Beranda blog Halaman 200

Akses Jalan SMPN 24 Mataram Terancam Ditutup

0

HarianNusa.Com – Akses jalan setapak dari dan menuju Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 24 Mataram yang ada di Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram terancam akan ditutup, karena jalan tersebut merupakan areal persawahan milik masyarakat yang masih produktif digarap.

Kepala SMPN 24 Mataram, Abdul Chair Abubakar, S.Pd. berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram khususnya Dinas Pendidikan Kota Mataram untuk memperhatikan persoalan akses jalan tersebut demi keberlangsungan sekolah.

Sejak SMPN 24 Mataram berdiri tahun 2015 lalu, jumlah siswanya dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Dari kuota sebanyak 56 baru siswa yang ditargetkan pada PPBD tahun pelajaran 2019, hanya terserap sebanyak 38 siswa baru. Menurutnya, kurangnya peminat warga menyekolahkan anak-anaknya di SMPN 24 Mataram salah satunya disebabkan karena belum tersedianya akses jalan yang memadai.

“Dulu awal berdirinya tahun 2015 jumlah siswanya 150 orang, sekarang hanya 120 orang. Mengalami penurunan. Para orang tua enggan menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah ini setelah mereka melihat kondisi sekolah ini,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, (31/8/19).

Selain akses jalan, kurangnya ruang belajar dan tidak adanya sarana pendukung sekolah seperti ruang laboratorium dan musholla juga menjadi kendala kelancaran proses belajar mengajar.

“Kami hanya memiliki dua ruang kelas untuk belajar, sementara ini kami menggunakan ruang guru, dan ruang BK juga untuk ruang kelas. Kalau untuk sholatnya kami minta anak-anak solat di rumah masing-masing karena tidak ada musholla,” ujarnya.

Dia menuturkan bahwa pihaknya pernah mengajukan proposal untuk penambahan ruangan ke pihak dinas instansi terkait namun hingga saat ini belum ada respon.

“Informasinya SMPN 24 Mataram ini akan diprioritaskan, tapi tahunnya entah kapan kami belum tahu,” katanya.

Pemerintah Kota Mataram diharapkan segera melakukan pembebasan untuk akses jalan tersebut karena pemilik lahan seringkali menutup akses jalan tersebut karena merasa keberatan lahannya dilintasi. Akses jalan tersebut
tidakhanya digunakan oleh para siswa SMPN 24 Mataram tetapi juga oleh masyarakat setempat.

“Kalau pemiliknya tau pasti ditutup karena dia tidak mau lahannya dijadikan akses jalan. Dan tanaman juga rusak diinjak saat dilewati,” ujar Bu Siti, penggarap lahan pertanian yang dijadikan akses jalan tersebut. (f3)

Ket. Foto:
Kepala SMPN 24 Mataram, Abdul Chair Abubakar, S.Pd. (HarianNusa.com/f3)

BRSDM Lakukan Penelitian Tiga Tahun Situs Kapal Tenggelam di Jalur Rempah Ternate Tidore

0

HarianNusa.com, Tidore – Loka Riset Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir (LRSDKP) Badan Riset dan Sumber Daya Manusia kelautan dan Perikanan (BRSDM) akan melaksanakan kegiatan riset arkeologi maritim di Ternate-Tidore selama tiga tahun. Riset bertujuan mencari dan mengkaji situs-situs kapal tenggelam bersejarah termasuk bangkai kapal Trinidad yang merupakan salah satu dari lima kapal dalam armada pelayaran Ferdinand Magellan dari Spanyol sekitar 500 tahun yang lalu.

“Riset Arkeologi Maritim di Ternate Tidore dimaksudkan untuk membantu mengungkap bukti arkeologis dan sejarah maritim Ternate dan Tidore yang berada Kepulauan Maluku yang merupakan salah satu titik paling penting dalam Spice Routes atau Jalur Rempah. Selain itu, riset juga menjajaki pemanfaatan sumber daya arkeologi maritim untuk pembangunan kelautan perikanan yang mendukung peningkatan budaya maritim bangsa dan wisata bahari berkelanjutan,” jelas Kepala Pusat Riset Kelautan Riyanto Basuki dalam sambutan FGD Riset Arkeologi Maritim Situs Kapal Tenggelam di Jalur Rempah Ternate Tidore, kemarin (30/7/ 2019), di Kantor Walikota Tidore Kepulauan.

Kegiatan riset ini, lanjut Riyanto Basuki, diharapkan dapat memberikan peluang pengelolaan sumber daya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. Selain itu, meningkatkan upaya heritage raising awareness tentang pentingnya mengetahui sejarah-budaya maritim dan pentingnya upaya untuk melakukan pelestarian, pelindungan, dan pengelolaan warisan budaya maritim dan bawah air.

Kepala LRSDKP Nia Naelul Hasanah mengatakan kegiatan riset arkeologi maritim di Ternate-Tidore direncanakan akan dilakukan dalam waktu minimal tiga tahun (2019-2021).

“Kegiatan survei lapangan pertama di Ternate-Tidore telah dilakukan pada April lalu untuk melakukan kegiatan penyisiran dengan menggunakan alat side scan sonar di area banteng Castela dan penyelaman bawah air,” ujarnya.

Survei pertama juga telah diliput oleh IFAGE Film Production, Jerman yang sedang membuat film documenter untuk ZDF TV Jerman tentang 500 Years of Circumnavigation of the World dan akan tayang pada akhir tahun 2019.

Sedangkan kegiatan survey kedua mulai 24 Juli hingga tanggal 1 Agustus mendatang. Menurut Nia, pada survei kedua ini melibatkan 17 personil yang terdiri dari para peneliti LRSDKP (arkeologi maritime, geologi, dan oseanografi), tenaga ahli terkait sejarah, konstruksi bawah air dan rekonstruksi kapal kuno dan kapal tradisional, serta tim pendamping dari dinas-dinas di Ternate dan Tidore. “Tim melakukan penyelaman bawah air dilakukan di 2 lokasi yaitu di Tonguwai dan di Teluk Soasio di depan Benteng Tahula. Hasil penyelaman menemukan adanya sebaran artefak di dua situs tersebut yang terdiri dari meriam, gerabah, dan keramik,” ujarnya.

Kegiatan riset arkeologi maritim di Ternate-Tidore ini, kata Nia, didukung pemerintah setempat, melalui surat permohonan dari Pemerintah Tidore kepada LRSDKP terkait kebutuhan dilakukan penelitian sejarah-arkeologi maritim masa Ferdinan Magellan dan Sebastian El Cano di Ternate-Tidore.

Kegiatan riset juga mendukung rencana Sail Tidore 2021 yang juga bertepatan dengan Peringatan 500 tahun Ekspedisi Mengelilingi Bumi atau 500 Years Circumnavigation of the World oleh Ferdinan Magellan dan Juan Sebastian Elcano (Sail Magellan) yang puncak peringatan akan dilaksanakan pada tahun 2021.

“Riset arkeologi maritim LRSDKP dapat membantu mengungkap peran dan kedudukan penting Ternate-Tidore dalam Circumnavigation of the World Magellan-Elcano,” ujar Nia.

Sekretaris Kota Tidore Asrul Sani yang hadir mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan berharap FGD Riset Arkeologi Maritim Situs Kapal Tenggelam di Jalur Rempah Ternate-Tidore memberikan gambaran tentang tata niaga rempah-rempah di Maluku-Maluku Utara khususnya Ternate-Tidore. “Hasil riset ini dapat dijadikan masukan untuk melengkapi pembahasan tentang tata niaga rempah-rempah dalam Sejarah Maritim Ternate dan Tidore di Jalur Rempah. Upaya ini mampu melestarikan memori dunia tentang peran Tidore dan Ternate sebagai pusat produksi rempah-rempah yang sangat mempengaruhi peradaban manusia dan wajah dunia di masa lalu sampai sekarang,” paparnya.

Kegiatan riset LRSDKP terkait bidang arkeologi maritim merupakan salah satu pelaksanaan tugas fungsi LRSDKP yang mempunyai fokus riset di bidang sumber daya pesisir termasuk potensi arkeologi maritim dan wisata bahari, serta kerentanan pesisir berupa abrasi pantai, sedimentasi, tsunami dan likuifaksi.

Hadir dalam FGD Riset Arkeologi Maritim Situs Kapal Tenggelam di Jalur Rempah Ternate Tidore, Kesultanan Tidore; Kesultanan Ternate; Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Tidore; Kepala Dinas Perikanan Kota Tidore; Dinas Perikanan Kota Ternate; Direktorat Eropa I; Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, KKP; Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Kementerian Luar Negeri; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ternate; Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tidore; Kemenko Maritim; para Kepala Satker Lingkup KKP di Ternate-Tidore; Para Kepala OPD Kota Tidore Kepulauan, para Kepala OPD Kota Ternate; Pusat Penelitian Arkeologi Nasional; Balai Pelestarian Cagar Budaya; Komandan Pangkalan Angkatan Laut Ternate; Polairud Polda Maluku Utara; Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univ. Negeri Khairun; Dekan Fakultas Ushuludin, Adab, dan Dakwah IAIN Ternate, serta para penggiat Wisata, Budaya dan Pendidikan di Ternate dan Tidore; serta Camat Tidore.

Kendaraan yang Dicuri di Desa Sajang Ditemukan Polisi

HarianNusa.com – Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali terjadi. Kali ini kasus tersebut terjadi di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, 22 Juli 2019 lalu.

Saat itu korban Jakir Iriawan memarkirkan pickup miliknya di jalan umum Desa Sajang, karena korban hendak bekerja membuat talut.

“Kendaraan milik korban sebagai kendaraan operasional mengangkut material,” ujar Kasubbag Humas Polres Lombok Timur Iptu Lalu Jaharudin, dalam keterangan tertulis diterima Rabu, 31 Juli 2019.

Usai korban bekerja, dia melihat kendaraan telah raib. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Sembalun.

Tim 3C Polres Lombok Timur yang menerima laporan bahwa ada pickup tanpa nomor polisi di wilayah Terara, Lombok Timur, segera turun untuk memeriksa kendaraan.

Kendaraan tersebut diketahui kendaraan curian, sehingga polisi membagi dua tim. Tim pertama memburu pelaku dan tim kedua mengintai atau bersiap mencegat pelaku di perbatasan Desa Selagik, Kecamatan Terara.

“Tim satu kehilangan jejak pelaku, dan mencari di daerah persawahan. Namun di persawahan pelaku tidak ditemukan,” ungkapnya.

Polisi menyisir di Desa Selagik, dan kendaraan curian ditemukan di samping rumah warga. Kendaraan ditinggal kabur pelaku.

Kendaraan pickup jenis Mitsubishi Cold 120 SS dan dua plat kendaraan yang disembunyikan pelaku dalam dashboard mobil berhasil ditemukan. Barang bukti diamankan di Polres Lombok Timur.

Catatan polisi, kendaraan yang digunakan pelaku untuk pergi mencuri telah terindentifikasi dan dalam proses pengejaran. (sat)

Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Lombok Barat, Fauzan Temui Rektor Unram

HarianNusa.Com – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid didampingi Asisten I H. Ilham menemui Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Dr. H. Lalu Husni
dan diterima di ruang kerja rektor di Gedung Rektorat Unram, Selasa, (30/7/19) siang.

Dalam silaturahminya, bupati membahas beberapa hal terkait kerjasama Pemkab Lombok Barat dengan pihak Unram. Khususnya dalam hal peningkatan kualitas pendidikan di Lombok Barat.

“Jadi selain bersilaturahmi, saya juga membicarakan terkait hal apa saja yang bisa dikerjasamakan antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan pihak Unram. Termasuk misalnya beasiswa, dan yang sudah masuk saat ini yaitu program bidikmisi. Dari Kabupaten Lombok Barat saja dalam empat tahun terakhir ini, menurut data yang saya terima tadi ada sekitar 500 orang lebih yang menerima beasiswa ini,” terang Fauzan saat ditemui usai silaturahmi.

Program Bidikmisi sendiri merupakan bantuan biaya pendidikan di perguruan tinggi dari pemerintah bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik, namun memiliki keterbatasan ekonomi. Selain itu kerjasama juga akan diperluas dalam bidang yang lain.

Fauzan menjelaskan kerjasama yang dimaksud seperti dalam bentuk beasiswa lainnya, kemudian “penjatahan” mahasiswa dari kabupaten Lombok Barat untuk masuk di jurusan-jurusan favorit yang ada di Universitas Mataram tersebut. Tentunya dengan pertimbangan dan syarat tertentu.

Dalam pertemuan itu juga dibahas rencana pembangunan kampus III Unram di wilayah Lombok Barat.

“Tadi juga kita membicarakan wacana mengenai kampus III Unram terkait dengan kesiapan Kabupaten Lombok Barat menjadi salah satu lokasi. Bahkan kita sampaikan dari sisi tanah atau lahan yang bisa ditempati di Lombok Barat itu masih banyak. Dan pak Rektor sangat menyambut baik hal tersebut. Jadi, saya berharap Lombok Barat dapat menjadi pilihan dari kampus III Unram tersebut,” jelas bupati.

Bupati menyebutkan ada beberapa titik lokasi yang berpotensi untuk dijadikan lahan berdirinya kampus III Unram tersebut.

“Antara lain, Gerung, Kuripan, Lembar, dan Sekotong,” ungkapnya. (f3)

KPUD Serahkan Hasil Pleno Terbuka Penetapan Perolehan Kursi Pemilu 2019

0

HarianNusa.Com – Penyerahan hasil pleno terbuka penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPRD Kota Mataram Pemilu 2019, yang diserahkan langsung oleh Ketua KPU Kota Mataram H. Husni Abidin dan diterima langsung oleh Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh, di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, Senin pagi (29/7/19).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi, Sekretaris Daerah Kota Mataram Effendi Eko Saswito, seluruh jajaran Komisioner KPU Kota Mataram, jajaran Forkopimda Kota Mataran, Jajaran Staf Ahli dan Asisten Pemerintah Kota Mataram, serta Pimpinan Perangkat Daerah (PD) lingkup Pemerintah Kota Mataram.

Ketua KPU Kota Mataram M. Husni Abidin mengatakan bahwa hari ini KPU sudah menyerahkan mandat kepada Wali Kota Mataram terkait berkas penyelenggaraan Pemilu 2019, untuk selanjutnya berkas ini bisa diteruskan ke Gubernur NTB. Diantaranya surat permohonan kepada gubernur untuk mengesahkan usulan caleg-caleg terpilih di DPRD Kota Mataram, Berita Acara, SK Penetapan dan SK Caleg terpilih yang sudah disiapkan berikut dengan berkasnya.

Husni Abidin juga melaporkan, sejak tanggal 25 Juli 2019 KPU Kota Mataram telah menuntaskan hasil penetapan akhir terkait dengan perolehan kursi dan calon terpilih sejumlah 40 kursi untuk DPRD Kota Mataram. Untuk Provinsi NTB, Kota Mataram tertinggi dalam terpilihnya caleg perempuan, dari 40 kursi di DPRD Kota Mataram ada 10 caleg perempuan yang terpilih, artinya bahwa 25 % kaum perempuan tepilih di pemilu 2019.

“Itu patut mendapatkan apresiasi tingkat nasional maupun di NTB khususnya,” kata Husni.

Dalam laporannya Husni juga menjelaskan pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Mataram berjalan dengan baik, aman, lancar dan sukses. Untuk itu dia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Kota Mataram, dan seluruh jajaran terkait penyelenggaraan pemilu 2019.

Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh dalam sambutannya mengatakan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan bahwa hasil penetapan Pemilu setelah ditetapkan maka dilanjutkan ke Gubernur melalui Bupati/Wali Kota.

“Alhamdulilah tugas kami menerima itu sudah kami terima dan akan melanjutkan ke Bapak Gubernur NTB, yang Insyaallah pada hari ini kita usahakan siap, nanti pak Sekda yang ngurus untuk di lanjutkan,” kata Ahyar.

Senada dengan Ketua KPU Kota Mataram, Ahyar Abduh menegaskan sejauh penyelenggarakan Pemilu di Kota Mataram telah berjalan sangat kondusif, artinya tidak ada gangguan terstruktur atau masif, atau gangguan yang dinilai sangat signitfikan yang menggangu penyelenggaraan Pemilu.

“Dalam kesempatan ini kami menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada penyelenggara Pemilu, KPU, Bawaslu, dan Pimpinan Partai Politik, kepada masyarakat yang telah bersama-sama melaksanakan pemilu 2019 dengan sukses,” pungkasnya.

Kegiatan penyerahan hasil pleno terbuka penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPRD Kota Mataram Pemilu 2019 ini, dilakukan sebagai tindak lanjut pelaksanakan penetapan calon anggota DPRD Kota Mataram terpilih pada tanggal 25 Juli kemarin. (f3)

Bank Sampah Pondok Perasi: “Menabung – Merubah Perilaku”

0

HarianNusa.Com – Sejak dilaunching oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah 18 Juli 2019 lalu, keberadaan bank sampah Pondok Perasi, Ampenan Kota Mataram ini aktivitasnya terus berjalan dan mulai berkembang.

Saat itu, Wagub berharap bank sampah Pondok Perasi jangan hanya berjalan secara seremonial saja. Justru aktifitasnya semakin lama harus semakin berkembang. Menurutnya bank sampah memiliki banyak manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Untuk itu Wagub juga meminta dengan adanya bank sampah agar masyarakat memanfaatkan sampah sebagai barang yang bernilai ekonomis sehingga mampu mendongkrak perekonomian warga.

“Manfaat bank sampah untuk masyarakat adalah dapat menambah penghasilan masyarakat karena saat mereka menukarkan sampah mereka akan mendapatkan imbalan berupa uang yang dikumpulkan dalam rekening yang mereka miliki. Masyarakat dapat sewaktu-waktu mengambil uang pada tabungannya saat tabungannya sudah terkumpul banyak. Imbalan yang diberikan kepada penabung tidak hanya berupa uang, tetapi ada pula yang berupa bahan makanan pokok seperti gula, sabun, minyak dan beras,” ungkapnya.

Camat Ampenan, Muzakir Wallad sangat mengapresiasi terbentuknya bank sampah Pondok Perasi itu. Menurutnya hal ini sangat membanggakan. Bahkan ia mengatakan bahwa potensi pantai di kawasan Pondok Perasi sangat memungkinkan dijadikan kawasan wisata untuk klaster-klaster pesisir.

“Kami berharap ini terus berjalan dan berkesinambungan karena memulai sesuatu perjalanan 1000 mil itu di mulai dari langkah kecil. Jadi pastikan warga Pondok Perasi, mari kita bersama untuk bahu membahu mewujudkan itu semua, tentu golnya adalah bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakat dengan meghadirkan kampung wisata di Pondok Perasi dan tentunya di suport oleh kegiatan bank sampah dan masyarakat yang ada di Pondok Perasi. Semoga ini menginpirasi bagi yang lainnya,” ungkapnya saat kegiatan gotong royong bersih pantai pantai bersama masyarakat Pondok Perasi Kelurahan Bintaro, Ampenan Kota Mataram.

Solihin.SH, Wakil Direktur bank sampah Pondok Perasi menuturkan bahwa awalnya bank sampah Pondok Perasi ini berdiri karena berangkat dari keprihatinan sejumlah masyarakat dengan kondisi lingkungan yang semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah dan tentunya akan menjadi permasalahan dikemudian hari sehingga diperlukan pengolahan sampah dengan baik. Melihat kondisi tersebut, akhirnya mereka mencari inisiatif dengan mendirikan bank sampah

“Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Solihin, Selasa, (30/7/19).

Hingga saat ini sudah tercatat 40 warga Lingkungan Pondok Perasi yang menjadi nasabah di bank sampah Pondok Perasi. Mereka terdiri dari ibu-ibu yang setiap harinya menyetorkan sampah rumah tangganya. (f3)

Bung Nuri Siap Maju di Pilkada Kota Mataram

0

HarianNusa.Com – Meskipun masih lama, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di NTB gaungnya sudah mulai ramai. Sejumlah tokoh yang digadang-gadang menjadi bakal calon kini mulai bermunculan. Salah satunya, tokoh muda asli Mataram, H. Subuhunnuri.

Pria yang terkenal dengan slogan “Yang penting rakyat senang ini” menyatakan keseriusannya untuk maju di Pilkada Kota Mataram 2020 mendatang melalui jalur parpol ataupun independent.

“Saya serius akan maju di Pilkada Kota Mataram,” ungkap Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) NTB ini saat diwawancarai di Mataram, Senin, (29/7/19).

Bung Nuri menegaskan kesiapannya maju sebagai calon Walikota atau Wakil Walikota Mataram 2020-2025 baik melalui jalur independent maupun diusung oleh partai politik (parpol). Bahkan dirinya sudah mengumpulkan sekitar 60 ribu KTP jika nanti harus maju di jalur Independen.

“Semua berpeluang, partai berpeluang independent berpeluang. Tapi untuk partai sementara kamj belum masuk ke dalam tetapi komunikasi-komunikasi sudah kami lakukan,” ungkapnya.

Sebagai putra asli Mataram Bung Nuri merasa terdorong untuk membangun kota kelahirannya menuju “Mataram menyenangkan”.

“Sebagai putra asli Mataram tentu saya akan membangun kota kelahiran saya,” ungkap pengusaha muda yang terbilang sukses itu. (f3)

 

Minta Diantar, Pria Ini Rampas Motor Mantan Istri

HarianNusa.com – Aksi kejahatan jalan kembali terjadi belum lama ini. Seorang pelaku perampasan motor beraksi di Jalan Lingkar Selatan atau di sebelah utara Kantor DPRD Kota Mataram.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam, menjelaskan pelaku Suparwadi alias Adi (35) asal Desa Prai Meke, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, membawa lari motor korban.

Saat itu pelaku meminta tolong korban yang merupakan mantan istrinya untuk mengambil uang di Jalan Lingkar Selatan. Korban kemudian membonceng pelaku menggunakan motornya. Sesampai di lokasi, pelaku sempat ngopi bersama korban.

“Saat korban hendak pulang karena sudah malam, dan memasukan kunci motor ke lubang kunci, pelaku langsung merampas motor korban dan membawa kabur,” ungkap Kapolres Mataram, Jumat, 26 Juli 2019.

Pelaku kabur melawan arus ke barat dan membawa motor korban jenis Yamaha Lexy.

Pelaku ditangkap pada Selasa, 19 Juli 2019 pukul 21.30 Wita. Dia ditangkap dengan cara diborgol karena berusaha melawan polisi. Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Ampenan, sesuai wilayah hukum tempat melancarkan aksi.

Hasil interogasi, pelaku merupakan residivis Curanmor dan telah menjual sepeda motor korban Rp7 juta pada penadah motor curian berinisial S. Kini S dalam pengejaran polisi. (sat)

 

Coba Beraksi, Dua Jambret Cilik di Lombok Tengah Diringkus Warga

HarianNusa.com – Dua bocah bau kencur menjambret handphone milik seorang wanita saat melintas di jalan umum Bile Penanggak, Desa Penanggak, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah, Jumat malam, 16 Juli 2019.

Saat itu korban Rizkia Ayu Anggraini berboncengan dari rumah temannya. Tiba-tiba, dua bocah masing-masing berumur 15 tahun melanju dari arah belakang dan memepet motor korban. Seorang pelaku langsung menjambret handphone yang digenggam korban.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Purnama, menceritakan korban terus mengejar pelaku sembari berteriak minta tolong.

setelah sampai di Dusun Liwung, Desa Setute, Kecamatan Janapria, motor pelaku dihadang massa. Kedua pelaku tertangkap warga.

Beruntung warga tidak menghakimi pelaku. Kedua pelaku menghubungi Bhabinkamtibmas setempat dan mengamankan pelaku di Polres Lombok Tengah.

Kabid Humas berterimakasih pada warga atas tindakan yang tidak main hakim sendiri. “Terimakasih masyarakat Janapria tidak main hakim sendiri,” ujarnya, Sabtu, 27 Juli 2019.

Pelaku berinisial AA dan RA dibawa untuk diinterogasi. Motor milik pelaku jenis Satria FU diamankan polisi. Handphone VIVO milik korban juga diamankan sebagai barang bukti. (sat)

 

Jelang Pilkada 2020, DPD PKS Kota Mataram Panaskan Mesin Partai

HarianNusa.Com – Dewan Pimpinan Daerah Partai (DPD) Partai Keadilan Sejahtera Partai (PKS) Kota Mataram mulai panaskan mesin partai menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Mataram 2020 mendatang.

Sebagai partai politik, PKS memiliki sistem pengkaderan dan pembinaan calon-calon pemimpin yang bersifat berjenjang dan berkelanjutan.

“Sebagaimana partai-partai lainnya, PKS juga berhak untuk menawarkan kepada masyarakat produk unggulannya, berupa kader terbaik untuk dapat memimpin daerah kita, Kota Mataram tercinta, menjadi lebih baik. Untuk Mentaram Berkah Gemilang,” ungkap Ketua DPD PKS Kota Mataram, Ahmad Jafri saat menggelar Jumpa Pers di Kantornya, Senin, (29/7/19).

Ia mengatakan pada momentum Pemilihan Kepala Daerah saatnva masyarakat menguji, produk dari masing- masing partai politik, kuantitas dan kualitasnya, jangan sampai masyarakat merasakan adanya stagnasi kepemimpinan karena daerah ini mengalami defisit figur-figur calon pemimpin. Maka PKS melalui proses internal, dalam pemilihan umum internal yang telah dilakukan, menghasilkan enam kader terbaiknya, untuk ditawarkan kepada masvarakat. Selanjutnya nanti, ke-enam kader tersebut akan melalui proses uji publik langsung, melalui serangkaian sosialisasi dan komunikasi politik.

“Sampai saatnya nanti, dari enam nama tersebut akan dikerucutkan menjadi dua nama. Barulah kemudian, dua nama tersebut dan pasangannya akan direkomendasikan kepada DPW PKS NTB,” jelasnya.

Ke-enam Kader PKS yang ditawarkan kepada masyarakat tersebut yakni:
1. TGH Achmad Muchlis, anggota Majelis Pertimbangan Wilayah ( MPW), PKS NTB, Caleg Provinsi NTB terpilih untuk periode 2019-2024 dari Dapil Kota Mataram.
2. Ahmad Jafri, ST. Ketua Umum DPD PKS Kota Mataram.
3. Ismul Hidayat, Anggota DPRD Kota Mataram periode 2014-2019. Caleg terpilih DPRD Kota 3 Mataram periode 2019-2024
4. Hj. Istiningsih, S.Ag, Bendahara Umum DPW PKS NTB caleg terpilih DPRD Kota Mataram periode 2019-2024 5. Muhammad Ahyar, SH. Ketua Tim Pemenangan Pemilu Daerah
6. Hj. Vita Arifatul Aliyah, SP Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga, DPD PKS Kota Mataram.

“Ke-enam kader terbaik tersebut, kami tawarkan kepada masyarakat Kota Mataram untuk menjadi walikota atau wakil walikota pada Pilkada September 2020 nanti,” ungkapnya.

Dengan memajukan kadernya, PKS siap bertarung sebagai kontestan dalam perhelatan pemilihan walikota/wakil walikota di Kota Mataram pada 2020. Dan langgkah ini diambil, semata mata karena kecintaan kepada masyarakat, untuk ber khidmat kepada mereka, melayani masyarakat lebih luas. Demi membangun kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, dengan kerangka Pancasila, bersemangatkan UUD 1945 untuk memperkuat keutuhan NKRI.

“Sikap dasar PKS dalam hal ini pemimpin suatu masyarakat adalah pelayan bagi masyarakat Mataram 2020 nanti, akan menjadi akumulasi dari pengalaman kami memenangkan pasangan walikota dan wakil walikota selama ini. Posisi PKS di Kota Mataram, alhamdulillah, PKS memiliki infrastruktur pemenangan yang lebih komplit. Oleh karena itu, kami akan memaksimalkan kepercayaan ini untuk berjuang, agar PKS semakin bisa mewujudkan ekspektasi masyarakat yang makin banyak,” ujarnya.

Selanjutny PKS membuka pintu untuk mulai merajut koalisi, karena bagi PKS kata Jafri, bagi PKS koalisi adalah hal yang mesti dilakukan dalam model politik demoktasi hari ini oleh partai manapun. Dan yang menjadi roh PKS dalam berkoalisi adalah koalisi untuk “Menang dan Memimpin”.

“Karena dengan begitulah, kami bisa menjaga harapan dan dukungan masyarakat kepada PKS. Akhirnya, hanya kepada Allah lah, kita serahkan hasil dari semua ikhtiar ini sampai nantı. Semoga ikhtiar PKS bertemu dengan keinginan masyarakat, dan semoga semuanya sesuai dengan takdir kemenangan,” harapnya penuh semangat.

Sementara, TGH. Achmad Muchlis mengakui hingga saat ini belum melakukan komunikasi dengan partai manapun, kedati demikian dia menyebut ada satu bakal calon yang sempat berkomunikasi secara pribadi dengan dirinya.

“Hanya Pak Makmur Said yang pernah berkomunikasi secara pribadi,” ungkapnya. (f3)