Beranda blog Halaman 205

TGB: Peran Pengacara untuk Pembangunan Indonesia

HarianNusa.com – Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi menegaskan, profesi pengacara atau lawyer merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kemajuan dan pembangunan di Indonesia.

“Saya ingin sampaikan bahwa pengacara atau lawyer menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan Indonesia. Setiap bagian pembangunan Indonesia ada kontribusi pengacara sebagai bagian dalam sistem pemerintahan,” kata mantan Gubernur NTB
ini, dalam Halal Bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah yang digelar
Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu malam, 3 Juli 2019.

TGB menyampaikan, saat ia menjabat Gubernur NTB pertama kali pada 2008 silam, ada banyak sekali masalah di NTB termasuk masalah penataan aset daerah.

“NTB (saat itu) sempat disclaimer karena aset daerah. Salah satu cara
yang harus saya lakukan adalah menjelaskan dan menerang benderangkan seluruh aset daerah. Saat itulah saya berinteraksi dengan beberapa pengacara, ada juga sebagai jaksa pengacara negara,” katanya.

Menurutnya, dengan konrtrbusi pengacara yang mendampingi Pemda NTB saat itu, maka sekarang pembangunan NTB berjalan baik.

“Kalau anda berkunjung ke Lombok dan melihat kawasan Mandalika yang sudah terbangun dan tertata, maka di dalamnya itu ada jasa para
pengacara yang menyelesaikan permasalahan tanah lebih dari 29 tahun. Di Bandara NTB sekarang, juga ada jasa para pengacara,” katanya.

Hafidz alumni Al Azhar Mesir ini memaparkan, profesi pengacara juga
merupakan profesi yang luar biasa dapat memberi pelajaran baik.

Ia menceritakan, ketika dulu kuliah di Kairo, Mesir, sang guru membahas tentang tuntunan dakwah. Mengutip ayat Al-Quran yang artinya; Ajaklah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah yang baik, nasihat yang
baik, dan diskursi atau debat yang lebih baik.

Hikmah yang baik ialah penyampaian dakwah yang ada proporsional dan
ada ketepatan dalam menyampaikan.

“Jadi ketika pendakwah itu bicara, dia akan lihat apa yang dibutuhkan
umat. Kalau umat sedang putus asa maka dia tiupkan optimisme, kalau
umat sedang terpecah maka dia mengajak bersatu kembali,” katanya.

Kemudian nasihat yang baik, yang prinsip sekali dalam Alquran bahwa di dalam dakwah itu tidak sekedar nasihat tapi perlu nasihat yang
disifatkan dengan baik. Contohnya bagiamana Rasulullah selalu
menegedepankan pendekatan kasih sayang.

“Dan yang ketiga, ketika syeikh guru kami membahas tentang dan
debatlah dengan debat yang baik ada sahabat saya dari Mesir bertanya,
debat yang baik itu seperti apa? Guru kami menjawab, pergi ke
pengadilan dan lihatlah bagaimana para pengacara berdebat di sana.
Jadi ternyata debat di pengadilan itu debat bermutu. Sehingga ketika
bicara tentang debat yang baik bagi guru saya salah satu contohnya
adalah debat dari para pengacara,” katanya.

TGB berharap para pengacara bisa menghayati hal tersebut. Bahwa
ternyata apa yang terjadi di ruang sidang, sesungguhnya perdebatan
atau diskusi yang baik dengan substansi-substansi yang baik.

“Jadi saya ingin sampaikan para lawyer para pengacara, walau di
beberapa hal atau dalam celetukan-celetukan pengacara itu sering dikonotasikan dengan “Pagah” kalau bahasa lombok itu artinya nggak mau kalah dan harus menang dalam perdebatan. Tapi sesungguhnya di dalam
perdebatan antar pengacara dalam ruang sidang itu mengandung muatan dan substansi yang baik bagi kita semua,” tukas TGB disambut riuh
tepuk tangan para pengacara yang hadir.

Acara Halal Bihalal yang digelar Peradi berlangsung unik karena
peserta yang hadir mengenakan busana adat dari berbagai daerah. Acara juga diisi dengan beragam tarian tradisional yang dibawakan oleh anak-anak jalanan yang merupakan binaan Peradi.
Selain menari, anak – anak tersebut juga membawakan lagu – lagu daerah
dengan alat musik angklung. Tidak lupa mereka juga membawakan lagu
nasional.

Ketua Umum Peradi, Juniver Girsang mengatakan, Halal bihalal Idul
Fitri kali ini bernuansa kebhinnekaan, yang menjadi tanggung jawab
pihaknya sebagai advokat.

Kebhinekaan digelar karena Peradi tetap berkomitmen terhadap UUD 1945 dan Pancasila sebagai landasan negara yang tidak bisa diganggu gugat lagi.

“UUD 1945 dan Pancasila menjadi pegangan dalam menjalankan profesi kami, dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Juniver Girsang saat memberikan sambutan.

Menurut Juniver, peringatan Halal Bihalal meningkatkan kebhinekaan.
Apalagi Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan golongan. Keanekaragaman tersebut menjadi tanggungjawab Peradi dalam menjalani kehidupan berbagsa dan bernegara. Apalagi sumpah dari advokat ketika
bertugas adalan untuk setia kepada Undang-Undang 45 dan Pancasila.

“Kita tegaskan bahwa Undang-Undang 45 dan Pancasila harus kita jaga. Inilah makna Halal Bihalal dan kita bersilaturahmi saling memaafkan jika ada sesuatu yang tidak baik tahun-tahun sebelumnya hari ini kita tutup. Kita buat lembaran baru yang lebih baik,” tandasnya. (sat)

 

Hadir di Belitung Expo 2019, Balitbangtan dapat Apresiasi Wagub Kepulauan Bangka Belitung

0

HarianNusa.com Setelah memeriahkan Agro Food Expo 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) pada 27-30 Juni 2019, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) kembali hadir di Belitung Expo pada 1-5 Juli 2019 di Pantai Wisata Tanjungpendam, Kabupaten Belitung.

Sama seperti pameran sebelumnya, pada Belitung Expo, Balitbangtan menampilkan beberapa varietas unggul baru, teknologi pertanian, dan produk-produk pascapanen yang dihasilkan Balitbangtan melalui beberapa unit pelaksana teknis (UPT). UPT yang dimaksud diantaranya Pusat Litbang Tanaman Pangan, Pusat Litbang Hortikultura, Pusat Litbang Peternakan, Pusat Litbang Perkebunan, Balai Besar Biogen, Balai Besar Padi, BBSDLP, BBP2TP dan BPATP.

Kepala Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP), Dr. Retno Sri Hartati Mulyandari menyebutkan, keterlibatan Balitbangtan dalam Belitung Expo 2019 memberi dampak yang besar dalam mendiseminasikan hasil pertanian. Menurutnya, pameran merupakan salah satu cara yang efektif untuk mempromosikan hasil penelitian.

“Minggu lalu kita sukses mengikuti pameran di JCC, minggu ini kita lanjut di Belitung. Ini merupakan salah satu media yang efektif karena kita bisa berhadapan dan mengenalkan langsung hasil-hasil penelitian ke masyarakat,” ujar Retno.

“Harapan kita, dengan adanya pameran ini produk-produk dan teknologi hasil penelitian Balitbangtan segera masif dan membumi menjadi inovasi, serta manfaatnya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Hadirnya Balitbangtan dalam Belitung Expo 2019 ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah menyebutkan, petani di daerahnya sangat membutuhkan teknologi tepat guna karena dapat diterapkan oleh seluruh petani dan memudahkan mereka dalam mengolah lahan pertaniannya menjadi lebih efektif dan efisien.

“Saya senang kalau ada pihak (Balitbangtan) yang terjun langsung dan turut aktif dalam kegiatan-kegiatan seperti ini. Karena di kegiatan ini akan ada transformasi ilmu kepada petani dan mereka bisa langsung menerapkannya,” ungkap Fatah saat mengunjungi stand Balitbangtan pada Senin Sore (1/7/2019).

Fatah berharap Balitbangtan dapat terus menghasilkan bibit-bibit baru (varietas unggul baru) yang dapat diterima oleh masyarakat luas. “Pada prinsipnya petani di sini siap mengembangkan hasil penelitian Balitbangtan. Asal mendapat arahan dan panduan yang benar, pasti mereka siap,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Belitung Expo 2019 merupakan acara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Belitung untuk memeringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT) ke 181.

Kegiatan ini diresmikan oleh Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah, dan dihadiri oleh Bupati Belitung Sahani Saleh, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, DPRD, serta Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait lainnya.

Pelaku Curanmor di Puskesmas Masbagik Diringkus Polisi

HarianNusa.com – Tim Resmob Polres Lombok Timur dan Polsek Masbagik melakukan penangkapan terhadap dua pelaku yang diduga melakukan pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor, Senin, 1 Juli 2019.

Kedua pelaku bernama Hepi Hernizar alias Hepi asal Dusun Kesaot, Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur dan Suriyanto alias Anto warga Dusun Pengoros, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

Kasubbag Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Jaharudin, menjelaskan, pelaku melakukan aksi Curanmor pada 26 Juni 2019 di parkiran belakang Puskesmas Masbagik.

“Saat itu seorang korban menjenguk keluarganya di puskesmas. Kemudian saat motor diparkir, pelaku HH (Hepi) datang menggunakan motor miliknya,” ungkapnya dalam keterangan pers.

Melihat situasi sepi, Hepi menelpon Antok untuk membawakan kunci T. Antok kemudian datang membawakan kunci T. Motor korban kemudian diambil Hepi dan disembunyikan dekat rumahnya. Kemudian motor itu diserahkan pada Antok, kemudian Antok memberikan Hepi uang Rp1 juta.

Nahas, aksi pelaku terekam kamera pengintai. “Dalam aksi pelaku tersebut terekam CCTV puskesmas sehingga petugas berhasil mengidentifikasi pelaku,” ungkapnya.

Keluarga Pelaku Kejar Polisi

Dengan mudah polisi mengidentifikasi pelaku dari kamera pengintai. Pelaku Hepi ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Namun saat menangkap Antok, polisi mendapat perlawanan.

Polisi melakukan penangkapan di Jerowaru, namun pihak keluarga Antok menyerang petugas dengan melempari petugas menggunakan batu dan bata.

“Keluarga pelaku berusaha menggagalkan penangkapan,” terangnya.

Anggota polisi bahkan terkena lemparan tersebut. Situasi sangat tidak kondusif saat itu. Keluarga pelaku menyerang dan mengejar polisi hingga ke jalan. Polisi terpukul mundur.

Dalam kondisi terjepit, polisi kemudian mengambil tindakan dengan meringkus seorang provokator. Mereka kemudian diamankan. Polisi menangkap provokator bernama Mudahri yang merupakan kakak Antok. Dia melempari petugas saat kejadian.

Catatan kepolisian, masih ada seorang lagi berinisial S yang diduga terlibat kejahatan Curanmor. Polisi saat ini masih memburunya. (sat)

 

Dua Pria dan Satu Perempuan di Penujak Dicokok Polisi Gegara Narkoba

HarianNusa.com – Dua pria dan seorang ibu rumah tangga di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah diringkus polisi, Senin, 1 Juli 2019.

Keduanya diduga menyimpan dan atau mengedarkan narkoba. Mereka ditangkap saat Satreskoba Polres Lombok Tengah menerima laporan adanya transaksi narkoba di rumah seorang pelaku berinisial FH.

Ketiga pelaku berinisial FH, AS dan E (ibu rumah tangga). Kabid Humas Polda NTB AKBP Purnama, menjelaskan pelaku melakukan penggerebekan di rumah tersebut.

“Petugas melakukan penggerebekan di Dusun Karang Dalem, Desa Penujak,” ungkapnya.

Saat penggerebekan, FH dan seorang temannya AS ditemukan poket kristal bening sabu. Ketiganya diduga merupakan pelaku narkoba.

Polisi menemukan barang bukti 34 poket kecil sabu, kristal sabu 5,27 gram dan 1,2 gram serta alat lainnya yang mengarah pada kasus tersebut.

“Total berat sabu 20,69 gram. Ditemukan juga uang tunai Rp 260 ribu,” jelasnya. (sat)

Bupati Lobar Lepas 120 Mahasiswa KKP UIN Mataram

0

HarianNusa.Com – Bupati Lobar H. Fauzan Khalid melepas secara simbolis 120 Mahasiswa peserta KKP di Gedung UIN Mataram, Senin (1/7/19).

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menaruh harapan kepada mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram peserta Kuliah Kerja Partisipasif (KKP) di Lobar untuk dapat menyalurkan ilmu yang dimiliki sehingga program pemerintah dapat dipahami dan dilaksanakan masyarakat.

Fauzan mengungkapkan dirinya percaya mahasiswa memiliki pemahaman intelektual yang lebih sehingga momen ini dapat digunakan untuk mensosialisasikan program pemerintah.

Salah satu isu nasional yang terus digalakkan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah, yakni penekanan angka kasus stunting.

Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir. Hal ini mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Dijelaskannya, stunting bukan hanya menyerang fisik anak. Penderita stunting memiliki kemampuan kognitif di bawah rata-rata. Termasuk sangat berisiko terkena penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung dan diabetes.

“Lombok Barat tahun 2024 harus bebas stunting. Termasuk angka pernikahan dini. Silahkan dorong dan beri pengetahuan tentang itu agar masyarakat mau melakukannya,” kata Fauzan saat itu.

Fauzan menyebut, pernikahan dini menjadi salah satu faktor penyebab anak kurang gizi. Usia ayah dan ibu yang masih terlampau muda, belum memiliki cukup ilmu mengenai asupan gizi bayi, serta kestabilan emosi dan finansial untuk membesarkan anak membuat risiko stunting menjadi lebih besar.

“Umur laki-laki menikah harus 23 tahun sedangkan perempuan 21 tahun. Namun nyatanya di masyarakat banyak yang menikah di bawah umur,” ungkap Fauzan.

Pemkab Lobar sendiri telah mampu menekan angka pernikahan dini hingga 26 persen pada 2018 melalui berbagai intervensi program. Salah satu upaya yang dilakukan dengan program Gerakan Anti Merarik Kodek (Gamak).

Gamak, merupakan sebuah program yang diinisiasi oleh Pemkab Lombok Barat dengan tujuan untuk merespon isu perkawinan anak yang sangat tinggi di Provinsi NTB, termasuk Kabupaten Lombok Barat.

“Program ini sudah masuk nasional. Tolong disampaikan nanti di masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Rektor UIN Mataram yang diwakili Ketua LP2M (Lembaga Penelitian dan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat) H. Nazar Na’amy berharap dengan dilaksanakanya KKP ini para mahasiswa mampu melihat kondisi masyarakat sekitar dan mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Momen KKP ini juga diharapkannya sebagai proses pelatihan bagi mahasiswa untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajarinya.

Secara keseluruhan total mahasiswa yang melaksanakan KKP tahun ini sebanyak 2.022 orang dan tersebar di empat Kabupaten, yakni Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Sumbawa. Untuk Lombok Barat sendiri ada 120 masiswa yang akan melaksanakan KKP yang tersebar di 4 Kecamatan, yakni Sekotong, Lembar, Gerung, dan Kuripan. (f3)

Sumber Daya Genetik Jeruk untuk Kekayaan Indonesia

0

HarianNusa.com – Varietas jeruk di Indonesia cukup besar dan memiliki keragaman yang tersebar di berbagai daerah. Kekayaan Sumber Daya Genetik (SDG) ini telah tersimpan dan dikelola Badan Penelitian, dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro).

“Balitbangtan memiliki koleksi SDG Jeruk yang cukup besar serta menghasilkan benih pokok BPMT jeruk bebas penyakit yang dikelola Balitjestro dan tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia,” jelas Dr. Fadjry Djufry M.Si Kepala Balitbangtan dalam sela-sela kunjungannya di Balitjestro, Kota Batu, Jawa Timur pada Jumat (28/6/2019).

Sementara itu dalam keterangannya pada Senin (1/7/2019) Dr. Chaireni Mertasari peneliti Balitjestro menjelaskan bahwa saat ini terdapat 254 aksesi jeruk dari berbagai jenis dikoleksi di Balitjestro yang dipelihara dan dikelola di Kebun Percobaan Punten.

Jenis tersebut diantaranya Citrus sinensis Osbeck (jeruk manis), Citrus reticulata Blanco (jeruk keprok), Citrus maxima Merr (jeruk besar), Citrus limon (jeruk Lemon), Citrus aurantifolia (jeruk nipis), Citrus medica (sitrun), dan Citrus paradisi (grape fruit).

Koleksi jeruk ini dikelola dan dipelihara secara rutin dalam rumah kasa insect proof sehingga terlindung dari serangga penyebab penyakit khsususnya Huanglongbing atau lebih dikenal dengan CVPD.

Lebih lanjut disampaikan, varetas jeruk yang banyak berkembang di Indonesia merupakan jenis common mandarin (Citrus reticulata Blanco). Beberapa varietas lokal Indonesia yang masuk dalam kelompok ini adalah Keprok dan Siam. Jenis domestik yang telah dikembangkan diantaranya Keprok Soe, Keprok Batu 55, dan Siam Madu, Keprok Brasitepu, dan Keprok Garut,Keprok Gayo, Siam Pontianak dan lainnya.

Varietas jeruk ini akan terus bertambah seiring dengan hasil eksplorasi dari berbagai daerah dan dari pemuliaan maupun persilangan yang dilakukan oleh peneliti. Beberapa varietas hasil pemuliaan baik persilangan maupun mutasi, diantaranya Keprok SoE 86 Agrihorti, Pamelo MTR 19, Pamindo Agrihorti, dan beberapa varietas lain yang sedang dalam proses pendaftaran. (af)

Disegel, Pemilik Villa Memilih Jalur Kekeluargaan

0

Hariannusa.Com – Pemilik Villa Aero Max yang disegel Pemerintahan Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) beberapa waktu lalu berharap kepada Pemkab Lombok Barat dapat memberikan solusi terbaik atas keberadaan bangunan Villa yang dianggap melanggar izin tersebut.

Kuasa perwakilan keluarga pemilik villa, Djaya Ungang Dea Mas menegaskan bahwa kliennya sudah memenuhi semua aturan dan persyaratan administrasi untuk mendapatkankan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), bahkan ia menyebutkan bahwa kliennya tidak ingin melawan pihak Pemda Lombok Barat atas permasalahan ini. Namun kliennya justru berharap diberikan solusi terbaik dan tidak merugikan semua pihak, baik Pemda Lobar, dirinya, maupun masyarakat.

“Kami tidak mau melawan tetapi berharap diberikan keputusan yang terbaik,” ungkap Djaya, Minggu (30/6).

Tahapan proses mendapatkan IMB bangunan tersebut, kata dia, sudah dilalui oleh kliennya dari mulai tingkat paling bawah, desa, kecamatan hingga ke Pemda Lobar. Hal itu dibuktikannya dengan adanya kwitansi senilai 50 juta untuk pembayaran biaya administrasi dari kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintilu (DPMP2TSP) Kabupaten Lombok Barat yang kini sudah almarhum

“Kita sudah memenuhi persyaratan IMB dan bangunan sudah selesai sejak tiga tahun silam, tp knp baru dipersoalkan?,” tanyanya.

Ia menyayangkan penertiban yang dilakukan pihak Pol PP Lombok Barat yang terkesan menganak tirikan itu. Menurutnya, penertiban itu tidak mendasar karena obyek yang disegel memiliki dokumen lengkap berupa sertifikat tanah dan ijin lainnya. bangunan juga bukan tempat usaha melainkan tepat tinggal pribadi.

Dikatakannya, setelah dilakukan penyegelan, pihaknya diberikan waktu 7 hari untuk mengambil tindakan apakah akan melakukan gugatan atau tidak. Namun kliennya lebih memilih menyelesaikan secara kekeluargaan. Dan pihaknya sudah bersurat ke Bupati Lombok Barat yang ditembuskan ke dinas/instansi terkait dengan harapan diberikan pembinaan atau ijin bersyarat dan persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Klien kami ingin menjadi warga yang taat hukum,” pungkasnya. (f3)

Ket. Foto:

1. Kuasa Hukum Pemilik Villa Aero Max,Djaya Ungang Deamas. (istimewa)
2. Villa yang disegel. (istimewa)

Produk Nanobiosilika dari Sekam Padi Diminati Industri Eropa

0

Produk nanobiosilika dari sekam padi yang dipamerkan dalam ajang bergengsi Indonesia Innovation Day (IID) 2019 menarik minat Industri Eropa, khususnya Jerman. Pada IID 2019 yang digelar oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) di Saarland University, Saarbrücken, Germany pada 25-27 Juni 2019 ini dipamerkan 37 produk inovatif Indonesia.

Produk nanobiosilika dari sekam padi merupakan inovasi Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen), Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan). Pada IID 2019 ditampilkan dua jenis produk nanobiosilika yaitu cair dan serbuk.

Silika merupakan suatu senyawa yang memiliki banyak manfaat di berbagai industri, seperti penguat ban kendaraan, semikonduktor elektronik, penghambat korosi, katalis, anticaking pada pangan, pemurnian minyak, pembersih pada pasta gigi, bahan kosmetika, pembersih deterjen, bahan cat, bahan penghantar obat, serta bahan pupuk/hara tanaman. Saat ini, silika komersial yang digunakan di dunia, termasuk di Eropa, sebagian besar berasal dari pasir kuarsa/batuan mineral, yang merupakan bahan tidak terbarukan dan membutuhkan energi tinggi dalam prosesnya.

“Kami namakan nanobiosilika untuk membedakan produk sejenis dari pasir, batuan ataupun proses sintetis” ujar Hoerudin, PhD, periset nanobiosilika dari BB Pascapanen. Ukuran partikel nanobiosilika, lanjutnya, berskala nanometer (20-100 nm), sehingga dapat meningkatkan performa produk akhir.

Penggunaan nanobiosilika cair direkomendasikan sebagai hara tanaman, khususnya untuk meningkatkan ketahanan terhadap serangan hama penyakit dan dampak kekeringan, serta meningkatkan mutu hasil tanaman, sehingga pada akhirnya dapat mengoptimalkan produksi. Sedangkan penggunaan nanobiosilika serbuk direkomendasikan sebagai bahan penguat dan bahan fungsional untuk meningkatkan performa produk akhir, seperti barang jadi karet dan cat.

Selain nanobiosilika cair dan serbuk, pada IID 2019 juga ditampilkan produk inovatif sandal ramah lingkungan (biodegradable) yang sebagian besar bahannya menggunakan nanobiosilika serbuk hasil kerja sama Balitbangtan dengan PT Triangkasa Lestrari Utama.

“Dengan inovasi teknologi yang dikembangkan saat ini, dari 1 ton sekam padi dapat dihasilkan sekitar 380-400 liter nanobiosilika cair atau 150-175 kg nanobiosilika serbuk”, ungkap Hoerudin.

Menurutnya, harga produk silika cair dan serbuk komersial yang ada di pasaran berturut-turut sekitar 12-17 USD per liter dan 1-6 USD per kg, tergantung spesifikasi mutunya. Sementara di Indonesia setiap tahunnya dihasilkan lebih dari 11 juta ton sekam padi yang sebagian besar belum optimal pemanfaatannya. Sehingga pemanfaatan sekam padi menjadi produk nanobiosilika dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang cukup signifikan.

Kepala BB Pascapanen, Dr. Prayudi Syamsuri mengungkapkan keunggulan produk nanobiosilika yaitu bahan baku yang digunakan dan produk yang dihasilkan lebih ramah lingkungan. Proses produksinya menggunakan energi yang lebih rendah dan dapat dihasilkan dua jenis produk sekaligus (nanobiosilika cair dan serbuk), serta performa dan harga produk akhir dapat bersaing dengan produk komersial yang ada di pasaran.

“Keunggulan-keunggulan inilah yang kami tawarkan melalui ajang IID 2019 untuk menarik minat industri dan pasar Eropa,” ungkapnya.

Anja Petschauer, Direktur Pemasaran Saarland Economic Promotion Corporation, menuturkan ide inovatif yang ditawarkan produk nanobiosilika sangat bagus karena sejalan dengan perhatian serius Eropa saat ini dan ke depan terkait dampak aktivitas dan penggunaan produk industri terhadap lingkungan. Ia meyakini poduk nanobiosilika dari sekam padi akan diminati industri Eropa, baik produsen ataupun pengguna silika, karena tidak hanya dapat memberikan keuntungan ekonomi, juga yang tak kalah penting memberikan “greener branding” pada produknya.

Dari sisi teknis, Joachim Boes, ahli pengujian ban dari tec4U Ingenieurgesellschaft mbH, yang berkunjung ke arena IID 2019 mengatakan pengembangan produk nanobiosilika ini sudah on the right track karena silika berperan penting menurunkan tahanan luncur (rolling resistance) ban, namun tetap memberikan daya cengkram yang baik pada jalan yang basah.

Situs resmi produsen ban Michelin, menyebutkan penggunaan silika mampu menurunkan gaya gesek ban pada permukaan jalan sebesar 20% bahkan lebih. Pengurangan gaya gesek 20% setara penghematan bahan bakar 5%. “Mengingat lebih dari satu milyar ban diproduksi per tahun di dunia, potensi manfaat ekonomi dan lingkungan dari produk nanobiosilika akan sangat besar,” ungkap Joachim.

Pengunjung lainnya Douglas Espin, Direktur Teknis perusahaan NeoTechnology yang mengembangkan produk cat untuk pipa gas dan minyak menyatakan minatnya terhadap produk nanobiosilika. Ia pun telah menerima sejumlah sampel nanobiosilika untuk coba diterapkan pada pengembangan produk catnya.

Menurut Douglas, pada produk cat silika berperan untuk meningkatkan daya tahan abrasi, korosi, keretakan, serangan jamur, dampak perubahan iklim, serta membantu mempetahankan intensitas dan kecerahan warna cat dan produk yang dilapisinya. Ia berharap nanobiosilika dapat menunjukkan peran tersebut pada produk catnya yang selama ini dipenuhi dari sumber yang tidak terbarukan.

Promosi produk nanobiosilika juga mendapat perhatian dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman, Arief Havas Oegroseno. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai nanobiosilika, ia berharap produk tersebut dapat segera dikomersialkan di Eropa, khususnya Jerman. Di samping itu, ia melihat peluang baru pemanfaatan limbah sekam padi sebagai sumber energi dan material maju terbarukan yang akan menarik minat Jerman yang saat ini dan ke depan sedang serius mencari alternatif sumber energi dan bahan baku industri yang ramah lingkungan. Promosi dan komersialisasi produk nanobiosilika di Jerman akan dibantu lebih lanjut oleh Atase Bidang Perdagangan, Nurlisa Arfani.

Pada IID 2019, Balitbangtan juga mempromosikan satu produk inovatif lainnya yaitu Roselindo Tea yang merupakan produk minuman sehat dari calyx utuh varietas unggul rosella yang dibudidayakan dan diolah secara ramah lingkungan.

Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry berharap ke depan agar semakin banyak hasil inovasi Balitbangtan yang dipromosikan di tingkat internasional. Hal tersebut dapat meningkatkan scientific and impact recognition, sekaligus mendorong peningkatan daya saing bangsa Indonesia di tingkat global.

Pemain Judi Bola Voli di Kota Bima Ditangkap

HarianNusa.com – Tim Resmob Polres Bima Kota meringkus tiga pemain judi bola voli di Kelurahan Penatoi, Kota Bima. Penangkapan dilakukan Kamis, 27 Juni 2019 saat petugas menggelar razia.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Purnama, menjelaskan ketiga pelaku berinisial Iis (35), AK (24) dan AA (23). Iis sebagai pemain dan dua lainnya pemegang pot.

“Berdasarkan laporan masyarakat, di lapangan itu setiap malam digunakan ajang judi bola voli,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 28 Juni 2019.

Para pelaku kerap bermain judi hingga pukul 04.00 dini hari. Sehingga, polisi melakukan razia dan penggerebekan.

Ditemukan uang tunai Rp792.000 yang digunakan berjudi, barang bukti bola voli, net dan lampu sorot. (sat)

 

Mahkamah Konstitusi Itu Bukan Pemuas

Untuk negara demokrasi ‘darah penghabisan’ adalah pengadilan. Karena itu mengapa saya selalu mengatakan: hukum dan demokrasi tidak bisa dipisahkan. Hukum tidak akan bisa adil atau demokrasi tidak baik. Demokrasi tidak dewasa kalau hukum tidak adil (Dahlan Iskan)

Mahkamah Konstitusi telah bekerja sesuai dengan prosedur dan menjalankan tugasnya sesuai peraturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). MK sebagai lembaga Negara yang independen harus menjalankan tugas dan kewajibanya. Masyarakat Indonesia sudah terbelah menjadi dua kelompok akibat desain politik di Indonesia (Prof. Salim Said). Akibat dari desain politik seperti ini, masyarakat Indonesia terbelah dan menjadi tugas presiden terpilih untuk menyatukan kembali masyarakat Indonesia. Ketika masyarakat Indonesia sudah mengetahui keputusan Mahkama Konstitusi(MK) bahwa permohanan Badan Pemenangan Nasional(BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno di tolak oleh MK.

Apakah setelah adanya keputusan MK masalah akan selesai, saya rasa masalah akan tetap ada akibat dari desain politik di Negara Indonesia belum ideal dan masyarakat Indonesia masih terbelah dalam nuasa politik. Masyarakat Indonesia baik yang pendukung Prabowo Sandi maupun pendukung Jokowi Ma’ruf Amin akan tetap membuat kelompok mereka masing-masing dan sekali lagi saya ingin menekankan bahwa tugas pemerintah terpilah adalah menyatukan masyarakat Indonesia. MK telah bekerja sekuat tenaga dalam meneyelesaikan perkaran Perselihan Pemilu Presiden 2019, pertanyaan sederhana adalah apakah masyarakat Indonesia merasa puas dengan hasil keputusan MK tersebut. Pasti ada pihak yang kecewa ada juga pihak yang merasa tenang dengan keputusan tersebut tapi yang terpenting adalah MK telah melakukan tugas dan kewajiban terlepas apakah ada indikasi kecurangan atau apapun itu.

Sekarang tidak ada lagi 02 dan 01 sekarang kita 03 persatuan Indonesia untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia. masyarakat Indonesia harus menerima dengan lapang dada hasil keputusan MK bukan mala membuat sesuatu yang tidak masuk akal, apalagi membuat kerusahan yang merugikan bangsa Indonesia itu sendiri. Saya sering menyampaikan dan di berbagai tulisan. Mari kita menjaga dan merawat Indonesia dengan penuh kasih sayang siapa lagi yang menjaga persatuan Indonesia kalau bukan kita sebagai pewaris yang sah negari ini. Kepada siapa lagi kita akan percaya untuk menjaga dan merawat khebinekal tunggal ika kita ini. Lepas semua atribut 02 dan 01 kita mari kita memakai atribut 03 persatuan Indonesia dan masyarakat Indonesia tidak boleh terlalu lama baper dengan pemilu 2019 tugas dan kewajiban kita masih sangat banyak untuk diselesaikan secara kolektif. Lepas semua baju pasangan 01 dan 02 kemarin mari kita bergadengan tanggan untuk membangun Indonesia yang maju.

MK bukanlah lembaga tempat kita mendapatkan kepuasaan tapi MK lembaga untuk berjuang membela dan menyampaikan kebenaran. Bagi pasangan pemohan mereka telah berjuang untuk mendapatkan kebenaran dan berjuang meneggakan keadalian di Negara Indonesia dan bagi pihak termohon mereka membuktikan bahwa mereka tidak melakukan kecurangan seperti yang di sampaikan oleh pihak pemohon dan mereka bertarung di Lembaga yang bernama Mahkama Konstitusi. Sekali lagi saya rasa perlu menyampaikan kepada kita semua terutama yang membaca tulisan ini. MK itu lembaga tempat masyarakat Indonesia membuktikan kebenaran atau kecuruangan bukan lembaga yang bisa memuaskan keinginan suatu kelompok, golongan atau agama tertentu.