Beranda blog Halaman 187

Gubernur Minta Masjid Dipasangi Jaringan Wifi

HarianNusa.com, Mataram- Masjid- masjid di NTB diharapkan mulai berbenah dan harus bersahabat dengan teknologi. Terlebih banyak pemuda dan remaja yang menginginkan agar masjid menjadi pusat kajian ilmu pengetahuan dan gampang terakses dengan jaringan internet.

“Untuk memajukan remaja masjid itu, tidak hanya dengan ceramah saja, namun perlunya jaringan teknologi yang dihadirkan di masjid misalnya berupa wifi,” kata Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Provinsi NTB di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, Sabtu (9/11/2019)

Gubernur menyampaikan bahwa internet gratis diperlukan untuk menarik para pemuda dan remaja agar mereka datang ke masjid. Karena pola pikir pemuda sekarang, kata Gubernur, sudah jauh berbeda.

“Misalnya pemuda dahulu sangat senang pulang ke desa masing-masing bertemu dengan keluarganya. Namun, pemuda sekarang tidak mau pergi ke desa jika tidak ada jaringan internet,” katanya.

Oleh sebab itu, Bang Zul sapaannya, menawarkan kepada Ketua BKPRMI NTB, H. Mohan Roliskana untuk bekerjasama membangun masjid yang melek teknologi. “Saya menawarkan kerjasama dengan Ketua BKPRMI NTB untuk mengadakan wifi gratis di setiap masjid, dimulai dari kota Mataram ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) BKPRMI, Said Aldi Al-Idrus mengucapkan terimakasih kepada Gubernur yang telah menyempatkan diri datang untuk memberikan masukan kepada BKPRMI.

Ia berpesan kepada para pengurus yang telah dilantik agar menggerakkan para pemuda dan remaja di setiap daerahnya masing-masing untuk mengajak mereka meramaikan masjid.

“Saya dan segenap pengurus pusat mengajak pengurus DPW yang baru saja dilantik untuk meramaikan masjid di seluruh pelosok di Nusa Tenggara Barat ini,” ajaknya.

Di akhir penyampaiannya, Ketua DPP ini mengatakan bahwa DPP akan menyumbangkan sebuah masjid untuk masyarakat Lombok Utara sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana gempa bumi beberapa waktu yang lalu.

Gubernur NTB Tinjau Pertanian dengan Sistem Irigasi Tetes di Lombok Utara

HarianNusa.Com. Lombok Utara – Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah melakukan tinjauan lapangan terkait Sinkronisasi Percepatan Industrialisasi Pertanian, bertempat di Dusun Batu Keruk Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan Lombok Utara, Kamis, (07/11/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sistem irigasi tetas atau drip irrigation. Menurutnya, dengan adanya model irigasi ini jumlah produksi pertanian akan terus meningkat. Selain itu, lahan kering bisa terus ditanami.

“Saya yakin ketika drip irrigation ini sukses, daerah kita akan menjadi contoh untuk daerah-daerah lain,” kata Gubernur.

Lebih jauh, Gubernur minta proyek irigasi tetes seluas 200 hektar ini berjalan dengan lancar. Selain akan meningkatkan perekonomian masyarakat, tentunya sistem ini akan meningkatkan SDM dan mengurangi pengangguran.

“Saya berharap, dengan adanya irigasi tetes ini, tidak ada lagi anak-anak kita yang putus sekolah” ungkap Bang Zul, sapaan akrabnya.

Ketika irigasi tetes ini sukses, lanjut Bang Zul, akan meningkatkan ekonomi masyarakat, bukan hanya untuk Lombok Utara, tapi ini untuk NTB dan Indonesia.

“Saya yakin, inilah awal kebangkitan ekonomi Nusa Tenggara Barat, tapi perlu kita ingat, jangan sampai kita lupa untuk terus bersedekah dan menambah keimanan kita semua”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Ir.H.Husnul Fauzi mengatakan bahwa progres pelaksanaan proyek sampai dengan saat ini sudah mencapai 80% “Pemasangan jaringan bawah, sudah rampung diselesaikan,” tambahnya.

Husnul Fauzi juga sangat optimis irigasi tetes seluas 200 hektar tersebut berjalan sesuai terget yang telah ditetapkan, menurutnya, irigasi tetes tersebut akan menambah produksi pertanian masyarakat. “Kami optimis, ini berjalan sesuai target dan Insya Allah akan bermanfaat untuk masyarakat kita” tambahnya.

Selain itu, Purwantono, perwakilan dari PT. Daya Santosa Rekayasa mengungkapkan bahwa dalam irigasi tetes tersebut ada sedikit kendala berupa beberapa petani yang belum mau menerima lahan untuk dipakai menjadi drip irigasi tetes tersebut.

“Kami ada sedikit kendala pada petani, drip irigasi tetes ini prinsipnya kita serahkan sepenuhnya ke petani”

Sementara itu, Kholid, selaku petani mitra pada irigasi tetes tersebut berterimakasih dengan kedatangan Gubernur NTB. Menurutnya, drip irigasi tetes tersebut akan bermanfaat untuk masa depan NTB.

“Kami sangat bersyukur dengan irigasi tetes ini, kami yakin ini sangat bermanfaat untuk anak cucu kami kedepan” ungkapnya.

Dalam proyek tersebut lanjut kholid, perlu ditambahkan lagi alat berat untuk mempercepat proses irigasi tetes.

“Semoga alat beratnya bisa ditambah, kami minta juga lampu penerangan di sekitar irigasi tetes ini,” tutupnya.

Tami Aulia dan Tompi Semarakkan Senggigi Sunset Jazz 2019

HarianNusa.Com – Malam Senggigi Sunset Jazz (SSJ) 2019 yang berlangsung di Pantai Kerandangan I, Lombok Barat, Minggu (3/11) dimulai dengan penampilan You Tuber asal Lombok Tami Aulia. Ditemani gitar andalannya, musisi asal Praya-Lombok Tengah ini membawakan beberapa lagu popular yang dicover sesuai dengan style-nya.

Sebagai pembuka, Tami membawakan lagu “Pergilah Kasih” milik mendiang Chrisye, dilanjutkan dengan lagu “Waktu yang Salah” milik Fiersa Besari. Suasana semakin galau saat musisi yang kini menetap di Yogyakarta itu menyanyikan lagu “Hanya Rindu” milik Andmesh.

Di tengah-tengah penampilannya, Tami juga membagikan merchandise berupa dua buah koas kepada penontong yang beruntung. Tentunya, aksi itu disambut meriah para penonton. Tidak tanggung-tanggung, penonton yang semula duduk tenang seketika menjadi antusias. Bahkan ada yang lompat berebutan.

Tampil dikampung halamannya, Tami tidak hanya membawakan cover lagu populer. Dara 21 tahun itu memperkenalkan lagu berbahasa Sasak miliknya yang berjudul “bedede”. Lagu itu didedikasikan untuk sang adik kesayangan.

Tami Aulia

Usai bergalau dengan lagu yang dibawakan Tami, penonton kemudian dihibur dengan penampilan energik Tompi. Membawa musik bergenre jazz yang dipadukan dengan pop, Tompi sukses menghidupkan suasana malam tadi.

Tompi kemudian menampilkan sajian spesial dalam event SSJ malam tadi. Ia mengajak para penonton menyanyikan lagu kebangsaan “Garuda Pancasila”. Uniknya, lagu itu dibawakan dengan romantis. Hasilnya, decak kagum penonton terdengar di sepanjang lagu.

Tompi

Sebelumnya, sejak pukul 4 sore, sekitar sepuluh ribu pengunjung disuguhi dengan penampilan musisi lokal Betelu feat Kevin, Pipiet and The Maiqane’s sebagai pembuka. Selanjutnya, Diva Indonesia Ruth Sahanaya menemani para penonton melewati suasana senja dengan membawakan lagu popular seperti Ingin Kumiliki, Bawa Daku Pergi, dan lainnya. Penampilan kemudian ditutup dengan penamilan sang bintang utama SSJ 2019, Raisa. (f3)

Di Senggigi Sunset Jazz Ruth Sahanaya Ajak Penonton Bernostalgia

HarianNusa.Com – Lantunan lagu yang dibawakan Ruth Sahanaya dalam Senggigi Sunset Jazz (SSJ) 2019 memukau sekaligus membawa para pengunjung bernostalgia dengan tembang-tembang hitsnya. Penampilan penyanyi yang akrab disapa mama Uthe ini semakin apik saat rona jingga cakrawala sunset di Pantai Kerandangan saat itu pancarkan auranya.

Hits seperti Andaikan Kau Datang, Astaga, dan Keliru berhasil dilantunkan merdu penyanyi yang sudah terjun ke duniamusik sejak tahun 1987 ini. Kiprah Ruth Sahanaya di industri musik Tanah Air sudah tak perlu diragukan lagi. Meski usianya tak lagi muda, semangatnya dalam bermusik masih terus membara.

Semangat sang diva ternyata menulari para pengunjung SSJ. Tak terkecuali Wakil Gubernur (wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj. Siti Rohmi Djalilah yang hadir dalam event tahunan Pemkab Lombok Barat itu. Wagub tampak bersemangat dan sangat menikmati penampilan mama Uthe. Sesekali, wagub terlihat ikut bernyanyi mengikuti sang diva. Bahkan sebelum mama Uthe tampil, wagub sempat menyanyikan beberapa bait “Ingin Kumiliki” dari seberang panggung.

Memanfaatkan momen, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah bersama Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Wakil Bupati Hj. Sumiatun, dan para pejabat lainnya berfoto bersama dengan sang idola.

Ruth Sahanaya
Ruth Sahanaya menyanyikan beberapa lagu hits di ajang Senggigi Sunset Jazz 2019

“Ia memang Ruth Sahanaya idola saya. Saya hafal semua lagu-lagunya,” ungkap wagub bahagia saat ditanyai usai penampilan mama Uthe, Minggu (3/11).

Apresiasi diberikan kepada antusias masyarakat yang membludak di salah satu spot di Kawasan Wisata Senggigi itu.

“Kita hadir di Senggigi yang indah ini menunjukkan eksistensi dari Lombok-Nusa Tenggara Barat sebagai tempat tujuan destinasi wisata terdepan di dunia. Semoga wisatawan makin banyak mengunjungi Lombok, dan pariwisata NTB semakin maju kedepan,” harapnya.

Kesan positif juga disampaikan Weti (45), salah satu pengunjung asal Bali. Fans berat mama Uthe ini mengaku sengaja datang bersama teman-temannya untuk menyaksikan acara SSJ 2019 ini.

“Maklum lah lagu-lagunya mama Uthe kan emang lagu di masa saya dulu. Lahu favorit saya itu Astaga,” ungkapnya.

“Tadi udah Mama Uthe dan nanti mau nunggu Tompi,” sambungnya. (f3)

Senggigi Sunset Jazz 2019 di Pantai Kerandangan

Perempuan NTB Harus Sadar Kesehatan Reproduksi

0

HarianNusa.Com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc

menyampaikan bahwa faktor pembunuh perempuan di Indonesia salah satunya adalah kanker serviks. Hal ini terjadi karena kurangnya edukasi dan informasi dalam diri perempuan terkait pentingnya menjaga daerah kewanitaan.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya saat menghadiri acara Inspirasi Sehat PSV (Perempuan Sadar Vagina) di Hotel Golden Palace Mataram, Selasa (5/11/2019).

Oleh karena itu, Ketua TP PKK NTB yang juga ketua Dekranasda NTB itu berharap agar acara Inspirasi Sehat PSV ini terus dilakukan di berbagai tempat di NTB, sehingga seluruh masyarakat mulai dari remaja sampai dengan orang tua mengetahui informasi akan pentingnya menjaga alat reproduksi.

“Saya berharap acara seperti ini tidak hanya dilakukan di kota-kota saja dan acara ini juga dapat dilakukan dalam berbagai forum yang sejenis,” jelasnya.

Hj. Niken sangat mengapresiasi acara PSV yang bertujuan untuk memperingati Hari Ibu ke-91, dengan tema, ” Perempuan Sehat Bahagia Berdaya dan Keluarga Tahan Negara Kuat”.

Dalam kesempatan ini juga, Ketua Dharma Pertiwi Koorcab NTB Daerah J, Kirana Rizal Ramdhani, juga menyampaikan pentingnya seorang wanita agar lebih memperhatikan organ reproduksi.

“Kesehatan reproduksi wanita tidak cuma ditentukan dengan kondisi fisik yang bebas penyakit, melainkan bagaimana seseorang mampu memiliki organ yang sehat,” jelasnya. (f3)

Pemprov Gerak Cepat Perbaiki Jalan Pusuk

0

HarianNusa.com, Lombok Utara – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Provinsi NTB, Dr Ir. H. Iswandi langsung terjun ke lokasi jalan Pusuk yang rusak di Dusun Bentek, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Senin (4/11). Mengingat, kondisinya saat ini semakin parah setelah rusak akibat longsor tahun lalu.

Iswandi memastikan, Pemprov NTB akan segera memperbaiki bahu jalan atau talud di KM 17,2 Jalan Provinsi jurusan Rembiga – Pemenang itu. “Jalan yang rusak karena longsor sejak gempa tahun lalu segera ditangani,” tegasnya di sela-sela meninjau lokasi.

Langkah sigap perbaikan jalan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Pemprov Tidak perlu menunggu tahun anggaran berikutnya. Hal yang dikhawatirkan, apabila terlambat ditangani bisa memakan korban jiwa.

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB ini, penanganan perlu disegerakan karena musim hujan juga akan segera tiba. Apabila dibiarkan, kerusakan bisa merembet dan semakin parah. “Tidak tunggu sampai tahun depan. Secepatnya diperbaiki,” ucap Iswandi.

Terkait dengan sumber dana, tidak perlu dikhawatirkan. Banyak cara untuk mensiasati biaya perbaikan jalan tersebut. “Sumber dana tidak ada masalah, segera akan ditangani,” kata mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) ini.

Untuk saat ini, pihaknya prioritaskan keselamatan para pengendara. Pemerintah ingin memastikan tidak ada kecelakaan yang terjadi. Mengingat, jalur tersebut cukup padat kendaraan sehingga rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Berbagai langkah telah dilakukan untuk penanganan saat ini. Diantaranya, Pemprov menyiapkan posko pengamanan, barikade dan petugas Pol-PP di sekitar lokasi. “Petugas di sekitar lokasi mengatur lalu lintas untuk mencegah kemacetan dan kecelakaan,” terangnya.

Selain melakukan langkah jangka pendek, upaya jangka panjang tetap menjadi prioritas. “Selanjutnya dilakukan penyelesaian secara fisik, itu akan dituntaskan oleh dinas PUPR. Penyiapan rencana secara teknis dan anggarannya akan dputuskan besok,” ucap Iswandi.

Dalam inspeksi tersebut, Pj. Sekda NTB didampingi, Kabid Binamarga, sekretaris dinas PU pak Ahmadi. Kepala Balai Pemeliharaan Jalan, pak Syarifuddin dan Kepala Biro AP pak Sadimin.

Hapus Penggunaan Merkuri, Selamatkan Sekotong

0

HarianNusa.Com – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyebutkan, potensi-potensi yang dimiliki Sekotong seperti potensi pariwisata, tambang, dan hutan merupakan masa depan Lombok Barat. Ia mengungkapkan tugas masyarakat setempat beserta pemerintah daerah adalah untuk menjaga dan memaksimalkan manfaatnya bagi masyarakat Lombok Barat, bahkan bisa memberikan sumbangsih terhadap kemajuan Provinsi NTB dan bagi kemajuan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan bupati saat membuka Sosialisasi Program Penurunan dan Penghapusan Merkuri di Sektor Penambangan Sekala Kecil (PESK) bertempat di Hotel Aston In Mataram, Kamis (31/10/2019).

Sosialisasi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari projek Global Opportunities for Long-Term Development of Artisanal Small-Scale Gold Mining Sector – Integrated Sound Management of Mercury in Indonesia’s Artisanal and Small-Scale Gold Mining (GOLD-ISMIA) yang diluncurkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai bagian dari upaya Indonesia dalam mengurangi penggunaan merkuri pada PESK dan meningkatkan kondisi hidup para PESK.

Proyek ini merupakan pilot project yang akan berlangsung selama 5 tahun dan nantinya akan menjadi percontohan bagi proyek lain dengan tujuan untuk memperkuat pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan Konvensi Minamata, yakni pakta internasional yang didesain untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan dari emisi dan pelepasan antropogenik merkuri dan senyawa merkuri.

Enam lokasi yaitu Kabupaten Lombok Barat, Halmahera Selatan, Gorontalo Utara, Minahasa Utara, Kulon Progo dan Kuantan Singingi dipilih karena memiliki lokasi pertambangan dengan aktivitas penambangan yang cukup massif.

Di Lombok Barat sendiri, khususnya wilayah Sekotong, keinginan dan kebutuhan masyarakat untuk menjadikan kegiatan pertambangan mineral logam (emas) sebagai usaha dan mata pencaharian yang dapat merubah kehidupannya ke arah yang lebih sejahtera membawa implikasi terhadap terus terjadinya praktek-praktek Pertambangan Tanpa Izin (PETI).

Dalam prosesnya, penambangan selalu identik dengan merkuri atau air raksa (Hg) yang masih saja ditemukan dalam proses pengolahan hasil tambang (emas).

Merkuri bersifat toksik untuk makhluk hidup tentunya sangat berbahaya, tidak hanya bagi manusia saja, hewan, tumbuhan, lingkungan pun akan sangat terdampak dengan adanya kandungan merkuri.

Dalam kegiatan ini bupati juga mengimbau masyarakat agar jangan sampai mengorbankan potensi lain seperti pariwisata yang dimiliki Sekotong hanya gara-gara tambang.

“Tambang ini manfaatnya sangat terbatas, tapi kemudian kita diancam oleh berbagai macam bahaya,” tutur bupati.

“Apa artinya uang satu miliar namun anak cucu kita terancam oleh bahaya merkuri, tetangga kita, itu kan artinya kita tidak punya masa depan?,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pusat Badan Pangkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr. Rudi Nugroho memaparkan, jika pada tahun 2012 tercatat bahwa Indonesia merupakan penghasil emas terbesar ke-7 di dunia dengan penghasilan emas 60 ton/tahun. Sedangkan penambangan skala kecil bisa menghasilkan 60-130 ton/tahun.

“Di Sekotong sendiri tahun 2012 tercatat menghasilkan emas 400 kg dalam satu tahun dengan jumlah penambang 5000 orang, sehingga pertambangan emas skala kecil itu sangat bagus dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun jika dibiarkan terus menggunakan merkuri tentunya akan mencemari lingkungan dan mengancam generasi selanjutnya,” jelasnya.

Pemerintah Indonesia telah meratifikasi Konvensi Minamata melalui Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pengesahan Konvensi Minamata tentang Merkuri. Dilanjutkan dengan Peraturan Presiden No. 21 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan penghapusan Merkuri yang merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memberitahukan bahwa isu tentang merkuri wajib disadari dan dianggap serius oleh semua pihak.

“Namun jika harus dihapus begitu saja tanpa ada solusi, nanti kejadiannya bisa jadi tidak menyenangkan, jadi harus ada solusi,” tegas Rudi.

Penggunaan merkuri dalam proses pemurnian emas disebutkan Rudi salah satu solusinya bisa diganti dengan menggunakan bahan kimia sianida (jenis sianida tidak berbahaya) yang prosesnya disebut sianidasi. Proses sianidasi ini walaupun memakan waktu sedikit lebih lama dibanding menggunakan merkuri namun bisa memaksimalkan recovery emas yang diperoleh bisa mencapai 80 persen (40 persen jika menggunakan merkuri).

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang menyangkut empat hal seperti pembahasan bagaimana membedah peraturan-peraturan yang ada terkait dengan PESK bisa sesuai dengan kondisi lapangan, capacity building atau pengkajian teknologi ramah lingkungan yang akan digunakan, serta hal-hal yang terkait supporting financial atau modal. Dan yang terakhir adalah pembahasan tentang bagaimana meningkatkan kepedulian dari semua pihak serta proses monitoring dan evaluasi.

Diskusi sendiri menghadirkan narasumber-narasumber dari perwakilan Badan Pangkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Deputi Infrastruktur Pertambangan dan Energi, Kemerterian Koordinator Kemaritiman, perwakilan dari United Nation Development Programme (UNDP) Jakarta dan perwakilan dari GOLD-ISMIA sendiri.

Turut hadir dalam kegiatan itu, para perangkat Desa Buwun Mas, Desa Pelangan dan Desa Cendi Manik, serta penggiat usaha tambang rakyat yang bergerak dalam Penambangan Sekala Kecil (PESK).

Diskusi ini nantinya diharapkan Rudi bisa mencari titik bagaimana rasionalisasi pertambangan sekala kecil tetap bisa jalan namun lingkungan juga terjaga dengan baik. (f3)

Ket. Foto:
Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid berjabat tangan dengan Direktur Pusat Badan Pangkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr. Rudi Nugroho. (istimewa)

Fauzan Minta Pemdes di Lombok Barat Programkan Isbat Nikah Tiap Tahun

0

HarianNusa Com – Pemerintah Desa Dasan Geria Kecamatan Lingsar melalui Alokasi Dana Desa (ADD) bekerjasama dengan Pengadilan Agama (PA) Giri Menang menggelar kegiatan Isbat Nikah yang diikuti sebanyak 52 pasang suami istri yang belum memiliki buku nikah, Kamis, (30/10).

Kegiatan ini dimaksudkan agar para pasangan yang belum memiliki buku nikah dapat segera memiliki dokumen kependudukan. Kegiatan ini juga disaksikan Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid.

“Dengan isbat nikah tersebut masyarakat berhak mendapatkan haknya untuk dibuatkan akta seperti KK, akta kelahiran, dan dokumen lainnya. Karena putusan pengadilan terkait isbat nikah itu jangan diragukan lagi,” ungkap Kepala Pengadilan Agama Giri Menang, Awaludin.

Ada1.026 kasus yang ditangani PA Giri Menang hingga saat ini. Sekitar 10 persennya itu di luar isbat nikah, sehingga ada sekitar 600 kasus isbat nikah untuk Lombok Barat dan 300 kasus di Lombok Utara.

Awaludin menceritakan, saat turun di lima tempat ia menemukan rata-rata 75 kasus yang belum memiliki surat nikah.

“Saya tidak bisa bayangkan kalau satu Kabupaten Lombok Barat saja bisa dua kali lipat yang tidak masuk dan belum terdata. Sementara besaran anggaran pusat yang disiapkan Mahkamah Agung itu terbatas. Tahun ini hanya Rp. 90 juta dengan estimasi Rp. 750 ribu/perkara. Sehingga kami sarankan kepada masyarakat untuk berkordinasi dengan desa untuk dianggarkan melalui Dana Desa,” ungkap Awaludin di hadapan bupati.

Dalam kesempatan itu ia juga mengeluhkan keterbatasan surat nikah yang disiapkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI. Untuk itu ia memohon kepada bupati untuk bisa menpermudah penerbitan identitas bagi masyarakat.

“Kementerian Agama hanya menyiapkan 5.000 eksemplar itu artinya hanya 2.500 KK yang memiliki. Sementara untuk satu KUA itu disiapkan hanya 500 pertahun. Maka jika ditempat itu dilakukan isbat nikah 100-200 pasang, maka mereka tidak memilki kesempatan untuk memiliki buku nikah,” keluhnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid mengakui apa yang disampaikan Awaludin. Penerbitan buku nikah diakui bupati memang menjadi wewenang Kementerian Agama, sedangkan pemerintah daerah hanya bisa menunggu.

“Sama halnya dengan masalah KTP. Pemda itu tidak boleh mencetak blangko KTP. Yang boleh itu Kementrian Dalam Negeri. Tapi biasanya yang dimarahi adalah Pemerintah Daerah, padahal kita tidak boleh buat,” ujarnya.

Memiliki buku nikah diwajibkan, karena tanpa buku nikah tidak bisa membuat akta kelahiran, kartu keluarga dan KTP, termasuk juga tidak bisa membuat paspor. Untuk itu ia berjanji kedepan akan mencari jalan keluar, termasuk dengan bekerjasama dengan berbagai pihak.

“Nanti saya komunikasi kembali dengan Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri dan lainnya. Banya kita minta siapkan SDM di Pengadilan Agama,” katanya.

Kegiatan isbat nikah yang digelar Pemerintah Desa Dasan Geria mendapat apresasi dari bupati. Bupati berharap setiap desa secara konsisten dapat menggelar kegiatan ini tiap tahun.

Harapan bupati langsung dijawab Kepala Desa Dasan Geria, M. Nawa Komtaresa. Ia berjanji akan menjadikan isbat nikah sebagai program tahunan di desanya.

“Mungkin ini dianggap sepele, tapi menurut saya pada dasarnya isbat nikah ini sangat berguna untuk dapat mengunakannnya ketika ada keperluan. Tahun berikutnya akan dianggarkan kembali,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat tanggapan positif dari warga. Amaq Amrullah misalnya, orang tua yang belum memiliki buku nikah ini rela mengantri berjam-jam untuk ikut isbat nikah. Padahal usia pernikahannya kini sudah 49 tahun.

“Saya bersyukur dengan adanya isbat nikah ini. Jadi sangat terbantu untuk mengurus keperluan lain seperti membuat KTP, KK dan akta,” ungkapnya. (f3)

Ket. Foto:
Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid memberikan sambutan pada acara Isbat Nikah di Desa Dasan Geria Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. (istimewa)

Dua Begal asal Ngali Dibekuk Polisi Saat Operasi Zebra

0

HarianNusa.Com – Dua orang pria berinisial RM alias WW (21) tahun dan MR (18) tahun asal Desa Ngali, Kecamatan Belo Kabupaten Bima, telah dibekuk oleh Polres Bima.

Kronologis kejadian, pada Jumat (01/11) sekitar pukul 15.30 WITA dua warga tersebut mengendarai 1 unit sepeda motor jenis Honda Sonic warna hitam di saat Operasi Gabungan (Zebra Gatarin) di jalan raya simpang tiga depan Pos Lantas, Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima.

Pada saat dilakukan pemeriksaan surat kendaraan, salah satu pelaku sempat mengacungkan senjata tajamnya kepada petugas polri dan melarikan diri (tindakan melarikan diri dan upaya pengejaran terekam CCTV yang terpasang di halaman Polres Bima).

Setelah sempat dilakukan pengejaran akhirnya pelaku dapat diamankan, kemudian dilakukan Penggeledahan Oleh Kasat Reskrim Iptu Hendry CH., S.Sos. bersama dengan Kasat Lantas Iptu Agus Pujianto S. Pd. Dan anggota Lalu Lintas yang lain.

Dari hasil penggeledahan itu ditemukan 1 (satu) pucuk senjata api (senpi) rakitan laras pendek yang di selipkan di dalam celana samping kiri RM alias WW, dan 1 (satu) bilah parang panjang yang diselipkan di dalam celana bagian depan saudara MR.

Selang beberapa waktu kemudian datang seorang warga bernama Sultan Karta, (16) tahun, Laki – laki, Pelajar, alamat Rt. 02/04, Desa Tente, Kecamatan Woha Kabupaten Bima, melaporkan bahwa beberapa jam sebelumnya yaitu sekitar jam 15.00 wita bertempat di Dusun Kalaki, Desa Panda, kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima bahwa sepeda motor milik nya jenis Honda Sonic warna hitam telah di rampas (dibegal) dengan cara ditodong menggunakan senpi rakitan (oleh 3 orang pelaku dan membawa lari sepeda motor itu ke arah jalan menuju Kota Bima.

Setelah itu terhadap saudara Sultan Karta diperlihatkan 2 orang beserta sepeda motor yang diamankan itu. Dan Karta mengakui bahwa sepeda motor yang diamankan bersama 2 orang tersebut adalah sepeda motor miliknya dan 2 orang itu adalah pelaku yang menodong Korban dengan menggunakan senpi rakitan dan mengambil sepeda motor miliknya tersebut.

Tindakan yang dilakukan atas kejadian tersebut, yakni mengamankan barang bukti, mengamankan kedua pelaku dan pemeriksaan saksi-saksi, mencari keberadaan salah seorang pelaku, melengkapi Mindik.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Purnama SIK dalam rilisnya mengungkapkan bahwa

Operasi Zebra Gatarin 2019 yang dilakukan oleh jajaran Polres, selain masalah lalulintas juga memperkecil ruang pelaku kejahatan seperti peredaran narkoba, curas, curanmor, curat, miras, illegal logging dll.

“Alhamdulillah kita mendapatkan senpi rakitan dan amunisi yang memang sering digunakan untuk melakukan tindak pidana seperti hari ini,” ungkapnya. (f3)

Pasar Buwun Mas Masuk Daftar Pasar Rakyat Yang Akan Direvitalisasi

0

HarianNusa.Com – Bukti kerja Kabinet ‘Kerja’ Presiden Jokowi ini, dibuktikan dengan revitalisasi 5 ribu pasar rakyat se-Indonesia. Salah satunya adalah pembangunan Pasar Rakyat Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat yang masuk dalam agenda sasaran pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Sebagai awal realisasi pembangunan pasar, Kamis (31/10/2019), pihak Kementerian Koperasi UKM melakukan survey lapangan ke lokasi pasar. Penyambutan dilakukan oleh tim yang terdiri dari Dinas Koperasi dan UKM Lombok Barat, Perwakilan Kapolsek Sekotong, Kepala Desa Buwun Mas, Pengurus Koperasi setempat dan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat desa setempat.

Kementerian Koperasi dan UKM melalui Kepala Bidang Sarana dan Pasarana Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Moh. Rudy menyatakan, sejak 2003 sampai sekarang, Kementerian Koperasi UKM menjalankan program revitalisasi pasar rakyat yang dikelola oleh koperasi. Ada pembagian tugas, Kementerian Koperasi, membangun pasar-pasar berskala kecil dengan nilai sebesar Rp. 950 juta.

“Pasar-pasar desa ini kan banyak yang tidak layak, bangunannya masih tradisional, mengunakan bambu-bambu, terkesan kumuh. Program revitalisasi pasar rakyat ini nantinya akan dikelola oleh koperasi,” papar Rudy dalam siaran pers Biro Gas dan Protokol Setda Kabupaten Lombok Barat.

Kata Rudy, pada periode pertama presiden Jokowi, telah mencanangkan 5 ribu pasar se-Indonesia. Sekarang ini lanjutnya, masih ada sisa dan dilanjutkan pada periode kedua. Sisa ini akan dicanangkan dalam tahun anggaran 2020. Kendati realisasi tahun 2020, namun kemenkoperasi tetap berkomitmen bahwa, tetap akan memperbaiki pasar-pasar rakyat sekaligus meminta pemberdayaannya oleh koperasi.

“Tujuan utamanya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di pedesaan. Semisal di tempat ini, semula ada duapuluh pedagang, bisa meningkat menjadi lebih dari itu, mungkin dari daerah lain juga bisa masuk,” jelasnya.

Dengan telah dibangunnya pasar rakyat dan pengelolaannya oleh Koperasi, tentu konsumen semakin banyak. Pendapatan masyarakat pun jadi meningkat. Karena produsen dan suplayer bisa masuk.

Pada periode kedua pemerintahan Jokowi, lanjut Rudy, secara khusus di Kabupaten Lombok Barat, masih terfokus pada agenda revitalisasi pasar desa. Tapi masih ada program lain seperti pasar tematik. Pasar jenis ini merupakan pasar yang punya tema khusus program unggulan masyarakat. Selain ada program unggulan, ada juga program budaya daerah.

“Kita mau coba yang ini dan pilot projectnya di Lombok Tengah. Di situ ada produk unggulan masyarakat dilengkapi dengan konstruksi bangunan desa berciri khas Lumbung,” papar Rudy yang rela duduk lesehan di lapak bambu milik pedagang.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lombok Barat, M. Fajar Taufik menambahkan, agenda survey ini baru sebatas usulan pembangunan pasar rakyat Desa Buwun Mas. Namun dia berharap kepada seluruh masyarakat desa Buwun Mas supaya berdoa, sehingga pembangunan revitalisasi pasar desa Buwun Mas bisa terealisasi.

“Sepulang Pak Rudy ke Jakarta, beliau langsung bisa tanda tangani SK nya, berjalan mulus tanpa hambatan sedikitpun,” harap Taufik.

Pembangunan pasar ini, setelah disetujui oleh menteri, akan dilakukan pengurukan lahan. Karena sudah ada komitmen antara desa dan pengurus koperasi Syariah Gema Sarlina Buana Desa Buwun Mas untuk mengelolanya. Demi lancarnya pembangunan pasar ini, pihak Dinas Koperasi UKM Lombok Barat juga mendukungnya dengan mengalokasikan dana APBD. Dana ini diprioritaskan untuk paving block, pagar dan instalasi.

“Dukungan dana APBD kita ini sudah saya sampaikan kepada Pak Rudy dan Deputi di Jakarta,” sambung mantan Kepala Badan Kesbangpol Lombok Barat ini.

Terpisah, Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi menuturkan, saat ini jumlah pedagang yang ada sebanyak 88 orang. Jika pasar ini sudah direalisasi pembangunannya, diharapkan jumlah pedagang menjadi meningkat. Dengan catatan bahwa, pihak desa dan pengurus koperasi benar-benar melakukan pembinaan dengan lebih serius dan profesional.

Senada dengan Rochidi, Ketua Koperasi Syariah Gema Sarlina Buana Desa Buwun Mas, Imam Haeru, pun memiliki komitemn yang sama. Demi pemberdayaan ekonomi masyarakat, pihaknya akan terus memberdayakannya melalui Koperasi dan pemerintah desa.

“Kami sudah memiliki komitmen bahwa, pengelolaan parker akan dikelola oleh BUMDes,” tutur Imam Haeru. (f3)

Ket. Foto:
Kepala Bidang Sarana dan Pasarana Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Moh. Rudy Kementerian Koperasi dan UKM didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lombok Barat, M. Fajar Taufik melakukan survey lokasi pasar rakyat Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. (istimewa)