Beranda blog Halaman 112

Rajut Relasi, Humas-Pewarta KLU Diskusi hingga Bersihkan Area Pantai

0

HarianNusa, KLU – Dalam rangka memajukan daerah, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menyadari peran penting media sebagai kanal informasi yang menghubungkan pemerintah daerah dengan masyarakat. Disamping itu, media berperan sebagai pilar demokrasi.

Demikian disampaikan Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH., saat membuka kegiatan Pertemuan Forum Pewarta bertajuk "Merajut Relationship Pewarta-Kehumasan", berlangsung di Hotel Pesona Bulan Baru Desa Malaka Pemenang, (11/6) lalu. Hadir pula Pewarta senior HM. Amin dan Kongso Sukoco.

"Masyarakat sekarang cepat sekali mendapatkan berbagai macam informasi akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian informasi program pelaksanaan pembangunan, pemerintah maupun pelayanan yang diberikan pemerintah dapat diakses masyarakat, baik melalui media online, elektronik maupun cetak," tuturnya.

Menurutnya, wartawan harus betul-betul mengedepankan profesionalisme, mesti bersandar dengan peraturan yang ada, terutama UU Pers. Media massa sebagai salah satu pilar pembangunan memberikan informasi tepat yang konstruktif dan tidak menyebarkan fitnah dengan tujuan tertentu.

“Pemda KLU memandang penting peran pers yang bisa berkonstribusi positif dalam menjalankan berbagai program pembangunan. Pentingnya meningkatkan relasi dengan media massa sehingga informasi yang sampai ke masyarakat tepat, akurat dan tepercaya,” urainya.

Dikatakannya, dampak positif yang didapatkan dari peran media selama ini, sebagai pengontrol jalannya pemerintahan yang bersifat independen. Kegiatan Forum Pewarta itu, tandasnya, menjadi penting. Bagaimana relationship mesti elegan dan egaliter, dengan merajut relasi yang terbuka, saling mendukung, saling menginspirasi, saling memotivasi, dan memberdayakan satu dengan lainnya.

“Saya mengajak para wartawan bermitra untuk membangun daerah, melalui karya-karya jurnalis yang menyejukkan. Para pewarta menjadi salah satu penentu terciptanya persatuan dan kesatuan di KLU. Adanya kontrol dan kritik yang membangun sebagai penyeimbang untuk perbaikan dan indikator kemajuan sebuah daerah,” imbuhnya.

Selain itu, kegiatan Forum Pewarta dan Kehumasan tersebut diisi pula dengan diskusi menarik, dengan narasumber Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB, Boy Mashudi.

Dalam paparannya, Boy memantik spirit para wartawan seraya mengajak semua pemilik media, khususnya media online agar betul-betul bisa meningkatkan kesejahteraan para pewarta.

“Untuk menciptakan hasil yang baik maka jangan sampai ada kata putus asa untuk menjalin komunikasi dengan pihak manapun. Selama ini saya harus bertemu dengan berbagai unsur, baik pemerintahan maupun swasta sampai 17 kali. Hal ini bertujuan memberikan keyakinan agar dapat menjalin kerja sama dengan pihak kita,” urainya.

Oleh karena itu, lanjutnya, keberadaan JMSI sebagai kumpulan pimpinan perusahaan pers yang mengarahkan para anggota medianya lebih berpikir kesejahteraan dan kolaborasi.

"Sebagai Ketua, jangan memikirkan keuntungan sendiri tetapi sejahterakanlah anggotanya, sehingga ini menjadi sebuah kekuatan besar untuk melaksanakan berbagai program yang diinginkan pada masa yang akan datang," jelasnya.

Dalam pada itu, Kabag Humas dan Protokol KLU Mujaddid Muhas mengatakan kegiatan Forum Pewarta menjadi agenda rutin yang diantaranya bertujuan merekatkan relasi silaturahmi antara para pewarta dengan kehumasan. Banyak hal yang dapat didiskusikan ketika semua pewarta berkumpul baik konten jurnalistik maupun dari sisi pemberdayaannya.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi perekat dan menumbuhkan empati lingkungan melalui kegiatan sosial seperti bersih-bersih area pantai maupun gotong royong yang mengajak masyarakat untuk peduli dengan alam,” tuturnya.

Sementara keesokan harinya, (12/6/2021), kegiatan diisi dengan gotong-royong membersihkan sampah di sepanjang pantai Live is Good (LG) di Dusun Lendang Luar, Malaka. Tampak puluhan awak media yang tergabung yang dalam Forum Pewarta liputan KLU bersama kru Humaspro Setda KLU membersihkan area pantai tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan futsal bersama pada area yang telah dibersihkan.

Pada kesempatan bersih-bersih pantai itu, dirinya menyatakan rangkaian kegiatan tersebut, salah satu progam kerja Humas dan Protokol Setda KLU dengan segenap wartawan yang bertugas di Lombok Utara. Setelah kegiatan tersebut dilaksanakan, diharapkan adanya kesadaran bersama terhadap bahaya sampah plastik, apalagi kalau membuang sampahnya sembarangan.

"Kita sering melihat banyak sampah plastik dan lainnya yang tercecer di sepanjang pesisir. Padahal pantai ini punya potensi debur gelombang ombak yang bagus untuk para peselancar (surfing). Kami berterima kasih atas kerja sama dengan para awak media yang respek dan peduli dengan alam. Saat bersih-bersih pantai juga dibantu oleh orang yang sering di pantai ini," tandasnya.

Usai aksi bersih-bersih area Pantai LG, perwakilan pewarta dan kehumasan menyerahkan kelengkapan kebersihan seperti sapu lidi, kantong sampah serta sekop diserahkan kepada penjaga pantai Harsono dan keluarganya, dengan harapan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. (*)

Pohon Tumbang Tewaskan Seorang Pengendara Motor

HarianNusa, Lombok Tengah – Seorang pengendara sepeda motor tewas tertimpa pohon tumbang. Anggota Polsek Pujut Resor Lombok Tengah segera melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) pohon tumbang yang membawa korban jiwa di Dusun Perigi, Desa Ketara Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa tanggal 15 Juni 2021 pukul 14.30 Wita.

Menurut Kapolsek Pujut, IPTU Lalu Abdurrahman, saat kejadian pengendara yang menggunakan sepeda motor Honda Scoopy yang diketahui bernama Suherman (40), warga Dusun Pengadang Desa Kawo meninggal di tempat setelah ditimpa pohon tumbang.

"Korban melaju sepeda motornya DR 2857 U datang dari arah timur ke barat, namun sampai di TKP seketika ditimpa pohon dan langsung meninggal di tempat," jelas Kapolsek.

Kapolsek mengungkapkan, pohon tersebut tumbang lantaran terlihat sudah lapuk dan pohonnya sudah lama mati.

"Jadi begitu pengendara sepeda motor itu melintas di jalan dekat pohon, tiba-tiba pohon itu tumbang dan menimpa korban," kata Kapolsek.

Sementara dua orang pengendara lainnya yakni Sahdi dan Jannah warga Tempos Lauk Desa Pesanggrahan yang berboncengan menggunakan sepeda motor di belakang korban, menabrak pohon tumbang yang menghalangi badan jalan. Keduanya terjatuh dan mengalami luka lecet di bagian siku dan telinga.

"Jasad korban Suherman saat ini sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk dimakamkan," tandas Kapolsek. (*)

Pemkab Lobar Terima Hibah Mobil Pemadam dan Ambulans dari Korsel

0

HarianNusa, Lombok Barat – Untuk mendukung operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Pemerintah Republik Korea Selatan menghibahkan dua mobil yakni satu Mobil Pemadam Kebakaran dan satu unit Ambulans berstandar Internasional.

Hibah tersebut diberikan melalui Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri, Senin, (14/6/2021).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran H.Syahlan, ditemui usai meninjau Mobil Pemadam dan Ambulans bersama Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid mengatakan, sebelum mendapatkan hibah dari Negeri Ginseng Korea Selatan, pihaknya mengajukan proposal. Sehingga tidak serta merta langsung dapat tapi berproses.

Demikian juga, jelasnya, saat itu Bupati Fauzan bersama asisten menghadap langsung ke Direktur Pemadam di Kementerian Dalam Negeri.

"Dan pada Bulan Januari lalu ada keputusan Lombok Barat dapat dan kami susul dengan semua persyaratan termasuk berita acara sudah ditandatangani, nota hibah ditandatangani oleh Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri," ujarnya.

Untuk tahun 2021 ini, lanjutnya, yang mendapatkan hibah yaitu Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Malang, Kabupaten Serdang Bedagai, Bengkulu dan Aceh.

Khusus Lobar mendapat satu unit Ambulans langsung dari Korea Selatan dan Mobil Pemadam Kebakaran dengan volume 6 ribu liter.

"Ini sangat besar dan bisa kita andalkan. Ini mobil luar negeri dan semua menggunakan elektrik tidak manual, dan alhamdulillah operator sudah bisa mengoperasionalkan," katanya.

"Mudah-mudahan ini lancar dan dapat membantu masyarakat Lombok Barat," harap Syahlan.

Sementara itu, Bupati Lobar. H.Fauzan Khalid, menyambut baik kedatangan dua unit mobil tersebut.

"Meskipun ada tambahan armada Pemadam Kebakaran tetap masih kurang kalau sesuai kebutuhan ideal," ujarnya usai mengecek kendaran hibah tersebut.

Ke depan, kata Fauzan, akan mengusahakan melengkapi Dinas Pemadam Kebakaran untuk kebutuhannya.

"Kembali menunggu kita melengkapi secara ideal itu kita tetap berharap," sebutnya.

Untuk itu, rekan-rekan Dinas Pemadam dimintanya tetap semangat dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Lobar.

"Memang seringkali kerja dari teman-teman cenderung dilupakan. Ketika kebakaran terjadi bahwa ada petugas pemadam kebakaran ketika ada kebakaran. Jika tidak ada kebakaran bahkan setelah selesai kebakaran itu cenderung masyarakat sering melupakan," ujarnya.

Tapi dengan slogan "pantang pulang sebelum padam" Fauzan berharap teman-teman tetap semangat, sehat terus, jaga kekompakan, jaga kebersamaan, dan jaga kepekaan.

"Yang namanya kebakaran kalau tidak cepat sulit sekali diatasi di sini butuh kepekaan," katanya.

Selanjutnya, bupati dua periode itu juga berharap rekan-rekan Pemadam dapat mengisi waktu yang bermanfaat ketika tidak ada kegiatan.

"Semakin banyak waktu tidak ada kegiatan tentunya itu semakin bagus diisi dengan kegiatan positif sebelum panggilan datang, karena itu bermanfaat secara sosial dan bermanfaat secara ekonomi dan seterusnya," sambungnya.

"Kami sendiri di pemerintah daerah akan terus berusaha termasuk secara maksimal untuk berusaha meningkatkan kebutuhan operasional dari Dinas Kebakaran," janji Fauzan. (*)

Tujuh Siswi Dugaan Korban Pencabulan Oknum Kepsek di Kota Bima Divisum

HarianNusa, Kota Bima – Kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala SDN 30 Kota Bima berinisial HS kepada puluhan siswinya beberapa waktu lalu terus berproses.

Kasus pencabulan anak yang dilaporkan orang tua masing-masing siswi di SPKT Polres Bima Kota, kini telah ditangani langsung Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Bima Kota. Unit PPA terus mengembangkan penyidikan.

Dari 20 siswi yang diduga menjadi korban pencabulan, 7 diantaranya divisum. Sayangnya, hasil visum ketujuh anak ini tidak bisa dipublikasikan.

"Iya, sudah kami visum. Tapi untuk hasilnya tidak bisa kami publish karena privacy korban," jelas Kasat Reskrim Polres Bima Kota, melalui Kanit PPA Aipda Saiful.

Ia menyebutkan, ada total 20 siswi yang mengaku menjadi korban. Hanya saja, katanya, tidak bisa menetapkan semuanya sebagai korban karena harus didukung dengan bukti.

"Ada kemungkinan jumlah korban akan kita kerucutkan kurang dari 20 orang itu, karena melihat bukti-bukti yang ada," katanya.

Sebagaimana berita yang sebelumnya, dugaan pelecehan seksual di SDN 30 Kota Bima terungkap setelah adanya siswi setempat mengadu ke orang tuanya setelah dilecehkan oknum kepsek berinisial HS.

Modusnya, HS berpura-pura bertanya apakah siswinya memiliki uang jajan atau tidak. Kemudian, HS memeriksa kantong siswa yang kemudian tangannya meraba tubuh dan menyentuh bagian sensitif bocah-bocah tersebut.

Kepada Wartawan saat dikonfirmasi, HS membantah telah melakukan pelecehan seksual, karena yang dilakukannya hanya sebatas mencubit pipi siswi-siswinya sebagai tanda sayang guru. (*)

Bupati Lombok Utara Buka Lokakarya Penguatan Perspektif Gender Kelembagaan MKD KLU

0

HarianNusa, KLU – Bupati Lombok Utara, H. Djohan Djamsu, SH., membuka kegiatan Lokakarya Penguatan Perspektif Gender dalam Kelembagaan Majelis Krama Desa (MKD) Kabupaten Lombok Utara di Tanjung (10/6/2021).

Dalam sambutannya, Bupati Djohan menyampaikan, dengan adanya MKD di Lombok Utara, pemerintah banyak memperoleh bantuan inisiasi sehingga persoalan tidak mencuat ke permukaan. Tiap persoalan yang terjadi pada masing-masing wilayah ataupun desa, bisa terselesaikan melalui MKD.

"Saat ini pernikahan usia dini di Lombok Utara masih banyak dan tertinggi di NTB. Hal ini menjadi tantangan kita bersama terlebih LPA KLU, agar peristiwa seperti ini tidak terulang lagi. Terlebih saat sekarang dengan perkembangan teknologi, anak-anak kita yang masih kecil sudah mulai menggunakan handphone. HP banyak manfaatnya, tetapi di sisi lain juga ada negatifnya. Maka kita perlu perhatikan," pungkasnya.

Kegiatqn tersebut turut dihadiri oleh Ketua LPA NTB H Sahan SH, Ketua Ketua LPA KLU Bagiarti SH, Ketua MKD KLU Muhammad Sai SPdI, dan peserta lokakarya lainnya. (*)

Ket. Foto:
kegiatan Lokakarya Penguatan Perspektif Gender dalam Kelembagaan Majelis Krama Desa (MKD) Kabupaten Lombok Utara di Tanjung (10/6/2021). (Istimewa)

Apes! Gagal Menjambret, Pria Ini Dibekuk Polisi di Kebon Roek

0

HarianNusa, Mataram – Nasib apes menimpa Andre (22). Aksi jambretnya gagal setelah calon korban menyadari niat Andre yang hendak mengambil handphone di Dashboard motor calon mangsanya. Kini pria yang diketahui berasal dari Pejeruk Ampenan ini akhirnya mendekam di balik jeruji besi Polsek Ampenan, Kota Mataram. .

Kepala Kepolisian Sektor Ampenan Polda NTB, Kompol Raditya Suharta,SIK di Mataram, Kamis (10/6) mengatakan, Andre beraksi di dekat Pasar Kebon Roek pada Selasa (8/6) pagi.

"Dari arah timur Pasar Kebon Roek, pelaku dengan sepeda motornya memepet kendaraan korban dari arah kiri dan mencoba mengambil handphone korban yang tersimpan di Dashboard," kata Raditya.

Namun aksinya berhasil digagalkan, korban yang sadar dengan gerak gerik pelaku langsung berteriak maling dan mengejarnya. Andre pun kalang kabut dan tancap gas. Dia melajukan kendaraannya ke arah Barat.

"Mendengar teriakan korban, anggota yang berada di Pospol Pasar Kebon Roek kemudian melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menangkap Andre," pungkasnya.

Dari pemeriksaan, Andre diketahui seorang Residivis kasus pencurian yang sudah pernah mendekam di penjara.

"Yang bersangkutan ini Residivis kasus pencurian. Jadi ini kasus ketiganya," ucap dia.

Kini Andre dalam kasus ini dikenakan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian, dengan ancaman lima tahun penjara. (*)

Ket. Foto:
Kegiatan Pres Rilis di Kapolsek Ampenan, Kamis, (10/6/2021). (Istimewa)

Lombok Barat Menuju Satu Data

0

HarianNusa, Lombok Barat – Menuju Satu Data adalah suatu yang harus segera diwujudkan, namun beberapa permasalahan yang ditemukan saat ini dan yang perlu mendapat perhatian dalam hal operasionalisasi aplikasi E-database yang teraplikasi dalam satudata.lombokbaratkab.go.id . Dalam hal teknis pengisian form sistem informasi warung data dalam portal satudata.lombokbaratkab.go.id dan konsep implementasi aplikasi untuk seluruh produsen data perlu dioptimalkan.

Sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 39 tahun 2019 tentang satu data, Indonesia menetapkan Diskominfotik sebagai walidata, dimana dalam pasal 21 walidata tingkat daerah menyelenggarakan kegiatan rapat koordinasi dan sinkronisasi penyelenggaraan statistik sektoral menuju satu data Lombok Barat, Rabu, (9/6) kemarin di Lesehan Dian Kediri, Lombok Barat.

Acara diisi dengan fasilitasi pemanfaatan aplikasi satu data, diskusi penyamaan persepsi satu data, pengenalan website OPD dan bimbingan teknis pengisian data sektoral melalui aplikasi SI WARTA (Sistem Informasi Warung Data)

Hadir dalam rakor ini Sekretaris Daerah Lombok Barat H. Baehaqi, Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Ahad Legiarto, Kepala Badan Pusat Statistik M. Ahyar dan peserta berasal dari OPD dan Kecamatan se Kabupaten Lombok Barat.

Sekretaris Daerah H. Baehaqi dalam arahannya menyampaikan, bahwa kegiatan rakor ini merupakan subtansi dari tolak ukur pembangunan daerah, substansi dari output belanja daerah di dalam APBD.

Baehaqi meminta kepada seluruh OPD untuk selalu mengupdate data yang dimiliki dan mengisi datanya tidak hanya setahun sekali tetapi setiap hari karena apa yang di kirim oleh tiap OPD adalah menggambarkan kinerja dari tiap OPD tersebut dan akan dikirim ke Badan Pusat Statistik. Data yang ter update dan valid ini sangat membantu Pemerintah Daerah dalam merencanakan Pembangunan kedepannya.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Ahad Legiarto dalam sambutannya menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memperbaiki sistem pendataan untuk OPD menuju satu data sehingga sangat dibutuhkan kolaborasi dari seluruh OPD tentang update data dan pengiriman tepat waktu ke Dinas Kominfo selaku walidata untuk kemudian bersama BPS Kabupaten Lombok Barat mendukung kolaborasi ini.

”Mohon agar petugas yang menangani data di seluruh OPD untuk personilnya tidak di ganti atau berubah ubah sehingga keberlangsungan apa yang sudah di sepakati dan menjadi komitmen kita dapat berjalan dengan baik," pintanya.

Ahyar, selaku kepala Badan Pusat Statistik mengatakan, siap membantu perstatistikan dan kelancaran berjalannya satu data di Lombok Barat. Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini adalah bagaimana caranya untuk memperbaiki data digital.

“Sebenarnya penyebab pertama itu adalah yang menangani data itu berganti ganti sehingga pindahnya data final dari bulan ke bulan itu terkadang tidak tersampaikan ke petugas baru dengan baik, jadi begitu ada pergantian petugas pengelolaan data harus disampaikan dengan penuh dulu informasi datanya kepada petugas yang baru," tuturnya. (*)

Ket. Foto
Kegiatan rapat koordinasi dan sinkronisasi penyelenggaraan statistik sektoral menuju satu data Lombok Barat, Rabu, (9/6), di Lesehan Dian Kediri, Lombok Barat. (Istimewa)

Tak Kapok, Keluar Penjara Pria Asal Jempong Ini Kembali Ditangkap Polisi

0

HarianNusa, Mataram – Pernah mendekam dibalik jeruji besi, tidak membuat IM alias Indra alias Ongang (20) kapok, Pria asal Jempong, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, itu kembali ditangkap setelah aksi pencuriannya terungkap dari rekaman CCTV milik korban.

Kapolsek Pagutan Iptu I Ketut Artana, SH di Mataram, Rabu (09/06/2021) mengatakan, Ongang ditangkap karena mencuri sepeda motor milik korban yang beralamat di BTN Griya Indah.

"Berawal dari pelacakan rekaman CCTV milik korban, identitasnya berhasil teridentifikasi dan kami tangkap ketika sedang menjual bongkaran sepeda motor korban di salah seorang pengepul rongsokan," kata Artana.

Dari penangkapannya pada Senin (7/6/2021), Polisi mengamankan Ongang dengan barang bukti hasil curiannya.

Kepada Polisi, Ongang mengaku aksinya tersebut dilakukan bersama seorang rekannya berinisial AM alias Amin.

"Identitas rekannya itu sudah kita kantongi dan sekarang masih dalam perburuan di lapangan," ujarnya.

Kemudian dari pemeriksaannya diketahui, bahwa Ongang merupakan Residivis kasus pencurian yang kembali berulah di sejumlah TKP pencurian.

"Dari identifikasi kami, ada empat TKP yang dia lancarkan. Ada sebagian barang bukti yang juga berhasil kami amankan dari pengepul barang rongsokan di wilayah Karang Pule, TKP penangkapan," jelasnya.

Salah satu TKP yang teridentifikasi sebagai lokasi Ongang melancarkan aksi, jelasnya, berada di komplek pertokoan Lingkar Selatan, Jalan Dr. Soedjono.

"Pada TKP itu, Ongang mencuri kamera dan satu set perlengkapan make-up," ujarnya.

Karena perbuatannya, kini Ongang yang mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Pagutan telah menjadi tersangka yang terancam penjara lima tahun sesuai sangkaan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian. (*)

Ket. Foto:
Kegiatan Press Rilis di Polsek Pagutan, Rabu, (9/6/2021).

Diduga Miliki Sabu-sabu, 13 Orang Pemuda di Loteng Ditangkap Polisi

HarianNusa, Lombok Tengah – Satuan Reserse narkoba Polres Lombok Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat melakukan penangkapan terhadap 13 orang pemuda terduga pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu di Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK melalui Kasat Narkoba Polres Lombok Tengah IPTU Hizkia Siagian, SIK mengatakan penangkapan terhadap ketiga belas terduga dilakukan di tiga TKP yang berbeda di Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah dan berhasil mengamankan 8,47 gram sabu-sabu.

"Semua terduga pelaku kita tangkap pada senin, (7/6) sekira pukul 14.30 wita ditiga TKP yang berbeda," kata Hizkia, di Praya, Rabu, (9/6).

Hizkia menyampaikan, di TKP pertama anggotanya mengamankan tujuh orang terduga pelaku yakni berinisial R, MR, MH, TB, S, FF dan MA, kemudian TKP kedua mengamankan tiga terduga yakni MA, AS, R dan di TKP ketiga mengamankan tiga orang terduga pelaku yakni S, P dan PA.

Selain mengamankan para pelaku dan barang bukti sabu-sabu, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti lainnya yakni 5 unit sepeda motor, 14 unit Handphone, 2 buah ATM, 1 Dompet, uang tunai Rp. 87.000, serangkaian alat-alat timbangan digital dan alat hisap.

"Barang bukti tersebut juga kita amankan dan kumpulkan dari tiga TKP," ujarnya.

Ia menjelaskan, Personelnya mendapat informasi dari masyarakat bahwa di tempat kejadian sering terjadi transaksi narkotika.

Selanjutnya, kasat Resnarkoba bersama personelnya langsung melakukan penangkapan di TKP yang pertama, kemudian dari hasil pengembangan TKP pertama personelnya langsung menuju TKP selanjutnya.

Atas perbuatannya para terduga pelaku akan dikenakan pasal 114 ayat (1) yo pasal 132 ayat (1) dan pasal (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 dengan hukuman kurungan minimal 5 tahun penjara. (*)

Diduga Edarkan Sabu, Tiga Bersaudara dan Dua Temannya Dibekuk Polisi

0

HarianNusa, Mataram – Kepolisian Resor Kota Mataram Polda NTB, pada Minggu (6/6/2021) malam, menangkap tiga orang bersaudara asal Rembiga, Kota Mataram. Masing-masing berinisial MG (25), SD (32), dan SM (37). Ketiganya ditangkap di Jalan Lombok, Lingkungan Rembiga Utara, Kelurahan Rembige, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, karena diduga terlibat dalam sindikat peredaran Narkoba.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK dalam konferensi persnya di Mataram, Selasa, (8/6) mengatakan, tiga bersaudara itu ditangkap Tim Satresnarkoba Polresta Mataram dibawah kendali AKP I Made Yogi Purusa Utama, SIK.

"Penangkapannya berawal dari informasi masyarakat yang dilanjutkan dengan giat penggerebekkan dirumahnya (terduga, red)," kata Heri.

Dari hasil penggerebekan, terungkap ketiganya sedang bersama dua pria terduga pengedar Narkoba. Mereka yang berinisial AJ dan M, berasal dari Midang, Kabupaten Lombok Barat.

"Saat Tim kami datang, mereka berlima berusaha kabur melalui pintu belakang," ujarnya.

Heri mengatakan, ternyata aksi penggerebekan aparat kepolisian tersebut sudah terendus, mereka mengamati kedatangan anggota melalui kamera CCTV di depan rumah tersebut.

Meskipun demikian, tim berhasil mencegah mereka kabur. Barang bukti yang berkaitan dengan Narkoba berhasil diamankan. Alat skop sabu dan pembungkusnya ditemukan berserakan di lantai rumah.

"Jadi diduga saat tim datang, mereka sedang memecah barang," pungkasnya.

Selain barang bukti di lantai rumah, ada juga yang ditemukan di kamar mandi. Satu poket klip plastik berisi serbuk kristal putih ditemukan. Terlihat juga air dalam bak mandi keruh. Diduga sabu dilarutkan dalam air ketika Polisi datang.

"Kami menduga mereka membuang sabu yang dipecah ke dalam bak mandi," kata Yogi.

Dari hasil penggeledahan, anggota juga menemukan barang bukti sabu yang tersembunyi rapi di atas genteng.

"Setelah kita timbang, seluruhnya mencapai berat 10 gram," ujarnya.

Uang tunai Rp6,8 juta yang diduga berkaitan dengan transaksi Narkoba, telepon genggam, serta alat timbang turut diamankan.

Kini mereka berlima telah mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Mataram. Pemeriksaannya masih berlanjut di hadapan penyidik.

Terkait dengan asal usul barang, Heri menjelaskan, bahwa penyidik masih terus mendalami dari keterangan para terduga.

Namun dari hasil pemeriksaan sementara, kini kelimanya terancam Pasal 112 Ayat 2, Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika yang ancaman pidana paling singkat 20 tahun penjara. (*)