More
    Beranda blog Halaman 386

    Aksi Arogan, Kakanmenag Loteng Usir Wartawan dengan Pengeras Suara

    HarianNusa.com, Lombok Tengah – Aksi arogan diperlihatkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Lombok Tengah H. Iskandar. Dia mengusir wartawan dengan pengeras suara saat acara sosialisasi produk hukum yang dilakukan Kejaksaan dan Kemenag, Kamis (12/04) di MTsN 1 Lombok Tengah.

    Warga Lombok Timur Temukan Bayi di Tengah Jalan

    HarianNusa.com, Lombok Timur – Sungguh tragis nasib yang dialami bayi laki-laki. Dia ditemukan tergeletak di tengah jalan di Pancor Santik Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela Lombok Timur, Minggu (15/04) pukul 10.45 Wita.

    Gelar Muskerwil, KAMMI NTB Siap Kawal Isu Sosial-Politik di NTB

    HarianNusa.com, Mataram – Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI NTB) melaksanakan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil KAMMI NTB), Sabtu (14/04).

    Kapolda NTB Dianugerahi Gelar Kehormatan Sasak

    HarianNusa.com, Mataram – Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Firli M.Si menerima gelar kehormatan “Pating Lage Lombok Mirah Sasak” oleh Majelis Ketua Adat Sasak. Penganugerahan tersebut diberikan di halaman depan Mapolda NTB, Minggu (15/4).

    Musim Kemarau Mulai Memasuki NTB

    HarianNusa.com, Jakarta – Pantauan BMKG dan beberapa lembaga internasional terhadap kondisi Samudera Pasifik dan Samudera Hindia mengindikasikan bahwa hingga awal April 2018 ini kondisi La Nina kategori lemah sudah berakhir menuju kondisi normalnya pada bulan Mei hingga September 2018 nanti.

    Bang Zul Sambangi Pekerja NTB di Hong Kong

    HarianNusa.com, Hongkong – Calon Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri undangan pekerja NTB di Hong Kong pada Minggu (15/04/2018). Cagub yang menjadi Senior Fellow di Kennedy School of Government Harvard University ini bertemu dan berdiskusi langsung dengan para pekerja NTB di Hong Kong.

    Hadiri Peresean, Fauzan Ajak Pilih yang Terbukti

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat Nomor Urut 3, H. Fauzan Khalid- Hj. Sumiatun menghadiri Pertandingan Peresean yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lombok Barat (Lobar) di sebuah Area Perumahan di wilayah Karang Bongkot Labuapi, Ahad (15/4/208).

    Walaupun Paslon Nomor Urut 3 yang dikenal dengan Paket Zaitun itu memiliki jadwal kampanye di Kecamatan Gunung Sari, Calon Bupati Petahana itu tidak menyia-nyiakan kesempatan
    undangan KPUD Lobar.

    Pada kesempatan itu, Fauzan mengajak ratusan penonton yang memadati area pertandingan untuk mensukseskan Pilkada 2018 karena akan menjadi titik tonggak keberlanjutan program pembangunan.

    “Kita membutuhkan kontinuitas atau kesinambungan pembangunan. Oleh karena itu, pilihlah yang sudah terbukti berprestasi. Jangan coba-coba dalam memilih pemimpin,” ujar Fauzan yang didampingi Sumiatun yang mengacungkan tiga jarinya ke arah penonton.

    Fauzan mengklaim telah menunjukkan prestasi dalam masa kepemimpinannya yang dua tahun di Lobar.

    “Banyak prestasi telah kita raih. Belanja Langsung untuk pembangunan telah kita perbesar menjadi hampir 50%. Bahkan untuk membangun jalan, kita telah menyiapkan 159 milyar. Terbesar sepanjang sejarah,” paparnya berapi-api yang disambut meriah oleh penonton.

    Salah seorang penonton yang merupakan simpatisan Zaitun membenarkan ajakan itu.

    “Pas sudah. Biar lanjut. Yang lain kan belum teruji?,” ujarnya sambil bertanya.

    Fauzan sendiri menitipkan saweran kepada para pepadu (pemain) peresean sejumlah Rp. 2 juta karena rencananya ia akan langsung bertolak ke Kecamatan Gunung Sari. Namun keasyikan mengikuti jalannya pertandingan, Bupati asli Lobar ini sempat memberi saweran dan menikmati dua pertandingan.

    Sementara itu, pasangannya Hj. Sumiatun pun tidak mau kalah. Berkali-kali satu-satunya perempuan dalam Pilkada Lobar ini turun ke gelanggang menyapa para pepadu dan memberikan sawerannya. Saweran itu pun semakin menambah semangat para pepadu dalam pertandingan.

    Di kesempatan sebelumnya, Ketua Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Politik KPUD Lobar, Suhardi menyatakan bahwa acara yang rencananya langsung ditutup hari ini ditujukan untuk memperkenalkan para Paslon yang maju dalam kontestasi Pilkada.

    “Jangan hanya mengenal mereka lewat baliho saja, namun bisa melihat secara langsung,” ujar Suhardi sambil memaparkan bahwa acara pertandingan peresean itu dipilih karena dianggap cukup efektif mensosialisasikan Pilkada.

    Masyarakat diminta untuk meneliti para Paslon sebelum memilih,

    “jangan sampai seperti memilih kucing dalam karung,” ujarnya menambahkan

    Ia meminta agar saatnya nanti, masyarakat memilih dengan cerdas.

    “Ini akan berdampak kepada daerah kita 5 tahun yang akan datang,” pungkasnya sambil meminta kehadiran semua warga di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tanggal 27 Juni nanti.

    Pertandingan Peresean ini bisa digelar oleh KPUD Lobar bekerja sama dengan sebuah padepokan peresean yang cukup ternama. Acara peresean yang digelar selama tiga hari berturut-turut itu dihadiri juga oleh pasangan calon bupati nomor Urut 1 pada hari pertama dan pasangan calon nomor Urut 2 di hari kedua pagelaran dan terakhir oleh pasangan calon Nomor Urut 3. (f3)

    Imam Kalafi, Ketua DPRD Termuda Resmi Dilantik

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Imam Kafali melakukan sumpah dan janji jabatan di kantor DPRD Kabupaten Lobar, Jum’at (13/4/2018).

    Imam Kafali dari fraksi partai Golkar dilantik menjadi Ketua DPRD Lobar menggantikan Hj. Sumiatun yang mengundurkan diri untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lobar tahun ini.

    Pelantikan Imam sendiri sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur NTB Nomor: 171.2-310 Tahun 2018 tanggal 11 April 2018 tentang peresmian pengangkatan pengganti antar waktu Ketua DPRD Lobar untuk sisa masa jabatan tahun 2014-2019.

    “Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan anggota dewan dan seluruh masyarakat Kabupaten Lombok Barat yang telah memberikan kepercayaan kepada saya di mana hal ini menjadi titik awal mulainya amanah yang dipercayai kepada kami,” kata Ketua DPRD yang baru berusia 29 tahun ini.

    Ditempat yang sama, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Lobar H. Lalu Saswadi dalam sambutanya menyampaikan peralihan kepemimpinan di DPRD Kabupaten Lombok Barat merupakan keniscayaan undang-undang yang sifatnya imperatif. Bukan hanya untuk mengisi kekosongan akibat mundurnya Hj. Sumiatun, namun juga melihat posisi penting ketua dalam menjaga sistem ketatanegaraan di Kabupaten Lombok Barat.

    “Hal terpenting yang ingin saya tegaskan adalah posisinya sebagai yang terdepan dalam menjalin hubungan kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten selaku eksekutif,” katanya.

    Pada tataran itu, lanjut Saswadi,posisi ketua menjadi sangat vital dalam rangka mempererat koneksitas antara unsur pimpinan dengan anggota, seluruh kelembagaan di DPRD dengan pemerintah, DPRD dengan rakyat yang diwakili, dan yang terutama adalah sinergitas antara rakyat dengan pemerintah.

    “Saya percaya, pergantian Ketua DPRD hari ini akan semakin memberi angin segar terhadap multi koneksitas tersebut. Pasca pelantikan hari ini, dibekali dengan hak dan kewenangannya, maka DPRD Kabupaten Lombok Barat akan semakin menunjukkan eksistensinya sebagai sebuah lembaga yang paling utama dalam demokrasi modern yang terus kita bangun,” jelas mantan Sekwan Lobar ini.

    Hal tersebut, katanya, menjadi bukti nyata bahwa iklim demokrasi di Kabupaten Patut Patuh Patju ini menyumbangkan praktik demokratisasi yang sehat di bidang kesetaraan gender. Walaupun belum mencapai 30%, selain ketua, DPRD Kabupaten Lombok Barat telah mampu menghadirkan 6 legislator lainnya yang berkiprah sebagai srikandi-srikandi demokrasi di lembaga perlemen ini.

    “Hari ini, saya pun patut berbangga kepada segenap unsur dan jajaran anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat, lagi-lagi khususnya kepada Partai Golkar. Saudara Imam Kafali yang diusulkan oleh Partai Golkar tercatat sebagai Ketua DPRD termuda se-Indonesia. Artinya, Partai Golkar dan seluruh Partai Politik yang ada telah berani memberi kesempatan kepada potensi dari kalangan muda untuk bisa menduduki tampuk imamah yang sangat berat itu. Saya lalu berkeyakinan, bahwa kreatifitas kaum muda akan semakin meningkatkan produktifitas DPRD untuk melahirkan Peraturan Daerah yang sangat dinantikan oleh masyarakat,” ujar Saswadi.

    Saswadi berharap, Imam Kafali sebagai Ketua DPRD yang baru dapat menjalankan tugas dan amanah yang diberikan oleh Partai Politik dan Pemerintah.

    Menurutnya, tugas dan amanah tersebut sangat penting baginya karena akan menguatkan kerja efektif dalam menjalankan proses pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.

    “Dalam konteks kemitraan, penguatan kapasitas lembaga secara parsial di DPRD dan Pemerintah selaku eksekutif, akan menguatkan juga tolak ukur kapasitas kerja kita. Perolehan WTP, Nilai “B” dalam SAKIP, Maturitas SPIP Level III, dan hasil-hasil lainnya adalah gambaran progress kerja kelembagaan di mana DPRD juga berperan sangat aktif melalui seluruh hak dan prosedur dengar pendapat dan pengambilan keputusan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya. (f3)

    Meski Anggaran Minim, Damkar Latih SDM

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Walau memiliki anggaran minum, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tidak patah semangat dalam meningkatkan kualitas personilnya.

    Kepala DPK Lobar, Fauzan Husniadi menuturkan jumlah anggaran belanja langsung yang dimiliki oleh dinas yang dipimpinnya.

    “Kami hanya memiliki belanja langsung sebesar Rp. 920 juta yang 3/4 nya adalah untuk operasional,” ujarnya saat diwawancarai usai memberikan Penyegaran Kemampuan Personil Damkar di kantornya, Sabtu (14/4/2018).

    Dikatakannya, anggaran tersebut sangat jauh dari cukup. Sebagai contoh penyedian bahan bakar mesin (bbm) di mana sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM), maka setiap kendaraan operasional Damkar harus menyiapkan 100 liter solar per mobil, baik saat operasi maupun tidak.
    Namun saat ini, Dinas Damkar hanya mampu menyiapkan 300 liter per bulan.

    “Jumlah itu untuk 3 unit mobil plus satu mobil suply,” tambah Kepala Bidang Pengendalian Operasi, Lalu Adiwijaya.

    “Bayangkan bila terjadi kasus kebakaran lebih dari satu dalam skala besar, maka anggaran itu tentunya tidak cukup,” tambah Adi.

    Adi mengatakan sampai tutup triwulan pertama tahun ini saja, setidaknya ada 12 kasus kebakaran telah terjadi. Kasus-kasus itu pun tersebar di hampir semua wilayah di Kabupaten Lombok Barat.

    “Terakhir kasus kebakaran rumah warga di Dusun Batu Samban Lembar,” pungkas Adi.

    Kesulitan tersebut tidak lantas membuat Dinas Damkar patah semangat. Minimnya anggaran membuat Fauzan dan anak buahnya, khususnya 39 orang personil operasi harus mengefektifkan semua potensi yang ada.

    Untuk itu, Fauzan lalu mengundang satu-satunya tenaga Inspektur Damkar untuk Wilayah Indonesia Timur, Harif Chandra untuk memberikan penyegaran teknis kepada 3 regu milik Pasukan Penjinak Api itu.

    Penyegaran itu dilakukan untuk semakin meningkatkan kualitas dan efektivitas kerja personil di lapangan. Dalam panduan baku tindak pemadaman kebakaran, setiap 2000 liter air dengan kecepatan tembak sampai 8 bar, maka 2000 liter itu akan habis dalam 2 menit.

    “Untuk itu perlu ada kendaraan suplai air dan tindakan lokalisir api sehingga tingkat penyebaran api bisa ditanggulangi. Bukan hanya fokus pada pusat titik api,” terang Chandra saat itu.

    Demikian juga dengan respons atas laporan, Chandra menerangkan standar nasional kecepatan respons adalah 15 menit per 7 kilometer antara pos jaga dengan letak kejadian.

    Untuk kasus Jakarta, terang Chandra, sudah menyusut menjadi hanya 3,5 kilo meter per 15 menit karena tingkat kepadatan lalu lintasnya.
    Kondisi respons di Dinas Damkar Lobar sendiri jauh lebih baik lagi.

    “Untuk kasus terakhir di Batu Samban, kita malah hanya membutuhkan 7 menit saja. Kami sampai titik lokasi pukul 20.44 setelah menerima laporan pukul 20.37 Wita. Bayangkan kecepatan yang telah ditempuh,” terang Adi menambahkan.

    Namun mengingat luas wilayah dan penyebaran penduduk, Dinas Damkar pun meningkatkan pelayanan dengan menyediakan satu pos khusus di wilayah Batulayar agar waktu respons atas laporan kejadian semakin cepat.

    “Di sana setiap hari disiagakan 4 sampai 6 personil dengan satu mobil yang siap kapan saja,” terang Fauzan.

    “Kalau sesuai dengan SPM, setiap 10.000 jiwa harus disiapkan satu pos Damkar,” tambah Chandra.

    Kegiatan penyegaran personil di Dinas Damkar sendiri, aku Fauzan, rutin dilakukannya. Itu semua agar kualitas personalia semakin baik, walau dengan minim anggaran.

    “Saat ini kecepatan mereaksi kejadian jauh lebih cepat. Namun yang terpenting bagi personil adalah 3A, yaitu Amankan Diri, Amankan Korban, dan Amankan Lingkungan,” jelas Fauzan.

    Bagi Chandra yang lulus Pusdiklat Khusus Inspektur Damkar di tahun 2016 ini,
    personil Damkar Lombok Barat sudah memiliki pengalaman, namun perlu terus di bina.

    “Kasus kebakaran kan berbeda-beda. Mereka harus mampu bekerja di semua kasus,” pungkas Chandra yang juga merupakan Pejabat Struktural di Kabupaten Lombok Utara. (f3)

    Sejumlah Bangunan di Lobar Dinilai Minim Antisipasi Kebakaran

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Penerbitan izin operasi sebuah gedung atau tempat usaha, mestinya tidak hanya mempertimbangkan aspek keamanan konstruksi dari gempa saja, namun juga harus menpertimbangkan pencegahan terhadap kebakaran.

    Hal tersebut menjadi rekomendasi saat diskusi pada acara “Penyegaran Kemampuan Personil Damkar” di Aula Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Dinas Damkar) Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Sabtu (14/4/2018).

    Hadir dalam diskusi itu Kepala Dinas Damkar Lobar Drs. Fauzan Husniadi, MM., Kepala Bidang Pengendalian Operasi Lalu Adiwijaya, ST., Inspektur Damkar yang juga Kepala Seksi Damkar Sat Pol PP dan Damkar Kabupaten Lombok Utara (KLU) Drs. Harif Chandra, dan puluhan personil Fire Fighter Lobar.

    Baik Fauzan dan Chandra mengeluhkan tentang sikap banyak pihak terhadap bencana kebakaran.

    “Mereka tidak memperhitungkan langkah antisipasi. Kalau sudah kejadian baru ribut,” ujar Fauzan.

    Mantan Sekretaris DPPKAD Lobar itu pun menerangkan bahwa dalam proses pengajuan izin operasi gedung atau izin usaha, rekomendasi tentang tindak pencegahan kebakaran belum diperhitungkan.

    “Jangankan bangunan lain di luar, di komplek gedung pemerintahan kita pun belum sepenuhnya memperhitungkan hal itu,” tambahnya sambil mencontohkan fasilitas Hydrant dan Apar yang sangat minim di Komplek Kantor Bupati di Giri Menang.

    Menurut Harif Chandra, setiap 500 meter persegi sebuah area gedung harus menyiapkan satu hydrant yang lengkap, baik pompa, bak penampungan, maupun air yang siap dipakai kapan saja dibutuhkan.

    “Belum lagi satu Apar di setiap ruangan yang harus diisi ulang setiap 4 bulan,” terang Chandra yang karena tugasnya sebagai inspektur bisa melakukan penyidakan ke mana saja.

    Chandra lalu menjelaskan bahwa seluruh kasus kebakaran di dunia bersumber hampir 75% dari arus pendek listrik, maka rekomendasi antisipasi kebakaran mutlak diperlukan karena kebutuhan terhadap listrik sifatnya mutlak.

    “Mulai dari tindakan pemasangan instalasi, sampai dengan kesediaan alat pemadam kebakaran harus dinilai sebagai layak tidak layaknya sebuah gedung,” terang Chandra.

    Fauzan pun meminta agar hal tersebut menjadi rekomendasi juga untuk terbitnya sebuah izin usaha, utamanya untuk hotel, restauran, dan tempat-tempat usaha yang sifatnya akses publik sangat terbuka.

    “Ini bukan masalah uang karena di beberapa daerah menjadi Sumber PAD. Tapi ini soal jaminan keamanan,” ujar Fauzan sambil menuturkan sebuah tempat usaha yang mengalami kebakaran ternyata tidak memiliki peralatan memadai untuk menanggulangi kebakaran dengan cepat.

    Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Lobar, Saiful Ahkam saat dikonfirmasi tentang hal itu pun bereaksi positif.

    Ahkam menganalogikan rekomendasi itu seperti hasil kajian terhadap dampak lingkungan yang dibutuhkan oleh banyak pemohon.

    “Mereka butuh rekomendasi Amdal dari Dinas Lingkungan Hidup. Tapi soal rekomendasi Damkar, perlu duduk bersama karena harus diatur dalam regulasi, apa itu Perda atau Perbup,” ujarnya. (f3)

    error: Content is protected !!