fbpx
Beranda Ekonomi BPS: Pertumbuhan Ekonomi NTB Naik 0,11 Persen

BPS: Pertumbuhan Ekonomi NTB Naik 0,11 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTB, Ir Endang Tri Wahyuningsih (jilbab merah) saat menggelar Press rilis di kantor BPS Provinsi Nusa (istimewa)

HarianNusa.com, Mataram – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2017 mengalami peningkatan 0,11 persen dibanding tahun 2016.

Perekonomian Provinsi NTB berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2017 mencapai Rp. 31,19 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 23,26 triliun.

“Sehingga PDRB tahun 2017 menjadi Rp. 123,9 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp. 94,6 triliun atas dasar harga konstan,” kata Kepala BPS Provinsi NTB, Ir. Endang Tri Wahyuningsih di Kantornya, Senin (5/2).

Dikatakan Endang, ekonomi Provinsi NTB selama tahun 2017 dibanding tahun 2016 (c-to-c) tumbuh sebesar 0,11 persen.

“Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha jasa keuangan yaitu sebesar 9,98 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen konsumsi Lembaga Non Profit Rumahtangga ( LNPRT) yaitu sebesar 6,14 persen,” jelasnya.

Ekonomi Provinsi NTB pada triwulan IV-2017 dibanding periode yang sama tahun 2016 (y-on-y) tumbuh sebesar 0,58 persen, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib yang tumbuh 12,65 persen.

“Sedangkan dari sisi Pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) tumbuh 21,47 persen,” tambahnya.

Ekonomi Provinsi NTB pada triwulan IV-2017 dibanding triwulan III-2017 (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar -11,28 persen, dimana Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian mengalami kontraksi hingga -26,59 persen. Sementara dari sisi Pengeluaran pada komponen Ekspor Luar Negeri yang mengalami kontraksi sebesar -37,00 persen.

“Pertumbuhan ekonomi NTB triwulan IV-2017 tanpa pertambangan bijih logam yakni secara c to c tumbuh 7,10 persen, secara y on y tumbuh 8,30 persen, dan secara q to q tumbuh -6,06 persen,” pungkasnya. (f3)

Komentar