Beranda blog Halaman 201

PKS Minta Luhut Konsisten dan Realisasikan Setop Impor Garam

HarianNusa.com, Jakarta (24/07) – Pernyataan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut akan meminta Presiden Joko Widodo untuk menghentikan impor garam patut dipertanyakan keseriusan dan realisasinya.

Pasalnya, awal tahun 2018 Luhut sempat menyebut impor garam adalah sebuah keharusan. Sementara beberapa hari terakhir, Luhut menyebut impor garam membuat kacau dan mengusulkak penghentian impor.

Wakil Ketua Bidang Pekerja, Petani dan Nelayan (BPPN) DPP PKS Riyono menyebut betapa amburadulnya tata niaga garam di Indonesia saat ini. Bahkan, menurut Riyono kondisi petani garam saat pada tahun 2018 dan 2019 paling buruk sejak 1986.

Riyono menyebut menunggu realisasi pernyataan Luhut tersebut dan meminta Pemerintah lebih fokus memikirkan keluhan petani garam.

“Harusnya LBP betul – betul memikirkan bagaimana solusi tata niaga garam ini, keluhan petani garam dan pengusaha produsen garam di Rembang dan Pati kondisi 2018 dan 2019 paling buruk sejak 1986 artinya kebijakan garam tidak banyak mengalami perubahan,” kata Riyono di kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Riyono menjelaskan, saat ini produksi garam nasional hanya mampu 2 juta ton/tahun. Sedangkan kebutuhan garam konsumsi dan industri 3 juta ton. Ada defisit kebutuhan garam industri 1 juta ton/tahun.

Selain itu, saat ini harga garam hancur, hanya 350 rupiah/kg padahal ongkos produksi 750 rupiah. Petani sudah rugi 400 rupiah dan semakin terpuruk oleh garam impor yang rembes ke pasar atau konsumen.

“Kalau pak LBP serius harusnya segara benahi tata niaga garam, cabut PP No 9 tahun 2018 tentang Kebijakan Impor garam yang memberikan jalan gelap impor merajalela,” usul anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah ini.

Ia menyebut penderitaan petani garam semakin dalam. Petani penggarap hanya diberi upah 25.000 per hari atau 200.000 per pekan. Petani juga sudah enggan menjual garamnya, bahkan di Madura garam dibuang ke jalan sebagai bentuk kekecewaan kepada pemerintah.

“Kita tunggu konsistensi Pak LBP soal setop impor garam, kapan akan direalisasikan,” kata Riyono.

Gunung Tangkuban Parahu Meletus, Kolom Abu Capai 200 Meter

0

 

Gunung Tangkuban Parahu pada Jumat sore (26/7). Koordinator Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT Jawa Barat Atep Salman Al Farisi melaporkan, saat ini arah Subang – Bandung ditutup.

Gunung Tangkuban Parahu Meletus, Kolom Abu Capai 200 Meter' photo
SUBANG – Gunung Tangkuban Parahu di Subang, Jawa Barat, meletus pada Jumat (26/7) pukul 15.48 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis informasi, tinggi kolom abu saat erupsi terjadi mencapai 200 meter di atas puncak, atau pada ketinggian 2.284 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi 5 menit 30 detik.

Koordinator Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT Jawa Barat Atep Salman Al Farisi melaporkan, saat ini arah Subang – Bandung ditutup. “Tim kami sedang menuju lokasi untuk memastikan kondisi teraktual,” lanjut Atep.

PVMBG pun mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan turun mendekati dasar kawah Ratu dan Kawah Upas. Pengunjung pun dilarang menginap di kawasan kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu.

Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu juga diminta mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas. []

Aduh Tuhan… Kotak Amal di Masjid Ampenan Diembat Juga

HarianNusa.com – Seorang tersangka pencurian kotak amal ditangkap polisi. Pelaku mencuri kotak amal Masjid Baitul Amin, Lingkungan Pejeruk Desa, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram pada Selasa, 23 Juli 2019.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam, mengatakan, pelaku pencurian berinisial AA asal Lingkungan Pejeruk Desa, Kecamatan Ampenan. Pelaku melancarkan aksi dengan membawa obeng dari rumah.

Setiba di masjid, ungkap Kapolres, pelaku kemudian mencoba merusak gembok kotak amal, namun aksi tersebut gagal.

Tidak puas sampai di situ, pelaku juga membakar kotak amal agar rusak. Karena takut ketahuan, pelaku kemudian kabur membawa kotak amal ke rumahnya.

“Setelah itu pelaku merusak kotak amal dan mengambil uang Rp2,7 juta dari kotak amal,” terang Kapolres melalui keterangan diterima media ini, Jumat, 26 Juli 2019.

Aksi pencurian kemudian dilaporkan ke Polsek Ampenan. Polisi yang melakukan olah TKP berhasil mengungkap jejak pelaku. Pelaku kemudian ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan pada Rabu, 24 Juli 2019, sehari setelah melancarkan aksi.

“Diamankan barang bukti berupa kotak amal hasil curiannya, gembok, obeng dan dompet pelaku yang berisikan uang dari kotak amal,” ungkap AKBP Saiful Alam. (sat)

Balitbangtan: Regulasi dan Panduan untuk Hasilkan Benih Jeruk Unggul

HarianNusa.com – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) telah menghasilkan benih pokok dari Blok Penggandaan mata Tempel (BPMT) jeruk bebas penyakit yang telah tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia.

Perbenihan merupakan salah satu faktor kunci untuk menentukan keberhasilan agribisnis jeruk. Benih yang berkualitas akan menghasilkan tanaman yang sehat dan mampu berproduksi dengan baik dan berumur panjang dengan didukung teknologi budidaya yang tepat.

“Perbenihan jeruk selangkah lebih maju dibandingkan dengan komoditas lainnya karena alur dan sistem produksinya sudah lebih berpola”, jelas Direktur Perbenihan Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian Sukarman dalam acara workshop Panduan Teknis Perbenihan Jeruk” di Balitjestro, Kota Batu, Jawa Timur pada Kamis (25/07/2019).

Namun disisi lain produksinya dihadapkan pada tantangan kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi dan pengetahuan. Hal-hal yang tersebut diantaranya menyangkut sistem produksi benih, sertifikasi benih, pengawasan peredaran benih jeruk hingga aspek penggunaan benih yang lebih spesifik lokasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pada 2019 telah terbit Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) No. 04/Kpts/SR.130/D/6/2019 tentang Produksi Benih Jeruk. Kepmentan ini merupakan produk regulasi yang pertama untuk mengatur aspek produksi benih untuk komoditas tanaman buah.

Dengan adanya regulasi dapat memberikan kepastian hukum bagi produsen/penangkar benih jeruk terkait produksi entres dan atau tanaman hasil okulasi. Selain itu juga memberikan panduan yang lebih jelas dan sistematis mengenai tahapan dan mekanisme produksi benih jeruk pada rantai produksi jeruk sehingga dapat memastikan produksi benih jeruk yang dihasilkan bermutu dan bebas dari penyakit. Harapannya, dengan hadirnya produk legislasi ini mampu merubah wajah industri perbenihan jeruk Indonesia ke depan yang lebih modern, unggul dan berdaya saing.

Dalam kesempatan yang sama, plt. Kepala Balitjestro Dr. Muchammad Cholid menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk penerapan regulasi baru tentang perbenihan jeruk bebas penyakit serta implikasinya.

Kegiatan ini terselenggara atas sinergi antara direktorat Perbenihan Hortikultura dengan Balitjestro serta lembaga penelitian dan pengembangan daerah Direktorat Litbang Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Balitjestro sebagai lembaga yang telah ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) mempunyai tugas untuk menyampaikan hilirisasi inovasi teknologi jeruk.

Kegiatan ini merupakan salah satu terobosan untuk mempercepat jangkauan pemanfaatan teknologi sampai ke pelosok daerah daerah di Indonesia. Acara ini diikuti oleh 76 orang peserta, terdiri dari 54 peserta dari 22 Provinsi/Kabupaten asal Balai Benih Hortikultura (BBH), Balai Pengawasan Sertifikasi Benih (BPSB), serta penangkar, dan sebanyak 22 orang peneliti dan teknisi Balitjestro, lanjutnya.

Untuk informasi saat ini luas panen jeruk Indonesia mencapai 46.921,8 hektare (ha) dengan produksi mencapai 2.510.419,7 ton (BPS, 2018) yang berasal dari hampir seluruh 33 provinsi. Mayoritas jenisnya adalah jeruk siam. Daerah penghasil jeruk terbesar adalah provinsi Jawa Timur dan Sumatera Utara kemudian disusul oleh Bali, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. ()

Tim Pengendali Inflasi Daerah Lombok Barat Ukir Prestasi

0

HarianNusa.Com – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lombok Barat meraih penghargaan TPID Berprestasi pada ajang Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis kemarin (25/7/19).

Lombok Barat ditetapkan bersama Kota Mataram dan Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam kategori TPID terbaik untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Penghargaan tersebut langsung diberikan kepada Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla.

Fauzan didampingi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hj. Lale Prayatni yang mengomentari anugerah tersebut.

“Penghargaan ini sudah lama kita tunggu-tunggu. Alhdmdulillah hari ini kita sudah mendapatkannya. Anugerah ini paling bergengsi di kawasan Indonesia Timur,” ujar Lale sumringah dalam siaran pers Humas dan Protokol Setda Lombok Barat, Jumat, (26/7/19)

Lale berharap di masa mendatang TPID Lombok Barat harus mempertahankan capaian tersebut.

“Kita harus terus menjalankan road map yang sudah disusun, meningkatkan sinergitas antar OPD, dan selalu berkoordinasi dengan pihak Bank Indonesia untuk mewujudkan inflasi yang rendah dan stabil. Tetap berinovasi dalam rangka mengendalian inflasi,” ujar Lale sambil menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh Tim.

“Capaian ini adalah kerja kita bersama untuk memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Lombok Barat,” papar Lale.

Dalam menilai TPID yang berprestasi dan berkualifikasi terbaik, penilain diberikan dengan indikator yang terdiri dari 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Koordinasi dan komunikiasi yang efektif antar unsur dalam TPID.

Wakil Presiden Yusuf Kalla saat memberi sambutan mengapresiasi capaian 15 TPID yang meraih penghargaan. 15 TPID dari 542 TPID yang ada seluruh Indonesia tersebut telah melakukan aneka upaya yang mampu memberikan dampak pada stabilitas harga. 15 daerah itu adalah Deli Serdang, Tanjung Pinang, dan Provinsi Bengkulu untuk wilayah Sumatera. Untuk wilayah Jawa-Bali, anugerah diberikan kepada Bandung, Kediri, dan DKI Jaya. Untuk wilayah Kalimantan diberikan kepada Mahakam, Samarinda, dan Provinsi Kaltim. Sedangkan untuk wilayah Sulawesi diberikan untuk Poluwatu, Palopo, dan Provinsi Gorontalo. Lombok Barat, Mataram, dan Provinsi NTB diberikan untuk kawasan Nusra-Maluku-Papua.

Menurut Jusuf Kalla, dalam mengendalikan inflasi, pemerintah daerah cukup mengacu pada indeks harga konsumen (IHK) yang menjadi dasar perhitungan inflasi. Pengendalian juga harus dilihat dalam jangka waktu tertentu.

“Kalau harga yang naik kopi, coklat atau karet biar saja. Karena itu bukan barang konsumsi,” ujarnya.

Jusuf Kalla juga meminta pemerintah daerah sering melakukan sweeping ke pedagang dan produsen jika harga naik.

“Jadi jangan asal harga naik, langsung bertindak, sweeping. Kalau IHK naik terus menerus dalam kurun waktu tertentu, itu inflasi. Sehingga baru dilakukan tindakan pengendaliannya,” katanya.

Untuk Lombok Barat, inflasi saat ini masih berada di bawah inflasi tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu 0,44 persen, lebih tinggi dari provinsi yang mencapai 0,51 persen.

Komuditas yang mempengaruhi inflasi itu ada pada batu bata, bawang merah, dan daging ayam ras. Secara umum inflasi secara komulatif tetap ditekan sampai angka 3,5 persen, terutama akibat harga pada komuditas cabe, telur, bawang daging ayam, dan beras. (f3)

 

Simpan Sejuta Pesona, Desa Wisata Kembang Kuning Diminati Wisatawan

0

HarianNusa.Com – Pemerintah daerah kini terus menata dan mengembangkan beragam potensi yang dimiliki Desa Kembang Kuning. Meski letaknya nun jauh di pelosok pedalaman Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat, namun desa ini menyimpan sejuta pesona sebagai salah satu desa wisata diantara 99 Desa Wisata yang ditetapkan sebagai program unggulan sesuai RPJMD- NTB tahun 2019-2023 guna mewujudkan NTB sejahtera dan mandiri.

Desa Wisata Kembang Kuning di Kecamatan Sikur Lombok Timur, kini mulai banyak dilirik dan dikunjungi wisatawan, baik domistik maupun mancanegara.

Dengan keunikan dan keragaman potensinya itu, maka tak heran jika di tahun 2017 lalu, Desa Kembang Kuning dikukuhkan menjadi Desa Wisata Terbaik menurut Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia.

“Banyak wisatawan asing datang ke sini, mereka senang sekali merasakan tinggal di Desa jalan-jalan di sawah, mengunjungi air terjun, dan mencoba berbagai hal yang dilakukan penduduk asli di sini,” tutur Ogel, salah seorang guide Lokal Asli Kembang Kuning dalam rilis yang disampaikan Dinas Kominfotik NTB, Kamis, (25/7/19).


Desa Kembang Kuning sendiri tak hanya menawarkan panorama sawah yang menawan di bawah perbukitan Gunung Rinjani. Namun juga menawarkan beraneka aktifitas sehari-hari warganya. Seperti proses pembuatan kopi secara tradisional atau coffee process, pembuatan minyak kelapa atau oil process. Wisatawan kemudian lebih didekatkan lagi dengan masyarakat sekitar dengan dibuat sebuah paket wisata Tiga Hari Menjadi Orang Sasak.

Wisatawan juga dimanjakan dengan beraneka destinasi air terjun yang letaknya tak jauh dari Desa Kembang Kuning. Seperti Air terjun Ulem – ulem, Air terjun Burung Walet, Air Terjun Kokok Duren, Air Terjun Seme Deye dan Air terjun Jeruk Manis.

“Kami senang berwisata ke sini karena alamnya cantik luar biasa. Selain itu kami sangat senang bisa merasakan hidup menjadi orang Desa di Lombok Indonesia ini,” tutur Helena salah seorang turis asal Jerman yang datang berlibur di Desa Kembang Kuning.

Hingga saat ini, Desa Kembang Kuning terus berupaya berbenah menjadi lebih baik lagi. Jika di tahun 2017 jumlah homestay hanya sebanyak 6 (enam) unit saja, kini di tahun 2019 jumlah homestay yang ada sebanyak kurang lebih 20 unit.

Geliat wisata di desa itu, telah memberikan berkah tersendiri bagi masyarakatnya. Mereka dapat membangun home stay dengan memanfaatkan rumah-rumah tradisional mereka sebagai fasilitas menginap atau istirahat bagi para wisatawan.

Beraneka lesehan dan tempat makan pun telah dibangun oleh masyarakat sekitar. Dengan dipandu oleh guide Lokal, Wisatawan semakin dimanjakan dengan kearifan Lokal yang tidak bisa didapatkan saat berkunjung ke destinasi wisata meanstream lainnya. (f3)

Keren… Kunjungi Desa Wisata di NTB Kini Dapat Melalui e-Ticketing

HarianNusa.com – Tahun lalu, Nusa Tenggara Barat telah meresmikan 99 desa wisata. Pada desa wisata tersebut tersedia berbagai kuliner, kerajinan tangan maupun kesenian khas NTB.

Untuk mengunjungi desa wisata, kini dapat juga memesan tiket melalui aplikasi Goers.

Aplikasi Goers dikhususkan untuk paket pariwisata, pemesanan tiket event, film, tempat atraksi dan hiburan lainnya.

Aplikasi tersebut telah diluncurkan pada Kamis malam, 25 Juli 2019 melalui acara peluncuran desa wisata dan e-ticketing di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram. Hadir dalam peresmian tersebut Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi.

Direktur Operasi (COO) Goers, Niki Tsuraya Yaumi, mengatakan sebagai proyek percontohan telah terdaftar dua desa wisata di Goers. Desa tersebut yakni Desa Sesaot Lombok Barat dan Desa Ende Lombok Tengah.

“Kami dan juga partisipasi bersama Kementerian Desa PDTT untuk mendukung program e-ticketing desa wisata. Kami sudah melakukan pilot projects beberapa desa wisata,” ujarnya.

Melalui aplikasi tersebut, pencatatan pengunjung dapat dilakukan di tempat dan semua laporan dapat diakses secara real time oleh pemerintah pusat.

Yaumi menjelaskan, jika telah mengunjungi desa wisata tersebut, pengunjung akan melakukan registrasi di lokasi, sehingga dapat mengetahui secara jelas jumlah kunjungan maupun total pembelian tiket yang diterima desa wisata tersebut.

“Sehingga dengan ini menjadi laporan komperhensif bagi kepala desa, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat di kementerian,” ucapnya.

Pada aplikasi tersebut telah diinput 25 kota di Indonesia, yang tentunya memiliki destinasi wisata dan hiburan lainnya. Ke depannya, semua desa wisata di NTB akan ditambahkan pada aplikasi tersebut.

Aplikasi ini menurutnya dapat memberikan kemudahan pada calon pengunjung, di mana sebelum mengunjungi desa wisata, akan diperkenalkan dahulu keunikan desa wisata melalui aplikasi.

“Dahulu mekanisme melalui buku, kini secara digital dan bisa diakses secara real time. Sudah banyak desa wisata tercover internet. Jika belum akan dikoordinasikan dengan Kominfo,” paparnya. (sat)

 

Kuasa Hukum Minta Pemkab Lobar Segera Buka Segel Villa Aero Max

HarianNusa.Com – Team Kuasa Hukum pemilik Villa Aero Max pada Senin, (21/7/19) lalu mendatangi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar). Kedatangan mereka untuk melakukan pertemuan dengan pimpinan daerah guna membahas tentang dokumen ijin bangunan Villa Aero Max tersebut.

Kuasa hukum pemilik Villa Aero Max, Nurdin Dino menuturkan bahwa saat itu ia bersama teamnya diterima oleh Asisten 1 bidang Aparatur dan Pemerintahan Lombok Barat, H. Ilham yang mewakili Wakil Bupati.

Bang Dino, panggilan akrabnya, lebih jauh menjelaskan, pada saat itu Asisten 1 mengatakan bahwa setelah mempelajari dokumen tersebut menyatakan ijin bangunan Villa Aero Max asli.

“Alhamdulillah setelah beliau mempelajari dokumen tersebut, beliau mengatakan semua itu asli, tidak ada yang palsu berdasarkan stempel basah baik sertifikat, IMB. Semua warkah itu semua sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di negara kita,” ungkapnya kepada Wartawan di kantornya, Kamis, (25/7/19).

Dino juga mengucapkan terimakasih banyak kepada Asisten 1 yang telah diberikan mandat mempelajari dokumen tersebut kurang lebih selama dua Minggu itu. Ia mengaku merasa lega karena apa yang disangkakan terhadap kliennya itu tidak benar.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya akan melapor balik pihak-pihak atau instansi yang dianggap telah melakukan pencemaran nama baik terhadap kliennya.

“Kami telah melakukan koordinasi untuk menempuh jalur hukum atas kasus ini,” ujarnya.

Dilansir dari salah satu media menyebutkan bahwa Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMP2TSP) Lombok Barat telah melaporkan pemilik izin villa yang diduga palsu ke Polres Lombok Barat.

Djaya Ungang Dea Mas yang juga Kuasa hukum pemilik Villa Aero Max di tempat yang sama menegaskan bahwa untuk mendapatkankan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) Villa Aero Max, kliennya sudah memenuhi semua aturan dan persyaratan administrasi

Tak ingin melawan pihak Pemda Lombok Barat atas permasalahan ini Dea Mas mengaku bahwa kliennya justru berharap diberikan solusi terbaik dan tidak merugikan semua pihak, baik Pemda Lobar, dirinya, maupun masyarakat.

“Kami menganggap Pemda Lombok Barat ini seperti bapak kami, sebagai anak kami tidakau melawan bapak kami. Justru kami berharap diberikan keputusan yang terbaik,” ungkapnya.

Menurutnya tahapan proses mendapatkan IMB bangunan tersebut, sudah dilalui oleh kliennya dari mulai tingkat paling bawah, desa, kecamatan hingga ke Pemda Lobar. Hal itu dibuktikannya dengan adanya kwitansi senilai 50 juta untuk pembayaran biaya administrasi dari kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMP2TSP) Kabupaten Lombok Barat yang kini sudah almarhum.

“Kami sangat menyayangkan penertiban yang dilakukan pihak Pol PP Lombok Barat itu karena obyek yang disegel memiliki dokumen lengkap berupa sertifikat tanah dan ijin lainnya,” ujarnya.

Untuk itu ia meminta itikad baik dari pemkab Lombok Barat untuk segera membuka penyegelan tersebut karena, kata dia, sudah jelas ijinnya asli.

“Sampai saat ini segel belum dibuka, kami tunggu itikad baiknya. Karena yang menyegel adalah mereka jadi merekalah yang harus membukanya,” pungkasnya. (f3)
(f3)

Biosoy, Kedelai Berbiji Besar yang Adaptif di Kalteng

HarianNusa.com – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah sukses melakukan pengujian adaptasi kedelai berbiji besar yang disebut Biosoy di lahan tadah hujan Kalimantan Tengah (Kalteng). Kedelai Biosoy merupakan varietas unggul baru (VUB) Badan Litbang Pertanian yang memiliki potensi hasil dan berbiji lebih besar daripada varietas Anjasmoro dan Grobogan.

Kepala BPTP Kalteng, Dr. Fery F. Munier menyampaikan hal tersebut saat panen perdana kedelai biosoy di lahan demplot seluas 1,5 hektare (ha) milik Ansory petani Desa Malintut, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur (24/7/2019).

Menurut Munier, VUB kacang kedelai ini dihasilkan melalui penelitian Balai Besar Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen) yang melakukan perbaikan genetik kedelai. Ada dua jenis kedelai yang dilepas oleh Pusat Perlidungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian yaitu Biosoy 1 dan Biosoy 2. Peresmiannya diperkuat dengan SK. Menteri Pertanian No 343/Kpts/TP.010/05/2018 dan No 344/Kpts/TP.010/05/2018.

“Kita mengujikan Biosoy 2 ternyata hasilnya sangat menjanjikan, hasil ubinan BPS menunjukkan 3,2 ton/ha”, ujarnya.

Ansory (47 tahun), petani pelaksana kegiatan mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan kedelai Biosoy ini. “Perawatannya mudah dan hasil kacangnya sangat besar-besar dari kedelai biasanya,” ujarnya.

Menurutnya Biosoy 85 hari sudah bisa dipanen. Kendalanya, hanya serangan ulat grayak, tetapi dapat diatasi dengan pengendalian hama dan penyakit tanaman (HPT) terpadu.

Sementara itu Dr. Susilawati dan Dr. Twenty Liana, Peneliti agronomi BPTP Kalteng mengatakan bahwa Biosoy yang ditanam di Kalteng ini adalah varietas kedelai kelas benihnya label kuning, sehingga masih dapat diturunkan atau ditanam sampai tujuh kali sebagai sumber benih. Potensi hasil Biosoy 1 adalah 3,3 ton/ha, sementara Biosoy 2 adalah 3,5 ton/ha. Potensi hasil ini lebih besar sekitar 20 persen dari varietas Grobogan dan sekitar 18 persen dari varietas Anjasmoro.

Ukuran Biosoy 1 dan 2 jauh lebih besar dibanding Anjasmoro yaitu 16,14 gram per 100 biji dan juga lebih besar dari Grobogan 20,72 gram per 100 biji. Varietas Biosoy 1 dan Biosoy 2 juga memiliki diameter batang yang lebar. Kalau kita sudah bisa panen ubinan 3,2 ton/ha tentunya ini merupakan peluang untuk pengembangan kedelai di Kalteng yang perlu disinergikan dengan program Dinas Pertanian di Kalimantan Tengah.

Global Qurban-Act Kolaborasi Bersama E-Commerce Terkemuka Indonesia

0

HarianNusa.com, Jakarta – Dalam rangka menyambut Iduladha 1440 Hijriah berbagai e-commerce terkemuka di Indonesia telah berkolaborasi dengan Global Qurban-ACT dalam program “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia”. Melalui kerjasama tersebut, berbagai kemudahan hingga potongan harga ditawarkan untuk memudahkan dalam menunaikan ibadah kurban sejak awal bulan Juli hingga minggu pertama bulan Agustus 2019.

Vice President ACT, Ibnu Khajar menyatakan kolaborasi ini memiliki makna tersendiri sebagai wujud nyata kolaborasi untuk negeri. Kerjasama dengan berbagai e-commerce diharapkan dapat menyebarkan semangat berkurban, dan membantu niat baik masyarakat yang ingin menolong sesama melalui hewan kurbannya. Dalam program kolaborasi ini, ACT akan menyalurkan amanah kepedulian serta mengantarkan kurban masyarakat ke wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan pangan.

“Kolaborasi ini menjadi cara untuk memaksimalkan rantai kebaikan untuk perayaan Iduladha 1440 Hijriah mendatang. Hal ini karena setiap elemen masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk menunaikan ibadah sekaligus menebarkan kebaikan. Selain itu, untuk memanfaatkan momentum tanggal gajian, Global Qurban ACT turut meramaikan momentum ini dengan penawaran kurban seharga Rp 1,5 juta untuk bobot kambing minimal 27 kg hanya di program BukaQurban 2019, Bukalapak. Program ini dimulai sejak tanggal 25 Juli sampai dengan 9 Agustus 2019,” tambah Ibnu.

Momentum ini sangat tepat bagi masyarakat untuk membeli hewan kurban mengingat perayaan hari raya Iduladha semakin dekat. Hewan kurban yang dibeli bisa menjadi salah satu cara untuk mengharap pahala tidak berbatas dari Rabb semesta alam. Hal ini karena Iduladha selalu dinantikan bagi saudara serba kekurangan, karena boleh jadi hanya pada momen inilah mereka bisa mencicip nikmatnya rasa daging.

Di perayaan Iduladha 1440 Hijriah ini, ACT akan menyalurkan 100.000 kurban setara kambing yang akan menyasar kembali 34 provinsi di Indonesia dan menjangkau 50 negara, serta menyapa 7.500.000 penerima manfaat warga prasejahtera, wilayah konflik, dan bencana. Dalam meluaskan kebaikan, ACT turut berkolaborasi dengan lebih dari 400 mitra perusahaan, organisasi, komunitas dan media seperti: Tokopedia, Lazada, JD.ID, Shopee, elevania, BLANJA.com, blibli.com, dan partner-partner lainnya.

BukaLapak sebagai salah satu mitra e-coomerce Global Qurban-ACT menawarkan potongan harga dalam program flash deal. Anda bisa kunjungi untuk menikmati sejumlah layanan yang ditawarkan BukaLapak. Flash deal ini berlangsung mulai 25 Agustus 2019. Informasi lebih lanjut mengenai fitur BukaQurban dapat diakses di http://bukalapak.com/bukaqurban. Bersama mitra-mitra peduli, ACT akan terus berjalan membantu saudara yang kesusahan di pelosok Indonesia hingga penjuru dunia atas nama kemanusiaan.