Beranda blog Halaman 221

Imran Kumis, Terdakwa Ujaran Kebencian Jalani Sidang Perdana

HarianNusa.com – Pelaku ujaran kebencian dan penghina Jokowi, Imran Sasmi alias Imran Kumis menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 4 April 2019.

Imran dijerat pasal 45 a ayat (2) jonto pasal 28 ayat (2) undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE. Pasal tersebut berkaitan dengan ujaran kebencian.

Jaksa penuntut, Ema Muliawati membacakan dakwaan di hadapan majelis hakim yang diketuai Nyaman Ayu Wulandari.

“Bahwa selanjutnya pada hari Jumat tanggal 18 Januari 2019… terdakwa memposting status di akun Facebook-nya berupa kalimat ‘BODOHNYA ORANG ISLAM
YG MILIH JOKOWI!!! DASAR MUNAFIKKK !!!!,” kata jaksa membacakan dakwaannya.

Empat kuasa hukum Imran akan mengajukan nota keberatan atau eksepsi pekan depan. Mereka keberatan terhadap dakwan jaksa.

“Dari dakwaan kami anggap tidak benar, karena dari status Imran tidak ada akibat secara nyata. Tidak terjadi permusuhan antar masyarakat, antara pendukung Prabowo maupun pendukung Jokowi,” tandasnya. (sat)

Siaran Pers: Peserta Magang Jepang PPMKP Kementan Sambangi BASTP

HarianNusa.com – Derap langkah 44 peserta Pelatihan Pemantapan Magang Jepang Angkatan 36 begitu menghentak masuk ke ruang Agrosinema, Bogor Agro Science Techno Park (BASTP), Badan Litbang Pertanian yang berlokasi di Kawasan Inovasi Teknologi Pertanian (Kawitan), Cimanggu Bogor pada Selasa ((2/4/19). Penampilan peserta dengan 11 pendamping dari Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Kementerian Pertanian ini layaknya para calon tentara, datang berpakaian rapi dan berambut plontos. Tak dikira, ternyata mereka adalah para calon petani milenial, yang umumnya merupakan anak petani yang tersebar di 13 provinsi di Indonesia.

Petani milenial tersebut diantaranya berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Papua. Selama di Jepang mereka akan ditempatkan di Tokyo (11 bulan), Niigata (8 bulan) dan Gunma (3 tahun). Kehadiran rombongan ini dalam rangka orientasi lapang mengenal teknologi pertanian yang telah dihasilkan Badan Litbang pertanian, agar ketika di Jepang nanti tidak asing lagi dengan teknologi yang telah ada di Indonesia.

Keseharian 44 peserta yang umumnya berusia di kisaran 20-25 ini sudah tak asing dengan dunia pertanian. Sehari-hari, mereka sudah bergelut dengan kegiatan budidaya, pasca panen hingga pemasaran hasil pertanian yang dilakukan oleh orangtua mereka. Sehingga ketika ditanya apakah mereka siap menjadi petani, serempak mereka mengatakan: Siap! dan tidak malu menjadi anak petani dan bercita-cita menjadi petani. Momen yang sungguh membanggakan Tim BASTP bisa bersua dengan calon petani andalan masa depan Indonesia.

Harapan dan mimpi anak-anak muda itu diantara tercermin dari 2 peserta yang didapuk maju saat diminta untuk memperkenalkan diri. Yubal, pembelajar muda penuh daya juang dari Papua serta Oktavi Nur Wulandari, satu-satunya peserta wanita dari Lampung. Mereka mengungkapkan setelah pulang dari Jepang nanti segera menerapkan ilmu dan pengalaman yang telah mereka dapatkan selama magang di Jepang di lahan orangtua mereka masing-masing.

Di Agrosinema peserta magang disuguhi berbagai tontonan teknologi pertanian yang telah berkembang di daerah sentra, contohnya Nasa 29 di Jambi dan paket teknologi pengembangan sorgum di NTT. Sebelumnya, rombongan melakukan kunjungan ke Balai Besar Litbang Pasca Panen dan Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumber daya Genetik Pertanian.

Antusiasme peserta dan pendamping sangat terasa melalui sentuhan pemandu acara penyuluh BBP2TP, Dani Medionovianto, SPt dan Humas BBP2TP, Dr. Nurhayati. Peserta juga mengikuti dengan seksama penjelasan 6 layanan BASTP dan teknologi yang tersedia di Kawitan yang disampaikan oleh peneliti BBP2TP, Didu Wahyudi, SP.MSi.

Diwakili oleh pendamping Susan Twisawati Indiani, SE. MM. pihak PPMKP mengatakan sangat impressif terhadap perkembangan teknologi pertanian Indonesia yang dihasilkan anak bangsa di Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. PPMKP berjanji akan menjadikan Kawitan sebagai destinasi orientasi lapang bagi para pesertanya di masa yang akan datang.

Mengakhiri acara, pihak manajemen BBP2TP yang diwakili oleh Kasie Pendayagunaan Hasil Pengkajian (PHP), Elya Nurwullan, SP.MSi menyerahkan kenang-kenangan kepada para peserta berupa buku 600 Teknologi Inovatif Badan Litbang Pertanian dan Buku BASTP. Elya menitipkan pesan agar tidak sungkan untuk menghubungi Badan Litbang Pertanian melalui Pusat Penelitian, Balai Penelitian maupun BPTP agar dapat mendampingi kebutuhan teknologi pertanian mereka sekembalinya dari Jepang.

Selamat menempuh Magang, semoga sukses. Jayalah Pertanian Indonesia. (ENW)

Sungai Meluap, Banjir Bandang Terjang Dompu

HarianNusa.com – Intensitas hujan yang cukup tinggi membuat Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat diterjang banjir bandang, Rabu, 3 April 2019.

Banjir disebabkan meluapnya Sungai Silo yang melintas di Kecamatan Dompu. Akibatnya air meluap membanjiri rumah warga di bantaran sungai.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Muhammad Rum, mengatakan Ketinggian air ditaksir mencapai 2,93 Meter.

Wilayah yang terdampak di antaranya Kelurahan Kota Baru, Kampo, Samporo dan Lingkungan Mantro Bawah.

“Hingga pukul 17.40 WITA atau sesuai laporan yang diterima pihak BPBD Provinsi, dilaporkan bahwa air masih menggenangi pemukiman warga. Untuk sementara tidak didapati korban jiwa akibat bencana alam ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Hingga kini petugas masih melakukan pendataan rumah yang terendam banjir, sekaligus menyalurkan bantuan logistik untuk para korban.

Diketahui, banjir di Dompu merupakan fenomena tahunan. Pendangkalan wilayah sungai menjadi penyebab utama meluapnya air Sungai Silo akibat tidak dapat menampung debit air dalam jumlah yang cukup. (sat)

Numpang Mobil Dinas, Wartawan Justru Ditinggal di Gunung Tambora

0

HarianNusa.com – Empat awak media di Bima, Nusa Tenggara Barat, telantar di tengah hutan Gunung Tambora akibat ditinggal mobil Taman Nasional Gunung Tambora, Selasa, 2 April 2019.

Keempatnya adalah Edy Irawan (MNC Group), Azhar (Net TV), Hermansyah (Bimeks Group), Agus Gunawan (Metromini).

Kronologis kejadian bermula saat para awak media tersebut pergi meliput pohon lebah madu bersama Kantor Balai Taman Nasional Tambora (BTNT) dengan menggunakan tiga mobil dinas. Sesampainya di lokasi, para awak media meliput pohon lebah yang rencananya menjadi tempat panen raya madu di Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.

Namun, saat keempat awak media kembali ke mobil, ternyata mobil tersebut telah pergi meninggalkan mereka.

Salah seorang wartawan, Agus, menyesali sikap Petugas BTNT yang meninggalkan mereka tanpa memeriksa dulu anggota yang ikut dalam rombongan.

“Kami ditinggal di tengah hutan lebat yang masuk wilayah Hutan Tanaman Industri (HTI). Saya menyesalkan tingkah Kepala Balai Taman Nasional Tambora yang juga ikut dalam rombongan tersebut. Mereka pulang dari lereng tambora tanpa ada konfirmasi setelah tak lama tiba di lokasi,” kata dia.

Akibat insiden tersebut, para awak media pulang dengan berjalan kaki menempuh waktu sekitar empat jam perjalanan. Beruntungnya, di tengah perjalanan ada petani yang mengantar keempat wartawan apes itu ke pemukiman warga.

“Hampir kami putus asa jika memikirkan perjalanan pulang. Beruntung ada warga yang membantu mengantarkan kami berempat menggunakan sepeda motor,” kesalnya.

Tiba di perkampungan warga, keempat wartawan beristirahat sejenak melepas letih setelah perjalanan dari hutan lereng tambora,

“Kami disuguhkan air dan makanan oleh warga setelah tiba di Desa Oi Saro,” ungkap Agus.

Wartawan Edy Irawan (MNC Group), juga menyesalkan sikap Kepala BTNT dan jajaran yang tega meninggalkan wartawan di hutan belantara itu.

“Sikap kepala BTNT ini sangat tidak manusiawi, kok tega meninggalkan kami tanpa koordinasi,” kata dia.

Sementara pihak BTNT, Abdullah sebagai driver dikonfirmasi mengaku tidak ada niat untuk meninggalkan para awak media.

“Saat itu saya diperintahkan untuk putar balik mobil, tiba-tiba semua rombongan naik untuk kembali, saya tidak bisa berbuat apa,” terang dia. (sat)

 

Prabowo: Maaf Saya Tidak Memberi Amplop, Tapi Saya Berikan Jiwa dan Raga Ini

0

HarianNusa.com, Padang – Calon Presiden Prabowo Subianto melanjutkan kampanye terbuka dengan menyapa ribuan warga minang. Dalam pidatonya, Prabowo meminta maaf karena tidak bisa memberikan uang kepada masyarakat yang hadir.

“Maaf saya tidak memberi amplop, saya tidak memberi sembako. Tapi saya berikan jiwa dan raga saya ini untuk rakyat Indonesia,” kata Prabowo disambut ribuan tepuk tangan di Kawasan Wisata Danau Cimpago, Padang, Selasa (2/4/2019).

Cawapres nomor urut 02 ini mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat Sumbar sangat luar biasa meyambutnya, meskipun di bawah terik matahari yang begitu menyengat. Pasalnya, lokasi kampanye Prabowo hari ini tepat di samping Pantai Padang.

“Saya tidak menduga kalian begitu banyak yang hadir, dan saya meminta maaf tidak bisa bagi-bagi sembako kepada kalian. Sungguh perjuangan anda semua yang hadir sangat luar biasa, panas terik matahari tidak menyurutkan anda semua,” ujarnya.

Pasangan Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno ini menambahkan, jika ada yang memberi uang atau sembako di Pemilu 2019 ini jangan ditolak. Bukan mengajarkan rakyat menerima money politics, namun uang dan sembako yang dibagikan berasal dari uang rakyat itu sendiri.

“Kalau mereka kasih bantuan, saran saya terima saja karena itu uang kalian, uang rakyat Indonesia. Mereka menggunakan uang rakyat,” kata Prabowo.

 

 

Menko Resmikan Pasar Rakyat di Lombok Barat

0

HarianNusa.Com – Menteri Koperasi dan Usaha Mikro/ Kecil Menengah RI, Puspayoga meresmikan penggunaan Pasar Rakyat di Desa Karang Bayan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, Selasa (2/4). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan gunting pita.

“Dari 53 unit (Pasar Rakyat, red) yang kami bangun tahun 2018, hanya satu yang langsung saya datangi dan resmikan,” tutur Puspayoga saat memberikan sambutan.

Puspayoga mengaku, kedatangannya di salah satu desa yang memegang teguh adat itu terasa mendadak.

“Dua hari yg lalu saya rencanakan. Saya senang bisa bertemu ibu-ibu,” ujar mantan Wakil Gubernur Bali tersebut.

Bagi Puspayoga, Pemerintah saat ini tidak hanya berfokus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tapi juga pemerataan kesejahteraan.

“Itu kenapa Presiden Jokowi fokus ke infrastruktur, termasuk pasar dan infrastruktur jalan agar transportasi barang bisa lebih mudah,” terang Puspayoga.

“Karena yang memenuhi syarat hanya 53 buah. Syarat yang harus dipenuhi untuk bisa dibangunkan pasar ini adalah tanah sehingga di masa mendatang tidak bermasalah. Tapi yang paling pokok adalah harus dekat dengan lokasi pasar semula,” terang Puspayoga sambil menuturkan pihaknya sering kesulitan karena para pedagang sulit pindah ke lokasi pasar baru.

Pasar Rakyat yang dibangun dekat area pemukiman itu bersumber dari APBN Tahun 2018 dengan total anggaran sebesar Rp. 950 juta. Kondisi pasar tersebut cukup bersih dan terdiri atas 16 unit toko, masing-masing berukuran 3×3 meter dan 1 los pasar berukuran sekitar 6×9 meter.

Di kesempatan terpisah, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyambut antusias pembangunan pasar tersebut.

“Pasar ini, walaupun sudah lama (selesai dibangun, red, namun belum dipakai. Walaupun masyarakat sudah banyak yang minta,” aku Bupati.

Sampai saat ini, pedagang yang sudah siap untuk menggunakan Pasar Rakyat itu paling sedikit berjumlah 60 pedagang. Sedangkan yang berbentuk toko, pihak Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akan melembagakannya dalam bentuk Koperasi.

Menurut Fauzan, keberadaan pasar di wilayahnya akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi warga sekitar, sehingga produk unggulan masyarakat Desa Karang Bayan dapat diperjualbelikan di sana. Menurutnya, di Lombok Barat sendiri terdapat 33 pasar dengan banyak kategori. Tiga pasar masuk dalam Kelas A, sisanya ada di Kelas C.

“Sampai saat ini, paling sedikit 10.345 pelaku Usaha Kecil yang masih butuh difasilitasi oleh Pemerintah untuk bisa berkembang,” ujar Fauzan.

Selain pelaku usaha kecil, di Kabupaten Lombok Barat pun masih ada 503 koperasi, namum hanya 148 yang masih aktif.

“Mereka pun perlu mendapat sentuhan pembinaan, karena dari jumlah itu baru 91 koperasi yang sudah RAT,” pungkas Fauzan. (f3)

Bersama Menko dan UMKM Puspayoga, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid melakukan pengguntingan pita peresmian Pasar Rakyat di Lombok Barat. (istimewa)
Bersama Menko dan UMKM Puspayoga, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid melakukan pengguntingan pita peresmian Pasar Rakyat di Lombok Barat. (istimewa)

Fauzan Minta Tukang Bersertifikat Ditambah

0

HarianNusa.Com – Sebanyak 105 tukang mengikuti pembekalan dan uji kompetensi tukang bangunan umum dengan Mobile Training Unit (MTU) yang digelar Bidang Bina Konstruksi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Barat.

Kegiatan ini digelar sebagai upaya untuk menggali informasi dan mengetahui tingkat kompetensi tenaga tukang konstruksi di Kabupaten Lombok Barat. Melalui pembekalan dan uji kompetensi ini para tukang nantinya akan mendapat pengakuan atas kompetensi dan menggali sampai sejauh mana pemahaman pekerja terhadap metode kerja pekerjaannya.

“Antusiasme para tukang kita dapat dilihat dari jumlah peserta yang hadir mencapai 105 orang yang berasal dari tiga kecamatan di Lombok Barat. Dengan kegiatan ini diharapkan terpenuhinya tenaga tukang bangunan umum kita yang bersertifikat terampil dan juga bertambahnya jumlah tenaga tukang konstruksi yang bersertifikat terampil,” kata Bupati H. Fauzan Khalid saat membuka kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Camat Lingsar, Selasa (2/4).

Melihat antusias para tenaga tukang mengikuti kegiatan ini, bupati meminta Dinas PUPR untuk lebih giat menggelar kegiatan pembekalan dan uji kompetensi dalam meningkatkan keterampilan dan keahlian tukang ini. Dengan begitu diharapkan kualitas sumber daya manusia di bidang pertukangan semakin meningkat, serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Lombok Barat, Made Artadana mengatakan kegiatan yang merupakan program strategis dinasnya ini merupakan inplementasi arahan dari Bupati H. Fauzan Khalid dan sudah berjalan sekitar dua tahun.

Kegiatan ini lanjutnya, untuk secara konsisten dan berkelanjutan melaksanakan pembinaan, pembekalan dan pelatihan untuk para tukang di Lombok Barat.

“Jumlah para tukang kita yang sudah bersertifikasi sebanyak 561 orang. Hari ini rencana pembekalan dan uji kompetensi untuk para tukang sebanyak 105 orang yang bersertifikasi,” jelas Made Artadana.

Ditambahkannya, jumlah para tukang di Lombok Barat yang sudah didata dan valid baru ada 3.750 orang. Jumlah ini menurut Made masih jauh jika diestimasi dengan data di 10 Kecamatan di Lombok Barat. Made berharap kebutuhan tukang di Lombok Barat dapat lebih ditingkatkan.

Kegiatan ini sendiri berlangsung mulai tanggal 2 hingga 24 April mendatang. Kegiatan diadakan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Lingsar yang diikuti sebanyak 35 orang tukang, kemudian Kecamatan Narmada sebanyak 35 orang tukang, dan kecamatan Gunungsari sebanyak 35 orang tukang. (f3)

Tingkatkan Kualitas Pelayanan Pemkab Lobar dan Ombudsman Perwakilan NTB Tandatangani MoU

0

HarianNusa.Com – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Lombok Barat, Pemkab Lombok Barat dan Ombudsman Perwakilan NTB menandatangani kerjasama. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dan Ketua Ombusdmen Perwakilan NTB Adhar Hakim di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (1/4/19).

Kerjasama ini dilakukan sebagai bentuk respon positif Pemkab Lombok Barat (Lobar) yang sebelumnya mendapat penilaian yang kurang baik dari Ombudsman. Tahun 2018, Pemkab Lobar berada di level kepatuhan rendah yang posisinya pada zona merah dengan nilai 44,68.

Saat ini Lombok Barat merupakan Kabupaten yang paling mantap tingkat kemantapan jalannnya yaitu sekitar 68 persen dibanding kabupaten lain di NTB yang masih di bawah 60 persen. Kebanggaan juga datang dari KPK di mana Lombok Barat menjadi kabupaten paling tinggi yang mampu mengurangi celah-celah aparatur melakukan korupsi. Tidak cukup di situ kualitas inspektoratnya menyandang level tiga pertama di NTB dibanding Kabupaten Kota di NTB.

“Tetapi disamping banyak penilaian positif terhadap kinerja Pemerintah Lombok Barat, ada juga penilaian negatif hasil riset terhadap pelayanan publik di Lombok Barat yang belum maksimal. Mudah-mudahan setelah MoU ini kedepan Lombok Barat penilaiannya akan paling tinggi di NTB,” harap Fauzan.

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid bersama Kepala Ombudsman Perwakilan NTB, Adhar Hakim berjabat tangan usai melakukan penandatanganan MoU. (istimewa)
Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid bersama Kepala Ombudsman Perwakilan NTB, Adhar Hakim berjabat tangan usai melakukan penandatanganan MoU. (istimewa)

 

Kolam Renang Holiday Resort Lombok Dibuka untuk Umum, Yuk Cek Promo Tarifnya!

0

HarianNusa.Com – Kolam renang Cabana Beach Club Holiday Resort Lombok tidak hanya dibuka untuk tamu hotel saja, tapi juga dibuka untuk melayani masyarakat yang hanya ingin berenang saja.

Anda pasti akan merasa senang bila berenang di kolam renang ini. Pasalnya di sekitar kolam renang ini dipercantik taman-taman indah, serta dengan pemandangan laut lepas dengan latar belakang gunung Agung.

Dan terpenting adalah kedua kolam renang yang ada di Holiday Resort Lombok ini menggunakan teknologi Silver Cooper Ionisation dari Jerman. Ini merupakan satu-satunya yang ada di Lombok.

Teknologi ini aman dan tidak beracun, tidak melibatkan segala produk sampingan seperti desinfektan atau bahan kimia, aman bagi anak-anak dan yang berkulit sensitif.

Ion-ion dimasukkan ke dalam pasokan air berfungsi untuk membunuh patogen yang ditularkan melalui air. Ionisasi tembaga perak juga merupakan solusi yang paling ramah lingkungan sangat mengurangi penggunaan produk kimia.

F&B Director Holiday Resort Lombok, Eddy Kurniawan mengungkapkan, kolam renang Cabana Beach Club dibuka setiap hari dengan jam operasional mulai pukul 08.00 – 20.00 WITA.

“Pengunjung akan dikenakan biaya Rp 100.000 nett/orang, berenang dan gratis minuman Jus, Teh atau Soft Drink, dan 1 Kentang Goreng. Untuk Happy Hours: ada diskon minuman 50 persen, mulai dari pukul 17:00 – 19:00,” ujarnya, Selasa (2/4/2019).

Eddy Kurniawan mengatakan, selain menawarkan tarif promo berenang, Holiday Resort Lombok juga menawarkan harga paket ulang tahun, resepsi, arisan keluarga, reuni dengan mengambil venue di Cabana Beach Club.

“Untuk paket ulang tahun, kami ada paket Sweet Seventeen. Paket ini bisa anda nikmati mulai Rp 14.500.000,++ untuk 30 orang, dengan fasilitas Buffet Dinner, MC, Decoration, Sound Sistem, Party House dan Live Music,” papar Eddy.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kolam renang Cabana Beach Club ini, Anda bisa datang langsung ke Holiday Resort Lombok, Jalann Raya Senggigi, Mangsit Beach, Lombok. Bisa melalui email: reservation atau telepon (0370) 693444.

Ayo..!! ajak keluarga, sahabat dan orang terkasih anda menikmati sensasi renang yang berbeda di Cabana Beach Club Holiday Resort Lombok. (f3)

Ikon Wisata Batu Payung Lombok Tengah Runtuh

HarianNusa.com – Destinasi wisata Batu Payung di Pantai Aan Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat ambruk.

Menurut beberapa pihak, ambruknya ikon wisata terkenal di Lombok itu terjadi pada Minggu malam, 31 Maret 2019. Diduga batu tersebut roboh akibat hantaman ombak.

Pegiat Pariwisata, Rudi Lombok, membenarkan robohnya Batu Payung. “Benar, informasi yang saya dapat batu itu sudah roboh,” ujarnya, Selasa, 2 April 2019.

Batu tersebut menjadi lokasi swafoto para wisatawan. Jika berlibur di Lombok Tengah, para wisatawan selalu menyempatkan diri berselfie di batu itu.

Rudi mengatakan, kondisi struktur batu yang tidak terlalu kuat menjadi penyebab ambruknya Batu Payung saat dihempas ombak. Terlebih lagi Batu Payung hanya tanah bukit yang mengeras menjadi batu.

Ambruknya Batu Payung menjadi viral di jagat maya. Banyak netizen yang sedih mengetahui ikon wisata terkenal tersebut telah hancur berkeping-keping dan tak mampu lagi direkat oleh sehelai benang penyekat. (sat)

Puing reruntuhan Batu Payung, salah satu ikon wisata di Lombok Tengah.