Beranda blog Halaman 272

Perang Topat Didorong Jadi Event Nasional

HarianNusa.com – Perang Topat (perang ketupat) merupakan tradisi tahunan yang dirayakan masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Event Perang Topat Sebagai Simbol Kebhinekaan

HarianNusa.com – Pemerintah Kabupatan Lombok Barat menggelar event Perang Topat di Pura Lingsar, Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (22/11/2018).

Perang Topat merupakan event tahunan yang melibatkan dua unsur adat budaya dan agama yakni Islam dan Hindu.

Dalam sambutan pembukaannya, Bupati Lobar, Fauzan Khalid mengatakan masyarakat Lombok Barat tidak pernah berkoar- koar (berteriak, red) tentang kebhinekaan tetapi masyarakatnya secara nyata dan aplikatif mempraktekan nilai-nilai kebhinekaan tersebut.

Salah satunya, sebut Fauzan, melalui event Perang Topat yang secara turun temurun dilaksanakan di tempat ini (Pura Lingsar, red).

Fauzan menjelaskan, keseluruhan prosesi Perang Topat, dari awal sampai akhir melibatkan peran serta dua agama yaitu agama Islam dan agama Hindu. Semuanya dilakukan dengan riang gembira.

Fauzan mencontohkan, sehari sebelum event Perang Topat dimulai terlebih dahulu digelar acara Ngiring Kao (mengiring kerbau, red). Dipilihnya kerbau sebagai simbol bukan sapi atau babi, jelas Fauzan, karena mereka (umat Islam dan Hindu, red) sama-sama saling menghormati.

Sebelum kerbau diiring mengelilingi Pura Lingsar, umat Islam melakukan zikir atau roah gubuk (syukuran, red) disisi lain umat Hindu melakukan upacara keagamaan mendak tirta amarta. Setelah keduanya selesai melakukan acara keagamaan secara bersama-sama masing-masing pemuka agama (Islam dan Hindu) tersebut mengarak sapi keliling taman Pura Lingsar.

Fauzan mengatakan alangkah indahnya kebhinekaan yang dibungkus dengan kesadaran total bahwa manusia diciptakan untuk merajut persaudaraan dan perdamaian tersebut. Untuk itu melalui event Perang Topat ini masyarakat Lobar ingin mengirimkan pesan bahwa pluralitas perlu dijaga, dirawat dan dipraktekkan.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh masyarakat kabupaten Lombok Barat ini bisa dijadikan contoh bagi seluruh masyarakat Indonesia sehingga komitmen kita sebagai warga negara Indonesia yang sudah menyepakati NKRI tetap kokoh sebagai milik bersama dan juga bersama-sama menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik dan yang lebih cerah,” harap Fauzan.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Lobar didampingi istri, Bupati Lobar terpilih, Sekda Lobar, perwakilan kementerian pariwisata, kementerian PMK, Muspida Provinsi NTB, Muspida kabupaten Lombok Barat, Kadis Pariwisata NTB, Lalu M. Faozal, DPD RI, DPRD Lombok Barat, Dandim Lobar, Kapolres Mataram, Kapolres Lobar, pemuka agama Islam, pemuka agama Hindu dan ribuan masyarakat lainnya. (f3)

7 Peristiwa yang akan Terjadi Setelah Gempa Besar

HarianNusa.com – Gempa berkekuatan 7,0 dan 7,4 magnitudo mengguncang Lombok, Palu dan Donggala pertengahan tahun ini. Ribuan orang meninggal dunia dan puluhan ribu rumah rusak parah.

Pengacara Baiq Nuril Datangi Kejaksaan

HarianNusa.com – Tim pengacara Baiq Nuril mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram, Rabu, 21 November 2018.

Baiq Nuril Ucapkan Terimakasih pada Jokowi

HarianNusa.com – Dukungan terhadap Baiq Nuril untuk mendapatkan keadilan atas kasus yang menimpanya datang dari sejumlah pihak

Rieke Diah Pitaloka Siap Dampingi Nuril Cari Keadilan

HarianNusa.com – Aktivis Perempuan, Rieke Diah Pitaloka mengunjungi Baiq Nuril di Lombok

Menko PMK Lepas Pasukan Kogasgabpad

HarianNusa.com – Menteri Koordinator Pengembangan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK), Puan Maharani menegaskan, pengabdian TNI dan Polri dalam membantu penanganan musibah gempa bumi di NTB, merupakan bukti nyata kedekatan TNI dan Polri dengan rakyat.

Hal itu disampaikan saat melakukan pelepasan pasukan Kogasgabpad yang purna tugas selama tiga bulan dalam penanganan pasca gempa Lombok dan Sumbawa, di Bandara Internasional Lombok, Rabu, (21/11/2018).

“Pengabdian prajurit TNI dan Polri pasca bencana di NTB menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit,” ujarnya.

Untuk itu, Puan menyampaikan terimakasih dan apresiasi secara khusus kepada prajurit TNI dan Polri yang tergabung dalam Kogasgabpad NTB, dibawah komando Mayjen TNI Madsuni yang telah hadir bekerja untuk rakyat, dalam percepatan penanganan gempa bumi di NTB.

Puan menambahkan, pemerintah dan masyarakat juga menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada pasukan Kogasgabpad, atas kerja keras yang penuh kesungguhan, dalam memberikan pertolongan dan pelayanan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di NTB. Sehingga NTB bangkit dalam menata kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

“Selamat bertugas kembali di kesatuan masing-masing, semoga pengabdiannya mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. Sampaikan salam hangat saya kepada keluarga yang selalu setia mendoakan dalam bertugas,” pungkasnya.

Selanjutnya Menko PMK menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Kogasgabpad yang diterima langsung Panglima Kogasgabpad Mayjen TNI Madsuni dan Kapolda NTB Drs. Achmat Juri SH., M.Hum.

Hadir dalam pelepasan pasukan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Panglima kogasbabpad, Bupati Lombok Tengah, Kapolda NTB, Kepala BNPB dan Danrem 162/WB. (f3)

Dharwati Ajak Perempuan NTB Dukung Nuril Mendapatkan Keadilan

HarianNusa.com – Kasus yang menimpa Baiq Nuril Maknun mendapat simpati dan dukungan dari berbagai pihak. Tidak hanya lembaga-lembaga, pemerintah maupun swasta. Kali ini calon legislatif juga turut berpartisipasi atas nasib yang menimpa guru honorer tersebut.

Dharwati Pratama Sari, ST., MT., M.Sc., salah seorang aktivis perempuan yang saat ini mencalonkan diri sebagai salah seorang calon DPR RI dari Partai Berkarya dapil NTB 2 (Pulau Lombok,red) ini merasa terpanggil membela hak-hak hukum untuk ibu Nuril.

Dharwati mengajak semua kaum perempuan, baik istri para pejabat, PNS, ibu-ibu dharmawanita dan PKK maupun yang tergabung dalam organisasi lainnya untuk turut ambil bagian mendukung Baiq Nuril mendapatkan keadilan terhadap kasus yang saat ini menimpanya.

“Sejak awal kasus Baiq Nuril mencuat kembali kami terus melakukan pengawalan, anehnya Pengadilan Negeri sudah dinyatakan tidak bersalah, tetapi sampai di Kasasi kok jadi bersalah, nah ada apa ini,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan di kediamannya, Selasa ( 29/11/2018).

Baginya ini merupakan tamparan keras bagi hukum di Indonesia yang seolah tidak berpihak kepada kaum lemah.

“Sudah jelas bahwa ibu nuril menjadi korban disini, kenapa ia yang harus dipersalahkan. Seharusnya kan kita lindungi,” ungkap politisi muda tersebut.

Dharwati berharap tidak hanya presiden yang menanggapi, namun bila perlu seluruh elemen masyarakat juga ambil bagian dalam mendukung Ibu Nuril dalam mendapatkan keadilan. Menurutnya pengawalan dari anggota DPR Komisi VIII yang menaungi Bidang Sosial khususnya pemberdayaan perempuan dan Komnas perempuan sedari awal mestinya ikut ambil bagian terhadap kasus Nuril.

“Sebagai perempuan sudah semestinya aksi solidaritas kita bagi sesama perempuan harus lebih ditingkatkan lagi agar kaum perempuan tidak selalu jadi korban pelecehan dan ketidakadilan,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan jika terpilih menjadi anggota DPR RI dirinya akan fokus bergerak untuk melindungi dan mengayomi masyarakat NTB khususnya kaum perempuan untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam memperoleh hak-hak hukum dan politik.

“Kepada kaum perempuan jangan pernah takut untuk menyampaikan sebuah kebenaran, pasti banyak yang mendukung,” ungkapnya caleg nomor urut 1 tersebut. (f3)

AJWI NTB Kutuk Oknum Pelaku Pembunuhan Wartawan

HarianNusa.com – Dewan Pengurus Provinsi NTB Asosiasi Jurnalis Warga Indonesia (AJWI) mengutuk keras perlakuan sadis terhadap sosok mayat yang diduga dibunuh dan meminta polisi menangkap pelaku dan mengungkap motif pelaku pembunuhan tersebut.

Mayat Almarhum Dufi yang belakangan diketahui merupakan seorang wartawan Ssenior pertama sekali ditemui oleh seorang pemulung pada minggu pagi sekitar pkl. 06.00 WIB di dalam drum plastik berwarna biru di Klapanunggal, Bekasi, Senin pagi (18/11/2018).

” Ini sungguh sangat biadab. AJWI NTB minta Polisi segera tangkap dan ungkap motifnya,” ujar Ketua AJWI NTB, Nanang A.H kepada media, Selasa (19/11).

Ia mengatakan sangat disesalkannya apabila pembunuhan tersebut dilakukan karena masalah pemberitaan. Hal ini sangat bertentangan dengan semangat kebebasan pers, yang seolah olah menitip pesan teror untuk membunuh karakter jurnalis di Indonesia.

“Ada hak jawab masyarakat bila tidak berkenan dengan hasil karya jurnalistik dari wartawan, ada pula konfirmasi, namun terkadang niat konfirmasi ini sering ditanggapi tendensius oleh oknum, mungkin karena merasa yang ditulis oleh wartawan mengena pada dirinya” tegas Nanang dikediamannya.

Diungkapkannya juga bahwa banyak oknum juga merasa dirinya disinggung wartawan karena kinerjanya yang dianggap melakukan pelanggaran kamudian melakukan tindakan tindakan arogansi kepada wartawan.

Perlu diketahui, Dufi atau Abdullah Fithri Setiawan (43) alumni Kampus IISIP Jakarta, angkatan 1993. Juga merupakan alumni Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 13 Jakarta, lulusan 1992.

Korban juga pernah menjadi wartawan di sejumlah media nasional. Jenazah korban pertama kali ditemukan pemulung berinisial SA (56), yang tengah melintas dan mencari barang bekas pada pukul 06.00 WIB, Minggu 18 November 2018.

Terakhir Dufi diketahui bekerja sebagai tenaga pemasaran (marketing) di televisi milik ormas Islam Muhammadiyah (TVMu).
Saat ini korban meninggalkan enam anak yang masih kecil-kecil dan satu orang istri. Kini, korban telah dimakamkan di TPU Budi Dharma, Semper, Jakarta Utara. (f3)

Gendang Beleq Bisa Jadi Potensi Desa Wisata

HarianNusa.com – Kisruh yang sempat menimbulkan gesekan fisik antar dua kelompok Gendang Beleq di Lombok, yang sempat viral di media sosial hendaknya menjadi pelajaran untuk tidak terjadi lagi ke depan.