Beranda blog Halaman 186

Cari Bibit Atlet, 210 Peserta Ikuti Karate Open Championship Dandim Sumbawa Barat Cup

HarianNusa.Com, Sumbawa Barat – Kasdim 1628/Sumbawa Barat Mayor Inf Achmat Nurrodin Hidayat, S.Sos., membuka Karate Open Championship di Graha Bukit Bintang Taliwang Sumbawa Barat, Jumat sore (15/11). Pembukaan ditandai dengan pemululan Gong oleh Kasdim.

Karate Open Championship Kabupaten Sumbawa yang memperebutkan piala Komandan Kodim 1628/Sumbawa Barat ini diikuti sebanyak 210 orang peserta yang berasal dari berbagai kontingen se- Provinsi NTB.

Komandan Kodim 1628/Sumbawa Barat Letnan Kolonel Czi Eddy Oswaronto, ST., dalam sambutannya yang dbacakan Kasdim Sumbawa Barat mengucapkan terimakasih atas dukungan dan support semua pihak yang telah membantu Karate Open Championship Dandim 1628/Sumbawa Barat Cup 2019.

Dijelaskannya, Karate Open Championship ini dilakukan untuk mencari bibit atlet karate NTB khususnya Kabupaten Sumbawa Barat sehingga kedepan akan muncul atlet-atlet profesional dari NTB yang siap bertanding pada event nasional maupun internasional yang dapat membawa nama daerah, bangsa dan negara.

Selain itu, Dandim juga meminta para atler agar menjaga kesehatan dan fisik untuk tetap prima selama pertandingan.

“Perhatikan dan utamakan faktor keamanan dan keselamatan, cek kesehatan sebelum bertanding dan jaga sportivitas selama bertanding,” pungkasnya.

Para peserta Karate Open Championship berasal dari kontingen KSB, Kontingen Sumbawa, Kontingen Dompu, Kontingen Mataram, Kontingen Lombok Barat, Kontingen Lombok tengah dan Kontingen Lombok timur.

Pembukaan turut dihadiri Kabag Sumda Polres KSB mewakili Kapolres KSB, Wakil Ketua DPDR KSB, Pimpinan Cabang Bank NTB Syariah KSB, Ketua Forki KSB dan perwakilan PT. AMNT. (f3)

Ket. Foto:
Kasdim 1628/Sumbawa Barat Mayor Inf Achmat Nurrodin Hidayat, S.Sos., memukul Gong sebagai Yanda dibukanya Karate Open Championship. (Istimewa)

Momentum Maulid, Doktor Zul Ingatkan Dimensi Sosial Dalam Beribadah

0

HarianNusa.Com, Kabupaten Sumbawa – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc yang akrab disapa Doktor Zul saat menghadiri acara peringatan Maulid di Labangka, Kabupaten Sumbawa, Jumat (15/11/2019) malam menyampaikan pesan moral tentang ibadah sosial.

Pesan yang disampaikan adalah untuk mendapatkan perhatian dari Rasulullah, tidak hanya dengan cara ibadah formal namun, untuk mendapatkan perhatian Rasulullah, butuh melakukan kegiatan sosial yang berguna untuk masyarakat.

“Kadangkala, untuk dirindukan oleh Rasul kita, kita tidak hanya harus datang ke masjid, tidak harus hitam jidat kita, tidak selalu harus berpuasa senin dan kamis, tapi kadang-kadang, Rasulullah pun rindu pada mereka-mereka yang punya akhlak sosial yang menghadirkan manfaat buat anak yatim, orang miskin, dan sesama manusia,” tutur Doktor Zul.

Orang nomor satu di NTB ini mengatakan bahwa semua yang kita punya tidak akan berguna jika masih ada orang-orang yang masih serba kekurangan berada di sekitar.

“Apa gunanya kita punya pondok besar, apa gunanya kita punya masjid besar, apa gunanya kita sering hatam Al-Qur’an, apa gunanya kita sering melakukan ibadah-ibadah yang lain, kalau masih ada masyarakat miskin di sekitar kita, banyak anak yatim menangis setiap hari,” terangnya.

Doktor Zul mengatakan bahwa Rasulullah menitipkan rindunya pada mereka-mereka yang peduli pada akhlak-akhlak yang berdimensi sosial.

“Mari kita budayakan figur besar bernama Muhammad itu, bukan hanya mengingat puasanya, bukan hanya mengingat masjidnya, tapi mengingat bahwa Rasulullah mencintai anak yatim,” ajak Doktor Zul.

Doktor Zul menceritakan sebuah kisah seorang ulama yang diminta menemui seorang laki-laki yang berada jauh dengan ulama tersebut.

“Ada seorang ulama di Maroko, ia bermimpi bertemu Rasulullah dan diminta untuk menemui seseorang di Mekah, ciri-cirinya disebutkan dalam mimpinya tersebut, karena didatangi berkali-kali, ia mencari laki-laki itu ke mekah,” ceritanya.

Sesampainya di Mekah, lanjutnya, ia menanyakan laki-laki dengan ciri-ciri tersebut, ketika bertemu, ia terheran dengan laki-laki yang berpenampilan biasa namun mendapatkan salam rindu dari Rasulullah.

Ia menanyakan ibadah-ibadah apa yang telah dikerjakan oleh laki-laki tersebut. Namun, ibadah yang dilakukan hanyalah ibadah biasa. Saat itu juga ia menceritakan mimpinya kepada laki-laki tersebut, seketika laki-laki itu terkejut.

“Saya tidak melakukan hal-hal yang khusus, tapi sejak sepuluh tahun yang lalu, anaknya banyak namun, suaminya meninggal. Karena begitu menderita, saya berjanji kepadanya jika saya mendapatkan rezeki, saya akan bagi dua,” terang laki-laki tersebut.

Dari cerita ini, Bang Zul menjelaskan bahwa, untuk mendapatkan kemuliaan, bukan hanya sekedar beribadah formal saja. Namun, akhlak sosial juga penting dalam mencapai kemuliaan. (f3)

Desa Wisata Kandri Manfaatkan Sawah Warga sebagai Destinasi Wisata dan Edukasi

0

HarianNusa.Com – Desa Wisata Kandri yang terletak di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah mulai digagas tahun 2012 oleh masyarakat dalam hal ini Pokdarwis Pandanaran.

Tahun 2013 dibuatkan konsep, dengan memanfaatkan sawah dan lahan perkebunan warga sebagai destinasi wisata dan edukasi, Desa Wisata Kandri mampu meningkatkan perekonomian masyarakatnya.

"Pada tahun 2014 mulai berjalan dan mendapatkan manfaat dari keberadaan desa wisata tersebut sebesar Rp 300 juta, tahun 2015 terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp 500 juta, di tahun 2016 meningkat lagi sebesar Rp 857 juta, tahun 2017 sebesar Rp 1 miliar dan tahun 2018 memcapai Rp 1,5 miliar," tutur Mujiono salah seorang anggota Pokdarwis Pandanaran, Kamis, (14/11).

Muji menjelaskan, dalam pengelolaannya, dengan paket tour sebesar 80 ribu per orang, Pokdarwis
menyisihkan Rp 10 ribu untuk peningkatan SDM dan pengembangan spot destinasi, Rp 5000 untuk kegiatan promosi bagi para mitra travel.

"Yang paling penting, pemilik lahan diberikan kontribusi supaya sama-sama menikmati hasil pengelolaan lahannya, selain itu lahannya juga ditanami oleh Pokdarwis,” terangnya.

Dikatan Muji Tahun 2018 saja mencapai 10 ribu orang khusus yang beli paket. Pada tahun 2019 sampai bulan Oktober mengalami peningkatan menjadi 11000 wisatawan. Pengunjungnya lebih banyak anak-anak TK. Mereka melakukan wisata sambil belajar cara bercocok tanam.

“Kunjungan itu diluar anak-anak TK dan SD untuk langsung melakukan praktek cara bercocok tanam, tanpa cas,” ujarnya.

Sebelumnya in juga menuturkan bahwa awal pembentukan Desa Wisata Kandri tidak ada support dari pemerintah, Kelurahan hanya mendukung fasilitas umum saja. Modal awal didapatkan dari dana CSR Pertamina. (f3)

Ket Foto:
1. Anggota Pokdarwis Pandanaran Desa Wisata Kandri, Mujiono seat diwawancara sejumlah media.(HarianNusa.Com/f3)
2. Anak-anak TK mencabut tanaman ubi saat berkunjung di Desa Wisata Kandri. (HarianNusa.Com/f3)

Kolaborasi dengan ACT, IKEA Bangun Pusat Bermain Anak di Lombok Utara

HarianNusa.com, Lombok Utara – IKEA Indonesia hari ini (14/11) meresmikan fasilitas Pusat Bermain Anak dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Dusun Muara Putat, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, dan di Dusun Sumur Pande, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT), perusahaan penyedia perabot rumah tangga asal Swedia ini membangun fasilitas shelter untuk mendukung pemulihan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak gempa Lombok pada Juli 2018 lalu.

Humas IKEA Indonesia, Ririn Basuki, menjelaskan bahwa perusahaannya memiliki visi yang sejalan untuk membantu kebutuhan anak-anak penyintas gempa Lombok. “Visi IKEA sangat sederhana sekali, yaitu mewujudkan kehidupan sehari-hari yang lebin baik. Dan untuk teman-teman di Lombok Utara ini, kami memberikan sebuah tempat untuk bermain juga untuk belajar anak-anak kita”, ujar perempuan berkacamata ini.

HarianNusa.com - IKEA Indonesia
Ririn Basuki, Public Relation IKEA Indonesia saat menjelaskan Visi IKEA untuk mewujudkan kehidupan sehari-hari yang lebih baik. (HarianNusa.com/Rony)

“Fasilitas ini dibagun dengan produk-produk IKEA. Bermain sambil belajar dapat meningkatkan daya imajinasi, daya kreatifitas, dan kemampuan bersosialisasi. Anak-anak ini adalah harapan kita, sebagai generasi penerus bangsa”, imbuh Ririn.

Menurut Ririn, fasilitas pusat belajar anak (PBA) dan PAUD ini hadir dari hasil penjualan produk Blue Bag IKEA sebagai bagian dari program berkelanjutan IKEA Indonesia bagi lingkungan dan masyarakat. Adanya fasilitas belajar dan bermain ini diharapkan dapat mendukung pemulihan psikologis masyarakat terutama anak-anak.

Pada Kesempatan yang sama, Kepala Cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian menceritakan kondisi awal pasca gempa yang memberikan dampak trauma pada warga, terlebih anak-anak. “Guncangan gempa yang bertubi-tubi membuat semua orang trauma. Sampai-sampai getaran tanah karena ada mobil lewat pun membuat kita melompat mencari tempat aman”, kenang Alfian sambil tersenyum lebar.

Mewakili ACT, pihaknya merasa senang dengan kehadiran IKEA sebagai salah satu perusahaan yang peduli dengan rehabilitasi dan rekonstruksi kehidupan masyarakat Lombok pasca gempa.

ACT NTB
Lalu Muhammad Alfian, Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap NTB (HarianNusa.com/Rony)

Gallery Kegiatan

Tentang IKEA

Visi IKEA adalah untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang, dengan menawarkan rangkaian produk perabot rumah tangga yang fungsional, didesain dengan baik, dengan harga terjangkau sehingga lebih banyak orang dapat membelinya.

IKEA didirikan oleh Ingvar Kamprad di Småland, Swedia bagian selatan pada tahun 1943, saat ia berusia 17 tahun. Nama perusahaan ini merupakan singkatan dari inisial namanya, IK, E kependekan dari Elmtaryd, nama peternakan dimana ia tumbuh, dan A kependekan dari Agunnaryd tempat dimana peternakan itu berada.

Toko IKEA menghadirkan rangkaian perabot rumah tangga yang didesain dengan baik, fungsional yang diproduksi melalui riset dan pengembangan, quality control yang ketat, dan dengan memperhatikan keberlanjutan jangka panjang.

 Sampai dengan tahun 2018, IKEA mengoperasikan lebih dari 400 toko dengan lebih dari 194.000 co-worker di 52 negara; dengan total penjualan 38,3 milyar Euro.

Tentang ACT

Aksi Cepat Tanggap (ACT) adalah lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan, kedermawanan, dan kerelawanan. Untuk memperluas karya, ACT mengembangkan aktivitasnya mulai dari kegiatan tanggap darurat, kemudian mengembangkan kegiatannya ke program pemulihan pasca bencana, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, serta program berbasis spiritual. ACT didukung oleh donatur publik dari masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap permasalahan kemanusiaan, dan partisipasi perusahaan melalui program kemitraan dan corporate social responsibility (CSR). Dengan spirit kolaborasi kemanusiaan mengajak semua elemen masyarakat dan lembaga kemanusiaan untuk terlibat bersama untuk mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik.

Terjaring OTT, Ahkam: Ispan Dikenal Sosok Berprestasi di Lombok Barat

HarianNusa.Com, Lombok Bharat – Terjaringnya Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Lombok Barat, Ispan Junaidi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kejaksaan Negeri Mataram, Selasa (12/11), memicu keprihatinan mendalam para pegawai di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat.

Ispan Junaidi dikenal sebagai sosok yang berprestasi di lingkungan Pemerintah Daerah Lombok Barat. Disebutkan, banyak prestasinya saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Barat, Saeful Ahkam, Rabu (13/11).

Ahkam menegaskan keprihatinannya sambil meminta masyarakat bisa menilainya secara proporsional atau berimbang.

Ahkam mengatakan, kontribusi Ispan pada pengembangan pariwisata di Lombok, khususnya di Lombok Barat sangatlah besar. Banyak event pariwisata di Lombok Barat menjadi lirikan dan mencuri perhatian secara nasional berkat Ispan.

“Orang ini luar biasa kontribusinya pada pariwisata Lombok, seperti menggelar event yang masuk agenda yang mencuri perhatian nasional,” katanya.

Event-event pariwisata yang cukup populer di Lombok Barat seperti Senggigi Jazz, Maraton, atau Festival Senggigi adalah kinerja Ispan. Bahkan saat ini, terang Ahkam, Lombok Barat meraih anugerah ISTA 2019 untuk program Pariwisata Berkelanjutan dengan Desa Wisata adalah buah tangan dingin mantan Kepala Dinas Pendidikan Lombok Barat tersebut.

“Dengan banyak prestasi itu, Ispan ini berhasil, sehingga kami kaget dengan OTT itu,” ujarnya.

Walau demikian Ahkam mengatakan, Ispan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mengikuti dan menghormati proses hukum yang menimpanya.

“Beliau punya kekurangan, tapi harus dinyatakan punya kelebihan. Dia harus berdiri tegak mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Ahkam sambil menyatakan sulit bagi Pemkab Lombok Barat menyediakan bantuan hukum buat yang bersangkutan.

Pemkab Lombok Barat, tegas Ahkam, melalui Dinas Pariwisata akan tetap melanjutkan program untuk pengembangan destinasi wisata dan sebentar lagi harus disibukkan dengan event Perang Topat. Belum lagi untuk perencanaan program kerja tahun 2020 nanti.

Terkait dengan OTT, Ahkam mengapresiasi aparat penegak hukum melakukan tindakan. Dirinya juga berharap agar Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) bisa melakukan pengawasan dan pendampingan sehingga potensi kesalahan hukum bisa dihilangkan.

“Di tengah prestasi hebat, ada fenomena seperti ini. Posisi TP4D harus kami perhatikan. Ini harus kami dukung supaya kami memiliki early warning system,” katanya.

Untuk itu juga Bupati Lombok Barat, tegas Ahkam, berkali-kali mengingatkan agar seluruh jajarannya bisa bekerja sesuai koridor hukum.

“Tidak hanya dalam forum Rapat Pimpinan, bahkan dalam berbagai pertemuan formal lainnya Bupati selalu mengingatkan law enforcement dan mewujudkan good and clean governance,” tegas Ahkam.

Seperti diketahui, Kepala Dinas Pariwisata, Ispan Junaidi diamankan Tim Intelejen Kejaksaan Negeri Mataram di ruang kerjanya bersama uang tunai sebesar Rp 95.850.000 yang diberikan oleh seorang rekanan pada proyek yang ada di dinasnya. (f3)

Ket. Foto:
Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Barat, Saeful Ahkam. (Istimewa)

Kejari Mataram OTT Kadispar Lombok Barat

HarianNusa.Com – Tim Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram melakukan operasi tangkap tangan terhadap kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Ispan Junaidi (IJ) di ruangannya di Lombok Barat.

Dalam rilis yang disampaikan kepada media, Kasi Penkum Kejati NTB, Dedi Irawan menjelaskan bahwa pada Selasa (12/11) sekitar pukul 13.34 wita Intel Kejari Mataram melakukan OTT terhadap Kadis Pariwisata Lombok Barat di ruang kerja IJ.

“Bahwa di dalam ruang kadis ditemukan sejumlah uang diduga hasil TPK,” jelas Dedi.

Lebih lanjut Dedi mengatakan bahwa Kasi Intel langsung melakukan OTT dan mengamankan terduga menggunakan mobil. Di dalam mobil terduga menyatakan tidak tahu menahu soal uang tersebut, uang tersebut diberikan atau dibawa oleh anak buahnya yaitu seorang kabid pariwisata.

“Terduga menyatakan bahwa akan berangkat ke luar daerah untuk mengikuti studi S3 nya sehingga tidak tahu menahu akan uang tersebut. Selanjutnya terduga di bawa ke kantor Kejari Mataram untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Dedi.(f3)

Ket. Foto:
Kepala Dinas Lombok Barat. (istimewa)

Pasca OTT Kadispar Lobar, ini Kata Bupati

HarianNusa.Com, – Pasca OTT yang menjaring Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat oleh Intel Kejari Mataram, Selasa (12/11) siang tadi, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sangat kaget dan prihatin atas OTT tersebut.

“Ini pembelajaran yang luar biasa pahit sehingga tidak terulang di kemudian hari,” ungkap Bupati dalam rilis yang disampaikan Kabag Humas Protokol Setda Lombok Barat, H. Saeful Ahkam.

Pemkab Lombok Barat sangat menghargai proses penegakan hukum dan mendukung spenuhnya terhadap hal tersebut.

“Namun sebagai objek hukum, Pemkab Lombok Barat berharap asas praduga tidak bersalah juga dikedepankan. Pemkab Lombok Barat menunggu dalam 2 hari ke depan untuk proses kepastian hukum. Semoga ada jalan terbaik buat semua pihak,” harap Bupati.

Ditegaskannua, pasca kepastian hukum apakah IJ menjadi Saksi atau Tersangka, Pemkab Lombok Barat baru akan menyusun tindakan yang bersangkutan tentang status kepegawaiannya.

“Atas nama Pemkab Lombok Barat mohon doa ke masyarakat semoga bisa keluar dari musibah ini dan tetap konsisten menjalankan reformasi birokrasi untuk good and clean governance,” pungkasnya. (f3)

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid (HarianNusa.Com/f3)
Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid (HarianNusa.Com/f3)

Renovasi Pasca Gempa Lombok, BTPN Syari’ah Resmikan TK-SD Aisiyah 2 Mataram

HarianNusa.com, Mataram – Direktur Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syari’ah Taras Wibawa Siregar meresmikan penggunaan bangunan TK-SD Aisiyah 2 Mataram, Selasa Siang (12/11/2019).

Peresmian dilakukan dengan penandatanganan prasasti oleh Direktur BTPN Syariah dan Ketua Pengurus Aisiyah Sofia Rawiyana, dihadapan tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga sekitar yang hadir.

Gempa Lombok pertengahan 2018 lalu membuat bangunan sekolah rusak parah dan tidak layak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. 

BTPN Syariah menyalurkan sekitar 350 juta rupiah untuk menyelesaikan renovasi gedung sekolah dasar ini. Selain renovasi gedung sekolah, dibangun juga sebuah aula pertemuan yang nantinya dapat digunakan sekolah dan warga sekitar.

Direktur BTPN Syariah Taras Wibawa Siregar saat meresmikan TK-SD Aisiyah 2 di Mataram, Lombok, Selasa 12/11/2019 (HarianNusa.com/rony)

“Inilah wujud niat baik para bankir pemberdaya (BTPN Syariah-red). Kami memilih Aisiyah karena memiliki visi yang sama yaitu membangun kesejahteraan perempuan Indonesia”, ujar Taras.

“Kedepannya yang akan kita lakukan adalah pengembangan skill dan kualitas guru, agar kapasistasnya mampu membawa perubahan terhadap pola belajar dan perilaku siswa yang lebih baik”, lanjut pria ramah ini.

Acara peresmian TK_SD Aisiyah ini dihadiri oleh nasabah BTPN Syariah, warga lingkungan sekitar sekolah dan wali murid. Acara dimeriahkan dengan kesenian khas suku Sasak Lombok Gendang Beleq, penampilan kreatifitas oleh siswa-siswi SD, pemeriksaan kesehatan gratis dan bazar produk-produk nasabah BTPN Syariah cabang NTB.

Sandi Uno dan Agus Sutomo bentuk Relawan Siaga ala 911

0

HarianNusa.com, Jakarta – Di tengah fenomena tercerabutnya akar budaya gotong-royong saling tolong-menolong di dalam kehidupan sosial masyarakat akibat komersialisasi di hampir seluruh tatanan kehidupan dan fenomena kemajuan teknologi media sosial yang memindahkan platform kehidupan sosial dari dunia nyata ke dunia maya; Sandiaga S. Uno dan Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo, S.E. bersama aktivis lain antara lain Rikrik Rizkiyana dan simpul-simpul relawan lain telah membentuk organisasi Relawan Siaga.
Deklarasi Gerakan Relawan Siaga untuk Kemanusiaan ini dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November di Sekretariat Relawan Siaga di Roemah Djoeang di Jalan Wijaya 1 Jakarta Selatan.

“Organisasi relawan ini telah dan akan menghimpun dan membina para relawan dari segala lapisan; mahasiswa, profesional, karyawan kantoran, pensiunan, purnawirawan bahkan kalangan ibu-ibu rumah tangga, yang dalam waktu luangnya bersedia menjadi relawan bagi setiap kesulitan yg dihadapi masyarakat baik yg bersifat kedaruratan (penanganan pasca bencana atau kecelakaan) maupun kesulitan sehari-hari baik yg membutuhkan keahlian (skilled) maupun nir-keahlian (unskilled).” papar Agus Sutomo, mantan Danjen Kopassus pada masa Peristiwa Cebongan terjadi.

Dalam kegiatanya nanti Relawan Siaga ini akan memanfaatkan Aplikasi Real Time dgn Teknologi GPS semacam aplikasi yg digunakan oleh Gojek dan Grab dan diklaim sebagai Aplikasi P to P Helping Platform pertama di Indonesia.

“Ya ini semacam Layanan 911 di Amerika tapi dengan teknologi aplikasi ala Gojek dan Grab dengan pelayanannya akan diberikan oleh para relawan yang nanti akan diapresiasi sepantasnya oleh user sesuai dengan kemampuannya.” papar Rikrik Rizkiyana sebagai salah satu penggagas.

Sementara Sandi Uno dalam kapasitasnya sebagai Penasihat dari Relawan Siaga dalam sambutan penutupnya menyampaikan bahwa Gerakan Relawan Siaga untuk Kemanusiaan ini patut untuk didukung oleh seluruh pihak, baik oleh kalangan relawan, masyarakat umum yang ingin memanfaatkan waktu luangnya untuk menjadi Relawan Siaga dan juga dunia korporasi.

“Saya harapkan bahwa seluruh relawan yang ada di pelosok tanah air terutama yang selama ini terus berjuang bersama dan yang baru ingin berjuang bersama demi meringankan beban dan kesulitan masyarakat untuk segera bergabung dalam organisasi Relawan Siaga ini.” tutur Sandi.

“Untuk dunia korporasi ayo segera bergabung untuk memberikan dukungan secara komersil karena ini akan menjadi gerakan yang massive yang aplikasi start up-nya sangat berpotensi menjadi salah satu unicorn bahkan decacorn berkarakter social entrepreunerhip yang pertama di Indonesia bahkan mungkin di dunia.” tutur Rikrik sambil tertawa.

Gubernur Berharap Muncul Inovasi Teknologi Medis di NTB

HarianNusa.com, Mataram – Provinsi NTB memiliki pesona sendiri untuk mamantik antusiasme orang untuk berkunjung. Tidak hanya berkunjung untuk menikmati keindahan destinasi-destinasi wisata terbaik NTB, namun juga untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan atau event, baik berskala nasional maupun internasional.

Salah satunya adalah The 3rd Biennial Asia Pasific Research Conference, yang dilaksanakan di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Sabtu (09/11/2019) pagi. Kegiatan itu untuk membahas kolaborasi riset inovasi medis dengan negara-negara di Asia Pasifik.

Konferensi internasional ini menghadirkan sejumlah narasumber dan peserta. Mereka berasal tidak hanya dari Indonesia, namun juga dari negara-negara di Asia Pasifik, salah satunya adalah Philipina. Narasumber yang hadir diantaranya dari Philipina Prof.Dr.Jose Jurrel Nuevo, dari Malaysia Prof.Dr. Moch. Nazil Salleh, dari Indonesia Dr. Azwar Miftah dan serta Alfisaharin, M.Si sebagai moderator internasional.

Pada acara yang digelar Politeknik Medica Farma Husada itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zukieflimansyah menaruh harapan agar NTB memiliki inovasi teknologi di bidang medis. Sebab, perkembangan dunia ke depan akan semakin kompetitif, termasuk di dunia kesehatan dan medis.

Gubernur menyinggung perkembangan dunia saat ini, dimana masyarakat tengah berada pada pusaran persaingan ekonomi. Maka, salah satu pendorong meningkatnya perekonomian adalah dengan industrialisasi.

Industrialisasi itu kata Gubernur, harus didukung oleh pelayanan yang baik dan memenuhi standar-standar pasar dunia. Maka suatu negara atau daerah harus memiliki produk yang mampu ditawarkan kepada pasar-pasar internasional.

“Semua ini membutuhkan inovasi teknologi,” kata orang nomor satu di NTB ini di hadapan Direktur Politkenik Medica Farma Husada, Dr. (Cand) Syamsuriansyah Sadakah dan ratusan peserta yang hadir.

Untuk mendukung inovasi itu lanjutnya adalah dengan senantiasa meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Hal itu hanya bisa dilakukan dengan proses belajar yang panjang. “Untungnya, kegiatan ini merupakan forum yang tepat untuk saling belajar, bertukar dan menyebarkan gagasan dan informasi,” ungkapnya.

Gubernur berharap, kegiatan konferensi bukan hanya gagah-gagahan atau untuk mengadu kecerdasan. Namun, menjadi forum untuk duduk dan belajar bersama dengan orang-orang hebat.