Beranda blog Halaman 267

Korban Luka Gempa Lombok Bertambah, TNI Lakukan Cek Lapangan

HarianNusa.com – Gempa bumi berkekuatan 5,7 magnitudo yang dimuktahirkan menjadi 5,3 mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Pelajar di Lombok Tertimpa Genteng saat Gempa

HarianNusa.com – Gempa bumi berkekuatan 5,7 magnitudo mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat

Gempa 5,7 Guncang Lombok

HarianNusa.com – Gempa bumi bermagnitudo 5,7 mengguncang Lombok, pukul 09.02 WITA, Kamis, 06 Desember 2018.

Merasa Tertipu, Pengusaha di Lombok Tengah Lapor Polisi

HarianNusa.com – Pemilik sebuah showroom mobil di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, H. Fajarudin mendatangi Markas Kepolisian Daerah NTB

Terima Salinan Putusan Kasasi, Baiq Nuril Siap Ajukan PK

HarianNusa.com – Salinan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) telah diterima kuasa hukum Baiq Nuril, siang tadi, Selasa, 4 Desember 2018.

Gili Mas Diproyeksi Menjadi Destinasi Wisata Baru di Lombok Barat

HarianNusa.com – Pembangunan Pelabuhan Gili Mas milik Pelindo III mendapat perhatian serius dari Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid. Bersama Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lobar, H. L. Winengan, Kepala Bakesbangpol H. M. Fajar Taufik dan Kasat Pol PP Mahnan, Fauzan berkunjung ke lokasi pembangunan pelabuhan di Dusun Teluk Waru Desa Labuan Tereng Lembar, Senin (3/12).

Pelabuhan peti kemas ini diproyeksikan menjadi pelabuhan terbesar di wilayah timur Indonesia. Pelabuhan ini rencananya akan memiliki pelabuhan sepanjang 440 meter dan lebar sepanjang 26 meter dengan kedalaman laut mencapai 13 meter lebih. Untuk keseluruhan fasilitasnya, paling tidak pihak Pelindo III membutuhkan luas lahan sebanyak 50 hektar dan anggaran paling sedikit 1,3 trilyun rupiah.

Fauzan dan rombongan diterima oleh jajaran manajemen Pelindo III, Danuwarsa beserta beberapa staff langsung di ruang rapat. Danuwarsa pun memaparkan rencana pembangunan pelabuhan yang merupakan satu paket kesatuan dengan Pelabuhan Lembar yang dikelola oleh ASDP.

Persiapan lahan, menurut Danuwarsa sudah 100% selesai. Dari hasil pantauan sementara sampai saat ini, proses pembangunan di lokasi sudah berjalan baik. Pancang-pancang pelabuhan sudah banyak yang terpasang dan terbangun.

“Saat ini untuk tahap desain dan konstruksi sudah 61%,” kata Danu.

Bagi Danu, keberadaan pelabuhan ini tidak hanya akan memperkuat perekonomian regional dan nasional, namun juga akan memberi efek lain di bidang pariwisata.

Dengan potensi pengembangan pariwisata di wilayah selatan, maka pelabuhan ini tidak hanya akan menjadi sarana bongkar muat barang dan pusat penyimpanan peti kemas, namun akan menjadi destinasi wisata baru. Puluhan yacht bisa berlabuh dan didukung oleh fasilitas lainnya seperti bengkel.

“Pembangunan Marina bisa menampung lebih dari enam puluh yacht. Ini akan memperkuat akses pariwisata, bahkan dengan fasilitas yang akan dibangun, bisa menjadi destinasi baru,” papar Danuwarsa.

Danuwarsa menambahkan, banyak fasilitas yang bisa menjadi destinasi baru seperti amphitheatre, sea side walk, hotel, marina yacht, fasilitas pendukung marina, hotel, shopping center, bahkan wellcome gate dengan arsitektur lokal.

“Apalagi bila akses menuju KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Mandalika yang melalui jalur selatan bisa diperlebar, maka aksesnya akan semakin terbuka karena mengurangi jarak tempuh dari dan menuju pelabuhan,” papar Danuwarsa.

Mendengar paparan tersebut, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menimpali bahwa pihaknya sudah membuat desain perbaikan jalan dari Sekotong sampai Buwun Mas.

“Lebar jalan kita rencanakan sampai 8 meter untuk memudahkan koneksitas Pelabuhan Gili Mas dengan KEK Mandalika. Tapi, setelah Buwun Mas menuju KEK Mandalika, bukan merupakan wilayah kita. Jadi harus komunikasi dengan pihak Provinsi,” ujar Fauzan.

Fauzan pun meminta pihak Pelindo III tidak hanya memperhatikan pembangunan utama di intern pelabuhan.

“Jangan sampai hanya penataan di dalam yang bagus, tapi di luar tidak,” ujar Fauzan dengan mencontohkan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang menuju area pelabuhan.

“Kalau bisa, bangunkan PJU satu kilo sebelum dan satu kilo sesudah pelabuhan,” pinta Fauzan yang dikomentari oleh Danuwarsa bahwa pihaknya sudah membangun PJU di kawasan dalam dengan solar cell.

Fauzan pun berharap agar anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) Pelindo tidak hanya untuk membuat taman di area utama, namun bisa menyentuh keluar dan yang langsung menjadi kebutuhan masyarakat. (f3)

Urban Farming Solusi Emak-Emak Tekan Biaya Rumah Tangga Harian

HarianNusa.com  – Ketua Badan Pengawasan dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono mengatakan, konsep urban farming yang mengedepankan optimalisasi lahan sempit

Dua Kelompok Gelar Aksi Bela Tauhid dan Bela Pancasila di Mataram

HarianNusa.com –  Aliansi Cinta Pancasila dan NKRI dan Kelompok Bela Kalimat Tauhid menggelar aksi bersamaan di Mataram

Satgas Rekonstruksi dan Rehabilitasi Bantu Bangun Huntap, Ini Kendala Yang Dihadapi

HarianNusa.com – Sejak diresmikan sebagai perpanjangan Kogasgabpad pada tanggal 21 November 2018 lalu, Satgas Rekonstruksi dan Rehabilitasi NTB terus berupaya membantu masyarakat korban gempa terutama pembangunan rumah hunian tetap (Huntap) di seluruh kabupaten dan kota yang terdampak gempa di NTB pada Agustus 2018 lalu.

Hal itu diungkapkan Dansubsatgas II wilayah Kabupaten Lombok Utara Mayor Inf I Nyoman Dirga, SH. MH., saat membantu pembangunan Rumah Instan Sehat dan Sederhana (Risha) di Lombok Utara, Jumat (30/11).

Dilanjutkannya, Satgas Rekonstruksi dan Rehabilitasi bersama Pemerintah Daerah akan berupaya semaksimal mungkin untuk pembangunan huntap baik Risha, Riko maupun Rika mengingat sekarang sudah mulai musim hujan.

“Kasihan saudara-saudara kita yang rumahnya sudah tidak ada lagi, kemana mereka akan berteduh dan tidur kalau musim hujan seperti ini,” kata Dirga.

Dirga mengatakan, saat ini, ia bersama anggota Babinsa juga sedang melakukan pendataan ulang jumlah Kelompok masyarakat (Pokmas) yang ada diseluruh desa dan pendampingan sosialisasi pembangunan rumah Risha, Riko dan Rika serta pembuatan Posko informasi tentang rekonstruksi dan rehabilitasi di tiap-tiap desa yang anggotanya ada dari PUPR, Babinsa dan Babinkamtibmas sehingga masyarakat tidak kebingungan untuk mencari informasi.

Terpisah, Dansatgas Rekonstruksi dan Rehabilitasi Kolonel Inf H. Farid Makruf, MA., memberikan apresiasi kepada anggota Satgas yang dipimpinnya.

“Terimakasih atas kerjasama seluruh anggota yang telah dengan tulus ikhlas membantu saudara kita korban gempa baik di Lombok maupun Sumbawa,” kata Farid.

Meski demikian, Farid mengakui dalam proses rekonstruksi ini, ada beberapa kendala yang dihadapi dilapangan terutama terkait dengan minimnya jumlah aplikator yang mencetak panel Risha dihadapkan dengan jumlah rumah yang akan dibangun, belum adanya ketetapan harga bahan bangunan untuk rumah Riko dan perizinan pemanfaatan kayu untuk rumah Rika.

“Namun kami bersama Pemda terus mendorong dan membantu fasilitator untuk bekerja secara masif sehingga kendala-kendala tersebut bisa teratasi dengan baik termasuk pembuatan daftar harga bahan bangunan,” paparnya.

Farid juga menghimbau agar masyarakat tetap bersabar terhadap musibah dan ujian ini. “Mari kita berdoa bersama-sama agar semua yang kita upayakan ini bisa berjalan aman dan lancar sehingga masyarakat korban gempa bisa memilliki rumah kembali,” pungkas mantan Danrem 162/WB tersebut. (f3)

Pacuan Kuda Gubernur Cup 2018 Diikuti 530 Peserta

HarianNusa.com – Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., didampingi Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., membuka lomba Pacuan Kuda Gubernur Cup 2018 yang diikuti 530 peserta dengan Ketua Panitia Dandim 1607/Sumbawa Letkol Inf Samsul Huda di arena pacuan kuda angin laut Desa Penyaring Kecamtan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa, Sabtu (1/12).

Dalam sambutannya Gubernur mengucapkan terimakasih kepada Danrem 162/Wira Bhakti dan Dandim 1607/Sumbawa serta segenap panitia yang sudah menyelenggarakan dan mempersiapkan perlombaan pacuan kuda ini dengan baik.

Menurutnya, lomba pacuan kuda ini berhasil menyedot peserta maupun penonton. “Indikator keberhasilan pacuan terlihat dari jumlah kuda yang terdaftar sangat banyak dengan jumlah penonton yang membludak”, kata Gubernur.

Melalui kegiatan yang serat dengan kearifan lokal tesebut, Gubernur ingin memajukan sektor pariwisata, bahkan bila perlu pelaksanaannya dilakukan tiap bulan dan di adakan di tiap hari Sabtu dan Minggu.

“Dan arena pacuan kuda inipun berpengaruh menjadi indikator hidupnya peternakan kita di NTB,” kata Gubernur yang selalu tampil sederhana itu.

Danrem 162/WB mengatakan lomba pacuan kuda ini dilaksanakan di Wilayah Sumbawa selain bertujuan meningkatkan pariwisata NTB juga untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Pulau Sumbawa.

“Lomba Pacuan ini sekaligus sebagai hiburan bagi masyarakat, apalagi pasca gempa yang menimpa sebagian wilayah NTB,” ujarnya.

Rizal meminta kepada seluruh peserta lomba untuk selalu menjaga sportifitas demi keamanan dan k kelancaran proses pelaksanaan lomba. Ia juga berharap agar seluruh masyarakat yang hadir menonton lomba bisa menikmati perlombaan dengan tertib dan aman.

Pembukaan lomba pacuan kuda juga dihadiri Kasrem 162/WB Letkol Inf Endarwan Yansori, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, Kepala Dinas Pariwisata Sumbawa Ir. H. Junaedi M.Si., Kasdim 1607/Sumbawa Mayor Arh Huwairy, ST., Ketua Pordasi NTB, Ketua Pordasi Sumbawa, Rektor UNSA, Unsur FKPD Kabupaten Sumbawa, Camat, Kades, toga, toma, todat Kecamatan Moyo Utara serta ratusan tamu undangan lainnya. (f3)