Beranda blog Halaman 203

Badan Riset dan SDM Lakukan Workshop International IUU Fishing

0

HarianNusa.com, Jakarta, 22 Juli 2019 – Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) bersama Satgas 115 menyelenggarakan The High Level Panel (HLP) Workshop International on IUU Fishing and Organized Crimes in the Fishing Industry, pada 22 – 23 Juli 2019 di Ballroom Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gedung Mina Bahari III, Jakarta.

Kegiatan ini merupakan wadah para pemimpin dunia yang berkomitmen untuk mengembangkan dan mendukung solusi untuk kesehatan dan kekayaan laut dalam hal kebijakan, tata kelola, teknologi, dan keuangan.

HLP memprakarsai pengembangan serangkaian blue papers (BP) yang akan merangkum ilmu pengetahuan terbaru, mengintegrasikan pemikiran modern tentang solusi laut yang inovatif dan fokus pada implikasi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial negara-negara berkembang. Dua Blue Papers yang dibahas selama lokakarya ini adalah Blue Paper 15 on Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing dan Blue Paper 16 on Transnational Organized Crime in Fisheries.

Sebelumnya, Kepala BRSDM Sjarief Widjaja menjadi salah satu delegasi Indonesia yang menghadiri pertemuan Kelompok Ahli Panel Tingkat Tinggi (PTT) untuk Ekonomi Laut Berkelanjutan di Abu Dhabi pada Minggu, 3 Maret 2019. Di mana produk akhir PTT adalah summary of recommendations, scientific synthesis report, dan blue papers (BP).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BRSDM didaulat menjadi lead author atau penulis utama pada blue paper No. 15 mengenai Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing and Select Security Issues of Concern, dan menjadi kontributor pada penulisan blue paper No. 11 mengenai The Relationship between Humans and Their Ocean Planet dan No. 14 mengenai Holistic Ocean Management.

Blue Paper 15 Indonesia membahas mengenai beberapa modus operandi praktek IUU fishing di wilayah ZEE maupun laut lepas, kelemahan sistem yang secara tidak langsung mendukung praktek IUU Fishing, solusi untuk membenahi pengelolaan laut agar terbebas dari praktek IUU fishing. Modus operandi tersebut termasuk transshipment at-sea alias alih muat kapal di laut, penggunaan flags of convenience di laut lepas untuk menghindari pemantauan dan penegakan hukum, dan ports of convenience untuk menghindari inspeksi yang ketat.

Selain itu, BP 15 membahas mengenai permasalahan lainnya yang mengancam keamanan maritim, seperti tindak pidana penyelundupan secara ilegal, perdagangan orang, perbudakan, dan pembajakan.

“Pembenahan pengelolaan laut dunia dapat dilakukan melalui pembentukan norma dasar yang diterima secara internasional, optimalisasi peran institusi/organisasi internasional, dan pembentukan jaringan permanen dalam penanganan kasus untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama antarnegara dan dengan institusi internasional yang ada,” tegas Kepala BRSDM Sjarief Widjaja.

Pada BP 16, Indonesia membahas mengenai kejahatan transnasional atau yang biasa disebut kejahatan terorganisasi transnasional (transnational organized crime). Hal tersebut merupakan tindak kejahatan yang terorganisasi yang terjadi lintas perbatasan negara dan melibatkan kelompok atau jaringan yang bekerja di lebih dari satu negara untuk merencanakan dan melaksanakan bisnis illegal, oleh karena itulah kejahatan transnasional juga terkadang disebut sebagai kejahatan lintas negara.

“Kejahatan perikanan berkembang menjadi kejahatan transnasional yang sangat serius dan terorganisir. Banyak pihak yang melakukan kejahatan pencurian ikan terlibat dalam aktivitas kejahatan transnasional terorganisir lain, seperti pencucian uang, suap, penyelundupan narkoba, penyelundupan senjata, perdagangan orang, kerja paksa, kejahatan perpajakan, penyelundupan barang, dan sebagainya. Memerangi kejahatan transnasional yang terorganisasir tentu tidak dapat dilakukan satu negara saja dan perlu dilaksanakan melalui kerja sama internasional,” ucap Sjarief.

Melalui HLP, diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi untuk membangun pemahaman bersama tentang keadaan ekonomi dan ekologi Kelautan saat ini dan masa depan yang potensial dan menghasilkan kebijakan, tata kelola, teknologi, serta solusi investasi yang bertujuan mempercepat terwujudnya Ekonomi Kelautan yang berkelanjutan.

Hadir sebagai pembicara dalam HLP, Mari Elka Pangestu (Co-chair of the High Level Panel for a Sustainable Ocean Economy Expert Group); Hassan Wirajuda (Co-Lead Author of Blue Paper 15 on IUU Fishing and Associated Drivers); Tony Long (Global Fishing Watch and Co-Lead Author of Blue Paper 15 on IUU Fishing and Associated Drivers); Achmad Santosa (Co-Lead Author of Blue Paper 16 on Organized Crimes Associated with Fisheries); Peter Horn (PEW Charitable Trust); Peter Hammardstedt (Sea Sheperd); Marco Fais (INTERPOL); serta Nelson Bosch (IOM).

Pemilihan Putri Cilinaya 2019 Ajang Promosikan Pariwisata Lombok Utara

0

HarianNusa.Com – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Pariwisata, menggelar kontes pemilihan Putri Cilinaya 2019, bertempat di Lapangan Umum Tioq Tata Tunaq Tanjung, Minggu (21/7) malam.

10 kontestan yang lolos pada seleksi awal, akan berkompetisi kembali untuk menjadi yang terbaik di malam grand final Pemilihan Putri Cilinaya Lombok Utara tahun 2019.

Malam pagelaran pemilihan Putri Cilinaya Lombok Utara tahun 2019 tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, turut pula hadir dalam kesempatan itu Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH., Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Utara Vidi Eka Kusuma, S.IP. MM, dan kepala OPD lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara.

Vidi Eka Kusuma, S.IP. MM selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Utara menyatakan bahwa pemilihan Putri Pariwisata Dayan Gunung yaitu Putri Cilinaya itu merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam rangka aktif mempromosikan wisata di Kabupaten Lombok Utara

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan bahwa berdasarkan penelitian Prof. Dr. H. Mahsun, MS, selaku Dosen di Universitas Mataram, Ia mengatakan bahwa dari segi bahasa, warga Kabupaten Lombok Utara menunjukkan pendirian yang sangat kuat.

“Kata “e” tidak bisa terpengaruh tetap mengatakan “a”,” ungkap Bupati.

H. Najmul Akhyar menegaskan bahwa ada satu hal yang penting dalam konteks pemilihan Putri Cilinaya Lombok Utara tersebut yaitu dari sisi brain atau pemikirannya, selain dari sisi yang lain seperti penampilan, kesopanan, dan karakter para kontestan.

“Diantaranya yang penting itu adalah para Putri Pariwisata yang nantinya akan terpilih, kita harus bisa yakinkan mereka menguasai hal-hal yang berkaitan dengan adat budaya masyarakat Lombok Utara,” ungkap Bupati.

Bupati berharap, melalui pemilihan Putri Cilinaya Lombok Utara tahun 2019 tersebut seluruh karakter positif dapat diwariskan kepada generasi muda Lombok Utara sehingga pada hari ulang tahun Kabupaten Lombok Utara yang Ke-11 saat ini, semua masih tetap bisa menyatakan diri bahwa kita “Bangga Menjadi Masyarakat Lombok Utara”. (f3)

Taupik Hidayat Kembali Pimpin KNPI Lotim 2019 – 2022.

0

HarianNusa.Com – Taupik Hidayat secara aklamasi kembali terpilih memimpin DPD KNPI Lombok Timur. Pemilihan tersebut dilakukan pada Musda DPD KNPI Lotim yang digelar di Hotel Pondok Bambu Sekarteja, Sabtu, (20/7/19).

Forum yang dihadiri oleh Perwakilan Pemuda di Lombok Timur, baik dari unsur Pengurus Kecamatan, Pengurus DPD KNPI LOTIM dan DPD KNPI NTB

MUSDA DPD KNPI LOTIM itu sepakat
meminta Taupik Hidayat untuk memimpin kembali KNPI LOTIM periode
2019 – 2022.

“Peserta MUSDA Sepakat untuk meminta TAUPIK HIDAYAT, sebagai ketua,” ucap Mastur sekretaris pelaksana MUSDA KNPI Lotim.

Menurutnya, ini tentu tidak sembarangan, peserta MUSDA sudah tau bagaimana Perjuangan Taupik Hidayat dalam memimpin KNPI LOTIM selama 3 tahun terakhir ini. Ia mengatakan, ditengah kelesuan kaderisasi organisasi dan minimnya perhatian pemerintah daerah dulunya, KNPI tidak memiliki anggaran di pemda sehingga praktis KNPI dibawah pimpinan Taupik Hidayat berjuang secara swadaya untuk survive

“Mungkin inilah salah satu pijakan para peserta MUSDA sehingga kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan KNPI LOTIM kepada saudara Taupik Hidayat,” ujar pria berambut gondrong itu.

Ditemui terpisah di Selong, Taupik menyampaikan ucapan terimakasih terhadap amanat yang diberikan oleh para peserta MUSDA itu. Dia mengakui sejatinya memberikan kesempatan kepada anggota lainnya untuk menggantikannya.

“Namun ternyata teman teman ini masih menginginkan saya berjuang bersama mereka, dan ini saya maknai sebagai cara kawan mencintai kawannya sehingga saya menerima amanat ini,” ungkapnya.

Secara pribadi Taufik mengucapkan terima kasih kepada segenap peserta MUSDA, kawan kawan OKP, PK, DPD KNPI LOTIM dan DPD KNPI NTB yang sudah mensukseskan terselenggaranya MUSDA KNPI yang kemarin.

“Walaupun banyak kekurangan dan kekeliruan, saya menyadari bahwa tidak ada yang sempurna sehingga melalui media ini saya menyampaikan mohon maaf kepada para peserta MUSDA DPD KNPI LOTIM jika ada yang tidak berkenan,” ujarnya.

Selain itu juga, bahwa dengan amanat yang baru ini, ia mengajak kepada semua element OKP, PK dan Komunitas Pemuda yang ada di Lombok Timur untuk bersama-sama berjuang di Kepengurusan DPD KNPI LOTIM periode 2019 – 2022.

“Ayo kita majukan Pemuda Lombok Timur. Saya yakin dibawah kepemimpinan Bapak Bupati H. Sukiman dan Wakil Bupati H. Rumaksi, pemuda Lombok Timur akan lebih diperhatikan sehingga dapat menjadi penopang pembangunan di desa,” ajaknya.

“Kami yakin, sinergitas antara DPD KNPI LOTIM dan PEMERINTAH DAERAH adalah kunci sukses pembangunan pemuda Lombok Timur menuju terciptanya masyarakat yang adil, sejahtera dan aman,” pungkasnya. (f3)

Ket. Foto:
Taupik Hidayat Ketua KNPI Lombok Timur. (istimewa)

Kembalikan Fungsi Lahan Parkir, Satpol PP Lombok Barat Tertibkan Pedagang Pasar Gunung Sari

0

HarianNusa.Com – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Barat, melakukan penertiban terhadap puluhan pedagang di Pasar Gunungsari, Senin (22/7/19).

Penertiban tersebut dilakukan lantaran para pedagang tersebut berjualan di lahan parkir, sehingga menyebabkan terganggunya mobilitas di kawasan tersebut. Keberadaan mereka juga dikeluhkan para pedagang lama dan masyarakat pengguna pasar.

Kepala Dinas Satpol PP Lombok Barat, Mahnan mengungkapkan, penertiban ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi lahan parkir yang separuhnya digunakan para pedagang untuk berjualan.

Didampingi Camat Gunungsari Mudasir, jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan Lombok Barat, dan Kepala Pasar Gunungsari, puluhan personil Satpol PP sudah mulai melakukan penertiban sejak pukul 06.00 Wita

“Para pedagang kita imbau agar membongkar sendiri lapaknya sambil membersihkan barang dagangan mereka. Kita beri waktu sampai jam 11 untuk mereka pindah karena sekarang mereka masih berjualan,” kata Mahnan saat ditemui di lokasi.

Sementara itu Camat Gunungsari, Mudasir, saat ditemui di pasar mengatakan sebelum dilakukan eksekusi penertiban, pihaknya sudah menginformasikan para pedagang supaya mereka membongkar lapak dagangan mereka sendiri.

“Bahan yang dibongkar nanti bisa dimanfaatkan kembali ke stand belakang pasar yang masih kosong ditempati, jika tidak dilakukan maka kita lakukan pembongkaran setelah selesai berjualan,” ujarnya.

“Kita berharap penertiban ini bisa berjalan lancar dan komitmen dari pemda beserta OPD terkait yakni Dinas PU agar jalan penghubung menuju pasar segera diselesaikan pembangunannya sebelum musim penghujan datang,” lanjutnya.

Di tempat terpisah, Kepala Pasar Gunungsari Opik menjelaskan ada sekitar 400 pedagang yang jualan di dalam pasar Gunungsari.

“Tapi yang jualan di lahan parkir sekitar lima puluhan pedagang, dan itu pedagang lokal semua,” jelasnya.

Opik menambahkan, usai penertiban para pedagang diharapkan dapat kembali berjualan di dalam pasar, di tempat yang sudah disiapkan. Pihak kecamatan juga sudah menimbun pasar yang digenangi air supaya tidak banjir lagi. (f3)

Pemkab Lobar Ajak Semua Pihak Jaga Kearifan Lokal Agar Tidak Punah

0

HarianNusa.Com – Kearifan lokal di Kabupaten Lombok Barat cukup banyak dan beragam, mulai dari seni budaya, tradisi hingga kuliner. Budaya yang menjadi kearifan lokal Kabupaten Lombok Barat yang menjadi kekayaan dan khazanah budaya perlu dijaga dan dilestarikan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) terus berupaya menjaga kearifan lokal seni dan budaya agar tidak punah tergerus oleh perubahan zaman. Salah satunya dengan menggelar pagelaran seni budaya Peresean dan Pepaosan.

Pepaosan merupakan tradisi pembacaan daun lontar yang bertuliskan huruf jawa kuno dan memiliki arti. Biasanya tulisan tersebut berisi tentang riwayat Nabi dan para sahabat Nabi yang dibacakan oleh beberapa orang diantaranya yaitu pemaos (penembang) kemudian penerjemah dan pendukung. Mereka membaca riwayat dengan menggunakan nada yang merdu dan sangat khas. Pepaosan dibacakan setiap acara-acara besar keagamaan, khitanan bayi ataupun acara adat sakral lainnya. Keberadaan pemaos (penembang) sendiri saat ini sudah berkurang karena kurang ketertarikannya anak muda saat ini untuk belajar menembang atau menjadi pemaos. Melalui pagelaran ini diharapkan para generasi muda menjadi tertarik dan dapat berkecimpung melestarikan tradisi ini.

Berbeda dengan pepaosan, seni Peresean memang masih sering dijumpai di masyarakat. Tidak sedikit masyarakat Lombok rutin menggelar seni tarung yang sudah menjadi ikon Lombok ini.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid saat membuka pagelaran perdana di Gedung Budaya Narmada, Minggu (21/7/19) menyampaikan, pagelaran Pepaosan dan Peresan ini rencananya akan rutin digelar setiap hari Sabtu dan Minggu setiap minggunya.

Pagelaran Pepaosan akan digelar di tiga titik yakni di Senggigi, Taman Kota Gerung, dan Taman Narmada. Sedangkan untuk Peresean akan digelar di Gedung Budaya Narmada mulai pukul 15.00 – 17.00 Wita.

“Saya sangat menyambut baik dibukanya kegiatan seni dan budaya Pepaosan dan Peresean milik masyarakat suku Sasak ini. Kita mengajak semua pihak untuk bersama bersinergi menjaga kearifan lokal,” katanya dalam rilis yang disampaikan Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Lombok Barat, Senin (22/7/19).

“Dengan adanya kegiatan ini, apalagi digelar secara rutin, kita yakin tidak hanya menghidupkan pelaku budaya dan seni tetapi juga berdampak secara materil menghidupkan ekonomi masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Dikbud Lombok Barat, Hendrayadi optimis kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan ini mampu menampilkan lebih banyak seni budaya kedepannya. Ia berharap seni budaya yang ditampilkan dapat menjadi ilmu yang diajarkan di sekolah, karena menurutnya seni budaya tidak hanya untuk orang dewasa saja.

“Kedepan tidak hanya Peresean dan Pepaosan yang akan kita tampilkan tapi semua jenis seni termasuk Gandrung,” pungkas Hendrayadi. (f3)

Yuk ke Ampenan, Ada Taman Bunga Ala Jepang

HarianNusa.com – Taman bunga ala Negeri Sakura hadir di Lombok. Aneka bunga dan spot foto ala Jepang dapat dijumpai di Kebon Talo, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Pihak pengelola sengaja mendesain konsep taman bunga layaknya di Jepang. Aneka bunga dapat ditemui, tidak terkecuali bunga sakura. Namun sayangnya, untuk bunga sakura berbahan plastik, berbeda dengan bunga lainnya.

Tidak hanya itu, spot foto didesain bertuliskan bahasa Jepang, yang membuat banyak pengunjung berswafoto di sana.

Wahana permainan seperti ayunan dan kantin dalam taman juga dapat ditemui di lokasi bernama Taman Sosmed tersebut.

Hanya membayar Rp5 ribu, pengunjung dapat menikmati taman sampai puas. Melihat aneka bunga dan hiasan puluhan kincir angin.

Pengelola Taman, Raih Anugerah, mengatakan awal taman itu berdiri berangkat dari kecintaannya pada bunga.

“Kita enggak nyangka sampai banyak yang tahu, karena kan konsep Jepang ini muncul spontan,” ujarnya.

Dia mengatakan akan memperluas taman tersebut dengan menambah aneka bunga.

Sebelumnya, taman bunga miliknya viral di Instagram. Banyak pengunjung mengabadikan dan memviralkan di media sosial. Kini taman tersebut selalu ramai dikunjungi. (sat)

Badan Riset dan Pemkab Magetan Tebar Ikan Dewa

HarianNusa.com, Magetan – Dalam rangka mengawal misi kesejahteraan masyarakat kelautan perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan penebaran kembali (restocking) ikan, khususnya ikan lokal yang saat ini telah mengalami penurunan populasi di beberapa lokasi. Salah satu lokasi penebaran yakni Telaga Sarangan dan dibudidayakan di Balai Benih Ikan (BBI) kabupaten Magetan, pada 20 Juli 2019.

Ikan yang ditebar adalah Ikan Dewa (Tor Soro). Ikan dewa merupakan ikan omnivora yang saat besar berada di telaga atau danau dan saat akan menetaskan telurnya menuju sungai yang mempunyai alirannya cukup deras. Ikan ini sudah berhasil dibudidayakan oleh satker BRSDM yaitu Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar (BRPBAT) Bogor melalui teknologi perbenihan di Kecamatan Cijeruk Bogor.

“Jenis ikan ini sudah menjadi ikan budidaya hasil domestikasi sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No.66 Tahun 2011, sebagai upaya menambah jenis ikan budidaya bernilai ekonomis tinggi dan konservasi eks-situ dari ancaman kepunahan akibat eksploitasi penangkapan berlebih,” jelas Kepala BRSDM Sjarief Widjaja.

Penebaran benih Ikan Dewa di Telaga Sarangan merupakan salah satu rangkaian Acara Gebyar Peternakan dan Perikanan Tahun 2019 yang diselenggarakan Dinas Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Magetan. Telaga Sarangan dipilih sebagai tempat restocking ikan karena telaga ini mempunyai luasan sekitar 30 hektare dengan kedalaman 28 meter, yang sangat cocok bagi kelangsungan hidup ikan Dewa di alam. Selain untuk menambah daya tarik wisata, Telaga Sarangan juga difungsikan sebagai konservasi karena Ikan Dewa adalah spesies asli Indonesia yang hampir punah.

“Ini merupakan wujud sinergitas BRSDM dalam merencanakan dan melaksanakan pembangungan yang berkomitmen untuk memulihkan habitat sumberdaya ikan melalui program restocking ikan di perairan umum dan daratan sebagai upaya memperbaiki lingkungan fisik perairan umum yang telah mengalami degradasi dan eksplotasi secara berlebihan serta tidak bertanggungjawab,” tutur Sjarief.

Kegiatan penebaran benih Ikan Dewa terlaksana sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) Rencana Kerja antara Pusat Riset Perikanan BRSDM dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan melalui Program Sinergitas Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan (S3P), yang ditandatangani pada 20 Juli 2019. Dengan sinergi ini juga, SKPD terkait seperti Dinas Pariwisata dan Budaya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Dinas Pendidikan berkolaborasi menindaklanjuti terobosan tersebut.

“BRSDM dan Pemerintah Kabupaten Magetan telah bertekad, bukan hanya sekedar mengkaji atau meneliti, namun lebih utama adalah memperbaiki habitat sumberdaya ikan dalam kurun waktu tertentu yang akan terasakan manfaatnya hingga berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” tegas Sjarief.

Hal senada disampaikan oleh Bupati Magetan Suprawoto. Pihaknya mendorong masyarakat Magetan untuk bersama-sama menyukseskan program pemerintah pusat dan daerah di bidang kelautan dan perikanan. “Kepada masyarakat Magetan saya sangat mengharapkan untuk ikut berperan aktif dalam upaya mendukung kinerja pemerintah pusat dan daerah dengan tidak merusak atau mengganggu ekosistem yang telah berjalan serta ikut menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Melihat antusiasnya masyarakat Magetan ikut serta dalam pengembangan pembangunan bidang peternakan dan perikanan, hal ini membuktikan bahwa telah terjadi pergeseran pada masyarakat yang selama ini peternakan dan perikanan hanya menjadi usaha sampingan saja sudah mulai berkembang menjadi usaha pokok,” tutur Bupati Magetan Suprawoto.

Total benih ikan yang ditebarkan ke dalam telaga sebanyak 15 ribu benih, di mana 10 ribu ditebarkan di Telaga Sarangan dan 5 ribu benih dibesarkan di beberapa balai benih ikan di Magetan. Setelah satu tahun, ikan dewa untuk siap di konsumsi sebagai komoditas unggulan kabupaten Magetan.

Ikan Dewa merupakan salah satu jenis ikan yang ke depannya mempunyai nilai ekonomi tinggi. Di usia tebar 6 bulan dengan panjang 6 – 9 cm, ikan dewa bernilai Rp 5.000 per ekor. Sementara ikan tersebut dapat tumbuh hingga panjang maksimun 70 cm, dengan berat 12 Kilogram.

Upaya benih ikan dewa yang dibesarkan di Telaga Sarangan juga mempunyai sasaran untuk memadukan riset pembenihan dan riset pemulihan habitat ikan dewa yang dikemas dalam suatu turnamen Mancing internasional Ikan Dewa yang diproyeksikan tahun 2020. Dengan terobosan ini diharapkan dapat membawa Magetan ke kancah internasional melalui pemanfaatan hasil riset perikanan budidaya untuk kebutuhan pariwisata dan konservasi.

Pada Acara Gebyar Peternakan dan Perikanan Tahun 2019, juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepakatan Sinergitas Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan antara BRSDM dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur tentang Pengembangan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Magetan. Tujuan Nota Kesepakatan ini untuk meningkaatkan perekonomian masyarakat kelautan dan perikanan di Kabupaten Magetan.

Hadir pada acara ini, Wakil Bupati Magetan, Anggota Forkopimda, Ketua DPRD, Wakil Ketua dan Ketua Komisi B, Sekdakab Magetan, Dirjen PKH Kementerian Pertanian, Dirjen PSP Kementerian Pertanian RI, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur; Direktur Poltek Kelautan dan Perikanan, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Opd Se-Kabupaten Magetan, serta para petani ternak dan nelayan setempat.

ACT Berikan Bantuan ke Ratusan Kepala Keluarga Korban Gempa Maluku Utara

HarianNusa.Com, Halmahera Selatan – Gempa bumi berkekuatan 7,2 SR melanda Halmahera Selatan, Maluku Utara hingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa. Melalui surat keputusan yang diterbitkan, Bupati Halmahera Selatan menetapkan status tanggap darurat penanggulangan bencana selama tujuh hari, sejak Senin (15/7) hingga Minggu (21/7).

Merespon situasi darurat tersebut, ACT telah mendistribusikan kepada 300 KK di Desa Mafa. Kec. Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara berupa air mineral, kebutuhan pokok sehari-hari, alat mandi, peralatan tidur, kebutuhan sanitasi, dan lain-lain.

Menurut pantauan tim ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia Maluku Utara (MRI Malut), “Hanya beberapa warga yang terlihat beraktivitas di kampung ini karena sebagian besar sudah mengungsi di daerah gunung,” lapor Surachman Manan dari tim MRI Malut.

Anggota Dinas Kesehatan Halmahera Selatan Rachmat Junaidy menambahkan, air bersih menjadi kebutuhan mendesak korban gempa. “Setelah gempa, sumber air bersih warga tidak lagi ada. Air menjadi keruh,” terang Rachmat.

Tidak hanya kelangkaian air bersih, makanan siap santap, selimut, perlengkapan bayi, dan kebutuhan sanitasi menjadi kebutuhan mendesak korban saat ini. Akses ke sejumlah lokasi terdampak pun cukup sulit. Tidak jarang, untuk menjangkau desa tertentu, para relawan dan petugas kesehatan harus menggunakan kapal cepat. “Butuh bahan bakar yang cukup untuk menuju desa-desa itu. Sedangkan, bahan bakar lebih banyak tersedia di kota,” lanjut Rachmat.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menjauhi bangunan retak karena dikhawatirkan ambruk bila terjadi gempa susulan.

“Masyarakat sebaiknya bila rumahnya sudah retak, sudah rusak, jangan dihuni lagi. Lebih baik berkumpul dengan saudara-saudara lain yang ada di pengungsian yang disediakan oleh pemerintah daerah,” ungkap Daryono, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG.

Desa Suranadi Wakili NTB Lomba Desa Tingkat Nasional,

0

HarianNusa.Com – Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat menjadi duta mewakili desa-desa se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam Lomba Desa Tingkat Nasional untuk Regional IV yang meliputi hampir seluruh desa di kawasan Indonesia Timur.

Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun saat menerima tim penilai dari pusat di Kantor Desa Suranadi, Selasa (16/7) menyampaikan rasa bangga. Ia berharap Desa Suranadi mampu mengulang torehan emas yang pernah diraih oleh Desa Lingsar Kecamatan Lingsar beberapa tahun yang lalu di ajang yang sama.

“Tepat sebulan yang lalu, kita menyelenggarakan hal serupa dengan kegiatan kita hari ini, yaitu penilaian Perlombaan Desa Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Alhamdulillah, Desa Suranadi telah dipercaya menjuarai perlombaan tersebut,” ungkapnya.

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Sumiatun. (istimewa)

“Semoga penilaian objektif yang akan bapak tim penilai berikan adalah juga bagian dari penghargaan terhadap warisan sejarah yang menjadi potret ke-Indonesia-an kita. Desa Suranadi adalah potret utuh keindahan Indonesia yang beraneka suku, agama, ras, dan golongan,” lanjutnya.

Sementara itu Ketua Tim Penilai Budiono menjelaskan ada tiga aspek yang dinilai dalam lomba ini. Aspek pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan.

“Kriteria yang dinilai sesuai format yang ditentukan mulai kelengkapan dokumen-dokumen dan kita verifikasi. Kita lihat bagaimana capaian pembangunan di desa, mulai dari aspek pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Suranadi Nyoman Adwisana menjelaskan kondisi wilayah yang luasnya mencapai 844,3 Hektar dan terbagi atas 9 dusun dengan jumlah penduduknya 6.232 jiwa ini.

Dengan total APBDes Desa sebanyak Rp. 2 milyar lebih ini, Nyoman menggunakan lebih dari Rp. 1,6 milyar atau 80% dari total APBDes untuk pembangunan, baik dalam bentuk belanja modal infrastruktur atau sarana prasarana, pembangunan sumber daya manusia, pemberdayaan, dan lain sebagainya. Artinya, desa ini mampu untuk ikut andil dalam percepatan pembangunan di Indonesia pada umumnya.

“Selain persoalan infrastruktur, maka masalah sumber daya manusia seperti angka lama sekolah di pendidikan, stunting di kesehatan, dan masalah peningkatan pendapatan di ekonomi sedang kami dorong melalui sinergi, integrasi, dan komplementaritas program lintas OPD dengan desa,” jelasnya.

Terakhir Nyoman menawarkan para tim penilai bisa mengunjungi aneka destinasi wisata di Desa Suranadi seperti Taman Impian Suranadi dan Kampung Hijau Suranadi, Kawasan Hutan Suranadi, Taman Suranadi, dan lain sebagainya yang sebagian besarnya adalah warisan sejarah.

“Potensi utama di desa kami adalah pariwisata, baik berupa pariwisata alamiah karena dekat dengan Hutan Wisata dan Taman Narmada yang kerap dijadikan tempat bumi perkemahan, namun juga dari aspek wisata religi karena memiliki Mata Air Dhang Kayangan Suranadi yang menjadi sasaran utama umat Hindu seluruh Indonesia dalam berziarah atau Tirta Yatre,” terangnya.

Mewakili desa-desa se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam Lomba Desa Tingkat Nasional untuk Regional IV yang meliputi hampir seluruh desa di kawasan Indonesia Timur, Desa Suranadi bersaing bersama desa dari Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.
(f3)

ACT Kelola Ribuan Hewan Kurban Terbaik Sedari Bibit

HarianNusa.com, Blora – “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia” menjadi tema digaungkan Global Qurban-ACT pada 1440 Hijriah ini. Dalam menyediakan kebutuhan kurban ini, ACT melalui Global Qurban, terus mengelola hewan kurban dengan kualitas terbaik yang dijaga sedari bibit.

Dalam proses pembibitan ini, banyak hal-hal yang perlu diperhatikan agar dapat menghasilkan hewan yang baik. Seperti halnya manusia, menurut Wariyadi, kambing pun ketika beranak bisa mengalami sungsang. Hal ini baginya menjadi salah satu bagian yang cukup sulit dari merawat kambing-kambing pada fase pembibitan (breeding) di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) di Desa Gadu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

“Kita harus tahu ketika kambing itu sungsang. Kadang-kadang keluar kakinya dulu daripada kepala. Kalau sudah begitu, kakinya saya masukkan lagi, kemudian akan saya bantu putar lagi dengan tangan agar kepala anaknya bisa keluar dulu. Kalau dibiarkan (sungsang) susah itu, berhari-hari dia tidak bisa keluar,” kata Wariyadi menceritakan pengalamannya.

Namun begitu, Wariyadi tidak menganggap kesulitan itu adalah halangan. Terbukti sejak 2014 hingga kini, kambing-kambing di kandang pembibitan yang ia kelola masih berjalan. Wariyadi sangat memerhatikan setiap perawatan agar kambing-kambing yang dirawat bersama delapan karyawan LTW lainnya di kandang ini memiliki kualitas yang baik.

“Kalau saya bagian mencuci kambing. Kadang tidak sampai seminggu sudah kotor saya mandikan lagi kambingnya. Memandikannya itu bahkan sebanyak ini, dari ujung barat ke ujung timur lagi,” kata Wariyadi seraya menunjuk dari ujung kandang ke ujung kandang lainnya.

Selain itu, kambing-kambing ini diberikan makan sebanyak dua kali sehari dengan campuran rumput hijau sebagai bahan pakan utamanya. Pemberian rumput hijau berpengaruh agar kambing-kambing yang berada di kandang pembibitan ini memiliki banyak air susu sehingga anakan yang tinggal bersama induknya bisa mendapatkan susu yang berkualitas juga.

Proses pembibitan ini biasanya memakan waktu selama empat bulan sampai kambing-kambing ini dapat dikatakan cukup besar dan berpisah dari susuan ibunya. Setelah itu, khusus kambing-kambing jantan yang ada di kandang pembibitan ini akan dipindahkan ke beberapa kandang penggemukan LTW yang tersebar di Kecamatan Sambong.

Salah satu kandang penggemukan yang mendapatkan kambing-kambing bibit dari kandang Wariyadi adalah kandang penggemukan LTW yang dikelola Rasimin. Jaraknya sekitar 500 meter dari kandang pembibitan LTW yang dikelola Wariyadi. Tidak tanggung-tanggung, kandang berukuran cukup luas tersebut hingga kini memelihara sebanyak sekitar 1.040 ekor kambing.

“Setelah Iduladha, biasanya kandang ini akan menerima 90 ekor kambing per minggu dari kandang pembibitan dan itu bertahap. Kadang-kadang bisa seminggu dua kali. Kalau kandang ini katakan punya tempat untuk 1.040 kambing, tinggal dihitung berapa bulan penuhnya,” kata Rasimin.

Perawatan di kandang penggemukan tidak jauh berbeda dengan kandang pembibitan. Aktivitas keseharian yang dilalui Wariyadi dan Rasimin dapat dikatakan sama, mulai dari pemberian pakan dan memandikan ternak. Hanya saja, untuk pakan pembibitan dan pakan penggemukan terdapat sedikit perbedaan karena kebutuhan yang berbeda.

“Kalau di sini (kandang penggemukan) kambing diberikan rumput odot, bukan rumput hijau biasa. Rumputnya akan kita potong dan campur dengan katul, kangkung kering, kulit kedelai, kulit kacang dan kita campur minuman fermentasi agar baunya segar. Kita masukkan dalam drum sekitar 3 sampai 4 hari, lalu baru dapat diberikan kepada ternak,” jelas Rasimin.

Dari perawatan tersebut, berat badan ternak pun bertambah tiap bulannya. Kambing-kambing yang awalnya memiliki berat 12 sampai 15 kilogram dari kandang pembibitan, akan bertambah beratnya mencapai rata-rata 35 kilogram pada 7 sampai 8 bulan kemudian, atau tepat Iduladha tahun depannya. Ternak-ternak berkualitas dari Global Wakaf ini juga yang nantinya akan menjadi suplai daging terbaik bagi kebutuhan Global Qurban pada Iduladha tahun ini. []