Beranda blog Halaman 204

Cerita Anisa Rahma dan Dito Urus Kambing Global Qurban di LTW Blora

HarianNusa.com, Blora – Anisa dan Anandito menengok langsung hewan kurban yang nantinya didistribusikan oleh Global Qurban di wilayah Jawa. Tidak hanya itu, mereka juga ikut memberi makan dan memandikan ternak di kandang penggemukan ternak yang dikelola Lumbung Ternak Wakaf (LTW) binaan Global Wakaf di Desa Sambongrejo, Blora.

Trimo, peternak kambing Lumbung Ternak Wakaf (LTW) binaan Global Wakaf, dengan senang hati menyambut Anisa Rahma bersama suaminya, Anandito Dwi Sepdiawan, di peternakannya di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Ditemani Trimo, Anisa memberi makan satu per satu ternak sambil bertanya seluk-beluk beternak kepada Trimo.

Usai memberi makan ternak, Trimo lanjut mengajak Anisa dan Anandito, atau yang akrab disapa Dito, naik ke atas kandang ternak. Menenteng selang air dan sabun, mereka dengan hati-hati mencoba memandikan ternak Trimo pada Rabu (10/7) sore itu.

“Ternyata memang sebelum hewan ini menjadi kurban yang terbaik, ternyata memang harus dirawat dengan cara terbaik, dengan makanan yang bagus kandungannya. Kebersihannya juga diperhatikan juga oleh pak Trimo. Kandangnya bersih, tidak ada lumut. Kebersihan ini berpengaruh juga terhadap kesehatan ternak,” jelas Anisa.

Senada dengan Anisa, Dito juga terkesan dengan bagaimana cara Trimo merawat ternaknya. Trimo menjelaskan, dari ternak yang bersih itu daging yang akan dikonsumsi pun akan menjadi hidangan yang sehat juga. Dito yang ikut membersihkan ternak juga mendapat pengalaman baru hari itu.

“Ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan. Tadinya khawatir, saya pikir bakal ditendang atau diseruduk. Tapi ternyata tidak karena masih umur satu tahun juga. Jadi masih lucu-lucu. Saya ikut sikat kambingnya dengan sabun juga. Kalau sudah mencoba, asik sebenarnya. Tadi sudah coba memandikan empat ekor kambing dari 200 ekor yang ada,” ujar Dito seraya tertawa.

Nantinya 200 kambing di kandang Trimo akan menjadi suplai hewan kurban untuk Global Qurban dan akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Maslahat yang luas ini, bagi Dito, menjadi salah satu keuntungan berkurban di Global Qurban.

“Pastinya manfaatannya jadi lebih luas, ya. Karena biasanya kita berkurban di masjid dekat rumah, dibagikan ke tetangga-tetangga yang kurang mampu. Tapi, ternyata ada masyarakat, yang tidak kita sadari, lebih membutuhkan. Misalnya, masyarakat di luar negeri (negara konflik) atau pun luar kota yang tidak terjamah oleh kita,” ujar Dito.

Anisa juga senang dengan ide memberdayakan warga setempat yang berada di sekitar LTW. Ini karena LTW memang menggunakan sumber daya manusia yang ada di desa tersebut saja.

“Sumber daya manusianya itu masyarakat setempat, ya, seperti pak Trimo ini kan, yang benar-benar membantu perekonomiannya. Terus juga saat Iduladha tetangga-tetangganya juga mendapatkan manfaat karena masing-masing dari warga ini mendapatkan satu kilogram dagingnya dari sini. Jadi bagusnya di situ,” jelas Anisa.

Diakui oleh Anisa dan Dito, makna kurban memang bukan semata untuk tabungan mereka di akhirat kelak tetapi bagaimana hewan-hewan yang telah dikurbankan dapat bermanfaat bagi kehidupan orang lain.

“Yang kita kurbankan akan bermanfaat di akhirat kelak, tabungan kita juga di surga, tapi selain itu kita juga bisa memberikan manfaat untuk orang-orang yang ada di sekitar kita,” kata Anisa.

“Karena itu salah satu perintah Allah juga kan (membantu orang lain). Kita ingin melaksanakan perintah dari Allah, sebagai hamba-Nya,” imbuh Dito. []

Dermawan Mindset, Habit, dan Effect: Membentuk Logika Filantropi dalam Berkurban

0

HarianNusa.com, Jakarta – Mengedukasi khalayak dermawan menuntut konsistensi agar dapat menyentuh batin dan memasuki bilik perasaan masyarakat sasaran. Berfilantropi adalah sebuah area yang sepenuhnya penyadaran dari hal-hal yang dirasa tidak rasional. Ada banyak alasan sehingga soal perasaan ini menjadi dominan. Dalam bagan filantropi, terdapat tiga hal penting untuk ditilik lebih jauh: Dermawan Mindset, Dermawan Habit, dan Dermawan Effect. Ketiganya menjadi landasan dalam topik tema Dermawan Berqurban untuk launching program Qurban 2019, di Blora lalu.

Dermawan Mindset. Poin ini untuk menjadi starting point dalam memaparkan penyadaran filantropi. Tahapan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat untuk memiliki pola pikir Dermawan. Secara umum, tidak ada orang yang keberatan bila disebut Dermawan. Jika ikhtiar edukasi ini masuk dengan sapaan verbal (bahkan visual), hal ini akan menaikkan kelas masyarakat sasaran untuk memiliki Dermawan Habit. Dermawan Habit merupakan spontanitas respon yang dimiliki seseorang yang telah terpapar edukasi kedermawanan. Dermawan habit ini membangun kesiapan seseorang untuk memasuki ekspresi kedermawanannya. Dengan realitas tertentu, kedermawanan yang tumbuh dalam dirinya siap ditunjukkan.

Lalu, bagaimana pola keseluruhan itu berlangsung? Dermawan Effect menjadi kelanjutannya. Seseorang yang telah memiliki Dermawan Habit siap menunjukkan dampak pemahaman yang dimilikinya. Ekspresi dari Dermawan Effect ditunjukan dari kebaikan seseorang sebagai muslim. Misalnya, ia dapat unjuk kedermawanan (sebagai hal yang tangible) dengan hartanya.

Islam menerangkan, aktivitas menanam (pohon) pun dikategorikan sebagai perbuatan sedekah yang terpuji dan pelakunya memperoleh ganjaran dari Allah. Betapa luas kasih sayang Allah, tidak membatasi muslimin yang berbuat baik kepada sesama muslim saja. Hal ini karena berbuat baik diperintahkan untuk disebarkan kepada seluruh manusia bahkan seluruh makhluk hidup, tidak terlepas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Sebaran yang luas inilah yang menjadi esensi dari Dermawan.

“Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia” menjadi tema selebrasi (dan filantropi) yang disebarluaskan Global Qurban-ACT pada 1440 Hijriah ini. Urgensi kurban menjadi layak dibincang karena dua hal. Pertama, ada hak saudara seiman yang harus ditunaikan (dan ini layak menjadi perhatian utama kita untuk berkurban). Ini menjadi tujuan ke mana pergerakan filantropi secara masif hendak diarahkan. Kedua, kita sebagai muslim bisa melihat peta dunia Islam, ke mana selebrasi kurban dialokasikan.

Di dalam negeri sendiri, banyak masyarakat Indonesia yang dilanda bencana dan penderitaan. Tanah air sendiri sedikitnya dihadapkan tantangan kekeringan. Di Jawa (sebagian besar di wilayah Blora, Rembang, dan Wonogiri; juga di wilayah Pati, Jepara, serta Grobogan), kekeringan diperkirakan berlangsung selama tujuh bulan. di Jawa Timur sendiri, diperkirakan ada 822 desa terancam kekeringan. Ada eskalasi yang meningkat dibanding tahun sebelumnya (tahun 2018 saja, ada 725 desa). Paparan kawasan kekeringan meluas, jumlah penyandang masalah kekeringan juga meningkat.

Tak hanya melalui momen kurban, urgensi bantuan pangan untuk sesama juga selalu hadir di setiap harinya. Hal ini ACT tanggapi dengan penyediaan layanan makan gratis melalui program Humanity Food Truck 2.0, generasi kedua armada Humanity Food Truck. Armada yang resmi beroperasi pada pertengahan Maret 2019 tersebut memberi ribuan porsi makanan gratis, seperti armada Humanity Food Truck sebelumnya. Dilengkapi dengan fungsi armada yang kian lengkap, Humanity Food Truck 2.0 menjadi bagian ikhtiar kami untuk melayani penerima manfaat dengan maksimal.

BPD Lombok Barat Diminta Lebih Aktif dalam Pemerintahan Desa

0

HarianNusa.Com – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lombok Barat diharapkan dapat meningkatkan partisinya dalam pelaksanaan pembangunan di masing-masing desanya dengan berperan aktif dalam Pemerintahan Desa.

Harapan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMF), H. L. Edy Sadikin saat membuka acara pelatihan peningkatan kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang digelar Forum Badan Permusyawaratan Des (BPD) Kecamatan Gerung di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (15/7/19).

Kegiatan yang digelar dalam rangka mewujudkan pemerintahan desa yang jujur, amanah dan demokratis serta transparan ini, diikuti oleh 99 peserta dari 11 desa se-Kecamatan Gerung.

“BPD itu harus aktif BPD diharapkan bisa menjadi terdepan menampung dan menyalur aspirasi masyarakat di desa. Jangan ada miskomunikasi dengan Kepala Desa,” ungkap Edy.

“Jika bekerja sesuai aturan yang sudah mengaturnya. Maka tidak ada masalah,” lanjutnya.

Melalui kegiatan ini Edy berharap para peserta khususnya anggota BPD se-Kecamatan Gerung dapat meningkatkan partisinya dalam pelaksanaan pembangunan di masing-masing desanya dengan berperan dalam pemerintahan desa.

Sementara, Ketua Forum BPD Kecamatan Gerung Islahudin nenjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk memahami tugas fungsi dan kewajiban, serta wewanang dan larangan BPD. Termasuk mekanisme kerja bersama pemerintah desa.

Menurut Islahudin pelatihan ini dianggap penting karena peranan BPD selama ini belum cukup arti dalam pemerintahan desa.

Tidak hanya itu Ia juga berharap kepada semua peserta agar menggunakan moment itu untuk belajar mendapatkan pengetahuan demi kemajuan desa khususnya di Kecamatan Gerung. Terlebih lagi dengan banyaknya perubahan regulasi sejak diberlakukannya UU no 6 tahun 2014 tentang desa, lebih khusus terkait adanya Permendagri 110 tahun 2016 tentang BPD.

“Materi kita dalam pelatihan ini, diharapkan BPD se-Kecamatan Gerung bisa menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik untuk mengawal pembangunan desa,” ujarnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Dinas PMD dan Inspektorat Lombok Barat sebagai narasumber. (f3)

 

Lombok Barat akan Lakukan Penetapan dan Penegasan Batas Desa

0

HarianNusa.Com – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat difasilitasi oleh Millennium Challenge Account Indonesia (MCAI) melalui program Pemetaan dan Perencanaan Partisipatif (PMaP) akan melakukan penetapan dan penegasan batas sejumlah desa di Kabupaten Lombok Barat. Penetapan dan penegasan batas desa dinilai sangat penting untuk mempercepat proses pembangunan.

MCAI sendiri merupakan badan pengelola dana hibah dari Amerika Serikat melalui Millenium Challenge Corporation. Dana hibah ini digunakan untuk pengentasan kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi.

Perwakilan MCAI, Putu Mika menerangkan, program ini dilakukan untuk menemukan dan mengevaluasi dampak yang sebenarnya dari program MCAI. Harapannya, program ini dapat berkontribusi untuk mensukseskan pembangunan di daerah.

“Program ini sendiri adalah sebuah dana yang signifikan dalam program MCAI secara besar untuk pengembangan dan pembangunan dengan mengevaluasi dan melihat dampak positifnya dengan program yang dilaksanakan. Sebelumnya juga sudah melakukan evaluasi program MCAI di negara-negara lain dan kemudian berkonstribusi pada pengembangan desain program yang dilaksanakan kemarin. Hasilnya menjadi input untuk pengembangan program MCAI kedepannya,” terangnya di hadapan Bupati dan jajaran, Selasa (9/7/19).

Menanggapi hal tersebut, Bupati H. Fauzan Khalid berharap program MCAI ini dapat berjalan dengan sukses sehingga mampu membantu pemerintah dalam pembangunan di daerah.

“Saya ingin dengan program MCAI ini bisa berlanjut dengan pengembangan pemetaan batas desa di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Barat. Hal ini dilakukan agar tidak adanya hambatan dalam proses pembangunan di semua sektor. Tentunya yang menjadi perhatian kita bersama adalah tentang batas wilayah. Batas wilayah ini menjadi suatu komponen dalam menciptakan tertib administrasi terutama ditingkat desa,” kata Bupati.

Kabag Pemerintahan Lombok Barat, H. Hamka menjelaskan, PMP di Lombok Barat rencananya akan dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Narmada dan Lingsar. Bantuan dari MCAI ini sudah dipastikan sesuai dengan peta desa dan Peraturan Bupati.

“Di Kecamatan Narmada ada 21 Desa dan Lingsar 15 Desa yang dikembangkan untuk pemetaan batas desa. Karena ini menjadi salah satu syarat pemekaran desa kita di Kabupaten Lombok Barat dan harus ada batas desa jelas dengan peta desa dan perbup,” jelasnya. (f3)

Lepas 454 Calon Haji Lombok Barat, Ini Pesan Bupati Fauzan

0

HarianNusa.Com – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid melepas 454 jamaah calon haji (JCH) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) empat Nusa Tenggara Barat (NTB) di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar, Selasa (9/7) malam.

Fauzan dalam sambutannya menyampaikan, ibadah haji tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik dan biaya, namun juga kesabaran dan keikhlasan. Dengan jumlah petugas kesehatan yang terbatas, ia meminta para jamaah saling membantu dan menjaga antar sesama. Bupati mendoakan dengan kesabaran dan keikhlasan Jamaah Calon Haji Lobar mendapatkan haji yang mabrur.

“Jamaah yang berprofesi sebagai dokter agar tidak berat memberikan bantuan kepada jamaah yang membutuhkan perawatan kesehatan,” imbaunya.

Fauzan juga mengingatkan agar para jamaah tidak sungkan dan malu bertanya apabila mendapat kendala di tanah suci. Hal itu dimaksudkan agar ibadah haji dapat ditunaikan dengan maksimal.

“Para jamaah calon haji adalah duta atau wakil dari Kabupaten Lombok Barat. Tunjukkan prilaku yang baik sehingga nama daerah dan negara dinilai baik oleh orang luar,” pungkasnya.

Tahun ini Indonesia mendapatkan penambahan kouta haji sebanyak 10.000 orang. Untuk NTB sendiri mendapat 199 kuota, sedangkan untuk Lombok Barat sebanyak 45 kuota.

Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah JCH Lombok Barat tahun ini lebih banyak, yakni 614 orang. Rinciannya, 455 orang diberangkatkan pada kloter empat, termasuk dua orang petugas kloter dan 3 orang tim medis. Selanjutnya, pada keloter 9 jumlah JCH yang akan berangkat sebanyak 156 orang. Terakhir, campuran kloter 11 sebanyak 3 orang.

Dengan kondisi cuaca yang cukup berbeda dengan Indonesia, jamaah diminta untuk mengikuti prosedur dan aturan yang sudah ditetapkan. Hal itu disampaikan Kepala Kemenag Lobar H. Jaelani.

“Jamaah calon haji kita harus menyiapkan fisik. Karena kondisi di sana berbeda dengan di Indonesia. Informasi terakhir dari madinah cuacanya cukup panas. Jadi saya himbau calon jamaah kita harus menikuti prosedur dan aturan yang sudah ada dan petugas dari arab Saudi,” pesannya.

Inaq Ron JCH asal Desa Ranjok, Kecamatan Gunungsari mengaku telah menyiapkan diri sejak lama untuk ibadah haji. Berbagai persiapan telah dilakukan wanita berusia 80 tahun ini. Ia mengaku rutin jalan pagi sembari menghirup udara segar. Menurutnya hal itu dapat membuat tubuhnya merasa segar.

Ibadah haji menjadi capaian tertinggi yang dilakukannya. Wanita yang keseharianya sebagai pedagang ini mengaku sudah mulai menyisihkan hasil dagangannya untuk biaya haji sejak 2010.

“Alhamdulillah, saya tidak menyangka tahun ini saya bisa berangkat haji. Saya senang sekali. Mudah-mudahan saya diberikan kesehatan sama Allah SWT selama disana,” ungkapnya. (f3)

Stunting dan Sampah Jadi Prioritas di Lombok Barat

0

HarianNusa.Com – Untuk mensinergikan pembangunan, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid bertemu untuk sharing permasalahan dengan seluruh pendamping desa di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lombok Barat di Gerung, Senin (8/7/19).

Sebanyak 64 orang yang terdiri dari Tenaga Ahli, Tenaga Pendamping Desa, dan Pendamping Lokal Desa se-Lombok Barat diminta agar saat memfasilitasi desa bisa mensinergikan program pembangunan dengan skala prioritas yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat.

Menurut Fauzan, para pendamping harus terlibat aktif dalam setiap tahapan perencanaan, baik dari pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) sampai pada penetapan dan pelaksanaan pembangunan.

Untuk itu, Fauzan meminta para pendamping agar mempedomani RPJM Daerah, RPJM Provinsi, bahkan RPJM Nasional dengan juga memperhatikan skala prioritas kebutuhan. Ia mengaku saat ini pihaknya sedang mendorong seluruh perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Lombok Barat dapat saling bersinergi, berintegrasi, dan saling melengkapi atau dengan asas komplemantaritas antar satu komponen pemerintahan dengan dengan komponen lainnya.

“Program Pemerintah harus saling dukung, saling masuki, dan saling lengkapi, baik antar program milik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, dengan program yang ada di desa,” pinta Fauzan sambil menjabarkan beberapa contoh permasalahan yang menjadi prioritas dalam draft RPJMD Kabupaten Lombok Barat 2019-2024.

Menurut Fauzan diantara permasalahan yang saat ini menjadi prioritas adalah masalah stunting, persampahan, UKM (Usaha Kecil Mikro, red), dan banyak lagi permasalahan yang membutuhkan kerja sama semua pihak, baik oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan terutama Pemerintah Desa sebagai tonggak terdepan pembangunan. Khusus untuk masalah stunting, prevalensi stunting di Kabupaten Lombok Barat tetap menjadi masalah yang cukup serius untuk segera ditangani.

Dikatakan Fauzan, di Lombok Barat sendiri tercatat prevalensi anak stunting di tahun 2007 masih sangat tinggi, yaitu 49,8 % namun berhasil diturunkan menjadi 32,01 % di tahun 2018.

“Saat ini, menurun lagi secara sangat signifikan. Kita telah melakukan sensus balita per Maret 2019, angkanya menurun lagi menjadi 25.04 %. Artinya kita masih berada di atas ambang batas 20% versi WHO,” papar Fauzan.

Paparan Fauzan ditanggapi positif, di antaranya oleh salah seorang Tenaga Ahli Esti Dyah Apsari. Bagi Esti, sinkronisasi, integrasi, dan asas komplemantaritas untuk penanganan stunting di Kabupaten Lombok Barat harus tegas disebutkan dalam Peraturan Bupati tentang pemanfaatan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa.

“Penanganan stunting itu agar diberikan tekanannya dalam Peraturan Bupati, karena walaupun sudah diprogramkan, banyak desa bervariasi dalam pengalokasian anggaran dan kegiatannya,” pinta Esti.

Demikian pula dalam masalah persampahan, menurut Sahri, salah seorang Pendamping Lokal Desa di Kecamatan Sekotong, program OSAMTU (Olah Sampah Terpadu, red) harus dikelola oleh semua pihak, namun saat ini menurutnya pihak desa masih memiliki banyak kendala.

“Kami terkendala dengan lahan pengolahannya karena Dana Desa tidak bias dipergunakan untuk penyediaan lahan, baik beli maupun sewa lahan,” terang sahri.

Selain curah pendapat soal program, Bupati Lombok Barat pun mendapat keluhan soal komposisi jumlah pendamping local desa yang tidak sebanding dengan jumlah desa. Untuk diketahui, jumlah desa di Lombok Barat sebanyak 119 desa dengan tenaga pendamping lokal desa hanya sebanyak 37 orang saja, sisanya adalah 4 orang Tenaga Ahli dan 21 orang tenaga pendamping yang bertugas di wilayah Kecamatan yang jumlahnya sepuluh kecamatan. Selain mereka, terdapat 2 orang yang merupakan tenaga operator computer.

“Ini jauh dari angka ideal. Mestinya setiap desa memiliki satu orang tenaga pendamping,” keluh Kepala DPMD Kabupaten Lombok Barat, Lalu Edy Sadikin.

Menurutnya, walau jumlah mereka belum seimbang namun kehadiran para pendamping ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat kemandirian desa dan pada akhirnya dapat mensejahterakan masyarakat. Dengan alokasi anggaran yang saat ini cukup besar, desa bisa melaksanakan pembangunan secara mandiri.

Menurut data yang dimiliki oleh Bidang Pemerintahan Desa DPMD Kabupaten Lombok Barat, Dana Desa (DD) dari APBN untuk tahun 2019 ini berjumlah Rp. 155 milyar, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp. 128 Milyar. Selain DD tersebut, masih ada lagi Alokasi Dana Desa (ADD) dari APBD Kabupaten Lombok Barat. Tahun ini ADD itu berjumlah Rp. 84 milyar lebih sehingga total rata-rata desa di Kabupaten Lombok Barat mengelola anggaran transfer sebanyak Rp. 2 milyar per desa.

Anggaran yang dikelola langsung oleh desa tersebut, menurut Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, akan bertambah kemanfaataannya dalam pembangunan di desa jika digabung dengan seluruh APBD yang ada di Kabupaten Lombok Barat untuk tahun anggaran 2019 ini.

Menurutnya, dari total APBD Tahun 2019 yang berjumlah sekitar Rp. 1,96 trilyun, sebanyak Rp. 985 milyar adalah belanja langsung dan di dalamnya terdapat Rp. 486 milyar atau 49 % adalah untuk pembangunan di desa-desa di Kabupaten Lombok Barat. Untuk itu tegasnya, asas sinergi, integrasi, dan komplementaritas tersebut harus juga diusung oleh para pndamping di desa.

“Ini adalah kesempatan untuk meningkatkan percepatan kesejahteraan untuk warga di desa. Saya harap pendamping desa harus bisa berperan penting dalam penganggaran dana desa agar lebih produktif. Sebab desa harus sinkron dengan program Nasional, Provinsi dan Kabupaten. Pendamping Desa cukup baca RPJMD Kabupaten saja,” pungkas orang nomor satu di Lombok Barat itu. (f3)

Biodesel B-100 Hasil Inovasi Badan Litbang Pertanian Terbukti Mampu Menjadi Alternatif Bahan Bakar Masa Depan

HarianNusa.com – Pengembangan energi terbarukan menjadi tantangan bagi setiap negara untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang semakin menurun ketersediaannya. Bentuk upayanya ialah mencari alternatif sumber bahan bakar baru bersifat ramah lingkungan, dengan stok bahan bakunya terjamin, serta memiliki harga yang lebih terjangkau dari bahan bakar pada umumnya.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Litbang Pertanian berhasil melakukan lompatan besar dengan menemukan bahan bakar alternatif bersumber dari Crude Palm Oil (CPO) yang disebut Biodiesel B-100 atau 100 persen terdiri dari kandungan minyak nabati. Selain itu, B-100 ini mampu meningkatkan pemanfaatan kelapa sawit di Indonesia yang dikenal sebagai negara produsen dan eksportir kelapa sawit terbesar di dunia dengan lahan se-luas 14,03 juta hektare (ha).

Plt Sekretaris Jenderal Kementan, Momon Rusmono menjelaskan bahwa dari hasil uji coba yang dilakukan oleh Kementan, penggunaan B-100 mampu mencapai jarak 13,1 kilometer/liter. Jarak tersebut lebih jauh jika dibanding solar yang hanya mencapai 9 kilometer/liter.

“Lebih dari itu, penggunaan B-100 ini bisa menghemat devisa sebesar 26 triliun yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani sawit,” ujar Momon saat membuka Pertemuan Badan Koordinasi Humas di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/7/19).

Momon menjelaskan, penghematan ini bisa didapat dari substitusi impor solar yang selama ini cukup tinggi. Disisi lain, biodiesel juga mampu mengurangi pencemaran lingkungan karena rendah polusi dengan karbonmonoksida (CO) biodiesel lebih rendah 48% dibanding solar.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 100 orang pejabat humas dari berbagai Kementerian dan Lembaga Pemerintah di Indonesia tersebut, turut hadir sebagai pembicara Dr. Ir. Desrial selaku Ketua Umum Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA). Ia menjelaskan bagaimana peluang dan tantangan pengembangan biodiesel dan industrialisasi ke depan.

“Dengan adanya energi terbarukan B-100 ini, tentu akan menciptakan beberapa peluang yaitu memperkuat keamanan energi nasional serta meningkatkan nilai tambah ekonomi domestik dengan sumber daya terbarukan,” ujar Desrial dihadapan para peserta yang hadir.

Disisi lain, lanjutnya, akan muncul pula tantangan penting untuk diperhatikan menyangkut regulasi pemerintah terkait sumber energi baru yang kuat dan melibatkan banyak pihak serta kebijakan harga yang tepat untuk masyarakat.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Ir. Syafaruddin, Ph.D yang merupakan Koordinator dari penemuan inovasi B-100 di Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) dalam pertemuan tersebut juga menjelaskan pihaknya akan terus melakukan ujicoba B-100 terhadap performa mesin diesel pada 16 kendaraan bermotor.

“Kita menggunakan kendaraan yang murni B-100 dengan kendaraan lain yang menggunakan solar biasa. Nanti kita akan bandingkan dan akan dibongkar (mesinnya) sampai 10 ribu km,” tuturnya.

Mengenai jarak tempuh terpanjang, kendaraan dengan B-100 sudah menempuh jarak Sukabumi-Lampung dengan kecepatan 120 km/jam dan tidak muncul kendala apapun. Dalam waktu dekat juga akan road test sampai Bali. “Akan konvoi kendaraan yang menggunakan B-100 sampai Bali, nonstop,” jelas Syafaruddin.

Diakhir paparannya, Ia menerangkan bahwa saat ini sudah tersedia Pom mini B-100 berkapasitas 400 liter di beberapa unit kerja Kementan, salah satunya berada di Puslitbang Perkebunan Bogor yang telah digunakan untuk mengisi bahan bakar kendaraan dinas instansinya.

Harapannya, dengan adanya inovasi yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian ini, membuat masyarakat semakin yakin bahwa sektor pertanian Indonesia dapat menjadi sumber devisa negara yang kuat untuk meningkatkan kedaulatan Bangsa. Selain itu upaya penderasan informasi mengenai inovasi yang sudah diciptakan juga akan terus dilaksanakan, salah satunya dengan pelaksanakan kegiatan Bakorhumas ini. (asp)

Sambangi Persija, ACT Ajak Kolaborasi Kemanusiaan dan Program Inovatif Qurban 2019

0

HarianNusa.com, Jakarta Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyambangi kantor Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta (Persija). Kedatangan ACT ke Kantor Persija Jakarta bertujuan untuk menjalin kolaborasi dalam berbagai isu kemanusiaan, termasuk juga kolaborasi dalam program Inovatif Global Qurban dalam rangka menyambut Iduladha 2019. Direktur Marketing dan Bisnis Persija Jakarta Andhika Sukmana mengatakan bahwa pertemuan antara persija kedepannya bisa saling support untuk kepentingan kemanusian di Indonesia dan dunia.

“Institusi Persija Jakarta akan memberikan support kepada ACT. Untuk program-program kerjasamanya, akan kita eksplor lebih jauh. Yang jelas, kita akan berkomitmen untuk membuka ruang dan membuka diri bagi keluarga besar Persija, manajemen, pemain dan teman-teman Jakmania agar saling memberikan kontribusi yang positif untuk kemanusian melalui ACT,” kata Andhika Sukmana di Kantor Persija.

Mukhti, Direktur Partnership ACT menambahkan, “Kebaikan tidak bisa dilakukan sendiri, dukungan publik adalah yang utama. Sehingga, rantai kebaikan yang ada tidak terputus bahkan terus berkembang. Kami akan mencoba mengkolaborasikan berbagai program ACT dengan menyesuaikan pula kebutuhan Persija nantinya. Tidak hanya program-program umum kemanusiaan, kami pun mencoba mengkolaborasikan program Global Qurban, sehingga mudah-mudahan target kami di kurban tahun ini yaitu membahagiakan terhadap lebih 50 negara cepat terwujud,” ujarnya.

Di sisi lain, Persija Jakarta sangat mengapresiasi public figur, anggota serta komunitas yang terlibat dalam program ACT yang telah memberikan waktu hati dan pikirannya untuk kemanusiaan. “Saya rasa awalnya itu sesuatu hal yang tidak terbayangkan buat kita semua, tetapi ketika kita sudah mencoba, untuk saudara kita yang membutuhkan, hal tersebut akan menjadi sebuah refleksi hati. Pastinya hati kita akan terpanggil. Saya juga memberikan apresiasi sangat tinggi untuk ACT karena telah memberikan semua energi dan waktu untuk orang-orang yang membutuhkan. Persija Jakarta berharap, semoga semua niatan beserta amal baik ini diterima dan dibalas oleh Allah SWT,” tutup Andhika Sukmana.

Warga Sembalun Segera Nikmati Air Bersih

HarianNusa.com, Lombok Timur – Program sumur bor yang dikerjakan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Peace Wind Japan (PWJ) di Sembalun Lombok Timur akhirnya membuahkan hasil. Setelah enam bulan pengerjaan, tim mendapatkan sumber air yang stabil, bersih, dan tidak berbau di kedalaman 40 meter pada awal Juli lalu.

Saat ini tim tengah melakukan proses pemasangan pipa air sepanjang 10 kilometer agar air dapat dialirkan ke rumah-rumah warga. Air bersih tersebut akan segera dapat dinikmati oleh masyarakat Desa Sajang, Desa Longken, dan Desa Kampung Baru Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur.

Kepala Program ACT Nusa Tenggara Barat Romi Saefudin menerangkan, Tim ACT-PWJ telah membangun penampungan di masing-masing desa.

“Tim telah membangun tiga bak (penampungan) utama dari lima bak yang dibutuhkan. Selanjutnya, akan ada uji coba di masing-masing bak desa,” jelasnya.

Sebelumnya, tim juga telah menguji debit air utama selama tiga jam. “Debit air yang mengalir mencapai 10 liter per 7,3 detik,” tambah Romi.

“Salah satu yang membuat saya terharu adalah ketika perbedaan, itu menjadikan kami satu. Bahkan ketika kami mengunjungi salah satu pemilik bak, ia sampai mengeluarkan isi kebun dan mempersilahkan kami menggunakan lahan seberapa pun kebutuhan program. Padahal keyakinan kami berbeda,” kata Romi.

Sembari menunggu program sumur bor dan pemasangan pipa selesai, ACT terus menyuplai kebutuhan air bersih di tiga desa tersebut dengan armada water tank. Setiap hari, sekitar 13.200 liter air diberikan secara bergilir ke dusun-dusun yang mengalami kesulitan air bersih.

“Setiap harinya 13.200 liter air bersih kami distribusikan ke Dusun bawah Nao, Dusun Lelongken, Kampung Karya, Kampung Baru, dan Dusun Bilok Petung,” ungkap Boby, relawan ACT yang mendistribusikan air bersih ke Desa Sajang. []

Relawan ACT NTB

Satu Lagi Pelaku Curanmor di Puskesmas Masbagik Diringkus

HarianNusa.com – Setelah menangkap dua pelaku pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor di parkiran belakang Puskesmas Masbagik, kini polisi menangkap seorang yang diduga terlibat.

Sebelumnya polisi menangkap dua pelaku Curanmor, keduanya bernama Hepi Hernizar alias Hepi asal Dusun Kesaot, Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur dan Suriyanto alias Antok warga Dusun Pengoros, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

Siang tadi sekitar pukul 13.30 Wita, Selasa, 2 Juli 2019 polisi kembali menangkap pelaku berinisial Sudir alias Panjang. Pelaku berasal dari Dusun Pengoros, Desa Jerowaru, Lombok Timur.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Purnama, menjelaskan gabung Tim Resmob Polres Lombok Timur dan Polsek Jerowaru menangkap Sudir di jalan Desa Pena, Jerowaru saat pelaku hendak bersembunyi di rumah mertuanya di Desa Awang, Lombok Tengah.

“Sebelumnya telah ditangkap dua pelaku yang melakukan aksi Curanmor di Puskesmas Masbagik. Kini polisi menangkap pelaku yang menyuruh melakukan aksi tersebut,” ujarnya.

Sudir berperan sebagai orang yang menyuruh atau memesan motor curian dari Hepi dan Antok. Antok saat itu menyuruh Hepi mengambil kunci T. Dia kemudian mencuri motor dan memberikan pada Hepi. Sebagai imbalan, Hepi membayar Antok Rp1 juta.

Setelah itu Hepi menjual motor curian pada Sudir Rp2,5 juta. Aksi pencurian terekam kamera pengintai, pelaku kemudian dengan mudah diidentifikasi dan ditangkap polisi. (sat)