HarianNusa.com, Lombok Tengah – Aksi arogan diperlihatkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Lombok Tengah H. Iskandar. Dia mengusir wartawan dengan pengeras suara saat acara sosialisasi produk hukum yang dilakukan Kejaksaan dan Kemenag, Kamis (12/04) di MTsN 1 Lombok Tengah.
Warga Lombok Timur Temukan Bayi di Tengah Jalan
HarianNusa.com, Lombok Timur – Sungguh tragis nasib yang dialami bayi laki-laki. Dia ditemukan tergeletak di tengah jalan di Pancor Santik Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela Lombok Timur, Minggu (15/04) pukul 10.45 Wita.
Gelar Muskerwil, KAMMI NTB Siap Kawal Isu Sosial-Politik di NTB
HarianNusa.com, Mataram – Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI NTB) melaksanakan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil KAMMI NTB), Sabtu (14/04).
Kapolda NTB Dianugerahi Gelar Kehormatan Sasak
HarianNusa.com, Mataram – Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Firli M.Si menerima gelar kehormatan “Pating Lage Lombok Mirah Sasak” oleh Majelis Ketua Adat Sasak. Penganugerahan tersebut diberikan di halaman depan Mapolda NTB, Minggu (15/4).
Musim Kemarau Mulai Memasuki NTB
HarianNusa.com, Jakarta – Pantauan BMKG dan beberapa lembaga internasional terhadap kondisi Samudera Pasifik dan Samudera Hindia mengindikasikan bahwa hingga awal April 2018 ini kondisi La Nina kategori lemah sudah berakhir menuju kondisi normalnya pada bulan Mei hingga September 2018 nanti.
Bang Zul Sambangi Pekerja NTB di Hong Kong
HarianNusa.com, Hongkong – Calon Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri undangan pekerja NTB di Hong Kong pada Minggu (15/04/2018). Cagub yang menjadi Senior Fellow di Kennedy School of Government Harvard University ini bertemu dan berdiskusi langsung dengan para pekerja NTB di Hong Kong.
Hadiri Peresean, Fauzan Ajak Pilih yang Terbukti
HarianNusa.com, Lombok Barat – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat Nomor Urut 3, H. Fauzan Khalid- Hj. Sumiatun menghadiri Pertandingan Peresean yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lombok Barat (Lobar) di sebuah Area Perumahan di wilayah Karang Bongkot Labuapi, Ahad (15/4/208).
Walaupun Paslon Nomor Urut 3 yang dikenal dengan Paket Zaitun itu memiliki jadwal kampanye di Kecamatan Gunung Sari, Calon Bupati Petahana itu tidak menyia-nyiakan kesempatan
undangan KPUD Lobar.
Pada kesempatan itu, Fauzan mengajak ratusan penonton yang memadati area pertandingan untuk mensukseskan Pilkada 2018 karena akan menjadi titik tonggak keberlanjutan program pembangunan.
“Kita membutuhkan kontinuitas atau kesinambungan pembangunan. Oleh karena itu, pilihlah yang sudah terbukti berprestasi. Jangan coba-coba dalam memilih pemimpin,” ujar Fauzan yang didampingi Sumiatun yang mengacungkan tiga jarinya ke arah penonton.
Fauzan mengklaim telah menunjukkan prestasi dalam masa kepemimpinannya yang dua tahun di Lobar.
“Banyak prestasi telah kita raih. Belanja Langsung untuk pembangunan telah kita perbesar menjadi hampir 50%. Bahkan untuk membangun jalan, kita telah menyiapkan 159 milyar. Terbesar sepanjang sejarah,” paparnya berapi-api yang disambut meriah oleh penonton.
Salah seorang penonton yang merupakan simpatisan Zaitun membenarkan ajakan itu.
“Pas sudah. Biar lanjut. Yang lain kan belum teruji?,” ujarnya sambil bertanya.
Fauzan sendiri menitipkan saweran kepada para pepadu (pemain) peresean sejumlah Rp. 2 juta karena rencananya ia akan langsung bertolak ke Kecamatan Gunung Sari. Namun keasyikan mengikuti jalannya pertandingan, Bupati asli Lobar ini sempat memberi saweran dan menikmati dua pertandingan.
Sementara itu, pasangannya Hj. Sumiatun pun tidak mau kalah. Berkali-kali satu-satunya perempuan dalam Pilkada Lobar ini turun ke gelanggang menyapa para pepadu dan memberikan sawerannya. Saweran itu pun semakin menambah semangat para pepadu dalam pertandingan.
Di kesempatan sebelumnya, Ketua Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Politik KPUD Lobar, Suhardi menyatakan bahwa acara yang rencananya langsung ditutup hari ini ditujukan untuk memperkenalkan para Paslon yang maju dalam kontestasi Pilkada.
“Jangan hanya mengenal mereka lewat baliho saja, namun bisa melihat secara langsung,” ujar Suhardi sambil memaparkan bahwa acara pertandingan peresean itu dipilih karena dianggap cukup efektif mensosialisasikan Pilkada.
Masyarakat diminta untuk meneliti para Paslon sebelum memilih,
“jangan sampai seperti memilih kucing dalam karung,” ujarnya menambahkan
Ia meminta agar saatnya nanti, masyarakat memilih dengan cerdas.
“Ini akan berdampak kepada daerah kita 5 tahun yang akan datang,” pungkasnya sambil meminta kehadiran semua warga di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tanggal 27 Juni nanti.
Pertandingan Peresean ini bisa digelar oleh KPUD Lobar bekerja sama dengan sebuah padepokan peresean yang cukup ternama. Acara peresean yang digelar selama tiga hari berturut-turut itu dihadiri juga oleh pasangan calon bupati nomor Urut 1 pada hari pertama dan pasangan calon nomor Urut 2 di hari kedua pagelaran dan terakhir oleh pasangan calon Nomor Urut 3. (f3)
Imam Kalafi, Ketua DPRD Termuda Resmi Dilantik
HarianNusa.com, Lombok Barat – Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Imam Kafali melakukan sumpah dan janji jabatan di kantor DPRD Kabupaten Lobar, Jum’at (13/4/2018).
Imam Kafali dari fraksi partai Golkar dilantik menjadi Ketua DPRD Lobar menggantikan Hj. Sumiatun yang mengundurkan diri untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lobar tahun ini.
Pelantikan Imam sendiri sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur NTB Nomor: 171.2-310 Tahun 2018 tanggal 11 April 2018 tentang peresmian pengangkatan pengganti antar waktu Ketua DPRD Lobar untuk sisa masa jabatan tahun 2014-2019.
“Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan anggota dewan dan seluruh masyarakat Kabupaten Lombok Barat yang telah memberikan kepercayaan kepada saya di mana hal ini menjadi titik awal mulainya amanah yang dipercayai kepada kami,” kata Ketua DPRD yang baru berusia 29 tahun ini.
Ditempat yang sama, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Lobar H. Lalu Saswadi dalam sambutanya menyampaikan peralihan kepemimpinan di DPRD Kabupaten Lombok Barat merupakan keniscayaan undang-undang yang sifatnya imperatif. Bukan hanya untuk mengisi kekosongan akibat mundurnya Hj. Sumiatun, namun juga melihat posisi penting ketua dalam menjaga sistem ketatanegaraan di Kabupaten Lombok Barat.
“Hal terpenting yang ingin saya tegaskan adalah posisinya sebagai yang terdepan dalam menjalin hubungan kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten selaku eksekutif,” katanya.
Pada tataran itu, lanjut Saswadi,posisi ketua menjadi sangat vital dalam rangka mempererat koneksitas antara unsur pimpinan dengan anggota, seluruh kelembagaan di DPRD dengan pemerintah, DPRD dengan rakyat yang diwakili, dan yang terutama adalah sinergitas antara rakyat dengan pemerintah.
“Saya percaya, pergantian Ketua DPRD hari ini akan semakin memberi angin segar terhadap multi koneksitas tersebut. Pasca pelantikan hari ini, dibekali dengan hak dan kewenangannya, maka DPRD Kabupaten Lombok Barat akan semakin menunjukkan eksistensinya sebagai sebuah lembaga yang paling utama dalam demokrasi modern yang terus kita bangun,” jelas mantan Sekwan Lobar ini.
Hal tersebut, katanya, menjadi bukti nyata bahwa iklim demokrasi di Kabupaten Patut Patuh Patju ini menyumbangkan praktik demokratisasi yang sehat di bidang kesetaraan gender. Walaupun belum mencapai 30%, selain ketua, DPRD Kabupaten Lombok Barat telah mampu menghadirkan 6 legislator lainnya yang berkiprah sebagai srikandi-srikandi demokrasi di lembaga perlemen ini.
“Hari ini, saya pun patut berbangga kepada segenap unsur dan jajaran anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat, lagi-lagi khususnya kepada Partai Golkar. Saudara Imam Kafali yang diusulkan oleh Partai Golkar tercatat sebagai Ketua DPRD termuda se-Indonesia. Artinya, Partai Golkar dan seluruh Partai Politik yang ada telah berani memberi kesempatan kepada potensi dari kalangan muda untuk bisa menduduki tampuk imamah yang sangat berat itu. Saya lalu berkeyakinan, bahwa kreatifitas kaum muda akan semakin meningkatkan produktifitas DPRD untuk melahirkan Peraturan Daerah yang sangat dinantikan oleh masyarakat,” ujar Saswadi.
Saswadi berharap, Imam Kafali sebagai Ketua DPRD yang baru dapat menjalankan tugas dan amanah yang diberikan oleh Partai Politik dan Pemerintah.
Menurutnya, tugas dan amanah tersebut sangat penting baginya karena akan menguatkan kerja efektif dalam menjalankan proses pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Dalam konteks kemitraan, penguatan kapasitas lembaga secara parsial di DPRD dan Pemerintah selaku eksekutif, akan menguatkan juga tolak ukur kapasitas kerja kita. Perolehan WTP, Nilai “B” dalam SAKIP, Maturitas SPIP Level III, dan hasil-hasil lainnya adalah gambaran progress kerja kelembagaan di mana DPRD juga berperan sangat aktif melalui seluruh hak dan prosedur dengar pendapat dan pengambilan keputusan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya. (f3)
