Beranda blog Halaman 183

SMKN 2 Mataram Raih Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan Kantin Sekolah

HarianNusa.Com, Mataram – SMKN 2 Mataram adalah salah satu sekolah dari Kota Mataram yang mendapatkan Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan Kantin Sekolah oleh Balai Besar POM Mataram. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Workshop Monitoring dan Evaluasi Program Intervensi Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang digelar BPOM Mataram, di Hotel Lombok Astoria, Jumat, (6/12/19).

Ketua PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah saat membuka acara menyampaikan harapannya agar kedepannya lebih banyak lagi sekolah-sekolah di NTB yang mendapatkan Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan Kantin Sekolah.

Adapun peserta dalam kegiatan workshop ini terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan, Kemenag, Dikpora dan sekolah-sekolah semua jenjang baik di bawah kemenag ataupun dikbud (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA) masing-masing Kab/kota se- NTB.

Jumlah sekolah yang diaudit se Provinsi NTB sebanyak 839 sekolah, terdiri dari SD dan SMP sebanyak 416 Sekolah, SMA dan SMK 82 Sekolah, dan MI, MTs dan MA sebanyak 342 Madrasah.

Dari hasil audit, 70 sekolah dinyatakan layak mendapatkan piagam bintang satu. Untuk Kota Mataram sendiri sebanyak 12 sekolah, yakni:
1. SDN 5 Mataram
2. SDN 2 Cakranegara
3. SDN 41 Mataram
4. SDIT Anak Soleh Mataram
5. SMPN 1 Mataram
6. SMPN 8 Mataram
7. MTsN 1 Mataram
8. MTsN 2 Mataram
9. SMAN 1 Mataram
10. SMKN 2 Mataram
11. SMA Tunas Daud Mtr
12. MAN 1 Mataram

Sulman Haris, M.Pd.I selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 2 Mataram usai menerima penghargaan menyampaikan bahwa pihaknya bertekad dengan piagam ini menjadi awal untuk tetap melakukan pengawasan dan pembenahan ke arah yang lebih baik kedepannya.

“Kedepan semoga kegiatan ini bisa lebih ditindak lanjuti agar semua kantin sekolah memperhatikan keamanan pangan,” ungkapnya.

Adapun tahapan proses untuk mendapatkan Piagam tersebut adalah
1. Sekolah melewati pra audit yang dilakukan oleh BBPOM
2. Pengelola kantin sekolah diberi bimbingan teknis
3. Audit yang dilakukan oleh Dikes untuk mendapatkan Piagam Higiene sanitasi
4. Audit oleh Balai Besar POM untuk mendapatkan Piagam Bintang Keamanan Pangan kantin sekolah. (f3)

Ket. Foto:
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 2 Mataram, Sulman Haris, M.Pd.I
usai menerima Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan Kantin Sekolah dari BPOM. (istimewa)

Kodim Bima dan BPBD Bima Bersinergi Distribusikan Air Bersih

HarianNusa.Com Bima – Dampak musim kemarau tahun ini sangat dirasakan masyarakat terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih seperti yang dialami warga Desa Ragi Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Menghadapi kondisi tersebut, warga desa tersebut meminta bantuan ke Koramil 1608-0/Woha untuk memenuhi ketersediaan air bersih.

Menanggapi permintaan warga tersebut, Danramil Woha Kapten Inf Sukahar melaporkan permintaan masyarakat kepada Komandan Kodim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima.

Terkait dengan kondisi tersebut, Dandim Bima memberikan apresiasi atas kesigapan satuan jajarannya dalam merespon keluhan warga binaannya.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima, hari ini Danposramil Belo bersama para Babinsa langsung mendistribusikan air bersih kepada warga. Ini patut diapresiasi,” ujar Dandim yang dikenal humanis itu, Kamis (5/12/19).

Dijelaskannya, air bersih diambil dari mesin pompa air PDAM Desa Nata yang kemudian didistribusikan ke Dusun Temba Ragi dan Dusun Oi Na’a Desa Ragi Kecamatan Palibelo sebanyak dua (2) tangki dengan kapasitas masing-masing tangki sebanyak 5000 liter.

Pendistribusian air hingga waktu Magrib masih terus dilakukan termasuk pengisian bak air Masjid setempat untuk keperluan wudhu dan sebagainya.

Menurut Dandim, pihaknya bersama BPBD Kabupaten akan terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih dengan harapan masyarakat agar tetap tenang dan fokus dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang lain.

Belajar dari kondisi tersebut, Alumni Akmil 1999 tersebut mengajak dan mengimbau seluruh komponen masyarakat untuk menjaga dan melestarikan hutan Dan lingkungan mengingat salah satu fungsi hutan adalah penyimpan air. (f3)

Najmul Akhyar Rotasi Pejabat Pratama Pemda KLU

0

HarianNusa.Com, Lombok Utara – Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH didampingi Sekretaris Daerah Drs. H. Suardi, MH, Asisten III Ir. H. Melta, Kepala BKDPSDM, H. Muhammad Najib, S.Pd, M.Pd melantik dan mengambil sumpah pejabat tinggi pratama, administrator dan pengawas lingkup Pemda KLU di aula Sekda KLU, Kamis (5/12).

Humas dan Protokol Setda Kabupaten Lombok Utara dalam siaran persnya menyampaikan bahwa pelantikan dan pengambil sumpah jabatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Lombok Utara Nomor 462/281/BKD-PSDM/2019 Tentang pemberhentian dan pengangkatan PNS dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama, jabatan administrator dan jabatan pengawas di lingkungan Pemda KLU.

Adapun pejabat yang dilantik di antaranya Evi Winarni, SP, M.Si menempati posisi baru sebagai Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Setda KLU, Wartawan, S.Sos dipromosikan menjadi Kasat Pol PP dan Damkar, dr. H. Lalu Bahrudin dari Sekdis Kesehatan ke Kadis Kesehatan, dr. H. Abdul Kadir mengganti posis dr. H. Lalu Bahrudin sebagai Sekdis Kesehatan serta Syafruddin, S.EI, M.Si yang dipercaya sebagai Sekretaris Badan pada BPBD KLU.

Di hadapan para pejabat yang baru dilantik Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH mengatakan perencanaan pelantikan tersebut sudah cukup lama lantaran pihaknya mempertimbangkan dengan sebaik-baiknya.

“Saya ingin menyampaikan bahwa apa yang bapak ibu terima ini merupakan amanah yang menurut kami bapak-bapak dan ibu tepat pada posisi ini. Saya berharap apa yang sudah menjadi harapan kami mudah-mudahan tidak disia-siakan,” harap bupati.

Dengan posisi yang ada itu, menurut Najmul, merupakan amanah yang berat tetapi amanah yang berat tersebut terasa ringan apabila dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Lantaran, tingkat kesulitan itu beratnya melaksanakan amanah yang dipangku.

“Harapan saya pegang amanah ini dengan sebaik-baiknya,” pesan Najmul.

“Kalau ada persoalan sampaikan, hargai atasan anda dan jangan meremehkan bawahan serta yang paling utama tanggung jawab kita kepada Allah SWT,” tutup Sekjen Apkasi itu.

Rangkaian acara ditutup dengan doa dan diakhiri ucapan selamat kepada pejabat yang baru dilantik oleh bupati diikuti hadirin. (f3/hms)

Lombok Barat Tuan Rumah Customs Cycling Indonesia Series 2019

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Kabupaten Lombok Barat didapuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan event olah raga sepeda popular di Indonesia. Lomba yang bernama Customs Cycling Indonesia (CCI) di tahun 2019 ini telah memasuki seri ketiga dalam rangkaian seri setelah sebelumnya pada seri kesatu diselenggarakan di Wonosari Gunung Kidul Jogjakarta dan seri kedua diselenggarakan di Purworejo Jawa Tengah. Untuk seri ketiga ini akan memperebutkan Bupati Cup 2019 rencananya akan berlangsung selama 3 hari, yaitu dari tanggal 6 sampai dengan tanggal 8 Desember 2019. Secara keseluruhan, CCI di Lombok Barat adalah seri ke-XXXI yang setiap tahun paling tidak menyelenggarakan tiga seri kejuaraan.

“Kita patut bangga dengan dijadikannya Lombok Barat sebagai tuan rumah CCI ketiga tahun 2019 ini. Apalagi rute lomba yang ditentukan oleh panitia adalah rute yang menjadi target pembangunan kepariwisataan kita,” aku Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid saat ditemui ddi ruang kerjanya di Kantor Bupati, Gerung pada hari Kamis, (5/12/19).

Dengan menjadi tuan rumah, imbuh Fauzan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bisa mempromosikan potensi keindahan alam kawasan Sekotong yang akan menjadi salah satu rute utama dalam penyelenggaraan CCI tersebut.
Alasan penentuan Kabupaten Lombok Barat sebagai tuan rumah juga disampaikan oleh Race Director CCI Seri XXXI, Bertali.

“Kita melakukan survey dua kali di Lombok Barat, langsung jatuh cinta dengan keindahan alamnya. Terutama di Mekaki untuk Kelas Mens Elite. Tapi secara keseluruhan di Lombok Barat, kita dapat semua. Di sini banyak pilihan untuk rute pendek. Jalannya bagus, tanjakannya lumayan dan lebih menarik, dan dukungan lalu lintasnya juga baik,” terang Bertali menyebutkan kondisi lalu lintas yang relatif sepi sangat mendukung bagi para pembalap sepeda.

Hal senada ditegaskan juga oleh Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Sepeda Indonesia Lombok Barat, Mohammad Ilyas. Ia menyebutkan awalnya untuk Seri Ketiga tahun ini, CCI akan digelar di Tenggarong Kalimantan Timur, namun gagal.

“Pihak CCI lalu menawarkan ke Pengprov NTB, terutama ke Lombok Barat dan Lombok Tengah. Setelah melakukan survey mengenai jalur yang layak, tenyata pihak CCI lebih suka dengan rute yang ada di Lombok Barat,” terang Ilyas.

Melihat arti CCI bagi pembinaan olah raga sepeda, terutama untuk mendapatkan bibit muda olah raga sepeda, Ilyas berharap event ini bisa tetap diselenggarakan setiap tahun di Lombok Barat.

“Ini akan mengundang ketertarikan peserta dari Luar Daerah, bahkan dari luar negeri. Untuk seri ini saja diikuti oleh dua tim dari Malaysia, yaitu dari Trengganu dan Selangor. Ke depan, saya berharap dengan keindahan alam di Lombok Barat bisa dikenalkan juga melalui sport tourism-nya,” harap Ilyas.

Pandangan Bertali dan Yunus diamini oleh Dade, salah seorang peserta dari Klub Sepeda TNT Lombok yang ditemui saat melakukan registrasi pendaftaran.

“Rutenya menantang. Racenya di hari Sabtu yang di Mekaki. Kita pernah coba. Kalau orang luar yang nyoba ke sana pasti kangen. Karena tanjakannya, panasnya, pemandangannya, dapet semua,” terang Dedi.

Customs Cycling Indonesia (CCI) kali ini rencananya akan diikuti oleh 127 peserta. Biasanya hanya akan melombakan kategori Men Elite (ME), Men Junior (MJ), Woman Elite (WE), Men Youth (MY), Woman Junior (WJ), dan Woman Youth (WY). Namun khusus untuk penyelenggaraan di Lombok Barat, pihak penyelenggara menambahkan dua kategori, yaitu Kategori Master A (usia 40-49 tahun) dan Master B (50 Tahun ke atas).

“Ini untuk menampung minat para pebalap dan klub sepeda di NTB. Olah raga ini sudah menjadi olah raga yang familiar dan digandrungi sehingga kita mengambil aspirasi mereka dengan melombakan dua kategori itu,” terang Ilyas.

Lomba sepeda yang setara dengan Tour De Singkarak, Balap Sepeda 3 in 1 di GBK, ITdBI (International Tour d Banyuwangi-Ijen), dan Tour de Indonesia ini rencananya diikuti oleh 127 peserta yang telah mendaftar secara online. CCI ini akan melombakan time trial sepanjang 8,5 kilometer di Bypass BIL 2 untuk seluruh kategori, kemudian Road Race jarak pendek sepanjang 38,1 kilometer, jarak menengah sepanjang 51,5 kilometer dan 64,9 kilometer, dan jarak jauh sepanjang 109,7 kilometer. (f3)

Tekan Angka Stunting, Lombok Barat Diintervensi Pusatlll

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tengara Barat (NTB), dinilai mampu menekan angka stunting. Lombok Barat bahkan dipilih pemerintah pusat sebagai daerah percontohan penurunan stunting pada 2017 lalu. Angka kasus stunting di Lombok Barat pada tahun 2008 lalu mencapai lebih dari 49 persen. Tahun 2013, turun menjadi 39 persen. 2016 menjadi 36 persen dan tahun 2018 masih berada pada angka 33 persen.

“Alhamdulillah berkat intervensi, sekarang (tahun 2019) posisi angka stunting berada pada angka 23,2 persen,” sebut Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid di hadapan Menteri Kesehatan RI Letjen TNI (Purn) dr. Terawan Agus Putranto pada acara Serah Terima Aset Intervensi Kesehatan Lingkungan oleh Kementerian Kesehatan di Aula Utama Kantor Bupati Lobar di Giri Menang, Kamis (5/12/2019).

Bupati mengatakan angka 23,2 persen berada pada angka di atas rata-rata provinsi NTB, bahkan di atas rata-rata nasional. Ini memang dampak dari berbagai macam intervensi yang dilakukan. Intervensi dilakukan diawali dari hulu. Bahkan sejak awal tahun 2019, dilakukan yang betul-betul hulu, yakni dengan melakukan intervensi di sekolah dasar (SD). Tapi karena keterbatasan kemampuan, hanya dilakukan sebanyak 48 sekolah saja. Intervensi ini dalam bentuk pemberian penambah darah dan sarapan bersama setiap minggu.

“Sarapan bersama ini sistemnya murid sendiri yang bawa makanan dari rumah. Cuma kami berikan bimbingan, mana makanan yang memenuhi gizi dan syarat-syarat kesehatan,” papar Bupati Fauzan.

Terkait dengan ini, secara formal, pihak Dinas Kesehatan Lombok Barat sudah melakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Secara berkala pula dilakukan evaluasi langsung ke tingkat kesatuan yang terkecil. Hasil peningkatannya luar biasa, karena intervensi dari hulu ini dimulai sejak tahun 2006 melalui program GAMAK (Gerakan Anti Merariq Kodeq), termasuk gerakan E-Posyandu, dan E-Pustu. Dan yang terbaru adalah, melalui aplikasi dokter Sapto Anthro yang diciptakan oleh dr. Sapto dari Puskesmas Sekotong.

Atas keberhasilan ini, Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Kesehatan Lingkungan, Ditjen Kesehatan Masyarakat mengendus positif. Melalui program Intervensi Kesehatan Lingkungan tahun 2019, Kabupaten Lombok Barat mendapatkan paket stimulan untuk pembangunan jamban keluarga, tempat pembuangan sampah, dan sarana cuci tangan pakai sabun. Penyerahan secara simbolis diberikan kepada Bupati Fauzan Khalid untuk kemudian diserahkan kepada sembilan kepala desa dan satu Pondok Pesantren. Tujuannya, untuk mempercepat ODF (Open Defecation Free) atau Tidak Buang Air Besar Sembarangan dan penurunan kasus stunting. Dari 122 desa yang ada di Kabupaten Lombok Barat sampai dengan saat ini masih ada 16 desa yang belum ODF.

Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan RI, Letjen TNI (Purn) dr. Terawan Agus Putranto menyatakan, sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa, dua isu kesehatan utama yang harus segera diselesaikan adalah stunting dan jaminan kesehatan nasional (Jamkesnas).

“Kita di sini bicarakan stunting saja, karena kesehatan nasional terlalu banyak komponen yang terlibat. Di sini, saya sama pak bupati dan ketua PKK saja, ndak usah jauh-jauh,” kata Menteri Terawan.

Menyikapi pertemuan ini, menteri menyoroti sanitasi lingkungan dan air minum. Ini sebenarnya merupakan hak azasi manusia. Harus ada akses, karena hakekat untuk hidup, kata menteri, yang pertama harus ada sumber air sebagai sumber kehidupan. Menurut menteri yang pernah lama tinggal di Lombok ini mengaku, kurangnya sanitasi dan lingkungan mengakibatkan tingginya sumber penyakit, maka dampaknya adalah stunting.

Stunting sendiri tidak hanya dipicu oleh asupan gizi yang kurang mencukupi. Sanitasi yang baik seperti stop BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun, dan pengelolaan air untuk minum dan makan juga memegang peranan penting dalam pencegahan stunting.

Sanitasi yang buruk dapat memicu kerusakan dinding usus akibat paparan bakteri. Akibatnya hal itu turut mengganggu penyerapan zat gizi makanan sehingga berdampak pada gangguan tumbuh kembang pada bayi dan balita.

“Pencegahan stunting ini bisa melalui intervensi yang sensitif seperti, pemberian stimulan, peningkatan sanitasi berkualitas sebagai pemenuhan layanan masyarakat dan pemerintah. Semua ini untuk meningkatkan SDM di Indonesia Maju 2045,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan dr. Terawan dan rombongan didampingi Bupati H. Fauzan Khalid mengunjungi Desa Kuripan. Desa ini merupakan salah satu penerima bantuan asset program intervensi kesehatan lingkungan dari Kementerian Kesehatan RI. (f3)

Gubernur NTB Raih Penghargaan Regional Leader Enterpreneur Awards 2019

0

HarianNusa.Com, Jakarta – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah kembali meraih penghargaan. Orang nomor satu di NTB itu meraih penghargaan Regional Leader Enterpreneur Awards 2019. Awards tersebut diserahkan Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Suhajar Diantoro dan diterima Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mewakili Gubernur, di Ballroom Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Rabu (04/12/2019).

Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB dalam siaran persnya menyebutkan bahwa penghargaan tersebut diberikan Yayasan Philip Cotler Center for ASEAN. Yayasan ini merupakan penyelenggaraan event berskala regional yang bernama Innovation Network for Asia bersama International Council for Small Bussines Indonesia.

Regional Leader Enterpreneur Awards merupakan penghargaan yang diberikan kepada kepala daerah yang telah melakukan berbagai terobosan kreatif, inovasi dan enterpreneurial pada berbagai aspek di daerahnya masing-masing. Meliputi aspek eksternal, seperti kesehatan, pendidikan dan kemiskinan. Sedangkan aspek internal meliputi pariwisata, perdagangan dan investasi.

Founder Yayasan Philip Cotler Center for ASEAN, Hermawan Kertajaya mengatakan, penghargaan tersebut tidak hanya menyangkut kepemimpinan. Namun yang lebih penting adalah inovasi serta gagasan-gagasan baru dalam kepemimpinan itu sendiri.

“Penghargaan bukan hanya untuk dikumpulkan berapa banyak penghargaan yang didapat. Namun, apa dampaknya pada masyarakat,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan.

Ia juga mengatakan kunci keberhasilan kepemimpinan itu ada tiga yaitu, leadership, inovation, dan marketing.

Wakil Gubernur menyampaikan rasa syukur atas penghargaan Gubernur NTB itu. Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi itu juga menegaskan bahwa perkembangan dunia saat ini tidak bisa disambut dengan biasa-biasa saja. Namun perlu inovasi, kepemimpinan dan marketing yang kuat.

“Yang paling penting adalah leadership, marketing dan inovasi. Tiga hal ini harus betul-betul menjadi acuan kita di zaman industri 4.0 ini,” tegasnya.

Selain kepada Gubernur NTB, Regional Leader Enterpreneur Awards diberikan kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dan sejumlah bupati/walikota se-Indonesia. (f3)

Ket. Foto:
Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, mewakili Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima penghargaan Regional Leader Enterpreneur Awards 2019 yang diserahkan oleh Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Suhajar Diantoro di Ballroom Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Rabu (04/12/2019). (istimewa)

Bupati Lombok Barat: Think Globally, Act Locally!!!

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Sebagai salah satu daerah wisata terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB), Senggigi dituntut memberikan pelayanan maksimal bagi para pengunjung yang datang. Setiap pengunjung atau wisatawan selayaknya mendapatkan penghormatan, keramahan serta pelayanan yang maksimal baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat setempat.

Dalam agama Islam yang notabene merupakan agama mayoritas di Lombok maupun Indonesia, menghormati dan memuliakan tamu merupakan suatu hal yang harus dilakukan oleh tuan rumah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid saat hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan Kantor Desa Senggigi yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pagi tadi, Rabu (4/12/2019) di kantor Desa Senggigi.

Dalam kesempatan itu juga Bupati mengingatkan, dengan banyaknya wisatawan yang masuk ke Senggigi masyarakat diharapkan selalu bisa berpegang teguh pada ajaran agama dan adat istiadat.

“Industri pariwisata merupakan industri yang paling memiliki banyak multi efek, terutama yang positif. Kalau yang negatif itu tergantung kita, masyarakat kita tidak boleh terpengaruh, harus berpegang kuat pada ajaran agama dan adat istiadat," imbaunya.

Menurut Bupati, cara berfikir seperti inilah yang harus ditanamkan pada masyarakat. Ia juga menuturkan bahwa masyarakat sering salah kaprah tentang makna modern yaitu mengikuti cara hidup orang luar.

“Itu salah, yang benar modern itu adalah Think Globally, Act Locally!!!,” tegasnya.

"Artinya, cara berfikir mendunia namun sikap kita harus tetap sesuai dengan ajaran agama dan adat istiadat! Jangan kebalik jadi cara berfikir kampungan tapi tingkah laku ikut-ikutan bule!," lanjut Bupati.

Dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, acara pelaksanaan pembangunan Kantor Desa Senggigi diharapkan Bupati, mendapat berkah Allah SWT yang nanti pada akhirnya bisa memberikan pelayanan yang tebaik bagi masyarakat se-Desa Senggigi dan semua pihak yang memiliki kepentingan lansung maupun tidak lansung dengan Pemerintah Desa Senggigi.

Kantor Desa Senggigi yang sedang dibangun ulang ini direncanakan akan dibangun dengan luas 23 × 18 meter persegi dengan kisaran biaya Rp. 500 juta.

Turut hadir dalam acara Peletakan Batu Pertama itu, Camat Batulayar, Kepala Desa Senggigi, beberapa pengusaha serta tokoh masyarakat dan warga setempat. (f3)

Ket foto:
Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid.(Istimewa)

Asah Kemampuan Menembak, Kodim Jajaran Korem 162/WB Gelar Latihan

0

HarianNusa.Com, Sumbawa – Dalam rangka menjaga dan meningkatkan kemampuan menembak para prajurit,
Kodim jajaran Korem 162/WB melaksanakan latihan menembak senjata ringan baik laras panjang maupun laras pendek.

Hal tersebut disampaikan oleh
Kepala Penerangan Korem 162/WB, Mayor Inf. Dahlan, S. Sos., di Makorem, Rabu, (04/12/19).

Adapun Kodim jajaran Korem 162/WB yang melaksanakan latihan menembak hari ini yakni Kodim Kodim 1606/Lobar, Kodim 1607/Sumbawa dan Kodim 1615/Lotim di lapangan tembak Kompi Senapan Yonif 742/SWY di masing-masing wilayah.

Dijelaskan Dahlan, kegiatan latihan merupakan salah satu bentuk kesejahteraan yang diberikan kepada para Parjurit, mengingat salah satu kemampuan yang harus dimiliki setiap prajurit TNI adalah kemampuan menembak, pentingnya latihan guna kesiapan para prajurit manakala dihadapkan pada tugas yang membutuhkan Penggunaan Peralatan seperti senjata ringan.

"Hari ini seluruh personel Militer Kodim melaksanakan latihan menembak guna mengasah dan mempertahankan bahkan meningkatkan kemampuan menembak," terangnya.

Masing-masing Prajurit harus dapat memahami/ mengenal karakteristik senjata yang digunakan agar hasil latihan dapat lebih maksimal, tetap perhatikan, teori, tehnik menembak sesuai dengan apa yang pernah diajarkan/dilatihkan sebelumnya.

Selain itu, Kapenrem juga mengingatkan agar seluruh prajurit jajaran korem benar benar dapat memanfaatkan latihan ini dengan baik mengingat intensitas latihan menembak satuan kewilayahan tidak seperti satuan tempur dengan harapan walaupun sudah berdinas disatuan kewilayan namun pengetahuan/ kemampuan dasar kemilteran tetap terbina.

"Semoga pelaksanaan latihan bisa memenuhi sasaran latihan dan berjalan aman dan lancar," tandasnya. (f3)

Ket. Foto:
Para prajurit TNI-AD saat melakukan latihan menembak. (istimewa)

Pererat Kebersamaan antar Pekerja Sosial, Dinsos Lobar Gelar Jambore

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) berjanji akan terus memperhatikan kesejahteraan para pekerja sosial yang ada di Lobar. Petugas dengan resiko pekerjaan cukup tinggi seperti petugas pemadam kebakaran, petugas di Badan Penanggulangan Bencana, dan Tagana juga akan lebih mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

“Pemerintah akan memikirkan kesejahteraan para pekerja sosial sesuai kemampuan keuangan daerah atau fiskal yang ada. Termasuk kedepan kita pikirkan petugas yang beresiko akan diasuransikan, seperti BPBD, Pemadam dan Tagana,” kata Bupati H. Fauzan Khalid saat kegiatan Jambore SDM Kesejahteraan Sosial bagi Pekerja Sosial se-Lombok Barat, Minggu (1/12).

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Sosial Lobar di Taman Hutan Raya Nuraksa (tahura nuraksa) Desa Pakuan, Kecamatan Narmada ini digelar selama dua hari dan diikuti 350 orang pekerja sosial mulai dari Penerima Keluarga Harapan (PKH), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Penyuluh Sosial, Tenaga Kesejahtraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pemuda Pelopor, serta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Lobar. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua DPRD Lobar Hj. Nurhidayah, Ketua Komisi IV DPRD Lombok Barat H. Jumarti, Kepala Perangkat Daerah dan Camat Narmada.

Jambore SDM Kesejahtraan Sosial ini menjadi ajang menyambung silaturrahmi bagi petugas pekerja sosial yang datang dari semua unit kerja. Dalam kegiatan, para peserta juga membacakan ikrar untuk ikhlas dalam membantu masyarakat Lombok Barat keluar dari kemiskinan.

Jambore ini mendapat apresaisi dari Bupati H. Fauzan Khalid. Hadir di tengah-tengah ratusan peserta dan masyarakat, Fauzan menyebut jambore ini adalah kali pertama diselenggarakan oleh Dinas Sosial bagi pekerja sosial se-Lobar.

Kegiatan semacam ini sebenarnya sudah pernah digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk kepala sekolah dan guru. Sedangkan Dinas Kesehatan juga pernah menggelar kegiatan yang sama dengan mengumpulkan ribuan kader Posyandu dan tenaga kesehatan lainnya.

“Saya apresiasi kegiatan ini. Kegiatan semacam ini sebagai ajang pertemuan dan dapat meningkatkan motivasi kerja kepada seluruh petugas pekerja sosial. Kita dorong agar kegiatan serupa bisa tetap diselenggarakan di tahun-tahun mendatang,” kata Fauzan. (f3)

Puting Beliung Terjang Sambelia, Kodim dan Instansi Terkait Lotim Berikan Bantuan

0

HarianNusa.Com, Lombok timur – Bencana alam angin puting beliung yang menimpa warga Dusun Purwakarya Transat Desa Padag Guar Kecamatan Sambelia pada Jumat sore (29/11/2019) kemarin mengakibatkan beberapa rumah milik warga rusak.

Melihat kondisi tersebut, Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, S.IP., langsung memberikan instruksi kepada Danramil 1615-03/Sambelia, Kapten Inf Safii untuk melakukan pengecekan dan memberikan bantuan langsung kepada korban bersama anggotanya.

Dijelaskannya, setelah pihaknya bersama BPBD Lotim dan Dinas Sosial Pemda Lotim melakukan pengecekan di lokasi, sekitar tiga rumah yang mengalami kerusakan akibat puting beliung.

“Alhamdulillah, BPBD bersama Dinas Sosial dan anggota di lapangan langsung tanggap memberikan bantuan,” ungkap Dandim, Sabtu, (30/11).

Sebelum penyerahan bantuan berupa kebutuhan perbaikan rumah seperti asbes, semen, paku dan kebutuhan lainnya, anggota Koramil melaksanakan pembersihan puing-puing bangunan yang berserakan bersama pemilik rumah.

“Ini sebagai wujud kepedulian kita bersama instansi terkait untuk terus berupaya memberikan pelayanan dan bantuan kepada korban bencana alam di daerah,” ujarnya.

Selain itu, Dandim juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan terutama selokan dan saluran irigasi, dan mewaspadai tempat-tempat yang rawan longsor mengingat sudah mulai musim hujan sehingga tidak terjadi genangan air ataupun banjir yang dapat merugikan masyarakat di sekitar. (f3)