More
    Beranda blog Halaman 127

    Bertambah 11 Orang, Pasien Positif Corona di NTB Jadi 21 Orang

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Sekretaris Daerah selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas di Provinsi NTB, Drs. H.Lalu Gita Ariadi menyampaikan, berdasarkan hasil tes yang dilakukan oleh Laboratorium Biomedis RSUD Provinsi NTB, pada hari ini, Kamis tanggal 9 April 2020, pukul 17.30 Wita, pihaknya telah menerima 11 PDP positif Covid-19.

    " Yang 6 orang PDP positif adalah yang sudah diumumkan di situs web gugus tugas nasional, dan 5 orang sudah mendapat pemberitahuan dari pusat namun belum diumumkan di situs web gugus tugas nasional," Terangnya dalam rilis resminya, Kamis, (9/4).

    Adapun tambahan 11 pasien PDP yang positif itu adalah Pasien nomor 11, an. N, laki-laki, (65) tahun, penduduk Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dalam kondisi baik.

    Pasien nomor 12, an. Ny. FBM, (38) dari Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki kontak dengan orang yang baru saja pulang dari daerah terjangkit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

    Pasien nomor 13, an. Tn. LAB, (54) tahun, warga Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada dalam kondisi baik.

    Pasien nomor 14, an. Tn. RM, (68) asal Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Dalam 14 hari sebelum sakit, Pasien memiliki kontak dengan Pasien nomor 04. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dalam kondisi baik.

    Pasien nomor 15, an Tn MA, (51) warga Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak ada. Saat ini yang bersangkutan dirawat Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dalam keadaan baik.

    Pasien nomor 16, an. Ny. SL, (59) warga Mataram. Sejarah Perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 tidak pernah. Pasien memiliki kontak dengan pasien nomor 14. Saat ini pasien dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dalam kondisi baik.

    Pasien nomor 17. an. Ny. KP, (54) dari Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar NTB namun suami memiliki riwayat perjalanan ke Bali dalam 14 hari terakhir sebelum pasien sakit. Riwayat kontak dengan pasien Positif Covid-19 tidak pemah. Saat ini dirawat di RSUD dalam kondisi baik.

    Pasien nomor 18, an. Tn. YRW, (55) penduduk Kota Mataram. Pasien memiliki riwayat pernah kontak dengan pasien Positif Covid-19 nomor 04. Riwayat perjalanan ke luar NTB selama 14 hari sebelum sakit tidak pernah. Pasien meninggal setelah di RSUD Kota Mataram.

    Pasien nomor 19, an. Tn. AS, (47) penduduk Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini kondisi baik.

    Pasien nomor 20, an. Tn. MZ, (40) penduduk Kecamatan Cakra Kota Mataram. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini dalam kondisi baik. Terakhir, Pasien nomor 21, an. Tn. D, laki-laki, usia 53 tahun, warga Monjok, Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan Pasien nomor 05. Saat ini tinggal di Wisma Nusantara untuk karantina dan kondisi baik.

    "Dengan jumlah tambahan 11 kasus terkonfirmasi ini, maka jumlah pasien positif Co-19 di Provinsi NTB sampai hari ini berjumlah 21 orang. 2 (orang) meninggal dunia. 2 (dua) orang yang telah pulih dan telah pulang ke rumah masing-masing, sedangkan 17 orang masih dalam perawatan dengan kondisi klinis yang semakin meningkat, menunggu hasil tes negatif 2 (dua) kali untuk bisa dipulangkan," terang Sekda.

    Untuk menghindari penularan lebih lanjut, petugas kesehatan terus melakukan penelusuran (pelacakan kontak) terhadap semua orang yang pernah melakukan kontak dengan seluruh pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

    Hingga rilis ini dikeluarkan, jumlah pasien dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 112 orang. 44 PDP masih dalam status pengawasan, sedangkan 68 PDP dinyatakan selesai dalam pengawasan / pulih. Jumlah PDP yang meninggal sebanyak 9 orang, terdirı darı 2 (dua) orang positif covid-19 dan 7 (tujun) orang negatitf. Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 3.315 orang. 1.797 orang masih dalam proses peralihan dan sisanya 1.518 orang sudah selesai dalam proses peralihan.

    Diharapkan semua lapisan masyarakat untuk tetap tenang. Keberhasilan pencegahan penularan Covid-19 sangat bergantung dari ledisiplinan dan kepatuhan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah, pakai masker jika terpaksa keluar rumah, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik sesering mungkin terutama sebelum makan dan menyentuh benda lainnya, jika berkomunikasi minimal jaraknya 2 (dua) meter. (f3)

    Gubernur NTB Rakor bersama Menkopolhukam, Bahas Pembatasan Sosial dan Sinergi Penanganan Covid-19

    0

    HarianNusa.com, Jakarta – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) virtual dalam rangka Implementasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah. Dipimpin Menkopolhukam, turut hadir bersama Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Menteri Sosial, Kepala BNPB selaku Kepala Gugus Tugas Pusat dan Seluruh Gubernur, Bupati/Walikota se-Indonesia.

    Bertempat di ruang kerjanya, Kamis, 9 April 2020, Gubernur turut didampingi Sekretaris Daerah Provinsi, serta beberapa pejabat yang tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di NTB.

    Mengawali rakor, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D yang juga menjadi moderator memaparkan hal-hal yang harus dipersiapkan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam penyediaan jaring pengaman sosial/social safety net yang berpijak pada PP Nomor 21 Tahun 2020; Keppres Nomor 11 Tahun 2020; Permendagri Nomor 20 Tahun 2020; Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2020; Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2436/SJ; Serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2622/SJ tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tanggal 29 Maret 2020.

    “Penyediaan social safety net ini merupakan bagian dari percepatan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran kegiatan tertentu atau refocusing, dan/atau perubahan alokasi anggaran yang digunakan secara memadai dalam Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Lingkungan Pemerintah Daerah. Oleh sebab itu, seluruh Pemda harus mempersiapkannya sebaik mungkin,” kata Mendagri.

    Disadari, Covid-19 tak hanya berdampak pada kesehatan saja, namun pada aspek sosial sehingga pemerintah daerah perlu serius dalam melakukan jaring pengaman sosial/social safety net agar tak menimbulkan permasalahan baru di masyarakat.

    “Anggaran bisa direalokasi untuk jaring pengaman sosial. Sebab banyak masyarakat yang terpukul, terutama yang kurang mampu. Jika mereka tidak ditangani dan tidak dibantu baik oleh pemerintah maupun non pemerintah, maka krisis kesehatan bisa berubah menjadi krisis ekonomi, dan krisis ekonomi ini bisa berubah menjadi krisis sosial. Ini tentu tak boleh terjadi, karena berdampak pada krisis keamanan, sehingga akan muncul gangguan keamanan,” ujarnya.

    Setelahnya, para Menteri bergantian menyampaikan arahannya kepada seluruh peserta rakor. Kementerian Sosial akan menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) setiap bulan mulai April hingga Juni 2020 sebagai upaya mengatasi dampak ekonomi masyarakat terutama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akibat wabah COVID-19. Penerima PKH itu naik dari yang awalnya 9,2 juta menjadi 10 Juta Keluarga per bulan mulai April-Juni.

    Tak hanya itu, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program sembako juga ditambah dari 15,2 juta menjadi 20 juta KPM. Serta pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di wilayah Jabodetabek dan di luar Jabodetabek Sebesar Rp600.000 per bulan selama 3 Bulan.

    Tak sampai di situ saja, program jaring pengaman sosial juga diproyeksikan pada 24 juta pelanggan listrik 450 VA yang digratiskan selama 3 bulan dan 7 juta pelanggan 900 VA yang akan didiskon 50 Persen; Program Kartu Pra Kerja untuk 5,6 juta orang yang anggarannya dinaikkan menjadi Rp 20 triliun; Rp 25 triliun untuk Operasi Pasar dan Logistik; serta pengaturan kemudahan kredit.

    Untuk melaksanakan kebijakan tersebut agar efektif, maka Pemda harus memperhatikan dan menyiapkan hal-hal sebagai berikut:

    Pertama, landasan hukum bagi pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kedua, memastikan Pemda memberikan hibah/bansos (sesuai Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2020). Hibah/Bansos dari Pemda menyasar masyarakat di luar penerima Bantuan dari Pemerintah Pusat.

    Ketiga, pola penyaluran bantuan harus disesuaikan dengan kondisi sosial dan geografis masyarakat. Keempat, tersosialisasinya kanal pengaduan bagi masyarakat.Kelima, pembinaan kepada masyarakat untuk menciptakan kemandirian selama masa pandemi.

    TNI-Polri Bersinergi Bantu ODP di Sumbawa

    0

    HarianNusa.com, Sumbawa – TNI-Polri terus bersinergi dalam membantu masyarakat ditengah merebaknya musibah penyebaran corona virus disease (Covid-19). Kali ini warga berstatus berstatus ODP di wilayah Desa Labuan Sangoro Kecamatan Maronge Kabupaten Sumbawa NTB menjadi sasaran pemberian tali asih berupa pembagian paket sembako.

    Kiat kunjungan dan pemberian sembako yang dilaksanakan panda Kamis, 9 April 2020 itu dipimpin langsung Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra, S.I.K .,M.H bersama Dandim 1607 Sumbawa Letkol Inf Samsul Huda SE .,M.Sc., Kapolsek Plampang AKP Abdul Sani beserta anggota, Babinkamtibmas Desa Labuan Sangoro Bripka Irwansyah serta Plt Kades Labuan Sangoro, Abdul Hayat S.IP.

    Setibanya di wilayah Desa Labuan Sangoro, rombongan langsung menemui masyarakat yang berstatus ODP yang diketahui merupakan keluarga kurang mampu dan sangat membutuhkan bantun saat ini yakni :
    HS, (33) yang berprofesi sebagai nelayan, J seorang IRT (27) yang diketahui istri HS, F, (3) juga seorang nelayan, S (istri F) seorang IRT (27) tahun.

    Sesampai di rumah warga yang berstatus ODP tersebut, rombongan yang dipimpin Kapolres dan Dandim itu langsung memberikan tali asih kepada 4 orang tersebut kepada mereka.

    Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, S.I.K, M.Si dalam rilisnya mengatakan setelah menyerahkan bantuan berupa sembako Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra juga memberikan imbauan kepada masyarakat Sumbawa khususnya warga Labuan Sangoro dan terhadap kedua KK yang bersatus ODP

    "Kapolres mengimbau masyarakat Sumbawa khususnya warga Labuan Sangoro dan terhadap kedua KK yang bersatus ODP tersebut agar tetap melaksnakan isolasi mandiri, menjaga kesehatan, budayakan hidup bersih dengan tetap mencuci tangan menggunakan sabun sehabis berpergian dan tetap menggunakan ADP berupa masker guna mencegah penyebaran Virus Corona (Covid 19).

    75 arang Diamankan dalam Operasi Pekat Polres Lombok Timur

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Polres Lombok Timur berhasil mengamankan 75 orang tersangka berikut puluhan barang bukti kendaraan, barang elektronik, miras serta uang tunai dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilaksanakan selama empat belas hari mulai dari tanggal 23 Maret sampai dengan 5 April 2020.

    Kasatreskrim Polres Lotim AKP Made Yogi melalui Kabidhumas Polda NTB Kombes Pol Artanto, S.I.K. M.Si. menyampaikan, selama pelaksanaan operasi Pekat Polres Lotim dapat mengungkap semua target operasi ditambah juga di luar target.

    "Target operasi semua dapat diungkap, diluar target juga banyak yang diungkap," tegasnya, Rabu, (08/04).

    Disampaikan juga, selama pelaksanaannya Polres Lotim berhasil mengamankan 75 orang yang ditetapkan sebagai tersangka pencurian, perjudian dan penjual miras.

    "75 Orang ditetapkan sebagai tersangka dimana 16 orang ditahan sedangkan 61 proses lanjut tanpa dilakukan penahanan," tambah Artanto.

    Selain tersangka turut juga diamankan barang bukti dari tersangka pencurian dan judi diantaranya: sepeda motor sebanyak 25 unit, handphone 2 unit, Kartu domino 4 buah, uang tunai Rp. 4.972.000, Kartu ATM 2 buah dan buku tabungan 2 buah.

    Sedangkan dari tersangka penjual minuman keras petugas berhasil menyita 329 botol, 15 bungkus plastik, 3 buah ember dan 2 buah jerigen yang kesemuanya berisi miras berbagai jenis.

    "Ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka judi online dan mereka dijerat dengan Undang-Undang ITE," pungkas Kabid Humas Polda NTB itu. (f3)

    Pemerintah Provinsi Siapkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sembako Gemilang.

    0

    Mataram – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, melakukan telekonferensi dengan Kapolda NTB, Danrem 162/WB, Kajati NTB, serta seluruh Bupati dan Walikota se-NTB di ruang kerjanya, Selasa, 7 April 2020. Gubernur membahas penanganan penyebaran wabah dan strategi mengatasi dampak ekonomi dan sosial Covid-19 di NTB.

    "Jangan sampai kita hanyut dalam mengantisipasi corona saja, meminta masyarakat stay at home. Namun kita abai terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat," tegas Bang Zul sapaan akrab Gubernur.

    Gubernur menjelaskan, selain program dari pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten /kota juga harus berkontribusi dan berkoordinasi demi menghindari tumpang tindih dan ketepatan sasaran program.

    "Akan ada jaring pengaman sosial dari Pemerintah Pusat dan Provinsi sehingga ketika program ini dieksekusi tidak ada tumpang tindih implementasi di Kabupaten dan kota. Program ini akan di eksekusi selama 3 bulan, ada bantuan dari Pemerintah pusat, Provinsi dan kab kota sehingga masyarakat kita harapkan bisa berdamai dengan keadaan ini," jelas Bang Zul.

    Dalam kesempatan itu, Bang Zul menyampaikan Pemerintah Provinsi akan menyiapkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sembako Gemilang.

    "Kami akan melengkapi jaring pengaman pusat dengan paket JPS Gemilang. JPS Gemilang akan memaksimalkan produk-produk lokal. Setiap warga terdampak akan diberikan paket senilai 250ribu/kk yaitu berisi paket sembako dan serta vitamin dan masker," ujarnya.

    "Direncanakan yang menerima adalah 73.000 KK warga tidak mampu dan 32.000 KK sektor pekerja informal sehingga total ada 105.000 kk penerima manfaat," tambahnya.

    Terkait upaya Pemerintah Provinsi NTB dalam menangani dampak Covid-19 di Kabupaten dan Kota, Gubernur menekankan agar Bupati dan Walikota segera menyampaikan data usulan tambahan Program Keluarga Harapan (PKH).

    "Tim untuk segera berkoordinasi terkait data PKH, lalu memastikan di Kabupaten kota agar tidak ada duplikasi program. Juga pastikan agar program ini mendukung produk-produk IKM sendiri," harapnya.

    "Kita dukung produk Indusri kecil menengah (IKM) kita, akan ada pembelajaran di dalamnya dan mereka nantinya diharapkan punya produk yang lebih baik di masa datang," tambahan Bang Zul.

    Selain memaksimalkan IKM NTB, Gubernur juga mengharapkan peran Danrem dan Baznas. "Banyak dana di Baznas yang bisa disalurkan di warga terdampak. Saya juga berharap Danrem agar bisa berkoordinasi dengan para Dandim untuk antisipasi dengan rencana kontijensi, karena kita tidak tahu seberapa lama bencana wabah ini," tutup Gubernur.

    Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd melalui telekonferensi juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mengerahkan seluruh kemampuannya dalam penanganan Covid-19 di NTB. "Terima kasih kepada Kapolda, Kajati, Danrem sudah totalitas dalam penanganan Covid-19," ucapnya.

    Pada kesempatan tersebut, Wagub juga menekankan untuk memaksimalkan peran Puskesmas dalam penanganan Covid-19. "Puskesmas kita kedepannya fungsinya tidak hanya untuk edukasi, namun juga bisa berfungsi untuk perawatan kasus ringan di desa," tegasnya.

    "Kita harus yakinkan betul puskesmas kita siap. Sehingga pasien-pasien yang sakit dengan gejala ringan tidak semuanya harus ke Rumah Sakit umum, cukup ke posyandu sehingga konsekuensinya APD disana harus cukup," tambah Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub.

    Wagub juga mengimbau seluruh Bupati dan Walikota untuk melakukan rapid test di daerah masing-masing. "Terkait peralatan dan pengecekan, kami menghimbau untuk memesan alat rapid test, silahkan Dinkes kabupaten/kota berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi agar bersama-sama bisa memesan untuk kebutuhan identifikasi Covid-19," harap Ummi Rohmi.

    "Untuk swap test di RSUD Provinsi sudah bisa mengecek sendiri sampelnya. Namun ini tidak mudah, saat ini ada 250 stok untuk mengecek di RSUD dan UNRAM," tambahnya.

    Di akhir paparannya, Wagub menginstruksikan untuk segera melakukan penambahan ruangan isolasi demi mengantisipasi lonjakan pasien. Wagub juga berharap seluruh desa di NTB bisa terlibat dalam pengawasan OTG, ODP dan PDP. "Alhamdulilllah babinsa dan babinkabtibmas luar biasa membantu, mari kita terus mensosialisasikan masker untuk semua. Mudah-mudahan masyarakat kita sadar," tutup Wagub.

    Mengakhiri telekonferensi tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kinerja Pemerintah kab/kota dalam penanganan penyebaran covid-19 di NTB. Turut mendampingi Gubernur pada kesempatan tersebut, jajaran Kepala Dinas dan Biro Lingkup Pemerintah Provinsi NTB dan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Daerah (TGP2D) NTB. (f3/hms)

    Balitbangtan: Tingkatkan Imun dengan Black Garlic

    HarianNusa.com, Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertanian (Balitbangtan] merilis informasi bahwa bawang putih dapat meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas. Hal ini disampaikan Kepada HarianNusa.com dalam pers rilis melalui surat elektronik Senin (6/4).

    Dijelaskan bahwa Black garlic (bawang hitam) olahan dari bawang putih memberikan manfaat kesehatan berlipat lebih besar dibanding bawang putih mentah. Proses pemanasan suhu tinggi menghasilkan black garlic dengan kandungan anti bakteri, anti hiperlipidemia, anti tumor dan immune regulatory yang lebih tinggi.

    Di tengah pendemi Covid-19 saat ini, orang-orang banyak berburu multivitamin atau suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Bagi masyarakat yang ingin mengkonsumsi bahan alami untuk menjaga kesehatannya, black garlic dapat menjadi pilihan alternatif.

    Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) telah mengolah Black Garlic. Bawang ini diperoleh dari proses pemanasan bawang putih segar pada suhu tinggi dengan kelembaban yang terkontrol selama 12-15 hari tanpa bahan tambahan lain.

    Black garlic dapat diproduksi dari bawang putih tunggal maupun bawang putih biasa (bonggol). Bawang putih tunggal memiliki rasa yang lebih pedas dibandingkan bawang putih biasa. kandungan senyawanya 5-6 kali lebih tinggi dibandingkan bawang putih biasa sehingga bawang putih tunggal lebih sering digunakan sebagai obat herbal.

    Pemanasan secara terus menerus dapat menghilangkan bau yang menyengat, memberikan cita rasa manis, mengubah tekstur bawang putih menjadi kenyal seperti jelly dan meningkatkan kandungan antioksidanya.

    Peneliti Balitbangtan, Kirana Sangrami mengatakan kualitas bahan baku utama adalah kunci pengolahan black garlic. “Pada proses pengolahan black garlic, yang perlu diperhatikan adalah bahan awal dari black garlic itu sendiri yaitu bawang putih yang digunakan harus bersih dari kotoran dan tidak mengalami kerusakan serta kecacatan (busuk atau berjamur)” ujar Kirana.

    Proses pembuatannya yaitu bahan baku bawang putih yang sudah bersih dari kotoran kulit luarnya dipanaskan dalam alat penanak nasi dalam mode warm selama 12-15 hari. Setelah pemanasan, black garlic didinginkan terlebih dahulu kemudian dikemas dalam kemasan alumunium foil atau kemasan lain yang aman untuk mempertahankan kadar airnya.

    Selama proses, bawang putih akan berubah menjadi bawang hitam karena adanya reaksi Mailard dan reaksi pencoklatan. Reaksi Maillard menyebabkan black garlic memiliki rasa yang lebih manis dan tidak memiliki bau menyengat seperti bawang putih. Black garlic juga memiliki kapasitas antioksidan dan kemampuan menangkal radikal bebas lebih tinggi dari bawang putih.

    Sejumlah besar penelitian telah menunjukkan bahwa black garlic memiliki beberapa manfaat kesehatan. Black garlic menunjukkan sifat antioksidan yang lebih kuat dibandingkan dengan bawang putih mentah. Kandungan S-alil-L-sistein dalam black garlic mencapai 5 kali lipat lebih tinggi dari pada bawang putih mentah.

    Dibandingkan bawang putih segar, black garlic memiliki aktivitas superoksida dismutase (SOD) 13 kali lipat, scavenging activity melawan hidrogen peroksida lebih dari 10 kali lipat, dan kandungan antioksidan 6-10 kali lipat. Kandungan senyawa fenoliknya 4-10 kali lipat dibandingkan bawang putih segar.

    Black garlic memiliki beberapa khasiat, diantaranya membantu meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh sehingga tidak gampang sakit, membantu mengobati dan mencegah nyeri sendi terutama nyeri di lutut ketika hendak berdiri, membantu menurunkan tekanan darah bagi yang memiliki keluhan darah tinggi, dan membantu menurunkan kadar kolesterol (terutama kolesterol total trigliserida dan LDL).

    Black garlic juga berkhasiat membantu menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes, membantu mencegah sakit jantung, membantu mencegah berkembangnya sel kanker, membantu mengurangi nyeri dan menurunkan kadar asam urat, dan membantu mengencerkan darah bagi yang memiliki indikasi darah kental. Khasiat ini terkait dengan kandungan senyawa antioksidan dan komponen organosulfur pada bawang hitam.

    Bersatu Lawan Corona, Pol Airud Polres Lobar Dukung Penanganan Covid-19 di Perairan

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat –
    Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satrio Wibowo SIK dan Dandim 1606/Lobar Colonel Czi Erijon Kroll, SIP. MM memimpin apel Terpadu Gugus Penanganan Covid-19 yang diketuai Bupati Lobar H. Fauzan Khalid.

    Apel yang digelar pada Senin, (06/04) ini diikuti oleh TNI – POLRI, BNPB, Ksop, Otoritas Pelabuhan Lembar, Pol. PP, Petugas kesehatan pelabuhan Lembar.

    Kapolres Lobar dalam arahannya menyampaikan agar seluruh lapisan masyarakat bersatu melawan penyebaran wabah covid-19. Ia meminta pengawasan di pintu masuk pelabuhan diperketan. Apabila ada penumpang yang dicurigai menunjukkan gejala terinfeksi virus corona agar ditindak sesuai SOP.

    "kita semua harus bersatu melawan covid 19, dengan mempertegas tindakan sesuai SOP, apabila ada penumpang yang dicurigai terindikasi membawa virus corona agar ditindak tegas sesuai SOP dan memperketat pengawasan di pelabuhan Lembar.

    Selain itu, Kapolres juga mengimbau agar dalam semua kegiatan, masyarakat dan petugas harus menggunakan masker untuk antisipasi penyebaran corona.

    "Dalam semua kegiatan harus mempergunakan masker, guna meminimalisir penyebaran covid 19 di wilayah Lobar, kusus nya di pelabuhan Lembar sebagai tolak ukur penanganan covid 19 di wilayah Lobar," ungkapnya.

    Senada dengan Kapolres, Dandim Lobar mengarahkan agar mempedomani penanganan covid 19 sesuai arahan Bupati Lombok Barat sebagai Ketua Gugus Tugas penanganan Covid 19 di wilayah Lobar.

    Untuk meminimalisir penyebaran covid 19 di wilayah Lobar, Dandim mengungkapkan, agar mempertegas tindakan di lapangan, dan memperketat keluar masuk orang di pelabuhan Lembar.

    Terkait dengan hal tersebut Kasat Pol Airud Polres Lobar IPDA I Gst Made Suarjaya menegaskan, bahwa Sat Pol Airud Lobar siap mendukung tugas Satuan Gugus Penanganan Covid-19 di perairan Lombok Barat.

    Sebagai wujud dukungan tersebut, Made Suarjaya mengatakan, Sat Pol Airud Polres Lobar siap menerjunkan 3 kapal patroli dan belasan personelnya.

    "Sebanyak 3 personil akan disiagakan di penyeberangan palabuhan Lembar, dan 3 kapal serta 12 personil yang akan membeck up perairan untuk antisipasi masuknya kapal-kapal yang tidak melalui jalur resmi," tegasnya.

    "Sedangkan 3 personil akan bergabung dalam satgas covid 19 di pelabuhan penyebrangan di posko yang telah ditentukan," tambahnya.

    Dalam antisipas masuknya penyebaran covid-19 di Lombok Barat, Pemkab Lobar terus bersinergi dengan TNI-Polri malakukan berbagai upaya pencegahan. (f3)

    Ket. Foto:
    Satuan Pol Airud Polres Lobar (seragam warna biru) bersama anggota Polri lainnya dan unsur pemerintah tampak barbaris rapi saat mengikuti kegiatan apel Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di pelabuhan Lembar, Lombok Barat. (istimewa)

    Satgas Gugus Tugas Covid-19 Dompu Bagikan Masker Gratis

    0

    HarianNusa.com, Dompu – Berbagai upaya untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus corona atau corona virus disease (Covis-19) terus dilakukan seperti yang dilakukan Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dompu hari ini di berbagai lokasi di Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu NTB, Senin (6/4).

    Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dompu terdiri dari Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin, Dandim 1614/Dompu Letnan Kolonel Inf Ali Cahyono, S.Kom., Kapolres Dompu, Kepala Dikes Dompu dan Kalak BPBD Dompu membagikan masker kepada masyarakat pengguna jalan di seputaran taman kota, RSUD Dompu dan di Kelurahan Karijawa jalan Lintas Sumbawa.

    Disela-sela pembagian tersebut, Dandim Dompu menyampaikan pembagian masker itu dilakukan sebagai langkah kongkret Satgas Gugus Tugas Covid-19 Dompu untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus corona sesuai dengan imbauan dan arahan pemerintah.

    “Jadi ini bagian dari edukasi masyarakat untuk melaksanakan imbauan pemerintah terutama penggunaan masker baik di rumah maupun diluar rumah dengan harapan tidak tertular Covid-19,” terang Ali Cahyono.

    Selain kebijakan pemerintah untuk social distancing dan maklumat Kapolri tentang Nomor : Mak/2/III/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebjiakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19), juga ada surat Bupati Dompu Nomor: 360/167/BPBD/2020 tanggal 18 Maret 2020 tentang Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di tempat umum dan fasilitas umum.

    “Semua itu kita jadikan pedoman dalam menjalankan hubungan sosial sehingga terhindar dari virus corona,” imbuhnya.

    Dandim Dompu juga berharap agar seluruh komponen masyarakat melaksanakan semua imbauan seperti mencuci tangan, menjaga jarak dalam berkomunikasi, stay home (diam dirumah), olahraga yang cukup, makanana bergizi dan berserat serta banyak vitamin C dan E serta menjaga kebersihan badan dan lingkungan. (f3/Penrem)

    Cegah Penyebaran Covid-19, Satgas Lobar Bentuk Posko di Pelabuhan Lembar

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Tuntutan masyarakat untuk membatasi, bahkan menutup akses Pelabuhan Lembar terkait dengan merebaknya virus Corona atau Covid-19 ditanggapi sangat serius oleh Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Lombok Barat.

    Serangkaian rapat koordinasi dilakukan secara marathon untuk membahas pencegahan dan penanggulangan pun berkali-kali digelar, terutama terkait dengan isyu mobilitas warga saat musim mudik yang memanfaatkan jasa penyeberangan laut melalui Pelabuhan Lembar.

    “Dalam bekerja, kami patuh dengan arahan tiga pihak, yaitu Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten. Saat ini kami telah melakukan berbagai upaya pencegahan, di antaranya dengan melakukan pembatasan penumpang sampai lima puluh persen untuk menjamin social distancing,” ujar Kepala KSOP Lembar M. Junaiding saat mengikuti Rapat Koordinasi Satgas di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Lombok Barat, Sabtu (4/4/2020) kemarin.

    Pihak pelabuhan pun imbuh Junaiding, menetapkan prosedur standar untuk mencegah merebaknya Covid 19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Selain melakukan penyemprotan disinfektan sebanyak tiga kali sehari untuk seluruh kapal yang beroperasi, pihaknya pun melakukan penyemprotan terhadap kendaraan dan para penumpang.

    “Kita tidak hanya berhadapan dengan manusia sebagai penumpang, tapi juga kendaraan yang meliputi truck barang, kendaraan pribadi, dan bus dengan penumpangnya,” tambah Junaiding.

    Namun pada prinsipnya, kata Junaiding, upaya pencegahan yang dilakukan harus tetap mempertimbangkan kelancaran arus lalu lintas penumpang agar tidak terjadi penumpukan.

    Senada dengan Junaiding, Kepala KKP Mataram Wayan Diantika yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut menjelaskan prosedur lain untuk memperkuat prosedur pencegahan, yaitu dengan menerbitkan Kartu Kuning khusus penumpang. Wayan memastikan semua data penumpang dan rekam suhu tubuh saat memasuki dan keluar kapal telah didapatkannya dan terekam melalui kartu kuning itu.

    “Dengan kartu kuning tersebut, kita bisa mengetahui dan men-tracking dengan siapa seseorang berinteraksi selama perjalanan di atas kapal,” terangnya.

    Dalam Rapat Koordinasi yang dihadiri oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Sekretaris Daerah H. Baehaqi, Seluruh Asisten, Kepala BPBD Mahnan, Kepala Dinas Perhubungan H. Moh. Nadjib, Kepala Dinas Kesehatan Hj. Ambaryati, beserta seluruh komponen yang terlibat di Pelabuhan Lembar seperti pihak ASDP, Pelindo III, KKP Mataram, dan KSOP Lembar, mereka bersepakat untuk mendirikan sebuah Pos Komando (Posko) yang melibatkan seluruh unsur termasuk dari pihak Kepolisian Resort (Polres) Lombok Barat khusus di Pelabuhan Lembar.

    Menurut Kapolres Lombok Barat, AKBP Bagus Satria Wibowo, dengan adanya Posko tersebut, pihak Satgas bisa lebih serius dan fokus dalam melakukan pencegahan merebaknya virus yang dibawa dari warga yang datang ke Pulau Lombok.

    “Besok (hari ini, red) posko tersebut sudah harus ada. Bila perlu Senin kita apel siaga di posko tersebut,” tegas Bagus sambil memastikan pihak Polres Lombok Barat akan menyiagakan sepuluh personil untuk setiap shift tugas.

    Bagus meminta pengisian personil tersebut juga melibatkan berbagai unsur seperti dari Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, di samping personil yang terkait langsung dengan urusan pelabuhan.

    “Jadi ini jumlahnya cukup banyak sehingga perlu kesiapan semua pihak, termasuk dengan melengkapi Alat Pelindung Diri bagi para petugas yang berjaga,” pinta Bagus.

    Ketua Satgas Kabupaten Lombok Barat, H. Fauzan Khalid di kesempatan lain menanggapi positif atas inisiatif pembentukan Posko di Pelabuhan Lembar. Bahkan dirinya mengaku telah meminta Dinas Perhubungan juga bisa menempatkan personil di Bandara agar alur informasi penumpang yang datang dari luar sebagai salah satu upaya pencegahan penularan virus.

    “Kita harus menyentuh aspek psikologis massa agar mereka sadar dengan bahaya virus ini. Dengan adanya Posko, masyarakat bisa diingatkan untuk lebih waspada, melakukan isoloasi mandiri, dan mendukung berbagai upaya pencegahan yang kita lakukan,” terang bupati Lombok Barat itu. (f3)

    Dampak Corona, Ribuan Karyawan Hotel di Lombok Barat Dirumahkan

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Paling sedikit 1.316 karyawan di 17 hotel di kawasan Lombok Barat harus dirumahkan akibat merebaknya Covid-19.

    Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, Saeful Ahkam saat melakukan pengecekan kondisi terkini di Kawasan Senggigi Lombok Barat, Sabtu (4/4/2020).

    "Menurut data dalam himpun cepat kemaren, ada 17 hotel yang mengirimkan data, mereka terpaksa merumahkan para karyawannya karena sepinya okupansi akibat virus Corona," terang Ahkam.

    Ahkam bahkan menyebutkan setidaknya ada 7 hotel yang mengambil kebijakan menutup usahanya untuk sementara waktu.

    Untuk para karyawan, Ahkam memastikan kebijakan merumahkan terpaksa diambil oleh manajemen hotel agar mereka bisa bertahan di masa yang sulit ini.

    "Tidak hanya hotel, tapi termasuk usaha hiburan, restoran, dan jasa usaha wisata lainnya, bisa jadi juga mengambil kebijakan yang sama," terang Ahkam.

    Ahkam mengaku akan terus berusaha menghimpun data tersebut sebagai basis data bagi pemerintah untuk mengkaji penanganan dampak sosial ekonomi dari wabah virus Corona itu.

    "Kita akan komunikasikan ke Pemerintah Pusat melalui Provinsi agar para pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa mendapat stimulus program yang mampu membantu mereka dari kesulitan bekerja," papar Ahkam.

    Pasca maklumat dari Pemerintah, Kawasan Senggigi yang menjadi primadona wisata di Lombok Barat seperti mati akibat edaran untuk mengantisipasi wabah virus Corona.

    "Semua usaha hiburan tidak ada yang buka, restoran pun banyak yang tutup, hanya beberapa restoran kecil dan pedagang kaki lima yang masih buka tapi tidak melayani makan di tempat," terang Ahkam.

    Ditanya soal stimulus kemudahan atas kewajiban pajak dan retribusi bagi usaha pariwisata, pria yang juga pelaksana tugas Kepala Bagian Humas dan Protokol itu belum bisa memastikan apakah akan ada stimulus keringangan bagi mereka yang menjadi wajib pajak dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

    "Pariwisata ini salah satu penyumbang PAD (pendapatan asli daerah, red) bagi Lombok Barat. Keputusan Pemerintah Pusat, hanya KEK Mandalika yang mendapat kemudahan soal pajak, Senggigi tidak," tegas Ahkam.

    Namun seperti halnya saat bencana gempa dahulu, Ahkam menduga bisa jadi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akan memberikan kemudahan bagi wajib pajak pelaku pariwisata.

    "Saya tidak tahu pasti, tapi yang paling mungkin itu keringanan soal waktu, denda, atau bahkan pengurangan pada item pajak retribusi tertentu," papar Ahkam memperkirakan. (f3/hms)

    Ket. Foto:
    Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, H. Saeful Ahkam. (istimewa)

    error: Content is protected !!