Beranda blog Halaman 232

Lombok Barat Menuju Sertifikasi Pariwisata Berkelanjutan

HarianNusa.Com – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menanda tangani Kerja Sama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan.

Setelah ditetapkan menjadi area observasi dalam Sustainable Tourism Observatory (STO), saat ini Kabupaten dengan motto Patut Patuh Patju ini telah meningkat ke jenjang Sustainable Tourism Certificate (STC).

Hal itu ditandai dengan penanda tanganan kerja sama bersama 2 Kabupaten lainnya, yaitu Kabupaten Sleman DIY dan Kabupaten Pangandaran Jawa Barat dan 3 Perguruan Tinggi Negeri. Untuk Kabupaten Lombok Barat, dibarengkan dengan Universitas Mataram. Selain tiga kabupaten tersebut, ada 7 Kabupaten/ Kota lainnya yang menyusul menjadi daerah STO.

Menurut Bupati, hal tersebut menjadi angin segar di saat lesunya kepariwisataan di Lombok Barat akhir-akhir ini.

“Pasca gempa dan isyu lainnya saat ini seperti perhelatan Pemilu dan rabies, kita sambil jalan akan melakukan pembenahan lagi untuk membangkitkan kepariwisataan kita,” ujar Fauzan.

Dengan menuju sertifikasi pariwisata berkelanjutan, tambah Fauzan, Lombok Barat akan terus mendapat pendampingan, monitoring, dan dukungan dari Kementerian Pariwisata, Universitas Mataram, bahkan dunia.

Bagi Fauzan, ciri utama pariwisata berkelanjutan pasca nantinya diseritifikasi, tidak hanya terletak pada kemampuan menjual destinasi alam, namun juga kemampuan manusia dan harmoninya dengan alam tersebut, serta pemanfaatan teknologi digital dalam informasi.

“Ini seiring dengan pembangunan kepariwisataan yang digaungkan kementerian, yaitu Wonderful Indonesia Digital Tourism 4.0,” terang Fauzan.

Kabupaten Lombok Barat sendiri memang sangat bergantung dengan pariwisata dalam memperoleh Pendapatan Asli Daerah. Lebih dari 60% PAD-nya bersumber dari pariwisata.

Untuk membangkitkan gairah kepariwisataan di Lombok Barat di tahun 2019 ini, Fauzan telah merencanakan recovery dengan merevitalisasi kawasan Senggigi dan Gili Gede di Sekotong, mengembangkan kawasan Sesaot yang menjadi lokasi proyek STO, mengembangkan desa-desa wisata, menggelar banyak event untuk promosi, serta pelatihan-pelatihan untuk para pelaku pariwisata.

Penandatangan kerja sama itu sendiri diselenggarakan berbarengan dengan Rapat Koordinasi Nasional yang pertama di tahun 2019. Rakornas itu rencananya diselenggarakan selama 2 hari, yang dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata Arif Yahya, Kamis (28/2) di Golden Ballroom Hotel Sultan Jakarta. (f3)

Polisi Tangkap Seorang Pengedar Narkoba

0

HarianNusa.Com – Sub Dit II Dit Res Narkoba Polda NTB berhasil menangkap seorang laki-laki berinisial MD (38) tahun diduga pengedar narkoba jenis shabu yang beralamat di Karang Kecicang Kelurahan Cakra Selatan, Cakranegara, Mataram

Pada saat penggeledahan, Polisi menemukan barang bukti 11 pocket Shabu total berat 3,17 gram, 1 buah gunting, dan 1 buah Sekop.

Penangkapan dan penggeledahan terhadap MD (38 tahun) ini dilakukan atas informasi masyarakat bahwa di Wilayah Karang Kecicang yakni di Jalan Ranget sering terjadi transaksi Narkotika jenis Shabu. Berdasarkan informasi tersebut anggota Opsnal melakukan penyelidikan di sekitar lokasi dan mendapatkan informasi bahwa yang sering melakukan transaksi Narkoba adalah MD.

“Anggota Opsnal lalu melakukan penggerebekan dan penangkapan yang disaksikan oleh staf Kelurahan Cakra Selatan,” ungkap Kasubdit II Dir Res Narkoba Polda NTB, AKBP I Komang Satra, SH, Kamis (28/2).

Bersama Kabid Humas Polda NTB, AKBP Purnama, S.I.K, Satra mengatakan dari kasus tersebut, Kepolisian akan terus melakukan pengembangan.

“Kasusnya kita akan kembangkan,” ungkapnya. (f3)

 

Lombok Barat Siapkan SDM Untuk WIDT 4.0

HarianNusa.Com – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia meluncurkan Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDT) 4.0, bertempat di Golden Ballroom Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (28/1).

Peluncuran tersebut diselenggarakan berbarengan dengan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepariwisataan Ke-I Tahun 2019 yang rencananya berlangsung dua hari ke depan.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arif Yahya, dalam paparannya memastikan bahwa industri pariwisata Indonesia adalah industri yang paling cepat berkembang di Indonesia, bahkan untuk skala dunia.

“Pertumbuhan pariwisata kita tercepat, yaitu mencapai 22%. Jauh lebih tinggi dari Asean bahkan dunia yang hanya mencapai 6% lebih,” papar Arif Yahya.

Saat ini, aku Menteri asal Kota Banyuwangi itu, setidaknya lebih dari tiga belas juta warga Indonesia menggantungkan hidupnya dari sektor ini (pariwisata,red).

“Kalau ada 2 saja anggota keluarga lainnya, maka lebih dari 40 juta orang bergantung hidupnya pada pariwisata,” papar Arif meyakinkan.

Menurutnya, karena itulah kemudian pariwisata dijadikan leading sektor di mana seluruh pihak diminta mendukung pariwisata.

Di masa mendatang, lanjut Arif, pariwisata sudah harus fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan tekhnologi informasi. Hal tersebut telah menjadi keharusan di era generasi 4.0 ini.

“Kita melihat perkembangan pesat Vietnam. Awalnya, tidak pernah kita jadikan kompetitor, namun saat ini perkembangannya sangat pesat,” kata Arif Yahya.

Vietnam, lanjut Arif, menjadi negara yang pertumbuhan pariwisatanya sangat cepat karena dua hal, yaitu deregulasi dan teknologi.

“Saat ini orang sangat dimudahkan untuk berkunjung ke Vietnam. Di sisi lain, Vietnam sudah mulai memanfaatkan tekhnologi,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Arif, pihaknya sudah harus segera mengadaptasi kecanggihan tekhnologi informasi dengan memberi peluang sektor ekonomi kreatif bisa memanfaatkan tekhnologi itu.

“Saya meyakini ekonomi kreatif atau industri kreatif yang bisa memungkinkan bangsa ini menjadi bangsa yang terbaik di dunia,” yakinnya.

Untuk itulah, Menurut Menteri Pariwisata Terbaik se-Asean Tahun 2018 itu, pihaknya meluncurkan WIDT 4.0 dengan mengajak banyak pihak bekerja sama ikut mengimplementasikannya.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Ispan Junaidi. (Istimewa)
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Ispan Junaidi. (Istimewa)

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, Ispan Junaidi di sela-sela Rakornas itu menyampaikan, pihaknya akan segera mengimplementasikan WIDT 4.0 itu.

“Di pertengahan tahun ini kita akan segera lakukan pelatihan IT. Kita akan libatkan Aparatur Sipil Negara agar mereka bisa menjadi terdepan dalam menggerakkan WIDT 4.0,” ujar Ispan.

Ispan pun menambahkan, pihaknya akan melibatkan para pelaku pariwisata melalui asosiasi untuk bisa terlibat dalam pelatihan tersebut.

“Paling tidak kita akan libatkan asosiasi perhotelan, travel, guide, pokdarwis, dan para Kepala Desa untuk bisa ikut pelatihan itu. Informasinya, ada 14 modul yang menjadi materi kurikulum,” terang Ispan.

Menurut Ispan, dengan pemanfaatan dunia digital, akan membantu promosi pariwisata dan pengembangan destinasi. Untuk itu, pihaknya harus menyiapkan sumber daya manusia dengan menggandeng multi pihak untuk peduli terhadap pengembangan pariwisata. (f3)

Gubernur Hadiri Penandatanganan Kerjasama Bank NTB Syariah dan PPDPP Kemen PUPR

0

HarianNusa.Com – Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc menghadiri acara penandatanganan kerjasama operasional Bank NTB Syariah dengan Pusat Pengelolaan Dana dan Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, di Pendopo Tengah Gubernur NTB, Kamis (28/2/19).

Mengawali sambutannya, Gubernur atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tengara Barat, mengucapkan terimakasih atas kontribusi dan pikiran PT. Bank NTB selama ini kepada daerah, khusunya pasca gempa yang melanda NTB.

“Mudah-mudahan kerjasama seperti ini lebih banyak lagi di NTB,” ujar Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul itu.

Dalam kesempatan tersebut, Doktor Zul juga menceritakan kunjungannya ke Malayasia dua hari lalu. Baginya Lombok kini semakin terkenal bukan hanya sisi pariwisatanya saja, tetapi juga karena kehadiran sirkuit Moto GP yang saat ini menjadi magnet luar biasa.

“Adanya sport tourism harus didukung dengan fasilitas nomor satu juga,” kata Gubernur.

Sebelumnya Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Eko Heripoerwanto menyampaikan, program satu juta rumah adalah terusan program Pembangunan ratusan ribu rumah yang telah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir. Ini merupakan gerakan bersama pemda, perbankan, masyarakat untuk menciptakan hunian yang nyaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sebagai bentuk dukungan dari pemerintah, Kementerian PUPR telah menyiapkan fasilitas untuk masyarakat berpenghasilan rendah, meliputi subsidi perumahan, subsidi bantuan uang muka, pembebasan PPN, penurunan PPH dan lainnya. Tahun ini target penyaluran rumah subsidi sebanyak 2000 unit. Eko juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mensukseskan program satu juta rumah.

Pada saat yang sama, Direktur Keuangan dan Operasional Bank BNI Syariah, Wahyu Avianto juga menjelaskan saat ini BNI Syariah dan Bank NTB Syariah bersinergi dalam menerbitkan (kartu pembiayaan) Hasanah Bank NTB Syariah Card.

Tujuan penerbitan Hasanah Bank NTB Syariah Card yaitu sebagai kartu pembiayaan (kartu kredit syariah) yang didesain khusus untuk pegawai dan nasabah Bank NTB Syariah.

Hasanah Bank NTB Syariah Card dengan fiturnya diharapkan dapat mendukung tujuan dari Bank NTB Syariah untuk meningkatkan perekonomian daerah di NTB. Terakhir Wahyu berharap semoga dengan adanya kerjasama ini dapat memberi hasil yang baik dan kontribusi positif bagi perekonomian bangsa dan juga masyarakat NTB.

Selanjutnya, Direktur Utama Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo, mengatakan rumah saat ini menjadi kebutuhan utama masyarakat, salah satu upaya pemerintah dengan program KPR Sejahtera FLPP, yang merupakan komitmen dalam melaksanakan program subsidi pemerintah untuk menyediakan pembiayaan pemilikan rumah tinggal dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk masyarakat.

Tentunya, Bank NTB sebagai bank daerah mempunyai tugas penting dan strategis yaitu memberi kemudahan dalam membeli rumah bagi masyarakat NTB.

Usai sambutan, dilanjutkan Penandatanganan Kerjasama Operasional Bank NTB Syariah dengan Pusat Pengelolaan Dana dan Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Tripartiet PPDPP-PT. SMF-BANK NTB SYARIAH, Bipartiet PT. SMF-BANK NTB SYARIAH, dan Co-Branding Kartu Pembiayaan BNI Syariah dengan Bank NTB Syariah. (f3)

 

Terima Audiensi ICoCSIM, Wagub: Peran IT Dalam Antisipasi Bencana Sangat Dibutuhkan

Harianusa.Com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, menerima audiensi The Third International Conference on Computation Science and Information Management (ICoCSIM 2019) di ruangannya, Kamis (28/2).

Audiensi tersebut terkait persiapan ICoCSIM yang akan diadakan di Lombok pada tanggal 21 hingga 23 Maret 2019. ICoCSIM 2019 merupakan konferensi internasional ketiga tentang Ilmu Pengetahuan Komputasi dan Manajemen Informasi yang didedikasikan untuk mengatasi tantangan di bidang ilmu komputasi dan metodologi manajemen informasi dan aplikasinya.

Wakil Gubernur menyambut baik kegiatan tersebut dikarenakan teknologi dan bencana merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan.

”IT dan Kebencanaan memang tidak dapat dipisahkan, oleh karena itu peran IT dalam antisipasi menghadapi bencana sangat dibutuhkan,” Jelas Wagub.

“Untuk itu program Sekolah Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), program Siaga NTB dapat diharapkan menjadi sumber informasi terkait kebencanaan,” sambungnya.

Benny Benyamin Nasution perwakilan dari ICoCSIM menyampaikan ada tiga momentum yang dapat dicapai dari kegiatan ICoCSIM 2019.

“Ada tiga momentum yang bisa kita dapatkan dari kegiatan ini, dari sisi Teknologi, Pariwisata, dan Kebencanaan,” jelas Benny.

ICoCSIM 2019 diharapkan dapat menyatukan para peneliti dan praktisi dari akademisi dan industri untuk fokus pada ilmu komputasi dan konsep manajemen informasi serta membangun kolaborasi di bidang tersebut. (f3)

Tips Politisi PKS Agar Valentino Rossi Tidak Injak Tai Kuda di Lombok

HarianNusa.com Lombok resmi menjadi lokasi MotoGP 2021. Itu dipastikan setelah penandatanganan kontrak antara Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) atau PT Pengembangan Pariwisata Indonesia dengan penyelenggara MotoGP Dorna Sports.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera atau PKS Nusa Tenggara Barat (NTB), Nofian Hadi, memberikan tips agar pembalap dunia Valentino Rossi tidak menginjak kotoran kuda di Lombok, mengingat di Lombok banyak alat transportasi tradisional dengan kuda yang dikenal dengan Cidomo.

Dia meminta masyarakat Lombok untuk menyiapkan diri dari sekarang menyambut MotoGP. Dia meminta agar kotoran kuda di jalanan selalu dibersihkan warga, atau kusir Cidomo memiliki alternatif sehingga kotoran kuda tidak berserakan di jalanan.

“Semua pasti bangga ya. Tapi jangan hanya terjebak pada euforia
semata, karena masyarakat harus segera disiapkan untuk menyambut
MotoGP 2021 ini,” kata Lalu Nofian Hadi, Kamis, 28 Februari 2019.

Politisi yang menjadi Caleg DPRD NTB ini meminta masyarakat ambil bagian sukseskan event global tersebut. Karena, dengan adanya MotoGP juga turut mengangkat nama pariwisata NTB dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Jangan sampai saat itu masih banyak sampah, juga kotoran kuda Cidomo berceceran. Ini harus ditata dan dipersiapkan, setidaknya biar
Valentino Rossi senang melihat Cidomo yang indah di Lombok,” kata Caleg nomor urut 11 Dapil Lombok Utara dan Lombok Barat ini.

Nofian mengatakan, event sekaliber MotoGP tentu akan menjadi pusat
perhatian pencinta motosport dari berbagai belahan dunia. Di mana
setiap seri bisa menarik lebih dari 120 ribu penonton dari banyak negara, yang umumnya tentu merupakan wisatawan berkelas menengah ke atas.

Dia mengakui, keberadaan Cidomo di Lombok saat ini masih sangat penting dan dibutuhkan terutama untuk modal transportasi tradisional di pasar dan pedesaan. Namun, penataannya masih kurang mendapat perhatian pemerintah daerah. Akibatnya kesan kumuh, tidak tertib, dan kerap kali menjadi sumber kotoran kuda di jalan raya, justru menjadi citra buruk bagi kesan Lombok sebagai destinasi pariwisata.

“Jika ditata dengan baik, dan penampilan Cidomo menarik dan bersih. Ini akan menjadi ikon wisata juga. Wisatawan juga akan suka naik
Cidomo, seperti yang dilakukan di Yogyakarta dengan Delmannya,”
tuturnya.

Soal biaya penataan dan pengecatan Cidomo, Nofian mengatakan, Pemda
setempat bisa menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan atau perhotelan yang ada di wilayahnya. Apalagi ini untuk mendukung kepariwisataan, tentunya perusahaan swasta banyak yang bersedia berpartisipasi. (sat)

Resmikan Pembangunan Program SLBM, Fauzan Optimis Penuhi Standar SDGs

HarianNusa.Com – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid meresmikan pembangunan Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) tahun anggaran 2018 bertempat di halaman Pondok Pesantren Darul Quran Walhadis, Dusun Telaga Lebur, Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Rabu, (27/02/19).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati didampingi Wakil Ketua Bupati Lobar terpilih Hj. Sumiatun, Sekda Lobar H. Moh. Taufiq dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Dinas PU-PR).

Hingga saat ini ada 81 titik yang sudah dibangun, dengan total anggaran sebesar 18 miliar rupiah.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengatakan masalah air bersih, sanitasi dan rumah kumuh harus segera teratasi dengan memenuhi standar Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yakni 80%. Lombok Barat sendiri sampai dengan saat ini masih berada diangka 59%. Artinya masih kurang 21% dari standar.

“Untuk mencapai itu, pemerintah maupun masayarakat harus memiliki kemauan kuat dan komitmen untuk bekerja dan menyelesaikan persoalan secara bersama. Saya optimis, kita bisa memenuhi standar SDGs dan saya katakan, SDGs ini adalah standar Internasional,” tegas Fauzan.

Program SLBM yang dikerjakan merupakan program swakelola, dimana masyarakat terlibat dalam pembangunan, sedangkan Dinas PU-PR bertugas untuk pengawasan dan pembinaan dalam proses perencanaan untuk menjamin kualitas pembangunan.

Bupati berharap agar para penerima manfaat bisa menjaga dan merawat bangunan SLBM tersebut. Ia juga berharap kedepanya agar pengelolaan bangunan SLBM juga bisa dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),

“Pengelolaan oleh BUMDes bukan untuk mencari untung, tetapi untuk pemeliharaan,” kata Fauzan.

Sementara itu, Ustd. Munaam pimpinan Pondok Pesantren Darul Quraan Wal-hadits sangat mengapresiasi program SLBM. Baginya, pembangunan SLBM di ponpesnya akan sangat bermanfaat bagi santri dan masyarakat sekitar. (f3)

Rohmi Minta OPD Perhatikan Data untuk Perencanaan yang Matang

0

HarianNusa.Com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengadiri Rakor Penerimaan dan Penandatanganan Kinerja Retribusi Daerah dan Perimbangan Pendapatan Lainnya di Mataram, Rabu, (27/2/2019).

Pada kesempatan itu, Wagub mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperhatikan data dalam membuat perencanaan agar perencanaan yang dibuat tidak mengalami kekeliruan kedepannya.

“Kita perlu membedah data, kadang-kadang kalau melihat data secara umum saja, pengambilan kesimpulan bisa keliru, tapi kalau bedah secara rinci, kita bisa menyimpulkan dengan benar dan mengetahui apa yg harus dilakukan,” ungkap Wagub.

Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi itu mengatakan tugas OPD adalah bagaimana sungguh-sungguh mengoptimalkan kinerja pada masing-masing OPD dengan cara digali, diprediksi, dan perencanaan yang bisa dirukur.

“Saya berharap di setiap OPD itu ada yang kerjanya bedah data, semua OPD harus punya, tidak mungkin kepala dinas membedah data itu sendiri, kepala dinas itu yang memutuskan kemana arah yang harus dituju dengan data yang telah dibedah tersebut,” ujarnya.

Menurut Wagub, semua pasti tahu yang harus dilakukan untuk mencapai target dan bisa diraba-raba dengan baik, untuk itu ia menyampaikan agar perancanaan yang dilakukan jangan sampai dibuat dengan asal-asalan.

“Semua bidang harus ada target, jangan sampai ada yang tidak tahu targetnya, semua harus jelas agar apa kekurangan dan kelebihan kita ini dapat diketahui, jika sudah begitu tinggal meminimalisir kekurangan dan meningkatkan lagi kelebihan masing-masing,” tambahnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Ir. H. Iswandi dalam kesempatan yang sama memaparkan kondisi pendapatan daerah dan rencana yang akan dilakukan dalam periode pemerintahan saat ini.

“Pertemuan ini merupakan pertemuan yang sangat strategis karena dihajatkan untuk mengoptimalkan kinerja kita, beberapa rencana yang akan kita lakuan kedepannya akan kita bahas di sini mengingat pendapatan bukan hanya dilakukan oleh Bapenda,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa Bapenda selama dua tahun ini melaksanakan bimtek untuk memaksimalkan kinerja Bapenda. Beberapa rencana yang akan dilakukan antara lain Revisi dan Sosialisasi Perda Retribusi Daerah, Melaksanakan Bimtek Bendahara, Menerapkan kebijakan Retribusi, Membentuk Tim Pembina Retribusi Daerah, Pemutakhiran Data Potensi Berkelanjutan, Rapat Koordinasi, Evaluasi, Rekonsiliasi & Monitoring Penerapan aplikasi e-retribusi dan e-tiket pada seluruh layanan berbayar. (f3)

NTB dan Denmark Sepakat Jalin Kerjasama di Beberapa Bidang

0

HarianNusa.Com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) dan Negara Denmark sepakat untuk menjalin kerjasama. Kesepakatan kerjasama tersebut tertuang dalam Letter Of Intent (LOI) yang ditandatangani Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Duta Besar Denmark, Rasmus Abildgaard Kristensen. Penandatanganan LOI tersebut berlangsung di Ruang VIP Bandara Internasional Lombok, Rabu (27/02/2019).

Adapun bidang kerjasama yang tertuang dalam LOI itu diantaranya, Sektor Energi, Sektor Lingkungan dan Kerjasama terkait Bussiness to Bussiness (B2B) dan Investasi.

Untuk sektor energi dan lingkungan, baik Pemprov NTB maupun Denmark sama-sama sepakat untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil melalui perencanaan energi jangka panjang dan pengembangan sumber energi yang terjangkau dan berkelanjutan serta peningkatan efisiensi energi. Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk menumbuhkan ekonomi hijau dan berkelanjutan dengan pengelolaan lingkungan yang baik dan mengeksplorasi sumber daya berharga melalui ekonomi sirkular. Sehingga mengurangi dampak negatif lingkungan terhadap mata pencaharian, ekonomi dan kesehatan.

Kedua belah pihak juga berniat untuk menyatukan sumber daya untuk mendukung transisi hijau dengan meningkatkan pangsa energi terbarukan, meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca di NTB. Sektor Lingkungan Hidup, NTB dan Denmark berniat untuk mempromosikan dan meningkatkan pembangunan ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah padat atas dasar saling menguntungkan, pengalaman dan prestasi.

Dari dua sektor tersebut, kedau belah pihak bermaksud untuk saling mendukung, meningkatkan, memajukan aksesibilitas, memperluas kemitraan B2B dan investasi yang umumnya terkait dengan Para Pihak, melanjutkan dan mempromosikan investasi yang saling menguntungkan dalam kerja sama di masa yang akan datang antara keduanya.

Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB itu, menyambut baik kerjasama tersebut. Hal ini menurutnya sesuai dengan visinya membangun NTB. Yaitu menghadirkan banyak investor dan pengusaha ke NTB untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hadirnya para investor tersebut lanjutnya harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat NTB.

Gubernur juga menegaskan Lombok memiliki keindahan dibanding daerah lain. Apalagi katanya, pada tahun 2021, NTB akan menjadi tuan rumah Motto GP. Maka, tentunya perhelatan tersebut akan menarik para wisatawan hingga ratusan ribu orang. Untuk itu lanjut Gubernur, sehingga pemerintah pusat akan memberikan perhatian dan prioritas khusus bagi NTB.

Motto GP jelas Gubernur tidak hanya semata-mata urusan wisata dan wisatawan. Namun, di saat yang sama pemerintah membutuhkan sumberdaya energi. Maka, kerjasama ini katanya akan memberikan keuntungan bagi rencana kegiatan tersebut.

“Tugas pemerintahan saya adalah memastikan daerah ini aman. Sehingga para investor banyak yang datang, ” jelasnya.

Gubernur berharap pengembagan energi terbarukan ini tidak hanya di Lombok. Namun juga di Pulau Sumbawa. Apalagi saat ini para peneliti menemukan potensi tambang batu bara terbesar ada di Sumbawa.

“Saya harap kerjasama ini segera dikonkritkan,” harap Gubernur.

Sebelumnya, Duta Besar Denmark, Rasmus Abildgaard Kristensen menyambut baik kerjasama itu. Bahkan pihaknya telah melakukan studi kelayakan di berbagai wilayah di NTB ini. Menurutnya NTB memiliki potensi yang baik untuk pengembangan energy terbarukan. Termasuk penggunaan sampah untuk diolah menjadi energi yang bermanfaat.

Selain itu, kerjasama ini katanya, memungkinkan kedua daerah saling bertukar teknologi untuk mengembangkan sumber daya energi terbarukan. Ia berjanji, setelah tanda tangan kerjasama ini, pihaknya akan mekukan hal hal konkrit sebagai tindak lanjut kerjasama tersebut.

Gubernur saat itu didampingi Asisten II, Kadis Pertanian, Kadis Perdagangan, Kadis KLH, Kadis ESDM, Dinas Penanman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Kepala Biro Kerjasama. (f3)

Tandatangani MoU, Pemprov NTB Siap Kirim 15 Mahasiswa Lanjutkan S2 di Malaysia

0

HarianNusa.Com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) siap mengirim 15 sarjana S1 asal Dompu dan Bima untuk melanjutkan pendidikan jenjang S2 ke Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia mulai Agustus 2019 mendatang. Para awardee yang lolos seleksi pada awal tahun 2019 itu akan menempuh pendidikan Master of Education dan Master of Arts di kampus berumur 96 tahun yang terletak di wilayah negara bagian Perak Malaysia itu.

Kerja sama bidang pendidikan yang tercakup dalam Program Beasiswa 1000 Mahasiswa S2 NTB ke Luar Negeri tersebut, diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) antara Pemerintah Provinsi NTB yang diwakili Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah dan Kepala Biro Kerjasama Setda NTB, Ahmad Nur Aulia, dengan Chancellor UPSI Prof. Dr. M. Dato’ Shatar bin Sabran di Kampus Fakultas Seni dan Musik UPSI, Senin, (25/02/2019).

“Malaysia dan Indonesia termasuk NTB, punya banyak persamaan. Yaitu sama-sama memiliki perbedaan dan kemajemukan di dalam masyarakatnya. Namun dari perbedaan dan kemajemukan itu, Malaysia mampu berkembang dan maju secara harmonis dalam setiap sendi kehidupannya. Termasuk dalam kemajuan sistem dan kualitas pendidikan tingginya,” kata Gubernur Zul dalam sambutannya sebelum penandatanganan MoU.

Menurut Gubernur Zul, salah satu cara untuk bisa mendobrak sekat-sekat perbedaan dan kemajemukan supaya tidak jadi penghambat kemajuan, adalah perubahan paradigma berpikir. Dan untuk berubah atau mengubah paradigma itu, adalah dengan pendidikan. Kalau perlu ke luar negeri untuk memperluas cakrawala berpikir, membangun kepercayaan diri anak-anak muda NTB dalam pergaulan dengan anak-anak muda dari banyak negara di dunia, serta belajar menghargai perbedaan (difference) dan kemajemukan (diversity).

“Kerja sama dengan UPSI ini bukan baru kali ini. Sejak 2017 sudah ada program semacam pertukaran pelajar atau program magang para mahasiswa UPSI untuk belajar seni musik, tari dan kebudayaan ke Lombok. Dan dari situ, ketika potensi kerja sama beasiswa pendidikan tingkat Magister dan Doktoral di UPSI terbuka lebar dengan biaya kuliah yang murah tapi berkualitas tinggi, kenapa tidak kita ambil peluang itu?,” lanjut Gubernur.

Potensi besar kerja sama bidang pendidikan itu juga disampaikan oleh Chancellor of UPSI, Prof. Dr. Dato’ M. Shatar bin Sabran saat memberikan sambutan pembukaan. Potensi yang menurutnya berasal dari besarnya jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekira 300 juta orang.

“Sekira 300 juta penduduk Indonesia, dan hingga saat ini baru 6 ribu mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan progam Master dan Doktor di Malaysia. Ini sebuah potensi dan kesempatan besar bagi UPSI untuk membuka pintu lebih-lebar bagi para mahasiswa Indonesia,” terang Dato’ Shatar.

Menurutnya, itu sesuai dengan yang disebutnya sebagai Amanat 2019 dari Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia untuk meningkatkan jumlah mahasiswa internasional yang belajar di UPSI. Apalagi Indonesia dan Malaysia memiliki persamaan dari sisi agama, akar budaya dan etnis, sehingga mejadi salah satu faktor pendorong mudahnya interaksi antar mahasiswa dan proses pembelajaran serta pertukaran pengetahuan juga pengalaman.

Pada tahun 2019, UPSI menempati peringkat 10 kampus terbaik, dari 118 kampus negeri dan swasta di Malaysia. UPSI sendiri memiliki program kuliah tingkat Sarjana, Magister dan Doktoral di bidang Seni dan Humaniora, Ilmu Sosial, Ekonomi dan Bisnis, Bahasa dan Kebudayaan, Teknik Informasi dan Komunikasi serta Sains dan Teknologi.

UPSI menjadi salah satu kampus pilihan tujuan program beasiswa NTB karena biaya pendidikan yang cukup murah namun dengan standar internasional yang cukup tinggi. Dari penjelasan Dekan Fakultas Musik dan Seni Persembahan UPSI, Prof. Madya Zaharul Lailiddin bin Saidon, biaya kuliah per semester untuk program Magister di UPSI setara dengan Rp 7,5 juta per semester atau sekitar Rp 30 juta untuk menyelesaikan kuliah lebih kurang selama 2 tahun. Hal ini didukung oleh biaya hidup per bulan yang setara Rp 4 juta per bulan. Menurut Zaharul, kuota beasiswa untuk mahasiswa NTB terbuka lebar untuk ditambah setiap saat, jika memang tercapai kesepakatan lanjut antar dua belah pihak.

Hingga saat ini, Program Beasiswa 1000 Mahasiswa ke Luar Negeri NTB telah memberangkatkan 46 mahasiswa-mahasiswi ke 3 universitas ternama di Polandia (Collegium Civitas, Vistula University dan University of Warsawa), yang terbagi dalam 2 angkatan. Yaitu 19 mahasiswa angkatan pertama berangkat pada Oktober 2018, dan 27 mahasiswa angkatan pertama yang berangkat 10 Februari 2019. Pada Oktober 2019, kembali akan dikirim para mahasiswa penerima beasiswa ke Warsawa School of Life Sciences dan sejumlah kampus lain di Polandia.

Selanjutnya, Pemprov NTB juga akan mengirimkan 39 lulusan diploma 3 pendidikan keperawatan atau tenaga medis dari 9 Kabupaten/ Kota di NTB untuk melanjutkan studi Strata S-1 ke Chodang University Korea Selatan. Begitu pula beasiswa untuk jenjang S1-S3 ke China, yang sedang dilakukan proses seleksi sejak awal Februari 2019.

Inilah para awardee yang telah lolos seleksi beasiswa program pascasarjana ke UPSI Malaysia pada Agustus 2019 mendatang :
1. Nurul Uyun – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Kala, Donggo, Kabupaten Bima.
2. Juryatina – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Rada, Bolo, Kabupaten Bima.
3. Firdaus – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Talabiu, Woha, Kabupaten Bima
4. Ice Puspitasari – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Waworada, Langgudu, Kabupaten Bima.
5. Isbah – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Ntonggu, Palibelo, Kabupaten Bima
6. Ruwaidah – STKIP Taman Siswa Bima – Desa Sie, Monta, Kabupaten Bima
7. Mahdin – STKIP Yapis Dompu – Desa Mumbu, Woja, Kabupatan Dompu
8. Usnatul Fitriyah – STKIP Yapis Dompu – Desa Kareke, Dompu, Kabupaten Dompu
9. Sintya Kurniati – STKIP Yapis Dompu – Desa Adu, Hu’u Kabupatan Dompu
10. Bachrizal Bakhtiar D. – STKIP Yapis Dompu – Kelurahan Simpasai, Dompu, Kabupaten Dompu
11. Burhanuddin – STISIP Mbojo Bima – Kelurahan Bada, Dompu, Kabupaten Dompu
12. Tedy Hartadi – STISIP Mbojo Bima – Kelurahan Tanjung, Rasanae Barat Kota Bima
13. M. Anis Fuadi – Universitas Jember – Kelurahan Matakando, Mpunda, Kota Bima
14. Tri Handayani – STKIP Bima – Desa Monta, Monta Kabupaten Bima
15. Muhaimin – STKIP Bima – Desa Sakuru, Monta, Kabupaten Bima. (f3)