Beranda blog Halaman 175

Gubernur dan Kepala BNN NTB Musnahkan 2 Kg BB Narkoba Jenis Sabu

HarianNusa.com, Mataram – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Brigjen.Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, S.H., M.Si beserta jajaran TNI, Polri, dan Kejaksaan melakukan pemusnahan barang bukti (BB) narkoba jenis Sabu seberat 2 kg, di halaman Kantor BNN Provinsi NTB, Kamis (13/2/2020).

Proses pemusnahan disaksikan langsung oleh dua orang tersangka yang telah ditahan pihak BNN. Sebelum dilakukan pemusnahan, terlebih dahulu dilakukan pengujian BB. Hal itu untuk membuktikan keaslian dari BB yang akan dimusnahkan oleh BNN.

Gubernur NTB memberikan apresiasi kepada jajaran BNN yang telah berhasil menggagalkan transaksi narkoba di wilayah NTB, dimana nilainya cukup fantastis. “Kami mengapresiasi BNN yang sudah berhasil menggagalkan transaksi narkoba yang cukup besar ini,” ujarnya.

Gubernur berpesan dan mengajak pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan jajaran BNN NTB agar lebih serius lagi dalam megatasi dan mencegah peredaran narkoba.

Disampaikan Gubernur, saat ini masalah narkoba menjadi salah satu aspirasi dari masyarakat NTB untuk lebih serius dalam penanganannya di tingkat kabupaten hingga desa. Karena masalah peredaran narkoba ini telah mengancam generasi muda di tingkat desa bahkan dusun.

Menurutnya, saat ini penyalahguna narkoba bukan hanya orang yang memiliki kemampuan finansial saja. Namun banyak juga kalangan yang tidak mampu secara keuangan menginginkan atau menyalahgunakan barang haram tersebut.

“Ketika orang miskin mengkonsumsi barang ini, bahayanya tambah meningkat. Mereka bisa melalukan apa saja untuk bisa mendapatkan barang ini,” ucapnya.

Gubernur berharap kepada jajaran BNN NTB, prestasi penangkapan saat ini sebagai langkah awal untuk terus mengantisipasi masalah narkoba hingga ke tingkat desa dan dusun. BNN NTB juga diminta untuk menggandeng tokoh masyarkat dan orang-orang yang mempunyai pengaruh dalam melakukan sosialisasi terhadap pencegahan peredaran narkoba di NTB.

Kepada para tersangka dan masyarakat, Gubernur meminta untuk menjadikan hal ini sebagai sebuah pelajaran berharga, dan masyarakat juga untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap peredaran narkoba di lingkungan sekitarnya.

“Semoga ini menjadi langkah awal untuk menjadikan pemberantasan narkoba di NTB menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Sebelumnya Kepala BNN NTB. Drs. Brigjen Pol Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, S.H., M.Si dalam press rilisnya menjelaskan, pemusnahan barang bukti kasus narkotika jenis sabu itu seberat 2 kg. Sabu tersebut berkualitas bagus dengan nilai Rp 4 miliar.

Dijelaskan Sugianyar, BB Narkoba tersebut merupakan hasil tangkapan Bidang Brantas pada tanggal 4 Januari 2020 di daerah Senggigi. “Ini merupakan hasil tangkapan paling besar dalam sejarah BNN NTB berdiri,” ungkapnya.

Menurutnya, hasil tangkapan 2 kg Sabu tersebut, BNN telah berhasil menyelamatkan 12.000 anak bangsa dari bahaya narkoba.

Tugas BNN NTB dan semua jajaran saat ini bagaimana menekan suplai peredaran narkoba di NTB. Selain itu BNN NTB juga terus melakukan rehabilitasi terhadap korban penyalahgunaan narkoba. Saat ini sebanyak 1.400 yang bisa direhab.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat NTB yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba untuk tidak takut melapor kepada pihak BNN NTB. Karena korban narkoba tidak akan dilakukan penahanan, namun akan direhabilitasi.

“Pengedar dan bandar ancaman hukumannya adalah hukuman mati, sedangkan penyalahgunaan dan korban harus direhab dan diselamati,” jelasnya.

Saat ini BNN NTB sedang mencanangkan pencegahan terhadap penyalagunaan narkoba berbasis masyarakat. Hal ini sejalan dengan program desa bersih dari narkoba (desabersinar). Pada tahun 2020 ini, BNN NTB akan melaunching 10 desa bersinar di NTB yang berada di Bima. Ia berharap hal ini merupakan awal sinergi untuk satu padu antara pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota dengan BNN NTB dalam melakukan pemberantasan peredaran narkoba di NTB. (f3)

“inDriver, Aplikasi Transportasi Online Terbaru Hadir di Mataram”

HarianNusa.com, Mataram – Persaingan bisnis di era disrupsi terbilang baik, karena yang diuntungkan sesungguhnya adalah konsumen itu sendiri. Demikan halnya dengan dunia transportasi online tanah air.

inDriver sebuah aplikasi transportasi online yang berkantor pusat di Mountain View, California, kini hadir dan tersedia di Mataram. Kehadirannya dalam rangka meninjau respon masyarakat akan inovasi terbaru aplikasi transportasi online. Fitur unggulannya yaitu Real Time Deals, membuat penumpang dapat menentukan biaya perjalanannya sendiri. Para mitra yang tergabung juga dapat memilih sendiri perjalanan yang paling menguntungkan dan nyaman. Dengan begitu, penumpang tidak akan merasakan kenaikan harga yang disebabkan oleh jam sibuk, kemacetan lalu lintas, dan banyaknya permintaan. Sekarang, layanan ini digunakan oleh 38 juta pengguna di lebih dari 300 kota di 31 negara.

“Di Mataram, mitra yang terhubung pada aplikasi ini sudah sebanyak 750 pengemudi, dan setiap harinya ada puluhan pengemudi baru yang mendaftarkan diri. Pada tahap awal setelah peluncuran, inDriver tidak akan membebankan biaya komisi kepada mitra terdaftar”, tulis Ryan Rwanda, Manager For Drivers Support, inDriver Indonesia melalui keterangan pers yang dikirim ke redaksi HarianNusa.com

Fitur yang dimiliki inDriver memperbolehkan penumpang untuk mengatur tarif mereka sendiri terkait rute atau destinasi yang menjadi tujuan mereka. Nantinya, pengemudi terdekat akan langsung menerima pemberitahuan melalui aplikasi dan akan ada tiga pilihan yang dapat dipilih sesuai dengan yang mereka inginkan; (1) menerima biaya yang ditetapkan oleh penumpang, (2) mengabaikan tawaran penumpang, dan (3) menawar dengan harga yang lebih tinggi.

Fitur unggulan yang menguntungkan bagi para mitra saat menerima pesanan adalah, mereka tidak secara langsung ditetapkan sebagai pengemudi dari penumpang yang memesan. Begitu penawaran disetujui oleh pengemudi, penumpang dapat memilih pengemudi yang sesuai dengan kategori yang diinginkan seperti tarif yang sesuai, peringkat pengemudi di aplikasi, perkiraan waktu kedatangan atau model kendaraan.

Selain itu, inDriver menawarkan pilihan kepada para pengguna untuk menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman. Penumpang dapat berbagi lokasi GPS dan detail perjalanan secara langsung dari aplikasi dengan orang yang mereka percaya.

Jangkauan area pelayanannya mencakup seluruh daerah pinggiran kota Mataram. Saat ini, pembayaran bisa dilakukan dengan uang tunai, yang memungkinkan dapat mengurangi biaya perjalanan, tidak seperti ketika membayar dengan kartu atm yang mengenakan biaya tambahan.

Minggu ini akan ada penawaran menarik khusus untuk pengguna inDriver. Bagi penumpang yang menggunakan aplikasi inDriver akan mendapatkan potongan harga 20% dari tarif normal. Contohnya, untuk perjalanan dari Mataram Mall ke Taman Mayura, pengguna hanya membayar Rp 11.000 dengan jarak tempuh 1,8 km dan dari Lombok Astoria Hotel ke Lombok Epicentrum Mall Rp 23.000 dengan jarak tempuh 6,4 km.

Aplikasi dapat diunduh di Google Play Store dan AppStore secara gratis. Untuk informasi lebih lanjut silahkan mengunjungi Instagram @inDriver_Indonesia.

Pastikan Keamanan Laut, Kapal Polisi XXI-1008 Satuan Polairud Polres Lobar Sisir Perairan Lombok Barat

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Kapal Polisi XXI-1008 Satuan Polairud Polres Lombok Barat Pangkalan Lembar melakukan giat Patroli menyisir perairan Lembar, Induk, Cemare,Jeranjang dan Batu Layar Lombok. Kegiatan tersebut di laksanakan Selasa (11/02), pukul. 08.30 Wita – selesai.

Sekitar pukul 09:45 wita, pada titik koordinat S 7°42’52.7984″ E 216°1’34.5524″ petugas patroli memeriksa kapal TB & BG PB.MUTIA ANDALAS 7 bermuatan semen curah yang dinahkoda Yanromi Daunasa GT 250 bendera Indonesia. Kapal tersebut bertolak dari Tarjun, Kalimantan Selatan dengan tujuan Lembar, Lombok Barat, dengan jumlah ABK 10 orang.

Setelah dilakukan pemeriksaan baik dokumen barang barang dan kapal, serta crew, kapal tersebut dinyatakan lengkap dan tidak ditemukan pelanggaran.

Kemudian pukul 10.15 wita petugas kembali melanjutkan patroli secara keseluruhan, perairan Lombok Barat masih dalam keadaan aman terkendali. Selanjutnya pukul 13.50 wita kapal patroli sudah bersandar kembali di pangkalan Lembar.

Situasi perairan terpantau aman terkendali dan selanjutnya pukul 13:15 wita, kapal patroli balik dari perairan kepangkalan Lembar.

Kapolres Lombok Barat AKBP. Bagus Satrio Wibowo, SIK., melalui Kasat Pol Airud Ipda I Gusti Md Suarjaya menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya penggunaan handak, potasium ilegal gishing , mining dan people smogling serta memastikan kelengkapan berlayar terhadap kapal.

“Situasi saat giat dilakukan aman terkendali meskipun cuaca mendung dengan angin gelombang landai,” jelasnya. (f3)

Antisipasi Kejahatan Laut, Sat Pol Airud Polres Lombok Barat Lakukan Patroli

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Pangkalan Pos Senggigi dan Pereira Senggigi, Sat Res Lobar melakukan giat patroli Kapal Polisi XXI-2003 Sat Pol Air Res Lobar Pangkalan Pos Senggigi di Pangkalan Pos Senggigi, Selasa (11/02/2020).

Kegiatan dimulai pukul 09:15 Wita, kapal XXI -2003 bertolak dari pangkalan Pos Senggigi pukul 09:50 Wita. Pada titik koordinat S . 08 °29.542″ E . 116°01.336 petugas memeriksa sampan nelayan bernama Saparudin, (32) tahun, berasal dari Ampenan yang berstatus sebagai nelayan pemancing.

Anggota melaksanakan Polmas serta mengimbau agar nelayan selalu menggunakan Life jaket. Dalam pemeriksaan tersebut tidak ditemukan barang-barang atau bahan-bahan terlarang seperti potasium, handak sehingga pengemudi sampan tersebut dipersilahkan melanjutkan kegiatannya.

Pada pukul 11.10 Wita, pada titik koordinat S 08°30.514″ E . 116°01.429°, kapal patroli memeriksa sampan nelayan
atas nama Murtawan, umur 50 tahun, status nelayan pemancing ikan. Pada saat diadakan pemeriksaan terhadap sampan tersebut tidak ditemukan potasium dan handak atau bahan – bahan mencurigakan lainnya. Seperti biasa petugas mengimbau agar selalu menggunakan Lafe Jaket karena mengingat cuaca yang tidak menentu serta selalu berhati-hati, dan akhirnya nelayan tersebut dipersilahkan melanjutkan aktivitas memancing ikannya di sampan tersebut.

Pukul 11.35 wita, situasi perairan terpantau aman terkendali dan selanjutnya kapal patroli kembali dari perairan kepangkalan Pos Senggigi dan pukul 11.55 wita, kapal patroli tiba di Pangkalan Pos Senggigi dengan aman selanjutnya standby.

“Tujuan diadakan Giat Kapal Polisi XXI-2003 oleh Satuan Polairud Polres Lombok Barat ini guna meminimalisir terjadinya penggunaan handak, potasium dan ilegal fishing dan memberikan himbauan kepada nelayan agar tidak mengunakan potasium dan handak karna dapat merusak terumbu karang dan biota laut lainnya,” jelas Kapolres Lombok Barat AKBP. Bagus Satrio Wibowo, S.I.K, melalui Kasat Pol Airud Ipda I Gusti Md Suarjaya.

“Dengan diaadakan giat ini masyarakat nelayan merasa aman dengan kehadiran kapal patroli Sat Pol Airud Polres Lombok Barat. Dengan keadaan cuaca cerah sebagian berawan dengan kecepatan angin 4 – 6 knot gelombong 40-50 cm,” tambahnya. (f3)

Peduli Palestina, Aliansi Kemanusiaan untuk Solidaritas Islam (AKSI) Gelar Aksi di Udayana

0

HarianNusa.Com, Mataram – Gabungan dari Organisasi Mahasiswa, Ormas dan Komunitas se NTB yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan untuk Solidaritas Islam menggelar aksi di Jl.Udayana, Ahad (9/2/20) bertepatan dengan Car Free Day yang dilakukan setiap Minggu pagi. masa aksi yang sudah berkumpul sejak pukul 06.00 WITA di Islamic Center Mataram membawa atribut Palestina dan atribut komunitas/organisasi masing-masing.

Aksi tersebut sebagai reakasi penolakan terhadap deklarasi yang dilaksanakan di Gedung Putih, tanggal 28 Januari 2020, antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bersama Presiden dari negara ilegal Israel, Benjamin Netanyahu yang mengusulkan “Peace to Prosperity” atau “Damai menuju kemakmuran” yang dikenal luas sebagai “Deal of the Century” atau “Kesepakatan Abad Ini” yang dilakukan tanpa melibatkan pihak Palestina.

Adapun isi dari kesepakatan yang dinilai merugikan Palestina tersebut ialah:
1.Al-Quds Menjadi Ibukota Zionis 2.Perbatasan akan dikontrol penuh oleh zionis
3.Pengungsi Palestina tidak boleh memasuki wilayah tertentu
4.Tanah yang sudah diduduki Zionis tidak boleh diambil kembali
5.Palestina tidak boleh punya tentara.

“Itulah beberapa isi kesepakatan yang dibuat secara sepihak oleh Amerika dan Israel,” ungkap Koordinator Aksi Lalu Muhammad Alfian.

Atas dasar kesepakatan tersebut Aliansi Kemanusiaan untuk Solidaritas Islam (AKSI) NTB membuat pernyataan sikap yang berbunyi:
Pertama, deklarasi usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Benjamin Netanyahu adalah kelanjutan dari deklarasi sepihak atau unilateral dan ilegal dari pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel akhir tahun 2017 kemarin. “Deal of the Century” adalah bentuk pemaksaan yang telah mencederai rasa keadilan dunia internasional, melanggar hak asasi manusia rakyat Palestina, dan merusak upaya perdamaian antara Israel dengan Palestina yang selama ini terus dilakukan PBB dan OKI, untuk itu usulan itu wait ditolak oleh seluruh pihak, terutama kaum Muslimin Indonesia yang meyakini bahwa penjajahan harus dihapuskan dan meyakini bahwa Masjid Suci Al Aqsho adalah warisan ummat Islam.

Kedua, mendukung sikap OKI yang menolak tegas pemaksaan dengan dalih “Peace Plan” yang diusulkan Trump dan Netanyahu.

Ketiga, menyerukan seluruh kaum muslimin, seluruh ulama, lembaga-lembaga Islam, lembaga kemanusiaan dan para aktivisnya, untuk melanjutkan aksi penolakan terhadap usulan tersebut. Melanjutkan bantuan apa saja yang bisa diberikan untuk mengembalikan kesucian Baitul Maqdis yang di dalamnya ada Masjid Al Aqsho As Syarif serta kembalinya kemerdekaan Palestina.

Terakhir, Koordinator Aksi Lalu Muhammad Alfian mengimbau ke seluruh rakyat Indonesia agar berdoa untuk kedamaian, khususnya umat Islam agar membaca qunut nazilah dalam tiap shalat fardu.

Ket. Foto:
Aliansi Kemanusiaan untuk Solidaritas Islam (AKSI) menggelar Aksi di Udayana, Minggu, (09/02/0/2020). (istimewa)

Balitbangtan Eksplorasi Bibit Porang di Madiun

0

HarianNusa.com – Saat ini tren permintaan porang di pasar dunia terus meningkat. Alhasil banyak pihak tertarik membudidayakan tanaman yang sedang fenomenal dikalangan pengusaha ini.

Di Indonesia, tanaman porang belum banyak dibudidayakan. Tanaman tersebut tumbuh liar di pekarangan atau di pinggiran hutan dan berkembang biak dari umbi atau biji tanaman sebelumnya.

Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan tanaman porang pada setiap agroekosistemnya, Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) di Malang melakukan karakterisasi dan observasi tanaman porang di Daerah Madiun. Observasi dilakukan di dua desa pada pertengahan Januari 2020 tepatnya di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, dan Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

Pertanaman porang di Desa Klangon umurnya sangat bervariasi karena perbedaan asal bahan tanam yaitu dari bibit terpendam di lahan pada tahun-tahun sebelumnya (umbi bentuk katak, biji) maupun pertanaman baru, yang sengaja ditanam pada musim ini. Overlap umur ini sulit untuk diidentifikasi, bahkan oleh pemilik pertanaman.

Tanaman porang di Desa Klangon, Kecamatan Saradan umumnya ternaungi dengan intensitas cahaya mulai dari rendah hingga sedang. Kondisi tanaman juga cukup baik, meskipun di satu lokasi ditemukan hama ulat dan gejala bercak pada daun.

Selain itu, ditemukan juga pada pinggiran daun berwarna putih dan merah muda serta pada tepi daun bergelombang. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari petani, warna merah muda pada daun akan memudar menjadi putih seiring bertambahnya umur tanaman, demikian juga untuk gelombang pada tepi daun.

Observasi juga dilakukan pada pertanaman porang di lahan terbuka (tanpa naungan) tepatnya di Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan. Bibit porang berasal dari umbi yang biasa disebut katak hasil dari budidaya. Lahan tidak sepenuhnya terbuka, namun tingkat naungan relatif lebih rendah dibandingkan dengan di Klangon.

Petani melakukan budidaya menggunakan mulsa plastik dengan jarak tanam 30-40 cm dalam baris, dan 60 cm antar guludan. Petani memberikan urine sapi pada saat tanam, kemudian tiap 14 hari disemprot dengan pupuk mutiara yang dicairkan dengan dosis 80 kg/1,5 hektare.

Keragaman warna batang, pola bercak batang, warna daun juga ditemukan pada pertanaman di desa ini. Kondisi pertanaman tidak seoptimal di Desa Klangon, namun petani optimis hasil panen umbi tidak lebih rendah dibandingkan hasil panen pertanaman di Desa Klangon.

Pengalaman Pak Warsito, ketua Gapoktan di Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, sudah terbiasa menanam porang di lahan terbuka tanpa naungan seluas 1,25 hektare. Tanaman Porang berasal dari umbi hasil budidaya dengan hasil panen umbi 2-3 kg per tanaman satu musim. Namun, untuk mendapatkan hasil yang optimal Pak Warsito harus menggunakan pupuk Phonska 200 kg pada saat tanam dan 300 kg saat tanaman umur satu bulan. (Uje/RTPH/Balitkabi)

Launching Tanaman Hidroponik, Selly Buktikan Ide Mataram Cemerlang Tidak Hanya Teori

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Hj. Putu Selly Andayani benar-benar serius mewujudkan “Mataram Cemerlang” sesuai jargon yang diusung. Itu dibuktikan saat ia bersama Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika Gadjah Mada (Kafegama) Cabang NTB melaunching tanaman hidroponik di Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Sabtu, 8 Februari 2020.

Selly Andayani yang juga menjadi Ketua Umum Kafegama NTB mengatakan, pertanian hidroponik merupakan sebuah contoh dan solusi pertanian di perkotaan.

“Kafegama NTB hadir memberikan solusi kepada masyarakat perkotaan, dengan cara melatih generasi milenial perkotaan untuk menjadi petani kota. Nah, untuk yang pertama ini kita mulai dari Dasan Cermen,” katanya.

Kadis Perdagangan Provinsi NTB ini, mengatakan kegiatan budidaya pertanian hidroponik merupakan rangkaian dari kegiatan Kafegama Academy, yang telah digelar sejak November 2019 lalu.

“Pelatihan sudah dilaksanakan pada bulan November dan Desember tahun 2019 di Pondok Pesantren Darul Qur’an, Bengkel, Lombok Barat. Para peserta diberikan pelatihan tentang budidaya hidroponik, mulai pemahaman teori dan langsung praktik budidaya hidroponik,” ujarnya.

“Alhamdulillah, hari ini KAFEGAMA NTB melaunching hidroponik percontohan perdananya,” imbuhnya.

Istri anggota DPR RI Dapil NTB, Rachmat Hidayat ini mengatakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cermain Kelurahan Dasan Cermen adalah binaan Kafegama NTB.

“Saat pelatihan atau Kafegama Academy, ada lima generasi milenial Dasan Cermen yang mengikuti pelatihan, mereka tergabung dalam Pokdarwis Cermain,” ujarnya.

Pihaknya berharap pertanian hidroponik di lokasi Pokdarwis Cermain yang menjadi percontohan tersebut, dapat ditiru langsung oleh masyarakat sekitar dan masyarakat Kota Mataram lainnya.

“Selain menjadikan lingkungan asri, budidaya hidroponik juga sangat menguntungkan secara ekonomi. Saat ini saja, Kafegama NTB membina beberapa petani hidroponik dan sudah memiliki pasar yang terjamin, yaitu beberapa hotel dan supermarket,” katanya.

Lebih jauh disampaikan, permintaan harian sayur hidroponik melalui Kafegama NTB saat ini 20 kg per hari, dengan harga rata-rata Rp 20 ribu per kg.

“Untuk yang kita launching hari ini, ada dua instalasi dengan kurang lebih 500 lubang hidroponik. Satu kali panen akan menghasilkan 50 kg sayuran, artinya sekali panen ada pendapatan sebesar Rp 1 juta,” ujarnya.

Turut serta dalam launching hidroponik yang dirangkai dengan kegiatan senam sehat tersebut, Ketua Harian Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) NTB dr. Nurhandini Eka Dewi. Kadis Kesehatan NTB itu mengapresiasi program yang diinisiasi Selly.

“Ini sangat luar biasa. Kami dari Kagama NTB sangat bangga dan patut disyukuri oleh kita semua, apa yang dilakukan teman-teman Kafegama perlu dicontoh oleh kita semua,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Harian Kafegama NTB Supiandi, berkomitmen untuk tetap melakukan pendampingan, kepada masyarakat atau kelompok yang membutuhkan.

“Kami akan terus berkomitmen untuk mendampingi masyarakat agar semakin sejahtera, sejahtera yang ditandai dengan bertambahnya pendapatan. Budidaya hidroponik ini tidak membutuhkan waktu yang lama, jadi bisa dikerjakan tanpa mengganggu pekerjaan utama,” katanya.

Menurutnya, akhir-akhir ini trend menjadi petani kota cukup tinggi, hal itu ditandai dengan tingginya permintaan pendampingan budidaya hidroponik ke Kafegama NTB.

“Beberapa hari ke depan kami sudah memiliki jadwal lebih dari 10 titik pendampingan. Jika ada bapak dan ibu yang ingin kami dampingi menjadi petani kota, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi Kafegama NTB,” ujarnya sembari menambahkan dapat menghubungi kontak personnya 0819.1838.1255.

Ia juga menyampaikan selain menjadi sumber pendapatan baru, hidroponik di Dasan Cermen itu juga akan menjadi tujuan wisata edukasi.

“Ini menambah destinasi sebelumnya yang sudah di-launching, yaitu eduwisata menanam padi, kandang sapi, pembuatan pupuk kompos, kendang ayam, kendang bebek, membuat telur asin, kolam lele, dan membuat abon lele,” katanya.

Hadir dalam kegiatan launching hidroponik dan senam sehat, Sekretaris Umum Kagama NTB Prof. Dr. Ir. Soekardono, Sekertaris Harian KAGAMA NTB Dr. Ir. Satrijo Saloko, Pengurus Karang Taruna Muda Berkarya Dasan Cermen, dan Pokdarwis Cermain serta ratusan masyarakat. (f3/*)

Hadiri Jalan Sehat Perwira NTB, Ketua TP-PKK NTB Ingatkan Pentingnya Bersyukur

HarianNusa.com, Mataram – Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menghdiri kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan oleh DPD Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) NTB di Taman Sangkareang, Kota Mataram, Minggu (9/2/2020) pagi.

Meskipun langit Mataram mendung dan gerimis, namun Hj. Niken tetap bersemangat melepas peserta jalan sehat pagi itu.

Pada kesempatan itu Hj. Niken menyampaikan apresiasinya terhadap DPD Perwira NTB atas terselenggaranya acara tersebut.

“Saya mengapresiasi atas terselenggaranya giat ini. Selain sebagai penggairah dari produk-produk UKM kita, ini juga merupakan penggairah perekonomian di Kota Mataram,” jelas Bunda Niken, sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan itu ia tidak lupa mengingatkan pentingnya bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan.

“Saya pikir hujan bukan halangan, karena hujan merupakan nikmat dan berkah. Maka kita harus bersyukur masih diberi nikmat dan curahan kasih sayang dari Tuhan Yang Maha Esa,” sambungnya

Ia mengatakan bahwa semangat para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan sebuah perwujudan dari dukungan kita semua terhadap UKM serta membangkitkan perekonomian di daerah ini.

“Semoga acaranya sukses dan kita semua mendapatkan manfaat, manfaat kesehatan, manfaat ekonomi, dan keberkahan bagi umat,” harapnya

Sementara itu Ketua Perwira NTB Rohania Hermawati menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasinya kepada Bunda Niken yang telah berkesempatan hadir dalam kegiatan ini.

“Hal ini membuktikan TP-PKK sangat peduli tentang perkembangan UKM yang ada di Kota Mataram,” ungkap ketua DPD Perwira NTB mengawali sambutannya.

Tidak hanya jalan sehat, kegiatan ini juga dirangkai dengan launching produk Perwira NTB Bummas (Badan Usaha Milik Masyarakat) dan menyedian berbagai stand dari UKM UKM di Kota Mataram. (f3)

Kepada Raja Pemecutan Bali, Habib Salim Segaf Cerita Soal Menyetujui Proposal Ternak Babi

HarianNusa.com, Denpasar — Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al Jufri berbincang akrab saat disambut Raja Pemecutan Bali Ida Tjokorda Pemecutan XI di Puri Pemecutan, Denpasar , Bali, Jumat (7/2/2020).

Habib Salim menyambut baik keramahan dan keakraban yang ditunjukkan Ida Tjokorda kepada delegasi PKS. Habib Salim mengatakan memang ada orang yang pertama bertemu tapi seolah-olah sudah mengenal lama.

“Alhamdulillah kita silaturahim Pak Ida Tjokorda bisa mencurahkan curhatnya dengan kita secara akrab. Ini baru pertama bertemu tapi seperti lama kenal,” papar Habib Salim Segaf.

Habib Salim Segaf kemudian mengatakan kepada Ida Tjokorda jika kader PKS yang menjadi pejabat publik adalah resmi milik masyarakat bukan lagi milik partai.

“Pejabat publik dari PKS adalah pelayan semua menjadi milik bangsa apapun sukunya, agamanya,” ujar dia.

Habib Salim pun mengisahkan pengalamannya saat menjadi Menteri Sosial sempat diuji oleh masyarakat Bali.

Mengetahui dirinya dari PKS, kelompok masyarakat mengajukan proposal peternakan babi.

“Mereka mungkin mengira pasti tidak dikabulkan. Tapi setelah saya pelajari ternyata bisa menambah penghidupan bagi mereka. Bisa mensejahterakan. Kemudian saat setujui, mereka kaget juga saya setuju,” ujar dia.

Kemudian, ujar Habib Salim Segaf, ia memberikan syarat agar tahun depan peternakan babi di Bali bisa berkembang dan dia akan meninjau langsung.

“Akhirnya benar saya datang berkembang itu ternak babinya,” papar dia.

Habib Salim mengatakan dengan kejadian ini masyarakat paham jika perbedaan kemudian tidak lantas saling membenci apapun sukunya.

“Islam mengatakan Rahmat bagi seluruh alam. Segala hal terkait binatang dan pohon kita pun harus santun. Kita hidup di sini dilahirkan di Indonesia kenapa harus saling membenci,” papar Habib Salim diiringi anggukan setuju Raja Pemecutan XI.

Raja Pamecutan XI Bali: Puri Kami Menerima Cahaya dengan Datangnya Habib Salim Segaf

HarianNusa.com, Denpasar — Raja Pemecutan Bali Ida Tjokorda Pamecutan XI menerima dengan hangat silaturahim Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al Jufri di kediamannya Puri Pemecutan, Denpasar, Jumat (7/2/2020).

Ida Tjokorda menyebut kedatangan Habib Salim ke kediamannya ibarat purinya menerima cahaya.

Secara khusus, Ida Tjokorda menyebut jika ia dan umat Islam memiliki leluhur yang sama.

“Kedatangan Habib Salim ini Puri saya menerima cahaya. Saya tidak jauh dengan Muslim karena leluhur kami sama,” papar Ida Tjokorda sembari duduk akrab dengan Habib Salim Segaf.

Ida Tjokorda bahkan menceritakan leluhur kerajaan Pemecutan ada yang Muslim. Ia pun menyebut hampir semua masjid di Denpasar adalah dari tanah wakaf keluarga Pemecutan.

“Saya kalau menikah sama Muslim mungkin juga jadi Muslim,” katanya dengan gaya santai disambut senyum dan tawa pengurus DPP dan DPW PKS Bali yang mendampingi Habib Salim Segaf.

Ida Tjokorda menolak jika Muslim diidentikkan dengan anti-Pancasila. Menurutnya jika ada kelompok yang melakukan perlawanan terhadap sistem bukan karena ideologinya melainkan kemiskinan dan kebodohan.

“Orang melawan karena dia tidak bisa makan, tidak punya rumah, tidak bisa sekolahkan anak, tidak punya akses pekerjaan. Itu akibat kemiskinan dan kebodohan, PKS punya PR menyelesaikan itu,” papar Ida.

Ia pun berpesan agar PKS memiliki wakil rakyat di setiap kabupaten/kota dan provinsi di Bali. Sebab dengan memiliki banyak wakil rakyat maka akan lebih mudah dalam mensejahterakan masyarakat.