Beranda blog Halaman 341

10 Warga Meninggal Akibat Gempa Lombok

HarianNusa.com, Mataram – Gempa dengan kekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa pada Minggu (29/7/2018) pukul 06.47 Wita telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fisik.

Gempa susulan juga masih terus berlangsung. Hingga pukul 10.20 Wita, BMKG mencatat telah terjadi 66 kali gempa susulan. Gempa dengan kekuatan yang lebih kecil dan tidak berpotensi tsunami. Ini adalah hal yang alamiah di mana setelah terjadi gempa besar, akan diikuti oleh gempa-gempa susulan yang lebih kecil dalam rangka mencari keseimbangan sistem lempeng atau sesar yang ada.

Dampak gempa juga terus bertambah. Petugas BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan terus melakukan penanganan darurat.

Hingga kini tercatat dampak gempa menyebabkan 10 orang meninggal dunia, 40 orang luka dan puluhan rumah rusak. Diperkirakan dampak gempa akan bertambah mengingat pendataan masih berlangsung dan belum semua lokasi terdata.

Data sementara dari BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat tercatat:

Di Kabupaten Lombok Timur terdapat 8 orang meninggal dunia, 10 orang luka berat, 10 orang luka ringan dan puluhan rumah rusak. Dari 8 korban meninggal terdapat satu orang warga negara Malaysia.  Identitas korban meninggal dunia: Isma Wida/P/30 thn warga negara Malaysia, Ina Marah/P/60 thn, Ina Rumenah/P/58 thn, dan 5 orang meninggal dunia dalam pendataan identitas oleh petugas.

Di Kabupaten Lombok Utara terdapat 2 orang meninggal dunia, dan 13 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, dan 7 orang di Puskesmas Bayan.

“Berdasarkan laporan juga terdapat longsor cukup besar dari Gunung Rinjani. Material longsoran mengarah ke utara pascagempa 6,4 SR. Saat ini jalur pendakian ke Gunung Rinjani ditutup. Aparat masih melakukan pemantauan terhadap dampak longsor yang ada,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten/Kota terdampak gempa. Tim Reaksi Cepat BNPB telah menuju ke lokasi bencana untuk memberikan pendampingan BPBD. Update dampak gempa dan penanganan darurat akan terus disampaikan. (sat)

43 Kali Gempa Bumi Susulan Guncang Lombok

HarianNusa.com, Mataram – Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter (SR) mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa pukul 06.47 Wita, Minggu (29/07). 

Wisatawan Malaysia Tewas Tertimpa Longsor Rinjani Pasca Gempa

HarianNusa.com, Mataram – Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter (SR) mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa pukul 06.47 Wita, Minggu (29/07).

Satu Warga Meninggal dan Enam Terluka Akibat Gempa di Bayan

HarianNusa.com, Mataram – Gempa bumi yang terjadi pagi tadi menyebabkan banyak bangunan warga di beberapa wilayah roboh, Minggu (29/07). Bahkan gempa susulan terjadi hingga belasan kali.

Gempa Bumi Susulan Terjadi Belasan Kali

HarianNusa.com, Mataram – Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter (SR) mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa pukul 06.47 Wita, Minggu (29/07).

Ini Penyebab Gempa di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa

HarianNusa.com, Mataram – Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter (SR) mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa pukul 06.47 Wita, Minggu (29/07).

Gempa 6,4 SR di NTB Tidak Berpotensi Tsunami

HarianNusa.com, Mataram – Pulau Lombok diguncang gempa pukul 06.47 Wita, Minggu (29/07) pagi. Gempa dirasakan di berbagai wilayah Pulau Lombok dengan dirasi cukup panjang.

Tidak hanya di Lombok, gempa tersebut juga mengguncang Pulau Sumbawa. Beberapa wilayah di Kota Bima dan lainnya juga diguncang gempa yang sama.

Gempa tersebut berdasarkan analisis BMKG NTB berkekuatan 6,4 skala richter (SR). Dengan pusat gempa terletak di Sumbawa.

Gempa berpusat pada 8.26 Lintang Selatan dan 116.55 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 Km. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami,” ujar Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Mataram, Agus Riyanto, SP., MM. (sat)

Jangan Abaikan Partisipasi Politik Perempuan  dan  Pemilih Milenial

 

HarianNusa.com, Mataram — Regulasi telah memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi perempuan berpartisipasi dalam pemilu. Sesuai UU  7 tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, tiap 3 (tiga) orang bakal calon terdapat paling sedikit 1 (satu) orang perempuan bakal calon.

Menurut Karman BM, mantan Ketua Umum GPII, meski perempuan telah mendapat kesempatan luas-dalam pemilu legislatif, namun masih terdapat problem terkait partisipasi perempuan itu.

Berdasarkan pengalaman, parpol masih kesulitan memenuhi representasi perempuan 30 persen sesuai UU. Hal itu seperti menggambarkan adanya something wrong dalam proses kaderisasi dan rekrutmen kaum perempuan.

“Mestinya, parpol (partai politik) tidak memperlakukan partisipasi perempuan dalam politik, semata-mata  memenuhi kewajiban 5 tahunan,” kata Karman,  Sabtu (28/07).

Menurutnya, hal itu merupapan pelajaran penting yang seharusnya menjadi refleksi parpol, khususnya di NTB.  Partisipasi perempuan meruppakan elemen penting bagi sehatnyan sistem demokrasi.
Selama ini, parpol dinillai kurang serius dan tidak maksimal mellibatkan perempuan dalam strategi pembangunan politik.

“Apalagi masih kuatnya budaya patriarki di tengah masyarakat, hegemoni agama, struktur sosial dan kepartaian belum mendukung bagi masuknya gender secara kaffah dalam politik,” beber Karman yang dikenal dekat  dengan Kapolri Tito Karnavian

Ditambah Karman , minimnya akses informasi tentang pemilu dan demokrasi bagi perempuan, padahal  representasi perempuan yang memadai dalam pemilu, akan mempengaruhi  kualitas partisipasi dengan meningkatkan partisipasi pemilih perempuan.

“Perempuan harus makin berani mengambil peran penting dalam proses pemilu, selain menjadi calon,  penyelenggara pemilu hingga pemilih yang cerdas.
Perempuan Harus Berani Tampil,” tambahnya

Di pihak lain, Karman berharap kaum perempuan bisa memanfaatkan peluang itu. Sistem pemilu telah memberikan peluang cukup besar bagi partisipasi kaum perempuan terutama sebagai calon legislatif.
“Perempuan harus memanfaatkan peluang itu,” tegas Karman.

Menurut Karman seharusnya perempuan terus menerus berani tampil terbuka memperkenalkan dirinya kepada masyarakat. Jumlah pemilih perempuan yang melebihi laki-laki,  harusnya menumbuhkan kepercayaan diri bagi perempuan.

Karman yang kini maju menjadi bakal calon legislatif Partai Perindo dari Dapil 2 NTB itu menilai, sejauh ini parpol masih memperlakukan perempuan sebagai calon dadakan. Itu berarti, masih belum memandang perempuan dan laki-laki memiliki potensi sama dalam pembangunan politik.
“Akses Medsos Generasi Milenial
Pemilih milenial (berusia 17-29 tahun) menjadi rebutan parpol, karena  jumlahnya mencapai  20 persen dari jumlah pemilih  nasional,” ungkapnya

Bagi Karman mereka menjadi segmen baru pemilih di Indonesia yang berpandangan unik dibanding pemilih lainnya
Karakteristik pemilih milenial tak mudah ditebak, dan gampang bergeser dari satu tokoh ke tokoh lainnya. Bahkan, bergeser dari satu partai ke partai lainnya.
Menurut Karman, dalam konteks pembangunan politik di Indonesia sentuhan pada pemilih milenial penting dilakukan. Sangat disayangkan kalau mereka justru dirusak praktik politik transaksional.

“Jangan jadikan mereka semata-mata sebagai obyek, tapi mereka merupakan subyek. Kami sendiri melakukan training yang memberdayakan,” kata Karman.

Seperti dikatahui, salah satu pembeda generasi milenial dari sedbelumnya adalah akses mereka ke akun sosial media. 54 persen pemilih milenial mengaku mengakses media online tiap hari,  hanya 11,9 persen pemilih non milenial yang mengakses media online tiap hari.
81,7 persen pemilih milenial memiliki akun Facebook,  hanya 23,4 persen  pemilih non milenial (berusia di atas 30 tahun) yang berakun Facebook.

Perbedaan akses terhadap sosial media dan media online mempengaruhi cara milenial memandang politik,  sekaligus cara mereka menentukan pilihannya dalam pemilu. Politik elektoral 2019, diperkirakan didominasi generasi milenial. (sat)

Dini Hari, Gerhana Bulan Akan Tampak di Lombok Selama 103 Menit

HarianNusa.com, Mataram – Fenomena gerhana bulan total akan tampak di langit Pulau Lombok dini hari nanti, Sabtu (28/07). Gerhana bulan kali ini termasuk gerhana bulan paling lama dengan durasi waktu 103 menit.

Fenomena gerhana bulan total juga sebelumnya terjadi pada 31 Januari 2018 lalu. Kali ini gerhana bulan akan terlihat di wilayah Indonesia, di Samudera Pasifik bagian barat, Australia, Asia, Eropa, Afrika, Samudera Hindia, Samudera Atlantik dan Amerika Selatan.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto, SP. MM, menjelaskan gerhana bulan total dini hari nanti sangat istimewa karena bertepatan dengan terjadinya minimoon, yaitu ketika posisi bulan berada pada titik terjauh dari bumi atau yang biasa disebut dengan apogee dengan jarak 406.223 kilometer.

“Hal ini menyebabkan bulan pada saat purnama sebelum terjadinya gerhana terlihat lebih kecil dari biasanya, dan bahkan apabila dibanding dengan supermoon pada 31 Januari 2018 lalu, di mana posisi bulan berada pada titik terdekat dengan bumi atau disebut dengan perigee,” ujarnya, Jumat (27/07).

Gerhana bulan kali ini juga merupakan gerhana bulan paling lama dalam abad ini karena berlangsung sekitar 6 jam 17 menit.

“Keistimewaan lainnya merupakan gerhana bulan paling lama di abad ini dengan durasi 103 menit. Yaitu mulai kontak awal gerhana hingga berakhir kurang lebih 6 jam 17 menit,” pungkasnya.

Fase Gerhana :

Gerhana mulai : Pukul 01.13 Wita

Gerhana sebagian mulai : Pukul 02.24 Wita

Gerhana total mulai: Pukul 03.29 Wita

Puncak gerhana : Pukul 04.21 Wita

Gerhana total berakhir : Pukul 05.13 Wita

Gerhana sebagian berakhir : Pukul 06.19 Wita

Gerhana berakhir : Pukul 07.30 Wita.

Dok. BMKG Stasiun Meteorologi Mataram

Berdasarkan gambar di atas, pengamat yang berada di wilayah semakin barat maka akan memiliki kesempatan untuk melihat seluruh proses Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018. Pengamat yang berada di sebelah timur garis U3, yaitu Papua hanya akan dapat mengamati Gerhana Bulan Total dari awal hingga fase total berlangsung. Adapun pengamat yang berada di antara U3 dan U4, yaitu Maluku, Maluku Utara, Pulau Sulawesi, dan NTT bagian Timur akan dapat mengamati Gerhana Bulan Total dari awal gerhana hingga fase gerhana sebagian berakhir. Untuk pengamat yang berada di antara U4 dan P4, yaitu NTT bagian Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara bagian Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, NTB, Bali, Pulau Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, sebagian besar Jambi dan Riau, serta Bengkulu bagian Selatan, akan dapat mengamati Gerhana Bulan Total dari awal gerhana hingga fase gerhana penumbra berlangsung.

Sedangkan seluruh fase gerhana akan dapat teramati oleh pengamat yang berada di sebelah Barat P4, yaitu Bengkulu bagian Utara, Riau bagian Barat, sebagian besar Sumatera Barat dan Sumatera Utara, serta Aceh.

Sesuai dengan informasi cuaca yang diprakiraan oleh BMKG Stasiun Meteorologi BIL di Prayabahwa kondisi cuaca pada sore hingga malam hari untuk tanggal 27 Juli 2018 berpotensi berawan di Kota Mataram.

Streaming BMKG

Pengamatan GBT kali ini akan dilakukan streaming secara real time oleh Stasiun BMKG Geofisika Mataram. Pelayanan ini memungkinkan semua orang untuk melihat secara langsung di web BMKG (http://www.bmkg.go.id/gbt). Dengan hanya bermodalkan kuota internet, di manapun user berada bisa melihat penampakan GBT di lebih dari 20 lokasi wilayah Indonesia. (sat)

Nama Pahlawan Nasional Syaikh Zainuddin Jadi Nama LANUD Rembiga

HarianNusa.com, Mataram – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, mengapresiasi, atas perubahan nama Pangkalan Udara (LANUD) Rembiga menjadi LANUD TGKH M Zainuddin Abdul Majid, Rembiga oleh Kepala Staf AU, Marsekal Yuyu Sutisna di Jaya Pura, Papua, Kamis (26/7/2018).

Bagi masyarakat NTB, pemberian nama LANUD Rembiga dengan nama satu-satunya Pahlawan Nasional yang berasal dari NTB menandakan kepedulian dan penghargaan pemerintah khusus TNI kepada pahlawan bangsa.

“Atas nama warga NW dan ahli waris ninikda Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi, selaku Pemegang Kekuasaan Tertinggi TNI yang terus memperhatikan putra terbaik NTB yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia tercinta ini, termasuk merubah nama LANUD Rembiga menjadi LANUD TUAN GURU KIYAI HAJI MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MAJID,” kata Ketua Umum PBNW Hj St Raihanun ZAM, melalui Ketua I PBNW Tuan Guru Bajang (TGB) KH M  Zainuddin Atsani, di Mataram Kamis (26/7/2018).

Lanjutnya, memang di era Presiden Jokowi ini perhatian pemerintah pusat kepada Provinsi NTB cukup tinggi. Hal ini terlihat dari progres berbagai pembangunan yang digalakan di NTB, salah satunya percepatan pembangunan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Kuta Lombok Tengah, yang terus diatensi Jokowi.

Sebelumnya juga pada 2017 lalu Jokowi memberikan penganugrahan gelar pahlawan kepada pendiri organisasi Nahdlatul Wathan, Ninikda (kakek red) Maulanasyaikh TGKH M Zainuddin Abdul Majid, sebagai Pahlawan Nasional pada 10 Oktober 2017 lalu.

“Khusus warga NW, tiada yang paling berharga dan syukur kepada Allah SWT atas anugrah gelar Pahlawan Nasional, kepada guru kami itu, oleh Presiden Jokowi, sebab memang Ninik (kakek) Maulanasyaikh layak disematkan gelar Pahlawan Nasional karena jasa-jasa beliau kepada bangsa ini. Semoga Bandara Internasional Lombok juga secepatnya berganti nama dengan nama pahlawan seperti nama bandara di daerah – daerah lainya,” tandasnya.

Terkahir beliau menguatkan lagi keputusan hasil Mukernas NW 2017 lalu yang memutuskan mendukung kembali Jokowi pada pilpres 2019 mendatang.

“Saya tegaskan kembali lagi bahwa NW sudah bulat mendukung Jokowi dua periode,” pungkasnya. (sat)