Beranda blog Halaman 184

Dinas Pertanian Kota Denpasar Studi Tour ke Lombok Barat

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Dalam upaya meningkatkan kapasitas daya pegawainya, jajaran Dinas Pertanian Kota Denpasar melakukan Studi Tiru di Kantor UPTD Pertanian, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Jum’at (29/11).

Studi Tiru merupakan sebuah konsep belajar yang dilakukan pada suatu institusi yang dianggap lebih kompeten dalam suatu hal dengan maksud peningkatan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, perbaikan dan peraturan perundangan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra dan rombongan, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Narmada, I Ketut Wetrana, beserta Koordinator Penyuluh dan seluruh staf.

Kadis Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra dalam sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan ingin belajar dan meniru upaya peningkatan pemberdayaan petani dan peningkatan kelas kemampuan kelompok tani di UPTD Pertanian Kecamatan Narmada.

“Kita memilih lokasi di Kabupaten Lombok Barat bukan tanpa alasan, karena sebagai sentra peternakan sapi di Indonesia. Terdapat 217 kelompok tani ternak di wilayah UPTD Pertanian Kecamatan Narmada,” katanya.

Menurut dia, dari 217 kelompok tani ternak ini, ada 60 kelompok tani ternak yang mengembangkan usaha di bidang peternakan sapi, kambing, maupun unggas dengan jumlah populasi ternak sapi sebanyak 9.803 ekor, kambing 1.732 ekor dan unggas 126.287 ekor.

Sementara itu koordinator penyuluh UPTD Pertanian Kecamatan Narmada M. Ilham mengatakan kegiatan peningkatan pemberdayaan petani tidak terlepas dari peran penyuluh yang berada di masing-masing Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP), sehingga pembinaan terhadap petani melalui kelompok tani harus selalu ditingkatkan.

“Kita mendorong peningkatan kelas kelompok tani, maka dengan penilaian kelas kelompok tani ini menjadi salah satu bentuk pembinaan untuk memotivasi petani agar lebih berprestasi dalam mencapai kelas kemampuan yang lebih tinggi,” jelasnya.

Di samping itu, kata dia, dengan penilaian kelas akan diketahui kelemahan-kelemahan kelompok tani yang dinilai sehingga memudahkan untuk melakukan pembinaan.

“Semoga UPTD Pertanian Kecamatan Narmada benar-benar bisa berbagi ilmu dan pengalaman yang bermanfaat untuk peserta Studi Tiru,” harapnya. (f3)

Ket. Foto:
Foto bersama rombongan Dinas Pertanian Kota Denpasar bersama UPTD Pertanian Kecamatan Narmada, I Ketut Wetrana, beserta Koordinator Penyuluh dan seluruh staf. (istimewa)

Tingkatkan Disiplin Berlalu Lintas Generasi Milenial, Komunitas Kemos Mataram Gelar Sosialisasi

0

HarianNusa.Com, Mataram – Komunitas Jurnalis Kemos (Kelompok Media Online Sejahtera) Mataram bekerjasama dengan Ditlantas Polda NTB, Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Jasa Raharja Provinsi NTB, dan MAN 2 Mataram menggelar Sosialisasi Disiplin Berlalu Lintas dan Lomba Safety Riding untuk Generasi Milenial, bertempat di MAN 2 Mataram, Senin, (30/11/19).

Ketua Panitia kegiatan, Abdul Hanan dalam kesempatan itu menyampaikan tingginya tingkat kecelakaan yang didominasi oleh generasi milenial tentu harus menjadi perhatian semua pihak, tak terkecuali Jurnalis Kemos.

“Karena itulah kami dari komunitas Jurnalis Kemos bekerjasama dengan Ditlantas Polda NTB, Dinas Perhubungan Provinsi NTB, dan Jasa Raharja Cabang NTB, dan MAN 2 Mataram menggelar kegiatan sosialisasi disiplin berlalu lintas di kalangan pelajar guna menekan terjadinya angka kecelakaan yang didominasi oleh generasi milenial,” ungkapnya.

Mewakili Kepala MAN 2 Mataram, Lalu Kurniawan, S.Pd, Waka bidang sarana dan prasarana mengatakan bahwa program ini sangat baik untuk dilaksanakan mengingat tingginya angka kecelakaan yang terjadi didominasi oleh kaum millenial.

“Program ini sangat baik untuk dilaksanakan seperti yang disampaikan oleh rekan media tadi bahwa tingkat kecelakaan yang terjadi didominaai oleh generasi milenial yaitu para pelajar baik tingkat SMA maupun SMP,” Ungkapnya.

Ia juga menyampaikan ucapan terimakaaih atas terselenggaranya kegiatan yang sangat bermanfaat terutama bagi siswa-siswinya untuk menumbuhkan kesadaran tertib dan patuh berlalu lintas guna menekan terjadinya kecelakaan.

“Kami dari MAN 2 Mataram mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kita semua,” ucapnya.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Dirlantas Polda NTB Kombes Amin Liters, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB L. Bayu Windia, Kepala Cabang Jasa Raharja Provinsi NTB Mulyadi, Waka Bidang Sarana dan Prasana MAN 2 Mataram Lalu Kurniawan dan diikuti oleh ratusan siswa terdiri perwakilan MAN se – Kota Mataram.

Selain sosialisasi kegiatan juga dirangkai dengan pemberian SIM dan helm gratis, serta pembagian sembako bagi para peserta terpilih, juga safety riding dari Tim Dirlantas Polda NTB(f3)

Ket. Foto
Kegiatan Sosialisasi Disiplin Berlalu Lintas dan Lomba Safety Riding untuk Generasi Milenial, bertempat di MAN 2 Mataram, Senin, (30/11/19). (HarianNusa.Com/f3)

BRSDM Dorong Perwujudan SDM Unggul melalui Sertifikasi Kompetensi

0

HarianNusa.com, Jakarta – Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki 17.499 pulau dari Sabang hingga Merauke. Luas total wilayah Indonesia adalah 7,81 juta km2 yang terdiri dari 2,01 juta km2 daratan, 3,25 juta km2 lautan, dan 2,55 juta km2 Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Pada 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan Bonus Demografi. Di mana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa.

Dalam rangka menyambut bonus demografi dan persaingan antar negara yang semakin ketat, serta mewujudkan visi Presiden Joko Widodo dalam hal pengembangan SDM dan transformasi ekonomi, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) menyelenggarakan Konvensi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Produksi Pakan Ikan di Gedung Mina Bahari III, Ruang Cakalang, pada Kamis, 28 November 2019.

“Selama ini, SDM Indonesia sering kali dihadapkan pada profesionalitas yang masih di bawah standar. Padahal, dunia kerja modern sangat menuntut profesionalitas maksimal. Salah satu faktor yang membuat SDM Indonesia masih belum memiliki daya saing maksimal adalah belum adanya standar kompetensi kerja yang dapat diterapkan dan diakui secara global, khususnya dalam lingkup nasional. Berkaca dari kondisi tersebut, arah perbaikan dilaksanakan. Diantaranya, dengan terbitnya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2016 tentang Sistem Standarisasi Kompetensi Kerja Nasional,” tutur Sekretaris BRSDM, Maman Hermawan, saat meyampaikan sambutannya.

Dikatakan bahwa standar kompetensi kerja perlu disusun dan dikembangkan di berbagai sektor atau bidang profesi, dengan mengacu pada kebutuhan industri atau perusahaan. Hal ini penting, agar standar kompetensi kerja dapat diterima di dunia kerja atau pasar kerja, baik secara nasional maupun internasional. Dalam sistem standardisasi dan sertifikasi nasional kedudukan SKKNI sangat strategis dalam menjamin kualitas tenaga kerja Indonesia.

“Potensi Indonesia, khususnya pada dunia perikanan sangatlah besar. Untuk itu komoditas perikanan sebagai sumber pangan dunia haruslah memiliki kualitas produk yang tetap terjaga. Baik dari awal produksi perikanan tersebut, sampai disajikan ke meja makan di rumah kita. Oleh karena itu maka diperlukan tenaga-tenaga kompeten yang harus menangani rantai produksi produk perikanan, yang mana tenaga kompeten tersebut haruslah tenaga yang terlatih dan juga diharapkan mendapatkan pengakuan atas kompetensi mereka dengan dimilikinya sertifikasi kompetensi,” jelas Maman Hermawan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa bidang produksi pakan ikan merupakan tahap awal dari keseluruhan rantai makanan dari produksi ikan itu sendiri. Sehingga harus diperhitungkan bahan baku serta tenaga kerja yang diharapkan dapat menghasilkan produksi ikan yang berkualitas.

“Konvensi SKKNI Produksi Pakan Ikan ini juga merupakan suatu langkah besar dalam mendukung visi dan misi Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pembangunan nasional pada umumnya khususnya dalam hal peningkatan produksi pakan perikanan budidaya, peningkatan perekonomian pembudidaya, serta kontribusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat KP. Sejarah akan mencatat, bahwa dimulai pada hari inilah pembentukan SDM yang kompeten dalam bidang Produksi Pakan Ikan akan dapat terukur dengan adanya SKKNI tersebut,” tegas Maman Hermawan.

Melalui kegiatan ini diharapkan akan terciptanya suatu SKKNI yang berisikan rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan serta memperoleh konsensus/kesepakatan tentang materi SKKNI Bidang Produksi Pakan Ikan.

Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Koramil Donggo dan Masyarakat Mpili Bangun Penampungan Air

0

HarianNusa.Com, Bima – Anggota Koramil 1608-05/Donggo dipimpin Babinsa Mpili Serka Ridwan turun ke lokasi bergotong royong bersama warga membuat bak penampungan air bersih di So Tolo Wuo Dusun Dua Niu, Desa Mpili, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Kamis (28/11).

Bak penampungan air dari beton dengan ukuran 4 x 2 meter akan dialirkan air dari sumber mata air Mada Wua hingga ke perumahan warga setempat di Dusun Dua Niu.

Komandan Kodim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra membenarkan kegiatan tersebut berdasarkan laporan Danramil Donggo Kapten Infantri Sininot Sribakti.

Menurut Dandim, kondisi kemarau saat ini menyebabkan kekurangan air bersih sehingga warga desa bersama anggota Koramil berupaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih dengan memanfaatkan sumber mata air gunung yang ada.

“Jadi air bersih ini sebelum nyampai di rumah warga yang berjarak sekitar 300 meter dari bak penampungan, ditampung dulu di bak penampung, baru dialirkan ke rumah warga menggunakan paralon sehingga akan terbagi rata,” terang Dandim.

Dandim Bima juga berharap, agar musim hujan segera turun dan merata di seluruh wilayah Bima dengan harapan sumber mata air maupun sumur-sumur warga terisi kembali sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan air bersih. (f3)

FLLAJ Lombok Barat Gelar Workshop Data Assurance

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Forum Lalu Lintas Angkutan (FLLAJ) Kabupaten Lombok Barat menggelar acara Workshop Data Assurance yang dilaksanakan oleh Sekretariat Internasional CoST, Kamis-Jumat, (28-29/11/19) bertempat did Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat.

Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas para peserta dengan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang mereka butuhkan untuk mengelola, merencanakan, dan menjalankan proses assurance CoST secare efektiv.

Hal tersebut dapat dicapai melalui tujuan-tujuan sebagai berikut,:
Pertama, peserta memiliki pemahaman yang akurat dan konprehensif tentang proses assurance CoST, dan strategi untuk mengimplementasikannya dalam konteks lokal. Kedua, memahami bagaimana data dapat dikumpulkan, dikelola dan dianilisis untuk meningkatkan pemahaman Malala kinerja dalam suatu pekerjaan.

“Lokakarya ini akan mengadopsi pendekatan informasi dan interaktif untuk memungkinkan para peserta menjadikannya prestasi, pelajaran dan tantangan dengan studi kasus pekerjaan FLLAJ,” ungkap Ketua Forum LLAJ Kabupaten Lombok Barat, Drs. H. Moh. Najib, MM.

Workshop dihadiri puluhan peserta terdiri dari anggota FLLAJ Lobar, akademisi, dan para ahli ini difasilitasi Sekretariat Internasional CoST yaitu Penasehat Teknis, Hamish Goldie Scot, dan Manajer Regional Asia, Clara Feng. Keduanya sekaligus sebagai pemateri workshop. (f3)

Ket. Foto:
Penasehat Teknis Sekretariat Internasional CoST, Hamish Goldie Scot memberikan materi tentang CoST dalam acara workshop. (HarianNusa.Com/f3)

Mochtar Riady: Teknologi Digital Bukan Hal Baru

0

Jakarta, 28 November 2019 – Pengusaha senior Mochtar Riady membagi pengalaman yang berharga dalam membangun bisnisnya mengikuti teknologi yang terus berkembang, di depan ratusan peserta Indonesia Digital Conference 2019 yang digelar oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Pendiri Lippo Group itu mengatakan bahwa teknologi digital sebetulnya bukan hal baru dan bukan pula tahapan berikut dari perkembangan revolusi industri.

“Saya tahu anak-anak muda kita semua sudah mulai cerita tentang digital, tetapi sesungguhnya (teknologi) digital ini sudah dimulai dari 1946, jadi sudah 74 tahun. Ini bukan teknologi yang baru,” kata Mochtar yang menjadi keynote speaker di IDC 2019, di Djakarta Theater Hall, Jakarta Pusat.

Menurut Mochtar, Industry 4.0 yang banyak disebut sekarang ini akan mengarah pada penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan juga nanotechnology.

“Teknologi digital ini akan digantikan oleh AI, di mana semuanya serba robotik,” kata Mochtar.

Pada usianya yang sudah menginjak 91 tahun, Mochtar tetap tampil penuh semangat dan berbicara tanpa teks saat membeberkan tahapan-tahapan revolusi industri di depan peserta yang mayoritas anak muda, seperti mahasiswa, pengusaha startup dan tentu saja awak media.

Menurut Mochtar, pada 1946 ditemukan teknologi mikro elektronik yang kemudian becabang dua yaitu digital dan analog.

Sistem analog mendorong lahirnya sistem telekomunikasi, sementara sistem digital adalah awal dari lahirnya ilmu komputer. Ketika keunggulan analog dan digital digabungkan, lahirlah internet. Dengan adanya internet, komputer berkembang menjadi laptop, sementara telepon statis menjadi telepon genggam, kata Mochtar.

Memahami tahapan-tahapan perkembangan teknologi ini sangat penting karena mereka yang tidak mengikuti perubahan akan tersingkirkan, kata Mochtar.

Sekaya apa pun sebuah negara atau keluarga, mereka tidak akan bertahan kalau tidak ikut berubah, ujar Mochtar.

Dia mencontohkan pada zaman Belanda, ada seorang “raja gula” di Jawa Tengah yang kekayaannya mencapai 200 juta gulden, atau dengan nilai sekarang setara sekitar US$ 20 miliar.

“Sekarang sudah tidak diketahui lagi nasib dia atau keturunannya,” kata Mochtar.

Demikian juga Tiongkok pada era dinasti kuno merupakan negara paling kaya di dunia, tetapi kemudian terpuruk dan menjadi negara yang “semi terjajah” karena mengabaikan terjadinya revolusi industri tahap pertama dan kedua.

“Kita harus hati-hati, ketika Tiongkok tidak mengikuti (revolusi industri) akhirnya jadi masalah. Indonesia tidak boleh kehilangan kesempatan yang baik ini,” ujarnya.

Mochtar, yang ikut membidani lahirnya sejumlah bank swasta besar seperti BCA dan Panin, juga berbagi kiat-kiatnya dalam menangani bisnis di Lippo Group, termasuk MatahariMall.com dan sistem pembayaran digital OVO.

Sambil terus berdiri di podium, Mochtar juga membagi kisah menarik tentang pertemuannya selama 13 jam dengan Jack Ma, pendiri platform digital Alibaba yang menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Mochtar adalah yang pertama menyampaikan materi dari tiga pembicara utama IDC 2019, termasuk Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brojonegoro.

Tim Gabungan BNN RI Membongkar Pabrik Pembuatan Narkotika Jenis PCC

HarianNusa.Com – Tim gabungan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Tim dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yang dipimpin Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Drs. Arman Depari, berhasil mengungkap tempat produksi dan pusat peredaran jutaan butir narkotika jenis PCC yang berkedok sebuah pabrik pembuatan sumpit di wilayah Gunung Gede Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya.

Selain di Tasikmalaya, Tim gabungan BNN RI dan Bareskrim Polri juga melakukan pengungkapan di sejumlah TKP berbeda, antara lain di Gubug Mang Engking, Desa Kretek Gombong, Kabupaten Kebumen Jawa Tengah dan TKP lainnya di Jalan Patimura 4, Kelurahan Kroya, Kota Cilacap, Jawa Tengah.

Narkotika tersebut akan dikirim dan disimpan di dalam gudang yang berlokasi di Banyumas Jawa Tengah dan rencananya pil PCC tersebut akan diedarkan ke beberapa daerah di Indonesia yaitu di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Kalimantan.

Dari hasil pengungkapan kasus ini, petugas menyita sejumlah barang bukti seperti peralatan laboratorium, mesin cetak/pill press, bahan baku siap cetak, bahan kimia cair dan padat dan lebih dari dua juta pil PCC siap edar.

Menurut penjelasan Karo Humas dan Protokol BNN RI, Sulistyo Pudjo Hartono, SIK, M.Si bahwa Narkotika jenis PCC saat ini sangat diminati dan digunakan kalangan remaja karena harganya yang murah dan tidak dicurigai masyarakat karena bentuknya seperti obat biasa.

Di dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 7 Tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika disebutkan bahwa Carisoprodol termasuk golongan I narkotika.

Narkotika golongan I adalah narkotika yang paling berbahaya. Daya adiktifnya sangat tinggi.

Pil PCC merupakan obat yang memiliki kandungan Carisoprodol diketahui memiliki efek farmakologis sebagai relaksan otot yang tidak akan berlangsung lama, akan tetapi di dalam tubuh akan di9metabolisme menjadi zat aktif meprobamat yang akan memberikan efek sedative (menenangkan).

“Namun efek yang ditimbulkan dapat menyebabkan halusinasi dan penggunanya seperti Zombie, hilang ingatan, menyebabkan hal-hal yang di luar akal pikirannya hingga berakibat kematian,” ungkap jenderal berbintang satu ini dalam siaran pers yang disampaikan melalui grup WhatsApp, Kamis, (28/11/19).

BNN meminta semua pihak mulai dari orang tua, masyarakat dan aparat pemerintahan setempat untuk ikut aktif dan berpartisipasi dalam menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Karena efeknya sangat berbahaya dan merusak generasi muda di Indonesia,” tutup Sulistyo Pudjo. (f3)

Waspadai Potensi Kondisi Cuaca Ekstrim Memasuki Musim Hujan

0
Levi Ratnasari S.Tr, Prakirawan Cuaca BMKG Praya (Dok Pribadi)

Beberapa hari belakangan ini masyarakat di sebagian wilayah NTB telah dihadapkan dengan perubahan kondisi cuaca panas dan terik, menjadi lebih sejuk dengan adanya hujan yang telah mengguyur beberapa wilayah di Nusa Tenggara Barat. Meski hujan yang dirasakan masyarakat belum  merata namun harus tetap di syukuri karena ini menandakan musim hujan yang sudah semakin dekat.

Seperti kita ketahui, dapat dikatakan musim hujan jika, dalam satu dasarian (10 hari), curah hujan lebih dari atau sama dengan 50 mm, dan diikuti dengan dasarian (10 hari) berikutnya. Hal tersbut juga di dukung adanya perubahan dari hembusan tiupan angin.

Ketika musim hujan angin akan cenderung dominan dari arah barat laut. Kondisi ini umumnya akan membawa masa udara basah sehingga memberi curah hujan hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Bulan  November  ini dapat dikatakan sebagai masa peralihan memasuki musim penghujan di wilayah NTB. Di masa peralihan ini, kita juga perlu menyiapkan diri dalam menghadapi puncak musim hujan yang nantinya diikuti dengan  meningkatnya curah hujan  di wilayah  NTB.

Berdasarkan data klimatologi, puncak musim hujan secara umum terjadi pada bulan Januari dan Februari 2020 mendatang. Data Klimatologi dari BMKG Kediri juga memprediksi Hujan akan dirasakan mulai merata di wilayah NTB pada bulan Desember nanti, meski intensitas atau peluang curah hujan yang dirasakan tidak sama, yakni masih ada beberapa wilayah di NTB yang memiliki intensitas hujan masih rendah. 

Kondisi Dinamika Atmosfer mulai mengindikasikan potensi pertumbuhan awan hujan khususnya di wilayah  NTB. Suhu muka laut di sekitar perairan NTB mulai menghangat yakni berkisar 28⁰C – 30⁰C dengan anomali suhu muka laut mendekati positif yakni (-0.5 s.d 1.0). Kondisi ini mengindikasikan adanya potensi pasokan uap air yang dapat berkontribusi membawa massa udara basah di wilayah NTB. Selain itu mulai terbentuknya daerah pusat tekanan rendah di selatan ekuator yakni di wilayah daratan Australia, namun kini masih diikuti dengan terbentuknya daerah  pusat tekanan rendah di wilayah Utara ekuator yakni di Laut Cina Selatan dan perairan Piliphina.

Daerah konvergensi memanjang sudah  mulai intens terbentuk di wilayah dekat ekuator. Kondisi tersebut menguntungkan untuk wilayah di selatan ekuator, disebabkan dapat mendukung terbentuknya daerah belokan angin yang sering disebut sebagai Shearline. Daerah belokan angin ini dapat berakibat berkumpulnya massa udara sehingga dapat mendukung terbentuknya pumpunan awan.

Kelembapan udara pada lapisan rendah hingga ketinggian 850 hPa di wilayah NTB cukup signifikan pada bulan November ini, yakni lebih dari 60% dan diharapkan akan terus signifikan pada bulan Desember nantinya, sehingga turut mendukung pembentukan awan hujan di beberapa wilayah di NTB.

Berdasarkan hasil analisis data arah dan kecepatan  angin permukaan disetiap wilayah pengamatan BMKG NTB pada bulan November, arah angin variable mulai teramati yang artinya angin dari arah tenggara hingga selatan sudah tidak konsisten lagi sebagai indikasi masuknya masa peralihan.

Suhu udara maksimum pada siang hari di wilayah NTB masih berkisar  30.6⁰C – 35.4⁰C kondisi ini  cukup signifikan untuk mendukung pembentukan awan konvektif akibat pemanasan udara di wilayah NTB sehingga potensi terbentuknya awan yang dapat menghasilkan  hujan  lebat disertai badai guntur/petir serta angin kencang  masih berpotensi terjadi sewaktu waktu. 

Kondisi cuaca  di masa peralihan  ini menjadi tidak menentu, panas terik terkadang dirasakan pada pagi hari dan pertumbuhan awan menjadi signifikan khususnya  pertumbuhan awan rendah dan awan Cumulonimbus pada siang hingga sore hari. Kondisi langit dapat tiba tiba berubah gelap diikuti dengan perubahan angin mendadak yang terasa dingin. Kondisi ini dapat menjadi indikasi awal turunnya hujan yang disebabkan awan Cumulonimbus.

Untuk itu masyarakat diharapkan terus mempersiapkan diri di awal musim hujan ini dengan mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan dari perubahan cuaca ini. Memperhatikan lingkungan tempat tinggal agar senantiasa bersih dari sampah menumpuk, baik di saluran air atau sungai sekitar. Selalu fahami tanda tanda alam yang berpotensi menyebabkan bahaya, seperti jika terjadi hujan dan angin kencang, sebaiknya tidak banyak beraktifitas di luar ruangan atau memilih berteduh di tempat yang aman, tidak di bawah pohon yang rindang untk mengindari bahaya dari pohon tumbang.

Hujan di masa peralihan ini umumnya berpotensi terjadi pada siang hari hingga malam hari, namun  tidak  merata dan sedang hingga lebat yang akan diikuti oleh badai Guntur/petir dan angin kencang. Seperti wilayah kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara dan Lombok Tengah bagian Barat serta wilayah Sumbawa bagian barat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang juga sudah mulai dirasakan dan sudah cukup berdampak.

Pada beberapa waktu  lalu  terjadinya angin kencang sehingga menyebabkan tumbangnya pohon dan angin juga merusak atap rumah warga. Kondisi cuaca seperti ini masih berpotensi terjadi hingga memasuki puncak musim hujan.

Bangun Ekosistem Digital, AMSI Gelar Indonesia Digital Conference 2019

HarianNusa.com, Jakarta, AMSI – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) akan menggelar hajatan tahunan konferensi digital yang dinamai Indonesia Digital Conference (IDC) 2019, di Ballroom Djakarta Theater Jakarta Pusat, Kamis 28 November 2019.

IDC 2019 ini akan berlangsung seharian penuh, dengan mengundang para pengusaha, banker, start up, pemerintah, media dan masyarakat yang memiliki konsen terhadap perkembangan bisnis dan dunia digital di Indonesia.

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut menyatakan, ajang IDC 2019 merupakan ajang yang digagas para pengurus AMSI untuk memberi wadah saling bertukar pengalaman, gagasan, dan strategi bagaimana membangun ekosistem digital yang diperlukan untuk masa depan bersama.

“Dalam zaman digital, semua yang dulu tidak mungkin bisa menjadi mungkin berkat lompatan teknologi dan inovasi. Bisa jadi, antarperusahaan yang dulu bersaing sengit, justru harus bergandengan mesra, berkolaborasi, berorkestrasi agar bisa tumbuh, berkembang dan maju bersama-sama,“ kata Wenseslaus Manggut.

Sebagai organisasi yang mewadahi perusahan media siber, AMSI sangat aktif menggagas dan mendorong terciptanya ekosistem bisnis digital yang sehat, kompetitif, dan menumbuhkan peluang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Salah satu kata kuncinya, adalah selain membuka pasar digital secara terbuka, kita juga membutuhkan regulasi yang fair dan memberi iklim usaha yang sehat dari penyelenggara negara. Bentuknya apa, ini salah satu yang jadi bahasan pokok, bagaimana Indonesia menyiapkan transformasi peradaban digital,” tambah Wenseslaus.

Ketua penyelenggara IDC 2019, Metta Dharmasaputra menyatakan, sesuai rencana Presiden Joko Widodo akan membuka ajang yang akan menjadi event tahunan AMSI ini. Panitia telah menyiapkan empat panel diskusi dengan tema berbeda.

Panel pertama dengan tema “Transformasi Korporasi Menghadapi Industri 4.0” menghadirkan narasumber Dwi Soetjipto (Kepala SKK Migas), Mas’ud Khamid (Direktur Pemasaran Retail Pertamina) dan Andi Kristianto (Ceo Telkomsel Mitra Inovasi).

Panel kedua, menyoroti digitalisasi dalam bisnis perbankan nasional dengan tema “Strategi Baru Perbankan di Era Digital”. Narasumbernya antara lain Anggoro Eko Cahyo (Direktur Bisnis Konsumer BNI), Leonardo Koesmanto (Head of Digital Banking Bank DBS), dan Indra Utoyo (Direktur PPT Bank Rakyat Indonesia).

Panel ketiga bertema “Fintech dalam Percepatan Inklusi Keuangan” menghadirkan narasumber Eddie Danusaputra (CEO Mandiri Capital), Karaniya Dharmasaputra (Presiden Direktur OVO), dan Dicky Wijaya (Chief Information Officer Investree).

Pada sesi terakhir, bertema “Platform Digital Untuk Ekonomi Rakyat” menghadirkan narasumber Farid Naufal Aslam (CEO Aruna), Pamitra Wineka (Presiden & co-Founder Tani Group), serta Yudi Tri Sanjaya (EEO Bakpiaku).

Selain para pelaku ekonomi digital, IDC 2019 juga akan dibuka dengan sejumlah Keynote Speaker seperti Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, dan pendiri Lippo Group Mochtar Riady.

“Panitia masih membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mengikuti konferensi IDC 2019 ini secara cuma-cuma. Namun, karena keterbatasan ruangan, peserta harus mendaftar melalui link ini https://www.amsi.or.id/daftaridc2019.html atau melalui WA 081295302195, “ kata Metta Dharmasaputra.

Melalui ajang IDC 2019, AMSI berharap bisa memberi ruang terbuka berbagi ide, gagasan, dan strategi bersama pemerintah menyambut gelombang dahsyat bernama revolusi digital.

IDC 2019 teselenggara berkat dukungan sejumlah sponsor antara lain: Bank BNI 46, Pertamina, SKK Migas, Gojek, ExxonMobil Indonesia, Inpex Indonesia, Adaro Energy,Tokopedia, dan OVO.

Peace Wind Japan Bersama ACT Bangun 10Km Pipa Air Bersih di Kaki Rinjani

0

HarianNusa.com, Lombok Timur – Aksi Cepat Tanggap bersama Peace Wind Japan (PWJ) dan Japan Platform meresmikan proyek pengadaan air bersih permanen ke Desa Sajang. Dari Desa Sembalun Timba gading, air bersih dari sumur bor sedalam 40 meter akan dialirkan melalui pipa sepanjang 10 kilometer ke Desa Sajang. Di sepanjang jaringan pipa air, juga dibangun 5 buah bak penampungan yang turut mengalirkan air bagi warga yang dilewati oleh proyek ini.

Acara peresmian proyek ini turut dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Perwakilan DPRD Provinsi, DPRD Lotim, Pemerintah Daerah Lombok Timur dan disaksikan oleh puluhan masyarakat desa Sembalun dan Desa Sajang.

ACT Pusat diwakili oleh Direktur GHR Bambang Triyono dan Kepala Cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian. Sedangkan PWJ Jepang diwakili oleh BOD –nya Mark San dan Konsulat Jendral Jepang yang berkedudukan di Denpasar.

“PWJ akan terus membersamai masyarakat Lombok melewati hari-hari-hari dalam recovery bencana. Lombok dan Palu tidak akan dilupakan. Jepang dan Indonesia merupakan negara yang sama-sama memiliki potensi kerawanan bencana yang besar. Bantuan yang diberikan kali ini adalah salah satu bentuk saling membantu antar negara. Ketika Jepang dilanda musibah, Indonesia juga merupakan negara yang selalu aktif dalam mengirim bantuan”, ujar Mark San dalam pidato sambutannya.

“Kami menyadari, ketika bencana yang paling sulit di akses adalah sumber air bersih, sehingga kami menyimpulkan bahwa air adalah seperti berlian kehidupan, kami mengharap masyarakat dapat menjaga sumber air yang kita resmikan ini agar bertahan lama dan berkelanjutan”, lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lombok Timur yang mewakili Bupati mengungkapkan rasa syukur atas peresmian pembangunan proyek ini. Karena Proyek Pipanisasi ini memudahkan Pemda juga dalam memberikan layanan dasar berupa air bersih untuk masyarakat.

“Pemerintah mengapresiasi kerja ACT bersama PWJ ini karena program air bersih adalah program yang didorong oleh Pemkab untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ketika terjadi musim kering seperti saat ini.” Ungkap Lalu Mulyadi.

Lalu Muhammad Alfian selaku Kepala Cabang ACT NTB di tempat yang sama juga mengungkapkan kegembiraannya. “Syukur yang tidak terhingga atas peresmian proyek pipanisasi ini. Proyek ini bukan semata-mata proyek mengalirkan mata air ke Desa Sajang, tapi juga merupakan proyek mengalirkan sumber kehidupan masyarakat Desa Sajang pada Khusunya dan Kecamatan Sembalun pada umumnya.” ujarnya.

“Karena sebelumnya sama-sama kita ketahui bahwa Desa Sajang mengalami kesulitan sumber air sejak lama, sejak sebelum gempa dan diperparah lagi oleh kejadian gempa tahun lalu yang meluluhlantakkan seluruh kecamatan Sembalun dan sebagian besar kabupaten Lombok utara.” pungkasnya.