More
    Beranda blog Halaman 414

    Tingkatkan Fasilitas Layanan, RSUD Provinsi NTB Sediakan Penginapan

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyediakan kamar penginapan (Guest House Mandalika) bagi pengunjung atau keluarga pasien yang datang dari luar kota Mataram atau luar Pulau Lombok yang ingin menginap.

    “Guest House Mandalika bisa dimanfaatkan oleh pengunjung-pengunjung yang datang dari luar kota Mataram atau luar Pulau Lombok, misalkan pengunjug yang dari Bima , Dompu, Sumbawa dan lainnya yang mempunyai keluarga yang dirawat inap bisa menginap disini,” ungkap Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM di Mataram, Senin (26/2/18).

    Dilanjutnya, Guest House Mandalika merupakan salah satu bentuk layanan RSUD Provinsi NTB kepada pengunjung atau tamu.

    “Dan apabila ada tamu RSUD Provinsi NTB dari luar saat acara maka kita inapkan di situ (Guest House Mandalika, red). Daripada mereka kita inapkan di hotel,kita inapkan disitu dengan tarif yang sangat murah,” jelasnya.

    Saat ini Guest House Mandalika sedang promosi dengan tarif standar 150 rb permalam.Dengan fasilitas hotel bintang tiga tentu tarif ini terbilang sangat low.

    “Karena kita tidak melihat dari segi bisnisnya melainkan dari segi sosialnya dan alhamdulillah sangat bermanfaat,” lanjutnya Fikri.

    Guest Houst Mandalika berada di lantai 2 dan 3 Graha Mandalika yang diperuntukkan bagi keluarga pasien atau pengunjung RSUD Provinsi NTB dan umum. Terdiri dari 3 type kamar yakni Deluxe sebanyak 4 kamar, Superior 4 kamar dan Standar sebanyak 16 kamar.

    Pengunjung atau keluarga pasien RSUD Provinsi NTB yang akan menginap, kini tidak perlu lagi mencari penginapan jauh-jauh. Guest House Mandalika sebagai alternatif yang tepat.

    Tingkatkan Fasilitas Layanan, RSUD Provinsi NTB Sediakan Penginapan

    HarianNusa.com, Mataram – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyediakan kamar penginapan (Guest House Mandalika) bagi pengunjung atau keluarga pasien yang datang dari luar kota Mataram atau luar pulau Lombok yang ingin menginap.

    “Guest House Mandalika bisa dimanfaatkan oleh pengunjung-pengunjung yang datang dari luar kota Mataram atau luar Pulau Lombok, misalkan pengunjug yang dari Bima , Dompu, Sumbawa dan lainnya yang mempunyai keluarga yang dirawat inap bisa menginap disini,” ungkap Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM di Mataram, Senin (26/2/18).

    Dilanjutnya, Guest House Mandalika merupakan salah satu bentuk layanan RSUD Provinsi NTB kepada pengunjung atau tamu.

    “Dan apabila ada tamu RSUD Provinsi NTB dari luar saat acara maka kita inapkan di situ (Guest House Mandalika, red). Daripada mereka kita inapkan di hotel,kita inapkan disitu dengan tarif yang sangat murah,” jelasnya.

    Saat ini Guest House Mandalika sedang promosi dengan tarif standar 150 rb permalam.Dengan fasilitas hotel bintang tiga tentu tarif ini terbilang sangat low.

    “Karena kita tidak melihat dari segi bisnisnya melainkan dari segi sosialnya dan alhamdulillah sangat bermanfaat,” lanjutnya Fikri.

    Guest Houst Mandalika berada di lantai 2 dan 3 Graha Mandalika yang diperuntukkan bagi keluarga pasien atau pengunjung RSUD Provinsi NTB dan umum. Terdiri dari 3 type kamar yakni Deluxe sebanyak 4 kamar, Superior 4 kamar dan Standar sebanyak 16 kamar.

    Pengunjung atau keluarga pasien RSUD Provinsi NTB yang akan menginap, kini tidak perlu lagi mencari penginapan jauh-jauh. Guest House Mandalika sebagai alternatif yang tepat. (f3)

    Sepasang Pasutri Bersama Dua Pria di Kota Bima Ditangkap Polisi

    HarianNusa.com, Bima Kota – Polres Bima Kota kembali menguak peredaran gelap narkotika. Bertempat di Desa Naru Timur Kacamatan Sape Kabupaten Bima, pasangan suami istri (pasutri) bersama dua pria ditangkap polisi, Senin (26/02).

    Mencari Sosok Ideal untuk NTB

    Lalu Moh. Nazar Fajri, MPA

    Dosen Fakultas Ilmu Administrasi UNW Mataram

    Jikalau tak ada aral melintang, pada tahun ini tepatnya tanggal 27 juni 2018 pesta demokrasi yakni Pemilihan Umum Kepala Daerah serentak akan diselenggarakan di Bumi Seribu Masjid Provinsi Nusa Tenggara Barat. Masyarakat akan memilih pemimpin provinsi dan kabupaten untuk 5 tahun ke depannya. Pemilu diyakini sebagai sarana yang paling demokratis untuk memilih elit politik, dalam pemilu para pemilih bebas untuk menentukan siapa yang dipilih, dan para calon elit juga bebas mengumbar janji untuk menarik massa sebanyak mungkin. Suasananya mirip pasar, hiruk pikuk oleh suara orang menawarkan barang, yang tertarik ataupun tidak tertarik karena tak percaya lagi dengan barang yang ditawarkan. Hampir di setiap negara demokratis hal yang sangat lazim adalah kampanye. Mengapa? karena kampanye merupakan bagian dalam menjual dan memperkenalkan produk baik dari jalur partai maupun jalur perseorangan.

       Terlepas dari variasi cara yang digunakan. Demokrasi selamanya menghendaki rakyat terlibat langsung dalam memilih pemimpinnya. Terlibat langsung artinya rakyat mengetahui betul kualitas dan popularitas dari calon yang hendak dipilih (Womack, 1988). Kualitas bersangkut paut dengan daya analisa si calon terhadap masalah-masalah sosial yang berkembang. Popularitas berhubungan dengan dikenal atau tidak dikenalnya si calon oleh para pemilih. Kedua aspek ini berdiri terpisah, artinya adalah popularitas tidak berhubungan dengan kualitas si calon. Dalam banyak kasus, memilih calon hanya didasarkan pada jauh dekatnya hubungan personal antara mereka dan itu berlaku di setiap pemilihan umum.

       Dalam negara berkembang, faktor-faktor di luar kualitas sangat dominan memainkan peranannya dalam terpilih atau tidak terpilihnya si calon. Dalam hal ini masih tingginya sentimen primordialisme dan patrimonialisme dalam masyarakat. Pandangan semacam ini kiranya cocok untuk melihat pola tingkah laku pemilih.

       Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang “diwisuda oleh rakyat. Oleh karena itu sudah seharusnya rakyat diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menguji kualitas dan kapabilitas dari setiap calon pemimpin yang akan berlaga dalam kontes Pemilihan Kepala Daerah.

       Secara umum menurut Titus (1986) ada enam faktor penting yang harus diperhatikan dalam memilih seorang pemimpin : intellectual capacity, self-sifnificance, vitality, training, experience, and reputation. Keenam faktor tersebut memiliki pengaruh yang kuat dalam menentukan persepsi seseorang terhadap masalah sosial yang dihadapi; kemampuan untuk merumuskan secara jelas buah pikiran yang bersifat abstrak, dan stabilitas emosional seorang pemimpin.

       Kapasitas intelektual memperlihatkan seberapa besar daya analisis seseorang. Jika semakin tinggi akan membuat seseorang akan merasa semakin yakin akan dirinya, dalam hal ini meningkatkan kepercayaan dirinya bahwa ia adalah seorang yang “penting”. Ketajaman analisis sepenuhnya tidak dipengaruhi oleh banyaknya atau tingginya pendidikan formal yang ditempuh bahkan bukan dikarenakan sederet gelar yang dimiliki. Ketajaman analisa ini didapat melalui latihan-latihan yang dilakukan oleh seorang pemimpin. Artinya indikator latihan-latihan menjadi suatu bagian dalam mengasah ketajaman analisa seseorang.

       Selanjutnya ketajaman daya analisa itu lebih banyak ditentukan oleh kemauan seseorang untuk terlibat aktif dalam kehidupan sosial, mau untuk bertukar pikiran tanpa harus tersinggung dengan orang lain jika ada perbedaan pendapat. Di sinilah dapat dinilai bagaimana faktor kestabilan emosi dan vitalitas seseorang sangat menentukan. Seseorang yang mudah “meledak” jelas menunjukkan emosi yang tak stabil. Apakah kita menginginkan dipimpin yang seperti ini? Demikian halnya jika orang yang sakit-sakitan, tentu mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan masyarakat. Yakinkah kita bahwa dia mampu mengurus kita, sedangkan mengurus dirinya sendiri saja tidak bisa!

       Secara ideal semestinya seorang pemimpin memiliki sifat kepemimpinan “Leader and Leadership” yang baik. Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain dalam bekerja sama, bertindak sesuai dengan kehendak bersama, merupakan kunci dari sifat kepemimpinan. Karena itu, seorang pemimpin tidak sepenuhnya dapat dibentuk dari bangku kuliah. Dia harus diuji dan teruji dalam kehidupan masyarakat yang complicated, menghadapi persoalan-persoalan riil. Hanya dengan inilah masyarakat dapat menilai kualitas pribadi dan intelektualitas seseorang yang ingin memimpin.

       Jauh dari beberapa konsep di atas, Islam telah menggambarkan sosok pemimpin yang ideal yang bisa menjadi sebuah rujukan bagi masyarakat untuk secara cerdas memilih pemimpinnya. Islam menawarkan nilai-nilai yang begitu agung dalam hal kepemimpinan di mana hal tersebut tercermin dalam empat (4) sifat Rasululullah Muhammad SAW. Empat sifat tersebut adalah, Shiddiq (benar), Amanah (dipercaya), Tabligh (menyampaikan yang benar) dan Fathonah (cerdas). Keempat tersebut sangat tepat jika dijadikan landasan juga dalam memilih pemimpin karena keempat sifat tersebut merupakan gambaran ideal dari seorang pemimpin jika diibaratkan dengan sebuah produk, ini merupakan “paket komplit” dari seorang pemimpin.

       Jika melihat fenomena yang terjadi saat ini, masyarakat NTB sedang mengalami “kegalauan” dalam memilih calon yang ada, dikarenakan penilaian masyarakat yang begitu luar biasa pada sosok gubernur saat ini (TGH. Dr. M. Zainul Majdi). Di mana beliau TGB dianggap sebagai sosok umara dan ulama yang merepresentasikan nilai-nilai agung di atas. Hal tersebut tentunya sudah diamati oleh setiap calon kepala daerah untuk bisa mengatasi kegalauan masyarakat NTB dengan strategi-strategi yang tentunya menjadi pelipur lara bagi masyarakat NTB.

       Semoga ke depannya NTB menjadi provinsi yang lebih baik lagi dari segala aspek. Apa yang telah diperbuat oleh pemimpin sebelumnya, akan dilanjutkan lebih baik lagi dalam rangka development sustainability yakni menjalankan amanah yang tertuang dalam konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.

    Puluhan Kendaraan Roda Dua di Mataram Terjaring Razia

    HarianNusa.com, Mataram – Satuan Llau Lintas (Sat Lantas) Polres Mataram menggelar razia di Jalan Langko Kota Mataram atau tepatnya di depan Mapolres Mataram. Razia digelar sore tadi, Senin (26/02).

    DPW Komando NTB Dilantik, Pengurus Siap Sukseskan Pemilu 2019

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Koalisi Muda Partai Perindo (KOMANDO) Provinsi Nusa Tenggara Barat dilantik oleh DPP Komando. Pelantikan dilakukan di Kantor DPD PERINDO Lombok Barat, Senin 26 Februari 2018.

    Ketua Umum DPP KOMANDO, Beni Pramula, secara langsung hadir melantik ditemani oleh Sekretaris Jenderal, Aminullah Siagian. Hadir juga dalam Pelantikan itu Ketua DPW PERINDO NTB, H. Izzul Islam beserta Sekretaris DPW NTB M Juaini, dan beberapa Ketua DPD Perindo.

    Ketua DPW KOMANDO NTB, Parwadi, SE saat dilantik mengatakan akan melanjutkan perjuangan Perindo memenangi Pemilu 2019 mendatang.

    “Hadirnya Komando di NTB akan melengkapi perjuangan Perindo untuk memenangkan Pemilu 2019, untuk terwujudnya visi besar partai, yaitu Indonesia sejahtera,” ujarnya.

    Parwadi juga menambahkan akan komitmen untuk berjuang memenangkan H. Izzul Islam di Pilbub Lombok Barat 2018.

    Di tempat yang sama, Ketua Umum DPP KOMANDO, Beni Pramula menjelaskan kelahiran dan fungsi Komando sebagai gagasan besar beberapa tokoh lintas Ormas.

    “Komando lahir dari pikiran dan gagasan beberapa tokoh pemuda lintas Ormas dan bergabung menjadi bagian Partai Perindo karena memiliki kesamaan visi,” pungkasnya.

    Beni mengajak pemuda dan mahasiswa di NTB untuk bergabung dalam politik praktis melalui Komando. Karena dengan begitu bisa meningkatkan kontribusi bagi bangsa dan negara, selain demonstrasi lapangan.

    “Mahasiswa dan pemuda harus sibuk dengan kegiatan kegiatan organisasi dan kegiatan positif lainnya. Jangan hanya sibuk memikiran urusan personal,” cetusnya.

    Sementara Ketua DPW Perindo NTB, H. Izzul Islam mengapresiasi pelantikan DPW Komando NTB. Ia mengajak anak muda untuk ikut bergabung dalam Perindo.

    Cabub Lobar ini ke depan akan mempersiapkan mobil perpusatakaan keliling Komando untuk kontribusi partai agar bisa langsung dirasakan rakyat.

    Acara pelantikan dirangkai dengan santunan anak yatim dan dimeriahkan dengan Tari Gandrung. (sat)

    Wacana Menggantikan Nama Bandara Lombok Kembali Mencuat

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Dinas Perhubungan Provinsi NTB menggelar Sarasehan yang bertajuk “Pengaruh Ekonomi, Sosial dan Budaya dengan Kehadiran Lombok Internasional Airport” di gedung Graha Praja Bhakti Kantor Gubernur NTB, Senin (26/2/2018).

    Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si menyampaiakan Pemerintah Provinsi NTB membuka secara lebar Line Ston (etape) Bandara Lombok Internasional Airport (LIA) NTB kepada siapa saja yang akan berkunjung ke NTB, dan hingga saat ini sudah banyak tamu yang berdatangan.

    “Kedatangan para tamu tersebut sangat pesat pengaruh dan dampaknya untuk perkembangan ekonomi Nusa Tenggara Barat,” Ungkapnya.

    Sementara dalam sambutannya, Sekda Provinsi NTB, Ir H. Rosiady Sayuti, PhD menyampaiakan pembangunan Bandar LIA sangat bermanfaat. Dengan adanya LIA frekuensi penerbangan dari dan luar Lombok sudah sangat pesat.

    Ia juga menyampaikan keinginan gubernur terhadap pihak-pihak terkait untuk memberikan mengkoordinasikan nama yang tepat untuk diberikan pada bandara yang sudah beroprasi kurang lebih 6 tahun tersebut, seperti nama bandara yang ada di daerah lain.

    “Setelah difungsikan di mana saat ini Bandara LIA adalah nama yang di berikan sementara,” ujarnya.

    Sarasehan tersebut menghadirkan dua orang pembicara yakni Budayawan NTB, Drs. H.L Agus Fathurrahman, M.Si dengan tema Pengaruh dan Sosial Budaya Kehadiran Lombok International Airport, dan Akademisi Unram Fakultas Ekonomi, Drs Iwan Harsono dengan tema Pengaruh Ekonomi Terhadap kehadiran Lombok International Airport.

    Saat itu, Agus Faturahman menyampaikan permasalahan yang ada dari pembangunan bandara, visi global, dampak transportasi dan informasi yang dihasilkan oleh bandara, adanya gagal paham dan ketahanan sosial budaya yang berdampak kepada sosial budaya sehingga mampu beradaptasi dan berkembang dalam masyarakat.

    Bagaimana mengelola bandara sehingga menghasilkan sesuatu yang positif, sehingga berpengaruh pada perkembangan sosial budaya. Untuk itu Ia menyarankan agar bandara itu harus memiliki nama dan eksotik. (f3)

    PMII Mataram Gelar Aksi Tolak UU MD3

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Puluhan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia (PC PMII)  Mataram menggelar aksi penolakan terhadap disahkannya UU MD3 oleh DPR RI beberapa waktu lalu.

    Ketua PMII Cabang Mataram, Muhamad Shalihin dalam orasinya menyatakan PMII cabang kota Mataram bersama seluruh PMII lainnya dengan tegas menyatakan menolak pengesahan UU MD3.

    “Hari ini, kami Pengurus Cabang PMII Mataram menggelar aksi penolakan serentak di seluruh Indonesia sesuai dengan intruksi PB PMII,” teriaknya dengan suara lantang dan tegas.

    Secara kelembagaan, lanjut Shalihin, PB PMII dengan tegas menolak pasal-pasal yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dalam revisi UU MD3.

    “PB PMII berpandangan bahwa setiap warga negara berhak memberikan kritiknya terhadap kinerja anggota dan lembaga DPR,” ujarnya

    Adapun ekspersi yang berbeda-beda dalam memberikan kritiknya,kata Shalihin, tidak boleh dipandang sebagai bentuk penistaan terhadap anggota dan lembaga DPR, apalagi sampai dijerat dengan hukum.

    “Oleh karena itu PB PMII mendesak kepada Presiden Republik Indonesia agar tidak menyetujui dan tidak menandatangani revisi UU MD3,” tegasnya

    Menurutnya, ini sebagai bentuk sikap politik Presiden untuk tidak mendukung revisi UU MD3 sekaligus menjadi sikap keberpihakannya kepada rakyat.

    “Maka, PB PMII mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera mengeluarkan PERPPU pengganti UU MD3,” tegasnya disambut yel-yel oleh peserta aksi lainnya.

    Ditambahkannya, PB PMII senantiasa beristiqomah dalam memperjuangkan hak demokrasi warga Negara yang terancam oleh revisi UU MD3 dan akan melakukan Uji materi (Judicial review) atas pasal-pasal dimaksud ke mahkamah konstitusi melalui LBH PB PMII.

    “PB PMII siap membela warga negara yang menjadi korban kriminalisasi revisi UU MD3 dalam memperjuangkan keadilan,” tambah Shalihin di depan gedung DPRD Provinsi NTB, Senin (26/2/2018).

    Sementara, Sekertaris Dewan Mahdi Muhamad saat menemui masa aksi mengatakan, tidak ada pembatasan hak demokrasi seluruh warga untuk menyalurkan aspirasi dan kritik ke DPRD.

    “Silahkan saja mau kritik DPRD, tidak ada larangan. Hak demokrasi di daerah tetap seperti biasa. Saya Mewakili DPRD juga merasa keprihatinan. Kami DPRD NTB tidak sepaham dengan UU MD3 yang disahkan oleh DPR RI,” pungkasnya.

    Setelah diterima perwakilan DPRD Provinsi NTB, masa aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib. Namun selanjutnya akan ada masa aksi yang lebih banyak lagi. (f3)

    TGB: Anak-Anak Merupakan Aset Masa Depan Bangsa

    0

    Hariannusa.com, Karawang – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, menghadiri Qur’anic Parenting sekaligus Wisuda Santri Markaz Hannan di Aula Husni Hamid Pemda Karawang, Jawa Barat, Minggu (25/02/2018).

    Gubernur NTB memandang para siswa atau santri merupakan aset masa depan bangsa. Mereka itu kata TGB akan mengambil peran untuk menjaga kemajuan dan mengokohkan keutuhan suatu bangsa.

    Karena itu, para siswa atau santri itu lanjut Gubernur Tuan Guru Bajang (TGB) harus dibekali ilmu dan karakter yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan dan perubahan di masa yang akan datang.

    “Siapakah yang akan menjaga kemajuan dan perkembangan bangsa kita? Anak-anak yang barusan yang kita wisuda, adalah penjaga kemajuan dan perkembangan Indonesia.” Ujar Gubernur peraih berbagai penghargaan itu di hadapan ratusan wali santri dan anggota Paguyuban Alumni Azhar Mesir (PAAM) Jawa Barat.

    Kemudian, pada acara yang dihadiri oleh Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana dan beberapa pejabat Pemkab Karawang tersebut, TGB menerangkan tentang Al-Quran.Menurutnya, Al Qur’an merupakan sumber inspirasi dan motivasi hidup, termasuk dalam memimpin.

    Tidak lupa juga TGB dalam uraian singkatnya, menyampaikan pujian dan apresiasi kepada Bupati Karawang atas komitmen dan dukungan pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan agama. Yakni mulai usia dini yang nantinya bukan saja akan berguna bagi Kabupaten Karawang saja namun untuk bangsa.

    “Sebaik-baiknya investasi bagi masa depan kita adalah terbentuknya generasi penerus berupa anak yang sholeh/sholehah yang nantinya akan mendoakan kedua orang tuanya,” ungkap TGB.

    Di penghujung acara TGB dan Bupati Karawang menandatangan prasasti peresmian berdirinya lembaga tahfiz anak-anak yang terinspirasi dari buku 3 Hafizh Cilik Mengguncang Dunia.

    Penandatanganan tersebut disaksikan pengasuh Markaz Hannan, Ustadz Sunario Lc. “Semoga semuanya berkah,” harap TGB. (f3)

    Pengedar Narkoba di Penujak Diringkus Polisi

    HarianNusa.com, Lombok Tengah – Seorang pria asal Dusun Dayen Peken, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat berinisial TC (36) terpaksa harus berurusan dengan polisi akibat kepergok memiliki dua jenis narkotika yang termasuk dalam golongan I berupa ganja dan shabu, Jumat (23/02).

    “Di Dusun Dayen Peken kami berhasil mengamankan saudara TC, dan langsung mencari dan mengamankan barang bukti,” terang Kapolres Loteng AKBP Kholilur Rochman melalui Kasat Narkoba AKP Muhaemin SH SIK.

    Penangkapan ini didasari oleh beberapa laporan masyarakat yang mengaku resah dengan perilaku TC yang dikenal berperan aktif dalam peredaran shabu dan ganja di wilayah Penujak dan sekitarnya.

    Hal ini dibuktikan dengan barang bukti yang berhasil disita petugas berupa dua poket kristal bening, satu poket ganja, satu set lengkap alat hisap yang terbuat dari botol air mineral dan tiga bungkus plastik Klip kosong yang nantinya digunakan untuk memoket shabu menjadi ukuran lebih kecil.

    Pria yang seharinya berprofesi sebagai pegawai swasta dan barang bukti mendekam di Mapolres Lombok Tengah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

    Tersangka terancam dikenakan Pasal 112 ayat (1) dan/atau Pasal 111 ayat (1) dan/atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun penjara. (sat)

    Jelang Pilkada, Polisi dan TNI di Kota Bima Gelar Razia Kamtibmas

    HarianNusa.com, Bima Kota – Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif jelang pelaksanaan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Bima Tahun 2018, gabungan personil Polres Bima Kota bersama personil Brimob Den A Bima dan personil TNI dari Kodim 1608 Bima menggelar cipta kondisi berupa razia dan patroli gabungan di wilayah Kota Bima, Sabtu (24/02).

    Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Bima Kota Kompol Kasman Husen ini menggelar apel bersama di halaman Mako Polres Bima Kota sebelum melakukan cipta kondisi.

    “Sasaran kita pada pelaksanaan cipta kondisi kali ini adalah senjata tajam, narkoba, minuman keras, kendaraan yang menggunakan knalpot racing dan kendaraan yang dicurigai hasil curanmor” kata Kabag Ops saat memberikan pengarahan kepada personil yang akan melakukan giat cipta kondisi.

    Setelah menggelar apel bersama, langsung dilakukan kegiatan cipta kondisi berupa razia di depan Mako Polres Bima Kota dan melakukan patroli di wilayah yang rawan terjadi gangguan Kamtibmas.

    “Kali ini melakukan patroli di wilayah Kecamatan Rasana’e Barat mulai dari Pantai Amahami, Pantai Lawata sampai perbatasan kota dengan menyisir tempat-tempat yang rawan gangguan kamtibmas seperti curat, curas dan curanmor serta gangguan kamtibmas lainnya,” jelasnya.

    Selain itu juga petugas yang menggelar patroli melakukan razia di Cafe Este dan menyita beberapa botol minuman keras. (sat)

    error: Content is protected !!