More
    Beranda blog Halaman 405

    Dua Hal ini Memicu PKS NTB Laporkan Fahri Hamzah

    HarianNusa.com, Mataram – Ketua PKS NTB H. Abdul Hadi, SE, MM bersama jajaran dan Ketua DPD PKS se-NTB melaporkan Fahri Hamzah, SE ke Direktorat Reskrimsus Polda NTB, karena diduga telah melakukan fitnah dan pencemaran nama baik, Rabu siang (14/3).

    Fahri dilaporkan lantaran dirinya mengklaim melaporkan Presiden PKS Sohibul Iman ke polisi atas dukungan kader PKS.  Padahal tidak ada kader PKS yang mendukung langkahnya tersebut. Kemudian Fahri melalui sejumlah media online membeberkan bahwa kader PKS dapat aman melakukan kejahatan asalkan taat pada pimpinan PKS.  Hal ini yang membuat PKS NTB berang dan menganggap komentar Fahri adalah penghinaan dan fitnah.

    “Esensi dari dugaan pencemaran nama baik itu yang pertama saudara Fahri mengatakan kader PKS boleh melakukan kejahatan apapun selama taat pada pimpinan maka dia tidak akan dipecat katanya,” ujar Abdul Hadi di sela proses BAP.

    Menurut Abdul Hadi pernyataan Fahri sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang ada di tubuh partai berlambang bulan sabit kembar tersebut.

    Ucapan Fahri soal dukungan kader PKS dimuat dalam beberapa media online.  Sementara terkait tudingan kader PKS akan aman memalukan kejahatan jika patuh pada pimpinan ditulis Fahri melalui akun twitter miliknya.

    “Kami ingin menyatakan bahwa seluruh DPD PKS di NTB sangat dirugikan atas pernyataan saudara Fahri,” sambung Hadi.

    Baca juga: PKS NTB Laporkan Fahri Hamzah ke Polda NTB

    Sementara Fahri Hamzah yang dihubungi belum dapat memberikan keterangan soal aduan terhadap dirinya. Polda NTB sendiri telah menerima aduan tersebut dan nantinya akan dilakukan klasifikasi.

    “Kita mau mendalami dulu karena ini aduan. Nanti masuk tahap klasifikasi dulu laporannya,” ujar Wakil Direktur Reskrimsus Polda NTB AKBP I Gusti Putu Gede Ekawana Prasta SIK. (sat)

    PKS NTB Laporkan Fahri Hamzah ke Polda NTB

    HarianNusa.com – Mataram, Ketua PKS NTB H. Abdul Hadi, SE, MM melaporkan Fahri Hamzah, SE ke Direktorat Reskrimsus Polda NTB, karena diduga telah melakukan fitnah dan pencemaran nama baik, Rabu siang (14/3).

    Ketua DPW PKS NTB bersama jajarannya dan Ketua DPD PKS se-NTB mendatangi Polda NTB untuk melaporkan Fahri Hamzah atas pencemaran nama baik.

    Fahri yang saat ini masih menjabat wakil ketua DPR-RI, dianggap telah mencemarkan nama baik PKS melalui pernyataannya di media sosial dan sejulah media online.

    Kepada HarianNusa.com Abdul Hadi mengatakan, pihaknya telah menyertakan setidaknya 10 berkas bukti pernyataan Fahri di media. “Iya, kami sertakan bukti-bukti pernyataannya baik di media sosial maupun media online lainnya” ungkap wakil ketua DPRD NTB ini.

    Tidak main-main, Abdul Hadi datang ke Direktorat Reskrimsus Polda NTB bersama jajarannya, dan Ketua DPD PKS se-NTB.

    Berikut penyataan Fahri yang diadukan pihak PKS:

    Hingga berita ini diterbitkan, Abdul Hadi selaku Ketua DPW PKS NTB masih dimintai keterangan oleh penyidik kepolisian atas laporan/pengaduannya ini.

    Residivis Curanmor di Narmada Ditembak Polisi

    HarianNusa.com, Mataram – Seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Dusun Lebah Munte Desa Lebah Sempaga Kecamatan Narmada Lombok Barat, dilumpuhkan polisi setelah mencoba kabur dari penangkapan, Minggu (11/03).

    Kapolsek Narmada, Kompol Gusti Bagia mengatakan, pelaku mencuri motor jenis Honda Vario warna Putih bernopol DR 6327 TC. Saat itu motor tersebut terparkir di rumah korban dalam keadaan terkunci stang.

    “Pelaku kemudian datang dan merusak kunci stang motor menggunakan kunci latter T milik pelaku,” ujar Kapolsek.

    Berkat laporan masyarakat, diketahui motor curian tersebut disebumbunyikan di sebuah rumah di Dusun Kumbi Desa Pakuan Kecamatan Narmada. Polisi bergegas menuju lokasi persembunyiaan motor tersebut.

    “Benar, motor curian ada di lokasi. Tersangka saat itu ada di rumah tersebut, namun saat digerebek dia kabur dengan cara meloncati jendela,” jelasnya.

    Terjadi kejar-kejaran di luar. Polisi melakukan tembak peringatan sebanyak tiga kali ke arah udara, namun pelaku tidak menyerah. Polisi terpaksa melumpuhkan pelaku dengan menembakan timah panas ke arah betis kanannya. Pelaku pun terkapar dan ditangkap.

    Dari introgasi, pelaku ternyata merupakan residivis curanmor. Pelaku telah melakukan curanmor sebanyak tiga kali di wilayah Narmada. Pelaku mengaku beraksi bersama temannya berinisial K yang saat ini masih dalam pengejaran. (sat)

    Pencuri Tabung Elpiji 3 Kg Ditangkap Polsek Narmada

    HarianNusa.com, Mataram – Tim Opsnal Polsek Narmada berhasil menangkap dua pelaku pembobol rumah di Dusun Lekong Dendek Desa Dasan Tereng Kecamatan Narmada Lombok Barat, Sabtu (03/03).

    Polisi yang menerima laporan korban bergegas melakukan penyelidikan dan pengejaran. Dua pria berinisial IM (16) dan SP alias Papang alias Kedok (21) warga Kecamatan Narmada ditangkap polisi.

    Kedua pelaku mencuri dua tabung gas elpiji 3 kilogram dan sebuah HP di rumah korban. Tidak berselang lama pelaku IM berhasil ditangkap di sekitar TKP dengan barang bukti tabung gas.

    “Kita kemudian melakukan pengembangan dan menangkap rekannya berinisial SP saat hendak melarikan diri,” ujar Kapolsek Narmada, Kompol Gusti Bagia.

    Kini keduanya diamankan di Polsek Narmada. Kedua pelaku menyesali perbuatannya. (sat)

    Peran Kepolisian Mengatasi Bahaya Laten Kanibalisme Politik

    Oleh : Dwi Setiawan Chaniago, S.Sos., M.A

    Sosiolog Universitas Mataram

     

    Bahaya Laten Kanibalisme Politik Pilkada

    Pilkada merupakan salah satu tolak ukur kualitas demokrasi dalam proses regenerasi kepemimpinan. Dikatakan sebagai tolak ukur sebab menjadi ruang bagi partisipasi putra-putri terbaik untuk dipilih sebagai pemimpin, serta wujud fasilitasi negara terhadap warga masyarakat dalam memilih pemimpin terbaik. Untuk memilih pemimpin yang baik perlu iklim politik kondusif yang terbangun dalam suasana keterbukaan, kebebasan berpendapat dan pengharagaan atas pilihan politik yang berbeda. Tentu saja pilkada menjadi ajang kontestasi adu pengaruh dan simpatik pemilih, namun kedewasaan demokrasi bagi setiap masyarakat dalam menyalurkan pilihan politik mutlak diperlukan. Agar kondusifitas dapat terwujud maka tata aturan pemilukada harus diimplementasikan dengan sebaik-baiknya.

                Kondusifitas tentu menjadi kebutuhan bersama masyarakat. Kontestasi besar semacam pilkada tentu diiringi berbagai tantangan yang jika tidak diartikulasikan dengan baik rawan memunculkan disharmonisasi dan gejolak sosial. Tentu tidak ada dari kita yang berharap demikian, namun perlu kiranya kita waspada dan mawas diri. Paling tidak berkaca pada berbagai kontestasi politik di berbagai daerah yang seringkali melahirkan embrio perpecahan dan polarisasi masyarakat.

                Salah satu bahaya laten pada momen kontestasi pilkada adalah potensi munculnya kanibalisme politik. Kanibalisme politik merupakan sebuah metafor yang menggambarkan bahwa politik terkadang memiliki sisi keras dan gelap. Kanibalisme politik merupakan manifestasi dari beberapa fenomena seperti hoax, politik uang, ujaran kebencian dan eksploitasi isu suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA). Kesemua manifestasi kanibalisme politik tersebut biasanya akan dikemas dalam sebuah bungkusan berupa kampanye hitam (black campaign).

                Apakah kanibalisme politik sebuah istilah yang berlebihan? Untuk menjawabnya marilah kita pahami dengan pikiran terbuka bahwa berbagai fenomena seperti hoax, politik uang, ujaran kebencian dan eksploitasi isu SARA adalah wujud perbuatan kanibal dalam dunia politik. Dapat dibayangkan, even politik seperti pilkada yang seharusnya memfasilitasi putra-putri terbaik bangsa untuk menjadi pemimpin, namun adakalanya putra-putri terbaik gagal orbit akibat gencarnya isu hoax yang menggerogoti popularitas. Belum lagi politik uang yang tidak jarang memakan kontestan yang secara kapasitas mumpuni namun kalah akibat tidak mampu bersaing karena permainan uang. Atau eksploitasi isu SARA yang dibalut dalam kampanye hitam yang bermuatan fitnah juga berpotensi menggerogoti akseptabilitas atau keberterimaan kontestan yang mungkin secara kapabilitas mumpuni namun akan terbunuh karakternya akibat menjadi korban isu SARA.

                Gambaran tersebut tentu tidak kita harapkan mewarnai pesta politik di daerah kita. Nusa Tenggara Barat yang identik dengan struktur politik yang berbudaya dan agamis diharapkan mampu menelurkan calon pemimpin yang mencerdaskan pemilihnya melalui kampanye politik yang sehat jauh dari penyakit demokrasi semisal politik uang, hoax, dan eksploitasi isu SARA. Selain itu kapasitas institusional pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, Kepolisian dan stakeholder dapat menjadi operator penyelenggara pemilu yang profesional. Gerak langkah para pihak untuk mengawal pemilu tentu telah dapat rasakan gaungnya, di Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat misalnya. Berbagai satuan tugas telah dioperasionalkan seperti satgas anti-politik uang, satgas anti hate speech, serta cyber troops dalam meminimalisir ruang gerak kampanye hitam (black campaign).

    Baca Juga:

     

    Upaya Kepolisian Mencegah Kanibalisme Politik

                Kanibalisme politik tumbuh dan berkembang dalam iklim politik yang tidak kondusif. Iklim politik yang tidak kondusif muncul secara akumulatif dari lemahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya partisipasi politik konvensional yang beretika. Dalam konteks pemilukada dewasa ini, potensi partisipasi inkonvensional digerakkan segelintir oknum melalui penyebaran kampanye hitam di sosial media. Kita tidak boleh menutup mata, bahwa masih ada oknum yang berusaha mengkomodifikasi kebencian untuk memperoleh keuntungan termasuk dalam momen kontestasi pilkada saat ini.

                Upaya Kepolisian dalam menggerakkan sumberdaya terbaik dalam meminimalisir kanibalisme politik yang muncul dari fenomena politik uang, hoax, dan eksploitasi SARA perlu diapresiasi. Sebab kita tentu tidak mengharapkan bahwa putra-putri terbaik yang berlaga dalam kontestasi politik menjadi korban kanibalisme politik. Sebab kontestasi pilkada bukan bertujuan mencari pihak yang menang dan kalah. Lebih penting dari pada itu, arena pilkada diharapkan menjadi arena melahirkan pemimpin yang paling diterima oleh masyarakat. sebab keberterimaan pemimpin oleh masyarakat adalah sumber legitimasi utama.

                Operasionalisasi satgas anti-politik uang dan satgas anti hate speech Polda NTB merupakan jawaban bagi upaya mengeleminir potensi kanibalisme politik. Hanya saja tim satgas dalam menjalankan tugasnya diharapkan dapat menggunakan pendekatan holistik. Paling tidak upaya-upaya pre-emtif dan preventif perlu digalakkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat untuk dapat membentengi diri dari bahaya laten kanibalisme politik dengan tidak terprovokasi permainan politik uang, hoax dan ujaran kebencian. Masyarakat perlu diajarkan untuk bersikap kritis dalam menyikapi berbagai kampanye yang bersinggungan dengan isu politik uang, hoax dan ujaran kebencian.

                Dari sisi upaya kuratif, Kepolisian perlu untuk mampu membangun netralitas dalam menangani isu-isu sensitif yang syarat akan konflik kepentingan kontestan. Hal ini tentu hanya bisa terwujud dengan profesionalitas, integritas dan mengedepankan mitra dialogis untuk menunjang keterbukaan. Kepolisian penting kiranya meningkatkan sinergi dengan para-pihak termasuk melibatkan peran serta tokoh kunci (key persons) seperti tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Terakhir kita perlu merefleksikan ulang tentang hakekat pilkada bahwa kita ingin proses dan hasil pilkada membawa kita pada kehidupan sosial yang lebih baik dan bermartabat.

    KPK Datangi Pemkab Lombok Barat

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan atensi dalam pencegahan tindak pidana korupsi kepada seluruh pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

    Melalui timnya, lembaga anti rasuah itu memberikan pendampingan kepada Pemkab Lobar dalam menyusun dan mengimplementasikan Rencana Aksi Daerah (RAD) tentang Pencegahan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Ruang Rapat Jayengrana, Kantor Bupati Lombok Barat, Selasa (13/3/2018).

    Untung Wicaksono selaku Ketua Tim diterima langsung oleh Sekretaris Daerah H. Moh. Taufiq yang kemudian mengumpulkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk diasistensi secara langsung oleh Untung dalam penyusunan dan merealisasikan RAD itu.

    Dalam kesempatan tersebut, Inspektur Lombok Barat, H. Rahmat Agus Hidayat yang juga didampingi oleh para Inspektur Pembantu lingkup Inspektorat Kabupaten Lobar memaparkan dokumen RAD.

    Dalam kesempatan berikutnya secara berturut-turut Kepala BPKAD H. Joko Wiratno, Sekretaris DPRD H. Isnanto Karyawan, Kepala Bappeda H. Baehaqi, Kepala DPM PTSP yang diwakili oleh Kepala Bidangnya, Kepala Dinas Kominfotik Budi Dharmajaya, dan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Heri Ramdhani memaparkan perencanaan dan kendalanya dalam RAD.

    Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lobar Hendrayadi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Abdul Manan, Kepala Dinas PU-TR Made Arthadana, dan beberapa pejabat eselon 3 yang mewakili Kepala OPD lainnya yang memiliki keterkaitan langsung dalam pencegahan tipikor.

    Dalam kesempatan itu, Untung Wicaksono memberikan atensi tinggi terhadap beberapa persoalan, di antaranya adalah permasalahan aset kendaraan dinas, pemanfaatan CCTV, pemanfaatan aplikasi multi media, bahkan pembaharuan web site.

    Secara khusus Untung memberikan tekanan kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) tentang kendaraan dinas (randis) mantan anggota DPRD yang belum mengembalikan randisnya saat aktif.

    “Perlu sesekali bersikap keras. Jika secara lisan pemberitahuan tidak digubris, melalui surat resmipun tidak diindahkan, maka dipersilahkan kepolisian mendatangi rumah pemegang motor dinas bersangkutan. Silahkan datangi rumahnya. Minta bantuan polisi,” tegas tim dari Unit Koordinasi dan Supervisi Wilayah Bali dan NTB.

    Untung pun memberikan apresiasi atas capaian RAD di Lobar.

    “Dibandingkan dengan daerah lain, Lobar cukup cepat dalam menyusun RAD,” pujinya sambil mengingatkan agar tetap mempertahankan level III dalam maturitas SPIP-nya.

    Dalan gelaran Rencana Aksi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Pemkab Lobar periode Desember 2017 ini, tercatat 11 permasalahan masing masing OPD yang dibahas meliputi Pengelolaah APBD, pengadaan barang/jasa,Perijinan dan Pelayanan Terpadu, Pengelolaan Dana Desa, Komunikasi Informasi, Pendidikan, dan Kesehatan. (f3)

    HUT Ke – 60 Lobar, Disarpusda Gelar Berbagai Lomba

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Sedikitnya ada 17 pelajar tingkat SLTP se-Kabupaten Lombok Barat unjuk diri dalam kepiawaian bercerita.

    Mereka dengan bersemangat menuturkan aneka kisah anak-anak yang telah lama populer di kalangan anak-anak Indonesia. Mulai dari Kisah Malin Kundang, Kisah Dewi Anjani, Kisah Batu Menangis, Bandung Bondowoso, sampai pada penuturan sejarah tentang Asal Usul Nama Pulau Lombok menjadi materi yang mereka tuturkan dalam Lomba Bercerita.

    Lomba bercerita ini merupakan salah satu dari sepuluh mata lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang dimulai sejak 12 Maret sampai tanggal 5 April 2018 di Pelataran Halaman Kantor yang berada di sekitar Giri Menang Square.

    Aneka lomba itu tidak lepas dari upaya Dinas yang dipimpin oleh Drs. H. M. Yamil untuk ikut memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lombok Barat yang ke – 60.

    Melalui Kepala Bidang Pembinaan Kearsipan dan Perpustakaan H. Maksum, aneka lomba ini diselenggarakan tidak lepas dari Rencana Strategis Dinas untuk ikut mencerdaskan masyarakat Lobar.

    “Tujuan pokok semua kegiatan kita adalah untuk meningkatkan minat baca masyarakat, kunjungan ke Perpustakaan Daerah, dan mewujudkan perpustakaan sebagai sumber belajar,” terang Maksum.

    Sekretaris Disarpusda Banu Harly pun memaparkan dampak lomba-lomba ini terhadap angka kunjungan ke Perpusda yang semakin tahun meningkat.

    “Ada 162 kunjungan per hari ke Perpustakaan kita di tahun 2017 lalu. Tahun ini kita semakin optimis karena banyak aplikasi yang dapat dimanfaatkan oleh para pengunjung,” terang Banu Harly.

    Ia menambahkan ada Perpustakaan Keliling yang rutin turun ke desa-desa dan sekolah-sekolah se-Lobar.

    “Kita punya dua unit mobil yang rutin turun empat hari dalam seminggu dan memberi akses kunjungan sebanyak 100 orang per kali turun,” pungkas Banu Harly dengan menambahkan bahwa jadwal tersebut bisa bertambah lagi dengan adanya permintaan-permintaan.

    Secara komulatif, dengan bangga Yamil menegaskan angka kunjungan tahun 2017 lalu melampaui target.

    “Angka target kunjungan khusus ke Perpusda di tahun 2017 lalu hanya 22 ribu saja, tapi tercapai 43.750 kunjungan,” tambah Yamil.

    Lomba Bercerita tingkat SMP dan Madrasah Tsanawiyah ini diikuti oleh 17 siswa-siswi. Mereka melanjutkan lomba yang sehari sebelumnya diikuti oleh 22 siswa-siswi tingkat SD/ MI se Lobar. Gelaran lomba kali ini pun menjadi seleksi terhadap Lomba yang sama di tingkat Provinsi dan Nasional sekitar Bulan Mei dan Juli nanti.

    Mata Lomba ini pun masih akan berlangsung esok hari dengan 17 siswa-siswa Tingkat SMA/ SMK/ MA.
    Peserta untuk mata lomba Bercerita di tahun ini meningkat sedikit dari tahun sebelumnya.

    “Tahun ini diikuti oleh 55 peserta untuk semua tingkatan. Tahun lalu di bawah 50,” terang H. Maksum.

    Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Lobar yang ke 60, selain mata Lomba Bercerita ini, Disarpusda Lobar juga menyelenggarakan Lomba Baca Puisi, Lomba Cipta Puisi, Lomba Menulis Cerita, Lomba Mading, Lomba Mewarnai, Lomba Perputakaan Sekolah dan Desa, Lomba Teruna Dedare Duta Buku, Lomba Paduan Suara, dan Lomba Senam Berirama dan Kreasi Artistik.

    “Bagi yang berminat mengikuti mata lomba, masih bisa mendaftar untuk beberapa mata lomba yang belum technical meeting,” tambah Banu Harly berpromosi.

    “Nanti saat penutupan tanggal 19 April, di samping pemberian hadiah, kita juga akan melaunching aplikasi Kunang-Kunang,” terang Yamil menjelaskan bahwa aplikasi ini untuk melengkapi aplikasi yang sebelumnya telah ada, yaitu integrated library system (inlist) Lombok Barat.

    “Dengan aplikasi Kunang-Kunang ini, kita bisa berkunjung ke 350 perpustakaan se Indonesia,” pungkasnya bangga. (f3)

    Danrem 162/WB Kunjungi Koramil Model Kodim 1606/Lobar

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Danrem 162/WB Kolonel Inf H. Farid Makruf, M.A., melaksanakan kunjungan kerja ke Koramil model Kodim 1606/Lobar yakni Koramil 1606-01/Cakranegara dan disambut Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto, S.IP., bersama para Kasi Korem dan para Perwira Kodim 1606/Lobar.

    Pada kesempatan tersebut, Farid melakukan pengecekan kondisi kantor Koramil sekaligus memberikan arahan kepada seluruh anggota Koramil Cakranegara. Dalam arahannya, Farid menekankan tentang lima kemampuan teritorial yang harus dimiliki dan dikuasai oleh masing-masing Babinsa.

    “Kalian sebagai insan teritorial harus menguasai dan mengaplikasikan lima kemampuan teritorial yang sudah diperoleh dari kursus Babinsa maupun dalam program peningkatan kemampuan teritorial aparat wilayah (Katpuanter Apwil),” tegas Danrem.

    Lima kamampuan teritorial yang dimaksud Farid adalah temu cepat lapor cepat, kemampuan manajemen teritorial, kemampuan penguasaan wilayah, kemampuan perlawanan rakyat dan kemampuan komunikasi sosial.

    Dilanjut Danrem, lima kemampuan teritorial tersebut sebagai dasar dan modal utama untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat sehingga hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan pembinaan sesuai dengan harapan.

    Selain itu, Farid juga mengingatkan tentang Netralitas TNI yang harus dijaga dan dipertahankan karena sampai sekarang tingkat kepercayaan rakyat terhadap TNI masih pada peringkat pertama.

    “Tetap jaga netralitas TNI pada saat menjalankan tugas karena kalian sebagai ujung tombak di bidang teritorial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sangat rentan terhadap pelanggaran,” kata Farid.

    Farid berharap, sebagai Koramil model, harus mampu menjadi contoh bagi Koramil-Koramil yang lain khususnya jajaran Kodim 1606/Lobar.

    “Semoga dalam menjalankan tugas selalu diberikan segala kemudahan dan keikhlasan dengan tetap berpedoman berbuat terbaik, berani, tulus dan ikhlas”, harap Danrem. (f3)

    Warganet ‘Serbu’ Akun Demokrat, Dorong SBY Usung TGB

    HarianNusa.com, JAKARTA – Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato politiknya di akhir Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Ahad (11/3) kemarin.

    Aksi pidato AHY ini cukup menyita perhatian publik karena disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Beragam pendapat menjadi perbincangan warganet di akun Facebook resmi DPD Partai Demokrat.

    Unggahan video pidato politik AHY yang berjudul “Pidato Politik @agusyudhoyono sebagai Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat” menuai reaksi beragam. Hingga Senin (12/3) pukul 18.30 Wib, unggahan ini mendapat tanggapan dengan 406 komentar dan sudah dibagikan sebanyak 114 kali.

    Menariknya, beragam komentar yang muncul justru berisi harapan dari warganet kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar memilih Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) sebagai calon Presiden atau Wakil Presiden pada 2019. TGB yang telah menjabat sebagai Gubernur NTB selama dua periode merupakan kader Partai Demokrat.

    “Semoga Bapak SBY yang terhormat legowo dan menjadi king Maker untuk Tuan Guru Bajang(TGB) Dr. Muhammad Zainul Majdi Lc.Ma. Seorang Umara, Ulama, Gubernur termuda 2 periode, Doktor ahli tafsir Al qur’an, Masih usia sangat produktif dan matang cara berpikirnya, jauh dari korupsi dan penghargaan begitu banyak yang beliau hasilkan selama memimpin NTB. Insyaallah dia sangat dicintai dan disegani Umat. Umat sangat merindukan sosok seperti beliau ini,” tulis akun bernama Dino Paparazi.

    Akun lain, Muhammad Bustomi Jauhari, mengatakan, TGB adalah kader terbaik Demokrat dan salah satu pemimpin terbaik bangsa.

    “Salah satu ulama terbaik negeri ini dan beliau idaman seluruh rakyat di penjuru nusantara,” tulis Muhammad Bustomi.

    Harapan serupa juga disuarakan akun bernama Sadrul Pahmi, yang menuliskan, “Kami sebagai rakyat yang ingin merasakan keberkahan di negeri tercinta, kita sangat mengharapkan kepada yth Bapak Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengusung Tuan Guru Bajang (TGB) untuk menjadi capres 2019. Dengarkan suara rakyat pak,” tulis Sadrul.

    Akun bernama Reza Ardiantori juga menyebut TGB lebih berpengalaman dalam hal menjalankan pemerintahan lantaran sudah dua periode menjadi Gubernur NTB, dan terbukti telah memajukan NTB.
    “Semua orang bisa melihat NTB sekarang perbuahan yang di bawa TGB di NTB. Silahkan ke NTB Anda akan melihat hasil kerja nyata TGB. TGB seorang ulama, hafal quran, ahli hadist, penceramah, guru, dsbnya. Kita semua mengharapkan Indonesia di pempin oleh TGB,” tulis Reza. (sat)

    Pemuda dan Tokoh Masyarakat Swela Deklarasi Dukung Zul-Rohmi dan Fiddin 

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Setelah ratusan kelompok pemuda Kecamatan Pringgabaya Deklarasi menyampaikan dukungannya kepada Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah dan Dr.Hj.Siti Rohmi Djalilah dan dukungan Palson Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur H.Syamsul Lutfi dan H.Najamuddin Moestafa, kali ini dukungan untuk mendukung paslon Zul-Rohmi untuk NTB Gemilang dan Paslon Fiddin untuk Lotim Baru dari kelompok pemuda Kecamatan Swela Lombok Timur yang tergabung dalam Relawan Sahabat NTB untuk Zul-Rohmi dan Fiddin. Pemuda dan tokoh Masyarakat kecamatan Swela Lotim, Sabtu Minggu lalu ( 9/3/2018) menggelar pembekalan relawan sekaligus Deklarasi dukungan kepada paslon Gubernur/Wakil Gubernur NTB Zul-Rohmi dan paslon Bupati/Wakil Bupati Lotim kepada Paslon Fiddin.

    Kelompok pemuda yang tergabung dalam Relawan Sahabat NTB untuk Zul Rohmi dan Fiddin di Kecamatan Swela Kabupaten Lombok Timur hari ini, Sabtu (10/3) melakukan deklarasi untuk mendukung pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah dan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur H.M.Syamsul Lutfi dan H.Najamuddin Moestafa

    Acara pembekalan relawan dan Deklarasi dukungan diselenggarakan di Desa Swela Kecamatan Swela Lombok Timur, Deklarasi dihadiri oleh perwakilan Relawan Zul Rohmi dan Fiddin dari tiap-tiap dusun dan desa di Kecamatan Swela, sekitar 100 Relawan yang hadir merupakan relawan dari kalangan pemuda baik Laki-laki maupun perempuan dari wilayah Kecamatan Swela. Berbeda dengan relawan lainnya kelompok Relawan yang menggunakan jargon “Kami Fiddin untuk Lotim Baru, Kami Zul-Rohmi untuk NTB Gemilang, Pilkada 2018 Insyaallah Menang”.

    “kami dari Relawan Sahabat NTB Lombok Timur memang menggunakan jargon yang berbeda “Kami Zul-Rohmi”, “Kami Fiddin
    ini” ini adalah bentuk simbolik semangat kaum muda, Jargon ini kami gunakan sebagai sikap asosiatif kami dengan paslon Zul-Rohmi dan Paslon Fiddin, kedua paslon ini mewakili sikap batin kami dari kalangan muda, kami yakin mereka mampu mengemban amanah masyakat NTB dan masyarakat Lombok Timur, personifikasi muda ditambah kapasitas yang kuat dan berpangalaman memimpin birokrasi dan parlemen meneguhkan kayakinan kami sebagai pemuda bahwa beliau-beliau ini mampu dan bisa melanjutkan kemajuan NTB pasca TGB. Kata ketua Relawan Zul-Rohmi dan Fiddin Rasyid Ridho.

    Lebih jauh Ketua Relawan Sahabat NTB untuk Zul Rohmi dan Fiddin Kecamatan Swela dalam pernyataan sikapnya bersama para Relawan menegaskan “Kami Relawan Sahabat NTB untuk Zul Rohmi dan Fiddin Kecamatan Swela Lombok Timur menyatakan dukungan kepada Paslon Zul-Rohmi untuk NTB dan Paslon Fiddin untuk Lotim, Forum silaturahmi kami ini mengakomodir seluruh dusun dan desa sekecamatan Swela Lotim, kami sudah konsilidasikan wilayah Swela dengan semangat perubahan dan kemajuan untuk NTB dan Lotim,” tegas Rasyid Ridho , Ketua Relawan Sahabat NTB untuk Zul-Rohmi dan Fiddin Kecamatan Swela Lotim.

    Dukungan Relawan Sahabat NTB untuk Zul-Rohmi dan Fiddin Kecamatan Swela menurut Rasyid Ridho yang juga mantan aktivis pemuda mahasiswa Lotim ini punya alasan kuat. Mereka merasa punya kesamaan semangat dan harapan baru pada kedua paslon ini baik untuk NTB dan Lotim, kedua paslon ini yang mampu merepresentasikan semangat dan harapan kaum muda NTB dan Lotim. Mereka percaya Zul-Rohmi dan Fiddin adalah dua paslon yang tepat untuk melanjutkan ikhtiar Gubernur NTB. “Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi di NTB yang telah sukses membangun daerah ini selama 10 tahun memimpin dan paslon Fiddin di Pilkada Lotim memiliki visi dan misi yang bagus dan bermasa depan, dan paslon Fiddin ini memiliki komitmen kuat untuk mendorong Kabupaten Lotim yang baru dan maju,” tegasnya.

    Ridho menambahkan Relawan Zul-Rohmi dan Fiddin sudah mengorganisir dan mengkonsolidasikan kekuatan muda Lotim untuk memenangkan paslon ZulRohmi untuk NTB Gemilang dan Fiddin untuk Lotim Baru, organisasi Relawan kami ini menyebar di seluruh dusun dan desa di wilayah Lotim yang kami kordinasikan di basis kecamatan dan kerja-kerja politik kami di tingkat desa-dusun bahkan sudah ada sebagian di basis TPS masing-masing, kami akan mendorong politik bersih dan santun, politik bermasa depan gemilang dan baru.

    Menutut Ridho semangat kelompok muda di Lotim baik laki-laki dan perempuan harus berasosiasi dan bergabubg dengan calon pimpinan muda karena pada merekalah harapan dan semangat pembangunan itu ada dan layak dibebankan pada pundak Paslon ZulRohmi untuk NTB dan Paslon Fiddin untuk Lotim. Tegas Jun Ketua Sahabat NTB Relawan Zul-Rohmi dan Fiddin Kecamatan Swela Lombok Timur. (sat) 

    error: Content is protected !!