Beranda blog Halaman 209

Puncak HANI 2019 akan Digelar di Lombok Barat

0

HarianNusa.Com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang diwakili Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN NTB, Cheppy. A. H., mengatakan bahwa Puncak peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2019 akan digelar di Lombok Barat.

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN NTB, Cheppy. A. H.

“Kunjungan kami ke Bupati untuk bersilaturrahmi dan meminta izin untuk pelaksanakan Hari Anti Narkoba Internasional 2019. Rencananya diselenggarakan yang puncaknya di pusatkan di Lombok Barat pada tanggal 26 juni mendatang,” jelas Cheppy usai menemui Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, Selasa, (11/6/19)

Cheppy berharap kegiatan ini dapat menjadi kekuatan bangsa untuk memerangi dan melawan narkoba. Ia yakin, dengan solidaritas yang kuat masyarakat mampu memberantas penyalahgunaan narkoba yang menjadi ancaman besar bangsa.

“Kita menyatukan dan menggerakkan bangsa dengan perang melawan narkoba untuk mewujudkan masyarakat Lombok Barat dan NTB yang sehat dan tentunya bebas dari narkoba,” Cheppy. (f3)

Miliki Sabu, Dua Pemuda di Bolo Bima Ditangkap

HarianNusa.com – Polsek Bolo melakukan penangkapan terhadap dua pemuda yang diduga memiliki narkoba jenis sabu, Minggu, 9 Juni 2019.

Kronologis penangkapan berdasarkan laporan masyarakat. Saat petugas melakukan patroli rutin di Dermaga Daru, Desa Darusalam, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Polisi menerima informasi seorang pemuda tengah konsumsi narkoba di rumah seorang warga.

Polisi kemudian melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap pemuda berinisial M (20) dan pemilik rumah berinisial H (24). Mereka diduga tengah konsumsi narkoba.

“H dan M sedang menggunakan narkoba beserta barang bukti satu klip sabu yang tersimpan dalam kotak HP,” ujar Kapolsek Bolo, IPDA Nurdin.

Keduanya kemudian diamankan. Mereka mengaku mendapat sabu tersebut dari rekan mereka di Dompu. (sat)

Idul Fitri, Lombok Barat Gelar Open House

0

HarianNusa.Com Seperti tahun-tahun sebemnya, para pemimpin daerah Kabupaten Lombok Barat memanfaatkan momen Idul Fitri untuk bersilaturahmi dengan seluruh masyarakatnya. Tahun ini Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat secara serentak menggelar open house, Sabtu (8/6/19).

Sejak pagi masyarakat dari berbagai latar belakang sudah memadati lokasi acara. Mulai dari para ASN Pemkab Lombok Barat, TNI/Polri, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda dan masyarakat umum secara bergantian terus berdatangan.

Di Pendopo Bupati misalnya, masyarakat dari berbagai latar belakang sudah memadati lokasi sejak pukul 09.00 Wita.

Ketua TP-PKK Lombok Barat Hj. Khairatun menilai kegiatan ini sebagai momen berkumpul atau bersilaturahmi. Tidak hanya dengan keluarga dan kerabat, tapi juga dengan seluruh masyarakat Lombok Barat.

Menurut istri Bupati H. Fauzan Khalid ini, kesibukan suami selaku bupati dan dirinya sebagai Ketua TP-PKK terkadang menjadikan waktu bersilaturahmi menjadi berkurang.

“Melalui open house ini kita berharap agar hubungan yang mungkin ada keretakan karena kesalahpahaman atau yang lain bisa dipererat lagi sehingga tidak ada lagi rasa yang tidak baik. Acara ini juga dimaksudkan untuk lebih dekat dengan masyarakat Lombok Barat, dengan arti pemimpin dan masyarakat tidak ada sekat,” ungkapnya.

“Saya ucapkan juga minal aidin walfaidzin bagi semua ASN di Lombok Barat. Mungkin bapak dan saya pernah menyinggung perasaan rekan-rekan ASN. Saya mewakili bapak minta maaf yang sebesar-besarnya,” ucap Khairatun.

Sementara itu, kegiatan open house tahun ini menjadi yang pertama kali bagi Wakil Bupati Hj. Sumiatun. Digelar di kediamannya di Kecamatan Sekotong, para tamu disuguhi hidangan yang sengaja dibuat olehnya.

“Alhamdulillah tahun pertama gelaran open house sangat ramai. Saya harap kegiatan ini dapat semakin mendekatkan kami pada seluruh masyarakat di Lombok Barat. Kebetulan semua hidangan yang ada di sini saya yang masak. Tanpa pakai catering. Karena dari dulu saya hobi masak,” terangnya.

Kegiatan yang sama juga digelar Sekda H. Moh. Taufiq di kediamannya di Mataram. Berbeda dari Wakil Bupati, momen open house tahun ini menjadi kali terakhir bagi Sekda H. Moh. Taufiq sebelum memasuki masa pensiun beberapa bulan lagi.

Sekda memaknai kegiatan ini mampu mempererat kebersamaan untuk memajukan Lombok Barat.

“Ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang kita laksanakan, dan ini momentum menjalin silaturrahim untuk kita saling memaafkan antar sesama umat muslim,” kata Taufiq.

“Kita berharap melalui suasana ini membuat kebersamaan lebih kokoh dan kuat lagi. Dan semoga kualitas iman kita, kinerja kita semakin baik dan meningkat,” tambahnya. (f3)

Tokoh Pemuda Minta Winengan Maju di Pilkada Kota Mataram

0

HarianNusa.Com – Mantan Sekretaris PW NU NTB Lalu Winengan diminta maju menjadi clCalon Kepala Daerah di Pilkada Kota Mataram 2020. Permintaan itu dikemukakan salah satunya oleh tokoh pemuda Katholik, Adolfus A Baco. Menurutnya Winengan mampu dan memiliki kapasitas sebagai kepala daerah memimpin kota Mataram 2020 s.d 2025 mendatang.

“Sebagai seorang sahabat, saya berharap L. Winengan serius maju dalam Pilwakot Mataram agar masyarakat kota Mataram memiliki pilihan Aaternatif di konstestasi tersebut,” kata Adolfus A Baco saat berkunjung di kediaman Lalu Winengan, Kamis sore kemarin ( 6/6/19)

Menurut Adolfus, dirinya tahu betul sepak terjang dan track record Lalu Winengan saat memimpin DPD KNPI NTB. Ia menilai figur kepemimpinan Winengan sudah teruji dalam menggerakkan organisasi KNPI maupun di PW NU NTB .

“Lalu Winengan memiliki multi talenta dalam memimpin. Selain humble, ia juga punya banyak kelebihan , khususnya jaringan/net working dengan banyak tokoh yang memiliki pengaruh politik maupun ekonomi,” tambah Adolfus yang pernah satu organisasi di KNPI NTB era kepengurusan Lalu Winengan .

Ia melanjutkan, dalam konteks memajukan kepentingan kota Mataram , sosok Lalu Winengan merupakan figur yang mudah cair dan bergaul dengan semua kalangan tanpa ada sekat-sekat politik apapun .

“Tipologi kepemimpinan Lalu Winengan yang merangkul semua kalangan dan strata sosial sangat cocok untuk karakteristik masyarakat kota Mataram yang heterogen,” tegasnya .

Meskipun demikian, tambahnya, Lalu Winengan harus berpasangan dengan figur yang memiliki karakter teliti dan cermat agar bisa mengimbangi agresifitas/kecepatan geraknya .

“Winengan itu karakter dasarnya ingin semuanya cepat terselesaikan, tidak terlalu mementingkan proses yang penting hasilnya,” tambah Adolfus seraya menambahkan dalam birokrasi tentu tidak bisa seperti itu .

“Disitulah pentingnya pendamping Winengan yang memiliki pengetahuan soal birokrasi,” ungkapnya .

Adolfus kemudian memaparkan sebagai figur Pemimpin Muda,Winengan juga bukan tipe pemimpin yang suka ‘mencuri’ hak – hak masyarakat karena jelas itu pantangan buatnya.

“Winengan itu banyak memberi dan berbagi dengan caranya untuk membantu masyarakat maupun kepentingan lainnya karena memang pergaulan dan jaringannya yang luas. Itu tak bisa dipungkiri,” ungkapnya.

Terakhir Adolfus A Baco berjanji akan melakukan upaya – upaya untuk mensosialisasikan Lalu Winengan agar mendapat doa dan restu maju dalam Pilwakot Mataram 2020 dari berbagai elemen masyarakat Kota Mataram.

“Saya yakin pada setiap langkah yang baik akan ada harapan untuk kebaikkan warga kota Mataram di Pilkada 2020 mendatang,” tukasnya. (f3)

H. Lalu Winengan (HarianNusa.Com/f3)
H. Lalu Winengan (HarianNusa.Com/f3)

Tunjukkan Toleransi, Remaja Hindu Narmada Ramaikan Malam Takbiran

0

HarianNusa.Com – Malam takbiran dalam rangka menyambut Hari Raya Idhul Fitri 1440 Hijriah yang berlangsung di Desa Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB sangat menarik. Berbeda dengan yang lainnya, selain diikuti ribuan umat Islam, pawai malam kemenangan itu juga turut diramaikan warga Dusun Gandari, Desa Narmada yang didominasi umat Hindu. Mereka terdiri dari sepuluh umat muslim dan sembilan puluh orang umat hindu.

Menggunakan pakaian adat Bali, mereka tampak antusias mengikuti pawai takbiran. Mereka membawakan musik tradisional Bali, Peleganjur lengkap dengan iringan Bendera Tunggul, Payung dan Spanduk.

“Pengalaman ini luar biasa banget karena bisa ikut serta memeriahkan acara takbiran. Ini juga baru pertama kali untuk warga Dusun Gandari ikut. Jadi, semua anak dan remaja, bahkan ibu-ibu pun ada yang berpartisipasi untuk ikut,” terang Tokoh Pemuda Dusun Gandari, I Ketut Suweca usai acara, Selasa (4/6/19) malam.

I Ketut Suweca mengaku partisipasi umat Hindu dalam acara ini disambut baik panitia. Mereka bahkan diberikan barisan depan iring-iringan pawai.

“Pertama datang kami langsung disambut baik banget sama panitia. Langsung diarahkan untuk baris di urutan kedua,” ujarnya.

I Ketut Suweca menjelaskan, selain untuk menunjukkan toleransi antar umat beragama, dirinya bersama warga dan tokoh masyarakat sengaja ambil bagian dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan untuk mewujudkan Desa Narmada menjadi Desa Wisata yang bertemakan toleransi. Ia juga mengharap Dusun Gandari bisa menjadi contoh kerukunan antar umat beragama untuk menciptakan kedamaian.

“Kami berharap bisa tetap ikut memeriahkan acara takbiran di setiap tahunnya, dan selalu saling menghormati satu sama lain,” harapnya. (f3)

Simpan Ganja, Mahasiswa di Mataram Ditangkap

HarianNusa.com – Polres Mataram meringkus seorang mahasiswa di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu, 1 Juni 2019.

Mahasiswa berinisial PR (22) asal Kecamatan Ampenan, Kota Mataram diduga memiliki ganja.

Kabid Humas Polda NTB, Ajun Komisaris Besar Polisi Purnama, mengatakan penangkapan dilakukan polisi di Lingkungan Taman Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

“Saat digeledah ditemukan dua bungkus plastik berisi daun, batang, biji kering yang diduga narkotika jenis ganja,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip media ini.

Masing-masing bungkus plastik berisi ganja seberat 9,94 gram dan 10,60 gram. Selanjutnya pelaku diamankan di Polres Mataram dan terancam merayakan lebaran di balik jeruji besi. (sat)

Anak Pensiunan Polisi di Lotim Curi Barang Milik Ayahnya

HarianNusa.com – Kasus pencurian dalam rumah tangga terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Seorang anak pensiunan polisi mencuri di rumah orang tuanya sendiri.

Kejadian terjadi pada Senin, 27 Mei 2019 lalu. Pelaku berinisial LSM alias Dagul masuk ke kos ayahnya di Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur.

Kamar kos milik pelaku di samping kamar korban. Dengan mudah pelaku menjebol kamar ayahnya dan mengambil isi kos.

“Pelaku mengambil tv, kipas angin dan seterika. Kemudian dijual pada temannya senilai Rp400 ribu, sehingga korban mengalami kerugian Rp850 ribu,” ujar Kasubbag Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Jaharudin, Minggu, 2 Mei 2019.

Ayah korban kemudian melaporkan kejadian tersebut pada Polsek Aikmel. Polisi yang melakukan penyelidikan berhasil menemukan pelaku di kamar kosnya di dekat kamar sang ayah. (sat)

Miniatur Masjid “Zero Waste” akan Ramaikan Pawai Takbiran di Lombok Barat

HarianNusa.Com – – Ribuan warga Lombok Barat bersiap menyemarakkan pawai takbiran menyambut kemeriahan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Remaja Desa Kediri Selatan sendiri menyiapkan miniatur Masjid dengan konsep berbeda. Kosep yang diusung yakni “Zero Waste”. Miniatur Masjid ini seluruhnya dari bahan botol plastik bekas yang dibentuk sedemikian rupa ditambah lampu warna-warni yang membuat tampilan miniatur Masjid tampak lebih menarik.

“Idenya itu dari ormas Burik Songkang di desa kita. Mereka terinspirasi dari banyaknya sampah yang bisa didaur ulang. Selain itu bisa membantu program Zero Waste milik pemerintah,” ungkap Ketua remaja Mushala Al-Guraba, Habib, Jum’at (31/5/19).

“Ide tersebut kemudian kita sampaikan kepada teman-teman remaja dan Alhamdulillah disambut positif. Kemudian kita mulai mengumpulkan sampah-sampah bekas botol minuman,” lanjutnya menerangkan.

Di Mushala Al-Guraba tepatnya di Dusun Sedayu Tengah, Desa Kediri Selatan, sekitar 30 remaja mulai merakit miniatur ini sejak tiga pekan yang lalu. Miniatur Masjid ini berukuran 2 meter persegi dengan bobot sekitar 30 kilo. (f3)

Ket. Foto:
Miniatur masjid dari botol plastik bekas siap meramaikan pawai takbiran di Lombok Barat. (istimewa)

Wow, Pak Wali Kota ini Tidur di Masjid Saat Itikaf

0

HarianNusa.com, Padang — Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah memanfaatkan sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan 1440 Hijriah dengan i’tikaf di Masjid Jihad Kp Perak, Padang Barat, Sabtu – Minggu (25-26/5/2019). Saat itikaf, Mahyeldi  tidur dan sahur bersama jamaah.

Mahyeldi datang ke Masjid Jihad Kp Perak sekitar tengah malam. Mengenakan kemeja putih panjang lengan dibalut jaket hitam dan kain sarung hitam lurik, Mahyeldi membaca Alquran. Mahyeldi terlihat khusyuk.

Wali Kota Padang nampak berbaur bersama jemaah lain. Karena memang di masjid tidak ada perbedaan. Semuanya sama di mata Allah.

Mahyeldi sempat tertidur di masjid. Untuk kemudian melaksanakan sholat tahajud. Setelah itu Mahyeldi kembali membaca Alquran, makan sahur bersama serta salat subuh berjamaah. Mahyeldi meninggalkan masjid di waktu syuruq.

Setiap Ramadan, Mahyeldi selalu melaksanakan itikaf di masjid. Hampir setiap tahun Mahyeldi hadir di Masjid Jihad Kp Perak. Bahkan juga di masjid lain secara bergiliran.(MC Padang/Charlie)

Sumber: FB Diskominfo Kota Padang

Tim Gabungan Amankan 162 Batang Kayu Sonokeling di Hidirasa

0

HarianNusa.Com – Tim gabungan yang terdiri dari personel KPH Maria Donggomasa, anggota Kodim 1608/Bima dan anggota Brimob Sape melaksanakan patroli pengecekan ke daerah Hidirasa. Patroli ini dilakukan menindaklanjuti adanya informasi masyarakat tentang keberadaan lebih dari 100 (seratus) batang kayu sonokeling di sekitar sungai Hidirasa.

Tiba di lokasi, tim menemukan 162 batang kayu Sonokeling berupa papan olahan di sepanjang sungai. Tim kemudian memeriksa sekitar lokasi namun tidak menemukan siapapun dan tidak diperoleh informasi tentang siapa pemilik kayu tersebut.

Tim kemudian mengevakuasi kayu ke atas truk dan membawanya ke Kota Bima untuk keperluan penyelidikan dan identifikasi lebih lanjut.

Dugaan sementara, menurut keterangan dari pihak KPH Maria Donggomasa, diperkirakan kayu tersebut berasal dari wilayah kawasan hutan lindung Blok Kaworo. Namun akan dipastikan lebih jelas lagi melalui proses identifikasi.

Dandim 1608/Bima, Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra mengimbau untuk tidak lagi melakukan penebangan liar atau illegal logging, karena selain melanggar hukum, juga akan berdampak buruk bagi lingkungan.

“Banjir, kekeringan akan terjadi apabila penebangan hutan terus terjadi,” tegas Dandim.

Senada dengan Dandim, salah seorang petugas dari KPH Maria Donggomasa juga menegaskan akan terus berupaya secara maksimal untuk menekan kegiatan perambahan hutan.

“Terus terang kami sangat terbantu dengan adanya support yang luar biasa dari Kodim 1608/Bima, baik secara fisik maupun dukungan moril bagi anggota di lapangan,” ungkap petugas KPH Maria Donggomasa itu. (f3)

Ket. Foto:
Ratusan kayu sonokeling yang berhasil diamankan oleh Tim gabungan KPH Maria Donggomasa dan Kodim 1608/Bima. (istimewa)