Beranda blog Halaman 202

Pelaku Curanmor di Desa Tirtanadi Tertangkap

HarianNusa.com – Timsus 3C (Curat, Curas dan Curanmor) Polres Lombok Timur meringkus seorang terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor di Dusun Tirpas, Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuan Haji, Lombok Timur.

Kassubag Humas Polres Lombok, Timur Iptu Lalu Jaharudin, menjelaskan, pelaku MS alias Deni mencuri motor pada 10 April 2019 lalu.

Pelaku yang sehari-hari menganggur ini nekad menjalankan aksi bersama dua temannya yang masih buron.

“Pelaku D (Deni) mencuri motor yang saat itu dikunci stang. Sementara dua temannya mengawasi dari luar halaman rumah korban,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Juli 2019.

Pelaku mengambil motor korban menggunakan kunci leter T. Kemudian rekan pelaku membawa kabur motor Revo 125 hasil curian.

Pelaku ditangkap di rumahnya Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Pelaku merupakan residivis. Dua rekan pelaku yang masih buron juga merupakan residivis Curanmor. (sat)

 

Bobol Rumah Ketua Pengadilan, Pelaku Ditangkap Polisi

HarianNusa.com – Polres Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat meringkus spesialis pembobol rumah di Lombok Timur.

Pelaku berinisial GA alias Gahtan memiliki riwayat lima laporan polisi terkait kasus pencurian. Terakhir pelaku diduga mencuri di rumah milik Ketua Pengadilan Negeri Selong.

Kasubbag Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Jaharudin, mengatakan, pelaku biasanya menjual barang curiannya secara online.

Pelaku asal Desa Labuan Lombok, Kecamatan Pringgabaya ini terakhir mencuri di rumah hakim dengan cara meloncat pagar rumah. Dia kemudian mengambil barang berharga di dalamnya. Aksinya terekam kamera cctv yang dipasang pemilik rumah.

“Pelaku kami tangkap tanpa perlawanan pada Minggu, 21 Juli 2019 di Lingkungan Kelayu, Kecamatan Selong,” ujar Iptu Lalu Jaharudin, dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Juli 2019.

Dari catatan polisi, pelaku merupakan residivis pencurian dengan pemberatan dan spesial pencurian di rumah di siang hari.

“Pelaku pernah diproses hukum Polsek Narmada atas kasus yang sama dan sering melancarkan aksi siang hari,” terangnya. (sat)

 

Sebuah Hotel di Batulayar Digerebek Polisi karena Praktik Aborsi

HarianNusa.com – Polres Lombok Barat menggerebek praktik aborsi di sebuah hotel di Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Seorang gadis 17 tahun berinisial Y, saat itu hendak diaborsi seorang perempuan berinisial IF asal Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah dan seorang pria berinisial NS asal Desa Bayan, Lombok Utara.

Kabid Humas Polda NTB, Komisaris Besar Polisi Purnama, menjelaskan penggerebekan dilakukan belum lama ini atas informasi masyarakat, bahwa di salah satu hotel di Batulayar akan ada praktik aborsi.

“Polisi kemudian menggerebek sebuah kamar dan mengamankan tiga orang. Satu korban dan dua diduga pelaku,” ujarnya di Mataram, Senin, 22 Juli 2019.

Saat ini korban berinisial Y dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, sementara dua lainnya diamankan polisi.

Sejumlah barang bukti ditemukan mulai dari obat-obatan, jarum suntik hingga alas tangan.

Rencana aborsi diduga karena korban tengah hamil di luar nikah. Untuk menghilangkan rasa malu, korban nekat mencoba melakukan aborsi.

Kedua pelaku diancam pasal 75 ayat 1 jo pasal 194 UU nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau pasal 83 UU RI nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. (sat)

 

Emak-emak di Dompu Ditangkap saat Transaksi Sabu

HarianNusa.com – Polres Dompu berhasil mengungkap transaksi narkoba di sebuah warung makan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 20 Juli 2019 kemarin.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Purnama, mengatakan penangkapan atas informasi masyarakat yang mengatakan sering terjadi transaksi narkoba di warung tersebut.

“Diamankan seorang pria dan wanita diduga transaksi narkoba,” ujarnya..

Keduanya berinisial IH pria asal Desa Nowa, Kecamatan Woja dan J seorang perempuan warga setempat.

“Polisi melihat seorang ibu di depan rumah makan, sedang transaksi narkoba,” ungkapnya.

Narkoba jenis sabu sempat dibuang di bawah kaki perempuan tersebut. Saat diperiksa terungkap sabu seberat 2,47 gram. Polisi juga menyita uang Rp550.000, ponsel dan motor.

Perempuan tersebut diduga tengah menjual narkoba pada pembeli. Kini dia diamankan Polres Dompu untuk proses hukum. (sat)

 

Masih Kecil Sudah Bisa Curi Motor di Mataram

HarianNusa.com – Polres Mataram meringkus pelaku dan penadah motor hasil pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor di dua lokasi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Penangkapan pada Sabtu, 13 Juli 2019 lalu.

Penangkapan dilakukan atas laporan dua kejadian. Pertama, pencurian dilakukan di BTN Pepabri, Kota Mataram dan di halaman parkir Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mataram.

Kedua pelaku yang tertangkap berinisial S (15 tahun) asal Kecamatan Pujut,  Lombok Tengah dan Sukiman alias Man asal Desa Tawun, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Sukiman disebut sebagai penadah atau orang yang membeli motor curian.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam,  melalui keterangan tertulis, menjelaskan penangkapan dilakukan terlebih dulu pada Sukiman, kemudian polisi menangkap pelaku Curanmor di bawah umur berinisial S.

“Pelaku S dibawa ke Unit PPA Polres Mataram karena masih di bawah umur,” jelasnya. (sat)

Audio

Pinjam Motor Teman, Eh Malah Digadaikan ke Orang Lain

HarianNusa.com – Seorang pria asal Kelurahan Pagutan Timur, Kota Mataram, diringkus polisi lantaran menjadi pelaku penggelapan motor.

Pria berinisial LKJ alias Jaya ditangkap pada Rabu, 17 Juli 2019 oleh Unit Reskrim Polsek Pagutan.

Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam, menjelaskan kronologis aksi pelaku. Saat itu pelaku meminjam motor temannya Ardiansyah. Pelaku berdalih meminjam motor untuk membeli rokok.

“Namun pelaku tidak kunjung datang dan justru menggadaikan motor korban,” ujar Kapolres dalam keterangan tertulis.

Motor Honda Vario milik korban digadaikan pada seseorang berinisial Ompel sebesar Rp1,5 juta. Kemudian Ompel menggadaikan lagi pada tersangka lain berinisial TA di BTN Babakan, Cakranegara.

Tidak putus sampai di situ, motor tersebut digadaikan lagi pada saksi Taufik Rp2,5 juta di Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Lombok Barat.

Kini motor tersebut telah diamankan polisi. Para tersangka dijerat pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman penjara paling lama empat tahun. (sat)

 

Benahi Tata Air, Produktifitas Pertanian Rawa Meningkat

0

HarianNusa.com, Banjarbaru, 23 Juli 2019 – Benahi tata airnya, baik tata air makro maupun mikro, maka produktivitas pertanian rawa akan meningkat signifikan. Demikian disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian Prof. Dedi Nursyamsi saat pembukaan Fokus Group Diskusi (FGD) Tata Kelola Infrastruktur Pertanian II dengan tema Infrastruktur Pertanian Mendukung Program #SERASI pada Selasa Siang (23/7/2019) di Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dedi mengatakan pembenahan tata air makro dan mikro dimulai dari perbaikan infrastruktur air, seperti: normalisasi saluran primer, sekunder, tersier, dan kuarter, serta perbaikan pintu air, gorong-gorong, border, dan lain-lain. Selanjutnya adalah implementasi inovasi teknologi pertanian rawa, antara lain: varietas padi Inpara, pemupukan berimbang, pupuk hayati, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), dan lain-lain. Pemberdayaan petani rawa baik melalui penyuluhan, pendampingan, demontrasi farm juga tidak kalah penting dalam menggarap lahan rawa untuk pertanian.

Pada sesi keynote speech, Guru besar Fakultas Teknologi Pertanian, IPB University, Bogor Prof. Budi Indra Setiawan mengatakan bahwa secara garis besar tata air makro di lahan rawa kita ada dua macam, yaitu sistem garpu dan sisrtem sisir. Sistem garpu dikembangkan di Kalimantan Selatan, sedangkan sistem sisir dikembangkan di Sumatera Selatan, Riau, dan lain-lain.

Lebih lanjut ahli hidrologi rawa dari IPB tersebut mengatakan bahwa kedua sistem tata air makro tersebut sesungguhnya pengembangan dari sistem handil yang merupakan kearifan lokal masyarakat Banjar di lahan rawa. Bila sistem ini diterapkan dengan benar maka air di lahan rawa menjadi dapat dikendalikan dengan baik, kata Budi menambahkan.

Kepala Balittra Ir. Hendri Sosiawan CESA menandaskan bahwa saat ini daerah yang sudah menerapkan tata air, baik makro maupun mikro dengan baik menjadi sentra produksi pertanian rawa.

“Sebut saja Kabupaten Batola, Kalsel, yang kini menjadi sentra produksi jeruk dan padi. Petaninya hidup makmur bahkan mereka mampu melaksanaan ibadah haji dan umroh beberapa kali,” kata Hendri yang merupakan alumni perguruan tinggi di Perancis.

Sejak tahun 2019 ini, Kementan melaksanakan program #SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) di beberapa provinsi rawa, antara lain: Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan. Kegiatan utamanya fokus di lahan sawah eksisting, yaitu kegiatan optimasi lahan dengan memperbaiki infrastruktur air (normalisasi saluran, perbaikan pintu air, gorong-gorong, dan lain-lain). Selain itu juga kegiatan padi dengan bantuan beberapa saprodi, antara lain benih, kapur, pupuk, dan lain-lain.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Kalimantan Selatan Ir. H. Syamsir Rahman, MS menyatakan bahwa pemerintah daerah (pemda), yaitu dinas pertanian provinsi dan kabupaten siap mendukung suksesnya program #SERASI ini. Syamsir menambahkan bahwa dukungan pemda antara lain berupa penyelesaian survey investigasi desain (SID), pemeliharaan alsintan termasuk eskavator, dan pengadaan bahan bakar minyak.

Fokus Group Diskusi ini bertujuan untuk menjaring masukan tentang pengelolaan infrastruktur air, implementasi inovasi teknologi, dan pemberdayaan petani mendukung program #SERASI. FGD dihadiri para peserta antara lain dari Dinas Pertanian propinsi dan beberapa kabupaten/kota, Ditjen Tanaman Pangan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Badan Litbang Pertanian, serta Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDMP. Narasumber FGD berasal dari IPB University, Universitas Lambung Mangkurat, Dinas TPH Propinsi Kalsel, dan Kementan. (Ani Susilawati/Balitbangtan)

Lombok Barat Darurat Kekeringan

0

HarianNusa.Com – Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Penanggulangan Bencana Kekeringan yang sekaligus Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat, H. Moh. Najib menyatakan bahwa bencana kekeringan di Kabupaten Lombok Barat sudah beranjak status, dari awalnya siaga menjadi tanggap darurat.

Hal tersebut dikemukakan saat menghadiri Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Lombok Barat, di Ruang Rapat Umar Madi Kantor Bupati Lombok Barat di Gerung, Selasa, (23/7/19).

Menurut Najib, bertambahnya jumlah kecamatan dan desa yang mengalami kekeringan menjadi penyebabnya.

“Statusnya bencana kekeringan ini kita naikkan statusnya dari siaga menjadi tanggap darurat,” papar Najib.

Nadjib beralasan, acuannya adalah hasil analisis BMKG Kelas I Kediri per tanggal 3 Juni 2019. Kondisi iklim terkini di NTB, menurut BMKG tidak terjadi hujan, sifat hujan umumnya dan di bawah normal. HTH (Hari Tanpa Hujan) umumnya dalam kategori menengah, antara 11 sampai 20 hari untuk Pulau Lombok bagian tengah hingga selatan. Sedangkan di bagian utara, umumnya dalam kategori sangat panjang, yaitu antara 31 sampai 60 hari.

Najib merinci peta kekeringan di Kabupaten Lombok Barat ada di enam wilayah yang dikategorikan berpotensi kekeringan.

Wilayah kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Sekotong dengan 6 desa, yakni Desa Sekotong Tengah, Kedaro, Sekotong Barat, Plangan, Cendi Manik, dan Buwun Mas. Kecamatan Lembar ada enam desa yang meliputi Desa Labuan Tereng, Sekotong Timur, Mareje Timur, Mareje Barat, Eyat Mayang dan Desa Jembatan Gantung. Lalu Kecamatan Gerung yang meliputi tiga desa yang dilanda kekeringan, masing-masing adalah Desa Banyu Urip, Giri Tembesi dan Desa Tempos. Kemudian Kecamatan Kuripan meliputi Desa Kuripan Timur, Kuripan Selatan dan Desa Giri Sasak. Berikutnya adalah Kecamatan Batulayar yang meliputi lima desa, masing-masing adalah Desa Batulayar Induk, Batulayar Barat, Senggigi, Bengkaung dan Desa Pusuk Lestari.

Kekeringan juga melanda Kecamatan Gunungsari, yaitu di Desa Bukit Tinggi.

“Dampak dari bencana kekerigan ini, masuknya periode puncak musim kemarau, masyarakat kita himbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan seperti kekeringan, kekurangan air bersih dan potensi kebakaran lahan,” pesan Najib.

Selaku Satlak dan Kepala BPBD Kabupaten Lombok Barat menjadi leading sector penanggulangan bencana, termasuk bencana kekeringan.

Pihaknya telah melakukan survey ke beberapa desa yang dinilai rawan bencana kekeringan, menggelar rapat koordinasi, dan menetapkan pembagian tugas wilayah droping air bersih.

Untuk distribusi air bersih, BPBD mengandeng Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran, PDAM Giri Menang, Polres Lombok Barat dan bahkan PMI.

Selain air bersih untuk kebutuhan minum dan mandi, kekeringan ini diprediksi akan berakibat pada sektor pertanian.

“Ada tiga kecamatan yang terdampak lahan pertaniannya. Kita khawatir mereka akan mengalami gagal panen. Di Kecamatan Kuripan, Sekotong dan Lembar,” rinci Najib.

Pembagian tugas tersebut diakui oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Fauzan Husniadi yang dihubungi di tempat terpisah.

“Kami pun harus siap dan melayani permintaan droping air bersih. Misalnya dua hari lalu, untuk drooping air oleh Polres Lobar, sumber air diambil dari Damkar. Damkar juga harus ikut melayani permintaan beberapa surat dari masyarakat, maupun yang telpon langsng. Saya berharap, harus ada solusi permanen terkait hal ini. Jangan sampai setiap tahun selalu terulang,” pinta Fauzan.

Pihaknya sendiri, aku Fauzan, selama bulan Juli ini saja sudah mendroping air bersih sebanyak 25 kali. Sedang permintaan sumber air dari Polres Lombok Barat ke pihaknya sudah 10 kali permintaan. Terbanyak yang meminta bantuan air bersih adalah wilayah Kecamatan Gerung yang berbatasan dengan wilayah Lombok Tengah dan Kecamatan Batulayar.

“Sekali drooping, sebanyak 5000 liter,” tutur Fauzan. (f3)

Resmikan Kampung Baca Jasindo, FAUZAN: Membaca adalah Sumber Ilmu

0

HarianNusa Com – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menegaskan bahwa membaca adalah sumber ilmu yang harus diusahakan sebagai hobi karenanya harus ditularkan ke masyarakat dan anak-anak.

Penegasan tersebut disampaikan Fauzan saat meresmikan Kampung Baca Jasindo di Taman Kota Sandik, Selasa (23/7/19).

“Tidak ada ilmuwan atau para ahli yang tidak rajin membaca. Nilai kemanusiaan seseorang bisa kita nilai dari seberapa banyak dia membaca. Itu mungkin sebabnya wahyu pertama dalam Al-Qur’an itu adalah membaca,” kata Fauzan.

Kampung Baca Jasindo merupakan sarana berbahan kontainer yang disulap menyerupai ruang kelas untuk belajar dan membaca. Ruanganan yang nyaman dan dilengkapi dengan buku bacaan yang menarik diharapkan mampu menarik minat maayarakat, khususnya anak-anak untuk memanfaatkan fasilitas ini.

Kampung Baca didirikan PT. Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Persero bekerjasama dengan Yayasan Inspirasi Anak Bangsa (YIAB) dan Pemkab Lombok Barat.

Di Lombok Barat, PT. Jasindo mendirikan Kampung Baca di dua lokasi yakni Halaman Kantor Desa Rumak di Kecamatan Kediri, dan Halaman Taman Kota Sandik di Kecamatan Batulayar.

Bantuan yang diperkirakan bernilai lebih dari Rp. 500 juta ini nantinya akan dikelola oleh pemerintah desa dibawah pembinaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat.

“Atas nama masyarakat Lombok Barat saya ucapkan terima kasih, dan mudah-mudahan ada lagi,” ucap bupati disambut applause jajaran Jasindo dan tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, bupati meminta para kepala sekolah, pihak kecamatan dan desa untuk menampilkan kreasi para siswa agar lebih menarik.

“Mohon kita menghargai pemberian ini dengan memanfaatkan sebaik-baiknya. Sekarang tugas kita semua melengkapi sarana bagi anak-anak kita,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan serah terima bantuan dan peninjauan ruang baca dan belajar. (f3)

Cegah Berita Hoax, ACT Tunjukkan Aksi Nyata

HarianNusa.com, Jakarta, 23 Juli 2019 – Kami menyesalkan adanya informasi tidak akurat beredar di publik yang memfitnah lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terafiliasi dengan gerakan radikal dan ilegal di Indonesia. Informasi itu tidak benar dan dapat menyesatkan masyarakat.

ACT adalah lembaga kemanusiaan yang menjunjung transparansi dalam penyaluran donasi yang kami dapat dari berbagai mitra, dan tersertifikasi oleh pemerintah. Kami menyalurkan bantuan ke tempat – tempat yang membutuhkan dukungan kemanusiaan seperti Lombok, Palu, Mentawai, Selat Sunda, Sentani (lokasi bencana di Indonesia), dan berbagai lokasi lainnya.

Donasi dari mitra – mitra disalurkan untuk Pendidikan Tepian Negeri dalam bentuk program pendidikan di Indonesia Timur, khususnya di pulau – pulau terpencil (Tepian Negeri). Bantuan yang disalurkan kepada masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah diantaranya, sarana sekolah (pembangunan ruang kelas, perlengkapan belajar kelas/moubeler), perlengkapan belajar siswa, seragam sekolah hingga beasiswa dan bantuan operasional guru. Bentuk bantuan program bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Kami menghimbau masyarakat untuk tidak mempercayai dan turut menyebarkan berita hoax yang disebarkan melalui jejaring media sosial dan WhatsApp Group ini.

“Prinsip dasarnya adalah kita berbuat kebaikan dengan apa yang ada. ACT mengajak masyarakat untuk peduli, tetap memberikan bantuan kepada yang membutuhkan sampai fitnah itu tidak terbukti,” Ibnu Khajar, Vice President Aksi Cepat Tanggap, Selasa (23/7).

Sejalan dengan hal tersebut, Ibnu Khajar juga memberikan pernyataan terhadap isu tidak akurat yang beredar. “Kita paham bahwa setiap kebaikan selalu ada pihak yang tidak menyukai karena beberap alasan. Cara yang mereka yang lakukan adalah menebarkan fitnah. Cara memenangkannya adalah berkarya. Kami berharap kepada semua mitra untuk terus mengajak semua masyarakat untuk menebar kepedulian,” tambah Ibnu.

Selain Bukalapak, kami berkolaborasi dengan lebih dari 400 mitra perusahaan, organisasi, komunitas dan media seperti: Bank BRI, Bank Indonesia, Pertamina, Astra, Garuda Indonesia, Tokopedia, Indofood, HERO, Kompas, Antara, Detik, Metro TV, TVOne, DAAITV, dan lain lain. Lihat selengkapnya di link: https://act.id/mitra

Bersama mitra – mitra kami, ACT akan terus berjalan membantu saudara yang kesusahan di pelosok Indonesia hingga penjuru dunia atas nama kemanusiaan.