Beranda blog Halaman 199

Warga Lombok Barat Keluhkan Irigasi Rusak Akibat Proyek Perumahan

HarianNusa.com – Proyek pembangunan perumahan Sembung Palace di Desa Sembung, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, kian membuat petani menderita. Petani di sana kesulitan mengairi sawah mereka karena irigasi rusak akibat proyek PT Maulana Raya Lombok tersebut.

Amak Murni, salah satu petani asal Dusun Karang Anyar, Sembung Barat, terpaksa harus membuat ulang saluran irigasi akibat saluran irigasi sebelumnya rusak akibat proyek perumahan.

Sejak proyek tersebut mulai berjalan, Amak Murni sudah mengkhawatirkan nasip sawah yang sehari-hari digarap olehnya. Betul saja, proyek tersebut merusak irigasi dan membuat padi di sawah kesulitan mendapatkan air. Amak Murni terpaksa harus beralih menanam singkong. Bahkan dia juga membuat saluran irigasi sendiri sebagai alternatif mengairi sawah.

“Lihat saja sekarang kondisi sawah kita, sangat kering. Dulu sebelum ada proyek itu sawah selalu banyak air. Sekarang irigasi rusak,” ungkapnya, Sabtu, 3 Agustus 2019.

Amak Murni di tengah teriknya panas matahari, terus memacul tanah membuat saluran irigasi. Meskipun saluran irigasi buatannya mengairi air yang tidak sebanyak saluran irigasi sebelumnya.

“Mau gimana lagi pak. Padahal saya sudah lama bertani. Apalagi ini di daerah subur,” ucapnya.

Diduga, saluran irigasi milik petani sengaja dirusak agar petani mau menjual sawah mereka pada pengembangan.

Sawah yang digarap Anak Murni memang bukan miliknya, namun dia menggarap sawah milik orang, di mana pemilik sawah tersebut enggan menjual sawahnya pada pengembangan.

“Ini sawah sudah beberapa kali ditawarkan untuk dibeli. Tapi pemiliknya enggak mau, karena ini daerah subur,” jelasnya.

Memang benar sawah di Desa Sembung merupakan lahan produktif yang seharusnya bebas dari pembangunan perumahan. Lahan tersebut juga merupakan sawah berkelanjutan atau sawah abadi yang tidak boleh digusur untuk proyek permanen.

Kami berupaya mengkonfirmasi pada pengembangan dari PT Maulana Raya Lombok, namun saat dihubungi melalui telepon, panggilan kami tidak kunjung diangkat. (sat)

UAS: Gempa Besar Tanda Akhir Zaman

HarianNusa.com – Beberapa bulan belakangan ini wilayah Indonesia sering terjadi gempa bumi dengan kekuatan besar. Bahkan gempa juga menimbulkan tsunami dan korban jiwa di mana-mana.

Fenomena gempa yang jaraknya berdekatan akhir-akhir ini merupakan tanda akhir zaman. Itu disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Tidak akan terjadi kiamat, sampai ilmu itu diangkat, waktu semakin pendek, banyak gempa bumi, fitnah meraja lela, dan banyak terjadi al-haraj. ‘Sahabat bertanya, apa itu al-haraj?’ Pembunuhan.” (HR. Bukhari).

Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam ceramahnya juga menyinggung soal gempa yang sering terjadi akhir-akhir ini. Menurutnya itu merupakan salah satu tanda akhir zaman.

UAS menjelaskan, dengan adanya tanda akhir zaman bukan menjadikan manusia malas beraktivitas atau bekerja, tapi justru harus memicu manusia lebih giat beramal saleh, sehingga jika mati akan membawa amal-amal. (sat)

Berikut videonya:

https://youtu.be/zk3gMvN-aWE

 

Kementan RI Susun Juknis Ubah Rawa Jadi Lahan Pertanian

Kementerian Pertanian (Kementan) tetap fokus pada pengembangan pertanian di lahan rawa. Melalui program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani), Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) telah melakukan berbagai langkah strategis antara lain dengan melakukan kegiatan Demfarm (Demonstrasi farming) yang di dalamnya melibatkan petugas pendamping yang ditempatkan di lapangan, Banjarbaru (1/8/2019).

Lahan rawa di Indonesia tersebar di tiga pulau besar, yaitu di Sumatera, Kalimantan dan Irian Jaya (Papua). Luas lahan rawa Indonesia ± 33,4 juta hektare (ha), yang terdiri atas lahan rawa pasang surut sekitar 20 juta ha dan lahan lebak 13,4 juta ha (BBSDLP, 2018).

Salah satu upaya untuk mendorong keberhasilan program SERASI adalah melakukan penyusunan petunjuk teknis (juknis) yang berfungsi sebagai panduan bagi para petugas lapang. “Sosialisasi Petunjuk Teknis Penelitian dan Pengembangan Demonstrasi Farm Program #SERASI di Kalimantan Selatan” telah diselenggarakan di Aula Balittra. Kegiatan tersebut dirangkai dengan kunjungan lapang ke lokasi denfarm Jejangkit Muara, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Kepala Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) Dr. Husnain, MSc., dalam arahannya menyampaikan penghargraan dan ucapakan terima kasih kepada Pemda Kalsel dan Sumsel yang selama ini telah mendukung sepenuhnya pelaksanaan program ini. Husnain menuturkan, Program SERASI merupakan ujung tombak dan menempati prioritas yang tinggi pada program Kementan.

“SERASI merupakan ujung tombak dan menempati prioritas yang tinggi program Kementan,” papar Husnain.

Fokus dan keseriusan Kementerian Pertanian pada program SERASI diwujudkan menurunkan 27 orang tenaga pendamping lapang di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, dan 23 orang ditempatkan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin, dan Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Terhadap petugas pendamping lapang secara khusus Husnain berpesan, peran dan keberadaan petugas pendamping sangatlah penting, karenanya penugasan tersebut hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh. “Penugasan yang diberikan hendaknya dijadikan sebagai media pembelajaran dan ajang menggali ilmu dan pengalaman lapang sebaik-baiknya,” tandas Husnain.

Dalam pembingkaiannya Prof. Irsal Las menuturkan, bila Kementan berhasil dalam pengembangan rawa khususnya di Kalimantan, maka target lumbung pangan dunia 2045 akan dapat dicapai. Menurut Irsal keberhasilan sebuah demfarm dicirikan oleh kelompok tani yang mencontoh teknologi pada denfarm dengan cara “learning by doing and learning by seeing” (belajar melalui bekerja dan belajar dengan melihat”), pemberdayaan petani melalui penerapan langsung teknologi rekomendasi.

Irsal menekankan, upaya fasilitasi pembelajaran bagi kelompok tani melalui penerapan teknologi yang sudah teruji agar mereka mampu menggunakan potensi yang dimilikinya dalam meningkatkan produksi dan produktivitas produk pertanian.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi (BPTP) Kalsel, Dr. M. Yasin, dalam arahannya menyampaikan bahwa penempatan setiap petugas lapang merupakan penugasan yang diberikan oleh negara melalui Kementan, khususnya Balitbangtan. Karena itu, setiap pegawai hendaknya selalu siap menerima penugasan yang diberikan oleh negara.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Balai Penelitian Lahan Rawa, Ir. Hendri Sosiawan, CESA mengungkapkan lahan yang dijadikan lokasi demfarm saat ini seluas 68 ha yang berada di kecamatan Jejangkit, Kab. Barito Kuala. Hendri menuturkan, mulai Agustus 2019 para petugas akan dipusatkan di lokasi denfarm Jejangkit.

Pada acara sosialisi ini disampaikan masing-masing materi Juknis secara ringkas yakni: Budidaya Padi Lahan Rawa Menggunakan Paket Teknologi RAISA oleh Nurwulan Agustiani, S.P., M.Agr. dari BB Padi; Pengelolaan Lahan dan Air Menurut Karakteristik Hidrologis Rawa Pasang Surut di Kalimantan Selatan oleh Dr. Setiono Adi dari Balitklimat; Budidaya Hortikultura di Lahan Rawa Kalimantan Selatan oleh Prof. Yusdar dari Puslitbanghorti; dan Pengembangan Budidaya Itik di Lahan Rawa Kalimantan Selatan oleh Dr. Maijon Purba dari Balitnak.

Materi juknis lainnya yaitu Penguatan Kelembagaan Petani dan Pengembangan Pertanian Korporasi di Lahan Rawa Kalimantan Selatan oleh Dr. Hermanto dari PSEKP; Pengembangan Model Budidaya Ikan Ramah Lingkungan di Lahan Rawa oleh Ir. Retna Qomariah, M.Si dari Balittra; dan Bimbingan Teknis Pengembangan Pertanian Lahan Rawa mendukung Program #SERASI oleh Saefoel Bachri, S. Kom, MSi.

Penyusunan Juknis sangat penting sebagai upaya untuk mendorong percepatan dan keberhasilan pengembangan lahan rawa yang saat ini difokuskan di Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan. Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke lokasi denfarm Jejangkit yang melibatkan semua petugas lapang dan nara sumber. Inilah salah satu upaya menserasikan Program #SERASI.

ACT Lakukan Regenerasi Kepemimpinan, Ahyudin: Penguatan Kiprah Untuk Kemanusiaan

HarianNusa.com, Jakarta – Kiprah Aksi Cepat Tanggap (ACT) di bidang penanganan bencana, krisis kemanusiaan, dan pembangunan masyarakat telah memasuki tahun ke-14. Mengawali aksinya di ranah kebencanaan, ACT pun berkembang untuk memberikan solusi pada masalah-masalah keumatan dengan semangat kemanusiaan, kedermawanan, dan kerelawanan. Ratusan kabupaten/kota di seluruh provinsi Indonesia dan hampir 70 negara di dunia terdampak krisis dijangkau.

Menginjak usia 14 tahun, ACT senantiasa berikhtiar untuk meluaskan maslahat filantropi untuk masyarakat luas, baik di level nasional maupun global. Ikhtiar ini salah satunya dengan penguatan dan pengembangan organisasi. Hal ini disampaikan oleh Ahyudin, yang kini menjabat sebagai Pembina Yayasan Aksi Cepat Tanggap. Menurutnya, regenerasi menjadi keniscayaan sebuah organisasi yang ingin berkembang pesat.

“Organisasi perlu melakukan dinamisasi untuk penguatan dan pengembangan organisasi. Saat ini, Yayasan ACT tengah melakukan itu,” ungkap Ahyudin, Kamis (1/8).
Bentuk dari penguatan dan pengembangan organisasi itu antara lain adanya regenerasi kepemimpinan ACT. Saat ini, ACT dipimpin oleh Ibnu Khajar, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden ACT.

“Insyaallah semua harapan besar untuk makin memperkuat kontribusi bangsa melayani masyarakat yang terpapar bencana kemanusiaan bisa diemban dengan baik oleh Pak Ibnu Khajar selaku Presiden ACT yang baru karena beliau sudah membersamai ACT selama bertahun-tahun, sehingga tidak ada keraguan,” lanjut Ahyudin.

Ibnu Khajar telah lama berkiprah dalam pengembangan dan penguatan filantropi serta aksi kemanusiaan. Beberapa di antaranya adalah keterlibatannya pada pengelolaan sejumlah departemen di ACT, Disaster Management Institute of Indonesia (DMII)-ACT, dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI). Didukung dengan kuatnya kontribusi Ibnu di bidang tersebut, ia pun diamanahkan sebagai Presiden ACT. Dengan amanah baru, Ibnu Khajar mengajak seluruh stakeholders ACT untuk menguatkan peran lembaga di kancah nasional maupun global dengan menjalin kolaborasi bersama seluruh unsur masyarakat, baik sipil maupun pemerintahan.

“Saya terima sebuah amanah dari lembaga ini untuk memimpin sebuah lembaga yang telah berjalan selama 14 tahun. ACT, selama kiprahnya, terus membersamai Indonesia dalam setiap aksi kemanusiaan, baik dalam skala nasional maupun global. Harapannya, bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang besar. Kami ingin bersama bangsa ini untuk menjadi bangsa yang sangat terdepan dalam menjalani program kemanusiaan,” ungkap Ibnu.

Dalam mewujudkan harapan itu, menurut Ibnu, dibutuhkan kerja keras yang luar biasa dari seluruh elemen masyarakat. Mereka di antaranya publik, komunitas, relawan, korporasi, hingga pemerintah. Bersama seluruh stakeholder-nya, ACT membantu bangsa ini memberikan solusi pada permasalahan umat melalui jalur diplomasi kemanusiaan.

“Maka kami ingin pada waktu terjadi bencana kemanusiaan, bangsa ini, baik pada level pemerintah atau pun pada level masyarakat sipil, dapat bergerak cepat. Kami sangat sadar dan berterima kasih, di antara lembaga-lembaga kemanusiaan, ACT diberikan kesempatan untuk menjadi lembaga terbesar di Indonesia yang membersamai pemerintah melakukan penanganan korban bencana di banyak tempat,” imbuh Ibnu

Sejak 2005, ACT senantiasa hadir dalam penanganan bencana dalam negeri seperti tsunami Aceh (2004-2005), gempa Yogyakarta (2006), erupsi Gunung Merapi (2010), gempa Pidie Jaya (2016), gempa Lombok (2018), dan gempa, tsunami, serta likuefaksi di Sulawesi tengah (2018). Hingga 2018, aksi-aksi kemanusiaan ini telah menjangkau lebih dari 30 juta penerima manfaat, dengan melibatkan sekitar 250 ribu relawan dan 230 ribu dermawan.

Tahun 2014 lalu menjadi awal bagi ACT untuk menjalin kolaborasi kemanusiaan dunia, bersamaan dengan visi baru: menjadi lembaga kemanusiaan global profesional, berbasis kedermawanan dan kerelawanan masyarakat global. Kini peran itu diikhtiarkan, semakin kuat, bukan hanya atas nama lembaga, melainkan memperkuat posisi bangsa sebagai bangsa yang berkiprah di kemanusiaan.

“Kami juga menyampaikan terima kasih, untuk amanah yang diberikan kepada kami. Hal ini menjadi bukti bahwa kepercayaan publik kepada kami besar atas amanah yang kami tunaikan. Kedua, jangan pernah berhenti peduli karena sesungguhnya kepedulian adalah bagian dari karakter bangsa ini, karakter masyarakat Indonesia,” tutup Ibnu. []

 

Pemkab Lobar Merasa Disibukkan Mendagri saat Mutasi

0

HarianNusa.Com – Hanya diizinkan memutasi 47 pejabat saat mutasi kemaren, Rabu (31/7/2019), Pemerintah Kabupaten Lombok Barat merasa kecewa karena masih banyak jabatan yang lowong. Hal itu akibat adanya Surat Edaran Mendagri Nomor 821/4247/SJ tentang Tata Cara Pengangkatan Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administratur, dan Pengawas Bagi Daerah yang Menyelenggarakan Pilkada Serentak.

Pada point 2 huruf a surat tersebut, Mendagri hanya membolehkan penggantian pejabat untuk mengisi jabatan yang kosong saja, dilakukan dengan selektif, namun tidak diperkenankan untuk melakukan rotasi/ mutasi jabatan.

“Kebijakan Mendagri itu yang menyebabkan setiap mutasi, pasti akan menimbulkan kekosongan lagi sehingga tidak efektif. Pemda kalau memutasi, pasti akan mutasi lagi untuk mengisi kekosongan,” terang Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat H. Moh. Taufiq, dalam rilis yang disampaikan Humas Protokol Setda Kabupaten Lombok Barat, Kamis, (1/8/19).

Menurut Taufiq, Pemda justru akan selalu disibukkan untuk mengurus ijin. Taufiq dengan tegas meminta agar edaran Mendagri itu agar ditinjau ulang.

“Edaran tersebut mengabaikan rekomendasi dari Gubernur dan KASN yang telah susah payah kita peroleh,” keluh Taufiq.

Menurut Taufiq, Kemendagri sama sekali kaku dengan kebijakannya dengan tidak mempertimbangkan bahwa pengisian jabatan kosong, pasti akan menimbulkan kekosongan baru sehingga mutasi/ rotasi dalam kasus ini, juga adalah mengisi kekosongan.

“Mereka mungkin berasumsi semua promosi, jadi tidak menimbulkan kekosongan,” ujar Taufiq.

Seperti dilansir beberapa media hari ini (1/8/2019) Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid telah melakukan mutasi dan pengukuhan kepada total 55 orang pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Sebanyak 47 orang adalah mutasi, sisanya adalah pengukuhan saja.

“Pemda sebenarnya mengusulkan 110 orang, namun hanya dijinkan untuk 55 orang saja,” aku Kepala BKD PSDM Lombok Barat, Suparlan melalui media tersebut.

Menurut Suparlan, dengan kondisi seperti itu, masih banyak posisi jabatan yang kosong. Untuk Jabatan Tinggi Pratama atau Eselon 2, paling tidak ada 7 jabatan yang masih kosong. Setelah ditinggalkan oleh Budi Dharmajaya yang menempati pos barunya sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, praktis posisi Kepala Dinas Kominfo menjadi kosong. Demikian pula halnya dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Kepala DPMPTSP yang menjadi kosong akibat keduanya dimutasi menjadi Staf Ahli Bupati.

Belum lagi dengan posisi Kepala Perangkat Daerah yang memang telah lama kosong akibat ditinggalkan pejabatnya yang purna tugas atau mutasi ke institusi lain. Jabatan-jabatan eselon 2 yang masih kosong tersebut antara lain Asisten 3, Inspektur, Sekretaris DPRD, Kepala Bapenda, dan Kepala Dispora.

“Kita akan segera melakukan pengisian dengan proses ijin yang sama dengan kemaren,” terang Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid pasca melakukan pelantikan.

Dari pantauan di lapangan, dampak kekosongan jabatan tersebut sebenarnya tidak terlalu dirasakan karena terisi oleh pejabat pelaksana tugas. Namun sampai hari ini, pejabat pelaksana tugas untuk dinas yang dianggap vital belum ditetapkan, seperti di DPMPTSP dan Dinas Ketahanan Pangan.

Menyikapi posisi dan tugas barunya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Budi Dharmajaya mengaku siap menjalankan tugas di tempat barunya.

“Soal penempatan, itu prerogratif atasan. Kita sifatnya menjalankan. Di DLH, tupoksinya sudah jelas, tinggal melengkapi yang kurang,” terang Budi.

Namun demikian ia juga menyayangkan banyak jabatan masih kosong di Dinas Kominfo yang ditinggalkannya. “Selain Kadis, ada 3 jabatan eselon 4 yang masih kosong di Kominfo,” ujar Budi. (f3)

Mengenal Varietas Padi Gogo, Ini Kelebihannya

HarianNusa.com – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tengah merakit calon varietas padi gogo atau padi lahan kering. Kelebihan padi ini terletak pada produktivitas rata-rata lebih dari 5 ton per hektare dan potensi hasil mencapai 8,7 ton per hektare.

“Untuk potensi hasil di atas 7 ton bahkan ada yang sampai 8,7 ton per hektare. Itu sangat baik sekali untuk padi gogo karena selama ini produktivitas nasional padi gogo hanya sekitar 3,5 ton per hektare,” ujar peneliti Balitbangtan, Dr Iswari Saraswati Dewi dalam kegiatan produksi benih penjenis padi gogo di Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur pada akhir Juli lalu.

Selain produktivitas, calon varietas ini juga memiliki kelebihan ketahanan terhadap penyakit blas, toleran terhadap keracunan aluminium serta toleran kekeringan.

“Untuk merilis padi gogo, kami diminta minimal empat ras tahan penyakit blas, tapi ini lebih dari empat ras yang memiliki ketahanan,” ujar Iswari.

Iswari menjelaskan, padi gogo merupakan padi lahan kering atau lahan sub marginal, sehingga cocok dikembangkan di daerah-daerah yang tidak ada air tapi penanamannya dilakukan pada musim hujan. Iswari berharap keberadaan calon varietas ini dapat memberi dampak positif terhadap pemanfaatan lahan-lahan marjinal di Indonesia.

“Harapannya, tanah tanah marginal dapat ditanami padi gogo yang berasal dari Balitbangtan ini karena memiliki produktivitas dan potensi hasil yang lebih tinggi. Kami nanti juga akan melengkapinya dengan paket budidaya lain agar hasillnya lebih maksimal,” pungkas Iswari.

Pengembangan calon varietas padi gogo ini mendapat respon positif dari petani Desa Karangwangi, Ahmad Sopian. Menurutnya, pertumbuhan padi yang dikelola selama proses produksi benih penjenis ini cukup baik dan memberi kepuasan bagi petani, baik dari segi produktivitas hingga ketahanannya terhadap penyakit.

“Padi ini sama sekali tidak saya semprot karena memang enggak ada penyakit yang menyerang dan perkembangannya cukup bagus,” ungkap Sopian.

Karena kelebihan yang dimiliki calon varietas ini, Sopian berharap agar setelah dilepas nanti varietas ini bisa segera sampai kepada para petani untuk dibudidayakan. “Kalau saya pribadi siap untuk menanam padi ini lagi,” tutupnya.

Saat ini, pemulia padi gogo tengah menyiapkan dokumen yang akan diajukan dalam pelepasan varietas. Calon varietas padi gogo ini ditargetkan dapat dilepas pada tahun ini. ()

Tingkatkan Kapasitas Kerja, FLLAJ Lumajang Belajar ke Lombok Barat

0

HarianNusa.Com -Dalam rangka meningkatkan kapasitas kerja, Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Lumajang bersama PLT Kepala Dinas Perhubungan dan Asisten I Kabupaten Lumajang mengunjungi Kabupaten Lombok Barat, Kamis, (1/8/2019).

PLT Kepala Dinas Perhubungan Lumajang, Nugraha Yuda mengatakan, pelaksanaan kegiatan Forum LLAJ di Kabupaten Lombok Barat dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat dirasa sangat baik.

Hal itu disampaikannya setelah melihat pemaparan hasil kegiatan yang sudah dilakukan FLLAJ Kabupaten Lombok Barat selama kurun waktu 3 tahun terakhir. Ini diakuinya memberikan banyak pembelajaran bagi Forum LLAJ Kabupaten Lumajang untuk meningkatkan kapasitas forum kedepannya.

“Kami melihat, pelaksanaan kegiatan forum utamanya di Kabupaten Lombok Barat ini sudah bagus menurut pandangan kami, karena salah satu tujuan kami dalam meningkatkan kapasitas forum tentunya kami harus banyak belajar dari froum LLAJ yang ada di Kabupaten Lombok Barat karena secara pengalaman Kabupaten Lombok Barat khususnya sudah memperoleh hibah dari pemerintah Australia dalam bentuk PRIM,” ungkapnya.

Ia juga berharap untuk selanjutnya akan terbangun hubungan yang sinergis antara Forum LLAJ Kabupaten Lumajang dengan Forum LLAJ Kabupaten Lombok Barat termasuk kemudian antar OPDnya agar persoalan yang berkaitan dengan jalan dan atau transportasi, sarana prasarana dan aspek keselamatan bagi masyarakat hasilnya selalu memuaskan.

Dengan adanya dana bantuan dari PRIM, Forum LLAJ Lombok Barat mengakui bahwa bantuan tersebut membuat Forum FLLAJ Lombok Barat ini jadi jauh lebih maju dalam meningkatkan kapasitas kerjanya.

Meskipun bantuan dari PRIM akan berakhir pada tahun 2019 ini, Forum LLAJ Lombok Barat bertekad akan terus berbenah dan melakukan kegiatan peningkatan kapasitas forum melalui diklat-diklat kedepannya, demi terwujudnya jalan yang tidak hanya mantap namun juga memenuhi syarat berkeselamatan bagi seluruh lapisan masyarakat yang ada di kabupaten Lombok Barat. (f3)

 

Dinas LHK NTB Berikan Roda Tiga ke Bank Sampah Pondok Perasi

0

HarianNusa. Com – Persoalan sampah di Provinsi NTB tidak bisa diatasi oleh satu pihak saja, namun harus menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah daerah maupun masyarakat.

Menyadari hal tersebut, untuk mengatasi persoalan sampah di lingkungannya masyarakat lingkungan Pondok Perasi, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan Kota Mataram beberapa waktu lalu membentuk bank sampah Pondok Perasi .

Untuk menunjang operasional kegiatan bank sampah Pondok Perasi ini, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Lingkungan Hidup memberikan bantuan hibah berupa 1 (satu) unit kendaraan roda tiga.

“Keberadaan bank sampah Pondok Perasi ini sangat positif, kami berharap persoalan sampah di lingkungannya dan sekitarnya ikut diperhatikan oleh bank sampah ataupun komunitas yang mendapatkan bantuan hibah pemerintah,” ungkap Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Lalu Syakruzali Suprayadi saat menyerahkan bantuan kendaraan roda tiga kepada bank sampah Pondok Perasi, di Kantor LHK NTB, Rabu, (31/7/19).

Diharapkan agar bank sampah Pondok Perasi bisa mengatasi persoalan sampah dengan maksimakll serta mampu membantu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui bank sampah ini.

Sementara Wakil Direktur bank sampah Pondok Perasi, Solihin, SH, saat menerima bantuan kendaraan roda tiga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi NTB khususnya final LHK atas bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, terimakasih kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi NTB melalui dinas Lingkungan Hidup yang telah memberikan bantuan roda tiga kepada bank sampah Pondok Perasi,” ungkap Solihin.

Bantuan ini, kata Solihin, merupakan spirit dan motifasi bagi bank sampah Pondok Perasi untuk bisa berkembang dalam rangka mendukung kesuksesan program Zero Waste yang dicanangkan Pemprov NTB dibawah kepemimpinan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimasyah dan Wakilnya Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah sesuai RPJMD 2018-2023. (f3)

 

OPPO Luncurkan ColorOS 6 Open Versi Uji-Coba Berbasiskan Android Pie untuk Ponsel Pintar F9

HarianNusa.com, New Delhi, 31 Juli 2019 — OPPO telah mengumumkan peluncuran ColorOS 6 Open Versi Uji-Coba untuk ponsel pintar F9 buatannya. ColorOS 6 Open Versi Uji-Coba terbaru menawarkan pengalaman sistem operasi Android Pie mutakhir kepada para pengguna, dan sepenuhnya hadir dengan fitur-fitur khusus yang baru.

Android Pie – pemutakhiran penting

Seluruh model ponsel yang diperbarui dengan ColorOS 6, memiliki fitur-fitur praktis terbaru yang dihadirkan Android Pie, termasuk interaksi yang lebih baik, fitur-fitur kecerdasan buatan (AI) yang dimutakhirkan, serta optimasi antarmuka dasar. Gerakan navigasi yang sepenuhnya baru pada Android Pie menawarkan interaksi pengguna mutakhir. Android Pie dilengkapi fitur-fitur AI Google lewat Google Assistant, ARcore, Google Lens dan berbagai layanan canggih yang berbasiskan skenario penggunaan. Integrasi peranti lunak terkini oleh OPPO menyajikan pengalaman yang lebih lancar, mutakhir, dan memudahkan para pelanggan.

 

Desain tanpa batas

ColorOS 6 menerapkan konsep desain tanpa batas guna mengatasi kekhawatiran pengguna akibat informasi yang berlebihan. OPPO menggabungkan cahaya, warna-warna lembut, dan latar putih sederhana untuk menciptakan antarmuka pengguna yang ringan serta elegan, sehingga membedakan ColorOS 6 dari antarmuka asli dari Google.

Desain latar putih yang sederhana memiliki gradien lembut yang berpadu dengan mulus bersama art wallpapers modern sebagai pengaturan bawaan, menghadirkan pengalaman terintegrasi dalam estetika tanpa batas.

Interaksi yang lebih baik

ColorOS 6 mengubah bilah navigasi di bagian atas layar dan meringkas hierarki informasi dengan menggantikan gerakan menekan (tapping) dengan menggeser (swiping) untuk meningkatkan efisiensi serta kelancaran interaksi. ColorOS 6 juga memiliki sejumlah animasi yang mensimulasikan friksi alamiah untuk menciptakan pengalaman visual yang lebih intuitif dalam penggunaan ponsel, misalnya, saat menggeser ke atas atau menyilangi layar.

Mode Warna Menakjubkan (Dazzle Color Mode) dan gaya potret terbaru

Upaya OPPO yang berkelanjutan dalam mewujudkan keunggulan fotografi selama bertahun-tahun menghasilkan ColorOS 6 yang sarat dengan sejumlah teknologi pencitraan canggih. Pemutakhiran tersebut memperkenalkan dua fitur baru: Mode Warna Menakjubkan (Dazzle Color Mode) dan gaya potret terbaru.

Dazzle Color Mode ini memanfaatkan algoritma untuk menyimpan warna-warna terang, membalikkan cahaya dan meningkatkan bayangan pada foto. Fitur ini juga memperluas rangkaian skenario yang dapat ditangani fotografi ponsel pintar.

ColorOS 6 mengandalkan AI saat memindai foto-foto yang paling sering dilihat pada jaringan sosial di dunia untuk mengkustomkan lima filter foto. Optimasi berbasiskan algoritme dalam pemindaian wajah dan penyesuaian warna kulit bisa dengan canggih memenuhi kebutuhan pengguna terhadap fitur-fitur kecantikan (beautification).

Pengalaman gaming yang lebih piawai

Program optimasi gaming OPPO ‘Game Boost’ telah diperbarui ke versi 2.0. Lebih lagi, penambahan sejumlah teknologi inti baru Peningkatan Sentuhan (‘Touch Boost’) dan Peningkatan Frame (‘Frame Boost’) secara efektif meningkatkan persaan dalam bermain game (game feel) dan stabilitas frame rate, bahkan beberapa tes telah menunjukkan adanya peningkatan 38% dalam kinerja ponsel.

Aplikasi independen ‘Game Space‘ mendukung beragam fitur dan kustomisasi parameter game untuk jaringan seluler, konsumsi daya baterai, pengiriman pesan, dan lain-lain. Sementara, ‘Game Assistant’ menyajikan shortcuts ke sejumlah fitur, termasuk fitur jangan ganggu (‘do not disturb‘), proses latar belakang (background process), layar belah (split-screen) yang dapat diatur sesuai kebutuhan demi pengalaman gaming yang personal.

Keamanan transaksi dan perlindungan terhadap kerahasiaan pengguna

ColorOS 6 memperkenalkan fitur-fitur keamanan yang piawai guna mengurangi risiko kebocoran data pribadi baik dalam kasus-kasus yang sering ditemui dan ekstrim, termasuk fitur enkripsi aplikasi (App Encryption), keamanan pribadi (Private Safe), serta Temukan perangkat saya (Find my device).

Demi menjamin keamanan transaksi, ColorOS 6 memiliki pemblokiran transaksi secara otomatis, verifikasi identitas transaksi, pemantauan lingkungan untuk sejumlah aplikasi pembayaran, mengurangi risiko seperti bujukan pembayaran, tautan-tautan yang tidak aman, dan pesan-pesan penipuan.

Pemutakhiran ini pertama-tama hadir dalam ponsel pintar F9 dari OPPO yang populer, dan selanjutnya diluncurkan untuk ponsel pintar andalan Find X serta rangkaian perangkat OPPO dalam waktu yang tak lama lagi, demi menghadirkan pengalaman peranti lunak yang lebih baik kepada seluruh pengguna ColorOS.

 

 

 

 

 

 

 

 

Bupati Fuzan Janji Akan Memperhatikan Koperasi dan UKM di Lombok Barat

0

HarianNusa.Com – Bupati Lombok Barat, H.Fauzan Khalid menyatakan, perkembangan Koperasi di wilayahnya sudah berjalan dan diperhatikan dengan maksimal. Tetapi disangsikan, sejauh mana koperasi ini memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi, termasuk mensejahterakan masyarakat. Bupati juga membandingkan krisis ekonomi 1998 silam. Ia meminta krisis ini harus menjadi sebuah pembelajaran, karena industri dan usaha besar hampir kolaps saat itu. Namun yang mampu bertahan dan memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan ekonomi nasional, justru koperasi Usaha Kecil Menengan (UKM).

“Setelah krisis berlalu, kita sering melupakan itu, kita lupa juga kembali memperhatikan koperasi dan usaha kecil,” papar Fauzan saat memberikan arahan pada gelaran HUT Koperasi ke 72 Kabupaten Lombok Barat di Giri Menang-Gerung, Rabu (31/07/2019).

Secara khusus di Kabupaten Lombok Barat, koperasi dan UKM akan sangat diperhatikan. Ini dibuktikan, secara eksplisit di RPJMD 2019-2024 sudah terkaper secara prioritas. Pembangunan di wilayah ini adalah koperasi dan industri kecil. Karena dalam RPJMD, target kuantitatif telah disebutkan. Alasan secara kuatitatif menurut Fauzan, karena jika tahun pertama tidak mencapai target selalu diingatkan. Demikian juga tidak tercapainya target pada tahun berikutnya, selalu menjadi sebuah peringatan.

“Itu tujuan kita, kenapa target kuantitatif disebutkan dalam RPJMD dan itu menjadi kewajiban pemerintah daerah, karena RPJMD menjadi peraturan daerah yang wajib hukumnya diperhatikan, dijalankan pada penyusunan program tiap tahun,” tambahnya dihadapan Pejabat Asisten Deputi Kementerian Koperasi RI, Sekda Lombok Barat, Kadis Koperasi UKM NTB, Kadis Koperasi UKM Lombok Barat, Ketua Dekopinda Lombok Barat, OPD dan puluhan pengurus koperasi UKM se Lombok Barat.

Sebagai bentuk refleksi terhadap koperasi, Fauzan juga menyatakan, khusus kepada aktifis koperasi supaya terus dikembangkan. Karena sadar berkpoperasi harus diawali dari usia anak-anak, SD, SMP, dan SMA, bila perlu sejak usia PAUD.

Pada kesempatan yang sama, bupati juga mengapresiasi program “Kopi Darat” yang sedang digaungkan di Dinas Koperasi Lombok Barat. Dijelaskannya, program ini adalah Koperasi Sadar RAT.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat Nomor Induk Koperasi, peghargaan bagi koperasi berprestasi, sertifikat koperasi tepat waktu thun 2018, koperasi sehat serta penyerahan bea siswa bagi anak anggota koperasi berprestasi. (f3)