More
    Beranda blog Halaman 56

    Belanja Pegawai Pemda Loteng Capai Rp1,3 Triliun, KPK Minta Kurangi Jadi 30% dari APBD

    HarianNusa, Lombok Tengah – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Wilayah V mengingatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah untuk mengurangi angka Belanja Pegawai yang diketahui bengkak hingga 49,15% atau sekitar Rp1,3 triliun dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sebesar Rp2,3 triliun.

    Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 84 Tahun 2022, yang menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah mengalokasikan Belanja Pegawai di luar tunjangan guru yang dialokasikan melalui Transfer Ke Daerah (TKD) paling tinggi 30% dari total APBD. Peraturan ini juga didukung oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 yang mengharuskan Pemerintah Daerah untuk menyesuaikan porsi belanja pegawai secara bertahap dalam waktu 5 tahun jika persentase belanja pegawai melebihi 30%.

    “Seharusnya angka tersebut bisa dikurangi menjadi 30% dari APBD. Hanya saja, pengurangan nilai belanja pegawai cukup sulit, mengingat hal itu merupakan kebutuhan paling penting. Oleh sebab itu, satu-satunya solusi adalah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Kepala Satgas Korsup Wilayah V Dian Patria usai menggelar Rapat Koordinasi Akselerasi Pencegahan Korupsi Terintegrasi 2024 bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Senin (12/8).

    Dian menekankan, PAD Loteng dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan aset daerah secara maksimal serta melakukan penarikan retribusi dari sektor hotel dan restoran dengan lebih efisien. Selain itu, ia mengingatkan agar Pemda tidak hanya menerima laporan pendapatan begitu saja, tetapi juga perlu melakukan verifikasi secara aktif dan bekerja sama dengan kantor pajak setempat untuk mendeteksi adanya ketidaksesuaian atau anomali.

    “Sehingga PAD ini tidak loss dan bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan daerah,” tegas Dian.

    Dalam rapat koordinasi tersebut, Sekretaris Daerah Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya memaparkan capaian MCP 2024 Kabupaten Lombok Tengah berada di angka 81,94%, yang menunjukkan bahwa daerah ini telah berada di area "hijau". Namun, masih ada tiga indikator yang perlu ditingkatkan untuk mencapai skor total 90%, yakni melalui Pengelolaan BMD, Optimalisasi Pajak Daerah, serta Pengawasan APIP.

    "Kami mengapresiasi kedatangan Tim Satgas Korsup Wilayah V KPK dan menegaskan kesiapan kami untuk terus berkoordinasi demi mewujudkan birokrasi yang bersih dari korupsi,” jelas Firman.

    *Kunjungan Lapangan dan Peninjauan Aset*

    Usai rapat, Tim Satgas Korsup KPK bersama perwakilan OPD Lombok Tengah melaksanakan kunjungan lapangan ke sejumlah aset mangkrak yang bermasalah. Kunjungan ini mencakup aset yang berada di bawah kepemilikan Pemkab Lombok Tengah, namun mengalami permasalahan dengan bangunan milik Pemprov NTB. Selain itu, Tim KPK juga meninjau puskesmas untuk memastikan ulang batasan luas lahan dan sertifikasi kepemilikan aset tersebut.

    Sedangkan untuk objek pajak, ada 3 objek yang dikunjungi karena memiliki tunggakan pajak daerah dengan nilai total Rp1,06 triliun sesuai sistem/temuan badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebagai langkah pencegahan, KPK menempelkan stiker dan spanduk imbauan di lokasi-lokasi tersebut, berharap dapat menggerakkan para Wajib Pajak (WP) untuk segera melunasi kewajiban pajak mereka.

    “Kami sudah selalu menginformasikan dan berkoordinasi. MBC misalnya, walaupun masih belum lunas, mereka kooperatif dengan menyanggupi pembayaran secara mencicil. Satu sisi, Bappenda sendiri memiliki SDM yang terbatas, baik kualitas dan kuantitasnya. Jadi, kontrol terhadap WP yang bermasalah, memang belum bisa secepat yang kami harapkan,” jelas Kepala Bapenda Lombok Tengah Baiq Aluh Windayu, dalam pendampingan lapangan bersama KPK.

    Di sisi lain, KPK terus berkomitmen untuk mendampingi dan memberikan fasilitasi kepada Pemkab Lombok Tengah dalam upaya meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan anggaran daerah serta memastikan pelaksanaan pencegahan korupsi secara terintegrasi. (HN3)

    Ket. Foto:
    1. Kepala Satgas Korsup Wilayah V KPK Dian Patria (batik merah) saat Rapat Koordinasi Akselerasi Pencegahan Korupsi Terintegrasi 2024 bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Ist)

    2. Kepala Satgas Korsup Wilayah V KPK Dian Patria (batik merah) saat melakukan kunjungan lapangan di Kabupaten Lombok Tengah. (Ist)

    PKB NTB Tegaskan Issu Keretakan PBNU-PKB Tak Ada Kaitan dengan Muktamar di Bali

    0

    HarianNusa, Mataram – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa Muktamar PKB yang akan dilaksanakan di Bali tidak ada hubungannya dengan Issu keretakan PBNU dengan PKB.

    Muktamar PKB di Bali dilaksanakan karena memang SK kepengurusan DPP PKB berakhir 20 Agustus 2024. Untuk keberlanjutan maka dilaksanakan muktamar tanggal 24-26 Agustus di Bali," tegas Ketua DPW PKB Provinsi NTB, H. Lalu Hadrian Irfani saat diwawancara terkait issu keretakan PBNU-PKB dengan Muktamar PKB, di sela-sela kegiatan Rakorwil PKB NTB, Kamis, (15/8), di Mataram.

    Miq Arie sapaannya, kembali menegaskan, PBNU dan PKB tidak ada kaitannya. Karena PBNU dan PKB dua entitas yang berbeda. PBNU melayani umat, PKB dari sisi politiknya.

    "PBNU jelas legalitas formalnya diatur dengan Undang – undang Ormas Keagamaan, kemudian PKB diatur dalam undang-undang Partai Politik. Jadi ga ada kaitannya," tandasnya.

    Ditanya bagaimana sikap PKB NTB jika ada Muktamar tandingan kemudian ada perwakilan dari NTB yang hadir, Miq Arie mengatakan bahwa PKB NTB sepakat dengan apa yg disampaikan oleh Ketua Umum PKB, karena memang PKB legalitas formalnya jelas. Kepengurusannya juga disahkan Kementerian Hukum dan HAM

    "Kalau ada muktamar lain selain di Bali maka jelas itu ilegal. Perbuatan jahat, oleh karena itu kita akan melaporkan ke pihak berwajib jika ada muktamar tandingan," tegasnya

    Namun Miq Arie sendiri mengakui bahwa kondisi PKB sebenarnya baik-baik saja, kompak dan solid

    "PKB sebenarnya adem ayem saja. Kami baik-baik saja, semua DPC mereka kompak, dan solid," ujarnya politisi PKB yang lolos menuju Senayan ini.

    Dipilihnya kembali Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum PKB dengan alasan karena telah berhasil meningkatkan jumlah suara partai dari pemilu ke pemilu. Dari 13 juta suara di pemilu 2019 menjadi 16 juta suara lebih pada pemilu 2024. "Ini prestasi yang luar biasa," ungkapnya.

    Kemudian, Muhaimin Iskandar telah mampu mentransformasi PKB dari tadinya dianggap partai orang Jawa, orang NU. Tapi pada 2024, PKB menjadi partai nasional. "Di NTB kita banyak dapat kursi. Di luar kantong-kantong NU, PKB bisa meraih suara," tandasnya.

    Ia kembali menegaskan, bahwa PKB sangat kompak pada semua level kepengurusan dari DPAC, DPC, DPW dan DPP. Dan semuanya tidak terpengaruh dengan Issu pengambilan PKB. Bagi mereka PKB yang sah adalah PKB yang diketuai oleh Muhaimin Iskandar.

    "Sekarang kalau ada muktamar tandingan ada angan-angan oknum tertentu. Kami yakin kita solid semua di Indonesia, muktamar tandingan itu hanya mimpi. Kami tak terpengaruh dengan isu pengambilalihan PKB. Karena jelas PKB yang sah adalah PKB dengan Ketum Muhaimin Iskandar.Kalau ada PKB yang lain itu ilegal," ujarnya.

    Miq Arie menegaskan bahwa PKB NTB siap menjadi garda terdepan untuk mengawal Ketua Umum Iskandar Muhaimin pada saat muktamar nanti.

    "Kami sudah bertekad meminta beliau (Muhaimin Iskandar) kembali sebagai Ketum (PKB). Kemudian dalam pemilihan Ketum dilaksanakan secara aklamasi," tegasnya. (HN3)

    Ket. Foto:
    Ketua DPW PKB NTB, H. Lalu Hadrian Irfani bersama jajarannya saat diwawancara di sela-sela kegiatan Rakorwil PKB NTB. (HarianNusa)

    Mahasiswa Unram Luncurkan Program Promosi Wisata Desa Pulau Maringkik dengan Sentuhan Media Sosial dan Influencer

    Lombok Timur, 10 Juli 2024 – Mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang terlibat dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2024 menggelar sosialisasi inovatif untuk mempromosikan pariwisata di Desa Pulau Maringkik, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Dengan tema “Strategi Peningkatan Kunjungan Wisatawan Melalui Optimalisasi Potensi dan Promosi Wisata Efektif di Desa Pulau Maringkik,” acara ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi wisata desa melalui media sosial.

    Agus, Sekretaris Desa Pulau Maringkik, menyatakan bahwa desa ini memiliki banyak potensi wisata. Ini termasuk Pulau Pasir, Pasir Panjang, serta atraksi wisata dan kuliner lokal seperti Tumpi dan Kue Putu. Namun, ia juga mengakui bahwa banyak masyarakat belum mengetahui potensi tersebut, dan promosi di media sosial merupakan tantangan utama.

    Sebagai solusi, mahasiswa KKN Unram telah merancang program tour wisata yang mencakup rute Pantai Pink 1, Gili Petelu, Snorkeling, hingga Pulau Maringkik. Program ini mencakup pembuatan papan plang, brosur, pamflet, buku panduan, serta video promosi yang akan diposting di platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube. Penggunaan drone untuk pengambilan gambar diharapkan dapat menambah daya tarik visual.

    Putu, salah satu mahasiswa Unram, mengungkapkan bahwa program ini akan memanfaatkan akun media sosial untuk promosi dan melibatkan influencer serta Puteri Mandalika dan Puteri NTB guna memperluas jangkauan promosi. Wardia, anggota kelompok KKN, menambahkan bahwa dukungan dari figur publik dapat meningkatkan efektivitas promosi.

    Tokoh masyarakat, Pak Zaenuddin, menyambut baik program ini dan berharap agar rute wisata ditingkatkan dengan penambahan lokasi snorkeling yang lebih menarik.

    Setelah sosialisasi, mahasiswa melanjutkan diskusi dengan para boatman mengenai desain brosur dan papan promosi di Pelabuhan Tanjung Luar, serta dengan Ibu Naimah dari Kelompok Bunga Maringkik mengenai dokumentasi pembuatan tenun dan kuliner khas desa.

    Program ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan memperkenalkan keindahan serta kekayaan budaya Desa Pulau Maringkik ke lebih banyak orang.

    Mantap! 18 Unit SPKLU PLN Siap Layani Kendaraan Listrik HUT RI ke 79 di IKN

    0

    HarianNusa, Mataram – PT PLN (Persero) menyiagakan 18 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-79 di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

    Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, penyediaan SPKLU ini merupakan bentuk dukungan PLN dalam menyukseskan gelaran HUT RI yang akan berlangsung di IKN sekaligus mendukung upaya pemerintah menjadikan kendaraan listrik menjadi moda transportasi utama di IKN.

    "PLN berkomitmen mendukung upaya menciptakan IKN sebagai smart, green, dan beauty city dengan mengandalkan energi baru terbarukan. Kami pastikan seluruh unit SPKLU dan petugas PLN siap mendukung kelancaran kegiatan selama HUT RI pada 17 Agustus 2024 mendatang," kata Darmawan.

    Darmawan menambahkan, ke depan PLN siap memperkuat dukungan infrastruktur kendaraan listrik untuk mobilitas di IKN dan menjadikan ibu kota yang futuristik dengan forest city yang smart, green, dan beauty.

    General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Agung Murdifi menyampaikan bahwa 18 SPKLU PLN tersebut telah tersedia di 3 titik lokasi baik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) maupun lokasi-lokasi strategis yang dekat dengan kawasan IKN di antaranya yakni Kantor Kemensetneg, Stadion Batakan dan Gardu Hubung (GH) Sementara PLN.

    " Alhamdulillah kini 18 SPKLU PLN telah siap beroperasi melayani penggunaan kendaraan listrik selama HUT RI ke 79 di IKN. Layanannya pun terintegrasi di aplikasi PLN Mobile," jelas Agung.

    Adapun untuk unit SPKLU yang disediakan oleh PLN terdiri dari SPKLU Ultra Fast Charging sebanyak 8 unit, SPKLU Fast Charging sebanyak 4 unit dan SPKLU Medium Charging sebanyak 3 unit. Selain itu, PLN juga menyediakan SPKLU untuk kendaraan roda 2 sebanyak 3 unit.

    "SPKLU tersebut nantinya akan melayani kendaraan listrik yang digunakan oleh para pejabat negara, petugas keamanan hingga kendaraan operasional selama perayaan HUT RI ke 79 di IKN," pungkas Agung. (HN*)

    Ket. Foto:
    SPKLU PLN dalam rangka menyambut HUT RI ke 79 di IKN. (Ist)

    5 Rekomendasi Produk Brand’s Essence Of Chicken Terbaik

    Brand’s Essence Of Chicken telah lama dikenal sebagai produk suplemen dan vitamin yang handal dalam memenuhi kebutuhan vitamin harian kamu. Namun, sebelum membelinya, alangkah baiknya kamu melihat terlebih dahulu rekomendasi produk Brand’s Essence Of Chicken terbaik berikut ini!

    1. Brand’s Essence Of Chicken with Cordyceps Suplemen

    Suplemen yang mengandung bahan alami dengan ekstrak ayam berkualitas ini cocok dikonsumsi oleh pria maupun wanita, sehingga bisa membantu memelihara kesehatan tubuh mereka. Dengan sari pati ayam, produk satu ini mengandung asam amino dan peptide yang mudah dicerna.

    Mengonsumsi suplemen ini bisa membantu kamu meningkatkan fokus dan konsentrasi otak serta kandungan asam aminonya dapat membantu mengatasi rasa cemas akibat stress.

    • Brand’s Essence Of Chicken

    Suplemen kesehatan ini cocok sekali dikonsumsi oleh pria maupun wanita. Apalagi bagi kamu yang sedang dalam masa penyembuhan. Dengan ekstrak pati ayam, suplemen dari Brand’s Essence ini mengandung asam amino dan peptida – peptide yang mudah dicerna tubuh. Suplemen ini juga dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh.

    Manfaat lain dari Brand’s Essence Of Chicken adalah memiliki kemampuan untuk mempercepat pemulihan otot tubuh setelah berolahraga. Bahkan kamu juga bisa mengonsumsi produk ini sebagai suplemen harian.

    • Brand’s Essence Of Chicken with American Ginseng Suplemen

    Saripati ayam memang telah dikenal sejak lama memiliki segudang manfaat. Nah, sekarang kamu dapat menikmati manfaat dari saripati ayam ini di dalam kandungan Brand’s Essence Of Chicken with American Ginseng Suplemen. Meskipun terdapat kandungan saripati ayam, namun suplemen kesehatan ini bebas lemak dan bebas kolesterol sehingga tidak menimbulkan efek samping.

    Terlebih lagi, suplemen ini dipadukan dengan ginseng Amerika yang menjadikannya semakin bermanfaat untuk kesehatan tubuh kamu. Dengan mengonsumsinya, kamu bisa menjadi lebih hangat dan bersemangat untuk menjalani berbagai aktivitas, serta dapat meningkatkan konsentrasi dan mengurangi kecemasan.

    • Brand’s Essence Of Chicken Suplemen Makanan

    Suplemen kesehatan ini sangat direkomendasikan bagi kamu yang sedang masa pemulihan setelah sakit. Dengan kandungan saripati ayam yang bermanfaat untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh terutama protein. Brand’s Essence Of Chicken Suplemen Makanan juga bisa dikonsumsi oleh pria maupun wanita, sehingga mereka dapat merasakan segudang khasiat yang terkandung di dalamnya.

    Segudang khasiat tersebut seperti mampu meningkatkan energi dan mengurangi kelelahan, meningkatkan imunitas tubuh, meningkatkan konsentrasi, serta mengoptimalkan metabolisme tubuh.

    • Brand’s Essence Of Chicken Light Aroma Vanilla

    Suplemen kesehatan dari Brand’s Essence ini mengandung sari pati ayam dengan rasa dan aroma yang lebih ringan juga tambahan rasa vanilla yang terasa nikmat saat dikonsumsi. Dengan tambahan sari pati ayam, Brand’s Essence Of Chicken Light Aroma Vanilla dapat membantu meningkatkan energi, konsentrasi, dan sistem kekebalan tubuh. Bahkan kamu tidak akan mudah lelah meskipun beraktivitas seharian.

    Manfaat lain yang bisa didapatkan dari suplemen ini adalah kemampuannya dalam mengoptimalkan metabolisme tubuh, sehingga membuat tubuh kamu menjadi lebih sehat dan bugar. Produk ini bisa dikonsumsi oleh pria ataupun wanita dan dapat digunakan sebagai suplemen harian.

    Produk suplemen kesehatan dari Brand’s Essence memang tak ada tandingannya. Rekomendasi produk Brand’s Essence Of Chicken terbaik diatas semoga dapat membantu kamu memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, kamu tak perlu bingung lagi untuk menentukan produk mana yang akan dibeli.

    Eksekusi Lahan Gili Sudak Sekotong Ditunda, BPN Lobar Belum Ungkap Hasil Konstatering

    HarianNusa, Lombok Barat – Eksekusi lahan seluas 6,3 Hektar di Gili Sudak Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang Semula di rencananya dilakukan tanggal 31 Juli 2024 Oleh Pengadilan Negeri (PN)Mataram ditunda karena alasan situasi dan kondisi keamanan dan pilkada serentak.

    Sementara di Temui oleh Awak media Pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lobar justru mengatakan, bahwa proses eksekusi tidak dapat dilaksanakan karna belum mengungkapkan hasil konstatering.

    Kepala BPN Lombok Barat diwakili Koordinator Kelompok Substansi Penanganan SKP Kantah Lombok Barat, Nugroho Dedy Pratomo, SH., menegaskan, pihaknya tidak bisa mengeluarkan hasil konstatering lahan di Gili Sudak karena tidak pernah dimohonkan oleh pihak penggugat Muksin Maksum.

    Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa pada proses konstatering saat itu BPN Lombok Barat hanya mendampingi sesuai dengan surat permintaan pendampingan dari PN Mataram.

    “Kami tidak bisa memberi hasil. Secara prosedur, konstatering harus dimohonkan dan didaftarkan di loket dan ada pembayaran administrasi untuk PNB. Status kami juga sebagai tergugat,” jelasnya, saat ditemui di Kantor BPN Lombok Barat, Rabu, (7/8/2024).

    Pihak BPN Lombok Barat juga menjelaskan, keberadaan 5 buah Sertifikat Hak Milik (SHM) yang ada di lokasi objek tanah yang disengketakan hingga saat ini statusnya masih aktif dan belum ada pengajuan pembatalan oleh Muksin Maksum.

    “SHM itu sampe sekarang masih hidup, masih aktif, belum ada permohonan pembatalan dari Muksin Maksum,” jelasnya.

    Kepala Seksi Pengendalian & Penanganan Sengketa Pertanahan Kabupaten Lombok Barat, Baiq Mahyuniati Fitria, SH., MH. juga menyampaikan hal yang sama.
    Bahwa BPN Lombok Barat belum dapat mengabulkan permintaan Muksin Maksun yang ingin membatalkan 5 Sertifikat objek sengketa.

    “Berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang No. 21 tahun 2020, hasil eksekusi lahan merupakan syarat pembatalan,” ujar Yuni, di tempat yang sama.

    “Sedangkan proses konstatering Gili Sudak masih dalam tahap gagal, dapat dikatakan belum berjalan maksimal karena batas batas lahan belum sesuai dengan bukti kepemilikan pihak penggugat maupun tergugat sebagai objek perkara,” lanjutnya.

    Terpisah, Humas Pengadilan Negeri Mataram, Klik Trimargo saat dikonfirmasi media lewat whatsapp mengatakan belum bisa memberi tanggapan mengenai eksekusi lahan Gili Sudak.

    “Saya belum bisa tanggapi, Karna belum ada konfirmasi selanjutnya dari Ketua PN,” katanya singkat.

    Sementara dikutip dari media online antaranews, Pakar Hukum dari Universitas Mataram, Prof. H. Djumardin, pakar hukum dari Universitas Mataram, secara tegas mendesak agar eksekusi tetap memperhatikan kepastian hukum yang lebih jelas.

    Menurutnya, Hukum selalu bicara kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan. Namun, ia mengakui bahwa dalam praktiknya, ketiga prinsip ini seringkali sulit diterapkan secara simultan.

    Dalam konteks sengketa lahan Gili Sudak, Djumardin menyoroti pentingnya menunggu putusan atas upaya perlawanan hukum yang diajukan oleh pihak yang merasa dirugikan.

    Ia juga menekankan pentingnya dua konsep dalam sengketa tanah, yaitu spesialitas dan publisitas.

    Spesialitas mengacu pada kejelasan batas-batas tanah dan siapa pemilik yang sah, sedangkan publisitas berkaitan dengan pengumuman kepemilikan tersebut kepada publik.

    “Makanya mengapa di sertifikat selalu di utara kalau ada jalan disebutkan, di timur kalau ada parit disebutkan. di selatan katakan berbatasan dengan tanah adat disebutkan,” jelasnya.

    Dalam proses peradilan, lanjut Djumardin, kedua konsep tersebut menjadi sangat krusial untuk menentukan siapa yang berhak atas tanah tersebut.

    “Sebab, prinsip hukum itu lebih baik membebaskan 100 orang bersalah daripada menghukum satu orang yang tidak bersalah,” imbuhnya.

    Selain masalah kepastian hukum, Djumardin juga menyoroti potensi dampak sosial dari eksekusi lahan tersebut.

    Ia khawatir eksekusi dapat mengganggu kondusifitas daerah, terutama menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI dan pelaksanaan pilkada serentak.

    Sebelumnya, pelaksanaan eksekusi ini memang ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Dikarenakan berbagai pertimbangan seperti jelang masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), mencegah terjadinya konflik antar warga yang berdampak pada perekonomian warga setempat dan mengganggu aktifitas pariwisata di Gili Sudak khususnya dan Sekotong Barat pada umumnya (HN3)

    Ket. Foto:
    Baiq Mahyuniati Fitria, SH., MH.,
    Kepala Seksi Pengendalian & Penanganan Sengketa Pertanahan Kabupaten Lombok Barat bersama Nugroho Dedy Pratomo, SH.,
    Koordinator Kelompok Substansi Penanganan SKP Kantah Lombok Barat, saat ditemui Awak Media di Kantor BPN Lombok Barat, Rabu, (7/8/24). (HarianNusa)

    BNN dan Dirjen Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Ganja Thailand Jaringan Sindikat Narkotika Internasional

    HarianNusa, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil menggagalkan upaya peredaran gelap narkotika jenis ganja asal Thailand sebanyak 214 bungkus dengan berat 113,65 Kg. Dari kasus ini, Tim gabungan berhasil mengamankan 2 (dua) orang terduga pelaku, berinisial AS dan MM, di dua lokasi berbeda, yaitu Bekasi dan Jakarta Timur.

    Kepala BNN, Komjen Pol Dr Marthinus Hukom, mengungkapkan, ganja asal Negeri Gajah Putih tersebut masuk ke Indonesia dengan modus operandi disembunyikan ke dalam paket bed cover dan alat tempat bermain kucing. Ganja dengan varian rasa ini transit di Indonesia untuk selanjutnya dikirim ke Liverpool, Inggris.

    Pengungkapan kasus berawal dari adanya laporan informasi pihak Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta yang mencurigai sebuah paket kiriman asal Thailand pada Rabu (24/7/24). Selanjutnya Tim Bea dan Cukai berkoordinasi dengan Tim BNN untuk melakukan pemeriksaan terhadap paket tersebut.

    Pada Kamis (25/7/24), sekira pukul 14.30 WIB, tim gabungan mengamankan AS yang datang ke gudang impor Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, untuk mengambil paket tersebut. Tim gabungan kemudian melakukan controlled delivery ke daerah Bekasi, Jawa Barat, dan berhasil mengamankan MM, orang yang menyuruh AS sekaligus pemilik PT. CAS sebagai perusahaan penerima barang impor tersebut, dengan barang bukti berupa 5 (lima) karung yang di dalam nya terdapat 10 (sepuluh) bed cover berisikan 60 bungkus narkotika jenis Ganja Thailand dengan berat 31.884 gram.

    "Berdasarkan pengakuan AS, Tim Gabungan kemudian melakukan penggeledahan ke sebuah Ruko di wilayah Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Dengan bantuan K-9 Bea dan Cukai, Tim Gabungan berhasil menemukan 32 kardus yang di dalam nya berisi 154 bungkus ganja Thailand dengan berat 81.773 gram. Sehingga total barang bukti narkotika ganja yang disita dalam kasus ini adalah seberat 113.657 gram," ungkapnya dalam keterangan persnya, Senin, (5/8/24).

    Lebih lanjut Komjen Pol Dr Marthinus Hukom mengatakan, dari hasil interogasi yang dilakukan terhadap AS dan MM, diketahui bahwa ganja asal Thailand ini dikirim oleh seseorang berinisial BN yang hingga saat ini masih dalam proses pengejaran.

    "Atas kerja kolaborasi yang dilakukan, BNN bersama Bea dan Cukai berhasil menyelamatkan 56.828 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika," terangnya.

    Adapun perbuatan AS dan MM, dihadapkan pada jeratan hukum Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 113 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) lebih subsider Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (HN3)

    Ket. Foto:
    Konferensi Pers pengungkapan kasus penggagalan penyelundupan ganja Thailand Jaringan narkotika internasional oleh BNN dan Dirjen Bea Cukai (Ist)

    Diduga Cabuli Anak Kandung, Seorang Bapak Diamankan Polisi

    HarianNusa, Mataram – Sat Reskrim Polresta Mataram melalui Tim Resmob Polresta Mataram kembali mengamankan seorang papak yang diduga tega mencabuli anak kandungannya yang masih di bawah umur menurut UU.

    Perbuatan bapak kandung berinisial MJS, 38 tahun yang beralamat di Kecamatan Selaparang, Kota Mataram ini, dilaporkan oleh ibu kandung korban berdasarkan keterangan korban dan keluarga lainnya.

    “Memang benar Tim Opsnal kami telah mengamankan terduga hari ini 04 Agustus 2024 sekitar pukul 13:00 wita. Terduga tersebut diamankan karena ada laporan dari Ibu kandung Korban bahwa terduga yang tak lain adalah ayah kandung korban diduga telah melakukan tindakan persetubuhan / pelecehan seksual terhadap anak kandungnya (korban),“ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Purusa Utama SE., SIK., MH., Senin, (5/8/24).

    Menurut hasil pemeriksaan sementara terhadap saksi

    Lebih lanjut Yogi, mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap saksi, terlapor (bapak korban) melakukan aksinya sejak tahun 2021, saat itu korban masih SMP, bahkan kejadian terakhir pada 27 Juli 2024 lalu sekitar pukul 22:00 wita terlapor melakukan persetubuhan terhadap korban dimana saat itu pelapor (ibu kandung korban) sedang menginap di rumah orang tuanya yang berada di kecamatan sebelah.

    “Kejadian itu diceritakan oleh Korban kepada ibunya (pelapor), hingga akhirnya melayangkan laporan ke Polresta Mataram,“ ucap Yogi.

    “Kami sudah mengumpulkan hasil Visum bahwasanya memang ada ditemukan luka sobek lama pada alat kelamin korban. Kami sudah mengumpulkan Barang Bukti (BB) yang memang diperlukan,“ imbuh Yogi.

    Terlapor saat ini sudah ditetapkan tersangka dan sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik PPA Sat Reskrim Polresta Mataram.

    Ia dijerat Pasal 81 (1) Jo pasal 76D UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 terang Perlindungan anak Jo UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2002 tentang perubahan kedua atas UU no. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak menjadi UU. (HN3)

    Ket. Foto:
    Penangkapan terhadap seorang terduga pencabulan anak kandung di Kota Mataram. (Ist)

    Eksekusi Lahan Gili Sudak Ditolak Warga Sekotong

    0

    HarianNusa, Lombok Barat – Eksekusi lahan di wilayah Gili Sudak, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), direncanakan akan dieksekusi pada 31 Juli 2024 lalu oleh Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Namun warga Sekotong sangat menentang terhadap proses eksekusi ini.

    Namun, berdasarkan surat resmi yang di layangkan oleh Pengadilan Negeri Mataram No=2347/KPN.PN.W25-U1/HK.02/VII/2024. Menunjukkan akan dilakukan penundaan, terhadap eksekusi lahan Gili Sudak. Penundaan ini dilakukan untuk menjaga situasi keamanan jelang pelaksanaan Pilkada serentak, dan beberapa pertimbangan mengenai kegiatan wisata daerah Sekotong.

    Berdasarkan informasi yang diterima, Polres Lombok Barat mengambil sikap dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Setelah memantau kondisi lapangan, pihak Polres Lombok Barat beranggapan, jika proses eksekusi dipaksakan akan menimbulkan kekacauan yang tidak menutup kemungkinan berpotensi memakan korban jiwa. Pihak kepolisian dalam hal ini Polres Lombok Barat, sangat berhati -hati dalam menentukan kebijakan untuk melaksanakan eksekusi yang diminta oleh PN Mataram.

    Saat dikonfirmasi oleh media, Masyarakat menilai, proses perkara sengketa tanah di Gili Sudak penuh dengan kejanggalan. Pasalnya, Sertifikat Hal Milik (SHM) yang dimiliki oleh pemilik selaku termohon Eksekusi yang menguasai serta menempati lokasi lahan Gili Sudak hingga saat ini merasa mendapatkan lahan tersebut dengan jual beli yang sah.

    Dimana proses jual beli dilakukan dihadapan Notaris dan PPAT atas dasar Sertifikat Hak Milik, berikut dengan di buktikan dengan membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga saat ini. Yang menjadi bukti bahwa termohon adalah pemilik yang sah, atas tanah yang ada di Gili Sudak Sekotong Barat.

    Hingga saat ini, masyarakat masih bertanya-tanya bagaimana bisa SHM milik termohon yang sudah terbit lama. Tergeser oleh surat Pernyataan Jual Beli tahun 1974 yang dilakukan di Desa Dayen Peken Ampenan. Bahkan surat pernyataan jual beli ini dibantah keabsahannya oleh ahli waris asli pemilik awal yang menyatakan surat tersebut tidak benar adanya.

    Hamdan, salah satu anggota Pokdarwis membeberkan beberapa Boatman Gili Sudak, merasa khawatir atas upaya paksa atau eksekusi yang akan dilakukan oleh para pihak yang berkepentingan, menurutnya ini akan sangat berdampak bagi kepariwisataan Gili Sudak.

    Hamdan juga menyayangkan, proses dan upaya hukum perlawanan jika dipaksakan akan merusak mata pencarian para Boatman dan seluruh pekerja yang melibatkan warga Sekotong, terutama yang bekerja di sektor pariwisata khususnya di obyek Wisata Gili Sudak, Nanggu, Tangkong dan sekitarnya.

    Saat terkonfirmasi oleh media, Pemerintah Desa Sekotong Barat juga khawatir eksekusi itu menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

    "Terus terang saya pusing karena khawatir itu (ada gejolak)," ungkap Kepala Desa Sekotong Barat, Saharudin.

    "Pemerintah bercita-cita untuk meningkatkan ekonomi rakyat melalui pariwisata di berbagai wilayah, untuk mewujudkan Indonesia Emas. Seharusnya pariwisata Gili Sudak didukung, berikan atensi untuk mempertimbangkan perkara ini. Khususnya PN Mataram dan Polres Lombok Barat, sekali saja nama Gili Sudak tercoreng dan tercemar maka pupus sudah kerja keras rakyat Sekotong selama ini dalam menciptakan destinasi wisata yang dapat menopang ekonomi rakyat," tutur Hamdan, Rabu (31/8/024).

    Hingga berita ini ditayangkan sudah dilakukan konfirmasi, namun Humas Pengadilan Negeri Mataram, Klik Trimargo belum memberi tanggapan apapun. (HN3)

    Ket. Foto:
    Warga Gili Sudak Sekotong beramai-ramai menolak dilakukannya eksekusi lahan di wilayah wisata Gili Sudak. (Ist)

    Setor Dividen Rp3,09 Triliun, Kementerian BUMN Dukung PLN Lanjutkan Transformasi Bisnis

    0

    HarianNusa, Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menerima Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan PT PLN (Persero) Tahun Buku 2023 yang digelar di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Senin (22/7). Dalam RUPS tersebut, Pemerintah mengapresiasi upaya PLN selama tahun 2023 yang kembali mencetak kinerja terbaik sehingga mampu berkontribusi dengan dividen bagi negara sebesar Rp3,09 triliun atau mencapai satu setengah kali dari target yang ditetapkan.

    Selain kontribusi ke negara melalui setoran dividen yang mencapai Rp3,09 triliun, PLN juga sukses berkontribusi melalui Pendapatan Pajak (pajak penghasilan, PPN, bea materai, bea masuk, pajak daerah & retribusi daerah) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp52,57 triliun.

    Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, pada RUPS tahun ini PLN melaporkan Kinerja Keuangan Tahun Buku 2023 di mana transformasi PLN kembali sukses menghadirkan kinerja terbaik.

    Laba PLN meningkat 53,12% _Year on Year_ (YoY) dari Rp14,41 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp22,07 triliun pada tahun 2023.

    Kinerja keuangan apik PLN ditopang pertumbuhan penjualan listrik tahun 2023 yang mencapai 288,44 Terrawatt hour (TWh) atau meningkat sebesar 5,36% YoY dari 273,76 TWh pada 2022 lalu. Hal ini berdampak pada total pendapatan Perseroan yang mencapai Rp487,38 triliun pada 2023 atau tumbuh signifikan dibandingkan raihan tahun 2022 yang sebesar Rp46,25 triliun.

    “Capaian ini diperoleh atas perjuangan seluruh insan PLN yang menjalankan transformasi berbasis digital secara end to end. Mulai dari sistem pembangkit, transmisi, distribusi, pengadaan, sistem keuangan, sistem planning hingga restrukturisasi organisasi dan pelayanan pelanggan, sehingga kini PLN menjadi makin lincah, unified, kokoh dan trengginas,” terang Darmawan.

    Darmawan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan dan stakeholder lainnya atas dukungan terhadap upaya transformasi yang terus dijalankan perseroan.

    “Buah dari transformasi ini mustahil PLN raih tanpa dukungan dari Pemerintah. Pemerintah secara konsisten menjaga daya beli masyarakat dan menghadirkan ekosistem investasi yang menarik bagi para pelaku bisnis dan industri sehingga konsumsi listrik terus tumbuh,” jelas Darmawan.

    Darmawan menegaskan sebagai BUMN, PLN akan terus melaksanakan amanah negara untuk memastikan seluruh penjuru Indonesia bisa menikmati layanan kelistrikan yang andal dan terjangkau.

    “Listrik ini merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat. Dengan arahan serta bimbingan Bapak Erick Thohir selaku Menteri BUMN yang proaktif mengawal PLN dari level strategis hingga teknis di lapangan, kami optimistis mampu memberikan listrik andal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” tutup Darmawan.(HN*)

    Ket. Foto:
    Ilustrasi petugas PLN secara rutin melakukan pemeliharaan infrastruktur untuk menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. (Ist)

    error: Content is protected !!