More
    Beranda blog Halaman 108

    Bunda PAUD KLU Road Show di Kecamatan Kayangan

    0

    HarianNusa.com, KLU – Bunda PAUD Kabupaten Lombok Utara, Hj. Galuh Nurdiah Djohan Sjamsu melakukan road show di Kecamatan Kayangan (24/5/2021). Hadir pula pada acara tersebut, perwakilan NTB Field Manager Save the Children Harun Anggo, Kabid Pendidikan PAUD PNP Dikpora KLU Drs Lalu Muhammad Zakir, Kades Kayangan Edy Kartono SE serta pengurus PAUD kecamatan dan desa. Kegiatan diawali dengan kunjungan ke PAUD Permata Hidayah Dusun Braringan, kemudian sesi dialog Pemdes beserta Para Guru PAUD di kantor desa setempat.

    Bunda PAUD KLU Hj Galuh menyampaikan, pemerintah daerah sudah melakukan kerja sama dengan Save the Children sejak 2017, dimana PAUD Holistik Integratif (HI) ini luar biasa pengembangannya di KLU. PAUD membutuhkan peran serta semua pihak baik guru dalam mendidik putra-putrinya ataupun sebagai pengurus. Terlebih saat pandemi Covid-19, peran guru bisa luar biasa, dimana kegiatan siswa nyaris tak bisa 100 persen dilaksanakan di kelas dengan tatap muka. Lantaran menerapkan prokes bahkan dengan sistem daring.

    "Guru itu pahlawan tanpa tanda jasa, kuatkan tekad dan semangat mendidik anak bangsa, dengan mendidik dari usia dini," tuturnya menyemangati.

    Lebih lanjut Bunda PAUD yang juga anggota DPRD KLU ini menambahkan, peran dukungan kecamatan dan desa dari pengembangan siswa usia dini menjadi prioritas bersama.

    "Untuk diketahui PAUD HI kerja sama Save the Children mendapat lima layanan langsung seperti kesehatan, pendidikan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan. Inilah yang membuat perbedaan dengan PAUD-PAUD lain," imbuhnya.

    Sementara itu, Kepala Desa Kayangan Edy Kartono menyampaikan rasa syukur bisa dikunjungi Bunda PAUD Kabupaten dan rombongan serta bisa berdiskusi terkait PAUD yang ada di Desa Kayangan.

    "Selama ini, kegiatan PAUD di Desa Kayangan sinkron dengan Posyandu. Untuk kegiatan atau kebutuhan PAUD dan Posyandu kami di desa selalu menganggarkan tiap tahunnya. Ke depan kita berharap, PKK semua desa yang ada di KLU bisa duduk bersama, saling tukar pikiran terkait pengembangan PKK dan PAUD di desa masing-masing," pungkasnya.

    Kegiatan road show diakhiri dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Besok (25/5/2021), rencananya dilanjutkan pelaksanaannya di Kecamatan Bayan. (*)

    Mantap! SMAN 1 Gerung Juara 1 Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi Mewakili Lombok Barat

    HarianNusa.com, Lombok Barat – SMA Negeri 1 Gerung mewakili Lombok Barat (Lobar) pada Lomba Perpustakaan tingkat Provinsi NTB setelah sekolah ini berhasil memperoleh juara satu Lomba Perpustakaan tingkat Kabupaten Lobar.

    Lomba perpustakaan tingkat NTB ini digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi NTB setelah berkoordinasi dengan kabupaten/kota di NTB. Lomba ini juga diharapkan sebagai stimulus dan dapat mendorong dan menaikkan Indeks Minat Baca di Desa, sekolah SMA dan SMK.

    "Selama ini Provinsi NTB masih di urutan 25 dari 34 Provinsi di Indonesia," kata Dr.Julimansyah, Ketua Tim Juri Lomba Perpustakaan.

    Hj. Erni Zuhara, Kepala SMAN telah menyiapkan berbagai hal menghadapi lomba misalnya akreditasi perpustakaan, dan sebenarnya belum siap.

    "Namun ternyata dari instrumen yang ada malah lebih kompleks pada lomba perpustakaan. Dan alhamdulillah kita mengikuti mewakili Lombok Barat dan sekarang masih dalam proses penilaian," katanya di SMAN 1 Gerung, (24/5).

    Dikatakan Hj.Erni yang adalah istri dari Asisten III Setda Lobar H.Ilham ini, jumlah anggota perpustakaan SMAN 1 Gerung sebanyak 1.065 orang. Jumlah buku 1080 judul dengan 27.110 exsemplar baik fiksi maupun non fiksi termasuk buku digital.

    Selanjutnya, ke depan pihaknya akan melakukan kerja sama dengan pihak Dinas Perpustakaan untuk memperoleh link buku-buku digital supaya perpustakaan sekolah dapat ngelink ke perpustakaan daerah termasuk ke Perpustakaan Provinsi NTB.

    "Kevdepan koleksi perpustakaan makin banyak hingga lebih menarik, dan lebih banyak gawe menggunakan aplikasi perpustakaan untuk dapat diakses dimanapun mereka," ujarnya.

    Sementara itu Bupati Lombok Barat H.Fauzan Khalid dalam sambutannya berharap melalui lomba perpustakaan diharapkan menjadi semangat dan motivasi untuk literalisasi yang semakin tinggi.

    "Mari kita budayakan membaca mengembalikan literasi mulai dari keluarga,"ajak Fauzan.

    Selain itu, ia juga menginginkan tidak hanya sekolah dan ruangan saja ada perpustakaan namun diharapkannya di setiap ruang terbuka ada perpustakaan minimal untuk memotivasi.

    Termasuk, sebutnya tindak lanjut dari Lomba perpustakaan yakni membudayakan literalisasi di Kabupaten Lombok Barat.

    Hadir pada acara Penilaian Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi tersebut Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Lobar Abdul Manan, Asisten III H.Ilham, Komite Sekolah H. Suhaily dan para guru SMAN 1 Gerung. (*)

    Depresi, Bule Jerman Diduga Meninggal Dunia Karena Gantung Diri

    HarianNusa.com, Lombok Tengah – Seorang bule berkebangsaan Jerman Elisa Henriette (31), Senin, (24/5) ditemukan sudah tidak bernyawa di Guest House Batu Bambu Desa Kuta Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Ia diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

    Berdasarkan laporan polisi nomor LP / 25 / V / 2021 / Polsek Kuta Model A, Kasus bunuh diri itu terjadi sekitar pukul 20.10 Wita.

    Kepala Kepolisian Resor Lombok Tengah Polda NTB, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK mengungkapkan, kasus bunuh diri itu pertamakali diketahui oleh rekan korban atas nama Johanna WNA Jerman dan Julia berkebangsaan Austria.

    Korban yang diketahui sebagai Boss Guest House Batu Bambu Kuta itu tewas gantung diri. Kedua rekan korban kemudian berusaha memberikan pertolongan dengan memutus tali yang menjerat leher korban serta memberitahukan kejadian itu kepada warga sekitar.

    "Setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh petugas Puskesmas Kuta, korban sudah dinyatakan meninggal dunia," kata Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK di Praya, dalam keterangan tertulis, Selasa, (25/05/2021).

    Dijelaskan Kapolres, aparat Kepolisian Polsek Kuta langsung menuju lokasi kejadian setelah mendapatkan laporan kasus bunuh diri itu, dan langsung mengamankan TKP, mengamankan barang bukti dan saksi-saksi serta berkoordinasi dengan Puskesmas Kuta untuk melakukan evakuasi korban menuju RS Bhayangkara Mataram.

    Berdasarkan keterangan para saksi, lanjut Kapolres, bahwa korban pernah menceritakan dirinya mengalami depresi dikarenakan masalah ekonomi dan masalah hubungan asmara dengan tunangannya.

    "Berdasarkan keterangan yang ada, korban ini adalah pemilik Guest House Batu Bambu dan sudah tinggal selama kurang lebih 7 tahun di Kuta, Lombok Tengah," imbuh Kapolres.

    Sementara itu, tunangan korban yang diketahui bernama Steven Andrew Moloney serta Manager Guest Houst milik korban, Muclas hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan lantaran masih trauma atas tragedi maut itu.

    Saat ini korban Elusa Hendriette telah dibawa ke RS Bhayangkara Mataram oleh petugas Puskesmas Kuta dengan pengawalan ketat aparat kepolisian Sektor Kuta. (*)

    Empat Sindikat Narkoba Jaringan Antar Provinsi Dibekuk Polisi di Pelabuhan Lembar

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Empat orang pria terduga sindikat narkoba jaringan antar provinsi berhasil ditangkap Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB.

    Awalnya dua terduga berinisial MYM (24) dan MZA (16), asal Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur, ditangkap di pelabuhan Lembar saat keluar dari kapal Ferry penyebrangan dari Padang Bai menuju Lembar, Jumat (21/5), sekitar pukul 03.00 Wita.

    "Keduanya sudah diamankan bersama barang bukti 5 bungkus besar yang berisikan Narkotika jenis Sabu dengan berat 520 gram, 1 (satu) lembar tiket pesawat Lion Air dari Pekanbaru tujuan Jakarta an MYM, 1 (satu) lembar tiket pesawat Batik Air dari Jakarta tujuan Denpasar Bali an MZA, 1 (satu) lembar Boarding Pass Padangbai – Lembar a.n MYM 1 (satu) lembar Bukti Pembayaran Tiket ASDP pelabuhan Padangbai, Uang tunai Sebesar Rp. 1.900.000,- (satu juta sembilan ratus ribu rupiah), 1 (satu) unit Handphone Nokia warna biru beserta kartu Sim Cardnya, 1 (satu) unit Handphone Oppo warna biru beserta kartu Sim Cardnya," ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda NTB, Kombes Pol. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, saat konferensi pers, Senin (24/5/21).

    Helmi mengungkapkan, dari hasil pengembangan terhadap kedua terduga (MYM dan MZA), petugas kembali mengamankan dua tersangka lainnya, yakni HA (33) dan HJ ( 41) tahun yang merupakan satu sindikat, yang juga berasal dari Lotim.

    Diungkapkan pula, bahwa modus yang dilakukan oleh para terduga membawa narkoba menggunakan jalur darat bukanlah modus baru.

    "Tetapi lewat jalur mana saja, ketika kemudian masyarakat memberikan informasi sekecil apapun maka kita akan telusuri, seperti hari ini kita berhasil menangkap dua terduga jaringan antar provinsi di Pelabuhan Lembar," kata Helmi.

    Penangkapan berawal dari informasi masyarakat bahwa ada dua pria yang akan membawa Narkoba menggunakan kapal melalui penyebrangan Padang Bai – Lembar.

    Mendapat informasi tersebut, Ka Tim 1 Ops Ditresnarkoba Polda NTB Iptu Hendry Christianto S.Sos menindaklanjutinya dan berangkat menuju Lembar pada Kamis pukul 23.00 WITA.

    Setelah menunggu hingga pukul 03.00 WITA, tim Opsnal berhasil mengamankan dua terduga saat keluar dari kapal Ferry tersebut.

    Untuk mengetahui BB narkotika yang diduga disembunyikan di dalam perut mereka, Kedua terduga dibawa ke RS untuk dilakukan pemeriksaan.

    "Kedua pelaku kami bawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan tindakan medis yaitu Rontgen untuk mengetahui ada atau tidaknya narkoba di dalam tubuh mereka (terduga, red)," ungkapnya.

    Setelah barang bukti didapat, keduanya langsung dibawa ke Dit Resnarkoba Polda NTB untuk disidik lebih lanjut.

    Para terduga pelaku dijerat dengan Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

    Selain itu juga dikenakan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga). (*3)

    Club Motor Gede RGOG akan Gelar Baksos dan Promosikan Pariwisata NTB

    HarianNusa.com, Mataram, – Pandemi Covid-19 yang telah masuk di tahun ke tiga ini telah menghancurkan sendi perekonomian negara. Bidang pariwisata sebagai penghasil devisa utama mengalami keterpurukan bukan saja di negara kiblat pariwisata namun di Indonesia hal ini membuat pelaku wisata hanya mampu merenungi nasib. Untungnya pelaku usaha kecil UMKM masih mampu hidup walaupun hanya untuk bertahan saja.

    Berangkat dari itulah Road Glide Owners Group (RGOG) yang merupakan wadah silaturrahmi antar para pemilik motor gede Harley tipe road glide berasal dari 36 club se-Indonesia, beberapa diantaranya HDCI, HOG, MBI, IMBI, MBC, NIGHT ANGEL dll, menggelar Bhakti Sosial (BAKSOS) di setiap melakukan agenda touring ke beberapa daerah di Indonesia.

    Selaku Pendiri dan Panglima RGOG INDONESIA Yovie Megananda Santosa atau akrab dipanggil bang YMS mengatakan wadah yang beranggotakan lebih dari 1003 di 33 kota besar di seluruh indonesia sejak berdiri pada tahun 2018 lalu telah mewakafkan diri untuk berbagi kepada masyarakat kurang mampu dengan tetap menggelar Bhakti Sosial (BAKSOS) di beberapa daerah.

    “Terakhir kita menggelar BAKSOS di Jogjakarta pada Maret lalu dengan menyumbang sekitar 400 juta untuk menggiatkan ekonomi masyarakat terutama sektor UMKM yang terpuruk akibat covid-19,” katanya di Mataram, Minggu (23/5/2021).

    Pria yang berprofesi sebagai Advocate ini menampik jika kegiatan touring yang dilakukan hanya untuk bersenang-senang dan pamer.

    “Sangat disayangkan bila ada orang yang hanya sepintas melihat kita dari luar saja, kami paham bagaimana cara menjunjung tradisi ketimuran, walaupun kami diberi kelebihan rezeki tapi ada hak juga bagi saudara kita yang kurang mampu maka semua anggota setiap melakukan touring itu pasti dengan agenda BAKSOS,” tuturnya.

    Tak terkecuali ujarnya, di Lombok NTB ini pihaknya pada Agustus mendatang akan menggelar “Parade Merah Putih Lombok”.

    Selama dua hari di sini sejak Sabtu kemarin (22/5/2021) ia bersama 15 anggota dengan moge telah melakukan test ride ke daerah wisata Sekotong dan Kuta Mandalika yang bertujuan untuk survey jalan dan lokasi sehingga anggota RGOG yang akan hadir pada pelaksanaan Parade nantinya mengetahui kondisi jalan dan jalur yang akan dilalui.

    “Test ride ini untuk mengetahui kondisi jalan agar anggota nantinya bisa aman berkendara, sekaligus untuk bahan promosi kita nanti, karena saat NTB kita pilih sebagai lokasi parade semua anggota antusias ingin ikut, tapi kan kita batasi karena pandemi mengharuskan kita untuk memperketat prokes,” terang pengasuh 43 anak asuh di bandung ini.

    Bang YMS menegaskan agenda di Lombok ini semata-mata untuk lebih mengangkat dunia pariwisata yang terpuruk karena pandemi. Hal ini juga kata dia sesuai dengan harapan Kemenparekraf yang mengajak para Riders untuk turut membantu sosialisasi penerapan CHSE saat touring.

    “Bang Sandi (Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif) berharap para club rider turut membantu sosialisasi CHSE dan mampir berkunjung ke tempat pariwisata maupun sentra ekonomi kreatif, membantu menggeliatkan UMKM di sektor ekonomi kreatif sehingga terbuka lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno di Jakarta beberapa waktu lalu yang dikutip Bang YMS.

    Acara test ride kemarin imbuhnya, sangat berkesan. Sepanjang jalan di hingga sampai Sekotong penuh dengan pemandangan indah dengan udara segar menjadi momen yang tak terlupakan dan telah dipublikasi sebagai bahan promosi nantinya. Bahkan hingga mencapai Kuta Mandalika, rombongan disambut dengan hamparan pasir putih yang tiada duanya.

    “Tujuan BAKSOS di Sekotong, Kuta dan rencana di Sembalun nantinya saya rasa akan sangat berkesan, apalagi kita akan melibatkan UMKM, ke Lombok kita belanja hasil UMKM sambil beramal untuk masyarakat di tiga lokasi itu,” cetusnya sambil berharap agar masyarakat juga antusias dengan agenda ini.

    Sementara itu Yohanes Setiono Head Deputy RGOG chapter NTB sangat antusias dengan akan digelarnya Parade Merah Putih Lombok.

    “Terpilihnya Lombok sebagai lokasi Parade merupakan perjuangan kami chapter NTB yang sangat ingin destinasi wisata terutama Kuta Mandalika sebagai ajang MotoGP nantinya bisa terus menggelar event nasional hingga perhelatan MotoGP dilaksanakan. Kami yakin dengan acar parade itu destinasi wisata di Lombok akan semakin terus menggema seantero jagat, apalagi UMKM lokal dengan produk tenun Lombok yang memang menjadi agenda kita untuk di perkenalkan,” papar Pengusaha ini.

    Ia sangat berharap masyarakat NTB untuk menerima niat baik ini sambil menegaskan kegiatan ini sejak touring survey jalan kemaren tetap dengan protokol kesehatan yang ketat dengan tes swab serta mengantongi surat ijin dan bukan untuk berwisata.

    “Agenda Parade Merah Putih Lombok ini adalah agenda untuk memperingati hari kemerdekaan RI yang dipusatkan di Lombok sambil menggelar Bhaksos, kegiatan survey yang kita lakukan sebagai syarat kelayakan terpilihnya Lombok sebagai lokasi acara, rugi rasanya bila Lombok tidak terpilih karena ada beberapa daerah lain yang sangat ingin dipilih seperti Bali,” tukasnya.

    Parade Merah Putih Lombok akan digelar dalam rangka memperingati Kemerdekaan RI nanti dirangkaikan dengan Bhakti Sosial dan berkunjung ke beberapa pelaku UMKM.(r)

    Aliansi Sumbawa Untuk Palestina Tunjukkan Solidaritas

    0

    HarianNusa.com, Sumbawa – Sejumlah organisasi masyarakat di Sumbawa membentuk aliansi untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. Aksi massa Sumbawa untuk Palestina turun ke jalan mengecam aksi brutal tentara Israel terhadap Rakyat Palestina Jumat siang, 21 Mei 2021.

    Kegiatan aksi Sumbawa Bela Palestina diawali dengan berjalan kaki atau long march dari Lapangan Pahlawan, jam gadang sampai ke kantor Bupati Sumbawa. Aparat kepolisian Polres Sumbawa tampak berjaga-jaga selama aksi berlangsung.

    Aliansi Sumbawa untuk Palestina ini terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumbawa, KAMMI Sumbawa, Karang Taruna Pupinka, Sumbawa Peduli Jilbab, FSLDK Zone, Relawan Nusantara, HMI UTS, Rohis Sumbawa, Lentera Maca, KNRP Sumbawa, Karang Taruna sebasa, dan Pemuda Muhammadiyah Sumbawa.

    “Walaupun aksi diterik matahari siang, ini menunjukkan bahwa pemuda-pemudi, mahasiswa-mahasiswi, dan masyarakat Sumbawa berdiri tegak bersama Palestina, guna mendukung dan mendorong agar kemerdekaan Palestina dapat sepenuhnya di rebut kembali”, ujar Juliadi, S.T.P yang bertindak sebagai Korlap Aksi.

    Sebelumnya, Koordinator Umum Aksi Aulia Nurrahman, S.T.P menyampaikan orasi pembuka.

    “Aksi ini bentuk keprihatinan yang mendalam dan bentuk solidaritas kami sebagai masyarakat Sumbawa terhadap saudara-saudari di Palestina”, tegasnya

    Menurut Aul, letak geografis sumbawa yang jauh dari Palestina tidak menghalagi mereka untuk menunjukkan kepedulian.

    “Walaupun jarak Sumbawa jauh dari dari Palestina, walaupun kita terpisahkan oleh jarak dan waktu, namun itu tidak menjadi alasan untuk tidak membela Palestina. Karena umat muslim itu dimanapun berada, mereka tetap satu kesatuan. Ibarat sebuah tubuh apabila salah satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya akan merasakan sakitnya”, ungkapnya.

    “Selain itu, aksi Bela Palestina ini tidak hanya di dasari oleh dasar agama namun atas dasar kemanusiaan dan kebangsaan”, imbuhnya.

    Massa aksi Sumbawa Bela Palestina kemudian menyampaikan tuntutannya di depan Kantor Bupati Sumbawa.

    Mengecam dan mengutuk dengan keras perilaku Zionis Israel yang melakukan
    penjajahan, penindasan, kebiadaban dan kekejaman terhadap Palestina.

    Mengecam Amerika dan para pendukung perilaku biadab Zionis Israel terhadap
    bangsa Palestina. Sebab tindakan mereka dalam mendukung Penjajahan Israel
    terhadap Palestina telah bertentangan dengan semangat Perdamaian Dunia dan
    pengakuan Hak-hak Negara-Bangsa untuk hidup dengan Sejahtera, Aman,
    Merdeka dan Berdaulat.

    Mendukung sepenuhnya kemerdekaan Palestina.

    Mendorong Pemerintah untuk mendukung kemerdekaan Palestina dengan lebih
    agresif dan progresif.

    Mendorong Pemerintah untuk menjamin keselamatan seluruh WNI yang
    berada di Palestina yang berjuang sebagai garda terdepan aktivis kemanusiaan.

    Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyerukan, menyuarakan,
    serta mendukung kemerdekaan Palestina baik dengan kampanye di media
    sosial, berinfaq, shodaqoh dan hal apapun yang bisa dan sanggup dilakukan.

    Mendorong pemerintah Sumbawa untuk mengeluarkan surat edaran dan kebijakan terhadap instansi- instansi dan desa-desa yang ada di Sumbawa untuk mengeluarkan infak berupa uang dll, untuk sebagai bentuk dukungan support kemerdekaan Palestina.

    Mendorong pemerintah untuk mengeluarkan surat edaran terkait pengibaran bendera Palestina di setiap desa-desa dan instansi-instansi yang ada di Sumbawa.

    Mendorong Pemerintah Sumbawa untuk mengeluarkan surat edaran terkait Instruksi sholat goib kepada masyarakat Sumbawa.

    Mendorong pemerintah untuk mengeluarkan pernyataan sikap untuk memboikot produk-produk Yahudi yang ada di Indonesia, terkhusus Sumbawa.

    Bupati Sumbawa Keluarkan Surat Edaran Bantu Palestina.

    Massa aksi diterima langsung oleh Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah didampingi oleh Sekda Drs. H. Hasan Basri, MM.

    Bupati Kabupaten Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah mengaku telah mengeluarkan surat edaran untuk mendukung rakyat Palestina.

    “Kami sudah menunjukan empati dan solidaritas kemanusiaan terhadap kondisi Rakyat Palestina yg menjadi korban serangan militer Israel, dan sudah mengeluarkan Surat Edaran himbauan nomor: 338/235/PEM/2021 untuk melaksanakan istighosah untuk perlindungan dan pertolongan saudara-saudara rakyat palestina”, tuturnya.

    Menurut Haji Mo (Mahmud Abdullah), pemerintah Sumbawa sangat mendukung apa yg dilakukan masyarakat Sumbawa yang anti terhadap tindakan kekerasan Israel dan mendukung rakyat Palestina. Pihaknya akan menyampaikan tuntutan aksi kepada pemerintah Provinsi dan Pusat.

    Aksi diakhiri dengan seni tetrikal menampilkan aksi Israel terhadap masyarakat Palestina yang mendapat kekerasan dan tindakan brutal tentara Israel.

    Kemenkumham NTB Jadikan Momen Harkitnas sebagai Semangat Raih Predikat WBBM

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Mengusung tema “Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh!”, Kamis (20/5/2021), Kanwil Kemenkumham NTB mengikuti peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-113, yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia.

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) NTB Haris Sukamto, A.Ks., S.H.,.M.H., usai mengikuti upacara secara virtual (daring) melalui live streaming mengungkapkan, momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun ini merupakan ajang kebangkitan di semua lini.

    “Ini adalah momen kita untuk bangkit dari segala segi, bangkit dari keterpurukan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, bangkit sebagai bangsa yang tangguh, yang sudah dikenal di kancah internasional,” ungkapnya.

    Sedangkan untuk lingkup internal Kanwil Kemenkumham NTB, Pimpinan Tinggi (Pimti) dengan sapaan akrab Haris itu menegaskan, peringatan Harkitnas tahun ini berbarengan dengan komitmen peningkatan predikat zona integritas, yakni dari predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

    “Khusus untuk lingkup Kanwil Kemenkumham NTB dan jajaran satuan kerja, peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini adalah momen kebangkitan dari WBK menuju WBBM. Pun untuk jajaran satker agar menjadikan semangat Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, sebagai motivasi untuk meraih predikat WBK,” tandas Haris.

    Sementara saat pelaksanaan upacara peringatan Harkitnas ke-113, Menteri Kominfo RI Johnny G Plate mengatakan, peringatan Harkitnas bukan hanya sekedar ritual untuk mengenang kejayaan era Boedi Oetomo, melainkan sebagai pengingat untuk semangat dan bangkit sebagai bangsa yang tangguh yang selalu optimis dalam menghadapi masa depan bangsa.

    “Tangguh dalam menghadapi tantangan terutama selama masa pandemi Covid-19 ini. Dimana banyak sekali misinformasi, disinformasi, dan hoaks, maka dari itu manfaatkan ruang digital secara bijak,” pesan Johnny.

    Selain itu, Johnny juga mengingatkan untuk tetap tangguh dalam pemulihan ekonomi nasional, dengan memanfaatkan teknologi digital di tengah pandemi saat ini.

    “Mimpi kita untuk tancap gas, memacu ekonomi dan kemajuan peradaban sebagai simbol kebangkitan bangsa, menuju Indonesia digital. Semakin digital, semakin maju,” tegasnya.

    Untuk diketahui, seperti telah menjadi tradisi internal Kanwil Kemenkumham NTB, setiap selesai melaksanakan suatu kegiatan atau upacara bersifat seremoni, Kakanwil Kemenkumham NTB akan mengajak jajarannya bercengkrama penuh keakraban, di serambi belakang gedung induk untuk diskusi ringan.
    Lebih-lebih saat ini masih dalam suasana Idul Fitri 1 Syawwal 1442 Hijriyah/2021 Miladiyah dan tradisi Lebaran Ketupat, menu ketupat ala Sasak pun disuguhkan sebagai pelengkap bercengkrama. (*)

    Gubernur Apresiasi Kantor Wilayah Kemenkumham NTB

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Hari pertama kerja pasca libur Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah, Senin (17/5/2021), Kepala Kanwil Kemenkumham NTB bersama para kepala divisi bersilaturrahmi dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain untuk memperkuat tali ukhuwah, silaturrahmi itu juga dalam rangka halal bihalal.

    Ditemui langsung di ruang kerja Gubernur, Kakanwil Kemenkumham NTB Haris Sukamto, A.Ks., S.H.,.M.H. memberikan ucapan selamat kepada Gubernur H. Zulkieflimansyah, selaku orang nomor satu di Provinsi NTB.

    “Selamat Idul Fitri Pak Gub, mohon maaf lahir dan bathin,” ucapnya kemudian dijawab dengan ucapan serupa oleh Gubernur NTB.

    Dalam kesempatan halal bihalal tersebut, Kakanwil Kemenkumham juga menginformasikan perkembangan pembangunan gedung kantor, yang belum sepenuhnya rampung dan akan dilanjutkan kembali.

    “Insya Allah, pembangunan gedung tidak lama lagi akan dilanjutkan kembali,” ujarnya.

    Sementara Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah mengapresiasi terhadap pembangunan gedung Kanwil Kemenkumham NTB, yang menurutnya sangat referesentatif dan megah.

    “Beberapa waktu yang lalu saya sempat lewat. Luar biasa, Kantor Kemenkumham NTB hebat,” puji Gubernur.

    Selain itu, Gubernur NTB juga mengungkapkan harapan bertambahnya putra dan putri NTB, sebagai calon taruna yang menjalani pendidikan di Politeknik Pemasyarakatan dan Politeknik Keimigrasian.

    Sementara mengingat tidak lama lagi akan ada even besar MotoGP di Sirkuit Mandalika, Kuta, Lombok, sapaan Bang Zul itu mengingatkan terkait pelayanan keimigrasian yang merupakan salah satu satuan kerja (satker) Kemenkumham.
    “Hospitality harus lebih ditingkatkan,” pesannya.

    Menutup momen halal bihalal itu, Kakanwil Kemenkumham NTB tak lupa pula meminta dukungan dan doa restu Gubernur NTB, kaitannya dengan hajat peningkatan zona integritas Kanwil Kemenkumham NTB, dari predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). (*)

    Bahas 4 Raperda, Wabup Lombok Utara Hadiri Sidang Paripurna DPRD KLU

    0

    HarianNusa.com, KLU – Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto R, ST. MEng., menghadiri sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam rangka penjelasan kepala daerah terhadap empat (4) buah Raperda, yakni Raperda Pencabutan Perda nomor 1 Tahun 2013, Raperda RTRW KLU tahun 2021-2041, Raperda Penyelenggaraan Pariwisata, dan Raperda Desa Wisata, di ruang sidang DPRD setempat (19/5/2021).

    Hadir Ketua DPRD Nasrudin SHi, Wakil Ketua I H Burhan M Nur SH, Wakil Ketua II Mariadi SAg, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Setda KLU H Rusdi ST, para kepala OPD serta undangan lainnya. Sidang Paripurna DPRD KLU dipimpin oleh Wakil Ketua II dihadiri 23 anggota DPRD KLU.

    Pimpinan sidang paripurna Mariadi SAg menyatakan, paripurna hari ini mengagendakan penjelasan kepala daerah terhadap empat buah Raperda antara lain Pencabutan Perda nomor 1 tahun 2013, Raperda RTRW KLU 2021/2041, Raperda Penyelenggaraan Pariwisata, serta Raperda Desa Wisata.

    Wabup KLU dalam sambutannya menyampaikan, atas nama pribadi dan Pemda KLU mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

    "Minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin," ucapnya.

    Selanjutnya, Wabup menyampaikan penjelasan pokok-pokok pikiran terhadap empat buah Raperda tersebut.

    Terhadap Raperda tentang pencabutan Raperda nomor 1 tahun 2013 wabup mengatakan, sebagai acuan dalam memberikan bantuan keuangan partai politik, Pemda mengacu pada Perda nomor 1 tahun 2013. Perda tersebut disusun dengan berpedoman pada PP nomor 85 Tahun 2009 sebagaimana telah dirubah dengan PP Nomor 8 tahun 2012. Dengan adanya perubahan regulasi di tingkat pusat, berdampak pada perubahan peraturan di tingkat daerah.

    Wabup Danny juga mengatakan, Raperda tentang rencana Tata Ruang KLU, Raperda tentang Penyelenggaraan Pariwisata dan Raperda tentang Desa Wisata. Peran pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan desa untuk sektor dan bidang pembangunan lainnya serta peningkatan kesejahteraan masyarakat mesti terus dilakukan.

    "Pembangunan bidang kepariwisataan, salah satunya melalui pembangunan desa wisata yang akan membawa dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat desa. Selain dapat membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan keterampilan masyarakat yang dimiliki oleh komunitas di desa," tuturnya.

    Usai menghadiri paripurna, kepada awak media Wabup Danny mengatakan, untuk program Global Hub sebagai kawasan nasional dari pusat masuk di dalam RTRW menjadi kawasan andalan nasional. Adanya bencana gempa bumi dan Pandemi Covid 19, tentu
    menyesuaikan tata ruang dengan potensi bencana di KLU. Lombok Utara berpotensi bencana seperti tanah longsor, tsunami, gunung berapi. Inilah yang mesti dilakukan penyesuaian kembali dengan pembelajaran pada bencana tahun 2018 melalui revisi RTRW dengan penyesuaian.

    Masih menurut Wabup Danny, untuk menjadi kawasan andalan nasional, tentu pihaknya berkoordinasi dan konsultasi dengan pemerintah pusat dan provinsi.

    "Pemda sudah siapkan (kawasan areal) tanah dan regulasi," pungkasnya.(*)

    Ruang Isolasi Pasien Covid19 di Lombok Barat Hampir Penuh

    0

    [Covid19, Covid-19]

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Pandemi Covid19 yang berlangsung sejak tahun 2020 lalu belum menunjukan tanda tanda mereda. Hal ini terbukti dari ketersediaan tempat tidur di ruang isolasi Covid19 di Lombok Barat yang mulai menipis atau terbatas. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Lombok Barat Ahad Legiarto Sabtu, 15 Mei 2021 di Gerung Lombok Barat.

    Menurut Ahad, dari data yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan dan dapat diakses secara online oleh masyarakat, jumlah tempat tidur untuk isolasi covid19 yang tersedia di dua Rumah Sakit milik Pemkab Lombok Barat hanya 35 persen. Sementara sisanya sudah digunakan oleh pasien covid19 yang sedang menjalani isolasi dan perawatan sebanyak 65 persen.

    Ahad mengatakan, bahwa untuk wilayah Lombok Barat, Pemkab telah menyiapkan ruang isolasi di dua rumah sakit masing-masing Rumah Sakit Awet Muda Narmada dan Rumah Sakit Patut Patuh Patju Gerung sebagai pusat perawatan pasien covid19.

    "Tempat tidur ruang isolasi Covid19 dengan tekanan negatif di dua rumah sakit tersebut disiapkan sebanyak 20 tempat tidur, sementara yang terpakai sebanyak 13 tempat tidur dan yang tersedia sebanyak 7 kamar," ujar Ahad.

    Lebih lanjut Mantan kepala bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Lombok Barat ini menambahkan, bahwa untuk tempat tidur ruang isolasi Covid19 tanpa tekanan negatif yang tersedia sebanyak 47 tempat tidur sementara yang terpakai sebanyak 29 tempat tidur dan yang belum terpakai sebanyak 18 tempat tidur. Hal ini tentu menjadi perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat agar masyarakat yang terpapar covid19 dapat dirawat dengan baik dan maksimal.

    "Ketersediaan tempat tidur untuk isolasi pasien covid19 ini cukup minim sehingga Pemerintah Daerah melakukan berbagai upaya untuk menekan dan mencegah terjadinya penularan covid19 ini," ujar Ahad.

    Dalam kesempatan ini juga Ahad mengatakan, bahwa pemerintah daerah tentu memiliki pertimbangan matang dalam mengambil keputusan untuk menutup tempat wisata selama musim libur lebaran. Hal ini telah dikoordinasikan juga dengan berbagai pihak seperti kepolisian dan TNI serta semua pihak terkait. Salah satu yang menjadi kekhawatiran dari Pemda dan Forkompinda adalah terjadinya penumpukan atau kerumunan di lokasi wisata saat musim libur lebaran. Selain itu yang juga menjadi antisipasi Pemkab dan aparat keamanan adalah potensi kerumunan yang dapat muncul saat lebaran Ketupat. Hal ini mengingat tradisi lebaran ketupat yang dilaksanakan sepekan setelah idul fitri biasanya dilakukan oleh masyarakat Lombok dengan berlibur ke tempat wisata seperti pantai Senggigi, Cemara dan pantai lainnya di wilayah Lombok Barat. Menurut Ahad Pemkab sangat khawatir dengan hal ini karena berpotensi menimbulkan kerumunan warga di lokasi wisata yang rawan menyebabkan penularan covid19. Hal ini tentu menjadi perhatian Pemkab dan semua pihak agar tidak muncul klaster baru.

    "Pemkab tentu khawatir dan mengantisipasi hal ini agar tidak menimbulkan klaster baru di Lombok Barat," ujarnya.

    Kepala Dinas Kominfo ini mengatakan bahwa hingga tanggal 15 Mei 2021 ini, jumlah pasien Covid19 di Lombok Barat sebanyak 1.504 pasien dengan rincian yang telah sembuh sebanyak 1.323 orang, masih dalam isolasi 84 orang dan meninggal dunia sebanyak 93 orang. Dari data tersebut, lanjutnya, Pemkab Lombok Barat tentu mengambil langkah antisipasi untuk mencegah penularan virus corona tersebut. Menurutnya salah satu langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk mencegah penularan Covid19 di Lombok Barat adalah dengan menutup tempat wisata di Lombok Barat selama libur lebaran.

    "Dengan kondisi tempat tidur di ruang isolasi Covid19 yang cukup minim ini Pemerintah Daerah mengambil kebijakan menutup tempat wisata selama libur lebaran sehingga potensi penularan dapat ditekan atau dihentikan," ujarnya.

    Ahad menambahkan Pemkab Lombok Barat berharap agar masyarakat dapat memahami hal ini secara bijak dan sabar. Sebab dalam kondisi ini tentu akan sangat memberatkan masyarakat namun untuk mencegah penularan Covid19 hal ini harus dilakukan. Sebab jumlah pasien Covid19 yang meninggal dunia cukup tinggi mencapai 97 orang dari 1.504 pasien yang terpapar corona. Selain itu, langkah ini juga diambil karena jumlah tempat tidur di ruang isolasi hampir penuh dengan pasien Covid19. (*)

    Ket. Foto:
    Kepala Dinas Kominfo Lombok Barat Ahad Legiarto. (Istimewa)

    error: Content is protected !!