More
    Beranda blog Halaman 65

    Dirut PLN Pimpin Langsung Pengamanan Pasokan Listrik dari Posko Nasional Siaga Pemilu PLN

    0

    HarianNusa, Mataram – Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memimpin langsung apel siaga kelistrikan Pemilu 2024 untuk memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi prima. PLN juga telah menetapkan masa siaga dari tanggal 11-20 Februari 2024 dengan membentuk 1.853 posko siaga dan mengerahkan 81.591 personil siaga di seluruh daerah di Tanah Air. 

    Darmawan menyampaikan, PLN bersama pemerintah berkomitmen untuk menyukseskan pesta demokrasi Pemilu 2024. PLN telah memproyeksikan sistem kelistrikan dalam kondisi aman pada hari H Pemilu pada tanggal 14 Februari 2024.

    “PLN fokus mengamankan pasokan listrik untuk mendukung kelancaran Pemilu 2024. Kita sudah siapkan seluruhnya sejak dua bulan lalu, sekarang sudah paripurna,” ujar Darmawan di Posko Nasional Siaga Kelistrikan Pemilu di Kantor PLN Pusat pada Senin (12/2).

    Dalam kesempatan tersebut, Darmawan memastikan seluruh pembangkit dalam kondisi yang prima dengan Hari Operasi Pembangkit (HOP) di atas 20 hari. Sedangkan untuk pembangkit Independent Power Producer (IPP) seluruh pasokan energi primer rata-rata HOP mencapai di atas 15 hari.

    “Direksi Holding, Subholding dan seluruh unit sudah memberikan laporannya, semua  infrastruktur dalam kondisi prima. Pasokan kelistrikan tercukupi dan sistem dipastikan andal,” tegas Darmawan.

    PLN juga telah mendata lokasi-lokasi strategis Pemilu dan kebutuhan pasokan listriknya di seluruh Tanah Air. Selanjutnya, PLN melakukan inspeksi dan pemeliharaan untuk memastikan instalasinya dalam kondisi prima untuk menjaga keandalan pasokan. 

    Tak hanya pembangkit, seluruh kesiapan infrastruktur jaringan juga dalam posisi yang prima. Seluruh insan PLN di wilayah juga sudah membangun pola operasi yang siap mengakomodasi setiap kawasan prioritas lengkap dengan mitigasi risikonya. 

    “Kami juga menyiapkan skema berlapis pada tiap sistem kelistrikan. Bukan hanya dalam manuver pembebanan jika terjadi gangguan, tetapi juga kesiapan alat, komponen, dan infrastruktur cadangan yang siap terpasang dalam kondisi apapun,” tegas Darmawan.

    Darmawan menambahkan, sebanyak 130 tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) dengan total 1.040 personil akan siaga selama masa siaga Pemilu. Peralatan pendukung juga akan disiagakan, berupa 1.731 unit genset, 1.091 Unit Gardu Bergerak (UGB), 116 Unit Kabel Bergerak (UKB), 735 unit _Uninteruptible Power Supply_ (UPS), 395 unit Crane. Untuk pendukung operasional di lapangan, PLN juga menyiapkan 3.756 unit mobil dan 3.318 unit motor. 

    Terkait pelayanan pelanggan, Darmawan memastikan PLN akan siap 24 jam melayani kebutuhan pelanggan. Dirinya memastikan bahwa PLN Mobile telah diperkuat layanannya sehingga penanganan gangguannya dapat kian cepat. 

    “PLN juga memberikan perhatian khusus pada TPS-TPS yang membutuhkan layanan tambah daya dan multiguna,” tambah Darmawan.

    Khusus untuk melayani kebutuhan kendaraan listrik, PLN juga menyiagakan 624 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di seluruh Tanah Air.

    “Ketersediaan SPKLU yang tersebar juga sudah dipastikan dalam kondisi prima. Termasuk dengan kesiagaan setiap personil di SPKLU,” tambah Darmawan. (HN*)

    PLN Bergerak Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumbawa Akibat Banjir Bandang

    0

    HarianNusa, Sumbawa – PLN bergerak cepat melakukan pemulihan pada sistem kelistrikan Sumbawa yang terjadi pada hari Jumat (9/2) pukul 18.31 WITA yang diakibatkan oleh curah hujan yang cukup tinggi sehingga memicu terjadinya banjir bandang di wilayah tersebut. Banjir bandang yang terjadi berdampak pada padamnya suplai listrik di sebagian wilayah Sumbawa. 

    Seno Wuryanto, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Sumbawa menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman listrik yang terjadi pada sistem kelistrikan Sumbawa.  

    “Kami mohon maaf atas pemadaman yang terjadi. Kondisi saat ini (Pukul 18.40 WITA), 87% sistem Sumbawa sudah pulih. Tersisa 2 Gardu yang masih belum kami normalkan, menunggu kondisi air banjir di lokasi terdampak surut terlebih dahulu”, ujar Seno.  

    Pemadaman ini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya bahaya korsleting listrik yang nantinya bisa mengakibatkan korban jiwa. Seno menyebutkan hingga saat ini masih dalam tahap pemantauan. Pengecekan akan segera dilakukan segera setelah banjir surut dan peralatan listrik aman untuk dioperasikan. 

    Seno menjelaskan bahwa pihaknya saat ini mengutamakan keselamatan masyarakat dan memohon kesabaran masyarakat yang masih mengalami pemadaman. Petugas PLN berusaha memastikan setiap ruas yang akan dinyalakan telah aman dan tidak menimbulkan potensi bahaya, sehingga proses penormalan akibat banjir membutuhkan waktu dan bergantung pada curah hujan yang terjadi saat ini. Puluhan petugas juga telah dikerahkan untuk mempercepat pemulihan akibat bencana banjir bandang yang terjadi.

    “Semoga proses pemulihan dapat berjalan lancar. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat NTB, khususnya yang berada di pulau Sumbawa, semoga banjir ini lekas surut,” tutup Seno.

    Gerak Cepat, PLN Pulihkan 100% Sistem Kelistrikan Tambora Akibat Banjir Bandang

    0

    HarianNusa, Sumbawa – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB melalui PLN UP3 Sumbawa dan PLN UP3 Bima bergerak cepat melakukan pemulihan pada sistem kelistrikan Tambora pada hari Jumat (9/2) yang mengalami pemadaman diakibatkan oleh curah hujan yang cukup tinggi sehingga memicu terjadinya banjir bandang di kedua wilayah tersebut. Banjir bandang yang terjadi berdampak pada padamnya suplai listrik di sebagian wilayah Sumbawa dan Bima serta longsornya beberapa tiang listrik dibeberapa lokasi.

    General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo mengatakan bahwa prioritas utama adalah keselamatan Masyarakat. Djarwo memastikan setelah cuaca dan kondisi aman, puluhan petugas yang dikerahkan dengan sigap telah melakukan pengecekan dan penormalan di wilayah terdampak banjir.

    “Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan warga, kelistrikan di wilayah terdampak banjir di Sumbawa dan Bima dapat pulih kembali 100%. Tercatat sebanyak 13 Gardu Distribusi PLN dan 9.807 pelanggan di wilayah Sumbawa yang sebelumnya terdampak banjir telah berhasil dipulihkan pada hari Sabtu (10/2/24) pukul 17.02 Wita, sedangkan 1 Gardu Distribusi dan 224 pelanggan yang terdampak di wilayah Bima telah berhasil dipulihkan lebih awal pada hari Jumat (9/2/24) pukul 23.15 Wita. Kami mengucapkan terima kasih atas semua dukungan dari berbagai pihak,” ungkap Djarwo.

    Djarwo juga menambahkan pada kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang ini tidak menutup kemungkinan curah hujan akan semakin meningkat. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada.

    “Kami menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrim yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah. Mohon dipastikan instalasi listrik dalam kondisi aman dan apabila ada gangguan pelanggan dapat melaporkan melalui aplikasi PLN Mobile”, tambah Djarwo.

    Dalam keterangannya, Djarwo juga telah menginstruksikan kepada seluruh Unit Pelaksana untuk memastikan keandalan infrastruktur dan kesiapan personil untuk siap siaga jika diperlukan pada saat pemulihan gangguan.

    “Kami berkomitmen untuk selalu memberikan layanan listrik yang terbaik kepada pelanggan kami”, tambahnya.

    PLN mengajak kepada Masyarakat untuk mengikuti beberapa tips aman dan nyaman menggunakan listrik di kala banjir:

    1. Matikan instalasi listrik di dalam rumah.

    2. Cabut peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak.

    3. Naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi.

    4. Bila aliran listrik yang terkena banjir tidak padam, segera hubungi contact center PLN 123.

    5. Hubungi instansi terkait penanggulangan bencana jika terjadi banjir.

    “Keamanan ketenagalistrikan merupakan tanggungjawab kita bersama, sehingga kami mengajak kita semua peduli terhadap kejadian-kejadian yang memiliki potensi menimbulkan bahaya yang diakibatkan oleh listrik. Apabila membutuhkan bantuan untuk mengamankan, kami akan selalu hadir untuk membantu masyarakat,” pungkas Djarwo. (HN*)

    Gunakan 100% Biomassa, PLTU Sumbawa Sukses Gelar Performance Test

    0

    HarianNusa, Sumbawa – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat dalam upaya dekarbonisasi dan mewujudkan komitmen Net Zero Emission (NZE) atau Nol Emisi Karbon, PT PLN (Persero) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mewujudkan program-program yang ramah lingkungan. Kolaborasi ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara PLN dan pemprov NTB pada tanggal 27 Desember 2022 silam terkait pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan menggunakan biomassa untuk pengganti batubara (Co-Firing) di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

    Usai sukses pada uji coba pertama menggunakan 100% biomassa yang seluruhnya berasal dari bonggol jagung pada tanggal 30 Oktober 2022 silam, PLN NTB kembali mengadakan uji coba kedua menggunakan 100% biomassa dengan komposisi yang lebih beragam di PLTU Taliwang pada tanggal 5 sampai 6 Februari 2024. Hasilnya, pemantauan penggunaan 100% biomassa tersebut, didapatkan hasil yang cukup menggembirakan. Performance test dengan total beroperasi selama 16 jam dan pemberian beban sebesar 6 MW, sukses berjalan tanpa ada kendala derating atau penurunan daya mampu pembangkit.

    Bahan baku utama biomassa ini adalah serbuk kayu, bonggol jagung dan arang kayu yang di campurkan dengan bottom ash yang dihasilkan oleh PLTU Sumbawa, dengan komposisi serbuk kayu (saw dust) mendominasi sekitar 80% dan disusul bonggol jagung 10%, selebihnya dipenuhi dari komposisi arang.

    Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, H. Sahdan ST.,MT, mengutarakan kegembiraannya. Dia optimis konsep green energy ini akan berdampak positif bagi kemajuan provinsi NTB dan dalam waktu yang tak terlalu lama, banyak pihak yang akan tertarik untuk berpartisipasi dalam membangun green energy.

    “Kalau kita berbicara co-firing, apalagi ini sudah meningkat 100%, karena kita saat ini sedang gencar-gencarnya untuk fokus pada transisi energi atau green energy, saya kira dengan keberhasilan co-firing 100% di PLTU Sumbawa, saya sangat bangga dan sangat senang karena dengan di uji coba ternyata sudah punya keandalan luar biasa dengan beban 6 MW ternyata bisa dipikul dengan co-firing yang dilaksanakan,” ujarnya, (7/2/24)

    “Saya kira ini adalah kabar baik bagi masyarakat di Nusa Tenggara Barat. NTB sudah mulai berusaha mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, kita sudah mulai dengan green energy. Saya kira ini adalah sisi baik yang perlu kita terus tingkatkan, bahkan harapan kita kedepan, semua pembangkit listrik kita di NTB ini betul-betul bertransisi agar di tahun 2050 besok kita sudah bisa Net Zero Emission”, pungkasnya.

    General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo menjelaskan bahwa PLN berkomitmen untuk terus mewujudkan NZE tahun 2050 di provinsi Nusa Tenggara Barat. Uji coba co-firing 100% menggunakan biomassa penting dilakukan untuk mengetahui komposisi campuran biomassa yang tepat. Komposisi biomassa yang paling optimal inilah yang nantinya akan digunakan sebagai standar penggunaan co-firing biomassa.

    “Setiap lokasi pembangkit memiliki sumberdaya alam yang berbeda, sehingga komposisi co-firing biomassa di tiap lokasi PLTU tentunya akan berbeda mengikuti sumberdaya alam yang tersedia di daerah tersebut. Dalam hal ini, PLN membuka peluang kerja sama dengan semua pihak”, ujarnya.

    “Implementasi co-firing akan memberikan dampak terhadap penurunan emisi karbon. Tak hanya itu, juga akan berdampak pada pergerakan ekonomi masyarakat karena akan melibatkan banyak masyarakat dalam proses implementasinya,” tambah Djarwo.

    Dalam mempersiapkan kegiatan uji coba menggunakan biomassa ini telah dipersiapkan PLN dari sejak beberapa waktu yang lalu, mulai dari penyediaan bahan dan pembuatan briket biomassa yang memerlukan waktu. “Kami berterimakasih terhadap seluruh pihak yang terlibat sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana yang telah dibuat,” pungkasnya. (HN*)

    Bulan Pertama, Program TJSL PLN NTB Telah Entaskan 63,7% Kasus Stunting

    0

    HarianNusa, Lombok Utara – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berkolaborasi dengan Komunitas Srikandi PLN, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan Dinas Kesehatan, melaksanakan program penanganan stunting yang dimulai sejak tanggal 7 Desember 2023 silam. Program pengentasan stunting ini akan dilaksanakan dalam 3 bulan secara berturut-turut yang akan berakhir pada tanggal 7 Maret 2024. 

    Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sambik Bangkol Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Sementara itu, di pulau Sumbawa, dilaksanakan di Desa Penyaring, Desa Baru Tahan, Desa Sebewe Kecamatan Moyo Utara. Program penanganan stunting ini menyasar desa-desa yang yang memiliki tingkat stunting yang cukup tinggi. Koordinasi secara intens juga dilakukan dengan Dinas Kesehatan Kecamatan dan Aparatur Desa setempat serta para kader Posyandu.

    Program Penanganan stunting PLN NTB dilaksanakan dengan memberikan asupan makanan rutin selama 5 hari tiap pekannya dalam 3 bulan berturut-turut. Kader Posyandu di masing-masing Dusun bertugas menakar kadar gizi dan memasak makanan yang akan diberikan. Hasilnya, pada akhir bulan pertama program penanganan stunting digulirkan, tercatat sebanyak 63,7% dari 185 target anak yang mengalami stunting di masing-masing desa tersebut telah menunjukkan hasil positif, baik dari peningkatan berat badan maupun dari penambahan tinggi badannya. 

    Ketua Srikandi PLN NTB, Alfi Laili Fauziah, mengatakan bahwa program penanganan stunting sengaja dibuat menjadi 3 bulan agar dampak program bisa diukur dan memberikan dampak maksimal terhadap penanganan stunting di NTB. 

    “Program kali ini kami buat berbeda, yakni di durasi pelaksanaannya menjadi selama 3 bulan. Kami ingin agar program ini bukan menjadi kegiatan ceremony biasa, namun bisa memberikan kemanfaatan terhadap tujuan awal program ini, yakni NTB bebas dari stunting,”  tutur Alfi, 

    Di tempat terpisah, Kepala Tata Usaha UPT BLUD Puskesmas Gangga, Nurhayati, mengungkapkan rasa terimakasihnya atas kepedulian PLN terhadap penanganan stunting di provinsi NTB. Beliau optimis dengan adanya program semacam ini yang dilaksanakan secara konsisten akan membantu pemerintah daerah di dalam menangani kasus stunting. “Terimakasih kepada PLN telah mengawali model program penanganan stunting dari BUMN, harapan kami model program serupa bisa dijadikan acuan oleh instansi lainnya yang berkenan melaksanakan program serupa. Kami yakin dengan kolaborasi bersama oleh seluruh elemen, stunting di NTB bisa kita entaskan bersama”, ujar Nurhayati.

    Hal serupa juga diungkapkan oleh Camat Moyo Utara Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nur, S.STP. Ia bersyukur bahwa masih ada yang peduli terhadap tumbuh kembang anak di wilayah NTB. “Kami bersyukur atas kepedulian PLN terhadap permasalahan stunting yang dihadapi oleh anak-anak di NTB. Penting bagi kita semua untuk menjaga tumbuh kembang anak agar nantinya generasi penerus di provinsi NTB menjadi generasi emas yang membawa kemajuan bagi daerahnya”, tutur Muhammad Nur, S.STP.

    Sementara itu, General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo menjelaskan bahwa kegiatan bertajuk Srikandi PLN Movement 2023 melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) ini diinisiasi sebagai bentuk respons terhadap permasalahan stunting yang masih menjadi tantangan serius di masyarakat.

    “Program penanganan stunting ini merupakan bentuk kepedulian PLN terhadap peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Harapan kami, melalui program cegah stunting ini dapat menciptakan generasi Indonesia yang unggul, tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelas Djarwo.

    Ia juga mengucapkan terimakasih atas kolaborasi yang tercipta dengan adanya program ini. “PLN juga berterimakasih atas kerjasama yang terjalin antara Dinas Kesehatan, Aparatur Kecamatan serta Desa dan Kader Posyandu yang telah turut membantu mensukseskan program ini,” ujar Djarwo.

    “Program ini juga diinisiasi oleh Srikandi PLN yang dirangkai dalam Program Sriandi Movement, yang harapannya menjadi media bagi Srikandi PLN untuk melakukan intervensi program dengan berbagi ilmu, keahlian dan tenaga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan berkontribusi membantu menyelesaikan masalah sosial lingkungan sekitar perusahaan,” tambah Djarwo. 

    Dari 185 anak target penanganan stunting, setiap bulan akan dilakukan pengukuran untuk mengetahui dampak program. Setelah 3 bulan pemberian bantuan asupan makanan pada masa awal pertumbuhan balita.

    “Harapannya lahir anak-anak yang lebih sehat dan tangguh menghadapi tantangan masa depan,”  pungkas Djarwo. (HN*)

    Laksanakan Transformasi BUMN, PLN Lakukan Inovasi Pemeliharaan

    0

    HarianNusa, Mataram – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat dalam mewujudkan transformasi BUMN menjaga pasokan listrik tetap tersalurkan ke pelanggan, melakukan berbagai upaya salah satunya adalah dengan melakukan inovasi pemeliharaan yakni melaksanakan pemeliharaan di sisi Gardu Induk pada saat tengah malam. Kegiatan pemeliharaan tengah malam ini dilakukan di GI Bonto, Bima pada tanggal 11 Januari 2024. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meminimalisir pelanggan padam.

    Pemeliharaan tengah malam tersebut merupakan hasil mitigasi dari pengecekan yang dilakukan oleh petugas secara berkala. Dari hasil pengecekan tersebut ditemukan titik hotspot peralatan GI yang telah mencapai 61°C sehingga harus segera dilakukan pemeliharaan. 

    Dikarenakan backbone sistem kelistrikan Sumbawa belum ter-looping sehingga tidak bisa saling mensuplai listrik dari dua sisi, maka untuk pemeliharaan peralatan GI tersebut harus dilakukan pemadaman terlebih dahulu. Opsi ini tidak bisa langsung dilakukan mengingat dampak yang cukup luas nantinya di sisi pelanggan sehingga dilakukan penghitungan kembali secara matang untuk memilih opsi yang lain. 

    Akhirnya dipilih opsi pemeliharaan tengah malam dimana beban pemakaian listrik sudah mulai turun dan di kedua sisi pembangkit utama Pulau Sumbawa, yakni Badas dan Bonto bebannya cukup seimbang. Setelah itu baru dilakukan pengoperasian sistem secara terpisah dan meskipun dengan shutdownnya GI Bonto tidak akan mengganggu pasokan listrik ke pelanggan. 

    Ada hal menarik yang menarik dalam pekerjaan pemeliharaan kali ini, yaitu dilaksanakan saat tengah malam yang tentunya memiliki risiko pekerjaan yang cukup tinggi. Sehingga untuk pekerjaan kali ini harus dipastikan juga terkait kondisi jasmani para personel, APD Personel, penerangan lokasi kerja, dan bebas tegangan lokasi kerja. 

    General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo menyebutkan bahwa keselamatan petugas tetap menjadi prioritas pertama. “Pekerjaan malam hari di Gardu Induk memiliki risiko tinggi, sehingga kami harus memastikan bahwa prosedur dan SOP sudah diterapkan dengan sungguh-sungguh,” tutur Djarwo

     “Tantangan lainnya adalah durasi pekerjaan harus dikelola dengan baik, agar sebelum beban pemakaian listrik kembali naik saat menjelang subuh, seluruh pekerjaan sudah harus selesai sehingga tidak perlu ada pemadaman listrik yang harus dialami pelanggan,” tambahnya.

    Dimulai pukul 23.00 sampai dengan 01.00 Wita, pekerjaan pemeliharaan berhasil diselesaikan dan setelah dilaksanakan thermovisi ulang, hasilnya suhu peralatan GI Bonto sudah berkisar antara 20°C-24°C (normal).

    Pekerjaan pemeliharaan pada malam hari disisi Gardu Induk juga pernah dilaksanakan pada tanggal 18 Januari 2024 di GI Labuhan, Sumbawa. Pekerjaan dimulai pukul 23.30 sampai dengan 02.59 Wita juga menggunakan metode serupa. Dalam pemeliharaan Gardu Induk tersebut, berhasil diminimalisir sekecil mungkin ada pemadaman yang dialami oleh pelanggan.

    “Ini adalah wujud komitmen PLN didalam menjaga pasokan listrik tetap andal bagi para pelanggan. Mohon dukungannya agar transformasi BUMN di PLN bisa kami wujudkan,” pungkas Djarwo. (HN*)

    Catatan Diskusi “Apa Visi ke Depan? Pertahanan Negara, Kedaulatan Bangsa”

    0

    HarianNusa, Jakarta – Visi pertahanan Keamanan Indonesia ke depan perlu mempertimbangkan penguatan strategi pertahanan maritim, karena posisi Indonesia berada di lingkungan strategis yang penuh dinamika dan uncertainty.

    Demikian disampaikan Dr. Peni Hanggarini pada diskusi bertajuk “Apa Visi ke Depan? Pertahanan Negara, Kedaulatan Bangsa” yang diselenggarakan Universitas Paramadina secara daring, Selasa (30/1/2024).

    Menurut Peni yang juga merupakan Dosen di Universitas Paramadina ini bahwa Penguatan strategi pertahanan maritim menjadi begitu penting karena kepentingan nasional Indonesia sebagai negara kepulauan dan negara maritime.

    “Indonesia memiliki potensi untuk menjadi an assertive -not aggressive-maritim power. Potensi ancaman keamanan global dari wilayah maritime dan sekitar maritime perlu dikelola dengan lebih baik serta didukung oleh teknologi.” Jelasnya.

    Indonesia lanjut Peni, tidak bisa dipungkiri merupakan kekuatan maritime dunia. Ia menyarankan untuk penguatan strategi pertahanan maritim harus memahami bahwa ancaman hankam harus ditanggapi dengan sistem pertahanan semesta yang mengintegrasikan kekuatan pertahanan militer dan nir militer. “Visi pertahanan ke depan harus basic by visi pertahanan yang smart, spesifik, measurable, achievable, dan time based.” Jelasnya.

    Marsekal (Purn) Chappy Hakim, Ketua Pusat Studi Air Power Indonesia menekankan pentingnya konsep Pertahanan Keamanan Nasional (Defense White Paper). “Di dalamnya diuraikan tentang total defense yang terdiri dari beberapa lapis, misalnya komponen utama pertahanan, komponen cadangan, dan lainnya.” Paparnya.

    Konsep pertahanan keamanan nasional menurut Chappy, idealnya harus disosialisasikan agar semua orang menyadari apa tugasnya bila terjadi perang. “Apakah di komponen utama, cadangan atau pendukung. Buku Putih Pertahanan pada 2015 sayangnya belum diuraikan dan belum juga diimplementasikan.” Imbuhnya.

    Masa depan pertahanan juga telah memasuki cyber world, yang menjadi domain kelima setelah Daratan, Perairan, Udara dan angkasa luar, Space Force dan Cyber Force.

    Narasumber lainnya, Prof Dr Imron Cotan menjelaskan bahwa ancaman terhadap pertahanan dan keamanan, kedaulatan negara dari perspektif Cyber War yang merupakan matra baru dari matra konvensional darat, laut, udara selama ini.

    Imron menegaskan bahwa USA dan China justru memiliki agenda yang sama terhadap Indonesia, yakni bagaimana menciptakan masyarakat yang sekuler dan liberal. “Karena mereka takut Indonesia akan menjadi Negara fundamentalis dengan penduduk yang 88 % beragama Islam. Hal ini yang jarang disorot oleh para pakar kita.”

    Oleh karena itu lanjut Imron, USA mencoba membangun pranata-pranata yang mendukung agenda Liberalisasi dan sekularisasi itu. “Hal itu berhasil di Jepang dan Korea Selatan, bahkan pajak tertinggi di Jepang berasal dari industri pornografi dan judi. Kalau Indonesia tidak hati-hati, maka akan terjerumus hal seperti di Jepang.” Ujarnya.

    Pengamat Pertahanan dan Militer, Dr. Connie Rahakundini menegaskan bahwa Indonesia harus mampu memainkan peran aktif dalam menghadapi semua tantangan arsitektur keamanan.

    “Indonesia tidak bisa menghindar dari tanggung jawab keamanan dunia. Harus lebih proaktif, menjadi pemain yang berpengaruh, dan orientasi foreign policy kita harus disesuaikan untuk menjadi negara poros maritim, dirgantara dan permukaan dunia.” Bebernya.

    Menurut Connie ancaman Hankamnas berdasar riset Lemhanas, adalah pengaruh spillover perang dari China vs USA jika keduanya berperang pada 2037 terkait Taiwan atau lainnya. “Jika terjadi perang USA vs China maka itu terkait dengan pengaruh 13 triliun dolar GDP akan berdampak sangat besar ke segala aspek.”

    Pada 2023 oleh sementara negara maju, Indonesia dikategorikan sebagai Kawasan merah, yakni Kawasan yang potensial terjadi konflik. “Ancaman keamanan di pilpres 2024 jika berjalan dengan tidak benar. Karenanya proses pilpres dan menjaga demokratisasi di Indonesia harus dilaksanakan dengan serius dan hati-hati.” Pungkasnya.

    Nikmati Layanan Super Apps PLN Mobile, Pelanggan : Terima Kasih PLN!

    0

    HarianNusa, Mataram  – Aplikasi PLN Mobile semakin menjadi primadona di tengah masyarakat, memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan kelistrikan pelanggan. Fitur andalan pengaduan yang terintegrasi dengan command center PLN menjadikan PLN Mobile sebagai Super Apps yang sangat diapresiasi.

    Dalam penggunaannya, pelanggan PLN telah merasakan lengkapnya fitur yang disajikan oleh PLN Mobile. Salah satu pelanggan, Ikbal, owner Kissa Coffee di daerah Kota Tua, Ampenan, mengungkapkan kepuasannya.

    “Saat itu listrik di cafe tiba-tiba mati, nah sebagai seorang yang awam tentang listrik, akhirnya diarahkan oleh teman untuk melakukan pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile, awalnya sempat ragu kira-kira bisa cepat ga nih penanganannya dibanding ketika kita datang langsung ke kantor PLN, dan ternyata tak berselang lama, petugas dari PLN sudah tiba di lokasi dan melakukan perbaikan,” ungkap Ikbal.

    PLN Mobile juga menyuguhkan fitur lain selain pengaduan, seperti sambung baru, ubah daya, hingga catat meter. Kemudahan ini membuat pelanggan lebih terkoneksi dengan layanan PLN tanpa harus datang ke kantor.

    GM PLN NTB, Sudjarwo, menjelaskan  PLN Mobile adalah aplikasi unggulan PLN yang wajib diunduh oleh pelanggan setia PLN. Dengan beragam fitur, seperti pengaduan, sambung baru, dan lainnya, PLN Mobile membantu memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. 

    “Teknologi terbaru dan rating 4.8 di Playstore dan App Store menunjukkan kualitas layanan yang kami hadirkan,”  Ungkap Djarwo dalam siaran persnya, 1 Februari 2024.

    Per 31 Desember 2023, jumlah pengguna PLN Mobile di NTB mencapai 1.893.871 pengguna, mengalami peningkatan sebesar 63% dari tahun sebelumnya. “Angka ini membuktikan bahwa masyarakat semakin menyukai aplikasi PLN Mobile sebagai solusi praktis dalam urusan listrik,” ujar Sudjarwo.

    GM PLN NTB juga mengajak seluruh pelanggan untuk mengunduh PLN Mobile, “Mudah, cepat, dan lengkap. Dengan PLN Mobile, semua layanan PLN ada dalam satu genggaman. Mari nikmati kenyamanan layanan PLN dengan aplikasi PLN Mobile,” tutup Sudjarwo. (HN*)

    Launching Pendistribusian Bantuan Pangan, Bupati Sumiatun Minta Agar Tepat Sasaran

    0

    HarianNusa, Lombok Barat – Bupati Lombok Barat beserta stakeholder terkait melaunching pendistribusian bantuan pangan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh Kecamatan di kabupaten Lombok Barat. Kegiatan pendistribusian yang dipusatkan di Lobby kantor Bupati Kamis (25/1/2024) dihadiri oleh Sekretaris Daerah Lobar, Kepala. Bappeda, Kepala dinas ketahanan pangan, perwakilan pejabat bulog, dan kasi kesos kecamatan se Lombok Barat.

    Bupati Hj. Sumiatun dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan bantuan pangan merupakan kegiatan yang berasal dari badan pangan nasional yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran penerima bantuan pangan. Bantuan ini juga sebagai upaya dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem, kerawanan pangan dan gizi serta menangani inflasi.

    "Saya meminta agar masyarakat penerima bantuan tepat sasaran, tepat jumlah dan aman dalam pendistribusian, agar bantuan dapat meringankan pengeluaran rumah tangga," pintanya.

    Bupati juga beharap bantuan ini dapat menekan terjadinya gejolak harga beras dan terjadinya inflasi. Selain itu diharapkan juga seluruh OPD yang terkait, bulog, pihak kecamatan dan desa di Lombok Barat dapat mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan ini untuk meringankan beban masyarakat.

    Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Damayanti Widyaningrum dalam laporannya menjelaskan, bahwa Bantuan pangan ini merupakan kegiatan lanjutan yang telah dilaksanakan pada tahun 2023 yang diberikan kepada 89.122 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan masing-masing KPM menerima 10 Kg .

    Sedangkan tahun 2024 bantuan pangan diberikan untuk 91.868 KPM terhitung mulai bulan Januari sampai dengan Juni 2024. Hal tersebut menurutnya ada peningkatan penerima bantuan pangan di kabupaten lombok barat dari tahun sebelumnya sebesar 3,1persen. (HN3)

    Ket.foto:
    Bupati Lombok Barat Hj Sumiatun didampingi Sekda Lobar H.Ilham melepas Pendistribusian bantuan pangan kepada Keluarga Penerima Manfaat. (Istimewa)

    Bupati Lombok Barat Minta Pengelolaan Keuangan Daerah Harus Sehat dan Sesuai Aturan

    0

    HarianNusa, Mataram – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Bekerjasama dengan Bank NTB Syariah Menggelar Literasi Keuangan dan Gathering Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Bupati Lombok Barat Selasa (23/1/2024). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Lobar Hj. Sumiatun, Sekretaris daerah H.Ilham, Para Asisten, Staff Ahli Bupati, Kepala OPD, Direktur Rumah Sakit, Kepala Puskesmas, Camat, para pengelola keuangan baik di tingkat OPD maupun di tingkat kecamatan dan Jajaran Pejabat Bank NTB Syariah.

    Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun dalam sambutannya mengapresiasi dirut bank NTB Syariah beserta jajaran yang telah menyelenggarakan kegiatan yang luar biasa. Sehingga kegiatan yang diselenggarakan merupakan kegiatan yang baik dalam rangka silaturahmi dan sinergi untuk saling memahami dan saling mendukung antara pemerintah Daerah dengan Bank NTB Syariah .

    "Saya Berharap melalui kegiatan ini silaturahmi, kolaborasi dan sinergi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan Bank NTB syariah dapat ditingkatkan demi keberhasilan program masing-masing pihak, baik itu program pengelolaan keuangan daerah yang sehat maupun program pengenalan produk layanan yang di sediakan oleh Bank NTB," ujarnya.

    Bupati mengatakan proses pengelolaan keuangan yang saat ini menggunakan sistem keuangan daerah dari Kementrian Keuangan dengan sistem SIPD-RI. Ia mengatakan perubahan sistem tersebut semua pihak diminta untuk dapat menyesuaikan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Selain itu hal ini dilakukan agar pengelolaan keuangan pemerintah daerah tetap sehat dan sesuai dengan aturan.

    "Saya minta kepada semua jajaran untuk dapat mengelola keuangan daerah dengan sehat dan sesuai aturan yang berlaku. Tentu dengan melakukan kolaborasi dan sinergi dengan bank daerah yaitu bank NTB sesuai dengan aturan yang berlaku,"ujarnya

    Sementara itu ditempat yang sama
    Direktur Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo menyampaikan kegiatan literasi dan gathering ini diharapkan memberikan kemaslahatan dalam pengelolaan keuangan daerah antara Bank NTB syariah dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait. Ia juga berharap pertumbuhan bisa sehat kuat, baik dan produktif lebih tinggi di tahun 2024 sehingga laba terbaik bisa meningkat seiring berjalannya waktu serta memberikan upaya terbaik kepada OPD dan stakeholder.

    "Saya berharap kegiatan ini merupakan apresiasi dalam membangun dan meningkatkan sinergi pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan Bank NTB yang dimana pemda lobar merupakan salah satu pemegang saham di Bank Syariah," jelasnya.

    Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan produk layanan Bank NTB dan sesi tanya jawab yang diikuti oleh para pengelola keuangan di OPD dan kecamatan dengan pihak Bank NTB. (HN3)

    Ket. Foto:
    Bupati Lombok Barat Hj Sumiatun. (Istimewa)

    error: Content is protected !!