Beranda blog Halaman 125

Demi Uang, Pria ini Tega Aniaya Anak Kandungnya

HarianNusa.com, Mataram – Sungguh bejat kelakuan AF (30) tahun, warga Lingkungan Karang Bedil, Kecamatan Cakranegara Timur, Kota Mataram ini. Pria pengangguran ini tega menganiaya anak kandungnya sendiri yang masih berusia 7 tahun. Penganiayaan itu diduga dilakukan beberapa kali.

Aksi penganiayaan itu viral di media sosial. Tanpa waktu lama, petugas meringkus ayah yang tega menganiaya anak kandungnya ini.

‘’Kami mengamankan pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Ini ada ayah yang menganiaya anak kandungnya yang masih berusia 7 tahun. Anak kandungnya ini masih SD,’’ ungkap Kapolresta Mataram Nusa Tenggara Barat, Kombes Pol Heri Wahyudi di Mataram, Senin (25/01/20).

Terakhir kali, penganiayaan diduga dilakukan tanggal 30 Desember 2020 lalu sekitar pukul 21.00 wita. Pelaku beraksi dengan mengikat korban menggunakan tali rapia di tiang jendela. Korban diikat kurang lebih satu jam. Pelaku gelap mata dan mulai memukul paha korban.

‘’Itu kejadiannya, anaknya atau korban diikat lalu dipukul pahanya menggunakan tongkat,’’ bebernya.

Korban lalu divideokan oleh pelaku. Sambil berkata, dirinya berbuat seperti itu, karena ibu korban yang tak lain adalah istrinya yang bekerja sebagai TKW di Singapura. Tidak pernah menghubungi selama beberapa hari.

‘’Dia berkata, kalau tiga hari ibumu tidak menelpon. Ikatan itu tidak akan dibuka. Itu bentuk ancaman untuk istrinya yang bekerja sebagai TKW,’’ katanya.

Tindakan keji itu dilakukan pelaku untuk memancing perhatian istrinya. Tujuannya adalah agar sang istri segera mengirim uang dari luar negeri.

‘’Tujuannya itu agar istrinya kasihan anaknya dipukul lalu dikirimkan uang,’’ tuturnya.

Heri mengatakan, berdasarkan hasil visum, ada luka memar di paha dan punggung korban. Pelaku diduga tidak sekali menganiaya korban.

‘’Karena ada bekas luka lama juga. Kita duga tidak sekali pelaku menganiaya korban,’’ terangnya.

Kasus ini diungkap cukup mudah. Karena viral di media sosial. Pelaku tanpa waktu lama dicokok petugas di rumahnya. ‘’Viral videonya di media sosial. Itu memudahkan kita menangkap pelaku,’’ katanya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku beberapa kali menerima kiriman uang dari istrinya di Singapura. Terakhir kali, lelaki bertato itu dapat kiriman Rp 9 juta.

‘’Yang terakhir dapat kiriman Rp 9 juta dia dari istrinya. Tapi cepat habisnya dan dia lakukan itu terhadap anaknya agar cepat dikirimkan uang dari Singapura,’’ terang Heri.

AF di depan petugas cukup lantang mengakui perbuatannya. Buah hatinya ia siksa semata-mata untuk mencari perhatian istrinya yang bekerja di negeri seberang. ‘’Uangnya ada yang saya pakai main judi online. Saya kalah terus,’’ aku AF.

Dengan perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 44 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang PDKRT ancaman maksimal 5 tahun penjara atau denda Rp 15 juta. (*)

Pasca Gempa, Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan masih Prioritas Utama

0

HarianNusa.com, KLU – Fasilitas sekolah dan kesehatan merupakan kebutuhan yang menjadi hak dasar masyarakat, sehingga ketersediaan sarana dan prasarananya merupakan tanggung jawab bersama.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., yang diwakili Kepala Bappeda, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si., Senin (25/01), di SMKN 1 Pemenang Lombok Utara, meresmikan Rehabilitasi Rekonstruksi Pendidikan dan Kesehatan Pasca Bencana Gempa Bumi 2018, melalui Proyek UNDP-PETRA.

Awal 2021 ini, melalui proyek kerjasama tersebut, pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan akan diawali dengan bangunan SMKN 1 Pemenang. Selanjutnya akan dibangun juga 3 fasilitas pendidikan di SMKN 1 Tanjung, SMKN 1 Gangga dan SMKN 1 Kayangan. Selain fasilitas pendidikan, juga dibangun 10 unit fasilitas kesehatan di KLU, Kabupaten Lombok Timur dan di Kabupaten Lombok Barat.

Menurut Amry, pembangunan yang dilaksanakan UNDP-PETRA ini merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut hajat hidup masyarakat pasca gempa di NTB.

“Program UNDP-Petra selama ini memprioritaskan pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan untuk melayani kebutuhan dasar masyarakat,”kata Kepala Bappeda Provinsi NTB tersebut.

Lebih jauh dijelaskan Amry ,bahwa pembangunan yang terencana dan terukur seperti yang sedang dibangun saat ini, merupakan sinergi dan kerja sama seluruh komponen, baik Pemerintah Pusat, Pemrov. NTB, Pemda Kabupaten/Kota, TNI/Polri dan didukung bersama oleh masyarakat.

“Gubernur NTB sangat mengapresiasi dan menghargai kebersamaan dalam membangun fasilitas yang dibutuhkan masyarakat setempat. Terima kasih Bappenas, BNPB, Dikbud NTB, UNDP-Petra, TNI/POLRI, Pemkab KLU dan Lotim dan seluruh masyarakat yang terlibat selama dua tahun terakhir ” tuturnya.

Amry juga berpesan agar masyarakat dapat ikut dan turut serta mengawal dan memantau pembangunan. Karena sesuai rencana, pembangunan fasilitas SMKN 1 Pemenang dapat diselesaikan dalam enam bulan kedepan.

“Harapan kita bersama, semester ganjil, proses belajar mengajar sudah dapat berlangsung dibulan Juni atau Juli,” tutur pria yang juga menamatkan S-2 nya di ITB.

Sophie Kemkaszhe, Deputy Representative Residence UNDP Indonesia mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam proses rehab rekon. Menurutnya, hal ini menjadi hal utama dalam percepatan pemulihan pembangunan di KLU. Begitu pula dengan keterlibatan perempuan dalam pembangunan rehab rekon. Selain mempercepat proses fisik, partisipasi masyarakat ini turut mempercepat sosial ekonomi masyarakat agar segera pulih dari bencana.

“NTB ini unik, pertumbuhan ekonomi cepat pulih karena infrastruktur cepat terbangun untuk menunjang kegiatan masyarakat. Kalimat ‘cobaq juluq baruq ngalahang’ adalah simbol semangat masyarakat KLU,” ujar Sophie melalui daring.

Pihaknya berharap, akan makin banyak proyek UNDP yang berkelanjutan di Indonesia dan NTB karena partisipasi warga yang tinggi.

Sementara itu, Kepala Dikbud Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqon, menjelaskan bahwa program kerja sama ini merupakan salah satu bentuk komitmen dan keseriusan Gubernur NTB untuk mempercepat pemulihan sarana prasaran dasar pendidikan dan Kesehatan pasca gempa.

“Ini merupakan komitmen dan keseriusan Gubernur untuk mengutamakan fasilitas dasar masyarakat,” kata Aidy Furqon.

Dari pihak sekolah, Pembangunan sarana sekolah yang memadai ini, disambut baik dan ditunggu oleh Kepala SMKN 1 Pemenang KLU, Aswidah Windarti Ningsih, S.Pd., bersama seluruh warga sekolahnya.

Diakui Aswidah, bahwa pasca gempa usai rehab rekon dan trauma healing, sekolah tetap menyelenggarakan proses belajar mengajar. Walaupun dengan bangunan sekolah darurat.

“Kami merasa senang dengan adanya bangunan baru yang akan dibangun ini, nanti tidak lagi belajar disekolah sementara,” kata kepala SMKN 1 Pemenang.

Selain itu ia menjelaskan, dimasa Covid-19, pihak sekolah menerapkan sistem belajar BDR/Belajar Daring kepada 486 siswa. Membagi waktu belajar dengan 2 sesi dan 3 jam belajar. Dalam satu kelas yang normalnya 36 siswa, dibagi jadi 2 kelas menjadi 18 siswa dalam satu kelas.

“Tetap kami terapkan protokol Covid-19 disekolah,” tutupnya.

Kegiatan ini disaksikan secara virtual oleh Deputi Pembangunan Regional Bapenas, perwakilan BNPB, Perwakilan Bank Jerman, perwakilan UNDP-PETEA Indonesia. Hadir pula secara langsung Asisten 1, Asisten 2 Setda Provinsi NTB, Staf Ahli Gubernur, BPBD Provinsi NTB, Forkopimda Kabupaten KLU,toko masyarakat dan agama KLU. (*)

Pemda KLU – KKP RI Serah Terima Perjanjian Hibah Barang Milik Daerah

0

HarianNusa.com, KLU – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (Pemda KLU) dalam rangka Pengembangan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN), khususnya Taman Wisata Perairan Nasional (TWPN) Gili Matra.

Kepala Biro Keuangan Cipto Hadi Prayitno, mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, dan Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH telah menandatangani Perjanjian Hibah Barang Milik Daerah (BMD) Pemerintah Kabupaten Lombok Utara kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di Kantor TWPN Gili Matra, Kecamatan Pemenang, Senin (25/1/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Ditjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Hendra Yusran Siry, Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin SHi, Penjabat Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Asisten II Setda KLU Ir H Rusdi, unsur Polres Lotara dan para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di NTB.

Kepala Biro Keuangan KKP, Drs Cipto Hadi Prayitno menyampaikan, berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 49/KEPMEN-KP/2020, Menteri Kelautan dan Perikanan telah memberikan pelimpahan wewenang kepada Kepala Biro Keuangan untuk menandatangani Perjanjian dan BAST Hibah Langsung Dalam Negeri berupa Barang Milik Pemerintah Daerah yang diterima KKP.

Mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan, Kepala Biro Keuangan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lombok Utara beserta jajaran.

“Insha Allah KKP akan menerima hibah dan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. BMD yang dihibahkan Pemda KLU adalah lahan seluas 720 m² dan 2 gedung/bangunan yang berlokasi di Jalan Raya Bangsal Kecamatan Pemenang,” tuturnya.

Hibah BMD ini bertujuan mendukung tugas dan fungsi KKP dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan Taman Wisata Perairan Nasional Gili Matra (TWPNGM) sebagai salah satu wilayah kerja dari Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, dibawah Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP yang mempunyai tugas melaksanakan pemangkuan, pemanfaatan dan pegawasan kawasan konservasi untuk pelestarian sumberdaya ikan dan lingkungannya berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Ditjen PRL, Hendra Yusran Siry menyampaikan, UPT Ditjen Pengelolaan Ruang Laut berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 23 tahun 2008 bertugas melakukan pelayanan publik kepada masyarakat untuk kegiatan pemanfaatan kawasan berupa Tanda Daftar Kegiatan Penangkapan Ikan nelayan kecil di Kawasan, Tanda Daftar Kegiatan Pembudidaya Ikan Kecil, karcis masuk kawasan untuk kegiatan pariwisata alam perairan, tanda masuk untuk kegiatan penelitian serta kegiatan kependidikan.

“Selanjutnya, hibah BMD ini akan ditindaklanjuti dengan pengusulan register hibah guna dicatat sebagai penerimaan negara dalam bentuk PNBP yang bersumber dari hibah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 99/PMK.05/2017 tentang Administrasi Pengelolaan Hibah,” terangnya

KKP berharap koordinasi yang telah terbangun ini senantiasa harmoni, serta bersyukur dan berterima kasih kepada Pemda KLU atas dukungan seluruh program dan kegiatan yang dilaksanakan selama ini.

Sementara itu, di tempat yang sama Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH mengatakan, dalam rangka menciptakan efektivitas, efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan belanja hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari anggaran daerah perlu ditopang oleh sistem pengelolaan keuangan yang akuntabel berdasarkan amanat Menteri Dalam Negeri nomor 123 tahun 2018 atas Permendagri nomor 32 tahun 2011. Selain itu pula, suatu kebutuhan untuk terciptanya good governance dan clean goverment serta reformasi pemerintahan.

“Oleh karena itu maka penandatanganan naskah hibah dan berita acara serah terima hibah BMD antara Pemda KLU dengan KKP merupakan salah satu wujud dari pelaksanaan pemerintahan yang baik dan bersih,” ungkapnya saat memberikan sambutan.

Bupati Najmul menuturkan, bantuan hibah dan bantuan sosial merupakan belanja pendapatan dan belanja daerah yang cukup krusial, lantaran banyak pihak yang membutuhkan disamping banyaknya kebutuhan yang diakomodir didalamnya, baik kepentingan untuk kesejahteraan masyarakat maupun kepentingan pemerintahan.

Belanja hibah berupa barang dapat diberikan kepada pemerintah, baik instansi daerah atau instansi vertikal pemerintah lainnya, perusahaan daerah, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya untuk menunjang pelaksanaan pemerintahan atau menunjang pencapaian sasaran program pemerintahan daerah.

“Pada kesempatan yang baik ini, perkenankan kami menyampaikan pelaksanaan hibah Pemda Lombok Utara, berupa tanah dan bangunan ini kepada KKP RI,” tandasnya.

Harapan dari Pemda KLU, jelasnya, dengan penyerahan hibah berupa tanah dan gedung ini akan meningkatkan kemanfaatan bagi KKP RI. Pemda KLU berterima kasih kepada KKP yang telah menempatkan unit institusinya untuk berkantor di KLU.

“Tentu manfaatnya sangat baik bagi pengembangan pariwisata di Tiga Gili. Selain pengembangan pariwisata, mesti berpikir pula mengenai pelestarian alam secara seimbang,” urainya.

Adapun Kepala BPKAD KLU, Sahabuddin MSi menyatakan, terkait landasan hukum pemberian hibah BMD berdasarkan UU nomor 1 tahun 2004, PP nomor 27 tahun 2014, Permendagri nomor 11 tahun 2016, Perda KLU nomor 1 tahun 2018 dan Keputusan Bupati Lombok Utara nomor 403 tanggal 4 November tahun 2020, yang obyek hibahnya berupa tanah dan bangunan permanen yang sudah dimanfaatkan sebelumnya oleh BKKPN Kupang TWPNGM, sejak tahun 2011.

Penandatanganan perjanjian hibah BMD oleh Bupati Lombok Utara dan Kabiro Keuangan KKP disaksikan Sesditjen PRL, Ketua DPRD, Pj Sekda KLU, Asisten II Setda KLU, Kepala BPKAD KLU dan tamu undangan. Dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata, foto bersama serta acara ramah tamah. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid 19. (f3/*)

Dispar Lobar bersama Pelaku Pariwisata Bahas Calendar of Event

HarianNusa.com, Lombok Barat – Jajaran Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) bertemu dengan perwakilan pelaku wisata dan media, Senin, (25/01). Mereka adalah Edy Anugrah dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Lalu Puguh Mulawarman mewakili agent travel, Agus Hayanto dan Rendra dari Raptcha mewakili Event Organizer (EO), dan redaktur Radar Lombok, Rasinah Abdul Igit yang mewakili media. Keempat orang itu kemudian didaulat sebagai panelis dalam pertemuan sekaligus diskusi bersama dengan jajaran Dispar dalam agenda penyusunan draft Calender of Event (CoE) Lombok Barat 2021 secara lebih terperinci.

Pertemuan ini sendiri menjadi tindak lanjut pembahasan CoE yang sempat dibahas usai kegiatan bersih-bersih kawasan wisata Pantai Senggigi beberapa waktu lalu.

Keikut sertaan para panelis dalam pembahasan CoE ini dinilai tepat. Pandangan dan masukan dari para panelis semakin memperkaya konten event yang tengah digarap.

“Kita sengaja menghadirkan teman-teman ini sebagai panelis dalam rangka menemukan sesuatu yang baru, yang tepat guna, dan tepat sasaran sebagai ajang promosi kepariwisataan,” terang Kepala Dispar Lobar Saepul Akhkam usai kegiatan.

CoE ini, kata Akhkam, menjadi tahapan bahwa pemerintah tidak diam dalam mempromosikan daerah. CoE yang nantinya akan menjadi agenda tahunan ini menjadi penting bagi wisatawan agar mudah mengetahui event-event pariwisata yang ada di Lobar.

Akhkam berharap melalui pertemuan ini, pihak Dispar Lobar dapat terbantu sehingga memunculkan inovasi segar dalam penyusunan event.

Bukan hanya mengejar angka kunjungan wisatawan saja, tapi penyelenggaraan event diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan para pelaku usaha jasa pariwisata yang ada di Lombok Barat.

“Kami harap banyak muncul ide-ide kreatif dari sini, sehingga acara atau event-even yang akan kita adakan ke depan di tahun 2021 ini bukan hanya sekedar rutinitas as usual yang setiap tahunnya seperti itu-itu saja. Kita butuh sesuatu yang berbeda,” tegas Akhkam.

Edi Anugrah, panelis yang mewakili HPI ini menyambut baik kegiatan yang diadakan Dispar ini. Menurutnya, keterlibatan mereka selaku pelaku wisata dalam penyusunan KAK CoE Lobar tahun 2021 ini adalah langkah yang sangat tepat dalam memunculkan inovasi baru dalam menjalankan kepariwisataan di Lobar.

“Ini adalah suatu terobosan yang luar biasa yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Lombok Barat dengan melibatkan kami untuk memberikan masukan-masukan terhadap event di tahun 2021 ini. Saya yakin sekali inovasi yang akan dilakukan Dinas Pariwisata Insya Allah akan membawa wisatawan yang lebih banyak lagi datang ke Lombok Barat,” kata Edy yang juga merupakan ketua Pokdarwis Desa Midang Kecamatan Gunungsari ini.

Ketika kita mampu berinovasi dengan kreasi yang baru, lanjutnya, event-event yang akan diselenggarakan diharapkan mampu menjadi hal yang luar biasa buat wisatawan yang berkunjung. (*)

Menang Pilkaling, H. Azhar Ansori diarak warga Kekalik Kijang

0

HarianNusa.com, Mataram – Pemilihan Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Kekalik Kijang Kelurahan Kekalik Jaya Kecamatan Sekarbela Kota Mataram priode 2021 – 2026 di helat di halaman parkiran Masjid Al Istiqomah kekalik kijang pada minggu 24 Januri 2021.

Dua calon Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Kekalik Kijang Bertarung dengan nomor urut 1 H. Azhar Anshori, SPd.I melawan calon nomor urut 2 Endang Jajat Sudrajat A.Md.

Pemungutan suara dilaksnakan mulai pukul 8.00 Wita dan berakhir hingga pukul 14.00 Wita menghantarkan calon nomor urut 1 H. Ahar Anshori, SPd.I keluar sebagai pemenangnya dan menjadi Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Kekalik Kijang terpilih.

“Suara sah yang diperoleh calon nomor urut satu sebanyak 351dan suara sah yang diperoleh calon nomor urut dua sebanyak 323 dan surat suara tidak sah 3 suara. Maka secara otomatis H. Azhar Anshori SPd.I menjadi pemenang terang Ketua Panitia Pemilihan, H. Gunawan SI.P.

Unggul pada Pemilihan Kepala Lembaga Kemasyarakata Lingkungan Kekalik Kijang Priode 2021 – 2026 H. Azhar Anshori, SPd.I langsung diarak warga dari TPS menuju rumahnya.

Sementara itu atas kemenangan pilihan masyarkat, H.Azhar Anshori menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh panitia penyelengggara dan masyarkat Lingkungan Kekalik Kijang dan mengatakan kemenangan ini merupakan kemenangan bersama dan mengajak masyarakat bersatu kembali serta tidak berkubu-kubu lagi.

Pemilihan Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Kekalik Kijang sebelumnya diguncang isu pertarungan antara darah biru dengan dracula dan membuat suasana harmoni bermasyarakat menjadi terganggu.
Azhar Anshori, SPd.I meminta hal tersebut untuk dihentikan dan meminta masyarkat kembali bersatu kembali .

“Ini proses pembelajaran untuk generasi berikutnya agar bisa berdemokrasi dengan baik. Yang paling penting saya akan berusaha menjalankan amanah ini dengan baik,” ungkapnya.

“Saya akan merangkul saudara Endang Jajat Sudrajat A.Md. yang menjadi lawan saat pemilihan, namun visi misi kita sama yaitu membangun masyarakat menjadi selangkah lebih maju dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya.

Sebelumnya Pemilihan Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Kekalik Kijang sempat mengalami pergantian ketua panitia dari H. Sawaludin MPd karena mengundurkan diri dan digantikan H. Achmad Gunawam SIP berita acara pergantian ketua diberita acarakan dan ditandatangani oleh Bilyadil Idul Islam S.STP selaku Lurah Kekalik Jaya.

Pemilihan Kepala Lembaga Kemasyarakatan Lingkungan Kekalik Kijang seseru Pilpres, Pileg, dan Pilkada karena penuh ketegangan dan dinamika serta protes dan kritikan yang tidak hanya dialamatkan ke salah satu calon melainkan juga panitia.(f3/*)

Geger, Sesosok Mayat Ditemukan Mengapung

0

HarianNusa.com, Kabupaten Bima – Warga Desa Soro Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, Selasa (12/01) malam ke marin digegerkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengapung di tambak belakang sekitar SMKN 1 Kelautan.

Kapolres Bima Kota melalui Kasubag Humas Ipda Ridwan, HM Ali, menjelaskan setelah dilakukan identifikasi korban yang berusia 70 tahun yang merupakan warga Dusun Panta Paju RT 06/03 Desa Soro Kecamatan Lambu tersebut diduga jatuh terpeleset di tambaknya pada Selasa sore.

Diceritakan Ridwan berdasarkan pengakuan sejumlah saksi, Selasa sore sekitar pukul 15.40 WITA, korban keluar dari rumah hendak mengecek keadaan tambak miliknya yang berada di Belakang SMKN 1 Kelautan Bima.

“Kemudian sekitar pukul 17.30 WITA keluarga korban mencari keberadaan korban karena korban belum juga kembali dari tambaknya dan sekitar pukul 18.00 WITA akhirnya keluarga korban menemukan korban sudah tak bernyawa,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Rabu, (13/01/2021).

Jasad korban, lanjut Ridwan, mengapung di tambak milik korban sendiri dan sekitar pukul 18.30 WITA korban dievakuasi oleh keluarganya di rumah duka dengan suasana isak tangis.

“Di tubuh korban ditemukan luka lecet di bawah mata kiri dengan panjang sekitar 0,5 centimeter,” tuturnya.

Meski ditemukan luka katanya, pihak korban tidak ingin melanjutkan hal tersebut secara hukum dan menerima kematian korban dengan ikhlas.
Karena pihak keluarga meyakini, kematian korban diduga kuat karena terpeleset dari pinggir tambak dan jatuh ke dalam tambak sehingga korban tidak sadarkan diri, serta mengingat usia korban sudah lanjut usia. (*)

Tiba di Bandara, Puluhan PMI dikawal Polisi keTempat Karantina

HarianNusa.com, Lombok Tengah – Sebanyak 81 warga Negara Pekerja Migran Indonesia (PMI) tiba di Bandara Lombok International Airport (LIA), Sabtu (02/1). Setelah menjalani pemeriksaan ketat di terminal kedatangan internasional, mereka langsung dikawal PJR Polda NTB ke pusat karantina kesehatan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Kepala kepolisian Resor Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho, S.I.K menerangkan, puluhan pekerja migran itu dibawa menuju tempat karantina yang sudah disiapkan oleh Gugus Tugas Covid-19 provinsi NTB, yakni di Asrama Haji dengan pengawalan ketat Kepolisian.

“Dari tiba di bandara kita lakukan pengamanan, kemudian mereka kita kawal ketat sampai ke tempat karantina yang telah ditentukan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan,” jelas Kapolres.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Hj. Wismaningsih Drajadiah mengatakan, pemulangan Pekerja Migran Indonesia sebanyak 81 orang yang terdiri dari 70 orang laki-laki dan 11 orang wanita ini merupakan TKI yang kerja di Malaysia karena sudah habis masa kontrak.

“Mereka semua sudah habis masa kontraknya, makanya dipulangkan,” kata Ningsih.

Sesuai surat edaran dari satkes pusat dan pengumuman dari menteri luar negeri, bahwa semua yang datang dari luar negeri baik WNA maupun WNI menggunakan penerbangan langsung harus dikarantina selama lima hari dan untuk semua pekerja sementara akan dikarantina di Asrama Haji untuk dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut.

“Jadi mereka tidak bisa pulang langsung, kita harus karantina dulu selama lima hari untuk mencegah Covid-19,” jelasnya. (f3/*)

Awal 2021, Melalui Disos Dua Balita Dapat Sentuhan Gubernur NTB

0

HarianNusa.com, Mataram – Awal tahun 2021, tepatnya Hari Sabtu (2/1) di Pekan Pertama Januari 2021. Respon cepat aksi sosial Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., masih berlanjut dan tanpa henti.

Kali ini dimulai dari dua anak usia dini, yaitu Aan Sofian, balita usia sembilan bulan yang tidak memiliki lubang anus, asal Dusun Sori Landi Desa Doromelo Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu dan Ahmad Imanudin (3) asal Dusun Batu Entek Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok tengah.

Usai shalat subuh, Kepala Dinas Sosial NTB, H. Ahsanul Khalik S.Sos MH, melihat tanda notifikasi dari WhatsApp (Wa). Ternyata pesan singkat dari Bang Zul sebutan populer orang nomor satu di NTB yang menginstruksikan, agar Dinas Sosial segera melakukan asessment kepada dua balita, yaitu balita di Lombok Tengah dan balita di Dompu.

Pada Respon Sosial awal tahun ini, Pak Gubernur berkenan membantu dua balita pada dua kabupaten tersebut. Bantuan yang diberikan berupa sejumlah dana, sembako, susu formula dan obat-obatan serta telah dikoordinasikan juga untuk mendapatkan layanan pemeriksaan lebih lanjut.

“Proses koordinasi dan instruksinya seperti ini, Bang Zul tidak kaku dan fleksibel Serba harus cepat, baik cepat tanggap, cepat temu, cepat tindak dan cepat tuntas. Ini yang biasa dilakukan selama ini dalam merespon medsos,” ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H., pada siaran persnya, Sabtu (2/1) kemarin.

Menyoal dua balita yang membutuhkan perhatian tersebut. Khalik menyebutkan, Bang Zul langsung merespon dengan aksi cepat Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten melalui Pilar Sosial Pendamping Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Dompu dan Satgas P3S Provinsi NTB dan TKSK Kecamatan Jonggat di Lombok Tengah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui dengan cepat kondisi dari dua balita tersebut sehingga dapat segera ditindaklanjut penanganannya.

Lebih lanjut, bahwa hasil Assesment Pendamping di Dompu, Aan Sofian adalah balita buah hati dari pasangan suami istri, Andika Putra dan Ayutini. Dari Informasi kedua orang tua balita tersebut direncanakan dirujuk ke RS Sanglah untuk mendapatkan tindakan medis. Secara fisik balita tersebut sehat saja. Akan tetapi untuk Buang Air Besar (BAB) melalui anusnya tidak memungkinkan.

Sementara Aan Sofian memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan, merupakan BPJS mandiri yang diterbitkan dan berfungsi sejak bulan maret 2020, ketika menjalani operasi.

“Kebutuhan saat ini susu formula dan obat yang dibeli d apotek. Semoga ananda bisa kembali pulih. Aamiin,” kutip mantan Kalak BPBD Provinsi ini.

Sedangkan untuk kondisi ekonominya, orang tua dari Aan Sofian sementara bukan dari kalangan penerima bantuan sosial PKH dan BPNT, karena data keluarga tidak masuk dalam data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Demikian juga dengan balita kedua bernama Ahman Aminudin adalah buah hati dari Gunawi dan Tini asal Dusun Batu Entek Desa Sukarara Kecamatan Jonggat. Berdasarkan asesment, Balita tersebut menderita Tumor Ginjal kiri (Nefroblastoma). Kondisi Ahman baru diketahui sebulan yang lalu, tepatnya bulan Desember 2020. Pernah mendapatkan perhatian dari Pemerintah Desa Sukarare. Pernah menerima bansos JPS gemilang, bahkan juga dari Laskar Comunity.

“Untuk BPJS masih memakai mandiri, sedang diurus oleh Dinsos dan Dinkes Lombok Tengah untuk masuk dalam PBI JKS Pemda Lombok Tengah,” jelasnya Khalik.

Bahkan sambung Khalik, Bang Zul menyempatkan diri usai menghadiri pernikahan anak salah seorang kepala Perangkat Daerah Provinsi di Puyung, saat itu juga langsung menyambangi kediaman orang tua balita Ahmad Aminuddin untuk melihat secara langsung kondisi Ahman Imanudin sekaligus membicarakan penanganan lebih lanjut anak tersebut.

“Aksi respon sosial ini terus akan berlanjut. Pengaduan di medsos sangat transparan dan dapat ditindaklanjut secara transparan pula. Karena Bang Zul konsen dengan kondisi Sosial dan Kesehatan Masyarakat di NTB, khususnya yang belum disentuh kebijakan Pemerintah,” pungkas Aka. (f3/kmf)

Awali Tahun 2021, Dispar Lobar Gandeng Sejumlah Elemen Bersihkan Kawasan Wisata

HarianNusa.com, Lombok Barat – Mengawali tahun 2021 ini, Dinas Pariwisata Lombok Barat bersama para pelaku usaha pariwisata dan komunitas peduli melakukan aksi peduli kebersihan di tempat wisata. Kali ini aksi bersih-bersih dilakukan di kawasan wisata Senggigi.

Dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, H. Saepul Ahkam, aksi bersih kawasan wisata yang dilaksanakan pada Sabtu, (02/01/2021) itu diikuti sejumlah komunitas peduli lingkungan dan komunitas pariwisata, seperti Lombok Ocean Care (LOC), Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gemawira) NTB, Sahabat Pariwisata Nusantara (Sapana), Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram.

“Walaupun tidak ada perayaan tahun baru, kegiatan rutin kami di Dinas Pariwisata Lombok Barat yakni bersih-bersih kawasan wisata tetap kami lakukan,” tutur Akhkam usai kegiatan.

Posisi Senggigi sebagai icon pariwisata dikatakan Akhkam harus tetap bisa menjadi contoh bagi setiap kawasan wisata lainnya terutama dalam hal kebersihan.

“Alhamdulillah, walaupun di tengah-tengah orang yang sebagian besar masih sedang libur, teman-teman dari Lombok Ocean Care, Lombok Care Community, Himpunan Pramuwisata Indonesia Lombok Barat, Gerakan Masyarakat Wirausaha NTB, Sahabat Pariwisata Nusantara, adik-adik mahasiswa STP, dan sejumlah masyarakat sekitar tetap bisa meluangkan waktu untuk ikut kegiatan bersih-bersih hari ini, dan tadi kami juga dibantu oleh teman-teman volunteer dari Filipina dan beberapa warga asing expatriat ikut turun membersihkan jalan kawasan Senggigi,” lanjut Akhkam.

Selain juga langsung dipantau oleh Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, kegiatan ini juga disambut baik oleh para pelaku wisata.

“Kami dari Sapana (Sahabat Pariwisata Nusantara) sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Lombok Barat, ini adalah suatu yang luar biasa, di saat seperti ini kita sadari bahwa bisnis pariwisata sedang lesu, namun di balik itu ada hikmah yang bisa kita ambil, bahwa di balik lesunya pariwisata ini, kita bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut kedatangan tamu-tamu kita,” ungkap Lalu Puguh Mulawarman, Ketua DPD Sapana NTB.

Menurutnya kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang tepat untuk mempersiapkan pariwisata khususnya di Lobar untuk menyambut kedatangan para pengunjung nantinya.

“Jangan sampai nantinya, jika kita tidak bersiap-siap, ketika kemudian tamu datang, saatnya tamu ramai, kita gagap, bahwa daerah tujuan wisata kita belum sempat kita persiapan dengan baik,” tukasnya.

Karena menurutnya bisa jadi karena sepinya pengunjung, lalu pelaku abai menyiapkan, seperti bersih-bersih di daerah wisata yang tidak dilakukan. Daerah-daerah tersebut nantinya akan menjadi daerah yang tidak terawat, daerah yang tidak berpenghuni, kemudian menjadi daerah yang tidak menarik untuk dipandang.

“Alhamdulillah pak kadispar punya pemikiran yang jauh ke depan, dia bisa merangkul semua komponen khususnya yang bergelut di bidang pariwisata untuk bisa tetap menjaga daerah tujuan wisata kita di sini,” lanjutnya. (f3)

Atlit Tarung Drajat Kurniawan akan Berjuang Maksimal untuk NTB di PON Papua 2021

0

HarianNusa.com, Mataram – Atlit Tarung Drajat, Kurniawan bertekad mengharumkan nama Provinsi NTB di ajang PON XX di Jayapura, Papua, tahun 2021 mendatang.

Anggota TNI-AD berpangkat Sersan Dua (Serda) ini mengatakan, bahwa saat ini dirinya bisa lebih fokus dalam menjalani latihan persiapan menuju PON XX tahun 2021, karena sudah berpindah tugas atau kembali ke wilayah NTB, terhitung sejak awal Desember 2020 lalu.

“Saya sudah berpindah tugas ke NTB, sehingga saya bisa lebih fokus berlatih untuk mengharumkan nama Provinsi NTB dan juga Korem 162/WB di ajang PON XX tahun 2021 nanti,” kata Kurniawan disela-sela waktu latihannya di Mataram baru-baru ini.

Secara khusus, Kurniawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok, yaitu H. Bambang Kristiono (HBK) yang telah sangat berperan dalam membantu proses perpindahan tugasnya dari Bandung, Jawa Barat ke NTB.

“Mohon izin kepada pak HBK, terima kasih atas segala perhatian, bantuan dan kebaikan hatinya. Semoga kebaikan Komandan mendapat balasan dari Allah SWT dan menjadi ladang amal bagi Komandan dan keluarga,” tutur Kurniawan dengan rasa haru.

Kurniawan merupakan atlit asal Sumbawa, NTB yang pernah mengharumkan nama NTB dengan berhasil meraih medali emas di PON XIX tahun 2016 silam.

Pada tahun yang sama, kemudian Kurniawan mengikuti tes seleksi anggota TNI-AD dan lulus serta ditempatkan di daerah Bandung, Jawa Barat.

Ketua Harian Pengda Perkemi NTB yang juga Ketua Forum Pelatda NTB, Agus Suharian menjelaskan, proses perpindahan Kurniawan ke NTB itu berkat bantuan dan perhatian dari HBK.

Agus mengatakan, awalnya Ia mendapat keluhan dari tim Pelatih Tarung Drajat NTB tentang Kurniawan yang masih bertugas di Bandung, Jawa Barat.

“Tim pelatih Tarung Drajat kita mengeluhkan, atlit andalannya berada atau bertugas di Bandung. Ini sangat menyulitkan pelaksanaan program latihan yang sudah disiapkan,” kata Agus.

Mendengar keluhan tersebut, Agus pun kemudian mencoba menyampaikan permasalahan ini kepada HBK yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI.

“Saat itu pak HBK langsung merespons, dan beliau mengupayakan komunikasi dengan instansi terkait agar Kurniawan bisa berpindah tugas ke Korem 162/WB. Dan pada Desember ini, Kurniawan sudah berhasil pindah ke Korem 162/WB di NTB,” katanya.

Agus juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada HBK yang sudah sangat mensupport kegiatan olahraga dan atlit-atlit olahraga asal NTB.

Menurutnya, kepedulian HBK kepada dunia olahraga NTB memang sangat luar biasa, sehingga pihaknya berencana untuk mengumpulkan para pelatih atlit NTB untuk bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan HBK.

“Kita rencananya akan kumpulkan teman-teman pelatih di NTB untuk bertemu pak HBK. Harapannya agar beliau bisa memberikan motivasi-motivasi kepada para pelatih atlit ini untuk kemajuan dan prestasi olahraga NTB. Alhamdulillah beliau sudah merespons dengan baik dan beliau berjanji secepatnya akan menemui para pelatih atlit tersebut di NTB,” tukasnya.

Dalam kesempatan terpisah, HBK juga menyampaikan harapannya bahwa torehan prestasi atlit-atlit NTB di PON XX yang akan datang bisa lebih baik lagi, karena akan menjadi kebanggaan dan kegembiraan tersendiri bagi segenap masyarakat NTB.

“Saya berharap, kehadiran Kurniawan ditengah-tengah para atlit NTB, akan menjadi dorongan tekad serta semangat yang lebih kuat lagi mengingat Kurniawan adalah salah satu peraih medali emas di PON yang lalu, yang telah mengharumkan nama NTB di tingkat nasional,” kata HBK optimis. (f3/*)