More
    Beranda blog Halaman 122

    Duduk Santai Tunggu Pembeli, Tersangka Narkoba Diciduk Polisi

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Satresnarkoba Polres Lobar mengamankan AS (38), seorang tersangka narkoba, (10/7/2010). Penangkapan AS berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar Lobar sering terjadi transaksi narkoba.

    Sebelumnya Kasatresnarkoba Polres Lobar Iptu Faisal Afrihadi, SH. Memerintahkan tim Opsnal melakukan peyelidikan akan kebenaran informasi tersebut dan benar di Desa Meninting tepatnya di sebuah rumah di Jalan Nusa Alam terlihat seorang laki-laki dengan gelagat yang mencurigakan.

    Dari hasil penyelidikan tersebut selanjutnya sekitar pukul 20.00 Wita, Iptu Faisal memimpin langsung penangkapan terhadap tersangka inisal AS alias BK yang saat itu sedang duduk di teras rumah sambil menunggu pembeli.

    Saat dilakukan penggeladahan dengan disaksikan oleh masyarakat petugas berhasil mengamankan barang bukti yang ada di dekat tersangka berupa 2 klip plastik diduga narkotika jenis sabu dengan berat 0,96 gram, 4 (empat) Pipet plastik, 1 ( satu ) buah tutup botol warna, 1(satu) buah korek, 1(satu) sumbu, Uang Rp.84.000 (delapan puluh empat ribu rupiah), 1 (satu) buah KTP milik terduga.

    "Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya selanjutnya tersangka berikut barang buktinya diamankan ke kantor Satresnarkoba Polres Lobar," terang Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.Si., Minggu, (12/7). (f3)

    Cegah Covid-19, Polres Lobar Lakukan Razia dan Sosialisasi Pemberlakuan Jam Malam di Lombok Barat

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Perkembangan Situasi terkait pandemi Covid – 19 di Lombok Barat semakin menghawatirkan. Sehingga ini menjadi atensi penuh Polres Lombok Barat dalam melakukan upaya – upaya pencegahan penularan.

    Kapolres Lombok Barat, AKBP Bagus S. Wibowo, SIK., pimpin langsung pelaksanaan Sosialisasi tentang pemberlakuan jam malam dan penindakan terkait protokol kesehatan.
    Kegiatan yang dilaksanakan bersama personil TNI ini dilakukan serentak di beberapa titik di Wilayah Hukum Polres Lobar, Sabtu (11/7)

    "Ini merupakan tindak lanjut arahan dalam hasil rapat tingkat Provinsi kemarin, bahwa Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat diarahkan untuk melaksanakan pencegahan secara massive," ungkapnya.

    Kegiatan pencegahan secara massive ini menjadi suatu upaya menekan kembali angka penularan Covid di wilayah Kabupaten Lombok Barat yang saat ini memiliki sejumlah kenaikan kasus.

    "Diharapkan melalui Sosialisasi dan Penindakan ini, memberikan dampak yang konkrit bersama-sama menghadapi Covid – 19," ujarnya.

    Menurutnya ini juga sekaligus untuk memberi pemahaman kepada masyarakat untuk bersama – sama melakukan pencegahan penularan Covid-19.

    "Disosialisasikan kepada masyarakat bahwa dalam waktu dekat ini akan diberlakukan jam malam di wilayah Mataram dan Lombok Barat, dengan mengurangi aktivitas masyarakat yang berada di luar rumah dimulai jam 10 malam," terangnya.

    Dalam Pelaksanaan razia dan pemberian sosialisasi tersebut, dilakukan dengan berjalan kaki saat memberikan imbauan kepada masyarakat yang ditemui.

    Kapolres Lobar turut terjun langsung dalam memberikan imbauan pemahaman penerapan protokol kesehatan covid – 19 dan menempelkan stiker di kendaraan para pengguna jalan.

    "Sebagai pengingat bersama, dalam menerapkan protokol kesehatan," tandasnya. (*)

    Kabur Usai Cabuli Anak Dibawah Umur, LS Akhirnya Dibui

    HarianNusa.com, Lombok Tengah -Seorang pria inisial LS (38) warga Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah harus mendekam di dalam penjara. Ia ditangkap anggota Satreskrim Polres Lombok Tengah, karena diduga nekat mencabuli sorang pelajar Bunga (nama samaran) (11) yang merupakan anak tetangganya.

    "Tersangka ditangkap di wilayah Kabupaten Sumbawa," ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lombok Tengah, Ipda Putu Titin Rahayu kepada wartawan, Jumat (10/7/2020).

    LS ini merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Setelah melakukan perbuatannya LS bersembunyi di wilayah Kabupaten Sumbawa dan sempat buron selama 2 Bulan.

    "Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 76 KUHP tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 18 Tahun penjara," katanya.

    Kejadian pencabulan yang dilakukan oleh tersangka yang doyan nikah ini terjadi pada tanggal 4 April 2020. Dimana pada saat itu korban sedang bermain di rumah temannya, kemudian pelaku yang melihat korban bermain di rumah itu, masuk melalui pintu belakang dan langsung masuk dalam kamar saat korban sedang nyapu di kamar tersebut.

    "Setelah itu, LS mengunci kamar dan membekap korban sambil mengancam korban, sehingga korban tidak bisa melawan," jelasnya.

    Selanjutnya, LS mendorong korban ke atas ranjang dan memaksa korban berhubungan intim selama 5 menit, sehingga korban harus pasrah keperawanan direnggut oleh pelaku. Setelah selesai menyetubuhi korban pelaku langsung pergi meninggalkan korban.

    "LS mengancam korban, sehingga korban tidak berani melawan," ujarnya

    "Pelaku mengaku pacaran dengan korban, namun korban bilang tidak pernah," jelasnya.

    Dikatakan, korban menceritakan kejadian itu kepada temannya dan keluarga, sehingga keluarga korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Lombok Tengah. Selanjutnya anggota melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap LS tanpa perlawanan ditempat persembunyiannya. (*)

    Ket. Foto:
    Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lombok Tengah, Ipda Putu Titin Rahayu saat menggelar konfrensi pers ungkap kasus pencabulan anak dibawah umur. (istimewa)

    TITAN Jadi Solusi Percepatan Pembangunan Desa Wisata di Era Digitalisasi

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Pemerintah saat ini terus berupaya mendorong perkembangan desa wisata. Di level pusat, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) juga melakukan langkah strategis mengembangkan desa wisata melalui pemanfaatan tekhnologi. Bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Kemendes PDTT tahun ini melaksanakan program Digitalisasi Pariwisata Desa.

    Maret lalu, program Digitalisasi yang dinamakan program Telkom Digital Travel & Tourism Solution atau yang dikenal dengan TITAN melalui implementasi e-ticketing (TITAN Ticketing) dan e-reservation homestay (TITAN Stay) ini sudah diluncurkan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Program Digitalisasi ini rencananya juga akan diluncurkan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Launchingnya sendiri direncanakan pada 18 Juli 2020 mendatang.

    Program digitalisasi, khususnya e-ticketing ini dirasa dapat menjadi solusi mudah bagi para wisatawan karena transaksi bisa dilakukan dari jarak jauh.

    “Dengan program ini mereka bisa mengatur produk-produk pariwisatanya sendiri, dan bisa memasarkan produk pariwisatanya secara global dengan efektif langsung dari tangannya,” terang Indra Wardhani, General Manager Area TITAN saat memaparkan program Digitalisasi Pariwisata Desa di Aula Kantor Dinas Pariwisata Lombok Barat, Kamis (9/7/2020).

    Dikatakannya, pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi sejak Juni lalu. Bulan ini pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada pengelola desa wisata yang ada di Lombok Barat. Di NTB sendiri ada 35 desa wisata super prioritas yang akan mengikuti program ini. Enam diantaranya ada di wilayah Lombok Barat.

    “Lokasi di Lombok Barat ini sangat bagus. Untuk menunjang program ini tinggal disiapkan SDM nya. Operatornya harus bagus,” katanya.

    Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat H. Saiful Ahkam mengaku sangat tertarik dengan program Digitalisasi ini. Pihaknya saat ini memang sedang serius menggarap kembali desa wisata yang ada di Gumi Patut Patuh Patju ini.

    “Pucuk di cinta ulam tiba. Kita ingin fokus memetakan potensi dan membangun desa wisata, Alhamdulillah Telkomsel bisa hadir mensupport. Kehadiran TITAN menjadi stimulus percepatan pembangunan desa wisata. Apalagi di era revolusi 4.0 ini, maka pemanfaatan tools digital menjadi sangat penting untuk promosi,” ungkap Ahkam.

    “Kita punya 57 desa wisata yang harus kita kembangkan. Dengan hanya sedikit yang diikutsertakan dalam TITAN, kita berharap justru membias ke sebagian besar desa wisata,” harapnya. (*)

    Kepada ASN, Gubernur NTB Berpesan Jadikan Kantor Tempat yang Menyenangkan

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Berbeda dengan Jumat lainnya, pagi ini, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyapa jajaran ASN lingkup Sekretariat Daerah Provinsi NTB dengan begitu hangat di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Jumat, (10/7/2020).

    Setelah senam pagi, pegawai Setda NTB berkumpul dengan menerapkan pembatasan fisik, mendengar arahan dari Gubernur NTB. Gubernur yang kerap disapa Bang Zul tersebut mengatakan silaturahmi seperti ini memang perlu dilakukan untuk membangkitkan semangat ASN agar lebih semangat lagi dalam bekerja.

    "Kita jadikan kantor kita jadi tempat yang nyaman dan menyenangkan sehingga ada kerinduan untuk kita," jelas Bang Zul.

    Setelah itu, Bang Zul yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Asisten I dan II, Kepala BPKAD Provinsi NTB, Inspektur Provinsi NTB dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi NTB bergegas ke Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi NTB.

    Disana, Gubernur disambut sorak-sorai Satpol-PP dengan beberapa yel-yel yang membangkitkan semangat. Tak hanya itu, Satpol-PP yang hampir kebanyakan mantan atlet tersebut menunjukan beberapa atraksi dan kemampuan mereka seperti karate, tinju, dan lainnya.

    Bang Zul mengaku sangat senang melihat semangat dari Satpol-PP, Ia berharap Satpol-PP kedepannya tidak hanya bekerja dengan fisik saja tetapi juga berkarakter.

    "Kita harus membuat perubahan besar pada pekerja pemerintahan kita," tuturnya.

    Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi NTB H. Drs. Lalu Gita Ariadi mengajak ASN lingkup Setda Provinsi NTB untuk menyukseskan program Gembul (Gerakan Makan Buah Lokal). Menurutnya, upaya ini adalah salah satu bentuk untuk terus meningkatan produktivitas kinerja.

    "Mudah-mudahan kedepan, Kantor Gubernur ke depan tampak asri dan di belakang tampak indah. Sehingga menyenangkan dan meningkatkan produktivitas kinerja dari staf yang ada di Setda Provinsi NTB," harapnya.

    Kepala Satuan Pol-PP Tri Budiprayitno meyakini, jika bekerja dengan sumber daya yang memadai dan berhasil itu adalah sebuah hal yang biasa saja. Namun jika kami bekerja dengan sumber daya yang terbatas dan mendapatkan hasil yang optimal itu adalah hal yang luar bias.

    "Teman-teman Satpol-PP tetap semangat dan selalu bersyukur dan senantiasa bersabar. Selain itu juga selalu menjaga antusiasme dalam bekerja dengan sebaik-baiknya," jelasnya. (*)

    Gembong Narkoba Partai Besar Antar Provinsi di Kota Mataram Digelandang Masuk Bui

    0

    HarianNusa.com, Mataram – Tim Gabungan dari Opsnal Direktorat Resnarkoba Polda NTB dipimpin AKP Made Yogi Purusa Utama, S.I.K., Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Mataram dipimpin Kasatresnarkoba AKP Elyas Ericson, S.H., S.I.K., dan Tim Berantas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Rabu (1/7) sekitar 10.30 Wita, berhasil meringkus gembong atau pengedar narkoba partai besar Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H. mengapresiasi kinerja tim gabungan, yang telah berhasil menyelamatkan generasi bangsa dari pengaruh narkoba, dengan mengamankan narkoba jenis sabu dalam jumlah yang cukup besar.

    "Tidak ada kompromi terhadap pelaku narkoba, lebih-lebih ini adalah jaringan peredaran narkoba antar provinsi," tegas Kapolda NTB.

    "Atas nama institusi Polri saya ucapkan terima kasih atas kekompakan tim gabungan, dengan prestasinya di Hari Bhayangkara ke-74 ini," imbuhnya.

    Sementara itu, Direktur Resnarkoba Kombes Pol. Helmi Kwarta Kusuma R., S.I.K., M.H. mengungkapkan, penangkapan terhadap pengedar narkoba yang biasa bertransaksi dalam jumlah besar inisial SR alias Tio (25), dilakukan setelah polisi berhasil mengamankan tiga kawanan pelaku, salah satunya merupakan pacar pelaku inisial SY alias Cece.

    “Ini adalah hasil pengembangan dari informasi masyarakat, bahwa di sekitar Jalan Amir Hamzah Lingkungan Karang Sukun Kelurahan Mataram Timur Kecamatan Mataram Kota Mataram, sering dijadikan sebagai lokasi transaksi narkoba, dan benar, dari pengungkapan tersebut selain bisa menangkap pelaku, Polisi juga berhasil mengamankan tiga kilogram narkoba jenis sabu,” katanya.

    Dikatakannya, upaya yang dilakukan Polisi dalam mengungkap peredaran barang haram tersebut, mulai dilakukan pada hari Senin (29/6) lalh dengan melakukan pemantaun, di lokasi yang biasa dijadikan tempat mangkal pelaku. Dimana menurut informasi yang diterima bahwa pelaku saat itu akan melakukan transaksi dalam jumlah besar.

    “Sekitar pukul 20.30 Wita anggota yang melakukan pemantauan mendapat informasi bahwa ada seorang laki-laki, melintas di Jalan Genggong Komplek Perumahan Karang Sukun dengan kecepatan tinggi, dan pada saat akan melintasi portal jalan laki-laki tersebut tiba-tiba membuang sesuatu ke arah gudang besi,” ujarnya.

    Setelah dilakukan pemeriksaan ke lokasi yang dimaksud, di dalam gudang besi tersebut ditemukan satu buah tas plastik warna merah, yang di dalamnya terdapat enam bungkusan besar yang digulung menggunakan lakban hitam. Selain itu, ditemukan pula satu buah HP merek Nokia warna biru masih dalam kotaknya (baru), satu buah tas HP warna biru bertuliskan “SUPER MURAH”, dan sepasang sandal slop warna hitam merk NIKE.

    “Saat dilakukan pengecekan menggunakan teskit terhadap salah satu gulungan, dengan mengambil sebagian kecil isinya yang ternyata berupa kristal bening, ternyata hasilnya positif Metamphetamin atau sabu,” tutur Dirresnarkoba Polda NTB.

    Lebih lanjut disampaikan, berdasarkan hasil pengecekan dengan meneliti rekaman video CCTV di toko sesuai tas HP yang ditemukan, Polisi selanjutnya melakukan pengembangan dan menangkap teman dekat pelaku inisial DPR bersama barang bukti, di Abi Gues House Jalan Adi Sucipto Gang Cempaka Kelurahan Rembiga Kota Mataram.

    “Dari informasi DPR Polisi kemudian mendatangi kos-kosan yang beralamat di Punia, dan saat itu berhasil mengamankan SY alias Cece yang merupakan pacar dari pelaku. Dari pacarnya inilah Polisi mendapatkan alamat Tio di Jalan Abdul Karim Munsyi Gang Dahlia RT/RW 002/087, Lingkungan Punia Saba Kelurahan Punia,” ucapnya.

    Saat mendatangi rumah pelaku Polisi pun mengamankan saudara pelaku utama inisial ZK, dimana dari kamar pelaku ditemukan barang bukti narkoba jenis sabu.

    “Nah, selang dua hari kemudian tepatnya Rabu (1/7) sekitar pukul 10.30 Wita, kami mendapat kabar bahwa pelaku inisial SR alias Tio sedang berada di sekitar Sayang-Sayang dan Selagalas. Saat itulah tim gabungan membekuk pelaku di Jalan Peternakan Kelurahan Selagalas Kecamatan Cakranegara,” jelasnya.

    “Jadi, berat bruto narkoba jenis sabu yang berhasil diamankan adalah 3,316.75 gram,” imbuhnya.

    Adapun barang bukti lain yang diamankan di antaranya satu unit sepeda motor merk Honda Scoopy warna hitam coklat tanpa Nopol, baju kaos warna hitam, topi warna hijau army merek RipCurl, buku tabungan rekening BCA atas nama SY alias Cece, dan dua buah tabungan rekening Bank Mandiri dan BCA atas nama SR alias Tio, dan beberapa barang bukti pendukung lainnya.

    Terhadap para pelaku yang dibekuk bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-74 tersebut, penyidik akan menjeratnya menggunakan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman pidana paling singkat 4 hingga 20 tahun.

    "Pasal 112 ayat (2) menyebutkan bahwa memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman melebihi diancam pidana penjara paling singkat 4 tahun," tutupnya. (*)

    Simpan Shabu, SO Ditangkap Polisi

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Barat, Sabtu ( 27/6/2020), berhasil meringkus tersangka tindak pidana narkotika. Pria berinisial MS alias SO (38) alamat di Dusun Medas, Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat.

    Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, S.I.K., M.Si, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan,
    penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat, dimana warga sering melihat ada orang yang keluar masuk rumah tersangka sehingga warga merasa curiga kalau di rumah tersangka dijadikan tempat transaksi narkoba.

    Mendapat informasi tersebut, lanjutnya, Kasat Resnarkoba Polres Lombok Barat Iptu Faisal Afrihadi, SH., memerintahkan Kanit Lidik nya untuk mengecek kebenaran informasi tersebut dan benar ada aktifitas mencurigakan di rumah tersangka MS alias SO.

    "Sekitar pukul 07.00 Wita tim operasional yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Lobar melakukan penangkapan dan penggrebekan di rumah tersangka, setelah berhasil mengamankan tersangka selanjutnya melakukan penggeledahan dengan disaksikan langsung oleh Kepala Dusun Medas Desa Sandik," terangnya.

    Saat dilakukan penggeledahan terhadap badan dan rumah tersangka petugas menemukan beberapa barang bukti. Selain itu juga menemukan barang bukti shabu di rumah kosong samping kediaman tersangka.

    Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni, 1 buah bungkus rokok merek surya 12 yang di dalamnya berisi 3 klip bening yang di duga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1.32 gram, 1 buah dompet berwarna biru muda yang di dalamnya berisikan 1 klip kosong sisa pemakaian, 1 klip kosong sisa pemakaian, 1 poket klip kosong, 1 buat pipet kaca warna bening, 3 korek api gas yang sudah dimodifikasi, 1 buah pipet bergaris biru yang sudah diruncingkan, 1 buah tutup botol yang terhubung dengan pipet plastik bergaris merah, 1 buah sumbu.

    "Guna kepentingan penyidikan, selanjutnya tersangka beserta barang bukti diamankan ke Mako Polres Lombok Barat," pungkasnya. (f3)

    Lombok Barat Launching JPS Covid 19 Tahap II

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Sosial melaunching program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 Tahap kedua tahun 2020, bertempat di Kantor Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Sabtu, (27/6).

    Launching tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid dan dihadiri oleh Sekda, H Baehaqi, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Lobar yaitu dari Polres Lobar, dari Kodim 1606/Lobar, perwakilan Kajari, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Lombok Barat, dan masyarakat penerima bantuan JPS.

    Bupati mengatakan, di Lombok Barat yang sudah tercover dalam bantuan berjumlah 600 Ribu Kepala Keluarga (KK) .

    "Bantuan Program JPS Covid-19 ini semata-mata untuk membantu seluruh masyarakat karena efek dari Covid-19, saya berharap seluruh masyarkat Lombok Barat di samping mendapatkan bantuan kita juga sudah seyogyanya harus taat terhadap semua peraturan protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat," ujar bupati.

    Ditambahkannya, bulan Mei, pemerintah melarang masyarakat untuk berkumpul misalnya di tempat-tempat publik. Namun saat ini, ada perubahan yaitu boleh berkumpul dengan protokol kesehatan.

    Fauzan mengajak untuk bersama-sama mentaati semua protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan agar seluruh masyarakat percaya kepada yang ahli. Misalnya, masalah agama kepada Tuan Guru, dan kalau masalah kesehatan percaya kepada dokter atau tim medis.

    “Kita saat ini di Lombok Barat masih zona merah di NTB, yang zona merah ada dua yaitu Kota Mataram dan Lombok Barat. Terkait zona merah di Lombok Barat ini saya sendiri dan Bapak-bapak yang hadir tidak bisa merubah ke zona hijau, harus ada kesadaran dan pemahaman masyarakat agar mematuhi atau mentaati protokol kesehatan dari pemerintah," jelas Fauzan.

    Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Lombok Barat, Lalu Martajaya menjelaskan, penyaluran JPS Covid-19 kepada masyarakat ini semata-mata untuk mengurangi beban terkait dampak virus Covid-19 ini, tentunya dengan JPS yang diberikan ini bisa mengurangi kebutuhan pokok dari masyarakat khususnya mereka yg berpendapatan rendah.

    Dikatakan, jumlah masyarakat Kabupaten Lombok Barat yang sudah mendapat bantuan tahap pertama 21 Ribu KK, sedangkan yang tahap kedua sekitar 15 ribu KK. Selain itu, ada tambahan berupa tenaga kontrak dan tuna netra berjumlah 1.400 orang. Sehingga total penerima JPS Covid -19 yaitu 38.904 KK.

    "Kendala kami pada saat tahap pertama terkait masalah data, data yang harus dipenuhi dalam jangka waktu kurang dari satu bulan meliputi ada data yang dobel dan yang sudah meninggal dan lain-lain ini diganti dengan membuat berita acara oleh pemerintah desa setempat," ujarnya.

    Di tahap kedua ini, lanjutnya, Dinsos Lombok Barat dan pihak-pihak terkait atau pendamping akan lebih ketat dalam penyaluran JPS Covid-19. Sebelum menyalurkan bantuan ini terlebih dahulu dicek lima item yang harus diberikan yaitu beras 15 kg, gula pasir 1 kg, minyak kemasan 1 liter , telur 1 trai, dan masker 2 buah. (*)

    Jelajah Pulau Dengan KlinikApung, Ratusan Pasien Tertangani Meski Di Tengah Pandemi Covid-19

    0

    HarianNusa.com, Lombok Barat – Sejak diresmikan pada 4 april 2019, Klinik Apung Pulau Sehat Indonesia yang merupakan hasil kerjasama Dompet Dhuafa bersama PT Kimia Farma (Persero) Tbk, Rumah Cerdas, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menjadi salah satu akses layanan kesehatan yang strategis untuk pemeriksaan kesehatan masyarakat yang belum tersedia cukup akses kesehatan di wilayah selatan Lombok Barat yang dikenal banyak pulau kecil. (Rabu, 17/06)

    Klinik apung menjangkau 10 wilayah di 4 Desa Lombok Barat yakni Dusun Cemara Desa Lembar Selatan, Teluk Gok, Telaga Lupi, dan Gresak Dusun Medang. Sementera di Desa Sekotong Barat terdiri dari Dusun Gili gede, Dusun Gedang, Dusun Tanjungan, Dusun Labuan Cenik Desa Gili Gede Indah, Dusun Orong Bukal, Desa Gili Gede Indah dan Dusun Labuan Poh Desa Batu Putih. Lokasi ini dipilih karena akses ke fasilitas kesehatan (puskesmas) yang jauh. Seperti halnya di dusun bangko-bangko, masyarakat harus menempuh perjalan (± 3 Mil) jalur laut dan Jalur Darat (± 20 Km) ke puskesmas pelangan.

    “Pelayanan klinik apung dilakukan seminggu sekali dengan menjangkau 2-3 lokasi pelayanan dengan waktu perjalanan dan pengobatan 5-6 jam. Rute perjalanan di Dusun Cemara- Gresak- Teluk Gok- Telaga Lupi- Desa GGI- Bangko- Bangko Desa Batuh Putih. Pelayanan kesehatan yang diberikan berupa pemeriksaan dokter umum, pengobatan dan promosi kesehatan. Serta sesekali diikuti oleh Puskesmas setempat,” Ucap dr. Yeni Purnamasari, selaku General Manager Divisi Kesahatan Dompet Dhuafa.

    Layanan Kesehatan Cuma – Cuma (LKC) Dompet Dhuafa NTB telah melaksanakan program Pulau Sehat Indonesia berbasis Kawasan sehat binaan sejak Oktober 2019. Berdasarkan hasil tinjauan Tim LKC Dompet Dhuafa di lapangan, memilih Desa Gili Gede Indah sebagai lokasi intervensi karena masih terdapat masalah kesehatan di lokasi ini, mulai dari akses jamban yang belum 100%, serta menjadi salah satu lokasi fokus stunting, dengan jumlah kasus sebanyak 17% kategori balita pendek dan 3,7% balita sangat pendek (Data cakupan pelayanan gizi Puskesmas Pelangan, Agustus 2019).

    Selama 8 bulan pelayanan (April-Desember) 2019 tercatat 976 pasien yang dilayani, 72% perempuan dan sisanya 28% laki-laki. Berdasarkan diagnosis 10 penyakit terbanyak, Penyakit Hipertensi menjadi penyakit terbanyak kedua sebesar 118 kasus, dimana akan menjadi fokus perhatian lanjutan dari program klinik Apung ke depan. Penyakit hipertensi ini hampir ditemukan di setiap lokasi sehingga perlu ditindaklanjuti dengan pemantauan berkala untuk deteksi faktor resiko Penyakit Tidak Menular tersebut.

    Program Pulau sehat Indonesia merupakan program yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) atau SDG’s. yakni SDG’s 2 Nol kelaparan, SDGs 3 (kesehatan yg baik dan kesejahteraan) dan SDG’s 6 (akses air bersih dan sanitasi). Dimana Fokus pelayanan kawasan meliputi 7 indikator kesehatan, yakni Peningkatan kesehatan ibu dan baduta, Eliminasi Stunting, Pengelolaan pasien TBC, Pengeloaan penyakit tidak menular, sanitasi yang baik, lingkungan hijau produktif dan sehat mental spiritual.

    “Diharapkan kedepannya program klinik apung tidak hanya terfokus pada layanan kuratif namun juga intervensi terhadap masalah kesehatan prioritas berdasarkan data kasus penyakit, juga intervensi masalah sanitasi yang juga ada di pulau tersebut,” ujar dr. Yeni Purnamasari.

    Selama pandemi Covid-19, Tim LKC Dompet Dhuafa memberikan pendampingan masyarakat dalam siap siagaan memutus rantai penularan Covid-19 secara bersama. Selain itu, Desa Gili Gede Indah menjadi kawasan cekal Corona dengan kegiatan deteksi dini. Program Pulau Sehat Indonesia diawali dengan pemetaan masalah kesehatan, menjalin hubungan dan fokus grup diskusi bersama stakeholder pemerintah dan wakil masyarakat untuk membangun pemahaman bersama akan tujuan, peran dan upaya kolaborasi yang dapat dilakukan secara bersama. Tercatat 720 penerima manfaat dari program yang dijalankan di tahun 2019-2020 yang tidak terlepas dari dukungan relawan kesehatan, kader sehat, Pemerintah Desa, Puskesmas hingga Dinas Kesehatan serta mitra swasta.

    Sekilas tentang Dompet Dhuafa

    Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. Selama hampir 27 tahun, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.

    Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca-BPPT Gelar Webinar

    0

    HarianNusa.com, Jakarta – Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC-BPPT) menggelar web-seminar (Webinar) bertajuk “Evaluasi penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk mitigasi karhutla dari sudut pandang sains atmosfer dan nilai manfaatnya” hari ini.

    Webinar dihadiri sekitar 1000 peserta melalui aplikasi zoom dan disaksikan ratusan peserta secara live melalui You Tube. Acara dibuka Kepala BPPT Hammam Riza dan dipandu Andi Eka Sakya, Perekayasa Utama BPPT yang juga mantan Kepala BMKG. Para panelis diantaranya Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Tri Handoko Seto , Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Indroyono Soesilo, Deputi Litbang Badan Restorasi Gambut Haris Gunawan, dan Ketua Umum Asosiasi Ahli Atmosfer Indonesia Widada Sulistya (Sestama BMKG), serta Raffles B. Panjaitan, Tenaga Ahli Menteri Bidang Manajemen Landscape Fire – KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan).

    “Menurut saya ini webinar yang paling banyak diikuti peserta,” ujar Hammam Riza, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapa Teknologi (BPPT), saat tampil membuka acara.

    Dalam kesempatan tersebut, Hammam Riza mengungkapkan sejak pertama kali diterapkan pada 1997, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) mampu sebagai salah satu solusi untuk mitigasi bencana asap akibat karhutla. “Saat ini bahkan diperkuat dengan keluarnya Instruksi Presiden No.3/2020 yang menyebutkan BPPT melakukan operasi modifikasi cuaca dan pengembangan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar untuk mendukung upaya penanggulangan karhutla,” ujarnya.

    Menurut Hammam Riza, keberhasilan TMC tersebut pada akhirnya akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. “Terlebih saat ini dilaksanakan mitigasi, pencegahan sebelum terjadi karhutla sehingga mampu meminimalisir kerugian,” ujarnya. Untuk itu, lanjut Hamam Riza, BPPT akan terus melakukan terobosan inovasi TMC dengan membangun ekosistem inovasi TMC melalui dukungan stakeholder terkait. “Dalam RPJMN (Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional) , KLHK bertindak sebagai koordinator membangun kerjasama operasi TMC karhutla. Diharapkan operasi TMC sebagai operasi adaptasi perubahan iklim tetap dilanjutkan,” tegasnya.

    Indepedensi

    Tri Handoko Seto, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC-BPPT) mengatakan operasi TMC mampu menghasilkan air dalam jumlah yang sangat banyak sampai jutaan m3 perhari jika dilakukan pada saat yang tepat. “TMC tergantung dari ketersediaan awan dan pelaksanaanya harus terencana baik. Diusulkan agar BPPT diberikan penugasan nasional dan memiliki independensi pelaksanaan operasi TMCyang berkelanjutan yang didukung oleh anggaran, peralatan termasuk pesawat serta dan SDM, baik perekayasa, peneliti, dan litkayasa,” ujarnya.

    Disisi lain, lanjut Tri Handoko Seto, kontrol terhadap kandungan air lahan gambut (kelembaban gambut dan tinggi muka air gambut) harus selalu terkendali melalui sistem informasi, penyebaran sensor IOT, dan integrasi big data lahan gambut. “Keterpaduan kegiatan monitoring kandungan air lahan gambu tersebut, pembangunan bendung-bendung di area gambut, serta pengisian/pembasahan air di lahan gambut baik melalui cara-cara manual seperti dengan pompa maupun cara modifikasi cuaca harus dilakukan secara sistemik,” ujarnya.

    Operasi TMC Karhutla yang dimulai sejak Maret lalu, kata Tri Handoko Seto, merupakan langkah peventif atau pencegahan. Seperti diketahui, operasi TMC Karhutla mulai diterjunkan di Provinsi Riau pada 11 Maret hingga 2 April lalu dengan pendanaan bersumber BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Operasi TMC mampu menghasilkan air hujan capai 97.8 juta meter kubik, sementara titik hotspot terpantau nol dan TMA (Tinggi Muka Air) lahan gambut di lima kabupaten yang berada di utara Pekanbaru mengalami kenaikan seiring dengan adanya peningkatan curah hujan.

    Pada pelaksanaan operasi TMC kedua di Riau (13-31 Mei 2020) pendanaan dipegang KLHK dan mitra perusahaan di bidang kehutanan. Air hujan yang dihasilkan selama operasi berlangsung tercatat capai 44.1 juta meterkubik. “Hotspot dapat dipertahankan nol titik dengan ketinggian TMA yang dapat dipertahankan pada kondisi di atas batas bahaya -0.4 meter yaitu Rokan Hulu, Dumai dan Kepulauan Meranti. Sedangkan pada Kabupaten Bengkalis yang mengalami kenaikan cukup signifikan pada akhir masa TMC,” papar Tri Handoko Seto.

    Sementara, operasi TMC Siaga Darurat Bencana di Sumatera Selatan dan Jambi (2-14 Juni 2020), mampu menghasilkan air hujan sebanyak 24,14 Juta meterkubik.”Jumlah hotspot juga terpantau nol titik. 14 dari 17 stasiun pengukuran menunjukkan nilai TMA berada di atas aman,” ujar Seto.

    Indroyono Soesilo, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mengatakan operasi TMC saat ini bukan lagi tahapan riset tapi operasional. “Selama pelaksanaan operasi TMC di Provinsi Riau, TMA lahan gambut di 60 kawasan Hutan Tanaman Industri p(HTI) alami kenaikan. Demikian pula TMA lahan gambut di 16 wilayah HTI di Provinsi Sumatera Selatan dan 5 wilayah HTI di Provinsi Jambi juga cenderung naik,” ujarnya.

    Indoyono yang juga tercatat sebagai Professor Riset Emiritus dan Perekayasa Utama Kehormatan BPPT ini juga mengungkapkan pada awal operasi TMC atau hujan buatan dirintis, BPPT bahkan mampu memegang komando 28 pesawat TMC dari 6 negara. (BBTMC)

    error: Content is protected !!