festival Pesona Bau Nyale 2020. MFC yang berlangsung Semarak ini digelar di Kota Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (13/2/20).

Dalam sambutannya, Hj.Niken menyampaikan, kegiatan ini sangat baik, karena memberikan ruang bagi kreativitas dan potensi para seniman untuk melestarikan seni budaya lokal, yang tentunya bisa memberi dampak positif bagi Lombok Tengah khususnya dan NTB pada umumnya.

“Rangkaian Festival Pesona Bau Nyale ini adalah salah satu festival di Lombok Tengah, di NTB dan Indonesia yang menjadi kebanggaan masyarakat. Untuk itu mari kita sama-sama mendukung dan mensukseskan kegiatan ini,” ajaknya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri mengatakan, bahwa Bau Nyale telah menjadi satu diantara sepuluh event terbaik di Indonesia yang tetap dilestarikan oleh masyarakat. Sedangkan agenda Mandalika Fashion Carnival ini adalah salah satu dari sekian rangkaian Festival Pesona Bau Nyale yang telah digelar sejak 8 Februari 2020.

Wabup Loteng berharap pada tahun-tahun berikutnya, atraksi budaya yang ditampilkan sekarang ini dapat terus dilestarikan dan dijaga, sehingga kegiatan ini tidak hanya ramai oleh wisatawan lokal tapi juga wisatawan mancanegara.

Seperti diketahui, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Setiap tahun kegiatan ini mampu menarik animo ribuan masyarakat untuk ikut serta meramaikan Fashion Carnival.

MFC tahun ini dibuka dengan tabuh Gendang Beleq oleh Ketua Dekranasda NTB, Ketua Dekranasda Loteng, Hj. Irma Suhaili FT, Duta Besar Venezuela untuk Indonesia Mr. Radames Jesus Gomez Azuaje, Forkopimda, Tokoh Budaya serta masyarakat.

Peserta MFC berasal dari 12 Kecamatan di Lombok Tengah dan antusiasme para peserta patut diberikan apresiasi. (f3/hm)

Sat Pol Airud Lobar Bentuk Timsus untuk Menekan Tindak Pidana Perairan Khususnya Bom Ikan

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Pol Airud) Polres Lombok Barat membentuk team khusus (timsus) untuk menekan tindak pidana perairan khusunya menyangkut penggunaan Bom Ikan di wilayah perairan Lombok Barat.

Kapolres Lombok Barat, AKBP Bagus Satrio Wibowo melalui Kasat Polairud Lobar, Ipda I Gusti Md Suarjaya selalu menekankan untuk terus melakukan penegakan hukum dengan intens melaksanakan giat patroli guna menekan tindak pidana perairan di Wilayah hukum Polres Lobar.

Untuk itu, Kepala Satuan Pol Airud Polres Lombok Barat, Ipda I Gusti Md Suarjaya membentuk team khusus yang diberi
nama team Hiu, guna menekan tindak pidana perairan khususnya bom ikan di wilayah hukum Polres Lobar.

Dalam pergerakannya tim Hiu ini melaksanakan tugasnya dengan mengedepankan cara -cara persuasif, dengan memberikan himbauan agar nelayan tidak menggunakan bahan yang berbahaya seperti handak dan potasium saat melakukan kegiatan menangkap ikan.

"Karena penggunaan handak dan potasium, selain dapat membahayakan jiwa nelayan itu sendiri, juga dapat merusak trumbu karang habitat dan ekosistem laut dari telur ikan sampai biota laut lainnya sehingga tidak bisa dinikmati oleh anak cucu kita kelak," tegasnya.

Dengan tegas Made Suarjaya mengatakan, jika ditemukan masyarkat yang melakukan penangkapan ikan dengan handak dan potasiaum di wilyahnya, maka akan dilakukan tindakan tegas.

"Kami akan usut tuntas hingga pembuat bom atau potasium juga akan dilakukan penegakan hukum guna memberikan efek jera," tegasnya. (f3)

Ket. Foto:
Kasat Polairud Polres Lobar, Ipda I Gusti Md Suarjaya. (istimewa)