More
    Beranda blog Halaman 373

    “Invisible Hand” Jadi Faktor Pilgub NTB Sulit Diprediksi

    HarianNusa.com, Mataram – Mi6 menilai hasil Pilgub NTB semakin sulit diprediksi karena ada invisible hand (tangan tak terlihat) yang turut mengawal pesta demokrasi ini. Fenomena ini nampak dari bocoran berbagai info hasil survey semua Paslon menunjukkan tidak ada satupun kandidat yang dominan yang elektabilitasnya di atas 30 persen. Ditambah masih tingginya swing votters rata-rata di atas kisaran 30 %.

    Selain itu jarak keterpautan masing-masing Paslon Pilgub berkisar antara satu sampai dengan dua persen di bawah toleransi margin error sekitar 3%. Melihat konstruksi elektabilitas seperti ini, kuat dugaan akan ada keajaiban yang memenangi Pilgub NTB. Bisa jadi invisible tangan dan takdir politik akan menjadi penentu akhir pemenang Pilgub NTB. Sehingga urutan elektabilitas para Paslon versi lembaga survey tidak bisa lagi dijadikan garansi atau kartu truff dalam memenangkan Pilgub NTB, karena perubahan elektabilitas bergerak dinamis secara berkala.

    Hal tersebut berdasarkan analisis Lembaga Sosial dan Politik Mi6, Sabtu (19/5). Mi6 menduga ketatnya persaingan elektabilitas para Paslon di Pilgub NTB dipengaruhi juga oleh besarnya ekspektasi pemilih di masing-masing kabupaten/kota untuk memenangkan jagonya. Selain itu pro-aktif calon dan tim sukses mendekati dan mempenetrasi wilayah pemilihnya turut memberikan kontribusi utama.

    Agresivitas The Rising Star Zul-Rohmi

    Di mata Mi6 agresivitas kandidat the rising star Zul-Rohmi dalam melakukan gerakan blusukan day by day merupakan cara ampuh meraih simpati dukungsn rakyat. Sebagai pendatang baru, Zul-Rohmi sadar bahwa hanya dengan cara gerilya seperti inilah rakyat bisa mengenalnya face to face dengan benar. Pada akhirnya para pemilih tersebut bisa diikat dalam satu kesatuan komitmen politik secara kolektif memenangkan Zul-Rohmi.

    Meskipun demikian Mi6 mengingatkan, strategi blusukan ini akan berdampak menggerus/menurunkan elektabilitas Zul-Rohmi di akhir ronde, apabila tidak ada yang menjaga dan merawat ekspektasi pemilih jelang pencoblosan nanti.

    “Karena pertemuannya serba instan, maka perlu dijaga suara pemilih tersebut agar tidak berpindah ke lain hati,” ungkap Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH didampingi Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlulah SE.

    Di bawah Margin Error

    Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlulah menambahkan, dengan jarak pautan elektabilitas para Paslon berkisar 2% di bawah margin error mengindikasikan Pilgub NTB, kekuatan para Paslon berimbang dan memiliki keunggulan pada wilayah yang dijadikan benteng kekuatan pemilih loyalnya “Maka jangan heran, jika beberapa lembaga survey tidak mau mempublikasi hasilnya karena trend elektabilitas para Paslon relatif imbang dan fluktuatif yang terkendali,” tambahnya.

    Dengan waktu tersisa 38 hari menjelang hari pemilihan tgl 27 Juni 2018, maka apapun bisa terjadi, termasuk keajaiban yang memenangi Pilgub NTB ini. Semua ini tergantung pada kepiawaian dan strategi taktik yang dimainkan para Paslon mengamankan wilayah pemilihnya. “Prinsipnya gini, makin sering Paslon bangun pagi dan rajin mendatangi rakyat selalu ada harapan baik di sisinya,” imbuh Athar.

    Mi6 melihat di tengah kuatnya floating mass dan pragmatisme rakyat maka strategi door to door mendatangi pemilih, setidaknya bisa meredam dan menenangkan suara hati rakyat yang terkadang kerap ambigu. “Para pemilih pragmatis ini harus ditreatment dengan cara-cara tidak biasa dan harus dikasih tanggung jawab agar ada kebanggaan buat dirinya,” ungkap Didu, panggilan akrab Direktur Mi6.

    Mesin Parpol

    Terkait sinyalemen di publik bahwa mesin Parpol belum bergerak dalam mengakselerasikan secara nyata memback-up paslonnya, Didu melihat hal tersebut harus dilihat sebagai taktik internal yang tidak semua musti dipublikasikan. “Mesin Parpol pasti bergerak karena memiliki SDU (Self Defence Unit) yang tidak harus ditahu cara dan mekanisme kerjanya dibasis pemilihnya,” tambah mantan direktur WALHI NTB. (sat)

    Kodim 1615/Lotim Gelar Sosialisasi P4GN dan Tes Urine

    0

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Kodim 1615/Lotim menggelar sosialisasi dan tes urine yang dipimpin langsung Pasi Inteldim 1615/Lotim Kapten Inf I Nengah Seneng bertempat di Aula Makodim 1615/Lotim Selong, Kamis (17/5/18).

    KPI Larang Iklan Ucapan Berbuka dari Paslon

    HarianNusa.com, Mataram – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melarang lembaga penyiaran menayangkan atau menyiarkan iklan ucapan selamat berbuka yang berasal dari pasangan calon (Paslon) kepala daerah. Larangan ini juga berlaku bagi paslon untuk tampil dalam acara TV dan radio diluar yang diperbolehkan.

    Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB Yusron Saudi mengatakan, aturan tersebut dikeluarkan KPI Pusat untuk menjamin pesta demokrasi lima tahunan berjalan demokratis. KPI menilai, lembaga penyiaran harus menjaga netralitas dengan tidak memberikan ruang khusus bagi paslon tertentu.
    “Kami sudah edarkan surat pemberitahuan ini kepada seluruh lembaga penyiaran di NTB. Begitu juga KPI Pusat sudah menyampaikan ke seluruh lembaga penyiaran nasional,” kata Yusron, Jumat (18/5).

    Dibeberkan Yusron, beberapa aturan yang dikeluarkan KPI Pusat terkait pilkada, khususnya masa kampanye selama bulan Ramadan ini adalah iklan-iklan diluar iklan kampanye. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri sudah memfasilitasi semua pasangan calon untuk beriklan di media penyiaran maupun media cetak. KPU memberikan jatah iklan semua paslon di satu media selama 14 hari. Dalam satu hari, intensitas penayangan iklan sebanyak 10 kali. Sehingga selama masa kampanye tiap-tiap paslon mendapat jatah 140 kali.

    “Itu baru di satu media penyiaran, kalau banyak media penyiaran dipakai, tinggal kalikan 140 kali itu saja dengan jumlah media. Ini sudah sangat banyak,” kata Yusron.

    Selain itu, KPI Pusat juga melarang kehadiran peserta Pilkada 2018 sebagai bagian dari program siaran. Kehadiran itu baik sebagai narasumber, bintang iklan, main film, main drama, atau bentuk lainnya. KPI juga meminta lembaga penyiaran mengedepankan prinsip keberimbangan dan proporsionalitas dalam penyiaran.

    “Jangan karena kebetulan salah satu paslon punya hubungan dengan media, lalu media itu tak pernah memberitakan kandidat lain,” katanya.

    Begitu juga dengan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang bisa diproduksi oleh pemerintah. Beberapa kandidat yang bertarung di Pilkada NTB yang berposisi sebagai kepala daerah, jangan sampai memanfaatkan dana APBD untuk membuat ILM. Yusron mewanti-wanti, agar lembaga penyiaran lebih selektif dalam menayangkan ILM yang kebetulan terkait dengan salah satu kandidat.

    Sementara itu, selama masa tenang, KPI Pusat juga memberikan rambu-rambu bagi lembaga penyiaran. Lembaga penyiaran dilarang untuk menayangkan kembali debat terbuka. Lembaga penyiaran dilarang menayangkan kembali liputan kampanye.

    “Termasuk juga dilarang menayangkan jajak pendapat tentang pasangan calon,” katanya.

    Pada hari pemilihan 27 Juni, lembaga penyiaran dilarang menayangkan atau menyiarkan hasil jajak pendapat. Lembaga penyiaran juga dilarang menayangkan atau menyiarkan hasil hitung cepat (quick qount) sebelum penutupan tempat pemungutan suara (TPS) pada pukul 13:00 Wita.

    “Kami berharap media penyiaran bisa mengawal pilkada dengan damai dan tidak menjadi partisan,” katanya. (sat)

    Mayat Bayi di Sawah Gegerkan Warga Narmada

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Mayat bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan di pematang sawah Dusun Aik ampat, Desa Selat  Kecamatan Narmada Lombok Barat, Rabu (16/05) sekitar pukul 06.30 Wita.

    Jaksa Periksa Kadis PUPR Sumbawa

    HarianNusa.com, Sumbawa – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sumbawa Lalu, S. Kertawijaya.

    Pemeriksaan yang berlangsung beberapa jam tersebut dilakukan oleh Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Sumbawa terkait kasus dugaan korupsi pada proyek pekerjaan talut pengaman tebing di Dusun Patedong Desa Sebotok Pulau Moyo Kecamatan Labuhan Badas. Pemeriksaan berlangsung di Ruang Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Kamis (17/5).

    Usai diperiksa, kadis PUPR Sumbawa yang akrab dipanggil Mami itu mengatakan bahwa dalam proses pemeriksaan, dirinya ditanya seputar tugasnya selaku Kepala dinas, apa tugasnya selaku pengguna anggaran, dan sejak kapan program-program tersebut mulai dilaksanakan oleh siapa dan harus berakhir kapan.

    “Selama dalam pelaksanaan kegiatan laporannya baik semua cuma tetap saya ingatkan pada saat apel pagi apapun pekerjaan harus segera dilaksanakan,” ujarnya.

    Kata dia,Dinas PUPR itu banyak paket. Jumlahnya sekitar 200 paket dan itu tugasnya di masing-masing bidang.

    “Dan tidak mungkin semua paket saya tau. Paling saya tau 1 atau 2 paket. Namun yang jelas semua paket saya tahu secara umum,” katanya.

    Sementara Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Anak Agung Raka Outta Dharmana, SH menjelaskan pemeriksaan yang ia lakukan terhadap Kadis PUPR tersebut yakni tentang dugaan kasus korupsi Patedong.

    “Sekitar belasan pertanyaan yang kita ajukan. Dan waktu pemeriksaan selama 3 jam lamanya,” jalasnya.

    Ketika ditanya kapan penetapan tersangka, Raka mengatakan sabar dulu karena masih dalam proses pemeriksaan. “Sabar ya, ini masih dalam proses pemeriksaan,” pungkasnya.(f3)

    Danrem Laksanakan Sholat Tarawih Pertama Bersama di Masjid Assuhada Gebang

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Mengawali sholat sunnat tarawih malam ini, Danrem 162/WB Kolonel Inf H. Farid Makruf, M.A., memberikan sambutan sekaligus Kultum sebelum pelaksanaan sholat Tarawih di Masjid Assuhada’ Asrama Gebang Mataram, Rabu (16/5/2018).

    Gelagat Mencurigakan, Polda NTB Amankan Seorang Pria

    HarianNusa.com, Mataram – Polda NTB mengamankan seorang pria mencurigakan di depan PJR Polda NTB, Rabu (16/05) pukul 13.00 Wita. Pria tersebut terlihat mondar-mandir di depan PJR dengan motornya.

    JOIN NTB Kecam Rentetan Aksi Teror di Indonesia

    HarianNusa.com, Mataram – Serangan terorisme terus terjadi di Indonesia. Setelah rentetan bom terjadi di Surabaya, pagi tadi, Rabu (16/05) teroris kembali menyernag Polda Riau. Akibatnya satu polisi tewas diseruduk mobil pelaku, dua terluka dan dua awak media yang berada di Mapolda Riau ikut terluka.

    Teroris Serang Polda Riau, Satu Polisi Tewas

    HarianNusa.com, Riau – Aksi terorisme kembali terjadi di Indonesia. Kali ini terjadi di Mapolda Riau, Rabu (16/05).

    Kecepatan Angin di NTB Meningkat, ini Faktornya…

    HarianNusa.com, Mataram – Akhir-akhir ini kecapatan angin di NTB mengalami peningkatan. Siang hingga malam hari, angin di NTB cukup kencang.

    error: Content is protected !!