More
    Beranda blog Halaman 117

    Dispar Lobar bersama Pelaku Pariwisata Bahas Calendar of Event

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Jajaran Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) bertemu dengan perwakilan pelaku wisata dan media, Senin, (25/01). Mereka adalah Edy Anugrah dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Lalu Puguh Mulawarman mewakili agent travel, Agus Hayanto dan Rendra dari Raptcha mewakili Event Organizer (EO), dan redaktur Radar Lombok, Rasinah Abdul Igit yang mewakili media. Keempat orang itu kemudian didaulat sebagai panelis dalam pertemuan sekaligus diskusi bersama dengan jajaran Dispar dalam agenda penyusunan draft Calender of Event (CoE) Lombok Barat 2021 secara lebih terperinci.

    Pertemuan ini sendiri menjadi tindak lanjut pembahasan CoE yang sempat dibahas usai kegiatan bersih-bersih kawasan wisata Pantai Senggigi beberapa waktu lalu.

    Keikut sertaan para panelis dalam pembahasan CoE ini dinilai tepat. Pandangan dan masukan dari para panelis semakin memperkaya konten event yang tengah digarap.

    “Kita sengaja menghadirkan teman-teman ini sebagai panelis dalam rangka menemukan sesuatu yang baru, yang tepat guna, dan tepat sasaran sebagai ajang promosi kepariwisataan,” terang Kepala Dispar Lobar Saepul Akhkam usai kegiatan.

    CoE ini, kata Akhkam, menjadi tahapan bahwa pemerintah tidak diam dalam mempromosikan daerah. CoE yang nantinya akan menjadi agenda tahunan ini menjadi penting bagi wisatawan agar mudah mengetahui event-event pariwisata yang ada di Lobar.

    Akhkam berharap melalui pertemuan ini, pihak Dispar Lobar dapat terbantu sehingga memunculkan inovasi segar dalam penyusunan event.

    Bukan hanya mengejar angka kunjungan wisatawan saja, tapi penyelenggaraan event diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan para pelaku usaha jasa pariwisata yang ada di Lombok Barat.

    “Kami harap banyak muncul ide-ide kreatif dari sini, sehingga acara atau event-even yang akan kita adakan ke depan di tahun 2021 ini bukan hanya sekedar rutinitas as usual yang setiap tahunnya seperti itu-itu saja. Kita butuh sesuatu yang berbeda,” tegas Akhkam.

    Edi Anugrah, panelis yang mewakili HPI ini menyambut baik kegiatan yang diadakan Dispar ini. Menurutnya, keterlibatan mereka selaku pelaku wisata dalam penyusunan KAK CoE Lobar tahun 2021 ini adalah langkah yang sangat tepat dalam memunculkan inovasi baru dalam menjalankan kepariwisataan di Lobar.

    “Ini adalah suatu terobosan yang luar biasa yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Lombok Barat dengan melibatkan kami untuk memberikan masukan-masukan terhadap event di tahun 2021 ini. Saya yakin sekali inovasi yang akan dilakukan Dinas Pariwisata Insya Allah akan membawa wisatawan yang lebih banyak lagi datang ke Lombok Barat,” kata Edy yang juga merupakan ketua Pokdarwis Desa Midang Kecamatan Gunungsari ini.

    Ketika kita mampu berinovasi dengan kreasi yang baru, lanjutnya, event-event yang akan diselenggarakan diharapkan mampu menjadi hal yang luar biasa buat wisatawan yang berkunjung. (*)

    Menang Pilkaling, H. Azhar Ansori diarak warga Kekalik Kijang

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Pemilihan Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Kekalik Kijang Kelurahan Kekalik Jaya Kecamatan Sekarbela Kota Mataram priode 2021 – 2026 di helat di halaman parkiran Masjid Al Istiqomah kekalik kijang pada minggu 24 Januri 2021.

    Dua calon Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Kekalik Kijang Bertarung dengan nomor urut 1 H. Azhar Anshori, SPd.I melawan calon nomor urut 2 Endang Jajat Sudrajat A.Md.

    Pemungutan suara dilaksnakan mulai pukul 8.00 Wita dan berakhir hingga pukul 14.00 Wita menghantarkan calon nomor urut 1 H. Ahar Anshori, SPd.I keluar sebagai pemenangnya dan menjadi Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Kekalik Kijang terpilih.

    “Suara sah yang diperoleh calon nomor urut satu sebanyak 351dan suara sah yang diperoleh calon nomor urut dua sebanyak 323 dan surat suara tidak sah 3 suara. Maka secara otomatis H. Azhar Anshori SPd.I menjadi pemenang terang Ketua Panitia Pemilihan, H. Gunawan SI.P.

    Unggul pada Pemilihan Kepala Lembaga Kemasyarakata Lingkungan Kekalik Kijang Priode 2021 – 2026 H. Azhar Anshori, SPd.I langsung diarak warga dari TPS menuju rumahnya.

    Sementara itu atas kemenangan pilihan masyarkat, H.Azhar Anshori menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh panitia penyelengggara dan masyarkat Lingkungan Kekalik Kijang dan mengatakan kemenangan ini merupakan kemenangan bersama dan mengajak masyarakat bersatu kembali serta tidak berkubu-kubu lagi.

    Pemilihan Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Kekalik Kijang sebelumnya diguncang isu pertarungan antara darah biru dengan dracula dan membuat suasana harmoni bermasyarakat menjadi terganggu.
    Azhar Anshori, SPd.I meminta hal tersebut untuk dihentikan dan meminta masyarkat kembali bersatu kembali .

    “Ini proses pembelajaran untuk generasi berikutnya agar bisa berdemokrasi dengan baik. Yang paling penting saya akan berusaha menjalankan amanah ini dengan baik,” ungkapnya.

    “Saya akan merangkul saudara Endang Jajat Sudrajat A.Md. yang menjadi lawan saat pemilihan, namun visi misi kita sama yaitu membangun masyarakat menjadi selangkah lebih maju dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya.

    Sebelumnya Pemilihan Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Kekalik Kijang sempat mengalami pergantian ketua panitia dari H. Sawaludin MPd karena mengundurkan diri dan digantikan H. Achmad Gunawam SIP berita acara pergantian ketua diberita acarakan dan ditandatangani oleh Bilyadil Idul Islam S.STP selaku Lurah Kekalik Jaya.

    Pemilihan Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Kekalik Kijang seseru Pilpres, Pileg, dan Pilkada karena penuh ketegangan dan dinamika serta protes dan kritikan yang tidak hanya dialamatkan ke salah satu calon melainkan juga panitia.(f3/*)

    Geger, Sesosok Mayat Ditemukan Mengapung

    0

    HarianNusa.com, Kabupaten Bima – Warga Desa Soro Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, Selasa (12/01) malam ke marin digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengapung di tambak belakang sekitar SMKN 1 Kelautan.

    Kapolres Bima Kota melalui Kasubag Humas Ipda Ridwan, HM Ali, menjelaskan setelah dilakukan identifikasi korban yang berusia 70 tahun yang merupakan warga Dusun Panta Paju RT 06/03 Desa Soro Kecamatan Lambu tersebut diduga jatuh terpeleset di tambaknya pada Selasa sore.

    Diceritakan Ridwan berdasarkan pengakuan sejumlah saksi, Selasa sore sekitar pukul 15.40 WITA, korban keluar dari rumah hendak mengecek keadaan tambak miliknya yang berada di Belakang SMKN 1 Kelautan Bima.

    “Kemudian sekitar pukul 17.30 WITA keluarga korban mencari keberadaan korban karena korban belum juga kembali dari tambaknya dan sekitar pukul 18.00 WITA akhirnya keluarga korban menemukan korban sudah tak bernyawa,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Rabu, (13/01/2021).

    Jasad korban, lanjut Ridwan, mengapung di tambak milik korban sendiri dan sekitar pukul 18.30 WITA korban dievakuasi oleh keluarganya di rumah duka dengan suasana isak tangis.

    “Di tubuh korban ditemukan luka lecet di bawah mata kiri dengan panjang sekitar 0,5 centimeter,” tuturnya.

    Meski ditemukan luka katanya, pihak korban tidak ingin melanjutkan hal tersebut secara hukum dan menerima kematian korban dengan ikhlas.
    Karena pihak keluarga meyakini, kematian korban diduga kuat karena terpeleset dari pinggir tambak dan jatuh ke dalam tambak sehingga korban tidak sadarkan diri, serta mengingat usia korban sudah lanjut usia. (*)

    Tiba di Bandara, Puluhan PMI dikawal Polisi keTempat Karantina

    HarianNusa.com, Lombok Tengah – Sebanyak 81 warga Negara Pekerja Migran Indonesia (PMI) tiba di Bandara Lombok International Airport (LIA), Sabtu (02/1). Setelah menjalani pemeriksaan ketat di terminal kedatangan internasional, mereka langsung dikawal PJR Polda NTB ke pusat karantina kesehatan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

    Kepala kepolisian Resor Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho, S.I.K menerangkan, puluhan pekerja migran itu dibawa menuju tempat karantina yang sudah disiapkan oleh Gugus Tugas Covid-19 provinsi NTB, yakni di Asrama Haji dengan pengawalan ketat Kepolisian.

    “Dari tiba di bandara kita lakukan pengamanan, kemudian mereka kita kawal ketat sampai ke tempat karantina yang telah ditentukan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan,” jelas Kapolres.

    Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Hj. Wismaningsih Drajadiah mengatakan, pemulangan Pekerja Migran Indonesia sebanyak 81 orang yang terdiri dari 70 orang laki-laki dan 11 orang wanita ini merupakan TKI yang kerja di Malaysia karena sudah habis masa kontrak.

    “Mereka semua sudah habis masa kontraknya, makanya dipulangkan,” kata Ningsih.

    Sesuai surat edaran dari satkes pusat dan pengumuman dari menteri luar negeri, bahwa semua yang datang dari luar negeri baik WNA maupun WNI menggunakan penerbangan langsung harus dikarantina selama lima hari dan untuk semua pekerja sementara akan dikarantina di Asrama Haji untuk dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut.

    “Jadi mereka tidak bisa pulang langsung, kita harus karantina dulu selama lima hari untuk mencegah Covid-19,” jelasnya. (f3/*)

    Awal 2021, Melalui Disos Dua Balita Dapat Sentuhan Gubernur NTB

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Awal tahun 2021, tepatnya Hari Sabtu (2/1) di Pekan Pertama Januari 2021. Respon cepat aksi sosial Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., masih berlanjut dan tanpa henti.

    Kali ini dimulai dari dua anak usia dini, yaitu Aan Sofian, balita usia sembilan bulan yang tidak memiliki lubang anus, asal Dusun Sori Landi Desa Doromelo Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu dan Ahmad Imanudin (3) asal Dusun Batu Entek Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok tengah.

    Usai shalat subuh, Kepala Dinas Sosial NTB, H. Ahsanul Khalik S.Sos MH, melihat tanda notifikasi dari WhatsApp (Wa). Ternyata pesan singkat dari Bang Zul sebutan populer orang nomor satu di NTB yang menginstruksikan, agar Dinas Sosial segera melakukan asessment kepada dua balita, yaitu balita di Lombok Tengah dan balita di Dompu.

    Pada Respon Sosial awal tahun ini, Pak Gubernur berkenan membantu dua balita pada dua kabupaten tersebut. Bantuan yang diberikan berupa sejumlah dana, sembako, susu formula dan obat-obatan serta telah dikoordinasikan juga untuk mendapatkan layanan pemeriksaan lebih lanjut.

    “Proses koordinasi dan instruksinya seperti ini, Bang Zul tidak kaku dan fleksibel Serba harus cepat, baik cepat tanggap, cepat temu, cepat tindak dan cepat tuntas. Ini yang biasa dilakukan selama ini dalam merespon medsos,” ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H., pada siaran persnya, Sabtu (2/1) kemarin.

    Menyoal dua balita yang membutuhkan perhatian tersebut. Khalik menyebutkan, Bang Zul langsung merespon dengan aksi cepat Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten melalui Pilar Sosial Pendamping Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Dompu dan Satgas P3S Provinsi NTB dan TKSK Kecamatan Jonggat di Lombok Tengah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui dengan cepat kondisi dari dua balita tersebut sehingga dapat segera ditindaklanjut penanganannya.

    Lebih lanjut, bahwa hasil Assesment Pendamping di Dompu, Aan Sofian adalah balita buah hati dari pasangan suami istri, Andika Putra dan Ayutini. Dari Informasi kedua orang tua balita tersebut direncanakan dirujuk ke RS Sanglah untuk mendapatkan tindakan medis. Secara fisik balita tersebut sehat saja. Akan tetapi untuk Buang Air Besar (BAB) melalui anusnya tidak memungkinkan.

    Sementara Aan Sofian memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan, merupakan BPJS mandiri yang diterbitkan dan berfungsi sejak bulan maret 2020, ketika menjalani operasi.

    “Kebutuhan saat ini susu formula dan obat yang dibeli d apotek. Semoga ananda bisa kembali pulih. Aamiin,” kutip mantan Kalak BPBD Provinsi ini.

    Sedangkan untuk kondisi ekonominya, orang tua dari Aan Sofian sementara bukan dari kalangan penerima bantuan sosial PKH dan BPNT, karena data keluarga tidak masuk dalam data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

    Demikian juga dengan balita kedua bernama Ahman Aminudin adalah buah hati dari Gunawi dan Tini asal Dusun Batu Entek Desa Sukarara Kecamatan Jonggat. Berdasarkan asesment, Balita tersebut menderita Tumor Ginjal kiri (Nefroblastoma). Kondisi Ahman baru diketahui sebulan yang lalu, tepatnya bulan Desember 2020. Pernah mendapatkan perhatian dari Pemerintah Desa Sukarare. Pernah menerima bansos JPS gemilang, bahkan juga dari Laskar Comunity.

    “Untuk BPJS masih memakai mandiri, sedang diurus oleh Dinsos dan Dinkes Lombok Tengah untuk masuk dalam PBI JKS Pemda Lombok Tengah,” jelasnya Khalik.

    Bahkan sambung Khalik, Bang Zul menyempatkan diri usai menghadiri pernikahan anak salah seorang kepala Perangkat Daerah Provinsi di Puyung, saat itu juga langsung menyambangi kediaman orang tua balita Ahmad Aminuddin untuk melihat secara langsung kondisi Ahman Imanudin sekaligus membicarakan penanganan lebih lanjut anak tersebut.

    “Aksi respon sosial ini terus akan berlanjut. Pengaduan di medsos sangat transparan dan dapat ditindaklanjut secara transparan pula. Karena Bang Zul konsen dengan kondisi Sosial dan Kesehatan Masyarakat di NTB, khususnya yang belum disentuh kebijakan Pemerintah,” pungkas Aka. (f3/kmf)

    Awali Tahun 2021, Dispar Lobar Gandeng Sejumlah Elemen Bersihkan Kawasan Wisata

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Mengawali tahun 2021 ini, Dinas Pariwisata Lombok Barat bersama para pelaku usaha pariwisata dan komunitas peduli melakukan aksi peduli kebersihan di tempat wisata. Kali ini aksi bersih-bersih dilakukan di kawasan wisata Senggigi.

    Dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, H. Saepul Ahkam, aksi bersih kawasan wisata yang dilaksanakan pada Sabtu, (02/01/2021) itu diikuti sejumlah komunitas peduli lingkungan dan komunitas pariwisata, seperti Lombok Ocean Care (LOC), Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gemawira) NTB, Sahabat Pariwisata Nusantara (Sapana), Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram.

    “Walaupun tidak ada perayaan tahun baru, kegiatan rutin kami di Dinas Pariwisata Lombok Barat yakni bersih-bersih kawasan wisata tetap kami lakukan,” tutur Akhkam usai kegiatan.

    Posisi Senggigi sebagai icon pariwisata dikatakan Akhkam harus tetap bisa menjadi contoh bagi setiap kawasan wisata lainnya terutama dalam hal kebersihan.

    “Alhamdulillah, walaupun di tengah-tengah orang yang sebagian besar masih sedang libur, teman-teman dari Lombok Ocean Care, Lombok Care Community, Himpunan Pramuwisata Indonesia Lombok Barat, Gerakan Masyarakat Wirausaha NTB, Sahabat Pariwisata Nusantara, adik-adik mahasiswa STP, dan sejumlah masyarakat sekitar tetap bisa meluangkan waktu untuk ikut kegiatan bersih-bersih hari ini, dan tadi kami juga dibantu oleh teman-teman volunteer dari Filipina dan beberapa warga asing expatriat ikut turun membersihkan jalan kawasan Senggigi,” lanjut Akhkam.

    Selain juga langsung dipantau oleh Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, kegiatan ini juga disambut baik oleh para pelaku wisata.

    “Kami dari Sapana (Sahabat Pariwisata Nusantara) sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Lombok Barat, ini adalah suatu yang luar biasa, di saat seperti ini kita sadari bahwa bisnis pariwisata sedang lesu, namun di balik itu ada hikmah yang bisa kita ambil, bahwa di balik lesunya pariwisata ini, kita bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut kedatangan tamu-tamu kita,” ungkap Lalu Puguh Mulawarman, Ketua DPD Sapana NTB.

    Menurutnya kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang tepat untuk mempersiapkan pariwisata khususnya di Lobar untuk menyambut kedatangan para pengunjung nantinya.

    “Jangan sampai nantinya, jika kita tidak bersiap-siap, ketika kemudian tamu datang, saatnya tamu ramai, kita gagap, bahwa daerah tujuan wisata kita belum sempat kita persiapan dengan baik,” tukasnya.

    Karena menurutnya bisa jadi karena sepinya pengunjung, lalu pelaku abai menyiapkan, seperti bersih-bersih di daerah wisata yang tidak dilakukan. Daerah-daerah tersebut nantinya akan menjadi daerah yang tidak terawat, daerah yang tidak berpenghuni, kemudian menjadi daerah yang tidak menarik untuk dipandang.

    “Alhamdulillah pak kadispar punya pemikiran yang jauh ke depan, dia bisa merangkul semua komponen khususnya yang bergelut di bidang pariwisata untuk bisa tetap menjaga daerah tujuan wisata kita di sini,” lanjutnya. (f3)

    Atlit Tarung Drajat Kurniawan akan Berjuang Maksimal untuk NTB di PON Papua 2021

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Atlit Tarung Drajat, Kurniawan bertekad mengharumkan nama Provinsi NTB di ajang PON XX di Jayapura, Papua, tahun 2021 mendatang.

    Anggota TNI-AD berpangkat Sersan Dua (Serda) ini mengatakan, bahwa saat ini dirinya bisa lebih fokus dalam menjalani latihan persiapan menuju PON XX tahun 2021, karena sudah berpindah tugas atau kembali ke wilayah NTB, terhitung sejak awal Desember 2020 lalu.

    “Saya sudah berpindah tugas ke NTB, sehingga saya bisa lebih fokus berlatih untuk mengharumkan nama Provinsi NTB dan juga Korem 162/WB di ajang PON XX tahun 2021 nanti,” kata Kurniawan disela-sela waktu latihannya di Mataram baru-baru ini.

    Secara khusus, Kurniawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok, yaitu H. Bambang Kristiono (HBK) yang telah sangat berperan dalam membantu proses perpindahan tugasnya dari Bandung, Jawa Barat ke NTB.

    “Mohon izin kepada pak HBK, terima kasih atas segala perhatian, bantuan dan kebaikan hatinya. Semoga kebaikan Komandan mendapat balasan dari Allah SWT dan menjadi ladang amal bagi Komandan dan keluarga,” tutur Kurniawan dengan rasa haru.

    Kurniawan merupakan atlit asal Sumbawa, NTB yang pernah mengharumkan nama NTB dengan berhasil meraih medali emas di PON XIX tahun 2016 silam.

    Pada tahun yang sama, kemudian Kurniawan mengikuti tes seleksi anggota TNI-AD dan lulus serta ditempatkan di daerah Bandung, Jawa Barat.

    Ketua Harian Pengda Perkemi NTB yang juga Ketua Forum Pelatda NTB, Agus Suharian menjelaskan, proses perpindahan Kurniawan ke NTB itu berkat bantuan dan perhatian dari HBK.

    Agus mengatakan, awalnya Ia mendapat keluhan dari tim Pelatih Tarung Drajat NTB tentang Kurniawan yang masih bertugas di Bandung, Jawa Barat.

    “Tim pelatih Tarung Drajat kita mengeluhkan, atlit andalannya berada atau bertugas di Bandung. Ini sangat menyulitkan pelaksanaan program latihan yang sudah disiapkan,” kata Agus.

    Mendengar keluhan tersebut, Agus pun kemudian mencoba menyampaikan permasalahan ini kepada HBK yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI.

    “Saat itu pak HBK langsung merespons, dan beliau mengupayakan komunikasi dengan instansi terkait agar Kurniawan bisa berpindah tugas ke Korem 162/WB. Dan pada Desember ini, Kurniawan sudah berhasil pindah ke Korem 162/WB di NTB,” katanya.

    Agus juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada HBK yang sudah sangat mensupport kegiatan olahraga dan atlit-atlit olahraga asal NTB.

    Menurutnya, kepedulian HBK kepada dunia olahraga NTB memang sangat luar biasa, sehingga pihaknya berencana untuk mengumpulkan para pelatih atlit NTB untuk bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan HBK.

    “Kita rencananya akan kumpulkan teman-teman pelatih di NTB untuk bertemu pak HBK. Harapannya agar beliau bisa memberikan motivasi-motivasi kepada para pelatih atlit ini untuk kemajuan dan prestasi olahraga NTB. Alhamdulillah beliau sudah merespons dengan baik dan beliau berjanji secepatnya akan menemui para pelatih atlit tersebut di NTB,” tukasnya.

    Dalam kesempatan terpisah, HBK juga menyampaikan harapannya bahwa torehan prestasi atlit-atlit NTB di PON XX yang akan datang bisa lebih baik lagi, karena akan menjadi kebanggaan dan kegembiraan tersendiri bagi segenap masyarakat NTB.

    “Saya berharap, kehadiran Kurniawan ditengah-tengah para atlit NTB, akan menjadi dorongan tekad serta semangat yang lebih kuat lagi mengingat Kurniawan adalah salah satu peraih medali emas di PON yang lalu, yang telah mengharumkan nama NTB di tingkat nasional,” kata HBK optimis. (f3/*)

    Cegah Penyebaran Covid-19, Patroli Skala Besar Bubarkan Kerumunan Malam Tahun Baru

    0

    HarianNusa.com, Mataram—Tim gabungan menggelar patroli skala besar malam tahun baru di Kota Mataram. Patroli dilaksanakan di sejumlah titik di Kota Mataram. Mulai dari tempat tongkrongan, lokasi wisata hingga taman terbuka yang biasanya ramai dikunjungi warga masyarakat. Menurunkan sejumlah perlengkapan. Patroli skala besar digelar Kamis malam (31/12/2020) dimulai pukul 22.00 Wita.

    Dipimpin Dandim 1606 Lombok Barat, Kolonel Arm Gunawan, didampingi Kabag Ops Polresta Mataram Kompol Taufik, patroli skala besar ini menurunkan 61 personil gabungan. Dengan rincian, 28 personil TNI, 15 personil Polresta Mataram, 9 personil Satpol PP Kota Mataram, 5 personil Dishub Kota Mataram, 4 personil BPBD Kota Mataram.

    Petugas gabungan langsung membubarkan warga masyarakat yang dijumpai di sejumlah tempat. Diantaranya membubarkan kerumunan di Pantai Ampenan. Dimana di salah satu sudut pantai Ampenan ditemui masih banyak warga masyarakat yang berkumpul menantikan malam pergantian tahun

    ‘’Bubar semuanya, tidak boleh ada yang berkerumun seperti ini,’’ ungkap Kabag Ops Polresta Mataram, Kompol Taufik saat itu.

    Perintah petugas ini langsung dituruti warga dengan membubarkan diri. Petugas selanjutnya mendatangi Jalan Udayana yang menjadi pilihan warga untuk berkumpul. Di lokasi ini petugas masih mendapati puluhan warga yang berkumpul bersama sahabat dan keluarga. Petugas pun langsung membubarkan kerumunan ini.

    “Ini sudah melewati waktu. Silahkan bubar dan pulang ke rumah masing-masing. Tutup juga dagangannya,’’ tegas Taufik.

    Masih di sekitar Jalan Udayana. Di bagian Selatan masih banyak yang berkumpul. Petugas gabungan langsung memerintahkan warga untuk membubarkan diri. Warga cukup terkejut dengan kedatangan petugas dan langsung membubarkan diri.

    “Ini sudah kita informasikan dan imbau sebelumnya. Jangan ada yang beraktivitas. Ini koq masih berkumpul juga. Penyebaran Covid-19 sekarang lagi naik jangan ada yang berkumpul. Itu pakai juga maskernya,’’ kata Taufik.

    Petugas gabungan juga mendapati warga berkerumun di Lapangan Sangkareang. Warga yang menunggu momen pergantian tahun itu langsung dibubarkan petugas.

    ‘’Kami sudah sampaikan tidak boleh ada yang berkerumun. Pulang saja ke rumah masing-masing,’’ bebernya.

    Patroli skala besar berikutnya dilanjutkan menuju Jalan Lingkar Selatan. Petugas mendatangi sekitar Gerbang Tembolak. Kemudian menuju Taman Loang Baloq. Kedua tempat ini didapati sepi pengunjung.

    Patroli skala besar tidak hanya mencari kerumunan massa. Petugas juga menyasar dan mencari pedagang petasan yang masih nekat berjualan. Pedagang petasan yang dijumpai petugas. Langsung diminta menutup dagangannya dan pulang ke rumah serta tidak berjualan lagi.

    ‘’Cepat tutup dagangannya. Nanti kami balik lagi. Kalau masih berjualan kami sita dagangannya,’’ ungkap Taufik.

    Dandim 1606 Lombok Barat, Kolonel Arm Gunawan menyampaikan, sesuai rencana malam pergantian tahun tidak boleh ada kerumunan yang bisa mengakibatkan pelanggaran protokol kesehatan. Kedua tetap mengantisipasi adanya masyarakat merayakan malam pergantian tahun dengan cara yang tidak sepatutnya. Seperti minum minuman keras, mabuk-mabukan, membakar petasan atau kembang api yang membahayakan.

    “Imbauan sudah lama kita sampaikan. Penjual dan dan pembeli yang tidak faham larangan. Sudah kita antisipasi dengan melakukan penertiban tiga hari sebelumnya. Namun jika ada ditemukan akan diberitahukan dengan cara humanis dan tegas sesuai arahan Wali Kota Mataram, ’’kata Dandim 1606 Lombok Barat.

    Secara keseluruhan patroli skala besar dimalam tahun baru berjalan aman dan lancar. (f3)

    Frustasi Ditinggal Istri, Pria di Loteng Gantung diri dalam Rumahnya

    HarianNusa.com, Lombok Tengah – Seorang pria bernama Marsan (38) warga Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di dalam rumahnya, Kamis (31/12). Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya, karena frustasi ditinggal istrinya.

    Kapolsek Batukliang, Iptu Gede Gisiyasa mengatakan, dari informasi keluarga bahwa korban memiliki permasalahan internal dengan istrinya. Sehingga istrinya pergi meninggalkan rumah dengan membawa tiga anaknya untuk menenangkan diri.

    “Diduga hal itulah membuat korban frustasi, sehingga nekat gantung diri dengan tali,” ujarnya kepada wartawan.

    Peristiwa tersebut berawal saat salah seorang warga setempat merasa curiga dengan kondisi rumah korban yang sampai malam hari lampunya tidak menyala dan pintu rumah terkunci dari dalam.

    Dimana sebelum, saksi bertemu dengan korban pada malam sebelumnya dan korban akan beristirahat. Sehingga saksi sangat khawatir dan selesai solat magrib mencari korban dengan menggunakan tangga melalui lubang angin rumah korban. Saksi melihat korban telah dalam posisi gantung diri.

    “Kemudian saksi teriak untuk meminta tolong dan warga setempat mendobrak pintu rumah korban. Selanjutnya, jasad korban diturunkan,” jelasnya.

    Dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya yang menerima informasi langsung turun melakukan identifikasi dan mengecek kondisi korban. Peristiwa tersebut murni kasus gantung diri yang mengakibatkan nyawa korban melayang.

    “Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi, dan menerima peristiwa itu sebagai musibah,” pungkasnya. (f3/*)

    Hari Ini PKS Muswil Serentak di 34 Provinsi Se-Indonesia

    0

    HarianNusa.com, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pada 27 Desember 2020 dan Musyawarah Daerah (Musda) pada 28 Desember 2020 secara serentak di seluruh Indonesia.

    Kegiatan ini istimewa dan berbeda dengan Muswil dan Musda sebelumnya karena dilaksanakan virtual, secara serentak dan dalam waktu bersamaan di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia.

    Sekjen DPP PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengatakan langkah ini diambil untuk menyiasati kondisi pandemi yang masih belum berakhir.

    “Sampai saat ini kita masih pada masa pandemi Covid-19, sehingga pertemuan fisik dengan dalam jumlah yang banyak kita hindari. Hal ini yang mendorong PKS untuk melaksanakan kegiatan ini secara serentak dan dalam waktu bersamaan secara daring menggunakan teleconference. Ini adalah terobosan agar protokol kesehatan tetap terjaga dan mekanisme organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ungkap Habib Aboe Bakar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (26/12/2020)

    Aboe Bakar Al-Habsyi, Sekjen DPP PKS

    Lebih lanjut Aboe Bakar menjelaskan peserta kegiatan ini terbagi dua, yaitu ada yang hadir secara fisik dan ada yang hadir secara virtual. Kehadiran peserta ada yang melalui daring ada pula yang luring. Kegiatan utama berada di DPP PKS yang akan dihadiri secara terbatas oleh para pimpinan PKS, antara lain Presiden PKS, Sekjen, Bendum, Ketua MPP, Ketua DSP, dan para Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Wilayah.

    “Kemudian di seluruh Provinsi nantinya para pengurus DPW akan mengikuti kegiatan kegiatan ini secara bersama-sama. Selain itu para pengurus di berbagai tingkatan, anggota legislatif PKS di berbagai tingkatan, Kepala Daerah di berbagai tingkatan, dan seluruh kader serta simpatisan PKS juga akan mengikuti secara daring,” ujar Habib Aboe.

    Aboe Bakar menjelaskan agenda utama dari Muswil adalah pergantian kepengurusan di tingkat Wilayah/Provinsi. “Setelah kemarin dilaksanakan pergantian kepemimpinan di tingkat pusat melalui Munas V, ini adalah suksesi kepemimpinan PKS di tingkat Wilayah. PKS ini adalah partai kader, tentunya kita melakukan kaderisasi, salah satunya melalui forum Muswil V seperti ini; begitu juga dengan Musda untuk tingkat kabupaten/kota,” paparnya.

    Agenda pelantikan dan pembacaan sumpah jabatan seluruh kader yang akan mengemban amanah sebagai pimpinan partai di tingkat Wilayah dan pimpinan partai di tingkat Kabupaten/ Kota merupakan hasil dari proses demokrasi yang dilaksanakan PKS dengan melibatkan seluruh kader.

    “Terakhir akan ada Pidato Politik Presiden PKS, H Ahmad Syaikhu dengan tema ‘Songsong Kemenangan 2024 dengan Mewujudkan Kepemimpinan yang Tangguh’ di level nasional dan daerah,” tambah Aboe.

    Meskipun dilakukan secara daring, Aboe Bakar menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Muswil dan Musda dilaksanakan sebagaimana mestinya. Mereka yang terpilih sebagai Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW), akan dilantik oleh Presiden PKS pada 27 Desember 2020, sedangkan mereka yang terpilih sebagai Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD), akan dilantik oleh Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Wilayah masing-masing.

    Setelah pelantikan, agendanya adalah membahas amanah Muswil dan amanah Musda, rencana kerja, serta rencana anggaran. Seluruh rangkaian Muswil dan Musda dilaksanakan sesuai panduan yang ditetapkan oleh partai.

    error: Content is protected !!