Beranda blog Halaman 185

Kontraktor Diminta Jangan Main-main

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Kepala Bagian Pembangunan Pemkab Lombok Barat, Hery Ramdan mengatakan dari 88 paket proyek di Lombok Barat, 36 diantaranya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Ke 36 paket proyek ini dinilai krisis. Artinya, para kontraktor hingga batas waktu pengerjaan belum mencapi fisik 100 persen. Rata-rata deviasi masih di atas 25 persen. Hal tersebut disampaikan
saat pertemuan dalam rangka evaluasi proyek tahun 2019 di Aula Utama Kantor Bupati di Giri Menang, Jum’at, (22/11/19).

Menurut Hery, para kontraktor ini diminta jangan main-main, karena ini merupakan dana yang digelontorkan pusat melalui DAK. Pada saat sejumlah kontraktor diminta memberkan klarifikasi atas keterlambatan, Hery sedikit tegas dengan nada suara yang meninggi. Hery menegskan, jika kontraktor yang belum selesai melakukan pekerjaannya, maka konsekwensinya harus diganti oleh kontraktor lain.

“Finance Coursnya itu ditutup per 31 Desember. Kalau sudah tutup, tidak ada pembayaran lagi. Akhirnya pekerjaan yang tidak selesai itu dibayar oleh kita. Itu masalahnya,” tegas Hery kepada sejumlah wartawan usai pertemuan.

Keterlambatan ini yang tidak diinginkan, sementara nilainya cukup besar hingga mencapai Rp 10 milyar. Dan itu dituntaskan realisasi pembayaran oleh pemerintah kabupaten. Proyek yang paling riskan yang disebut Hery adalah Puskesmas Meninting, Sigerongan dan lainnya tanpa menyebut angka pasti.

“Banyaknya saya lupa, nanti ada datanya,” tepisnya seraya mengaku sedikit keras kepada kontraktor.

Alasannya, supaya mereka tidak main-main dan malas mengerjakan pekerjaan. Padahal kontrak pekerjaan sudah mereka pegang. Namun masih saja yang belum mampu mencapai fisik 100 persen.

Keterlambatan para kontraktor ini mengerjakan kewajibannya, kata Hery masih dinilai lalai. Namun dia tidak ingin mengidentifikasi kalau para kontraktor berdalih karena material, tenaga kerja atau alasan lainnya. Seingat Hery, jika kontraktor beralasan karena kelangkaan material, beberapa bulan terakhir sudah normal.

“Kemarin ada kelangkaan semen, tapi itu sementara dan sudah normal. Sebenarnya mereka tidak ada alasan,” tepis Hery.

Pasca pertemuan ini, para kontraktor sudah diberikan peringatan kedua kalinya. Menjelang akhir tahun, akan diberikan peringatan ketiga. Jika tidak juga selesai sampai akhir Desember, dengan terpaksa harus di ’cut’. Karena yang paling diatensikan adalah, proyek-proyek DAK. Sementara proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) penganggarannya sudah ada di kas.

Sementara saat berlangsungnya pertemuan evaluasi, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid berharap, semua pekerjaan konstruksi bisa selesai tepat waktu. Selain tepat waktu, pekerjaan juga sesuai kualitas standar yang sudah disepakati.

“Mengenai cara, saya kira rekan-rekan kontraktor, PPK, Pengawas sudah lebih faham, tinggal sekarang kemauan. Saya yakin, jika ada kemauan pasti bisa selesai. Tapi kita sering meremehkan masalah dan pekerjaan, tanpa memperhatikan skala prioritas,” kritiknya kepada puluhan kontrator yang lebih memilih bungkam.

Sementara Asisten II, Hj. Lale Prayatni pun menekankan, para konraktor harus memiliki semangat yang sama dengan pemerintah Lombok Barat. Karena, pada saat mengikuti tender, semua kontraktor memiliki semangat yang kuat. Sementara saat menandatangani kontrak semangat mereka kendor sampai penyelesaian proyek.

“Setelah itu atau ditengah-tengah penyelesaian proyek, bapak-bapak mengeluh. Harapan kami harus bersemangat,” tegas Lale.

Setelah menandatangani kontrak, kata Lale, itu artinya para konraktor sudah ada janji, siap untuk menyelesaikan proyek. Dalam durasi waktu lima minggu ini, Lale menekankan agar mencari solusi penyelesain proyek yang dinilai mangkrak ini.

“Mohon nanti kepada Kabag ULP, Kabag Pembangunan untuk membuat jadwal dalam rangka membahas lagi, apakah dalam sehari tiga atau empat proyek, kita bertemu bersama-sama,” pinta Lale dihadapan Bupati dan puluhan kontraktor dan pengawas proyek. (f3)

Ket. Foto:
Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid saat meninjau salah satu proyek di Lombok Barat. (istimewa)

SMKN 2 Mataram Ikuti Lombok Expo Kampus

HarianNusa.Com, Mataram – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Mataram diwakili Kelas XII UPW 2 dan 3 serta Kelas XII OTKP mengikuti kegiatan

Lombok Expo Kampus yang digelar di Islamic Center (IC) Mataram, Selasa-Kamis, (19-21/11/2019).

Lombok Ekspo Kampus adalah wadah dimana segudang informasi masa depan yang diselanggarakan oleh konsultan pendidikan dari indonesia, dan bertujuan untuk menjadikan anak bangsa yang mampu bertanding di kancah International.

Sulman Haris, M.Pd.I Humas SMKN 2 Mataram menjelaskan bahwa kegiatan ini dihadiri ribuan peserta didik SMA dan SMK se Kota Mataram, diantaranya
SMA 1,SMA 2, SMA 3, SMA 4, SMA 5, SMA 6, SMK 1, SMK 2, SMK 3, SMK 4,
Man 1, Man 2, SMA TRISAKTI.

“Untuk SMKN 2 Mataram diikuti sebanyak kurang lebih 105 siswa. Mereka didampingi Bapak Irham Kufli, M.Pd.,” jelasnya, Jumat, (22/11/19).

Lebih lanjut Sulman mengatakan bahwa yang menjadi target adalah siswa Kelas XII yang bertujuan mencari dan menjajaki Perguruan Tinggi baik negeri ataupun swasta sebagai tujuan mereka melanjutkan studi.

“Harapannya kelak mereka mampu menjadi dirinya dan juga memimpin kota Mataram NTB bahkan kedepan mereka dengan kemampuan membaca peluang bisa jadi pemimpin Nasional bahkan dunia,” harapnya.

Diterangkan Sulman, visi misi Lombok Expo Kampus adalah manjadikan anak Mataram atau putra daerah setempat menjadi pelaku ekonomi yang mampu berpengaruh bagi dunia global, dan mampu bersaing dengan dunia Internasional.

“Mataram saat ini sedang menuju menjadi kota internasional yang akan dipandang dunia karena pariwisatanya yang terbaik di dunia dan akan adanya penunjang MotoGP yang akan mendorong perekonomian sangat pesat, tapi jangan sampai anak Mataram hanya menonton kesuksesan orang lain. Mari jadikan SDM unggul dan berkualitas,” pungkasnya. (f3)

Ket. Foto:
Siswa/siswi SMKN 2 Mataram. (istimewa)

Gubernur NTB Ingin Sekolah Statistik Ada di Wilayah Indonesia Timur

0

HarianNusa.Com, Mataram – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memiliki mimpi bahwa suatu saat Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, tidak lagi berada di Jakarta atau wilayah barat Indonesia. Namun, orang nomor satu di NTB itu berharap Sekolah Statistik itu berada di wilayah Indonesia Timur, baik itu di Sulawesi, Papua atau di wilayah Nusa Tenggara.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu menyampaikan keinginan tersebut saat rapat koordinasi Satu Data Kependudukan tahun 2019, di Hotel Golden Palace, Kamis (21/11/2019).

Bang Zul menilai, dengan berdirinya sekolah statistik di Wilayah Indonesia Timur, maka Sumber Daya Manusia (SDM) dapat dipacu dan bisa bersaing dengan SDM yang ada di wilayah Indonesia Barat. Sehingga, anak-anak yang cerdas di bidang statistik tidak lagi terpusat di Jakarta. Namun tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Human Development Index (HDI) Indonesia Bagian Timur itu rendah bukan karena standard of living kita rendah. Tapi mayoritas lulusan SMA terbaik kita sekolahnya di Bandung, Jogja dan Malang,” jelas Bang Zul.

Maka, salah satu cara untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia, adalah dengan menghadirkan lembaga pendidikan berkualitas, seperti STAN atau STIS.

Terkait Data Statistik, Gubernur menyampaikan pentingnya satu data yang akurat. Sehingga, kebijakan yang dibuat untuk masyarakat betul-betul berbasikan data, baik secara nasional maupun di tingkat daerah. Namun, perlu juga diingat katanya, bahwa angka-angka keberhasilan, baik itu ekonomi dan inflasi, harus memiliki dampak bagi kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat.

“Pembangunan itu tidak mungkin direduksi hanya sebatas angka-angka. Percuma angka pertumbuhan ekonomi kita tinggi, namun masyarakat lokal kita jadi penonton,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik NTB, Suntono melaporkan rapat koordinasi satu data ini dimaksudkan untuk membahas data yang dihimpun statistik dalam bentuk satu data. Sehingga, tidak ada lagi data yang berbeda, baik oleh statistik maupun lembaga terkait lainnya.

Kegiatan itu katanya akan berlangsung dua hari dengan menghadirkan para pemangku kepentingan, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. (*)

Partai Berkarya Datangi PKS, Hasilkan Lima Nota Kesepahaman

0

HarianNusa.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal DPP PKS Mustafa Kamal mengatakan kunjungan Partai Berkarya ke Gedung DPP PKS Jl Simatupang No.82, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019), membuahkan lima nota kesepahaman.

Pertama, berkomitmen untuk membangun demokrasi yang sehat dan bermartabat, sesuai amanat reformasi dalam bingkai Pancasila dan UUD NKRI 1945.

“Kedua, menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI dari ancaman komunisme, separatisme, terorisme, radikalisme, dan berbagai ancaman terhadap pertahanan dan keamanan negara, bersama TNI, Polri, masyarakat sipil, serta seluruh komponen bangsa,” kata Mustafa saat konferensi pers.

Ketiga, memperjuangkan keadilan bagi seluruh masyarakat dan menolak segala bentuk persekusi, kriminalisasi, serta stigmatisasi terhadap ulama, tokoh agama, dan aktivis.

“Keempat, membangun kedaulatan dan kemandirian ekonomi nasional melalui penguatan UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, ekonomi syariah, dan mendorong gerakan kewirausahaan nasional khususnya bagi para generasi muda serta bersama-sama memperjuangkan kepentingan rakyat dan meringankan beban hidup mereka diantaranya dengan menolak kenaikan iuran BPJS, tarif dasar listrik, harga BBM, dan Iain sebagainya,” kata dia.

Terakhir, membuka ruang kerjasama dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia dengan memenangkan kompetisi Pilkada tahun 2020 dengan cara bermartabat dan penuh keberkahan, menolak segala bentuk politik uang, ujaran kebencian, berita bohong, politisasi SARA, segala bentuk kecurangan serta
pelanggaran baik yang bersifat yuridis maupun etis, serta meminta kepada pemerintah dan aparat untuk menyelenggarakan pilkada yang jujur dan adil.

SMKN 2 Mataram Menggelar Sosialisasi dan Penyusunan Penyelarasan Program Keahlian “Dual System”

0

HarianNusa.Com, Mataram – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Mataram dipercaya oleh pemerintah dalam melaksanakan program Dual System bagi SMK yang memiliki Kompetensi Keahlian dengan masa pendidikan 4 tahun.

Waka Kesiswaan SMKN 2 Mataram, Sulman Harish, M.Pd.I, menjelaskan Kompetensi Keahlian dengan masa pendidikan 4 tahun yang ada di SMK Negeri 2 Mataram adalah Desain Interior dan Teknik Furnitur.

"Tujuan dari program Dual System ini adalah mencetak lulusan SMK yang memiliki kualitas kompetensi yang memadai yang sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha Dunia Industri," jelasnya dalam rilis yang disampaikan keep media in, Rabu, (20/11).

Sementara Ketua Panitia Dading Qolbuadi, SST.Par sekaligus Waka Kurikulum SMKN 2 Mataram memaparkan program yang akan dilakukan untuk mencapai hal tersebut diantaranya adalah menambah masa Magang siswa (PKL) menjadi 10 bulan sampai 1 tahun sehingga siswa mendapatkan pengalaman praktik yang lebih lama dan diharapkan menjadi lebih terampil.

Program kedua dari Dual System ini adalah, lanjutnya, yakni mencetak lulusan SMK yang memiliki sertifikasi kualifikasi level 3 dan mengadakan penyelarasan kurikulum dengan Politeknik yang memiliki jurusan yang sama.

"Sehingga Siswa Lulusan DITF dapat disetarakan kualifikasinya dengan lulusan Diploma 1," paparnya.

Pemprov NTB dan Unram Kerjasama Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Desa

0

HarianNusa.Com, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Universitas Mataram (Unram) melakukan kerjasama dalam melaksanakan seminar internasional yang akan berlangsung 20-23 Oktober 2019 di Aruna Senggigi Resort and Convention. Seminar ini akan berfokus pada pembangunan berkelanjutan di desa.

Kegiatan yang dinamakan International Seminar on Rural Sociology and Community Development ini bertema "Implementing Rural Sciences for Sustainable Development Goals Achievement". Kegiatan ini juga melibatkan ARSA (Asian Rural Sociological Association) dan Lombok Friendly dalam proses penyelenggaraannya.

Seminar yang terlaksana dengan kerjasama lintas institusi ini akan dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Zulkieflimansyah, S.E,M.Sc, Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Lalu Husni, S.H.,M. Hum, Mantan Presiden ARSA, Rosiady Sayuti, Ph.D sebagai Keynote Speakers. Sementara itu, hadir juga Prof. Koichi lkegami, Ph.D, Prof. Motoki Akitsu, Dr. Kiah Smith, Guoqing Li, dan masih banyak lagi ahli lain yang akan menjadi lnvited Speakers.

Dr. Ir. Agus Purbathin Hadi, M. S.i, selaku ketua kegiatan tersebut menyatakan hal ini merupakan upaya kolaborasi antara pemerintah dengan universitas guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di desa karena kegiatan ini disertai dengan presentasi dan publikasi hasil penelitian dari berbagai pihak.

"Ini adalah momentum kolaborasi yang baik untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di desa," ungkapnya Saatchi konfrensi pers awak media di Ruang Raped Kantor Bappeda Provinsi NTB, Selena, (19/11).

Dia menambahkan, wilayah Nusa Tenggara Barat merupakan wilayah pedesaan yang potensial sehingga kebijakan dan studi yang berhubungan dengan pedesaan sangat dibutuhkan.

"Dibutuhkan penelitian dan kebijakan yang tepat untuk membangun wilayah pedesaan kita. Potensi pedesaan kita sangat besar. Itulah sebabnya acara ini dilakukan, supaya kebijakan-kebijakan yang dihasilkan nanti berdasarkan riset dan pro masyarakat pedesaan," tambahnya.

Agus berharap kegiatan ini bisa menjadi wadah yang baik bagi pemerintah, akademisi, praktisi dan semua instistusi atau komunitas masyarakat untuk berkontribusi bagi pembangunan di wilayah NTB. Selain itu, la juga berharap kegiatan seminar ini bisa dilakukan secara berkelanjutan.

Seminar rencananya akan dihadiri 156 orang dari 6 negara dan akan menghadirkan pakar-pakar dari negara peserta yang akan membahas topik-topik yang diangkat dalam seminar nantinya.

Agus menjelaskan bahwa seminar akan mengangkat isu-isu lokal seperti penurunan angka kemiskinan, desa wisata, mitigasi bencana serta isu sosial lainnya.

"Dengan harapan ada praktek-praktek yang bisa kita pelajari," ungkapnya. (f3)

Ket Foto:
Kegiatan Konfrensi pers di Ruang Rapat Kantor Bappeda Provinsi NTB. (HarianNusa.Com/f3)

Plt. Dispar Lobar Tegaskan Seluruh Proyek Tetap Jalan

0

HarianNuda.Com, Lombok Barat –
Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian yang telah ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Hj. Lale Prayatni menegaskan bahwa seluruh proyek fisik yang ada di Dinas Pariwisata dijamin tetap berjalan sesuai proses yang semestinya.

“Karena ini adalah proyek DAK (Dana Alokasi Khusus, red), maka harus ada komitmen untuk tetap melanjutkannya,” tegas satu-satunya Calon Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat perempuan, Senin (18/11/19).

Menurut Lale, seluruh proses pembangunan destinasi wisata di tahun anggaran 2019 ini akan tetap berjalan sebagaimana dalam perencanaan.

“Saat ini yang saya tahu, progress proyek seluruhnya sudah selesai lima puluh persen. Karena tanggal 17 kemarin juga sudah harus masuk tujuh puluh lima persen,” terang Lale mengaku harus optimis untuk bisa menuntaskan seluruh proyek yang ada di Dinas Pariwisata.

Salah satu alasan utama mengapa dirinya akan berusaha keras menggerakkan seluruh potensi di Dinas Pariwisata adalah karena sumber anggaran DAK ini memiliki aturan yang khusus.

“Jika tidak bisa kita tuntaskan seratus persen di jadwal yang seharusnya, maka kita khawatir justru akan menjadi beban APBD kita secara murni karena DAK tidak akan membiayainya sesuai dengan komitmen awal ketika kita menerima DAK,” tegas Lale.

Menurut Lale, seluruh kontrak DAK akan berakhir di tanggal 16 Desember nanti. Jika melampaui hal tersebut, pihaknya khawatir akan menjadi beban APBD Lombok Barat di Tahun Anggaran 2020.

“Saya yakin kita akan sulit meloby Pemerintah Pusat untuk adendum soal waktu. Sehingga kita minta semua rekanan bisa bekerja lebih cepat bekerja agar tidak menjadi beban buat APBD kita di tahun 2020,” harap Lale.

Secara khusus untuk proyek DAK di Pusuk Pass yang terkait dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala Dinas Pariwisata, IJ oleh Kejaksaan Negeri Mataram, Selasa lalu (12/11), Lale akan mengkoordinasikan hal tersebut dengan pihak Kejaksaan Negeri Mataram. Namun Lale meyakini pihaknya dan perusahaan yang mengerjakan proyek di Monkey Forest Pusuk Pass akan diberikan keleluasaan untuk melanjutkan pelaksanaan pekerjaan sebagaimana yang direncanakan. Menurut Lale, kasus OTT dengan pelaksanaan proyek adalah suatu hal yang terpisah.

Berdasarkan informasi dari berbagai media, proyek infrastruktur destinasi Dinas Pariwisata Lombok Barat tidak hanya ada di kawasan Pusuk Pass dan bernilai lebih dari Rp. 1,58 milyar. Setidaknya masih ada 4 proyek lainnya seperti Penataan Kawasan Sesaot dengan nilai Rp. 1,3 milyar, Proyek di Desa Buwun Mas Sekotong dengan nilai Rp. 1,3 milyar lebih, dan Proyek lanjutan penataan Wisata Lingsar dengan nilai lebih dari Rp. 1,3 milyar dan Rp. 400 juta.

Sebagaimana diketahui Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan sendirinya melakukan tindakan pemberhentian sementara Kepala Dinas Pariwisata IJ akibat kasus pidana yang menjeratnya.

“Hari ini kita sudah memproses pemberhentian sementara Sauadara IJ sebagai Kepala Dinas dan selaku Aparatur Sipil Negara. Karena diangkat dengan SK Bupati, maka diberhentikan sementara juga dengan SK Bupati yang secara simultan mengangkat Ibu Lale Prayatni selaku Plt Kepala Dinas Pariwisata,” terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM Kabupaten Lombok Barat, Suparlan di tempat terpisah.

Suparlan memastikan soal pemberhentian tetap IJ dari status ASN-nya hanya bisa dilaksanakan bila yang bersangkutan divonis bersalah dan telah inkracht. Untuk itu, pihaknya meminta agar semua pihak menghargai proses hukum dan mengedepankan asas praduga tidak bersalah. (f3)

Ket. Foto:
Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian yang telah ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Hj. Lale Prayatni. (istimewa)

Lale prayatni Lombok Barat
Lale Prayatni

Nekat Merokok di Toilet Pesawat, Penumpang Wings Air Diamankan Petugas

HarianNusa.com, Balikpapan – Seorang pria penumpang pesawat Wings Air berinisial AN (49th) nekat merokok di dalam toilet saat pesawat terbang yang ditumpanginya tengah mengangkasa. Ia pun segera diamankan petugas keamanan bandara (AVSEC) begitu pesawat mendarat dengan sempurna di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur (BPN), Senin pagi (18/11/2019).

Pesawat dengan nomor penerbangan IW-1394 yang ditumpangi AN melayani rute penerbangan dari Banjarmasin melalui Bandar Udara Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (BDJ).

Melalui keterangan pers, Wings Air menjelaskan terdapat salah satu penumpang laki-laki berinisial AN (49) yang duduk di kursi nomor 5C, diketahui melakukan perbuatan yang mengganggu kenyamanan perjalanan dan melanggar aturan penerbangan sipil. AN merokok di toilet (lavatory) bagian belakang pesawat saat posisi pesawat mengudara (in-flight).

Kepala awak kabin (senior flight attendant/ SFA) bekerjasama dengan pilot menjalankan tindakan secara tepat berdasarkan peraturan perusahaan dan penerbangan sipil. Seperti biasanya, kru pesawat sudah menyampaikan larangan untuk tidak merokok di dalam penerbangan kepada penumpang tersebut. Karena itu, Sesuai SOP, pilot menginformasikan kepada petugas layanan darat (ground handling) dan petugas keamanan (aviation security/ avsec) agar segera dilakukan penanganan setelah pesawat mendarat dan posisi sempurna.

Wings Air penerbangan IW-1394 mendarat pukul 07.06 WITA. Koordinasi yang baik antara awak pesawat, ground handling dan avsec, sehingga proses penanganan AN berikut barang bukti berjalan secara tepat. Wings Air menyerahkan AN kepada pihak terkait beserta Otoritas Bandar Udara (otband) guna pemeriksaan dan proses lebih lanjut.

Wings Air menegaskan bahwa seluruh operasional pesawat adalah bebas asap rokok termasuk rokok elektronik (electric). Setiap penerbangan, awak kabin mengumumkan kepada penumpang bahwa merokok di pesawat adalah tindakan yang dilarang.

“Wings Air menghimbau kepada seluruh penumpang untuk memahami serta mematuhi aturan tidak merokok di dalam kabin atau di toilet/ kamar kecil (lavatory)“, tulis Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Wings Air.

Pesawat maskapai Wings Air

Menurut peraturan keselamatan penerbangan sipil (CASR) 25.854, setiap pesawat udara yang berkapasitas 20 orang atau lebih, wajib memasang pendeteksi asap (smoke detector system) di setiap lavatory dan harus dilengkapi fire extinguisher pada setiap disposal. Pesawat juga harus dilengkapi placard atau tanda pengumuman yang telas bagi penumpang.

Ketentuan yang mengatur keselamatan serta keamanan penerbangan ini juga bersumber dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 dan Program Keamanan Penerbangan Nasional pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia 80 Tahun 2017.

“Wings Air berupaya dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan senantiasa mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan (safety first)”, tutup Danang.

BMH Bagikan Paket Sekolah Dalam Peringatan HUT PGRI ke-74 & HGN 2019

0

HarianNusa.com – Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) kembali membagikan bantuan paket sekolah berupa tas serta peralatan sekolah lainnya kepada anak-anak Yatim dalam acara Jalan Sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-74 & Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2019, Pendopo Alun-alun Sidoarjo, Jl. Jenggolo No.44A, Pucang, Kabupaten Sidoarjo, pada Ahad (17/11/2019) pagi.

Perlengkapan Sekolah dibagikan setelah kegiatan Jalan Sehat berlangsung yang diikuti para Guru dan ratusan warga Sidoarjo, saat penutupan Acara Peringatan HUT PGRI ke-74 dan HGN 2019.

Turut Serta dalam memeriahkan Acara Peringatan HUT PGRI ke-74 dan HGN 2019 yaitu Bupati Sidoarjo Bapak Saiful Ilah, Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan serta kepala PGRI Sidoarjo bapak Suprapto didampingi manager BMH Ustadz M.Yasin.

“Alhamdulillah, acara pembagian peralatan sekolah untuk adik-adik yatim pada pagi hari ini berjalan lancar, terimakasih dukungan dari bapak Bupati Saiful Ilah serta jajaran Dinas Pendidikan &kebudayaan Sidoarjo, dan yang pasti tidak lupa para donatur yang ikhlas menyisihkan sebagian hartanya untuk fasilitas perlengkapan Sekolah untuk adik-adik yatim yang membutuhkan” ungkap M. Yasin.

Tidak hanya bagi-bagi perlengkapan sekolah, tapi BMH juga menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis dari awal acara hingga selesai Acara HUT ke-74 PGRI dan HGN 2019.

“BMH tidak hanya bagikan Perlatan sekolah untuk adik-adik yang membutuhkan, melaikan BMH juga membuka posko cek kesahatan dari cek gula darah, asam urat, kolesterol, tekanan darah tinggi, Berat Badan secara Gratis untuk para guru pahlawan tanpa tanda jasa dan semua masyarkat yang mengikuti, ” tutupnya.

Salah satu warga yang mengikuti acara jalan sehat mengungkapkan terima kasihnya dengan adanya posko Cek Kesehatan gratis BMH.

“ Terima kasih BMH, Alhamdulillah, enggak rugi mengikuti acara jalan sehat ini, dengan adanya cek kesehatan gratis BMH ini, saya jadi semakin peduli kesehatan dengan mengatur pola makan saya, ” ucap Wahyu, peserta jalan sehat dari Sedati, Sidoarjo.

Pembagian bantuan dari BMH tersebut merupakan salah satu program berbagi 10.000 paket sekolah untuk anak-anak pedalaman dan dhuafa di seluruh tanah air. (*)

Optimalkan Program Kesehatan Mata, Diskes Lombok Barat Gelar Operasi Katarak Gratis

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Kegiatan operasi katarak gratis di Rumah Sakit Awet Muda (RSAM) Narmada, Sabtu, (16/11) yang digelar Pemkab Lombok Barat diikuti sebanyak 132 orange.

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia dan Hari Kesehatan Nasional ke-55 ini juga melibatkan Dinas Kesehatan NTB, dan Fred Hollows Foundatiaon (FHF) yakni organisasi bantuan nirlaba yang berbasis di Australia. Yayasan yang berfokus pada perawatan dan pencegahan kebutaan dan masalah penglihatan lainnya ini beroperasi di Australia, Pasifik, Asia Selatan dan Tenggara, dan Afrika.

“Sektor kesehatan memberikan keberhasilan peningkatan IPM kita. Untuk itu saya ucapkan terima kasih atas perjuangan seluruh aparat Dinas Kesehatan dan jajarannya berjuang bahu membahu dari ujung selatan hingga ujung utara,” kata Asisten 3 Setda Lobar H. Mahyudin mewakili Bupati.

“Tidak cukup kita bekerja di ujung saja dengan mengobati seperti operasi ini saja, tapi kita harus bekerja dengan memberikan edukasi sejak dini,” sambungnya.

Dalam kegiatan bakti sosial itu juga dilakukan penyerahan kacamata gratis kepada para siswa SD secara simbolis oleh Asisten 3 Mahyudin.

Terkait Program Kesehatan Mata, Pemkab Lombok Barat melalui Dinas Kesehatan sebelumnya juga telah melaksanakan beberapa kegiatan, seperti pelatihan dokter dan perawat Puskesmas pada 13 Puskesmas, kegiatan skrining dan layanan refraksi mata 63.129 siswa SD/SMP sederajat, dan pemberian kaca mata gratis kepada 335 murid.

Untuk mendekatkan akses masyarakat mendapatkan layanan kesehatan mata dan kaca mata, awal tahun 2019 Dinas Kesehatan juga telah membentuk Vision Center di Puskesmas Gunungsari. Rencananya akan dibentuk tiga Vision Center lagi yaitu di wilayah Sekotong, Lingsar dan Dasan Tapen.

Di Puskesmas Gunungsari, pelaksanaan vision center atau poli mata sebenarnya sudah berjalan melalui program pelayanan masyarakat yang dinamakan ‘progran indera’. Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Gunungsari, Akmal Rosamali di sela-sela kegiatan Baksos.

“Sejak juli kemarin, untuk kegiatan mata ini kita semakin fokus untuk penanganan masyarakat terutama anak-anak usia sekolah yang berkaitan dengan refraksi (kelainan yang membuat mata tidak dapat melihat dengan jelas, red),” jelasnya.

“Di luar itu kami juga aktif melakukan penjaringan atau skrining mata untuk anak-anak usia sekolah. Saat ini hampir seluruh SD/SMP di wilayah kerja kami sudah sebagian besar kita jangkau,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga menerima rujukan horisontal yang artinya dapat menerima rujukan dari puskesmas lain yang belum mampu melayani pemeriksaan mata.

“Hampir setiap hari ada pemesanan kacamata. Harapan kita harus 100 persen anak-anak kita harus terlayani untuk mensukseskan program belajar mereka,” ungkapnya.

Menurutnya, kendala yang sering dihadapi anak-anak adalah masalah jarak pandang. Kebanyakan diakibatkan karena penggunaan gadget berlebihan.

Hingga Oktober 2019, Puskesmas Gunungsari sudah melayani 118 pasien umum, dan 78 siswa sudah menerima kacamata gratis. Dalam operasional, Puskesmas Gunungsari juga bekerjasama dengan FHF untuk kasus mata, Gapopin (organisasi optik) untuk penyediaan kacamata, Rumah Sakit Mata, dan BPJS. (f3)

Ket. Foto:
Kegiatan operasi katarak gratis di Rumah Sakit Awet Muda (RSAM) Narmada. (istimewa)