Beranda blog Halaman 131

Lombok Barat Launching JPS Covid 19 Tahap II

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Sosial melaunching program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 Tahap kedua tahun 2020, bertempat di Kantor Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Sabtu, (27/6).

Launching tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid dan dihadiri oleh Sekda, H Baehaqi, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Lobar yaitu dari Polres Lobar, dari Kodim 1606/Lobar, perwakilan Kajari, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Lombok Barat, dan masyarakat penerima bantuan JPS.

Bupati mengatakan, di Lombok Barat yang sudah tercover dalam bantuan berjumlah 600 Ribu Kepala Keluarga (KK) .

"Bantuan Program JPS Covid-19 ini semata-mata untuk membantu seluruh masyarakat karena efek dari Covid-19, saya berharap seluruh masyarkat Lombok Barat di samping mendapatkan bantuan kita juga sudah seyogyanya harus taat terhadap semua peraturan protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat," ujar bupati.

Ditambahkannya, bulan Mei, pemerintah melarang masyarakat untuk berkumpul misalnya di tempat-tempat publik. Namun saat ini, ada perubahan yaitu boleh berkumpul dengan protokol kesehatan.

Fauzan mengajak untuk bersama-sama mentaati semua protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan agar seluruh masyarakat percaya kepada yang ahli. Misalnya, masalah agama kepada Tuan Guru, dan kalau masalah kesehatan percaya kepada dokter atau tim medis.

“Kita saat ini di Lombok Barat masih zona merah di NTB, yang zona merah ada dua yaitu Kota Mataram dan Lombok Barat. Terkait zona merah di Lombok Barat ini saya sendiri dan Bapak-bapak yang hadir tidak bisa merubah ke zona hijau, harus ada kesadaran dan pemahaman masyarakat agar mematuhi atau mentaati protokol kesehatan dari pemerintah," jelas Fauzan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Lombok Barat, Lalu Martajaya menjelaskan, penyaluran JPS Covid-19 kepada masyarakat ini semata-mata untuk mengurangi beban terkait dampak virus Covid-19 ini, tentunya dengan JPS yang diberikan ini bisa mengurangi kebutuhan pokok dari masyarakat khususnya mereka yg berpendapatan rendah.

Dikatakan, jumlah masyarakat Kabupaten Lombok Barat yang sudah mendapat bantuan tahap pertama 21 Ribu KK, sedangkan yang tahap kedua sekitar 15 ribu KK. Selain itu, ada tambahan berupa tenaga kontrak dan tuna netra berjumlah 1.400 orang. Sehingga total penerima JPS Covid -19 yaitu 38.904 KK.

"Kendala kami pada saat tahap pertama terkait masalah data, data yang harus dipenuhi dalam jangka waktu kurang dari satu bulan meliputi ada data yang dobel dan yang sudah meninggal dan lain-lain ini diganti dengan membuat berita acara oleh pemerintah desa setempat," ujarnya.

Di tahap kedua ini, lanjutnya, Dinsos Lombok Barat dan pihak-pihak terkait atau pendamping akan lebih ketat dalam penyaluran JPS Covid-19. Sebelum menyalurkan bantuan ini terlebih dahulu dicek lima item yang harus diberikan yaitu beras 15 kg, gula pasir 1 kg, minyak kemasan 1 liter , telur 1 trai, dan masker 2 buah. (*)

Jelajah Pulau Dengan KlinikApung, Ratusan Pasien Tertangani Meski Di Tengah Pandemi Covid-19

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Sejak diresmikan pada 4 april 2019, Klinik Apung Pulau Sehat Indonesia yang merupakan hasil kerjasama Dompet Dhuafa bersama PT Kimia Farma (Persero) Tbk, Rumah Cerdas, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menjadi salah satu akses layanan kesehatan yang strategis untuk pemeriksaan kesehatan masyarakat yang belum tersedia cukup akses kesehatan di wilayah selatan Lombok Barat yang dikenal banyak pulau kecil. (Rabu, 17/06)

Klinik apung menjangkau 10 wilayah di 4 Desa Lombok Barat yakni Dusun Cemara Desa Lembar Selatan, Teluk Gok, Telaga Lupi, dan Gresak Dusun Medang. Sementera di Desa Sekotong Barat terdiri dari Dusun Gili gede, Dusun Gedang, Dusun Tanjungan, Dusun Labuan Cenik Desa Gili Gede Indah, Dusun Orong Bukal, Desa Gili Gede Indah dan Dusun Labuan Poh Desa Batu Putih. Lokasi ini dipilih karena akses ke fasilitas kesehatan (puskesmas) yang jauh. Seperti halnya di dusun bangko-bangko, masyarakat harus menempuh perjalan (± 3 Mil) jalur laut dan Jalur Darat (± 20 Km) ke puskesmas pelangan.

“Pelayanan klinik apung dilakukan seminggu sekali dengan menjangkau 2-3 lokasi pelayanan dengan waktu perjalanan dan pengobatan 5-6 jam. Rute perjalanan di Dusun Cemara- Gresak- Teluk Gok- Telaga Lupi- Desa GGI- Bangko- Bangko Desa Batuh Putih. Pelayanan kesehatan yang diberikan berupa pemeriksaan dokter umum, pengobatan dan promosi kesehatan. Serta sesekali diikuti oleh Puskesmas setempat,” Ucap dr. Yeni Purnamasari, selaku General Manager Divisi Kesahatan Dompet Dhuafa.

Layanan Kesehatan Cuma – Cuma (LKC) Dompet Dhuafa NTB telah melaksanakan program Pulau Sehat Indonesia berbasis Kawasan sehat binaan sejak Oktober 2019. Berdasarkan hasil tinjauan Tim LKC Dompet Dhuafa di lapangan, memilih Desa Gili Gede Indah sebagai lokasi intervensi karena masih terdapat masalah kesehatan di lokasi ini, mulai dari akses jamban yang belum 100%, serta menjadi salah satu lokasi fokus stunting, dengan jumlah kasus sebanyak 17% kategori balita pendek dan 3,7% balita sangat pendek (Data cakupan pelayanan gizi Puskesmas Pelangan, Agustus 2019).

Selama 8 bulan pelayanan (April-Desember) 2019 tercatat 976 pasien yang dilayani, 72% perempuan dan sisanya 28% laki-laki. Berdasarkan diagnosis 10 penyakit terbanyak, Penyakit Hipertensi menjadi penyakit terbanyak kedua sebesar 118 kasus, dimana akan menjadi fokus perhatian lanjutan dari program klinik Apung ke depan. Penyakit hipertensi ini hampir ditemukan di setiap lokasi sehingga perlu ditindaklanjuti dengan pemantauan berkala untuk deteksi faktor resiko Penyakit Tidak Menular tersebut.

Program Pulau sehat Indonesia merupakan program yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) atau SDG’s. yakni SDG’s 2 Nol kelaparan, SDGs 3 (kesehatan yg baik dan kesejahteraan) dan SDG’s 6 (akses air bersih dan sanitasi). Dimana Fokus pelayanan kawasan meliputi 7 indikator kesehatan, yakni Peningkatan kesehatan ibu dan baduta, Eliminasi Stunting, Pengelolaan pasien TBC, Pengeloaan penyakit tidak menular, sanitasi yang baik, lingkungan hijau produktif dan sehat mental spiritual.

“Diharapkan kedepannya program klinik apung tidak hanya terfokus pada layanan kuratif namun juga intervensi terhadap masalah kesehatan prioritas berdasarkan data kasus penyakit, juga intervensi masalah sanitasi yang juga ada di pulau tersebut,” ujar dr. Yeni Purnamasari.

Selama pandemi Covid-19, Tim LKC Dompet Dhuafa memberikan pendampingan masyarakat dalam siap siagaan memutus rantai penularan Covid-19 secara bersama. Selain itu, Desa Gili Gede Indah menjadi kawasan cekal Corona dengan kegiatan deteksi dini. Program Pulau Sehat Indonesia diawali dengan pemetaan masalah kesehatan, menjalin hubungan dan fokus grup diskusi bersama stakeholder pemerintah dan wakil masyarakat untuk membangun pemahaman bersama akan tujuan, peran dan upaya kolaborasi yang dapat dilakukan secara bersama. Tercatat 720 penerima manfaat dari program yang dijalankan di tahun 2019-2020 yang tidak terlepas dari dukungan relawan kesehatan, kader sehat, Pemerintah Desa, Puskesmas hingga Dinas Kesehatan serta mitra swasta.

Sekilas tentang Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. Selama hampir 27 tahun, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.

Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca-BPPT Gelar Webinar

0

HarianNusa.com, Jakarta – Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC-BPPT) menggelar web-seminar (Webinar) bertajuk “Evaluasi penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk mitigasi karhutla dari sudut pandang sains atmosfer dan nilai manfaatnya” hari ini.

Webinar dihadiri sekitar 1000 peserta melalui aplikasi zoom dan disaksikan ratusan peserta secara live melalui You Tube. Acara dibuka Kepala BPPT Hammam Riza dan dipandu Andi Eka Sakya, Perekayasa Utama BPPT yang juga mantan Kepala BMKG. Para panelis diantaranya Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Tri Handoko Seto , Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Indroyono Soesilo, Deputi Litbang Badan Restorasi Gambut Haris Gunawan, dan Ketua Umum Asosiasi Ahli Atmosfer Indonesia Widada Sulistya (Sestama BMKG), serta Raffles B. Panjaitan, Tenaga Ahli Menteri Bidang Manajemen Landscape Fire – KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan).

“Menurut saya ini webinar yang paling banyak diikuti peserta,” ujar Hammam Riza, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapa Teknologi (BPPT), saat tampil membuka acara.

Dalam kesempatan tersebut, Hammam Riza mengungkapkan sejak pertama kali diterapkan pada 1997, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) mampu sebagai salah satu solusi untuk mitigasi bencana asap akibat karhutla. “Saat ini bahkan diperkuat dengan keluarnya Instruksi Presiden No.3/2020 yang menyebutkan BPPT melakukan operasi modifikasi cuaca dan pengembangan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar untuk mendukung upaya penanggulangan karhutla,” ujarnya.

Menurut Hammam Riza, keberhasilan TMC tersebut pada akhirnya akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. “Terlebih saat ini dilaksanakan mitigasi, pencegahan sebelum terjadi karhutla sehingga mampu meminimalisir kerugian,” ujarnya. Untuk itu, lanjut Hamam Riza, BPPT akan terus melakukan terobosan inovasi TMC dengan membangun ekosistem inovasi TMC melalui dukungan stakeholder terkait. “Dalam RPJMN (Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional) , KLHK bertindak sebagai koordinator membangun kerjasama operasi TMC karhutla. Diharapkan operasi TMC sebagai operasi adaptasi perubahan iklim tetap dilanjutkan,” tegasnya.

Indepedensi

Tri Handoko Seto, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC-BPPT) mengatakan operasi TMC mampu menghasilkan air dalam jumlah yang sangat banyak sampai jutaan m3 perhari jika dilakukan pada saat yang tepat. “TMC tergantung dari ketersediaan awan dan pelaksanaanya harus terencana baik. Diusulkan agar BPPT diberikan penugasan nasional dan memiliki independensi pelaksanaan operasi TMCyang berkelanjutan yang didukung oleh anggaran, peralatan termasuk pesawat serta dan SDM, baik perekayasa, peneliti, dan litkayasa,” ujarnya.

Disisi lain, lanjut Tri Handoko Seto, kontrol terhadap kandungan air lahan gambut (kelembaban gambut dan tinggi muka air gambut) harus selalu terkendali melalui sistem informasi, penyebaran sensor IOT, dan integrasi big data lahan gambut. “Keterpaduan kegiatan monitoring kandungan air lahan gambu tersebut, pembangunan bendung-bendung di area gambut, serta pengisian/pembasahan air di lahan gambut baik melalui cara-cara manual seperti dengan pompa maupun cara modifikasi cuaca harus dilakukan secara sistemik,” ujarnya.

Operasi TMC Karhutla yang dimulai sejak Maret lalu, kata Tri Handoko Seto, merupakan langkah peventif atau pencegahan. Seperti diketahui, operasi TMC Karhutla mulai diterjunkan di Provinsi Riau pada 11 Maret hingga 2 April lalu dengan pendanaan bersumber BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Operasi TMC mampu menghasilkan air hujan capai 97.8 juta meter kubik, sementara titik hotspot terpantau nol dan TMA (Tinggi Muka Air) lahan gambut di lima kabupaten yang berada di utara Pekanbaru mengalami kenaikan seiring dengan adanya peningkatan curah hujan.

Pada pelaksanaan operasi TMC kedua di Riau (13-31 Mei 2020) pendanaan dipegang KLHK dan mitra perusahaan di bidang kehutanan. Air hujan yang dihasilkan selama operasi berlangsung tercatat capai 44.1 juta meterkubik. “Hotspot dapat dipertahankan nol titik dengan ketinggian TMA yang dapat dipertahankan pada kondisi di atas batas bahaya -0.4 meter yaitu Rokan Hulu, Dumai dan Kepulauan Meranti. Sedangkan pada Kabupaten Bengkalis yang mengalami kenaikan cukup signifikan pada akhir masa TMC,” papar Tri Handoko Seto.

Sementara, operasi TMC Siaga Darurat Bencana di Sumatera Selatan dan Jambi (2-14 Juni 2020), mampu menghasilkan air hujan sebanyak 24,14 Juta meterkubik.”Jumlah hotspot juga terpantau nol titik. 14 dari 17 stasiun pengukuran menunjukkan nilai TMA berada di atas aman,” ujar Seto.

Indroyono Soesilo, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mengatakan operasi TMC saat ini bukan lagi tahapan riset tapi operasional. “Selama pelaksanaan operasi TMC di Provinsi Riau, TMA lahan gambut di 60 kawasan Hutan Tanaman Industri p(HTI) alami kenaikan. Demikian pula TMA lahan gambut di 16 wilayah HTI di Provinsi Sumatera Selatan dan 5 wilayah HTI di Provinsi Jambi juga cenderung naik,” ujarnya.

Indoyono yang juga tercatat sebagai Professor Riset Emiritus dan Perekayasa Utama Kehormatan BPPT ini juga mengungkapkan pada awal operasi TMC atau hujan buatan dirintis, BPPT bahkan mampu memegang komando 28 pesawat TMC dari 6 negara. (BBTMC)

NTB Akan Kembangkan Padi Inpari IR Nutri Zinc Balitbangtan

0

HarianNusa.com, Jakarta – Diluncurkan sejak 2019, Inpari IR Nutri Zinc ditujukan sebagai produk biofortifikasi yang memiliki kandungan Zn 6% lebih tinggi daripada padi Ciherang. Varietas padi hasil rakitan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) ini juga menjadi salah satu komponen dalam program prioritas nasional untuk mengatasi stunting.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/6/2020), varietas ini ditargetkan untuk ditanam seluas 10.000 hektare (ha) di 9 provinsi pada 2020. Kesembilan provinsi tersebut yaitu Riau, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Papua.

“Terkait dengan hal ini, BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian -red) dan Dinas Pertanian terkait di 9 provinsi, tengah melakukan produksi benih Inpari IR Nutri Zinc untuk memenuhi kebutuhan di daerahnya masing-masing,” terangnya.

Produksi benih mutlak diperlukan untuk memasifkan penanaman varietas tersebut. Pada tahun 2020, produksi Benih Penjenis, Benih Dasar, Benih Pokok tengah diinisiasi oleh BB Padi berkoordinasi dengan Direktorat Serealia sebagai upaya menyediakan benih Inpari IR Nutri Zinc bagi petani di berbagai daerah.

“Selanjutnya varietas Inpari IR Nutri ZInc mulai ditanam oleh petani atau kelompok tani terpilih di kesembilan provinsi tersebut dengan pengawalan dari dinas pertanian kabupaten, provinsi, dan Direktorat Serealia Kementerian Pertanian,” lanjut Fadjry.

Program penanaman varietas Inpari IR Nutri Zinc direncanakan meningkat secara bertahap menjadi seluas 50 ribu ha pada tahun 2021 dan 200 ribu ha pada tahun 2024 dengan melibatkan lebih banyak provinsi target. Bappenas, Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah, Bulog, dan pihak-pihak lain diharapkan semakin dapat bersinergi mensukseskan program tersebut.

Sinergi tersebut telah nampak di beberapa daerah di Jawa Barat yang telah menanam Inpari IR Nutri Zinc dan hasilnya diserap oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) melalui Program Beras untuk Keluarga Sejahtera (Rastra). Selain itu program sosial melalui pembagian beras Inpari IR Nutri Zinc untuk ibu-ibu hamil juga telah dilakukan di Kabupaten Sukabumi. Kabupaten Purwakarta juga melakukan pembagian beras Inpari IR Nutri Zinc ini untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Sebagai bentuk pendampingan, pada bulan Mei, BB Padi menyelenggarakan bimbingan teknis secara daring mengenai Inpari IR Nutri Zinc dari mulai proses perakitan sampai dengan teknik budidayanya yang melibatkan hampir 200 peserta baik dari 9 provinsi target maupun di luarnya dengan latar belakang beragam mulai dari petani, penyuluh, dan penangkar benih.

Kepala BB Padi, Priatna Sasmita menambahkan bahwa benih varietas Inpari IR Nutri Zinc sebenarnya telah tersebar luas ke berbagai daerah di Indonesia seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

“Sebanyak 33 BPTP telah memproduksi benih Inpari IR Nutri Zinc untuk mempercepat diseminasi dan adopsi varietas tersebut di setiap provinsi,” lanjutnya.

Menurut Priatna, produksi benih tersebut sekaligus merupakan demplot pengenalan varietas kepada para pengguna di tiap provinsinya. Permintaan benih terus berdatangan dari berbagai daerah, menandakan antusiasme petani, produsen benih, hingga jajaran pemerintah daerah untuk memanfaatkan inovasi teknologi Balitbangtan tersebut.

Priatna meminta peran pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan dinas lain yang terkait, Muspika, Kepala Desa, serta BPP dengan segenap jajarannya untuk memperkenalkan varietas Inpari IR Nutri Zinc. “Kegiatan berupa demplot-demplot dan temu lapang dan disinergikan dengan program-program terkait di daerah masing-masing dapat dijadikan model untuk diterapkan secara nasional,” tutupnya.

PKS: Pemerintah Jangan Obral BUMN Migas kepada Asing

0

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Bidang Industri dan Pembangunan, Mulyanto meminta pemerintah berhati-hati melepas saham perusahaan subholding Pertamina di lantai bursa. 

Mulyanto mengingatkan, subholding Pertamina yang membawahi puluhan anak perusahaan itu, mengelola bisnis strategis yang terkait hajat hidup orang banyak. 

Untuk itu keputusan go public harus dikaji secara cermat, bukan hanya dari sudut pandang kedaulatan ekonomi tapi juga dari sudut pandang ketahanan nasional.

“PKS mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Menteri BUMN, agar jangan terburu-buru melepas saham perusahaan subholding Pertamina. Karena, bisnis yang dikelola subholding Pertamina bukan bisnis biasa, tapi bisnis yang terkait kebutuhan dasar rakyat Indonesia,” kata Mulyanto.

“Jangan sampai obsesi Pemerintah mendapatkan untung bagi perusahaan pelat merah, menjadi ancaman terhadap kepentingan bangsa yang lebih besar,” lanjut anggota komisi VII DPR RI ini. 

Mulyanto menegaskan pemerintah harus menaati amanah konstitusi dan aturan perundang-undangan yang berlaku. UUD 1945, pasal 33, ayat 2 menyebut cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Lalu pada ayat 3 disebutkan bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Mulyanto juga mengutip Undang-Undang No. 2 Tahun 2001 tentang Migas Pasal 4, ayat 1 yang berbunyi minyak dan gas bumi sumberdaya alam strategis tak terbarukan yang terkandung di dalam wilayah hukum pertambangan Indonesia merupakan kekayaan nasional yang dikuasai oleh negara. 

“Jadi berdasarkan pertimbangan peraturan perundangan tersebut PKS mendesak pemerintah untuk hati-hati dalam melepas saham perusahaan subholding Pertamina ke lantai bursa. Apalagi kalau nanti yang membelinya pihak asing. Ini dikhawatirkan mengganggu ketahanan energi bangsa ini,” ucapnya.

Komoditas migas ini adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui yang bersifat strategis dan harus dikuasai negara. 

Negara harus punya otoritas penuh mengolah dan mengatur penggunaannya. Jangan sampai kebutuhan dasar ini dikendalikan pihak swasta asing. BUMN telekomunikasi yang sudah dijual ke asing dan janji dibeli kembali saja, belum terlaksana,”  tegasnya. 

Mulyanto mendesak pemerintah lebih mengoptimalkan kinerja BUMN migas ini ketimbang menjual sahamnya ke bursa.

“Pemerintah jangan sampai mengobral BUMN strategis kita kepada pihak asing. Secara ketahanan nasional ini mengkhawatirkan. Ini bisa menjadi sisi lemah yang memungkinkan kita didikte oleh pihak asing. Kedaulatan ekonomi dan ketahanan energi nasional harus menjadi perhatian bersama untuk selalu kita kokohkan,” tandas Mulyanto.

Krisis Air, Batam Terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca

0

HarianNusa.com, Batam – Untuk pertama kalinya, wilayah Batam terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk mengisi cadangan air Waduk Duriangkang yang menopang kebutuhan air baku Kota Batam.

“Badan Pengusahaan Batam berkirim surat pada kami beberapa waktu lalu untuk layanan jasa TMC di Pulau Batam. Kami merespon permintaan tersebut dan sudah dilakukan survei pada pertengahan Maret lalu. Hasilnya diputuskan dilaksanakan operasi TMC yang dimulai hari ini. Ini pertama kalinya TMC diterapkan di Batam,” ujar Tri Handoko Seto, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC-BPPT) di Jakarta, Kamis (11/6/2020).

Tim TMC –BPPT memulai sorti penerbangan penyemaian pada pagi hari sekitar 10.15 WIB menggunakan pesawat Piper Cheyenne –PK TMC dari landasan pacu Bandara Hang Nadim Batam dengan membawa bahan semai lima batang flare higroskopis. Target penyemaian tim TMC-BPPT di sekitar Waduk Duriangkang dan Pulau Galang (Tenggara P. Batam).

Selang beberapa waktu, sekitar pk 11.00 dilaporkan terjadi hujan deras di area Posko TMC-BPPT dan di wilayah Waduk Duriangkang dan wilayah Batu Ampar di Utara Pulau Batam.

Koordinator Lapangan TMC-BPPT Posko Batam Budi Harsoyo mengatakan penggunaan flare dikarenakan ijin terbang pesawat hanya diperbolehkan di bawah ketinggian 6000 kaki. ” Area terbang di sekitar wilayah target, sebagian masuk wilayah penerbangan Singapura. Secara traffic cukup padat jadwal penerbangan masuk dan keluar Singapura. Sehingga pesawat BPPT hanya diijinkan terbang dibawah ketinggian 6000 ribu kaki. Pesawat Piper Cheyenne mampu terbang rendah pada ketinggian sekitar 3000-4000 kaki di area base cloud,” papar Budi yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Penerapan TMC-BBTMC.

Operasi TMC di Batam dijadwalkan selama 30 hari mendatang. Pantauan cuaca selama operasi TMC berlangsung didukung Stasiun Meteorologi (Stamet) Hang Nadim Batam dan AirNav cabang Batam.

Badan Pengusahaan Batam (dulu dikenal Otorita Batam) melalui Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan saat ini mengelola 9 waduk, dan terbesar yaitu Waduk Duriangkang. Waduk Duriangkang merupakan waduk dengan daerah tangkapan air terluas di Pulau Batam, dan mam;pu menyumbang sekitar 70 persen dari total keseluruhan kebutuhan air di kota Batam.

“Musim kemarau tahun lalu yang cukup panjang membawa dampak terjadinya penurunan intensitas curah hujan. Pada Januari Februari lalu jumlah curah hujan di Pulau Batam masih lebih kecil dibanding rata-rata curah hujan sebelumnya,” ujar Tri Handoko Seto.

Hal senada diungkap Hajad Widagdo, Manager Air Baku Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam. “Walau belum sampai titik kritis, namun pasokan air turun terus sehingga air baku yang dibutuhkan untuk produksi air bersih juga terbatas. Penyebabnya, kemarau berkepanjangan sementara jumlah pelanggan juga terus bertambah dari waktu ke waktu,” ujarnya. Hingga kemarin (10/6/2020), TMA (Tinggi Muka Air) Waduk Duriangkang tercatat mengalami penurunan sekitar 3,5 meter dari batas normal.

Bendungan Duriangkang terletak di Desa Bagan, Kecamatan Seibeduk Pulau Batam. Bendungan ini merupakan bendungan muara sungai (estuary dam) pertama di Indonesia. Air waduk Duriangkang berasal dari sungai-sungai kecil yang berada di sekeliling waduk serta air hujan.

Berdasarkan laporan inspeksi besar dan evaluasi keamanan bendungan pada 2014 diketahui luas genangan waduk pada ketinggian air 7,5 meter mencapai 24,5 km2. Sementara luas DTA (Daerah Tangkapan Air) Waduk Duriangkang sebesar 75.18 km2. (BBTMC)

Nissan Memperkenalkan Nissan Livina dengan Sporty Package

0

HarianNusa.com, Jakarta Nissan Indonesia hari ini mengumumkan peluncuran edisi terbatas dari Nissan Livina dengan Sporty Package. Dengan hanya 100 unit tersedia dalam warna hitam, kendaraan ini ditawarkan di harga Rp 265.400.000 (on the road DKI Jakarta). Pelanggan dapat melakukan pesanan mulai dari hari ini di dealer Nissan di seluruh Indonesia, untuk menerima pengiriman kendaraan pada bulan ini.

Sejak All-New Nissan Livina diperkenalkan di Indonesia pada tahun lalu, All-New Nissan Livina telah menjadi salah satu kendaraan dengan penjualan terbaik dari Nissan. Sporty package akan melengkapi semua fitur favorit dari All-New Nissan Livina, seperti interior yang luas dilengkapi 17 kompartemen penyimpanan, serta teknologi terbaru seperti Smart Connectivity Audio dan Intelligent Hill Start Assist.

Nissan Livina dengan Sporty Package memberikan pelanggan desain sporty, menggunakan cat hitam dengan aksen garis berwarna merah dan lapisan jok sporty beraksen jahitan merah. Selain itu, Nissan Livina edisi terbatas ini dilengkapi dengan Around View Monitor (AVM) yang menampilkan berbagai sudut pandang kamera, termasuk bird’s-eye view, untuk memudahkan pengemudi menavigasi kendaraannya serta mempermudah parkir kendaraan. Fitur ini membantu pengemudi untuk lebih percaya diri dan merasakan kemudahan dalam melewati jalanan sempit maupun parkir kendaraan di situasi yang menantang.

Selain itu, unit ini juga dilengkapi dengan lampu ‘Welcome’ dan ‘Coming Home’ – sebuah fitur keamanan yang merefleksikan pendekatan ‘Disruptif’ Nissan yang terbaik di kelasnya. Fungsi ini menyalakan lampu kecil kendaraan selama sekitar 30 detik ketika pengemudi mengunci dan membuka kunci mobil; yang akan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengemudi serta penumpang dengan menerangi area sekitar mobil dalam menghadapi kondisi ruang parkir dengan minimal/rendah cahaya.

Sebagai bagian dari pembelian, pelanggan secara otomatis juga akan mendapatkan program Nissan Care Package dimana pelanggan akan mendapatkan paket perawatan berkala (termasuk suku cadang dan servis) tanpa harus mengeluarkan biaya selama 4 tahun/50,000 kilometer (mana yang tercapai terlebih dahulu).

“Peluncuran Nissan Livina dengan Sporty Package dalam jumlah terbatas, tak hanya menyediakan pilihan sporty untuk penggemar Nissan Livina, tetapi juga fitur-fitur Nissan Intelligent Mobility – pendekatan human-centric kami dalam menyediakan sebuah inovasi, pengalaman berkendara dan kepemilikan yang berorientasi pada pemikiran masa depan,” ungkap Isao Sekiguchi, Presiden Direktur PT. Nissan Motor Indonesia.

Nissan Livina pertama kali diperkenalkan pada tahun 2007 dan banyak dipercayai oleh keluarga di Indonesia selama lebih dari 13 tahun. Mesin 1.500 cc dikombinasi dengan teknologi canggih menawarkan performa optimal dan efisiensi bahan bakar, baik ketika menyetir di dalam maupun luar kota.

Beragam pengakuan didapat Nissan Livina, seperti penghargaan sebagai Best Small MPV dari GridOto Award 2019 serta ‘Visitor Choice’ dari Indonesia International Motor Show 2019 atas fiturnya yang lengkap, performa yang memuaskan, dan kenyaman yang maksimal.

Untuk informasi terkini, kunjungi www.nissan.co.id dan ikuti media social kami di Facebook (@NissanZoneIndonesia) dan Instagram (@NissanID).

Tuai Hoki dengan Takjil Sehat

0

HarianNusa.com, Jakarta – Memasuki Ramadhan 1441 H dalam keadaan suram akibat kehilangan mata pencaharian, ternyata bukan berarti lebaran akan ikut suram. Setidaknya itulah yang dialami seorang pemuda penjual takjil sehat di kawasan Jalan Minangkabau, Setiabudi, Jakarta Selatan. Setelah kehilangan pekerjaannya di sektor pariwisata, pemuda ini banting setir dengan menjajakan takjil sehat yang berbahan baku Fitbar, snack sehat yang terbuat dari Oat, Quinoa dan Whole Wheat yang merupakan sumber serat. Serta Fitbar bebas dari kolesterol, bebas dari lemak trans, dan memiliki kandungan kalori yang rendah.

Aksi kreatifnya ini menarik perhatian seorang netizen yang kemudian mengunggahnya dalam bentuk video ke jejaring sosial Instagram. Postingan ini menjadi viral dan beredar di media sosial setelah di-repost oleh akun Instagram @lambe_turah. Video tersebut memperlihatkan seorang pemuda menggunakan signage Korban PHK tengah berjualan takjil sehat menggunakan sepeda motornya.

Cerita ini pun menuai beragam komentar dari para warganet. “Semoga setelah di PHK rezekynya makin lancar mas, dimudahkan dlm segala urusan, di ganti dg yg lebih sm Allah.” komentar akun @asdhgjklj. “Semoga berkah selalu untuk kita semua yg masih mau untuk terus berusaha.” ujar akun @oboygusnandar.

Hingga 23 Mei 2020, postingan akun @lambe_turah tersebut telah dilihat hampir 3 juta kali dan disukai lebih dari 245.000 ribu pengguna Instagram dan memancing ratusan netizen untuk mention ke akun Instagram @fitbar.official, sehingga postingan ini menarik perhatian tim KALBE Nutritional yang memproduksi Fitbar.

Berbekal mention dari netizens, Tim KALBE Nutritional menginvestigasi keberadaan korban PHK tersebut. Setelah ditemukan, tim KALBE Nutritional mendatangi pemuda tersebut di hari terakhir Ramadhan 1441 H, dengan tujuan memberinya kejutan berupa THR spesial Ramadhan. Momen spesial ini kembali diunggah oleh akun @lambe_turah pada 24 Mei 2020 malam dan hingga kini telah disaksikan lebih dari 1 juta dan disukai puluhan ribu netizens. Siapa sangka ya, kombinasi dari inisiatif kreatif plus berkah Ramadhan, bisa menjadi jalan keluar yang menguntungkan, khususnya bagi anggota masyarakat yang terdampak COVID-19.

Pandemi virus corona yang terjadi di Indonesia tak hanya berakibat pada sektor kesehatan, tapi juga perekonomian, ini membuat sejumlah perusahaan terpaksa merumahkan karyawan hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Dari data yang dilansir Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, hingga 11 Mei 2020, sebanyak 39.664 perusahaan dengan 323.224 tenaga kerja terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19. Di mana sebanyak 6.785 perusahaan melakukan PHK dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 50.891. Sementara itu, terdapat 32.882 perusahaan yang merumahkan karyawan sebanyak 272.333 orang.

Head of Corporate Media Relations di KALBE Nutritionals Denny Gunawan mengungkapkan, ”Situasi serba sulit di tengah pandemi ini membuat orang untuk lebih kreatif secara positif dalam menjalani hidup lebih sehat, apalagi dalam menentukan apa yang perlu dikonsumsi tubuh jadi sangat penting. Itu sebabnya usaha penjual takjil sehat pada bulan Ramadhan merupakan suatu ide yang luar biasa. Kami sungguh mengapresiasi akan hal ini. Hal semacam ini diharapkan dapat menginspirasi khalayak luas untuk menjalani hidup yang lebih sehat.”

dr. Ayu, Rektor Baru Universitas Binawan

0

HarianNusa.com, Jakarta, – Pergantian pucuk pimpinan Universitas Binawan dilangsungkan di Auditorium lantai 4, Universitas Binawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (13/6/2020). Adapun Dr. Ayu Dwi Nindyati, M.Si., Psikolog, menggantikan Drs.Sofyan Hawadi, MA, sebagai Plt Rektor Universitas Binawan.

Sementara, Drs.Sofyan Hawadi, MA yang menjabat sebagai Rektor sejak periode 2018-2020, diangkat sebagai ketua Badan Pengawas Harian (BPH) Universitas Binawan.

"Saya baru sadar, saya telah mengabdikan diri hingga 15 tahun di Yayasan Binawan sejak Stikes hingga akhirnya menjadi Universitas. Saatnya diteruskan semangat membangun untuk kemajuan Universitas oleh Ibu Ninin," kata Sofyan Hawadi dalam sambutannya.

Seluruh civitas akademika Universitas Binawan berterima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini sebagai Rektor Universitas Binawan.

Ketua Yayasan, Said Saleh Alwainy, turut mengucapkan selamat dan sukses untuk Dr. Ayu Dwi Nindyati, M.Si., Psikolog sebagai Plt Rektor. Ia berharap, semoga visi-misi Universitas Binawan menjadi kampus internasional, digital, dan berakhlak dapat terwujud.

"Setelah pergantian ini, saatnya tata nilai Universitas Binawan saat ini mengikuti zaman dengan digitalisasi 100 persen online dengan keunggulan alumni-alumni Binawan yang sangat diterima di penempatan kerja diluar negeri," ucap Said Alwainy.

Ia berharap dapat melihat langkah-langkah serta strategi yang akan diambil Dr. Ayu agar dunia pendidikan tetap bisa berjalan dalam masa pandemi, terutama dimasa era new normal nantinya.

Plt Rektor Universitas Binawan, Dr. Ayu Dwi Nindyati, M.Si., Psikolog, menyampaikan bahwa, perubahan yang mendasar dalam era pandemi saat ini akan diikuti oleh kebijakan-kebijakan baru di Universitas Binawan. Tentunya, sesuai dengan visi-misi Universitas Binawan menuju Universitas yang memiliki standard Internasional, Digital dan berakhlak.

"Untuk mewujudkan visi-misi Universitas Binawan, yang kampusnya memiliki standar Internasional, Digital dan memiliki akhlak yang baik tentunya perlu sinergitas dan kebersamaan dari semua anggota keluarga Universitas Binawan agar semua yang diharapkan terwujud," ujar Ayu Nindyati.

Untuk diketahui, Universitas Binawan yang telah berdiri sejak era 2000 an ini cukup dikenal sebagai pencetak alumni-alumni yang banyak diterima di berbagai perusahan di luar negeri. Hal itu dikarenakan Universitas Binawan memiliki standard Internasional, berbasis Digital, serta berpedoman pada akhlak yang baik.

Transisi New Normal, Lobar Tetap Terapkan Protokol Kesehatan di Area Publik

0

HarianNusa.com, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar Rapat Evaluasi Gugus Tugas dan Sosialisasi Pemberlakuan Transisi New Normal, yang dipimpin langsung oleh Bupati Lobar H.Fauzan Khalid di Ruang Jayengrane, Senin (15/06).

Dalam rapat tersebut, Bupati menyampaikan istilah transisi new normal karena di Provinsi Nusa Tenggara Barat tidak ada satupun Kabupaten/Kota yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Itulah sebabnya kita kreasikan, kemudian tidak menyebutnya dengan new normal. Tetapi kita istilahkan dengan transisi new normal supaya beda saja," katanya.

Menurut Bupati, menuju transisi new normal tetap akan menerapkan protokol kesehatan di areal publik untuk pakai masker, menyediakan tempat cuci tangan di air yang mengalir, menyediakan hand sanitizer, dan menjaga jarak.

"Kita semua tahu yang menjadi problem kita adalah bagaimana menjamin protokol kesehatan ini bisa secara menyeluruh dilakukan oleh masyarakat," akunya.

Bupati menambahkan, akan memerintahkan kepada seluruh camat untuk konsentrasi di tiap kecamatan. Untuk memfasilitasi pertemuan dan kemudian ditindaklanjuti dengan mengundang tokoh-tokoh untuk berkoordinasi dengan para Kades untuk menjamin protokol kesehatan itu dilaksanakan oleh masyarakat baik di tempat ibadah, di rumah makan atau mungkin di pertokoan menjamin masyarakat untuk disiplin.

"Nanti kita atur secara berkala untuk turun keliling ke kecamatan sampai ke desa untuk memastikan protokol kesehatan itu bisa berjalan di masyarakat," jelasnya.

Terakhir Bupati mengusulkan anggota DPRD per-dapil untuk membuat tim pemantauan supaya ada yang membantu dan memastikan protokol kesehatan itu bisa berjalan. Sehingga kebersamaan dalam menangani Covid-19 ini betul-betul nampak.

Sementara itu Sekda Lobar H. Baehaqi mengatakan, sesuai dengan Dasar Hukum Keputusan Menteri Dalam Negeri no 440 – 830 tahun 2020 tentang pedoman tatanan Normal Baru Produktif dan Corona Virus Disease 2019 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah kemudian Surat Edaran Menteri Kesehatan nomor Ek/02.011/Menkes/335/2020/ Tgl 20 Mei 2020 tentang protokol Pencegahan Penularan Covid-19 di tempat kerja sektor jasa dan perdagangan (Area Publik) dalam mendukung keberlangsungan usaha dan Dasar Hukum ketiga yang tertuang dalam Surat Edaran MENPAN dan RB no 58 tahun 2020 tentang sistem kerja pegawai ASN dalam Tatanan Normal Baru (New Normal).

Selain itu Baehaqi menjelaskan, syarat kebijakan untuk menuju transisi New Normal dirangkum dalam tiga aspek. Pertama, melihat kondisi Epidemilogis yakni kondisi dengan indikator di antaranya, kasus jumlah penderita positif selama setidaknya 14 hari, kemudian jumlah ODP dan PDP selama setidaknya 14 hari, selanjutnya jumlah kematian yang dimakamkan dengan standar protokol kesehatan selama setidaknya 14 hari dan panularan langsung covid-19 pada petugas kesehatan. Dari semua indikator tersebut Lombok Barat memperoleh penilaian total 85. Sehingga berada di zona kuning. Sementara Mendagri memberikan standar zona aman atau hijau yakni dengan nilai di atas 95.

"Kita di Lombok Barat berada pada warna kuning, warna kuning ini pun berada pada posisi angka ambang batas bawah," katanya.

Menurut dia, dari aspek kasus positif dan kematian mengalami penurunan, jadi kalau dilihat angka keseluruhan dari ini adalah menurun. Kondisi ini dari indikator kemampuan menangani penyebaran Covid-19 di Lombok Barat berada pada kondisi sedang. Sehingga mengacu pada tiga regulasi pertama keputusan menteri Dalam negeri, kedua keputusan menteri kesehatan dan ketiga keputusan Menpan dan RB Lombok Barat berada pada kondisi transisi.

"Dalam kondisi transisi new normal yang menjadi perhatian kita, menerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Standar Protokol Kesehatan dalam segala aktivitas masyarakat. Dan seluruh kegiatan pencegahan nanti akan terintegrasi langsung dengan kecamatan," terangnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama Ketua DPRD Lobar Hj. Nurhidayah berharap kepada Dinas Kesehatan nanti bisa menyampaikan argumen-argumen selama satu bulan kedepan, misalnya seperti apa kira-kira gambaran kondisi menuju zona hijau.

"Bagaimana kemudian strategi dan penanganan kita untuk mempertahankan dari zona kuning menuju zona hijau. Hari ini kita bicara transisi new normal, tapi masyarakat kita di bawah sudah merasakan normal," katanya.

Dia mencontohkan, kemarin di wilayah Senggigi sangat ramai dan masyarakat mulai berwisata tetapi banyak yang tidak menggunakan masker di tempat-tempat keramaian.

"Ini menjadi tantangan kita bersama, bagaimana kita harus turun mensosialisasi kembali kepada masyarakat. Bagaimana kemudian menuju transisi new normal ini harus ada langkah-langkah yang memang perlu diterapkan yang menjadi acuan utama kita," jelasnya. (*)