Beranda blog Halaman 231

Kasus Tanah BIL: Pemilik Lahan Ajukan Banding

HarianNusa.Com – Setelah gugatannya ditolak oleh PN Praya, puluhan masyarakat Lombok Tengah yang mengklaim sebagai pemilik tanah yang sisa tanahnya belum selesai dibayar di kawasan Bandara Internasional Lombok (BIL), melalui kuasa hukumnya Hamdan, SH, pada Senin (25/02/19) lalu mengajukan banding dengan Akta Pernyataan Permohonan Banding Nomor: 2/PDT- BANDING/2019/PN.Pya di Pengadilan Negeri Praya.

Hamdan mengaku melakukan permohonan banding dengan alasan bahwa penolakan gugatannya oleh PN Praya dengan perkara Nomor: 39/Pdt.G/2018/PN.Pry itu dinilainya sangat janggal dan tidak mempertimbangkan fakta-fakta hukum. Pasalnya menurut PP nomor 24 tahun 1997 pengganti PP nomor 10 tahun 1961 tentang pendaftaran tanah, pengukuran melibatkan para pihak dalam hal ini pemilik tanah prinsipnya wajib untuk menentukan luas tanah, batas dan lokasi fisik tanah yang akan dilakukan ganti rugi/ jual beli.

Menurut Hamdan hal ini sangat bertolak belakang dengan dasar putusan majelis hakim tersebut. Karena pada saat persidangan tergugat 7 (BPN Loteng) tidak mampu menghadirkan saksi tentang adanya pengukuran melibatkan pemilik tanah asal pada saat pembebasan tanah yang saat ini menjadi bandara (BIL) tersebut.

“Bahwa ditolaknya gugatan para penggugat menurut pertimbangan hakim adalah karena para penggugat tidak mampu membuktikan tidak adanya berita acara pengukuran yang dilakukan oleh BPN sehingga gugatan para Penggugat ditolak tanpa mempertimbangkan 19 orang saksi yang mendukung dalil para penggugat bahwa ke 19 saksi tersebut mengatakan tidak ada pengukuran atau BPN pada saat melakukan pengukuran tidak melibatkan pemilik tanah,” kata Hamdan.

Disamping itu menurutnya, majelis hakim tidak mempertimbangkan bukti hasil temuan pemilik lahan (Lalu Ramli dkk) sebagai anggota investigasi Tim I Bentukan Bupati Lombok Tengah terhadap catatan staf BPN kabupaten Lombok Tengah atas Nama H. Muhlis bahwa ada perbedaan luas tanah dan luas tanah yang dibayarkan kepada pemilik tanah Disamping itu Tergugat 7 (BPN) tidak mampu menghadirkan saksi untuk membuktikan telah terjadi pengukuran oleh BPN.

“Putusan ini sangat janggal dan tidak memihak kepada masyarakat,” ungkapnya.

Selain melakukan upaya banding, Hamdan mengatakan pihaknya juga telah bersurat kepada Presiden Joko Widodo tertanggal 22 Februari 2019 dengan Nomor 09/HLO/SP/II/2019.

“Kami telah bersurat kepada bapak Presiden Joko Widodo untuk meminta bantuan agar kami dijembatani terkait persoalan ini. Semoga Bapak Presiden membantu masyarakat kecil seperti kami,” ungkapnya di Kantornya, Sabtu (02/03/19).

Puluhan warga yang berasal dari Desa Penujak Kecamatan Praya Barat dan Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah itu mengklaim bahwa sisa tanah yang luasnya 7 hektar 10 are yang berjumlah 26 titik yang saat ini dibangun sebagai bandara (BIL, red) belum selesai dibayar oleh pihak Angkasa Pura I sejak tahun 1995 silam. (F3)

 

Kurangnya Kepatuhan Berlalulintas Menjadi Penyebab Kecelakaan

0

HarianNusa.Com – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengatakan kepatuhan masyarakat terhadap berlalulintas masih rendah. Itu terlihat dari seringnya masyarakat melanggar rambu-rambu lalu lintas dan penggunaan jalan yang tidak tepat. Di jalan Bypass contohnya. Banyak pengendara motor sering menggunakan jalur cepat yang mestinya menggunakan jalur lambat. Tidak jarang hal tersebut mengakibatkan kecelakaan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Millennial Road Safety Festival di Depan Kantor Polsek Gerung, Minggu (3/3).

“Faktor ketidakpatuhan berkendara disebabkan banyak masyarakat belum tahu cara berlalulintas yang baik dan benar serta kurangnya kesadaran berlalulintas,” ujar Bupati

Berdasarkan data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) sepanjang tahun 2018, sebanyak hampir 30.000 kecelakaan terjadi di Indonesia.
Sekitar 50-60 persen melibatkan kaum milenial, yang termasuk dalam usia produktif rentan yakni usia 17-35 tahun.

Melalui kegiatan ini Bupati berharap dapat menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib dalam berlalu lintas khususnya kaum milenial. Diharapkan kaum milenial bisa sadar dan dapat menjadi contoh dalam berlalulintas yang baik dan benar sesuai harapan pemerintah dan kepolisian.

Millenial Road Safety Festival secara serentak digelar di seluruh kabupaten/kota di NTB.

 

Deklarasi Millenial Road Safety Festival Sukses Digelar di NTB

0

HarianNusa.Com – Deklarasi Millenial Road Safety Festival yang digelar oleh Polda NTB di Lapangan Eks Bandara Selaparang, Minggu (03/02/19) berjalan sukses dan meriah.

Kegiatan yang dilaksanakan serentak di seluruh Kabupaten/Kota Propinsi NTB ini dihadiri sekitar ratusan ribu peserta terdiri dari 7 Universitas Kota Mataram, Pelajar SMP dan SMA, Komunitas Motor, Komunitas Mobil, pegawai lingkup Pemprov NTB, dan Pemkot Mataram, anggota TNI & Polri, dan Komunitas lainnya.

Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Achmat Juri, M.Hum melalui Kabid Humas Polda NTB AKBP Purnama, S.I.K menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan ini memiliki visi untuk memberdayakan kaum millenial dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas guna tercapainya tujuan road safety to zeroaccident.

Dalam pencapaian visi tersebut, lanjut Kapolda, diharapkan akan terbangun budaya tertib lalu lintas khususnya di kalangan generasi millenial, terwujudnya program keselamatan secara terprogram dan berkesinambungan, adanya peningkatan kualitas keselamatan di jalan dan menurunkan fatalitas korban laka, membentuk relawan lalu lintas millenial Indonesia.

“Dan mempererat hubungan kedekatan antara Polri dengan millenial NTB,” ungkapnya.

Deklarasi Millenial Road Safety Festival turut dihadiri Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimasyah, Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Achmat Juri, M.Hum, jajaran FKPD Provinsi NTB serta masyarakat kota Mataram dan sekitarnya.

Acara dimeriahkan dengan jalan sehat millenial, touring club motor, stand entrepreneur expo, senam kolosal milenial, safety riding & free style, ada penampilan atlet IMI, Deklarasi/Ikrar Generasi Millenial Cinta Lalu lintas, pelepasan burung merpati 1000 ekor dan 1000 balon serta penandatanganan ikrar cinta lalu lintas, dengan hiburan dan pembagian doorprize antara lain paket umroh, sepeda motor, sepeda, TV LED, HP dll. (f3)

Kerajaan Negeri Terengganu Lawatan ke KLU

HarianNusa.com – Guna menindaklanjuti kerja sama yang dilaksanakan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Kerajaan Negeri Terengganu, delegasi Kerajaan Negeri Terengganu melakukan lawatan balasan ke KLU yang diterima langsung Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Jumat, 1 Maret 2019 lalu.

Turut menyambut rombongan delegasi Kerajaan Negeri Terengganu Kapolres Lombok Utara, Perwakilan TNI Kodim 1606/Lobar, Para Asisten Setda KLU, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD lingkup Pemda KLU, Ketua Kadin KLU, Para Camat, dan tamu undangan lainnya. Penyambutan rombongan dari negeri Jiran Malaysia iitu diawali dengan atraksi Gendang Beleq dan Tarian Ngalu Datu.

Najmul Akhyar, mengawali pidato sambutannya menyatakan pemerintah dan masyarakat Lombok Utara berterima kasih atas kunjungan Delegasi Kerajaan Negeri Terengganu, Malaysia. Bupati menjelaskan Lombok Utara merupakan kabupaten paling muda di Provinsi Nusa Tenggara Barat, baru berumur 10 tahun.

“Mungkin banyak kekurangan yang dilihat sepanjang perjalanan menuju ke sini. Semua perkantoran dan rumah-rumah banyak yang rusak akibat gempa bumi pada bulan Agustus yang lalu. Niat kita membangun kerjasama antara Indonesia dan Malaysia yaitu Lombok Utara dan Kerajaan Negeri Terengganu,” tutur bupati.

Lombok Utara memiliki keindahan alam dan budaya yang tak ada di daerah lain, lanjutnya menjelaskan, inilah pentingnya bisa bekerja sama untuk mengelola sumber daya alam yang bertujuan menyeejahterakan masyarakat.

Menjawab pertanyaan awak media apa yang ditawarkan Pemda Lombok Utara untuk kerjasama, Bupati Najmul menguraikan setelah melakukan penjajakan ke Terengganu, beberapa hal bisa diarahkan menjadi konsep kerjasama.

“Terengganu merupakan daerah yang memiliki banyak produk dari ikan, sementara minim potensi perikanan sehingga tertarik ke Lombok Utara melihat potensi perikanan yang cukup besar. Saya berikan gambaran, pada satu kelompok nelayan, misalnya di Kerakas saja, dalam satu hari bisa menghasilkan 6-10 ton,” ungkap bupati.

Kemudian kelapa, lanjut bupati, harga kelapa pada tingkat lokal sebesar 3-4 ribu rupiah perbiji. Sedangkan di Terengganu Malaysia harga kelapa berkisar 10-18 ringgit Malaysia atau sekitar 30 ribu rupiah. Ada pula jagung, yang kini melalui Program Pertanian, sekitar 900 Ha lahan jagung ditanami jagung. Antusiasme masyarakat menanam jagung, kini sedang mengalami tren kenaikan.

Dalam pada itu, Pimpinan Delegasi Kerajaan Negeri Terengganu, Dato’ Tengku Hassan Tengku Omar dalam sambutannya di hadapan bupati dan undangan mengatakan seperti yang telah dijanjikan, hari ini terpenuhi lawatan balasan ke Lombok Utara.

Potensi Kerajaan Negeri Terengganu di Bidang Pertanian, lanjut dato’, berharap bisa menjalin kerja sama dengan Pemda Lombok Utara.

“Kami datang bersama rombongan yang selama ini membantu, saya merasa senang dengan kedatangan dan atensi serta alam yang ada di Lombok Utara, dari rombongan yang datang ke sini ada yang berbinis batik songket,” tutur Menteri Daerah Perdagangan dan Perindustrian Kerajaan Negeri Tetengganu itu.

“Kami datang untuk meninjau bersama kelompok yang bisa dikerjasamakan, baik itu pariwisata, pendidikan, pertanian dan lain-lain. Melalui kesempatan ini, saya sampaikan salam bahwa Menteri Besar Kerajaan Terengganu, insya Allah pula akan datang ke sini,” tuturnya.

Dengan hubungan baik ini, lanjutnya, ada hasil yang baik, apa yang bisa dikerjasamakan dilakukan dan dikembangkan.

“Semoga Allah SWT memberikan keberkerkahan dan permudahan hubungan kerjasama antara Kerajaan Negeri Terengganu dan Lombok Utara,” harapnya.

Sebelum rombongan bertolak, untuk meninjau Tambak Udang Vaname Kolam Bundar Mumbul Sari, areal kawasan tanaman Jagung dan beberapa sentra destinasi wisata, acara dilanjutkan dengan pemberian cinderamata oleh kedua belah pihak antara Pemda Lombok Utara dan Kerajaan Negeri Terengganu. (sat)

TKBM Kojaboma Pelabuhan Lembar Deklarasikan Pemilu Damai

0

HarianNusa.Com – Puluhan Pengurus Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Kojaboma Pelabuhan Lembar Provinsi NTB menggelar Deklarasi Damai Pemilu 2019. Deklarasi dilakukan di Kantor Kopaja, Pelabuhan Lembar, Sabtu. (02/03/19).

Zaenudin, ketua Pengelola Managemen TKBM Kojaboma Pelabuhan Lembar mengatakan bahwa tujuan deklarasi ini sebagai bentuk pernyataan sikap para pekerja di pelabuhan Lembar ikut berperan serta untuk mewujudkan Pemilu 2019 yang aman dan damai dan terkendali.

Selain itu, ia juga berharap agar momen Pemilu kali lebih membawa kesejahteraan bagi anggotanya kedepannya.

“Kita berharap bagi masyarakat di Lembar khususnya para pekerja di pelabuhan Lembar ini bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih banyak lagi,” harapnya.

TKBM Kojaboma pelabuhan Lembar ini mempekerjakan sekitar 533 orang tenaga kerja yang bekerja di Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat.

Dalam Deklarasinya, Pengurus TKBM Kojaboma menyatakan mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 yang aman dan damai; menolak adanya segala bentuk provokasi oleh pihak tertentu yang dapat memecah belah persatuan NKRI; menolak adanya penyebaran berita hoax yang dapat menyebabkan konflik di masyarakat, dan mendukung aparata penegak hukum dan pihak berwenang lainnya dalam menegakkan supremasi hukum demi terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif, aman dan terkendali. (f3)

Ketua TP PKK NTB Resmikan Bantuan Gempa dari Salimah

0

HarianNusa.Com – Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menghadiri peresmian bantuan kemanusiaan korban gempa dari Persaudaraan Muslimah atau Salimah kepada masyarakat Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sabtu (2/3/2019).

Bantuan yang diberikan Salimah tersebut berupa pembangunan sekolah, masjid, MCK, dan shelter.

Pada kesempatan tersebut, Hj. Niken memberikan motivasi kepada korban terdampak bencana. Menurutnya masyarakat KLU adalah orang-orang yang sangat kuat dan mampu menghadapi cobaan yang berat seperti gempa bumi berkepanjangan yang menimpa NTB beberapa waktu lalu.

“Tidak mungkin Allah memberikan cobaan kepada orang-orang yang tidak mampu menerima cobaan-Nya, Allah pasti tau bahwa masyarakat KLU ini adalah masyarakat yang kuat untuk menerima cobaan ini,” kata Hj. Niken.

Niken, kepada Organisasi Kemanusiaan Salimah menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat KLU yang masih memerlukan uluran tangan itu.

“Saya berterima kasih kepada sahabat saya ustadzah sekaligus hafidzah ibu Sitti Faizah yang telah datang ke NTB untuk memberikan bantuan kepada masyarakat kami khususnya di Desa Selengen ini, mudah-mudahan bangunan yang disumbangkan ini dapat menjadi cahaya, dan sebagai titik dakwah Salimah menebar kebaikan,” harapnya.

Niken, pada kesempatan itu menceritakan kisah nabi Muhammad SAW yang ketika berhijrah, bangunan yang pertama didirikan adalah Masjid yang kemudian masjid tersebut dijadikan tempat untuk merencanakan pembangunan yang berkelanjutan, ia mengharapkan cerita ini bisa menjadi inspirasi untuk masyarakat Desa Selengen.

Pengurus Pusat Salimah, Uztadzah Sitti Faizah yang ikut dalam acara tersebut berkata bahwa bantuan-bantuan tersebut adalah bentuk realisasi tujuan Salimah untuk memajukan kaum perempuan dan anak-anak. Ia berharap dengan bantuan ini, anak-anak dan kaum perempuan dapat melaksanakan tugasnya masing-masing dengan baik.

Pimpinan ACT NTB, Lalu Alfian yang telah menjadi partner bagi Salimah untuk membangun masjid, sekolah, dan shelter ini mengungkapkan terima kasihnya kepada Salimah dan berharap kerja sama seperti ini akan terus berlanjut.

“Hadirnya Salimah sangat memberikan spirit bagi kami yang ada di sini, keluarga besar masyarakat Lombok khususnya, semoga apa yang dilakukan di sini dapat memberikan barokah dan manfaat kepada masyarakat kami di sini,” kata Alfian.

Tidak lupa pula Sekretaris Desa Selengen, Sudiarti mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Salimah dan ACT atas partisipasinya untuk membangun kembali Desa Selengen, ia berharap dengan pertemuan ini, silaturrahmi antara Salimah, ACT dan warga Desa Selengen dapat terus terjalin selayaknya keluarga besar.

“Ucapan ribuan terimakasih kami sampaikan atas bantuan dan partisipasi dari donatur telah memberikan sumbangan, bukan disini saja namun hampir d semua wilayah KLU, dengan pertemuan dan bantuan ini kami selaku warga Desa Selengen berharap silaturrahmi tetap terjaga diantara kita,” pungkas Sudiarto. (f3)

Hina Jokowi, Bocah di Lombok Ditangkap

Hariannusa.com – Polres Lombok Tengah meringkus seorang bocah berinisial ML alias Doni (16) akibat menghina Joko Widodo dan polisi. Bocah asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat tersebut ditangkap Rabu, 27 Februari 2019 lalu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Tengah, Ajun Komisaris Polisi Rafles P. Girsang, mengatakan pelaku melakukan ujaran kebencian melalui Facebook dengan menulis status hujatan pada Jokowi. Dia memaki Jokowi dengan sebutan ‘sundel (sundal) dan ubek (pelacur)’. Dia juga menulis status menghujat polisi di Lombok Tengah dengan sebutan bajingan. Status tersebut ditulis pada 19 Februari 2019.

“Atas postingan negatif tersebut, tulisannya menjadi viral di sosial media dan dilaporkan ke Polres Lombok Tengah,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Jumat, 1 Februari 2019.

Pelaku ditangkap di rumahnya di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah saat duduk bersama teman seusianya.

Pelaku telah didampingi pengacara dari Advokat Nusantara. Pengacara yang sama dalam kasus ujaran kebencian pada Jokowi atas tersangka IS alias Imran Kumis asal Mataram beberapa bulan lalu. Kasus ini juga menjadi kasus kedua setelah IS resmi ditetapkan tersangka lantaran melakukan ujaran kebencian dengan mengatakan umat muslim yang memilih Jokowi bodoh.

Pengacara ML alias Doni, Apriadi Abdi Negara, mengatakan saat ini ML tidak ditahan. Polisi hanya memberikan sanksi wajib lapor dan menyerahkan pelaku pada keluarga agar dibina. Itu lantaran pelaku masih di bawah umur.

“Alhamdulillah bisa dipulangkan. Dia hanya menjalani wajib lapor pada Senin dan Kamis. Dia diserahkan ke keluarga untuk dibina agar tidak mengulangi perbuatan serupa,” ujarnya ditemui di Mataram.

Abdi mengapresiasikan langkah polisi yang memulangkan pelaku. Dia mengatakan keputusan Polres Lombok Tengah menjadi contoh yang baik dan sangat patut dijadikan contoh bagi penegak hukum di Indonesia. (Sat)

 

BPPD diharapkan Mampu Tingkat Pariwisata NTB

HarianNusa.Com – Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakilnya Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah didampingi Kepala Dinas Pariwisata NTB menerima audiensi Pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB di Kantor Gubernur, Jumat (1/3) dalam rangka membahas strategi promosi pariwisata bersama para pengurus badan promosi pariwisata.

Gubernur pada kesempatan itu mengatakan, pembentukan badan promosi ini untuk meningkatkan perkembangan pariwisata di NTB.

”Tim ini kita bentuk untuk mengakomodasi dan membantu meningkatkan perkembangan pariwisata kita,” kata Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu.

Menurut Gubernur, banyaknya destinasi pariwisata yang bagus akan sia-sia jika promosinya tidak menarik.

”Percuma kita punya banyak destinasi pariwisata yang bagus, tapi promosi dari kita tidak menarik,” sambungnya.

Gubernur berharap para pengurus badan promosi pariwisata dapat melakukan tugasnya dengan baik dan maksimal.

”Orang-orang di tim ini adalah orang yang sudah ahli dan berpengalaman di bidang pariwisata, jadi kita harapkan dapat bekerja dengan baik dan maksimal,” tegasnya.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memberikan dukungan kepada para pengurus agar dapat membangkitkan kembali pariwisata di NTB.

”Mudah-mudahan tim ini dapat kembali meningkatkan pariwisata di NTB dan menunjukkan kepada dunia kalau NTB ini sudah aman,” harap Rohmi.

Anita Ahmad selaku pengurus Badan Promosi Pariwisata mengatakan akan meningkatkan kualitas SDM dan juga bekerja sama dengan media.

”Kita akan mulai dari dalam, SDM kita harus mempunyai skill yang baik kemudian kita akan menjalin kerjasama dengan media untuk peningkatan promosi pariwisata,” Pungkas Anita. (f3)

Jangzulmi di Lobar, Gubernur Ajak Masyarakat Sukseskan Zero Waste

0

HarianNusa.Com – Jumpa Bang Zul & Ummi Rohmi (Jangzulmi) kembali menyapa masyarakat NTB. Kali ini dirangkai dengan Kick Off rangkai peringatan Hari Ulang Tahun ke 61 Kabupaten Lombok Barat, Jangzulmi digelat di Bumi Patut Patuh Patju, Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar, Jumat, (01/03/19).

Acara yang diawali dengan senam Maumere itu diikuti dengan penuh semangat, masyarakan melakukan senam bersama Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir bersama Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Sekda NTB Ir. H. Rosiady Sayuti, M.Sc., Ph.D dan sejumlah Kepala OPD lingkup Provinsi NTB dan lingkup Pemda Lombok Barat, yang ikut berbaur melakukan senam bersama masyarakat.

Usai melakukan senam dan menyerahkan hadiah lomba senam, gubernur bersama wakil gubernur, bupati bersama wakil bupati terpilih, sekda NTB dan kepala OPD mendengarkan dan menyerap aspirasi masyarakat Lobar untuk kemudian dijawab, ditindak lanjuti dan diselesaikan, dengan kolabirasi Pemprov NTB dan Pemkab Lobar.

Gubernur NTB, mengawali sambutannya mengatakan, tujuan dari kegiatan Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi tersebut adalah untuk memperkenalkan program-program kerja pPmerintah Provinsi NTB saat ini. Salah satunya program NTB Zero Waste untuk mewujudkan NTB bebas sampah.

“Saat ini pemerintah provinsi memiliki pasukan tentara hitam, rumahnya di Lombok Barat, Lingsar. Pasukan tentara hitam ini akan membantu kita untuk mengolah sampah di NTB karena makananya adalah sampah,” kata Gubernur.

Dikatakan Gubernur bahwa sampah menjadi permasalah besar daerah NTB saat ini. Namun ironisnya disaat daerah melimpah sampah, tentara hitam (lalat hitam) tidak punya makanan karena tidak ada sampah.

“Nah untuk memberikan tentara hitam ini makanan sampah yang cukup, mari kita pilah sampah mulai sejak dini mulai dari tingkat sekolah,” imbuh Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul itu.

Dihadapan masyarakat dan siswa yang hadir, Doktor Zul mengajak segenap lapisan masyarakat, mulai dari tingkat sekolah, guru dan siswa untuk ikut mensukseskan program Zero Waste, dengan memilah sampah mulai sejak dini, dan edukasi mulai dari tingkat sekolah.

Gubernur menambahkan, salain untuk sosialisasi program, kegiatan tersebut hadir juga untuk mendengarkan langsung aspirasi dan permasalahan yang ada di masyarakat Lombok Barat.

Sebelumnya dalam pengantarnya, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Gubernur. Ia berharap kegiatan tersebut akan menjadi motivasi bagi semangat masyarakat Lobar dalam menyambut hari jadi ke 61 tahun 2019 ini.

Menurut Fauzan, Pemerintah Provinsi NTB akan menjadi kuat apabila didukung dan ditopang oleh Kabupaten/kota yang kuat, Kecamatan yang kuat dan Desa yang kuat.

“NTB tidak mungkin kuat tanpa ditopang oleh kabupaten kota yang kuat, kecamatan yang kuat, desa yang kuat,”ujarnya.

Dihadapan masyarakat Lobar yang hadir, Bupati menjelaskan, saat ini Lobar terus berbenah, sejalan dengan provinsi, mulai dari infrasyruktur dan pengembangan destinasi wisata yang berbasis berkelanjutan. Sedangkan di bidang ekonomi dengan meningkatkan kewirausahaan agar masyarakat Lombok Barat jadi tuan di rumahnya sendiri.

Fauzan mengimbau masyatakat Lobar agar memanfaatkan moment Jumpa Bang Zul & Ummi Rohmi dalam menyalurkan aspirasi dan permasalahan sehingga dapat dijawab dan ditindak lanjuti oleh Pemkab Lobar dan Pemprov NTB.

Dalam dialog langsung dengan Gubernur dan Bupati, masyarakat Lobar mengaku sangat senang dengan acara tersebut. Menurut mereka dengan adanya program ini, masyarakat bisa bertemu dalam menyampaikan aspirasinya secara labgsung kepada Gubernur dan Bupati. Sehingga permasalahan pembangunan infrastruktur jalan, sarana air bersih, masalah kelistrikan, payung hukum dan peningkatan sarana prasarana pendidikan, akan dapat langsung ditangani dengan kolabirasi pemerintah provinsi dan kabupaten Lombok Barat.

Secara khusus Kepala Desa Lembar, meminta pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk meniru program “Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi” dengan istilah apapun agar dapat lebih dekat dengan masyarakat.

“Program ini sangat bagus, dan Pemda Lombok Barat harus meniru ini, agar lebih dekat dengan masyarakat, untuk menyerap aspirasi dan permaslahan yang ada,” harapnya.

 

Mahasiswi Unram Juarai Ajang Pemilihan Puteri Mandalika 2019

HarianNusa.com – Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Mataram (Unram) Mia Maharani Dewi, berhasil menjuarai Ajang Pemilihan Puteri Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB) 2019 yang digelar Pemerintah Provinsi NTB, 22 Januari-24 Februari 2019.

Penobatan Mia sebagai Puteri Madalika NTB 2019 diberikan langsung oleh Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti pada malam puncak Festival Bau Nyale di Pantai Seger Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, 24 Februari lalu.

Mahasiswi semester 8 ini, berhasil menyingkirkan 300 orang peserta dari seluruh Provinsi NTB. Ia menuturkan bahwa tahapan seleksi mulai dari tahap registrasi sampai grand final cukup sulit, terlebih Dia baru pertama kali mengikuti ajang seperti ini.

“Tahapan seleksi mulai dari tahap registrasi, kemudian babak penyisihan 50 besar, 25 besar sampai grand final yang dikuti 14 orang, ini adalah pertama kalinya saya mengikuti ajang-ajang seperti ini, jadi persiapannya banyak sekali, yang paling sulit adalah belajar catwalk karena saya tidak pernah menggunakan sepatu high heels,” tuturnya saat ditemui di Unram.

Lebih jauh Ia menceritakan bahwa ada wacana dari Dinas Pariwisata untuk mejadikan Puteri Mandalika sebagai wakil NTB pada ajang nasional seperti Pemilihan Puteri Indonesia.

“Ada wacana dari Kepala Dinas Pariwisata bahwa kemungkinan besar, Puteri Mandalika yang terpilih akan mewakili NTB di ajang-ajang nasional seperti Pemilihan Puteri Indonesia,” pungkasnya.

Setelah mengikuti ajang Pemilihan Puteri Mandalika NTB 2019, mahasiswi asal Janapria Lombok Tengah ini merasa bersyukur dan menyadari bahwa ternyata ilmu dapat diperoleh darimana saja dan siapapun dapat dijadikan guru.

“Pelajaran yang saya terima setelah mengikuti ajang ini, bahwa ternyata siapapun bisa dijakin guru dan dimanapun dapat dijadikan tempat belajar,” jelasnya.

Prestasi yang diraih mahasiswi yang juga menguasai bahasa Jerman dan Prancis ini, mendapatkan apresiasi langsung dari Rektor Unram, Prof. Dr. H. Lalu Husni.

“Semoga prestasi yang diraih, bisa terus ditingkatkan sampai ke tingkat nasional,” ungkapnya. (sat)