More
    Beranda blog Halaman 118

    SMA IT Samawa Cendekia Juara 2 Ajang Penelitian Internsional di Brazil

    HarianNusa.com, Sumbawa – Tim SMA IT Samawa Cendekia, Arsyadilla Sophia Fidduha dan Adilah Nur Salsabila meraih penghargaan dengan judul penelitian “Biomaterial Analysis of The Potential of Corn Cob Bricket, Candlenut and Coconut Sheel as Renewable Energy”. Tim dari sekolah yang baru berusia dua tahun ini, berhasil meraih Juara 2.

    Peneliti muda SMA IT Samawa Cendekia ini meneliti tentang potensi arang briket dari bongkol jagung, tempurung kemiri dan tempurung kelapa sebagai sumber energi terbarukan yang begitu melimpah di Kabupaten Sumbawa.

    Ajang Penelitian Internasional Mostra de Ciencias e Tecnologia da Escola Acai (MCTEA) 2020 diselenggarakan secara online dari Brazil, dan diikuti oleh tim dari berbagai sekolah di seluruh penjuru dunia.

    Kepala Sekolah SMAIT Samawa Cendekia, Muslim, Minggu (20/12/2020) mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh siswanya.

    “Sekolah kami ini baru terbentuk 2 tahun, namun sudah mengukir prestasi yang mengharumkan nama Sumbawa, NTB bahkan Indonesia,” ucapnya bahagia.

    Dengan raihan juara ini lanjutnya, bertambah lagi prestasi yang telah diraih oleh SMA IT Samawa Cendekia yang berada dibawah naungan Sekolah Islam Terpadu Samawa Cendekia.

    Baca Juga:
    SMA IT Samawa Cendekia Mewakili NTB dalam LKIR Ke-52 LIPI 2020
    Siswi SMA IT Samawa Cendekia Mewakili Indonesia Dalam Ajang Penelitian Internasional RTIC di Brazil

    “Walaupun sekolah ini masih baru, namun telah mampu mencetak prestasi-prestasi membanggakan nama sekolah, daerah, nasional dan internasional,” terangnya.

    “Terima kasih kepada ustad dan ustazah yang mampu memberikan bimbingan kepada anak-anak SMA IT sehingga mampu meraih prestasi yang sangat bergengsi ini,” sambung beliau.

    Arsyadilla Sophia Fidduha dan Adilah Nur Salsabila, siswi SMA IT Samawa Cendikia

    Jadi Rektor, Illah Sailah Siap Wujudkan Universitas Binawan Terdepan di Indonesia

    0

    HarianNusa.com, Jakarta – Universitas Binawan menunjuk Dr. Ir. Illah Sailah, MS, sebagai rektor baru. Serah terima jabatan rektor dari Plt Rektor Dr. Ayu Dwi Nindyati, M.Si., Psikolog berlangsung hari ini, Selasa (22/12/2020), di Auditorium Universitas Binawan, Kalibata, Jakarta Selatan.

    Dalam sambutannya, Illah menyatakan siap menjadikan Universitas Binawan sebagai kampus yang berakhlak, berbasis digital, dan berdaya saing internasional.

    “Saat ini Universitas Binawan sedang bertransformasi untuk mencapai visi 2025 sebagai pusat pendidikan tinggi unggulan yang berdaya saing global dan terdepan di Indonesia,” kata Illah dalam sambutan sertijab.

    Illah melanjutkan, untuk mewujudkan hal tersebut maka akan terus dilakukan perbaikan yang berkelanjutan secara internal. Dengan demikian hasilnya dapat dirasakan masyarakat sebagai perwujudan Tridharma Perguruan Tinggi.

    Sebelumnya Dr. Ayu Dwi Nindyati menjadi Plt Rektor Universitas Binawan menggantikan Drs. Sofyan Hawadi, MA pada 13 Juni 2020.

    Universitas Binawan berdiri sejak era 2000-an dikenal sebagai pencetak alumni-alumni yang banyak diterima diberbagai perusahaan di luar negeri. Hal tersebut karena Universitas Binawan berstandard Internasional, berbasis Digital, serta berpedoman akhlak yang baik.

    Anyaman Ketak Produk Binaan BTPN Syariah Tembus Pasar Korea dan Jepang

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Murnah (55) Salah satu nasabah inspiratif BTPN Syariah mataram, sehari-hari memproduksi kerajinan anyaman berbahan tumbuhan Ketak (semacam lidi) yang banyak tersedia di Pulau Lombok. Produk kerajinan yang dihasilkan Murnah berupa tas cantik, wadah sendok, dan keranjang sampah. Produk yang dihasilkan tidak hanya diserap pasal lokal dan Indonesia, kini sudah dipasarkan hingga ke Korea dan Jepang. Ia menuturkan akan mengirim sebanyak 500 ribu buah kerajinan keranjang ke Korea Selatan dan 1.000 buah tempat sendok dari anyaman Ketak ke Jepang pada Januari 2021 nanti.

    Inaq (ibu) Murnah adalah salah satu nasabah inspiratif BTPN Syariah Mataram berbagi kisah perjalanan usahanya kepada awak media, Selasa (22/12/2020) di  SD Aisiyah 2 Kota Mataram. Perempuan berusia sekitar 55 tahun ini, sengaja dihadirkan untuk berbagi cerita perjalanan usahanya selama didampingi para bankir pemberdaya BTPN Syariah kepada para guru dan nasabah serta warga sekitar sekolah.

    “Rencananya barang akan dikirim pada Januari 2021. Pengiriman dilakukan bekerja sama dengan pengusaha besar di Kabupaten Lombok Tengah,” kata Murnah, di sela peringatan Hari Ibu yang digelar oleh Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah di SD Aisiyah 2 Mataram.

    Corporate Communications BTPN Syariah Ainul Yaqin mengatakan, Murnah merupakan salah satu dari 3,8 juta nasabah pembiayaan BTPN Syariah dari kalangan perempuan di seluruh Indonesia.

    Ainul Yaqin, Kepala Corporate Communication BTPN Syariah

    “Kami memberikan pendampingan kepada Ibu Murnah di saat-saat kondisi usahanya dalam kondisi tidak menentu, terutama pascagempa. Dan sekarang juga di saat pandemi. Selain membina dari sisi usaha, kami juga memberikan edukasi terkait dengan protokol kesehatan COVID-19,” ujar Ainul.

    BTPN Syariah memberikan pembiayaan kepada pengrajin ketak Bina Usaha dari Desa Batu Mekar, Kabupaten Lombok Barat itu sejak 2017. Namun usaha kerajinan ketaknya sempat menurun akibat gempa bumi yang mengguncang Lombok 2018 silam, ditambah dengan pandemi COVID-19 sejak Maret 2020.

    Inaq Murnah tidak bekerja sendiri, Ia juga mengajak dan memberdayakan tetangganya untuk memenuhi pesanan. Jumlah pesanan yang tinggi menggairahkan kembali semangat para pengrajin Ketak di Dusun Gubuk Baru, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

    “Selain saya memproduksi sendiri, saya juga menjalin kemitraan dengan para pengrajin di dusun saya. Ada 200 pengrajin yang menjadi mitra, sebagian besar kaum wanita,” ujarnya dalam Bahasa Sasak.

    Awalnya, pembiayaan yang diberikan sebesar 3 juta rupiah selama satu tahun, namun mampu dilunasi Murnah sebelum masa pinjaman berakhir. Pada 2018, BTPN Syariah kembali memberikan pembiayaan sebesar 6 juta rupiah, dan mampu dilunasi sebelum satu tahun. Karena kinerja yang baik tersebut, Murnah kembali mendapatkan pembiayaan sebesar Rp10 juta pada 2019 dan mampu diselesaikan dalam waktu 10 bulan.

    “Sekarang saya mau mengajukan pembiayaan sebesar 15 juta di BTPN Syariah. Sebenarnya ditawari 25 juta, tapi saya tidak berani, takut nanti tidak bisa dilunasi,” tutur Murnah yang sempat menjadi buruh tani bersama suaminya selama tujuh bulan sejak pandemi COVID-19.

    Hari Ibu 2020, BTPN Syariah Berbagi Inspirasi dari Inaq Murnah

    HarianNusa.com, Mataram –  Inaq (ibu) Murnah, salah satu nasabah inspiratif BTPN Syariah Mataram berbagi kisah perjalanan usahanya kepada awak media, di  SD Aisiyah 2 Kota Mataram, Selasa (22/12/2020). Perempuan berusia sekitar 55 tahun ini, sengaja dihadirkan untuk berbagi cerita perjalanan usahanya selama didampingi para bankir pemberdaya BTPN Syariah kepada para guru dan nasabah serta warga sekitar sekolah.

    Sehari-hari, Murnah memproduksi kerajinan anyaman berbahan tumbuhan Ketak (semacam lidi) yang banyak tersedia di Pulau Lombok. Produk kerajinan yang dihasilkan Murnah berupa tas cantik, wadah sendok, dan keranjang sampah. Produk yang dihasilkan tidak hanya diserap pasal lokal dan Indonesia, kini sudah dipasarkan hingga ke Korea dan Jepang. Ia menuturkan akan mengirim sebanyak 500 ribu buah kerajinan keranjang ke Korea Selatan dan 1.000 buah tempat sendok dari anyaman Ketak ke Jepang pada Januari 2021 nanti.

    “Rencananya barang akan dikirim pada Januari 2021. Pengiriman dilakukan bekerja sama dengan pengusaha besar di Kabupaten Lombok Tengah,” kata Murnah, di sela peringatan Hari Ibu yang digelar oleh Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah di SD Aisiyah 2 Mataram.

    Inaq Murnah, Pengrajin Ketak yang menjadi Nasabah Inspiratif BTPN Syariah.

    Inaq Murnah tidak bekerja sendiri, Ia juga mengajak dan memberdayakan tetangganya untuk memenuhi pesanan. Jumlah pesanan yang tinggi menggairahkan kembali semangat para pengrajin Ketak di Dusun Gubuk Baru, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

    “Selain saya memproduksi sendiri, saya juga menjalin kemitraan dengan para pengrajin di dusun saya. Ada 200 pengrajin yang menjadi mitra, sebagian besar kaum wanita,” ujarnya dalam Bahasa Sasak.

    BTPN Syariah memberikan pembiayaan kepada pengrajin ketak Bina Usaha dari Desa Batu Mekar, Kabupaten Lombok Barat itu sejak 2017. Namun usaha kerajinan ketaknya sempat menurun akibat gempa bumi yang mengguncang Lombok 2018 silam, ditambah dengan pandemi COVID-19 sejak Maret 2020.

    Awalnya, pembiayaan yang diberikan sebesar 3 juta rupiah selama satu tahun, namun mampu dilunasi Murnah sebelum masa pinjaman berakhir. Pada 2018, BTPN Syariah kembali memberikan pembiayaan sebesar 6 juta rupiah, dan mampu dilunasi sebelum satu tahun. Karena kinerja yang baik tersebut, Murnah kembali mendapatkan pembiayaan sebesar Rp10 juta pada 2019 dan mampu diselesaikan dalam waktu 10 bulan.

    Ainul Yaqin, Kepala Corporate Communication BTPN Syariah

    “Sekarang saya mau mengajukan pembiayaan sebesar 15 juta di BTPN Syariah. Sebenarnya ditawari 25 juta, tapi saya tidak berani, takut nanti tidak bisa dilunasi,” tutur Murnah yang sempat menjadi buruh tani bersama suaminya selama tujuh bulan sejak pandemi COVID-19.

    Corporate Communications BTPN Syariah Ainul Yaqin mengatakan, Murnah merupakan salah satu dari 3,8 juta nasabah pembiayaan BTPN Syariah dari kalangan perempuan di seluruh Indonesia.

    “Kami memberikan pendampingan kepada Ibu Murnah di saat-saat kondisi usahanya dalam kondisi tidak menentu, terutama pascagempa. Dan sekarang juga di saat pandemi. Selain membina dari sisi usaha, kami juga memberikan edukasi terkait dengan protokol kesehatan COVID-19,” ujar Ainul.

    Tanam Pohon Kebangsaan, Cara Johan Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI

    HarianNusa.com, Sumbawa Besar – Sekretaris Fraksi PKS yang juga anggota Badan Pengkajian MPR-RI H. Johan Rosihan, ST melakukan kegiatan tanam pohon kebangsaan di Desa Kerekeh Kecamatan Unter Iwes Kabupaten Sumbawa, Jumat (18/12/2020).

    Kegiatan peduli lingkungan ini diikuti oleh Wakil Bupati Sumbawa, H. Mahmud Abdullah, Dandim Sumbawa, Perwakilan Polres Sumbawa, Camat Unter Iwis, ketua DPD PKS Sumbawa, Gerakan Pramuka Kwarcab Sumbawa, Komunitas Pegiat Lingkungan dan anggota masyarakat lainnya.

    Menurut Johan, sosialisasi 4 Pilar tidak hanya dilakukan melalui kegiatan kegiatan seminar dan diskusi didalam ruangan, tapi dapat juga dilakukan dalam bentuk kegiatan lain seperti menanam pohon dan melestarikan lingkungan.

    “Tujuan dibentuknya negara dan pemerintahan itu adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Nah menanam pohon dan melakukan penghijauan adalah salah satu wujud pelaksanaan tujuan negara tadi. Karena jangan sampai air hujan yang sebenarnya rahmat itu berubah menjadi bencana karena kondisi hutan kita banyak yang gundul dan rusak,” ujar pria kelahiran Empang, Sumbawa ini.

    Selanjutnya, Johan meminta komitmen bersama masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dan hutan. Pembacaan ikrar bersama dipandu Johan dan diikuti seluruh peserta yang hadir dan ditandatangani perwakilan yang hadir.

    Setelah pembacaan dan penandatanganan ikrar, kegiatan ditutup dengan penanaman pohon di lokasi sekitar Okay Ojong.

    Pembacaan ikrar bersama untuk menjaga alam dan lingkumgan.
    Penandatanganan ikrar bersama oleh Johan Rosihan, Wakil Bupati Sumbawa, dan perwakilan kelompok peduli lingkungan.
    Penyerahan bibit tanaman oleh Johan Rosihan kepada perwakilan masyarakat.

    Johan Tasyakuran Kemenangan Mo-Novi

    HarianNusa.com, Sumbawa Besar –  Anggota DPR-RI Fraksi PKS H. Johan Rosihan, ST., menggelar syukuran atas kemenangan pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Mo-Novi di Rumah Aspirasinya, Sumbawa Besar Kamis (17/12/2020) sore.

    Acara syukuran dihadiri oleh Wakil Bupati terpilih Dewi Noviany, sejumlah tokoh masyarakat, Pengurus DPD PKS Sumbawa, anggota fraksi PKS DPRD Sumbawa, dan ratusan warga relawan.

    “Hari ini kita bersyukur karena banyak kegembiraan. Hari ini bertepatan dengan HUT NTB yang ke-62, dan hari ini juga KPU Sumbawa sudah menetapkan hasil pemungutan suara dengan Mo-Novi sebagai pemenang,” ujar Johan disambut tepuk tangan para hadirin.

    KPUD Kabupaten Sumbawa menuntaskan rekapitulasi penghitungan suara pemilihan Bupati-Wakil Bupati pada Rabu (16/12/2020) tengah malam. Dan menetapkan hasil penghitungan suara melalui surat keputusan Kamis(17/12/2020) sekitar pukul 1 dini hari.

    Berdasarkan Surat Keputusan KPU Sumbawa nomor 716/HK.03.1-Kpt/5204/02/KPU-Kab/XII/2020, pasangan calon nomor urut 4 Drs. H. Mahmud Abdullah-Dewi Noviany, M.Pd (Mo-Novi) memperoleh 69.683 suara. Disusul pasangan nomor urut 5 Ir. H. Syarafuddin Jarot MP—Ir. H. Mokhlis M.Si (Jarot—Mokhlis) dengan 68.801 suara. Selisih 882 suara.

    Urutan ketiga ditempati oleh pasangan nomor urut 3 Ir. Talifuddin M.Si-Sudirman S.IP (Talif-Sudir) 51.169 suara, dan H. M Husni Djibril B.Sc-Dr. H. Muhammad Ikhsan M.Pd (Husni-Ikhsan) di urutan keempat dengan 43.938 suara. Urutan terakhir, pasangan Nurdin Ranggabarani SH, MH-H. Burhanuddin Jafar Salam SH, MH (Nursalam) dengan perolehan 41.275 suara.

    Dewi Noviany, M.Pd, Wakil Bupati Sumbawa terpilih

    Dalam sambutannya, Novi menyampaikan terima kasih atas perjuangan dan kerja keras para pendukungnya.

    “Melalui kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak ibu semua. Tanpa peran bapak ibu dan saudara sekalian, kita tidak akan sampai pada titik ini. Dan perjuangan harus kita lanjutkan bersama untuk mewujudkan Sumbawa yang Gemilang,” kata Novi dengan senyum lebar disambut riuh tepuk tangan.

    Musholla di Rumah Aspirasi Johan Rosihan

    Musholla Aspirasi

    Pada kesempatan itu, Johan meresmikan sebuah  Musholla di lingkungan rumah aspirasinya. Musholla ini nantinya dihajatkan  sebagai tempat ibadah dan kegiatan masyarakat.

    “Musholla ini untuk melengkapi rumah aspirasi. Silahkan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan masyarakat, kalau susah cari tempat acara hajatan pakai saja. Tidak perlu sewa tempat kursi dan lain lain, cukup jaga kebersihan saja dan kasi tau mas Ari yang stand by disini,” ujar Johan.

    Sekretaris Fraksi PKS MPR-RI ini membangun sebuah rumah aspirasi di Sumbawa Besar sejak terpilih mewakili daerah pemilihan NTB 1 (Pulau Sumbawa).

    Kongres Pertama, SNNU Siapkan Sejuta Asuransi untuk Nelayan

    HarianNusa.com, Lombok Tengah- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siradj membuka Kongres perdana Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) secara virtual yang berlangsung di Ponpes Qomarul Huda Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah asuhan Mustaysar PBNU TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin, Senin 14 Desember 2020.

    Hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Erlangga Hartanto, Menteri Ketenagakerjaan (Menkaker) Ida Faudziyah secara virtual. Selain itu, hadir di lokasi acara Ketua PBNU KH Eman Suryaman, Ketua PWNU NTB Prof Dr TGH Masnun Tahir, Kadis Nakertrans NTB, Kadis Perikanan dan Keluatan NTB Yurson Hadi, Diskrimsus Polda NTB, Perwakilan Danrem Wirabakti 162 beserta PW SNNU se-Indonesia dan seluruh unsur banom lembaga NU NTB.

    Kiai Said menegaskan, PBNU mendukung segala aktivitas SNNU yang dipimpin oleh Witjacksono. Potensi laut yang bisa dikonsumsi dan dimanfaatkan harus dapat dikelola dengan maksimal.

    “Semua potensi laut harus bisa dikelola secara maksimal untuk kesejahteraan nelayan. Kami minta SNNU menjaga keutuhan dan kelestarian laut,” tegasnya

    Sementara, Menaker Hj Ida Fauziyah menyebutkan kehadiran SNNU sebagai angin segar bagi nelayan di Inodenia. Ia berharap program SNNU dapat memberikan dorongan untuk kemajuan serta kesejahteraan para nelayan sebagai penyumbang angka ketenagakerjaan yang cukup signifikan di Indonesia.

    “Saya melihat dengan terbentuknya SSNU ini menjadi sebuah langkah nyata dan juga tentu sebagai angin segar untuk para nelayan yang dapat menikmati program yang akan dijalankan kedepannya,” katanya.

    Untuk itu, perlunya adanya dukungan dari seluruh stakeholder yang ada, baik dari pemerintah maupun pihak organisasi kemasyarakatan dalam berkolaborasi mewujudkan kesejahteraan para nelayan, karena mereka menjadi ujung tombak dari negeri maritim ini.

    Sebelumnya, Ketua Umum PP SNNU Witcaksono menyebutkan dua agenda besar SNNU dalam mensejahterakan nelayan.
    Pertama, bidang perkonomain. Menurutnya SNNU telah menyusun kerjasama dengan para investor asing untuk mengelola potensi laut, khususnya benur agar masyarakat sekitar pesisir ikut dalam pembesaran benur.

    Kedua bidang jaminan sosial. SNNU telah menyiapkan satu juta asuransi jiwa kepada nelayan Indonesia.

    “Kami semua sudah siapkan program yang akan segera launching setelah berakhirnya Kongres SNNU ke-I ini yaitu program satu juta asuransi jiwa untuk nelayan yang berada di pesisir dan daerah terpencil,” katanya.

    “Ini bukan sekedar janji. Mulai bulan juanuari 2021 akan mulai didistribusikan,” kata Witcaksono.

    Apresisasi Kerja Kader, PKS Syukuri Menang di 3 Kabupaten

    HarianNusa.com, Mataram – Rekapitulasi perhitungan suara tim internal PKS pada pilkada serentak 9 Desember 2020 kemarin menunjukkan pasangan yang mereka usung di 3 kabupaten meraih kemenangan. Ketiganya adalah Johan Syamsu-Danny Karter Febrianto nomor urut 1 di Kabupaten Lombok Utara, Mahmud Abdullah-Dewi Noviany nomor urut 4 di Kabupaten Sumbawa, dan W. Musyafirin-Fud Syaifuddin di Kabupaten Sumbawa Barat.

    Ketua DPW PKS NTB H. Abdul Hadi menyatakan mensyukuri hari perolehan tersebut, meski meleset dari target partainya untuk memenangkan pasangan calon di 7 kabupaten kota yang melakukan pilkada serentak.

    “Kami menargetkan bisa memenangkan semua pasangan calon, tapi tercapai di 3 kabupaten saja. Alhamdulillah, semuanya kita syukuri. Kader dan simpatisan sudah maksimal bekerja dan berikhtiar,” ujarnya di Mataram, Rabu (9/12/2020) malam.

    Menurutnya, mesin partai sudah bekerja optimal, dan meminta kadernya untuk mengawal kemenangan yang sudah diraih hingga perhitungan akhir oleh Komisi Pemilihan Umum.

    “Atas nama Pimpinan PKS dan pribadi, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran struktur PKS dari pengurus Daerah hingga pengurus ranting, juga seluruh kader dan simpatisan hingga para relawan. Mesin partai sudah berjalan kencang dan optimal.” pungkasnya.

    Johan Apresiasi Pilkada Terselenggara Dengan Aman dan Damai

    HarianNusa.com, Jakarta – Penyelenggaraan pemilihan kepala daerah 9 Desember 2020 diapresiasi wakil rakyat. H. Johan Rosihan, ST, Anggota DPR RI daerah pemilihan NTB 1 (Pulau Sumbawa) mengapresiasi penyelenggaraan pemilukada di Pulau Sumbawa yang berjalan relatif aman dan damai.

    “Kita ucapakan terima kasih kepada penyelenggara pemilu dan aparat penegak hukum, yang telah menyelenggarakan dan mengawal pelaksanaan Pemilukada. Dinamika politik tentu ada, tapi secara umum berjalan aman dan damai,” ujar legislator PKS ini Rabu malam (9/12/2020) di Jakarta. Ia pun terlihat mengunggah ucapan selamat melalui akun halaman Facebooknya.

    Pria kelahiran Empang ini juga sangat senang, terlebih dua pasangan calon yang diusung partainya juga memenangkan kontestasi.

    Pasangan H. Mahmud Abdullah – Dewi Noviani (Mo-Novi) yang diusung PKS, Partai NasDem, Partai Golkar, dan Partai Bulan Bintang mendapatkan perolehan suara tertinggi (25,4%) di Kabupaten Sumbawa. Bersaing ketat dengan pasangan Jarot-Mokhlis dengan perolehan suara 25%.

    Sementara di Kabupaten Sumbawa Barat, pasangan petahana H. W. Musyafirin – Fud Syaifuddin yang diusung oleh PKS, Gerindra, PDIP, PPP, Partai Nasdem, PKP, PAN, Partai Golkar dan PKB juga menang dengan perolehan suara 74% lebih melawan kotak kosong.

    “Alhamdulillah di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat kita meraih suara terbanyak,” ujar sekretaris Fraksi PKS di MPR RI ini.

    Perbankan Dan Lembaga Keuangan Menjadi Sayap Pelindung UMKM Di Masa Pandemi COVID-19

    0

    Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau sering disingkat UMKM merupakan satu dari sekian banyak sektor yang berkontribusi cukup besar terhadap PDB Indonesia, dan tidak lepas juga dari jumlah tenaga kerja yang sangat banyak pada sektor UMKM sendiri. Di tengah pandemi COVID-19 yang tentunya kita tau membawa pengaruh secara global terhadap kegiatan ekonomi di seluruh dunia, Bagaimana nasib dari UMKM dalam menghadapi krisis ini?

     Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah melalui Perppu No.1 Tahun 2020 menjadi inti atas langkah apa yang harus dilakukan untuk dapat menyiapkan kondisi agar dapat terus bertahan di masa-masa yang sulit ini. Dilanjutkan dengan keluarnya PP No. 23 Tahun 2020 yang salah satu pokoknya adalah Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

    Pihak-pihak seperti Bank dan Lembaga Keuangan merupakan salah satu pihak yang perannya terasa dalam menjaga keberlangsungan UMKM pada masa-masa covid, yang mana peran ini memang sudah menjadi Arahan Presiden yang berupa Restrukturisasi Kredit bagi masyarakat (Relaksasi Kredit). Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu media yang dijadikan sebagai jembatan untuk membantu para pelaku sektor UMKM yang mengalami dampak dari Covid. Berdasakarkan Permenko No.6 Tahun 2020 para pihak yang terdampak dapat memperoleh Pembebasan pembayaran angsuran bunga, pemberian penundaan angusaran pokok KUR dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sesuai penilaian penyaluran KUR yang mulai berlaku 1 April 2020 dan paling lama sampai 31 Desember 2020.

    Tujuan utama dari pemberlakuan relaksasi kredit ini antara lain untuk mencegah PHK besar-besaran yang dilakukan oleh sektor UMKM selama masa pandemi, selain dari untuk bisa bertahan dalam pandemi ini pemerintah juga mengharapkan agar setelah pandemi berakhir para pelaku ekonomi di sektor UMKM dapat memulihkan keadaan bisnis mereka kembali. Namun apakah cukup dengan hanya memberikan relaksasi kredit pada sektor UMKM yang terdampak mengingat mereka juga masih memiliki biaya operasional harian yang terus berjalan. Langkah lanjutan yang dilakukan pemerinah untuk memitigasi hal tersebut adalah dengan Pemberian Modal Kerja Tambahan.

    Proses untuk mendapatkan program relaksasi kredit dapat dimulai dengan mengajukan hak untuk memperoleh relaksasi kredit ke bank yang mana kemudian bank akan mereviu kesesuaian kriteria untuk penerima bantuan, setelah itu bank akan menyampaikan kepada pemerintah atas penerima KUR yang sudah lulus kriterianya, dan akhirnya pemerintah akan memberikan dana. Semua program ini tentunya melewati proses audit yang dilaksanakan BPK atau BPKP untuk menelusuri apakah UMKM yang mendapatkan bantuan tersebut dapat dipertanggung jawabkan.

    Tentu saja pemberian dari bantuan ini perlu menjadi perhatian, karena kalau kita pikirkan di saat-saat seperti ini juga memberikan dana bantuan kepada sektor UMKM dengan harapan mereka bisa langsung menjadi produktif atas bantuan dana yang diberikan mungkin terasa sedikit mustahil.  PSBB tidak bisa digeneralisir di seluruh daerah menjadi faktor yang kuat untuk memperhatikan pembagian dana kepada UMKM. Apakah saat mereka sudah diberikan dana tetapi kondisi dari lingkungan bisnis mereka tidak hidup atau masih dipengaruhi oleh efek PSBB yang menyebabkan konsumen mereka kosong. Dana yang telah diberikan mungkin malah dipergunakan untuk membiaya kehidupan dari pihak UMKM sendiri dan ini menjadikan dana yang diberikan tidak akan efektif. Maka solusi dari permasalahan efektifitas dari pemberian dana adalah informasi yang harus diperoleh. Seperti prediksi dari akhir pandemi atau daerah mana yang sudah mulai bisa jalan ekonominya akibat PSBB sudah dikendorkan bisa diberikan suntikan dana. Selain itu juga evaluasi dari pelaksanaan kegiatan bantuan dana kepada UMKM harus tetap dilakukan agar Pemerintah atau Bank dan Lembaga Keuangan dapat menyesuaikan kebijakan yang harus diambil berdasarkan testinomi dari pihak penerima bantuan, hal ini tentunya untuk menjaga pemberian dana bantuan UMKM yang tepat sasaran, karena yang bisa terjadi apabila pemberian dana tidak tepat sasaran akan menyebabkan kenaikan Non Performing Loan (NPL). Kebijakan yang dinamis lah yang bisa menghadapi permasalahan di masa-masa seperti sekarang ini.

    Apabila dari tadi kita hanya melihat bagaimana Pemerintah dan Bank serta Lembaga keuangan memberikan kebijakan keringan kredit kepada UMKM yang terkena dampak covid. Bagaimana kondisi bank yang memberikan keringanan terhadap kredit itu sendiri? yang kalau dipikir-pikir cuma terjadi cash-outflow seperti untuk biaya operasioal kegiatan bank dan pemberian gaji pegawai tanpa ada cash-inflow dari hasil pembayaran pokok bunga pinjaman kredit dari debitur (UMKM). Apakah bank akan mengalami krisis liquidasi dari skenario kebijakan restrukturisasi kredit? Tentu saja tidak untuk menangani masalah ini pemerintah melalui PP Nomor 23 Tahun 2020 akan membantu bank dari kehilangan cash-inflow yang tidak bisa didapatkan akibat UMKM mendapatkan kebijakan restrukturisasi kredit, yang mana tujuannya sendiri sama seperti tujuan untuk membantu UMKM agar tidak terjadi PHK besar-besaran pada pegawai bank yang melakukan kebijakan restrukturisasi kredit.

    Segala langkah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tentunya merupakan pertimbangan yang terbaik dari yang terbaik atas penyelesaian masalah yang berada saat masa pandemi ini. Sekali lagi prediksi informasi kedepannya yang semakin akurat menjadi kunci utama agar segala kebijakan pemerintah dapat dikerluarkan dengan efektif. Karena bila tergesa-gesa dalam mengambil keputusan dapat memunculkan Free Rider dari segala kebijakan yang telah ditetapkan. Sama halnya dengan prediksi kapan UMKM bisa bangkit masih abu-abu untuk kedepannya semoga atas kebijakan restrukturisasi kredit dan pemberian modal kerja tambahan dapat dimanfaat agar UMKM yang terdampak Covid dan telah menerima bantuan bisa dioptimalkan agar kegiatan UMKM bisa produktif dan cepat pulih kembali.

    Penulis: Ega Yuri Prasetyo
    Mahasiswa PKN STAN

    error: Content is protected !!