More
    Beranda blog Halaman 126

    Menipu Lewat Akun Facebook Palsu, Seorang Pria Diamankan Polisi

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Subdit V Siber Ditkrimsus Polda NTB berhasil mengungkap kasus penipuan melalui online dengan menggunakan jejaring sosial Facebook, Kamis (16/4).

    Pelaku atas nama Ida Bagus Griantara Yoga (25) warga asal kelurahan Cakra Utara Kecamatan Cakranegara Kota Mataram, membuat akun facebook yang mengatasnamakan Pelapor Ida Bagus Putu Buana dengan nama akun facebook Idadir Putu Buana dengan profil foto korban Ida Bagus Putu Buana
    dan berhasil melakukan penipuan meminta sejumlah uang kepada temen pelapor pada tahun 2019 lalu,

    "Pelaku membuat akun milik pelapor dengan maksud agar orang percaya kalau akun tersebut adalah milik dan melakukan penipuan dengan cara mengirimkan pesan melalui inbok kepada teman-teman korban dengan berpura-pura meminjam uang sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah) dengan alasan untuk keperluan keluarga," Terang Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (16/4)

    Pelaku Ida Bagus Griantara Yoga meminta kepada korban untuk mentrasfer uang ke Rekening BRI 00521111123504 atas nama pelaku sendiri Ida Bagus Griantara.

    "Pelaku sengaja membuat akun facebook yang mengatasnamakan pelapor Saudara Ida Bagus Putu Buana dengan nama akun facebook Ida Bagus Putu Buana tersebut untuk melakukan penipuan kepada teman-teman pelapor," jelasnya.

    Selain akun facebook Ida Bagus Putu Buana, Pelaku juga membuat 2 akun facebook dengan mengatasnamakan saudara I Gede Sudiarta dengan nama facebook I Gede Sudiarta dan mengatasnamakan saudara I Gusti Bagus Ari Sudana Putra dengan nama facebook Gus Ari Lombok.

    "Bahwa yang pernah mengirimkan/mentransfer uang kepada pelaku sebanyak 2 (dua) orang (pemilik akun facebook Gode sebesar Rp. 700.000 (tujuh ratus ribu rupiah) dan akun facebook Gus Aida sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah)," ungkapnya.

    Dari hasil keterangan pelaku uang hasil penipuan digunakan untuk judi sabung ayam online. Dan dari tangan pelaku petugas mengamankan Bukti Transfer dari korban atas nama Ida Made Antara (teman pelapor saudara Ida Bagus Putu Buana) ke rekening BRI 00521111123504 atas nama pelaku sendiri Ida Bagus Griantara.

    “Pelaku terancam Pasal 35 Jo Pasal 51 ayat (1) UU RI No. 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak dua belas miliar rupiah," pungkas Artanto. (f3)

    Armada Kemanusiaan ACT Dukung Kebutuhan Penanganan Covid-19 di Pulau Galang

    0

    HarianNusa.Com, Jakarta – Dukungan untuk berbagai elemen masyarakat yang terdampak langsung Covid-19 terus diberikan. Tak terkecuali bagi para tenaga medis, petugas keamanan, dan pasien yang tengah dikarantina di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Aksi Cepat Tanggap turut memenuhi kebutuhan mereka dengan mengirimkan armada Humanity Food Truck dan Double Cabin Rescue menuju Pulau Galang, Senin (13/4).

    Direktur Program ACT Bambang Triyono menyatakan bahwa aksi ini merupakan bagian dari dukungan ACT terhadap upaya-upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. “Seperti yang kita ketahui Pulau Galang telah dijadikan titik karantina bagi warga Indonesia yang saat ini berada di luar negeri dan ingin kembali ke Indonesia.

    Pulau Galang digunakan sebagai pusat karantina Covid-19. Kehadiran Humanity Food Truck di sana, sebagai armada yang mendukung dan membersamai semua tenaga-tenaga baik tim medis, relawan nonmedis, TNI dan semua yang membantu di tempat karantina tersebut, termasuk pasien yang dirawat, baik yang masih tahap observasi,” ungkapnya.

    Dua armada yang digerakkan ke Pulau Galang akan menyuplai kebutuhan penanganan karantina Covid-19 selama 14 hari. Dalam kurun waktu tersebut, tim ACT akan membagikan makanan gratis, air, dan kebutuhan pokok lainnya yang diperlukan semasa pendampingan dengan target 1.000 penerima manfaat. Selain itu, bantuan sekunder berupa penyemprotan disinfektan juga akan disiapkan demi memaksimalkan bantuan di lokasi tersebut.

    Aksi ini menjadi tahap awal dalam program utama “Bersama Selamatkan Bangsa” yang akan diluncurkan beberapa hari ke depan. Bersama Selamatkan Bangsa merupakan gerakan untuk semakin memasifkan program Operasi Pangan Gratis yang telah dilakukan sebelumnya. Rencananya, kolaborasi akan dilakukan dengan sekitar 10.000 warung kuliner UMKM (warteg dan jejaringnya) yang sebelumnya baru berjumlah 1.000 warung. Selain itu, akan dimaksimalkan pula pendistribusian 1.000.000 paket makanan siap santap.

    Dari segi pemenuhan kebutuhan penunjang kerja pejuang medis, ACT akan bekerja sama dengan 1.000 UMKM untuk memproduksi masker dan cairan disinfektan selama masa pandemi ini.

    Hingga Senin (13/4), jumlah total pasien positif Covid-19 tercatat sebanyak 4.557 orang dengan korban yang meninggal sebanyak 399, dan yang sembuh 380 orang. Tidak tinggal diam, ACT akan terus berkolaborasi memberikan bantuan berupa operasi pangan gratis, dukungan bagi tenaga medis, pemeriksaan kesehatan keliling, pemberian paket sanitasi, dan program-program lainnya. Untuk itu, mari Bersama Selamatkan Bangsa,

    Pemkab Lobar akan Data Penyebaran Covid-19 Kluster Gowa

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Untuk menangani Covid-19 khususnya melalui Kluster G’owa, Sekretaris Daerah (Sekda) H Baehaqi meminta untuk dilakukan pendataan dengan berkoordinasi dengan Kementerian Agama.

    Permintaan ini disampaikan pada rapat dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan camat di Ruang Jayengrane, Selena, (14/4).

    Dikatakan Baehaqi, semua Camat harus segera berkoordinasi dengan kepala desa, kepala dusun, para ketua RT untuk melakukan pendataan yang kemudian dikirim ke Posko Penanganan Covid-19 di kabupaten (Lombok Barat) terkait pembuatan format dari Kluster Gowa Jakarta dan Lain-lainnya. Sekda memberikan batas waktu kepada para Camat untuk menyerahkan data Kluster Gowa yang pulang dan dipulangkan sampai jam 12 malam, (14/4).

    Rapat ini juga membahas rencana sosialisai pencegahan Covid-19 di area-area publik khususnya pasar-pasar di wilayah Kabupaten Lombok Barat.

    Waka Polres Lombok Barat, Kompol L Salehuddin, SH mengatakan selalu mempererat silaturrahmi terkait pelaksanaan tugas gugus yang telah dibentuk seperti adanya sosialisasi terkait pencegahan dan penyebaran Covid-19 sehingga tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan ditengah masyarakat dan tidak menimbulkan persepsi yang salah.

    "Misalnya persepsi penyebaran Covid-19 yang ada di Masjid, padahal pasar lebih ramai," ujarnya.

    Asisten I Setda Lombok Barat Agus Gunawan mengatakan untuk Pilot Project perlu dilakukan di beberapa pasar yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lombok Tengah karena pasar di daerah tersebut masuk zona merah seperti Pasar Kediri, Keru, Gerung dengan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas perdagangan, BAPENDA, dan POL PP.

    Di tempat yang sama, Kepala BAPENDA Lombok Barat, H. Saikhu dalam paparannya menyebut jumlah pasar di Lombok Barat saat ini sebanyak 23 buah.

    “Ada beberapa hal yang sudah kami lakukan seperti pemasangan spanduk pencegahan penyebaran Covid-19, penyemprotan disinfektan, penyediaan tempat cuci tangan dan melakukan sosialisasi dengan melibatkan dinas perdagangan dan Pol PP, menutup pasar yang sifatnya musiman selama tidak ada gesekan di masyarakat, melakukan pembatasan jam pasar sampai dengan jam 10.00 Wita,” ujar Saikhu. (f3/hms)

    Dinas Perkim Lombok Barat Berbagi Sembako dan Disinfektan

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Upaya penanganan dan pencegahan Covid-19 di Lombok Barat secara intens dilakukan guna memutus mata rantai penyebarannya agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih banyak.

    Jajaran Pemda Lombok Barat termasuk seuruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan hal sama untuk pencegahannya meski cara pencegahan yang dilakukan bervariatif.

    Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Lobok Barat misalnya melakukan aksi penyemprotan disinfektan plus pembagian sembako kepada warga Desa Kekait dengan merangkul sejumlah Aplikator Rumah Kayu CLT dan didukung oleh Pramuka Kwarda NTB.

    “Tujuannya untuk memberikan rasa aman pada warga yg terdampak gempa di Desa kekait khususnya rumah CLT yg telah tuntas dibangun sebelum ditempati. Tindakan sterilisasi dengan bahan disinfektan dengan sasaran rumah warga sasaran di Desa yang terkena gempa 2018 lalu dimaksudkan agar terhindar dari virus Covid-19,” ungkap Kepala Dinas Perkim Kabupaten Lombok Barat, HL. Winengan pada aksi Penyemprotan Disinfektan di sejumlah rumah warga Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Senin (13/4).

    Selain penyemprotan yang dilakukan pihaknya, Dinas Perkim Lombok Barat juga membagikan sembako bagi warga yang terdampak gempa ini. Tujuannya hanya satu guna meringankan beban sehari-hari. Maksud lain, menurut Winengan, diharapkan warga untuk tidak keluar ke pasar-pasar, sehingga bisa menjadi bekal di rumah.

    “Hal ini kita lakukan juga untuk menindaklanjuti instruksi Bupati Lombok Barat agar semua OPD bergerak berdasarkan tupoksi masing-masing untuk mengambil peran dalam pemutusan penularan Covid-19 ini,” ungkap Winengan didampingi Kabid Perumahan Lalu Ratnati, ST.

    Melengkapi keterangan Kadis Perkim Lobar, Ratnati menambahkan, pembagian sembako dan penyemprotan ini menyasar 40 KK dan dilakukan juga di fasilitas umum seperti Masjid dan Sekolah.

    Sebagaimana diketahui, ungkap Ratnati, Desa Kekait merupakan kawasan permukiman yang sangat padat sehingga sangat rentan terjadi penularan sehingga sosialisasi Perilaku Hidup Bersih (PHBS) seperti sering-sering mencuci tangan pake sabun dengan air yg mengalir sangat penting untuk disampaikan.

    “Ke depan diharapkan kegiatan ini bisa kita lakukan di tempat Lain dengan menggandeng stakeholder untuk berpartisipasi dalam pemutusan penyebaran virus ini. Kegiatan ini dilaksaakan door to door untuk menghindari kerumunan warga. Kegiatan ini juga sama-sama dilaksanakan dengan aparat Desa Kekait, Babinsa dan dari Kapolsek Gunungsari,” pungkas Ratnati. (f3)

    BMH Jatim Salurkan APD untuk 5 Rumah Sakit Rujukan Covid-19

    0

    harianNusa.com, Surabaya – Dalam upaya ikut mendukung perjuangan tenaga medis di garda terdepan penangangan Covid-19, Laznas BMH (Baitul Maal Hidayatullah) kembali menyalurkan bantuan APD (Alat Pelindung Diri) ke lima rumah sakit rujukan.

    Lima rumah sakit yang dimaksud adalah RS UNAIR, RS Haji, RS Islam Jemursari, RS Royal dan Departemen Anestesi RS Dr. Soetomo Surabaya, Kamis, (9/4).

    Bantuan APD dari Laznas BMH diterima langsung oleh Satgas (Satuan Tugas) dan Perwakilan masing-masing Rumah Sakit.

    Kadiv (Kepala Divisi) Prodaya BMH Perwakilan Jawa Timur, Imam Muslim mengatakan APD yang disalurkan merupakan amanah dari para donatur BMH yang peduli dan ingin terlibat membantu garda terdepan penanganan Covid-19 yakni para tenaga medis di rumah sakit.

    "APD ini wujud kepedulian dan amanah dari para donatur yang mendukung program Peduli Covid-19 terutama tenaga medis yang ada digarda terdepan, semoga ini bisa membantu para tenaga medis", ungkapnya.

    Penyaluran ini mendapat sambutan baik dari pihak rumah sakit. Direktur RS Haji Surabaya Dr. drg. Sri Agustina Ariandani, M. Kes menyampaikan terima kasih kepada BMH.

    "Terimakasih kepada BMH yang telah menyalurkan APD untuk mendukung tenaga medis RS Haji Surabaya, insyaAllah sangat bermanfaat," ungkapnya.

    Senada dengan drg. Sri Agustina. Wakil Direktur Medis RS Islam Jemursari Surabaya dr. Dyah Yuniati, Sp.S juga menyampaikan terimakasih kepada Laznas BMH atas support APD yang diberikan.

    "Selain di Surabaya, Penyaluran APD juga dilakukan di beberapa daerah seperti Malang, Gresik, Sidoarjo, Kediri, Ponorogo, Tuban dan lainnya," tutup Muslim.

    Virus-free. www.avast.com

    Pol Airud Lobar Bagi-bagi Masker ke Nelayan di Lombok Barat

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Meningkatnya kasus penyebaran virus Corona atau covid-19 di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Kabupaten Lombok Barat menjadi perhatian semua pihak termasuk Satuan Pol. Airud Polres Lobar.

    Menyikapi situasi tersebut, Sat Pol Airud Polres Lombok Barat terus meningkatkan patroli di sepanjang perairan Lobar guna mengantisipasi masuknya kapal dari jalur tidak resmi. Selain itu juga melakukan berbagai kegiatan sosial, seperti kegiatan gotong royong di pesisir pantai wilayah perairan Lombok Barat, dan melakukan baksos pembagian sembako bagi warga pesisir di wilayah nya.

    Sat Pol Airud Polres Lombok, pada hari ini, Minggu, (12/4) juga melakukan kegiatan pembagian masker bagi para nelayan di pesisir pantai bagian utara Lombok Barat yakni di pantai Montong, pantai Duduk, Senggigi, dan Kerandangan Kecamatan Batu Layar Lombok Barat.

    "Dilanjutkan besok, Senin (13/4) ke pesisir pantai sebelah Selatan, yaitu pantai Cemara, pantai Induk, pantai Jeranjang dan Kuranji," terang Kasat Pol Airud Polres Lobar, IPDA I. Gst. Md. Suarjaya kepada media Hariannusa.com, Minggu, (12/4).

    Kegiatan ini, lanjutnya, melibatkan sebanyak 9 personil yang terjun langsung membagikan masker-masker tersebut kepada para nelayan di lokasi yang telah ditentukan.

    Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satrio Wibowo melalui Kasat Pol Airud Polres Lobar, IPDA I Gst Md Suarjaya tak henti-hentinya mengimbau agar masyarakat pesisir selalu menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan, kebersihan diri, rajin-rajin mencuci tangan ketika akan memulai dan selesai beraktifitas, jaga jarak fisik dengan orang lain.

    "ditekankan juga kepada masyarakat pesisir untuk mentaati himbauan pemerintah agar menghindari tempat-tempat keramaian, tidak mengumpulkan masa dengan jumlah banyak, kurangi keluar rumah kalau tidak ada keperluan yang tidak mendesak," tegasnya.

    Dengan adanya pembagian masker tersebut diharapkan agar masyarakat nelayan pesisir selalu menggunakan masker apabila beraktipfitas di luar rumah dengan tujuan untuk memutus penyebaran covid 19 di wilyah pesisir pantai Lombok Barat kususnya di kecamatan bBatulayar.

    Made Suarjaya mengatakan kegiatan ini sesuai dengan perintah Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satrio Wibowo kepada jajarannya dalam mengantisipasi penyebaran covid 19 khususnya di wilayah Lombok Barat.

    "Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 hingga 11.00 Wita ini berjalan aman dan lancar," pungkasnya.

    Ini Arahan HBK untuk Kepengurusan Partai Gerindra Kabupaten Bima

    0

    HarianNusa.com, Jakarta – Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) menyampaikan selamat kepada Dahlan M Nur yang terpilih sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kab. Bima yang baru, sekaligus menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Ketua lama, H. Syamsudin.

    "Saya mengucapkan terima kasih serta penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Bapak H. Syamsudin atas pengabdian dan dharma baktinya di Partai Gerindra, kemudian selamat datang dan selamat berjuang kepada sdr. Dahlan M Nur sebagai nahkoda DPC Partai Gerindra Kab. Bima yang baru", kata HBK, di Jakarta, Jumat (10/4)

    HBK menjelaskan, pergantian kepengurusan dalam sebuah organisasi adalah hal yang biasa dan lazim terjadi dalam rangka kaderisasi dan penyegaran.

    Menurutnya, proses pergantian Ketua DPC Partai Gerindra Kab. Bima, juga sudah melalui mekanisme dan tahapan yang benar. Diajukan oleh DPD Partai Gerindra Prov. NTB, dibahas dan direkomendasi BSO (Badan Seleksi Organisasi), kemudian ditanda-tangani Ketum dan Sekjen Partai Gerindra.

    "Setelah itu diproses administrasinya di Sekretariat DPP Partai Gerindra, clear sesuai AD/ART yang berlaku," tegasnya.

    HBK menambahkan, selain proses yang clear itu, pergantian Ketua DPC di Kab. Bima juga mengacu pada kebijakan dari DPP Partai Gerindra.

    Kebijakan itu mengatur, bahwa bagi kepengurusan yang sudah lebih dari dua periode atau sepuluh tahun, seperti kepengurusan di DPC Partai Gerindra Kab. Bima harus direstrukturisasi dan dilakukan penyegaran.

    "Kita berharap, para generasi muda Partai mulai berani tampil untuk menerima amanah dan melaksanakan agenda-agenda Partai ke depan. Terutama dalam mengimplementasikan program-program, kerja nyata, serta peningkatan kepedulian Partai untuk rakyat,"tukas HBK.

    Sementara itu Ketua DPC Partai Gerindra Kab. Bima, Dahlan M. Nur menyampaikan apresiasi dan komitmennya atas amanah dan kepercayaan yang diberikan pimpinan Partai kepadanya.

    Ia mengatakan, akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjalankan tugas dan tanggung-jawabnya sebagai kader dan pengurus Partai Gerindra di Kab. Bima.

    "In syaa Allah, saya akan berupaya menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya," katanya.

    Selain membesarkan Partai di Kab. Bima, Dahlan juga mengatakan, pihaknya juga akan membawa Partai Gerindra untuk selalu menjadi yang terdepan dalam memperhatikan warga masyarakat Kab. Bima.

    Terlebih dalam menghadapi pandemi Covid19 ini, dimana semua pihak harus bisa bersatu padu dan bersama-sama menekan penyebaran Covid19 ini.

    "Kita akan fokus pada program-program dan agenda-agenda Partai serta mendukung penuh upaya pak HBK yang telah menginspirasi para kader di daerah untuk menjadi garda terdepan dalam membantu kesulitan masyarakat selama masa pandemi Covid19 ini," tukasnya.

    Menurut dia, membagikan bantuan sembako serta masker kepada masyarakat miskin, diupayakan dilakukan dalam waktu dekat ini.

    Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat mengatakan, jajaran DPD Partai Gerindra NTB menyambut baik Dahlan M. Nur yang kini menahkodai DPC Partai Gerindra Kab. Bima.

    "Kita sambut baik sdr. Dahlan M. Nur sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kab. Bima yang baru, dan mari kita semua bekerja-sams, bersinergi bersama-sama dalam mensukseskan dan membesarkan Partai, dan menjadikan Gerindra semakin dicintai masyarakat, khususnya di Kab. Bima," katanya penuh semangat didampingi Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Ustman Ahim. (*)

    Ket. Foto:
    Suasana Penyerahan SK DPP No 02-0024/Kpts/DPP – Gerindra/2020 tentang Pergantian Pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Bima, Jumat Siang (10/4 ) di Mataram. (istimewa)

    Dua Orang Positif Covid-19, Lombok Barat Kini Masuk Zona Merah

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Setelah sekian lama berusaha agar wilayahnya tetap bisa masuk zona hijau (bebas), Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akhirnya harus menerima kenyataan dengan memecahkan telur nol positif Covid 19.

    Berita tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid di tengah keheningan malam saat melaksanakan kegiatan iimbauan keliling Masjid di mana malam itu menyasar dua masjid, yaitu Masjid Baitul Karim Kumbung Kuripan Utara Kecamatan Kuripan dan Masjod Jami’ Asasuttaqwa Desa Rumak Kecamatan Kediri Lombok Barat.

    “Tiang (saya, red) baru mendapat WA rilis resmi dari Pak Gubernur, di Lombok Barat sudah ada yang positif 2 orang, satu di Kecamatan Narmada dan satu di Kecamatan Lingsar berdasarkan test Swab,” kata Fauzan melalui corong pengeras suara Masjid Jami’ Asasasuttaqwa Desa Rumak Kecamatan Kediri, Kamis (9/4/2020).

    Untuk itu, Fauzan meminta kepada seluruh masyarakat Lombok Barat untuk senantiasa waspada dengan menjalankan protokuler pencegahan Covid 19 secara ketat dan mandiri.

    “Tetap berdiam diri di rumah, keluar dari rumah kalau terpaksa. Itu pun harus menggunakan masker dan menghindari kerumunan banyak orang. Rajin-rajin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, serta tetap menjaga jarak, bahkan menghindari kontak langsung dengan siapapun yang kita tahu baru pulang dari daerah yang terpapar,” papar Fauzan melalui pengeras suara sambil menjelaskan salah satu yang terkena positif adalah orang yang baru pulang dari Gowa Sulawesi Selatan.

    Berdasarkan rilis resmi yang ditanda tangani Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkifliemansyah, pasien dengan kondisi positif Covid 19 adalah pasien Nomor 13 atas nama LAB (laki-laki 54 Tahun) yang berasal dari Kecamatan Narmada.

    Pasien ini disebutkan memiliki kontak langsung dengan orang yang di daerah terjangkit virus Corona. Berikutnya adalah pasien Nomor 19 atas nama AS (laki-laki 47 Tahun) asal Kecamatan Lingsar yang diketahui memiliki riwayat pernah berkunjung ke Sulawesi.
    Kini keduanya harus mengalami isolasi perawatan di RS Awet Muda Narmada.
    Kondisi ini membuat para tenaga kesehatan di dua wilayah kecamatan tersebut menjadi sangat sibuk.

    Menurut Kepala Bidang P3KL Dokter H. Ahmad Taufiq Fatoni saat dihuungi via telpon (Jum’at, 10/4/2020), mereka harus melakukan tracking (penelusuran, red) terhadap siapa saja yang pernah kontak langsung dengan dua pasien tersebut.

    “Sekarang Dinas Kesehatan dan Puskesmas sedang melakukan kontak tracking di wilayah kerja Puskesmas Narmada dan Puskesmas Sigerongan. Terutama keluarga dekat yang serumah. Kita akan rapid test terlebih dahulu,” terang Dokter Toni sambil menjelaskan kedua pasien ini kebetulan adalah Jama’ah Tabligh yang baru pulang dari Gowa Sulawesi.

    Sampai dengan hari ini menurut rilis Dinas Kesehatan, di Kabupaten Lombok Barat sudah ada 2 (dua) orang pasien yang dipastikan positif terjangkit Covid 19. Dua orang tersebut adalah bagian dari 7 orang Pasien Dalam Pengawasan di mana dua orang telah selesai dalam pengawasan, namun satu orang telah meninggal dunia dua hari yang lalu. Seorang yang meninggal dunia ini telah dibuktikan dengan test Swab ternayata negatif mengidap Covid 19.
    Terkait dengan dua pasien postif tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Hj. Ambaryati memberikan penjelasan lewat aplikasi WhatsApp, Jum’at (10/4/2020).

    “Kedua-duanya sehat-sehat saja, tapi harus tetap diisoloasi. Dalam 2 atau 3 hari nanti akan ditest Swab lagi yang kedua kalinya. Kalau hasilnya negative, boleh pulang. Tapai kalau hasilnya positif, masih harus diisolasi lagi dan menjalani pengobatan. Pokoknya sampai hasil negative baru boleh pulang,” terang Ambaryati sambil memastikan seluruh keluarga yang kontak dengan dua pasien itu telah di-rapid test hari ini juga.

    Selain mereka, dalam rilis Dinas Kesehatan itu terdapat 543 Orang Dalam Pemantauan (ODP), namun sebanyak 370 di antaranya telah selesai dalam pemantauan. Menurut data ODP tersebut, dari sepuluh kecamatan di Lombok Barat terbanyak ODP-nya adalah Kecamatan Sekotong dengan 99 ODP. Kemudian menyusul Kecamatan Labuapi sebanyak 88 ODP, Kecamatan Gunung Sari 72 ODP, Kecamatan Lingsar 69 ODP, Kecamatan Narmada 59 ODP, Kecamatan Kediri dengan 45 ODP, Kecamatan Batulayar dengan 33 ODP, Kecamatan Lembar 33 ODP, Kecamatan Gerung 30 ODP, dan Kecamatan Kuripan dengan 14 ODP.

    Selain menghimpun PDP dan ODP, Dinas Kesehatan Lombok Barat juga menyebutkan sebanyak 1.724 Orang Tanpa Gejala. Mereka ini adalah orang-orang yang memiliki riwayat perjalanan ke daerah terpapar Covid 19 namun tidak memperlihatkan gejala-gejala umumnya orang yang mengidap Covid 19, seperti memiliki suhu tubuh di atas 38,5 derajat selsius. Dari sebanyak itu, 412 orang tanpa gejala ini telah bebas dari pemantauan.

    Melihat angka-angka yang cenderung meningkat tersebut, Bupati Lombok Barat usai keliling masjid mengutarakan anjurannya untuk desa-desa yang memiliki karakter wilayah tertentu, bisa melakukan pembatasan social kewilayahan dengan lebih ketat.

    “Mereka bisa berinisiatif memulai pembatasan jam atau waktu untuk aktivitas warganya. Bisa jadi pasar juga dibatasi jam praktik jual belinya, atau para pedagang kaki lima di jalan-jalan,” pinta Fauzan dengan menegaskan bahwa desa dan kecamatan bisa mendiskusikan hal tersebut karena mereka yang paling tahu karakter wilayah dan masyarakatnya. (f3/hms)

    Cegah Penularan Covid-19, Pemerintah Lombok Timur Jemput Warga di Bandara

    0

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Sebagai antisipasi dan pencegahan terhadap penyebaran virus corona Satgas Gugus Tugas Covid-19 Lombok Timur melaksanakan penjemputan masyarakat Lotim yang pulang ke daerahnya melalui BIL.

    Adapun Satgas Gugus Tugas Covid -19 Lotim terdiri dari unsur TNI- POLRI Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Perhubungan pada hari Rabu tañggal 8 April 2020 telah melaksanakan tugasnya secarà bersama-sama dengan jumlah personel gabungan sebanyak 24 Orang.

    Tehnis penjemputan di BIL melaksanakan koordinasi degan otoritas bandara untuk memisahkan penumpang yang berasal dari Lotim dengan memeriksa identitas di dalam bandara dan mengisi formulir sesuai tujuan.

    Mengarahkan masyarakat yang akan pulang ke Lombok Timur ke tempat pendataan yang dilaksanakan oleh dinas kesehatan Lombok Timur dengan tujuan untuk didata selanjutnya dikawal oleh Satga Gugus Tugas Covid-19 Lotim

    "Dari hasil pendataan Jumlah masyarakat Lotim yang tiba lewat BIL pada tanggal 8 April 2020 sebanyak 161 orang," Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto S,I.K., M.Si., Jumat, (10/4).

    Ket. Foto
    Suasana penjemputan warga Lotim yang datang dari luar oleh tim Satgas Gugus Tugas Covid-19 Lombok Timur. (istimewa)

    Dengan JPS Gemilang, Pemprov NTB Siapkan Paket Sembako Bagi 105.000 KK Miskin

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc meluncurkan program jaring sosial dalam rangka meminimalisir dampak ekonomi dan sosial atas wabah Covid-19 di NTB. Salah satunya dengan program “Jaring Pengaman Sosilal (JPS) Gemilang”.

    “Kami telah mengalokasikan paket bantuan JPS Gemilang bagi masyarakat kita yang kurang mampu sebanyak 105.000 KK se NTB, dalam bentuk paket Sembako Plus. Terdiri dari beras, telor, minyak goreng, teh, minyak kayu putih, dll. Dimana satu paketnya senilai Rp 250.000,- per KK per bulan. Dan akan diberikan selama masa Darurat Covid-19 yakni dalam tempo tiga bulan,” ujar Zulkieflimansyah.

    Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Dra. T. Wismaningsih Drajadiah menjelaskan bahwa sesuai arahan Gubernur-Wagub NTB, JPS Gemilang akan didistribusikan setelah JPS dari Pemerintah Pusat dikucurkan. Hal itu guna menghindari adanya penerima ganda/double budget, serta untuk memastikan bahwa penerima JPS Gemilang adalah Kepala Keluarga yang belum tersentuh bantuan dari Pemerintah Pusat.

    “Pemerintah pusat merencanakan mengucurkan JPS tahap pertama pada tanggal 10 April 2020. Sehingga kami pun merencanakan sudah mulai mendistribusikan Paket “JPS Gemilang” tertanggal 15 April 2020. Namun, jika ada penundaan peluncuran JPS dari Pemerintah Pusat, maka kami di Pemrov NTB juga akan mereschedule pendistribusian JPS Gemilang,” jelas T Wismaningsih.

    Sementara itu, T. Wismaningsih menjelaskan, bahwa untuk data 105.000 KK tersebut dibagi menjadi dua kriteria penerima bantuan. Sebanyak 73.000 KK berbasis data KK Desil 1 (Sangat Miskin), Desil 2 (Miskin) dan Desil 3 (Rentan Miskin/Hampir Miskin) yang belum tercover dalam program dari Kementrian Sosial RI, baik berupa bantuan PKH maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Bantuan Sembako.

    “Data sebanyak 73.000 KK tersebut kita dapat dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementrian Sosial RI terbaru, yaitu Periode Oktober 2019. Dan telah kita teruskan datanya ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota se NTB. Termasuk pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa & Dukcapil Provinsi NTB, untuk selanjutnya diteruskan kepada Dinas Pemdes Kabupaten/Kota untuk selanjutkan diteruskan ke para Kepala Desa/Lurah dan para Pendamping Desa,” terangnya.

    Data 73.000 KK miskin tersebut terdiri dari 1.868 KK di Kota Mataram, 28.817 KK di Kabupaten Lombok Timur, 11.780 KK berada di Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat sebanyak 6.398 KK, Kab Lombok Utara ada 2.827 KK, di Kab. Sumbawa 3.937 KK, Kabupaten Sumbawa Barat 1.757 KK, Kota Bima ada 1.344 KK, Kab Bima sebanyak 8.838 KK, dan terakhir Kabupaten Dompu ada 5.434 KK.

    Menurut Wismaningsih, data tersebut bisa saja belum Valid/belum sesuai dengan keadaan di lapangan saat ini. Mengingat data PUSDATIN atau Sistem Informasi Kesjahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG) ditetapkan data tersebut merupakan release Kemensos RI pada Oktober 2019. Didasarkan update dari penetapan data KK miskin oleh Bupati/Walikota. Sehingga bisa saja ada yang sudah meninggal, pindah tempat tinggal atau yang statusnya sudah tidak miskin lagi masih tercantum dalam data tersebut, dll.

    “Selain itu data 73.000 dari PUSDATIN, juga berbasis penetapan oleh Bupati/Walikota se NTB. Yang diusulkan oleh Dinas Sosial Kabupaten/Kota yang diperoleh dari usulan para Kepala Desa/Kelurahan melalui Musyawarah Desa/Kelurahan, disertai Berita Acara Musdes/Muskel. Lalu diinput oleh operator SIKS NG masing-masing Desa/Kelurahan dan Operator SIKS NG Dinas Sosial Kabupate/Kota,” terang T. Wismaningsih.

    Dengan berbagai kondisi tersebut di atas. Wismaningsih meminta terkait data 73.000 KK dari PUSDATIN Kemensos RI tersebut, diharapkan menjadi referensi awal. Untuk selanjutnya pada para Kadis Sosial Kabupaten Kota meminta pada Kepala Desa bersama Kepala Dusun/lingkungan, RT/RW melakukan musyawarah guna memverifikasi dan Validasi KK Miskin. Sehingga yang sudah meninggal, sudah tidak miskin lagi, sudah pindah, tidak diketahui keberadaannya dihapus dan ditambahkan dengan yang lebih berhak. Dengan tetap mengacu pada kuota total yang telah ditetapkan untuk masing-masing Kabupaten/Kota.

    “Sementara untuk 32.000 KK sisanya, akan diperuntukan sektor Non Formal yang terimbas oleh dampak wabah Covid-19. Antara lain, tukang ojek, korban PHK, PKL/Asongan, Buruh Migran, IKM, PDP dan ODP, dll. Yang kuotanya per kabupaten/kota akan didasarkan pada tingkat rasio kemiskinan masing-masing daerah,” tegasnya.

    Untuk pola pendataan bagi 32.000 KK tersebut pun dengan mekanisme yang sama termasuk dengan memadukan data dari para Pendamping Desa yang dikoordinasi oleh DPMDES Kabupaten/Kota untuk diteruskan ke DPMPD & Dukcapil Provinsi NTB.

    “Semua hasil Verifikasi dan Validasi atas 105.000 KK dari Dinsos Kabupaten/Kota sudah harus kami terima paling lambat Hari Senin tanggal 13 April 2020. Kami mengharapkan dukungan semua pihak untuk mensuskseskan program JPS Gemilang dari mulai verifikasi dan validasi data hingga distribusi paketnya. Sehingga program JPS Gemilang ini benar-benar bisa optimal dan bermanfaat bagi masyarakat NTB yang membutuhkan,” tutup T. Wismaningsih. (f3)

    Ket. Foto:
    Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc. (istimewa)

    error: Content is protected !!