Beranda blog Halaman 233

Hendak Jual Motor di Narmada, Pria Ini Ditangkap

HarianNusa.com – Tim Resmob 402 Polsek Narmada mengamankan seorang pria berinisial SP yang hendak menjual motor diduga hasil kejahatan, Senin, 25 Februari 2019.

Motor berjenis Honda Scoopy tersebut memiliki nomor rangka MH1JFW112GK461531 dan nomor mesin JFW1E- 1459520.

Polisi mengamankan seorang pria pemilik motor berinisial SP. Dia diamankan polisi di depan SPBU Kembang Kuning Narmada.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Purnama, mengatakan motor yang dibawa pelaku tidak memiliki dokumen resmi dan diduga hasil kejahatan.

Hasil interogasi, pelaku membeli sepeda motor itu dari pembelian online dua hari sebelumnya.

“Dia membeli seharga Rp2,5 juta. Rencananya dia hendak menjual kembali untuk mendapat keuntungan,” ungkapnya.

Kini polisi masih memeriksa dan mendalami asal motor tersebut. (sat)

Komunitas Trail Minta Maaf Soal Trabas Mangrove di Teluk Bima

HarianNusa.com – Aksi trabas kawasan mangrove di pesisir Teluk Bima dilakukan sekelompok pengendara trail. Motor yang dikenal dengan istilah penggaruk tanah itu menerabas sepanjang pantai yang ditanami mangrove sejak 2016 dulu.

Aksi trabas tersebut menjadi viral di media sosial. Banyak netizen mengecam aksi tersebut. Melihat banyaknya komentar buruk tentang aksi tersebut, Ketua Panitia Penyelenggara Acara, M. Nizar meminta maaf pada masyarakat.
Baca: Kawasan Mangrove di Teluk Bima Diterabas Kelompok Trail

“Kami sebelumnya meminta maaf. Kami tidak tahu kalau sekitar pinggir pantai tersebut ditumbuhi mangrove karena tidak ada papan larangan,” ujarnya, Selasa, 26 Februari 2019.

Nizar mengatakan, di wilayah tersebut hanya beberapa pohon mangrove yang tumbuh. Dia membantah kawasan tersebut adalah hutan mangrove karena pengamatan dia, mangrove berjumlah sekitar 35 pohon.

Kendati demikian dia berjanji akan melakukan perbaikan dan menanam mangrove di kawasan tersebut.

“Atas nama panitia saya minta maaf sebesar-besarnya. Kami berjanji akan melakukan perbaikan dan penanaman kembali manggrove apabila terjadi kerusakan. Sekali lagi maaf kami telah melintasi kawasan manggove tersebut, karena ketidaktahuan kami,” ucapnya.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima, Haris Dinata, melalui sambungan telepon mengatakan pagi tadi Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima telah terjun ke lokasi untuk mengamati dan memeriksa kerusakan mangrove akibat aksi trabas tersebut.

“Kami sudah turun dan memang tidak ada mangrove yang rusak. Namun demikian kami apresiasi semangat media untuk memuat berita ini, sehingga banyak stakeholder yang peduli dengan lingkungan,” ungkapnya.

Dia mengatakan pihak trabas bersama pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat berjanji akan melakukan reboisasi bersama sepanjang Pantai Bima dan Teluk Bima.

Bibit mangrove akan disediakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Maria Donggomasa. (sat)

Khairatun Lantik Tujuh Ketua TP-PKK Tingkat Kecamatan

0

HarianNusa.Com – Sebanyak tujuh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) kecamatan dilantik Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Hj. Khairatun Fauzan Khalid, Senin (25/2).

Pelantikan dilakukan di Aula Kantor Bupati Lobar dan disaksikan langsung oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, Wakil Bupati Lobar Terpilih Hj. Sumiatun, Sekda Lobar H. Moh. Taufiq, para Kepala SKPD, serta para anggota PKK dan Dharma Wanita Persatuan Lobar.

Pada kesempatan itu, Fauzan berpesan agar para ketua TP-PKK yang baru dilantik untuk segera melakukan koordinasi, mulai dari pengurus kabupaten hingga pengurus tingkat desa. Tujuannya untuk mendorong tercapainya 10 Program PKK.

“TP-PKK juga harus bersinergi dengan instrument-instrumen lain, seperti Kader Kesehatan dan Posyandu. Jika semua bisa terangkul, maka program akan berjalan dengan maksimal,” kata Fauzan.

Fauzan mengakui peran PKK sangat penting. Dengan banyaknya potensi yang dimiliki oleh Lombok Barat, Ia pun berharap peran serta TP-PKK dapat lebih maksimal terutama mengembangkan UMKM khususnya unit usaha yang digawangi para ibu-ibu.

“Untuk memanfaatkan potensi itu, peran aktif TP-PKK sangat diperlukan untuk membangkitkan kreasi-kreasi dan memanfaatkan peluang, sehingga masyarakat Lombok Barat menjadi masyarakat produktif. Pemerintah akan tetap support terhadap kreasi masyarakat. Kita bangun masyarakat menjadi masyarakat produksi, dan bukan konsumtif,” tegas Fauzan.

Ketua TP-PKK Kecamatan yang dilantik yakni Desy Arianti sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Lingsar, Hj. Sumarni sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Batulayar, Hj. Marlina sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Labuapi, Najawati sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Gunungsari, Rusmini sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Narmada, Agustiadi sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Kuripan dan Elvina Afrianti sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Sekotong. (f3)

Buka Pintu Kerjasama, Gubernur NTB Kunjungi KBRI di Malaysia

0

HarianNusa.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Malaysia di Kuala Lumpur, dan bersilaturrahim dengan Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana, bersama istri dan sejumlah Kepala OPD Pemprov NTB Senin (25/02/19).

Dalam lawatan kerja kali ini, Gubernur mendiskusikan sejumlah hal dengan Dubes Rusdi Kirana. Upaya membuka pintu kerjasama bidang pendidikan terkait program beasiswa 1000 pelajar NTB ke luar negeri, adalah salah satu fokus perbincangan.

“Pendidikan menjadi perhatian utama kami saat ini. Setelah berhasil mengirimkan 46 mahasiswa S2 ke tiga universitas di Polandia pada bulan Oktober 2018 dan pertengahan Februari 2019 lalu, kami juga ingin mengirimkan pelajar melanjutkan jenjang S2 di Malaysia,” papar Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul itu.

Ikatan kesamaan dan kedekatan antara Malaysia dan Indonesia, menjadi salah satu dasar kerja sama bidang pendidikan. Begitu juga fasilitas pendidikan seperti perpustakaan dan laboratorium yang lengkap di sejumlah kampus ternama di Malaysia.

Menyambut baik niat tersebut, Dubes Rusdi Kirana mengatakan KBRI di Malaysia akan menjembatani antara Pemprov NTB dengan kampus-kampus di Malaysia yang potensial menyediakan kuota beasiswa bagi mahasiswa dari luar Malaysia.

“Saya sangat gembira dan mendukung program beasiswa 1000 mahasiswa NTB ke luar negeri. Kami akan memfasilitasi dan menghubungkan antara universitas di sini dengan Pemprov NTB,” kata Dubes Rusdi.

Menurut Rusdi yang juga pendiri dan pemilik maskapai Lion Group, selain beasiswa di kampus-kampus Malaysia, program yang bisa direalisasikan adalah pendidikan aviasi atau penerbangan.

“Akan kami bantu supaya bisa sekolah di Malaysia setahun untuk teorinya, kemudian lanjut 2 tahun kerja praktik di pusat perawatan pesawat dan fasilitas penerbangan Lion Group di Batam. Sudah ada anak TKI yang berprestasi, kami sekolahkan model seperti itu hingga akhirnya jadi pilot,” ujar Rusdi.

Sejalan dengan posisi Rusdi Kirana sebagai pemilik Lion Group dan kepentingan Pemprov NTB dalam menggeliatkan kembali kunjungan wisatawan pascabencana gempa bumi, Gubernur juga meminta bantuan Rusdi untuk memperbanyak frekuensi dan rute penerbangan Lion Group dari dan ke Lombok, sekaligus untuk menurunkan harga tiket.

“Harga tiket yang mahal ini jelas memukul upaya pariwisata NTB untuk bangkit dari keterpurukan pascagempa. Begitu juga makin berkurangnya “direct flight” ke Lombok. Kami berharap Lion Group bisa membantu NTB dengan memperbanyak penerbangan langsung dari luar negeri atau dalam negeri ke Lombok,” ungkap Gubernur.

Dubes Rusdi Kirana menekankan, jika melambungnya harga tiket memang jadi persoalan baru di dunia transportasi udara. Menurutnya, butuh kerja sama yang baik dan terpadu antara maskapai dengan pemerintah daerah dan juga PT Angkasa Pura sebagai pengelola bandara-bandara di berbagai wilayah.

“Maskapai Lion Group beroperasi 11 jam perharinya, sebagai salah satu strategi mengejar tiket murah. Tapi dengan 11 jam menyebabkan jadwal kami sering tidak on time. Akhirnya publik protes. Lion sering” diomelin” karena telat atau delay melulu. Nah sekarang jadi 7 jam beroperasi, supaya bisa tepat waktu. Tapi konsekuensinya tiket nggak lagi bisa murah,” jelas Rusdi.

Untuk mengakomodir kebutuhan seperti yang diungkapkan Gubernur NTB, Rusdi menjelaskan perlunya subsidi atau insentif kebijakan dari Pemda setempat. Misalnya Pemda menyediakan lahan untuk dijadikan tempat parkir atau hanggar tambahan bagi pesawat sehingga mengurangi anggaran Maskapai.

Gubernur menyatakan bakal mempertimbangkan masukan dari owner Lion Group itu. Keberadaan bandara lama Selaparang di Mataram yang bisa digunakan sebagai hanggar atau lahan parkir pesawat, bisa menjadi salah satu solusi alternatif untuk memberikan insentif kebijakan pada maskapai. Pada akhirnya, diharapkan relasi simbiosis mutualisme itu bisa berdampak pada penurunan harga tiket dan juga memperbanyak frekuensi penerbangan dari dan ke Lombok, termasuk rute-rute direct flight. (f3)

Samsat Desa Mudahkan Warga Bayar Pajak

0

HarianNusa.Com – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) melalui Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Gerung meluncurkan program Samsat Desa. Bekerjasama dengan Sat Lantas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), program ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pajak. Dengan begitu, UPPD Gerung akan lebih fokus pada pelayanan untuk pemenuhan kepuasan wajib pajak sehingga diharapkan peningkatan secara keseluruhan dapat tercapai.

“Tujuan program ini adalah untuk memangkas jarak perjalanan yang jauh tanpa harus ke kantor Samsat induk saat membayar pajak,” kata Kepala UPPD Gerung Saiful Amry saat launching program Samsat Desa di Desa Duman Kecamatan Lingsar, Senin (25/2).

Untuk diketahui pelayanan Samsat Desa ini hanya diperuntukan bagi pembayaran pajak kendaraan tahunan. Sedangkan perpanjangan STNK lima tahunan tetap dilakukan di kantor Samsat induk terdekat.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Duman Suhardi menyambut gembira adanya pelayanan Samsat Desa ini. Baginya, kehadiran Semsat Desa memudahkan warga desa membayar pajak serta terbebas dari pungutan liar.

“Inovasi semacam ini jangan berhenti sampai disini. Harus ditingkatkan terus. Fasilitas Samsat juga perlu diperhatikan demi kenyamanan pengurus pajak,” katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lobar Hj. Lale Prayatni meminta kepada para kepala desa yang hadir untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar memaksimalkan membayar pajak. Begitu juga untuk pembayaran pajak lainnya seperti pajak bangunan dan lainnya.

Pada hari itu juga, program Samsat Desa langsung beroperasi. Tidak sedikit warga yang memanfaatkan momen tersebut membayar pajak kendaraannya.

Salah seorang warga, H. Alimudin sesaat setelah membayar pajak kendaraannya mengaku sangat terbantu dengan kehadiran program ini.

“Dengan ada pelayanan Samsat Desa, ini menjadi kemudahan saya untuk taat membayar pajak,” akunya.

“Di Samsat Desa ini proses pelayanannya cepat dan maksimal. Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit di luar antrian. Dengan syarat, pengurus pajak cukup membawa BPKB, STNK dan KTP asli,” tambahnya.

Untuk diketahui berdasarkan evaluasi potensi di Kecamatan Lingsar sendiri tercatat ada 19.864 unit kendaraan. Sebanyak 6.399 unit diantaranya tercatat Tidak Melakukan Daftar Ulang (TMDU) atau belum melakukan pembayaran pajak. Sedangkan kendaraan yang akan daftar ulang bulanan sampai dengan 31 Desember mendatang tercatat ada 3.303 unit kendaraan, dan untuk kendaraan yang jatuh tempo pada tahun 2020 tercatat ada 10.162 unit kendaraan. (f3)

Bau Nyale, ACT Buka Posko Kebersihan

HarianNusa.com – Agenda tahunan Festival Bau Nyale di Lombok Tengah mengundang animo turis domestik maupun internasional. Acara yang dimulai sejak Ahad (17/2) sampai Senin (25/2) itu terdiri dari rangkaian subacara, antara lain lomba selancar, lomba foto, paresean, dan Mandalika Fashion Carnival. Puncak acara pada Ahad (24/2)-Senin(25/2) juga dimeriahkan oleh sejumlah penyanyi ibu kota.

Sayangnya, setelah hingar bingar acara besar, masalah klasik dan krusial selalu muncul, yaitu sampah. Tidak terpungkiri banyak sekali sampah yang berserakan di sekitar lokasi acara, ada yang berupa sampah plastik, styrofoam, bahkan sampah kertas.

 

Melihat keadaan itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Lombok berinisiatif ikut andil mengatasi masalah sampah itu. ACT-MRI melakukan aksi bersih pantai sepanjang Pantai Seger yang menjadi lokasi utama perhelatan acara tersebut. Di sana, ACT-MRI juga membuka posko kebersihan.

“Ini kali kedua kita aksi di acara yang sama. Kita melakukan bersih pantai selama acara puncak berlangsung,” papar Koordinator Robby Radianto selaku Aksi Kebersihan. Robby tidak sendiri, ia dibantu sembilan orang relawan lainnya.

Relawan MRI-ACT juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan pantai dan membuang sampah di tempat sampah yang telah di persiapkan. Selain itu, para relawan juga menyediakan kantong sampah gratis yang bisa diambil di beberapa titik yang telah dipersiapkan.

“Para relawan merasa prihatin dengan keadaan sekitaran Pantai Seger selepas event tersebut. Menumpuknya sampah di beberapa titik membuat para relawan termotivasi untuk melakukan aksi bersih pantai. Kegiatan ini akan agendakan setiap tahunnya saat event yang sama berlangsung,” jelas Robby.

Hujan Es Landa Lombok Tengah

HarianNusa.com – Hujan sore tadi, Minggu, 24 Februari 2019 mengguyur hampir semua wilayah Lombok, tak terkecuali Lombok Tengah. Fenomena hujan es terjadi di Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah.

Kristal es jatuh bersama hujan. Fenomena tersebut disaksikan banyak warga di sana. Beruntung ukuran es yang tidak terlalu besar sehingga tidak menimbulkan korban maupun kerusakan pada atap rumah.

Prakirawan Stasiun Meteorologi BIL Praya, Levi Ratnasari mengatakan, fenomena hujan es tersebut muncul karena adanya aktivitas dari awan konvektif yakni Cumulonimbus yang tumbuh akibat adanya proses pemanasan yang kuat dari daratan.

“Terpantau dari citra radar kami di Stasiun Meteorologi BIL Praya, menunjukan adanya awan konvektif yang cukup kuat sejak 16.00 Wita di wilayah tersebut,” ujarnya.

Ini Tanda Sebelum Hujan Es Terjadi

Dia mengatakan, indikasi akan terjadinya hujan es biasanya didahului satu hari sebelum fenomena tersebut, udara pada malam hingga pagi udara sangat panas dan gerah. “Udara panas dan gerah akibat adanya radiasi matahari yang kuat,” terangnya.

Kemudian keesokan harinya terlihat awan Cumulus (awan putih berlapis). Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

“Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam yang dikenal dengan awan Kumulonimbus,” ucapnya.

Kemudian pada pepohonan di sekitar kita terlihat dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat dan mulai terasa udara yang dingin.

“Biasanya hujan es akan terjadi didahului dengan hujan deras tiba-tiba. Apabila hujannya gerimis maka ada angin kencang yang jauh dari tempat kita,” jelasnya. (sat)

Sandiaga Uno Berlari Di Sanur, Berenang dan Cicipi Kuliner Warung Made Weti

HarianNusa.com, Sanur — Sandiaga Salahuddin Uno memulai aktifitas hari keduanya di Bali dengan berlari. Menyusuri jogging track Pantai Sanur, calon wakil presiden nomor urut 02 ini berlari lebih dari lima kilometer. Menikmati matahari pagi dan aktifitas ekonomi di sekitar pantai, Minggu (24/2/2019).

Sandi juga menyempatkan diri sarapan ke warung legendaris Nasi Bali Made Weti depan Pantai Sanur. Baru di buka, puluhan orang sudah mengular, antri demi mendapatkan sepiring nasi yang dicampur dengan suwir daging ayam, telur, kulit ayam kering.

“Ini enak bener. Rasanya maknyus. Kagum saya, pembelinya nggak berhenti mengalir. Dan pada sabar menunggu. Ini bukti UMKM yang dikelola dengan baik, bisa menghidupi dan menjadi ikon pariwisata di daerahnya. Belum lagi ekonomi juga tumbuh di sekitarnya. Lihat saja motor yang terparlir sampe jauh. Ini menghidupi dan menyerap lapangan kerja ” jelas Sandi sambil membasuh .peluh di wajahnya.

Sandi mengaku sudah berulang kali lari di Sanur. Namun rasa takjubnya terhadap keindah alam Bali tak kunjung hilang. “Setiap berlari di sini selalu ada sensasi baru. Ya sinar mataharinya, alamnya, manusianya. Hidup sehat dan berfikiran positif itu yang harus kita lakukan setiap hari, membuang pikiran dan negatif dan selalu berbaik sangka,” papar Sandi.

Usai berlari Sandi juga menyempatkan diri berenang di hotel tempatnya menghinap. Usai berenang Sandi meneruskan lagi lari satu putaran di joging track hotel.

Calon wakil presiden nomor urut 02 ini, akan melanjutkan menyerap aspirasi di Bali denganbersikaturahmi dengan nelayan dan warga Tanjung Benoa, pelatihan OK OCE serta melanjutkan perjalanannya ke Makasar.

Siswa SD di Bima Ditemukan Tewas Tenggelam

0

HarianNusa.com – Seorang pelajar sekolah dasar (SD) di Desa Keli, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima tewas tenggelam saat mandi di sungai. Korban bernama Kamaludin (12) diduga terpeleset dari tebing dan jatuh di sungai, Minggu, 24 Februari 2019 sekitar pukul 13.00 Wita.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Purnama, mengatakan korban saat terjatuh sempat meminta tolong warga. Warga yang mendengar mendatangi lokasi dan mencari korban.

“Satu jam kemudian korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” ujarnya.

Jenazah korban kini telah disemayamkan di rumahnya. Jenazah tidak divisum mengingat kejadian tersebut murni kecelakaan dan bukan tindakan kriminal. (sat)

Mantap, Lombok Barat Tertinggi Pencegahan Korupsi se- NTB

0

HarianNusa.Com – Kabupaten Lombok Barat mendapat kado manis menjelang ulang tahun ke-61. Berdasarkan penilaian Monitoring Centre for Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Pemkab Lobar disebut memperoleh capaian tertinggi dalam hal tindaklanjut Rencana aksi (Renaksi) Pencegahan Korupsi di NTB.

Menurut MCP yang diberikan langsung oleh Tim KPK Wilayah NTB, Pemkab Lombok Barat mencapai point tertinggi dengan capaian sebesar 69%, disusul Pemkab Bima (66%), Pemkot Mataram (63%), dan Pemkab Loteng (61%). Pemkab Lobar dan tiga daerah ini termasuk zona hijau dalam tindak lanjut Renaksi tersebut.

Tim Pencegahan Korupsi KPK menggunakan delapan fokus area pemantauan untuk MCP tersebut, mencakup penggunaan APBD, pengadaan barang dan jasa (PBJ), kapabilitas aparat pengawasan internal pemerintah (APIP), barang daerah, dana desa, manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), dan optimilasasi pendapatan daerah.

Managemen aset daerah memiliki posisi point tertinggi, yaitu 100 persen, APIP 86 persen, PTSP 83 persen, APBD 74 persen, dan optimalisasi pendapatan daerah 70 persen. Sedangkan yang masih rendah adalah managemen ASN 39 persen, Dana Desa 54 persen, dan PBJ sebesar 57 persen.

Inspektur Inspektorat Pemkab Lombok Barat, H. Rahmat Agus Hidayat mengatakan capaian tindaklanjut Renaksi itu menjadi motivasi untuk mendorong Kabupaten/Kota dalam menjalankan pemerintahan yang bersih.

Agus menambahkan, walaupun Lombok Barat tertinggi dalam capaian tindaklanjut Renaksi, namun masih belum sepenuhnya sesuai dengan yang diharapkan.

“Terutama di beberapa OPD, seperti Bagian ULP Barang dan Jasa di Sekretariat Daerah. Seharusnya dari awal sudah berdiri. Regulasinya sudah siap, tapi baru tahun ini ada dan belum didukung dengan fasilitas yang fungsinya meningkatkan koordinasi pengadaan barang dan jasa. Dinas PMPTSP juga belum memiliki gedung representatif,” jelas Agus.

Jika bisa maksimal memenuhi standar pelayanan, lanjut Agus, maka pencapaian Renaksi Lombok Barat bisa 80 persen bahkan lebih. Apalagi diikuti oleh Pemerintah Desa dalam hal pengelolaan DD.

Agus berharap ke depannya, semua regulasi untuk desa bisa lebih cepat diselesaikan. Demikian juga dengan sistem penganggaran dan aset yang juga harus sinkron. Menurutnya, koordinasi Bappeda dan BPKAD dengan BPKP perlu ditingkatkan supaya hasilnya lebih maksimal.

“Demikian juga untuk ASN, perlu koordinasi yang optimal antara BKD dengan Bagian Ortal untuk Anjab (Analisa Jabatan, red) dan ABK (Analisa Beban Kerja, red)-nya,” jelas Agus.

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), H. Dulahir mengaku telah menerima hasil penilaian MCP dari Tim Korsup Pencegahan (Korsupgah) KPK Wilayah NTB.

Sesuai dengan tindaklanjut Renaksi tersebut, pihaknya harus menyelesaikan 10 item dimana tinggal 2 item yang sedang dalam proses penyelesaian.

“Sebelumnya bulan Januari lalu tindaklanjut Renaksi kita. Khusus di Dinas PTSP, di bawah 50 persen. Tapi sekarang sudah 83 persen lebih tindaklanjutnya. Kalau ini, kami langsung dikirimkan oleh tim Korsupgah KPK. Ada datanya kami dikirimkan,” kata Dulahir.

Menurutnya, dalam jangka waktu sebulan lebih tidaklanjut KPK bisa ditingkatkan progres penyelesaiannya menjadi 83 persen. Beberapa item yang ditindaklanjuti, jelas Dulahir, seperti tandatangan elektronik dan 6 dokumen sudah dikirim melalui Inspektorat. Tinggal pihaknya perlu mengambil aplikasi siCantik ke Kemenkominfo.

“Kalau aplikasi SiCantik bisa diterapkan, maka kita sudah mampu mencapai 100 persen,” jelas Dulahir.

Aplikasi SiCantik ini sendiri semacam aplikasi berbasis online yang harus diterapkan sesuai arahan KPK. Aplikasi ini akan diintegrasikan dengan aplikasi OSS atau Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik.

Selain tindakanjut Renaksi Pencegahan Korupsi, pihaknya juga terus menindaklanjuti pelayanan publik yang dinilai buruk oleh Ombudman NTB. Saat ini sudah ditindaklanjuti hampir 90 persen, seperti maklumat pelayanan, informasi mengenai SOP sudah dilengkapinya, baik melalui jaringan website dan di luar jaringan. Dalam hal jaringan, DPMPTSP terus memperbaharui informasi pelayanan di website dengan desain yang menarik. Di samping itu, pihaknya bisa menandatangani berkas secara elektronik sehingga pemohon tidak perlu datang ke kantor.

“Kalau sebelumnya pemohon datang ke kantor mengisi blangko permohonan, tapi kalau sekarang cukup lewat online langsung jadi,” jelas Dulahir.

Pihaknya juga memperbaiki pelayanan di kantor dengan membuat front office, para pegawai disiapkan seragam, kartu nama dan identitas yang lain. (f3)