Beranda blog Halaman 182

Bang Zul Temui dan Beri Bantuan Warga Terdampak Puting Beliung di Dompu

0

HarianNusa.Com, Dompu – Dalam lawatannya ke Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Kamis (12/12/2019), Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah atau yang akrab disapa Bang Zul ini menyempatkan diri bertemu dan memberikan bantuan kepada masyarakat Desa Lanci Jaya, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu yang terdampak angin puting beliung beberapa waktu lalu.

Tiba di lokasi, Gubernur disambut Bupati Dompu, Drs. H. Bambang H. Yasin dan masyarakat desa setempat. Didampingi Bupati, Bang Zul kemudian menyerahkan bantuan yang dibutuhkan masyarakat berupa terpal, air mineral dan sejumlah makanan siap saji.

“Apa yang bapak/ibu butuhkan, tinggal bilang saja. Kami ke sini lengkap datangnya,” kata Bang Zul dalam siaran pers yang disampaikan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Jumat, (13/12).

Gubernur dalam kesempatan itu juga meminta masyarakat untuk bersabar atas musibah yang terjadi Rabu (11/12/2019) sore tersebut.

Kepala Desa Lanci Jaya mengatakan musibah angin puting beliung itu terjadi begitu cepat, sekitar tiga sampai lima menit. Akibatnya, sekitar 183 rumah warga mengalami kerusakan. Selain rumah, fasilitas umum seperti sekolah, pasar juga tidak luput dari amukan angin topan tersebut.

“Tidak ada korban jiwa. Yang ada hanya korban luka-luka saja, ada tiga orang,” ungkapannya.

Atas kerusakan itu, katanya, kerugian masyarakat sekitar Rp1 miliar. Namun angka itu jelasnya belum pasti. Sebab, masih dalam pendataan oleh pihaknya bersama masyarakat.

Sedangkan bantuan dari pemerintah kabupaten dan provinsi, jelasnya, sudah masyarakat terima. Yaitu berupa air bersih, terpal, makanan siap saji serta bantuan lain yang diperlukan masyarakat. Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten dan provinsi yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah bantuan sudah kami terima. Terima kasih kami sampaikan kepada bapak Gubernur dan Bupati yang langsung datang ke sini,” ucapnya. (f3)

KPUD Kota Mataram Perkuat Sinergitas dengan Media

0

HarianNusa.Com, Mataram – Dalam rangka memperkuat sinergitas dan penguatan partisipasi media massa dalam penyampaian informasi pelaksanaan tahapan pemilihan walikota dan wakil walikota Kota Mataram tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram menggelar Media Gathering bersama sejumlah awak media bertempat di Lesehan Green Asri Mataram, Kamis, (12/12/19).

Untuk itu, KPU Kota Mataram berharap peran serta dari media massa untuk menyukseskan jalannya pesta pemilihan kepala daerah (Pilkada) walikota dan wakil walikota di Mataram tahun 2020 mendatang.

Ketua KPU Kota Mataram, Husni Abidin mengatakan bahwa dalam rangka pilkada 2020 ini, pihaknya selalu berupaya untuk mendekatkan diri dengan stakeholder guna untuk menyukseskan pemilihan walikota dan wakil walikota di Mataram.

,"Suksesnya pemilu tidak lepas dari peran serta semua pihak termasuk dari media massa,".ucapnya

Ia mengatakan, berkaca pada pemilu 2019 kemarin, pelaksanaan pemilu di Kota Mataram terbilang sukses, hal tersebut karena peran dari semua stakeholder. Karenanya kesuksesan tersebut ingin kembali diulang pada pimilihan walikota dan wakil walikota Mataram 2020 nanti.

,"Karena itu dengan pemilu yang sukses maka pilkada juga harus sukses di Kota Mataram,"ujarnya.

Pada pemilu 2019, tingkat partisifasi di Kota Mataram mencapai 81 persen di atas target nasional sebesar 77 persen dan juga tidak ada gugatan untuk DPRD Kota Mataran.

Sedangkan saat ini untuk menyukseskan pemilihan walikota dan wakil walikota Mataram, pihak KPU Kota terus melakulan sosialisasi ke masyarakat.

"Saat ini kita sudah melakukan sosialisasi dengan turun di enam kecamatan dan tahun 2020 nanti kita akan turun hingga ke RT agar terkait dengan tahapan pemilihan walikota dan wakil walikota bisa tersampaikan kesemua lapisan masyarakat," ungkapnya.

Dalam silaturahim ketua dan anggota KPU Kota Mataram yang juga dihadiri oleh pihak KPID NTB, KPUD juga meminta masukan dan saran dari media untuk sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan pilkada selanjutnya.

Perwakilan sejumlah media, baik elektronik maupun cetak dalam kesempatan itu memberikan berbagai masukan, saran, dan pendapatnya kepada KPU Kota Mataram terkait pelaksanaan Pilkada Kota Mataram 2020 mendatang. Tak ketinggalan pihak KPID NTB juga turut memberikan masukan. (f3)

Ket. Foto:
Acara Media Gathering KPU Kota Mataram bersama sejumlah awak media. (HarianNusa.Com/f3)

Gubernur Ajak Hijaukan Kembali NTB

0

HarianNusa.Com, Sumbawa – Provinsi NTB akan merayakan hari jadinya yang ke 61 pada 17 Desember 2019 mendatang. Berbagai rangkaian kegiatan untuk menyambut acara tersebut telah dilaksanakan di berbagai kabupaten di NTB. Bahkan, kemeriahan untuk acara tersebut juga dilaksanakan di luar NTB seperti Jakarta.

Rangkaian kegiatan untuk memperingati hari kelahiran NTB 17 Desember 1958 itu, juga dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa, melalui Pencanangan Gerakan NTB Hijau, di Dusun Kayu Madu, Desa Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Kamis, (12/12/2019).

Bersama masyarakat desa, perguruan tinggi, TNI/POLRI, Perangkat Daerah dan PKH se-NTB, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menanam Pohon di dusun tersebut, yang luasnya sekitar 5 hektar. Ke depan, desa ini direncanakan menjadi destinasi wisata buah bagi masyarakat.

Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menghijaukan NTB. Terutama pada lahan-lahan yang selama ini sudah gundul akibat aktivitas masyarakat.

“Mohon kepala kepala desa, camat dan Bupati, kalau ada oknum yang menebang pohon atas nama keserakahan, dia bukan hanya menumbangkan pohon yang berusia ratusan tahun. Namun juga menumbangkan kesempatan generasi masa depan untuk melihat indahnya hutan kita,” kata Gubernur.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu mengimbau masyarakat untuk belajar mencintai dan menghargai pohon serta lingkungan. Sebab, kadang kebahagiaan itu itu muncul, hanya dengan melihat indahnya hutan dengan pohon yang menjulang tinggi.

“Kadang saya berjalan di jalan yang jelek itu, menyaksikan pohon yang besar dan tinggi ratusan meter. Kadang kepuasan batin itu bisa didapat dengan melihat pohon-pohon itu,” ungkap Bang Zul.

Bang Zul menegaskan bahwa masyarakat tidak harus menunggu bupati, gubernur dan presiden untuk menghijaukan NTB. Masyarakat bisa memulai dari diri sendiri, keluarga atau masyarakat terdekat. Sebab katanya, dengan adanya media sosial seperti saat ini, banyak yang mengeluhkan masalah di sekitar. Namun, jarang yang mulai mencari solusi terhadap masalah tersebut.

“Mudah-mudahan melalui gerakan ini, dalam waktu yang tidak terlampau lama, kita bisa tersenyum menyaksikan NTB hijau kembali,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk mendukung gerakan menghijaukan NTB. Ia mengatakan, Pemda Sumbawa telah mencanangkan program tanam pohon untuk mengembalikan fungsi hutan. Yaitu dengan menanam pohon.

“Kami coba dengan menanam Sengon. Karena umur Sengon ini enam tahun, tentu tidak ada petani yang mau menanam itu, karena hasilnya tunggu enam tahun. Kami sikapi dengan menanam di bawahnya pohon Porak,” katanya.

Pada pencanangan itu juga, Gubernur menyerahkan kredit usaha tunda tebang kepada enam kelompok senilai Rp6,6 miliar dan bantuan hibah kepada seluruh kelompok di sepuluh desa di Kabupaten Sumbawa, senilai Rp3,2 miliar. (*)

Ket. Foto:
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyirami pohon yang ditanamnya. (Istimewa)

Kodim Sumbawa Gerak Cepat Bantu Korban Bencana

0

HarianNusa.Com, Sumbawa – Puluhan rumah warga Desa Tatede Kecamatan Lopok Kabupaten Sumbawa mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Rabu sore (11/12/2019).

Mengetahui kondisi tersebut, Komandan Kodim 1607/Sumbawa, Letnan Kolonel Inf Samsul Huda, SE. M.Sc., bergerak cepat menginstruksikan Danramil 1607-06/Lape Lopok Kapten Inf Amdatullah bersama anggotanya untuk membantu korban bencana alam.

Hari ini, Kamis, (12/12/19), Danramil Lape Lopok bersama anggotanya melaksanakan gotong royong membersihkan puing-puing atap yang diterbangkan angin maupun rumah warga yang roboh, .

Dandim 1607/Sumbawa menyampaikan, pihaknya bersama staf desa mulai kemarin sore melakukan pengecekan dan pendataan rumah yang rusak akibat hujan dan angin kencang.

"Setelah dilakukan pendataan, rumah yang rusak sekitar 51 rumah dengan kondisi rusak ringan, sedang dan berat," ujar Dandim.

Dijelaskannya, kehadiran anggota Koramil di Desa Tatede sebagai wujud kepedulian satuan teritorial di daerah untuk membantu membersihkan puing-puing rumah korban, mengembalikan atap rumah kepada pemiliknya dan membersihkan pohon yang tumbang baik di pekarangan rumah maupun yang menghalangi badan jalan.

Selain itu, mantan Dantonif Raidersus 744/SYB tersebut juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap waspada mengingat cuaca yang ekstrim pada musim hujan yang dibarengi angin kencang berdampak pada keamanan dan keselamatan.

Dalam kejadian tersebut, putri Ahyar Rosidi atas nama Sri Dewi Maharani (12 tahun) mengalami patah tulang terbuka terkena reruntuhan dan langsung dirujuk ke RSUD Sumbawa untuk mendapatkan perawatan intensif. (f3)

Rakor TKPKD, Hj. Sumiatun Tekankan Lima Hal Arah Kebijakan Pembangunan Daerah Lombok Barat

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun menegaskan agar penurunan angka kemiskinan tetap menjadi prioritas utama dalam perencanaan dan pembangunan di Kabupaten Lombok Barat. Salah satunya melalui pengelolaan pasca panen dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sehingga terjadi penyerapan tenaga kerja yang bermuara pada penurunan kemiskinan dan memaksimalkan Penggunaan Produk Lokal.

Hal itu disampaikan Hj. Sumiatun saat membuka Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Lombok Barat TA. 2019 di Batulayar, Selasa (10/12/19).

“Kondisi ini saya tekankan karena angka kemiskinan di Lombok Barat masih tinggi, yaitu sebesar 15,20% Tahun 2018 atau sekitar 103.770 jiwa. Oleh karena itu, masyarakat miskin harus diberdayakan, baik melalui peningkatan pendapatan, peningkatan kualitas hidup maupun pengurangan beban pengeluaran,” tegasnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, wakil bupati wanita pertama di Lombok Barat ini mengingatkan para Kepala Perangkat Daerah yang hadir untuk menekankan arah kebijakan pembangunan daerah pada lima hal.

“Pertama, masyarakat miskin harus sekolah, minimal mereka dapat mengikuti pendidikan menengah (SMK/SMA). Kedua, masyarakat miskin harus ditingkatkan derajat kesehatannya melalui ketersediaan sarana prasarana kesehatan dan jaminan kesehatan, serta optimalisasi pola hidup bersih dan sehat. Ketiga, masyarakat miskin perlu difasilitasi ketersediaan rumah layak huni beserta sarana pendukungnya seperti air bersih, sarana sanitasi dan listrik. Keempat, masyarakat miskin perlu ditingkatkan kualitas hidup keluarganya melalui ketahanan keluarga dan pencegahan pernikahan dini. Dan kelima, masyarakat miskin perlu diberi kemudahan akses mata pencaharian melalui pengembangan usaha kecil menengah,” paparnya.

Agar optimal, Sumiatun mengimbau para Kepala Perangkat Daerah menggunakan pola sharing program dan anggaran sebagai solusi dalam membangun sinergitas dan komplementaritas penanggulangan kemiskinan secara berkelanjutan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Kepala Bappeda, Ketua DPRD Lombok Barat Hj. Nur Hidayat, Kepala BPS Lombok Barat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan LAZ DASI NTB. (f3)

Hari Juang TNI-AD 2019, Kodim 1608/Bima Gandeng Bulog dan Disperindag Gelar Pasar Murah

HarianNusa.Com, Bima – Menyambut Hari Juang TNI AD tanggal 15 Desember mendatang, berbagai kegiatan dilakukan di seluruh satuan jajaran TNI AD tidak terkecuali di Kodim 1608/Bima. Hari ini, Kodim bima bekerjasama dengan Sub Divre Cabang Bima dan Dinas Koperindag Kota Bima menggelar pasar murah di halaman Kantor Kelurahan Jatibaru Barat Kecamatan Asakota Kota Bima, Selasa (10/12).

Antusias masyarakat menyambut pasar murah terlihat dari kerumunan warga di lapangan karena harga sembilan bahan pokok dan kebutuhan lainnya yang dijual sangat murah dan jauh dari harga normal.

Komandan Kodim 1608/Bima, Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra pada saat pembukaan pasar murah memberikan apresiasi kepada Sub Divre Bulog dan Dinas Koperindag yang telah ikut berpartisipasi menyambut Hari Juang TNI AD ke 74 tahun 2019 dengan menggelar pasar murah bagi masyarakat.

Hal itu dilakukan, sambung Dandim, sebagai wujud kepedulian pihaknya bersama instansi terkait untuk meringankan beban masyarakat khususnya dalam memenuhi kebutuhan Sembako.

“Alhamdulillah hari ini, kami gelar pasar murah untuk masyarakat, semoga bermanfaat dan bisa membantu meringankan beban untuk memenuhi kebutuhan sembako,” ungkap Dandim.

Pembukaan pasar murah turut dihadiri Kepala Sub Divre Bulog Cabang Bima Sawaludin Susanto, Kadis Koperindag Kota Bima diwakili A. Rifaid H. Ibrahim, Pasiter Kodim, Muspika Asakota, Lurah Jatibaru Ketua Persit KCK Cabang Bima dan pengurus serta masyarakat setempat. (f3)

Dinas Pariwisata Lombok Barat Kembali Gelar Event Perang Topat

0

HarianNusa.Com, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pariwisata tetap akan menyelenggarakan prosesi Pujawali Pura Lingsar dan Perang Topat Tahun 2019, esok Rabu (11/12/2019).

Sebelumnya, berbagai kegiatan dihelat oleh Dinas Pariwisata untuk meramaikan prosesi yang disebutnya sebagai prosesi religi dan budaya. Setelah kegiatan “Peresean” dilangsungkan sejak tanggal 5-9 Desember 2019, maka hari ini berbagai kegiatan digelar sebagai rangkaian puncak prosesi Perang Topat 2019.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Hj. Lale Prayatni menerangkan berbagai kegiatan untuk meramaikan Pujawali dan Perang Topat tersebut.

“Sejak pagi tadi, kita menyelenggarakan live painting (seni lukis, red) dan cilokak (kesenian music khas Suku Sasak, red). Lalu siangnya kita selenggarakan Haul KH. Abdul Malik atau Raden Mas Kerta Jagad yang diyakini masyarakat Lingsar sebagai penyebar Islam pertama di Lingsar yang kita rangkaikan dengan Begawe Gubug (Roah Kampung, red) untuk kalangan Umat Islam. Secara paralel roah itu kita teruskan dengan upacara Mendak Tirta bagi Umat Hindu di sekitar Pura Lingsar. Puncaknya untuk hari ini adalah nanti malam, yaitu pagelaran Wayang Kulit dengan dalang Lalu Nasib dan kesenian gandrung. Yang paling fenomenal adalah sore hari nanti, yaitu ritual Kelilingan Kao (mengarak kerbau, red) yang menjadi simbol kebersamaan dan persatuan antara umat Hindu dan Umat Islam,” terang Lale Prayatni panjang lebar, Selasa (10/12/2019).

Kelilingan Kao, imbuh Lale, adalah simbol kebersamaan antar umat dalam kehidupan sehari-hari. Seekor kerbau gemuk disiapkan oleh Panitia untuk dikelilingkan ke area Pura Lingsar. Kerbau tersebut diikat oleh dua tali di mana setiap tali dipegang dan dikendalikan oleh setiap orang dari masing-masing umat.

“Kerbau bukan saja simbol pertanian, tapi juga yang mempersatukan umat berbeda agama dan suku. Bukan sapi atau babi, tapi kerbau. Kalau sapi, nanti Umat Hindu kurang menerima karena dianggap suci. Begitu juga bukan babi yang bagi umat Islam adalah haram. Maka kerbau yang dipilih,” terang perempuan berkaca mata yang sehari-harinya juga menjabat sebagai Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian di Sekretariat Daerah Lombok Barat itu.

Prosesi puncaknya sendiri baru berlangsung esok hari. Bertepatan dengan “rarak kembang waru” (bergugurannya kembang waru, red) pada “Sasih ke Pituk” (bulan ketujuh, red) pada kalender Suku Sasak, Perang Topat rencananya akan dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Barat beserta seluruh tamu kehormatan lainnya.

“Besok puncak acara Perang Topat. Pak Bupati akan memulai pelemparan ketupat pertama sebagai tanda dimulainya prosesi Perang Topat,” papar Lale.

Di tengah masalah hukum yang menimpa Dinas Pariwisata Lombok Barat akibat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala Dinasnya saat itu, IJ, dinas tersebut tetap menggelar event yang diklaim sebagai event satu-satunya event kepariwisataan yang menggambarkan toleransi di tengah pluralisme.

Terpisah, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid meminta kegiatan kepariwisataan jangan dihubung-hubungkan dengan masalah hukum yang menimpa Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, IJ.

“Yang bersangkutan sudah kita berhentikan dari jabatan, dan kita sudah menunjuk Asisten II sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas. Saya yakin seluruh kegiatan kepariwisataan di Lombok Barat tetap digelar sesuai jadwal, termasuk Perang Topat. Kita tidak terpengaruh sama sekali. Seluruh jajaran Dinas Pariwisata siap bekerja secara optimal untuk menghidupkan kepariwisataan di Lombok Barat,” ungkapnya Bupati melalui aplikasi WhatsApp. (f3)

Dorong Transaksi Non Tunai Berbasis Mobile, BI Gaungkan Program GENTA

0

HarianNusa.Com – Dalam rangka mendorong transaksi non tuna berbasis mobile, Bank Indonesia (BI) perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kegiatan Cashless Weekend,
dengan menghadirkan perbankan dan perusahaan financial technology (fintech) penyedia alat pembayaran berbasis Quick Respond Indonesian Standard (QRIS), untuk memberikan pengalaman transaksi non tunai kepada masyarakat di NTB, khususnya generasi muda Kota Mataram. Kegiatan berlangsung di Majapahit Food Center, Kota Mataram.

Kegiatan Cashless Weekend diselenggarakan selama 2 (dua) hari dari tanggal 6-7 Desember 2019, yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta yang didomonasi anak muda (generasi milenial) NTB.

Selama kegiatan cashless weekend berlangsung, para peserta dan pengunjung melakukan pembayaran makanan dan minuman di Majapahit Food Center secara non tunai, dengan menggunakan alat pembayaran berbasis QR Code, baik itu OVO, Gopay, LinkAja, Dana, maupun aplikasi dompet elektronik lainnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani mengungkapkan sejak diluncurkannya QRIS pada tanggal 17 Agustus 2019, Bank Indonesia terus mendorong penggunaan transaksi pembayaran berbasis QR Code oleh masyarakat, khususnya transaksi retail. Dengan teknologi QRIS, 1 (satu) QR Code dapat dipindai oleh berbagai layanan pembayaran.

“Jadi ke depan merchant hanya cukup menyediakan 1 (satu) QR Code berstandar QRIS, namun QR Code tersebut dapat dipindai oleh berbagai layanan pembayaran yang dimiliki masyarakat, misalkan QR tersebut dapat dipindai oleh OVO, Gopay, Dana, LinkAja, Sakuku (BCA), UnikQu (BNI), dan lain sebagainya,” jelas Achris.

Para pengunjung pada kegiatan dimaksud merasakan begitu praktisnya melakukan pembayaran dengan menggunakan QR Code, dimana pembayaran begitu cepat dan mudah. Merchant pun merasa praktis, hanya cukup menyediakan 1 (satu) QR Code sudah dapat menerima berbagai layanan pembayaran, sehingga tidak perlu menyediakan berbagai QR Code dari berbagai penyedia layanan pembayaran sebagaimana diterapkan sebelumnya.

Untuk mendorong perilaku masyarakat agar terus menggunakan transaksi pembayaran non tunai khususnya berbasis QR Code, pada kesempatan tersebut Achris Sarwani meluncurkan program GENTA NTB, atau Generasi Non Tunai NTB. Program dimaksud diharapkan dapat memberikan semangat kepada masyarakat, khususnya kaum muda (generasi milenial) NTB untuk selalu bertransaksi secara non tunai.

“Apalagi infrastruktur khususnya di Kota Mataram telah sangat mendukung kegiatan transaksi non tunai. Merchant-merchant atau toko di Kota Mataram telah banyak menyediakan berbagai alternatif transaksi pembayaran berbasis non tunai, baik berbasis kartu seperti kartu debit, kartu kredit, sampai dengan teknologi QR Code, sehingga masyarakat seharusnya dapat memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada, khususnya kaum muda (generasi milenial) yang sudah terbiasa menggunakan teknologi mobile (HP) berbasis aplikasi,” ungkap Achris Sarwani. (f3)

Badan Pengkajian MPR Serap Aspirasi Masyarakat

0

HarianNusa.com, Denpasar – Badan Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melaksakan kegiatan serap aspirasi masyarakat di Denpasar, Bali, Jumat kemarin (6/12/2019). Acara ini dimaksudkan untuk meminta masukan masyarakat atas salah satu rekomendasi badan pengkajian tentang Pokok Pokok Haluan Negara.

Anggota Badan Pengkajian MPR, Johan Rosihan, ST mengatakan, proseding dari kegiatan ini nantinya akan dijadikan sebagai bahan yang akan kami sampaikan dalam Rapat Pleno Badan Pengkajian MPR berikutnya. Johan yang juga anggota Fraksi PKS ini menegaskan, memilih Bali sebagai lokasi serap Aspirasi karena Bali merupakan minatur keberagaman yang terkelola secara baik untuk tercapainya kehidupan nasional yang Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam acara yang dihadiri 200-an orang dari seluruh Bali itu, Johan menegaskan kembali sikap PKS yang sudah disampaikan oleh presiden PKS terkait wacana amandemen UUD Negara Indonesia tahun 1945, dengan penegasan bahwa Amandemen UUD itu harus dikembalikan kepada rakyat, agar tidak menjadi isu elit saja atau hanya menjadi wacana politik dari sebagian kecil kelompok saja.

Pada kegiatan serap aspirasi ini, Johan didampingi akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Udayana DR. Made Gde Karma Resen. SH. MKn, yang menyampaikan materi berjudul REFLEKSI RASIONALITAS MENCAPAI KESEJAHTERAAN UMUM (Meramu Agenda Masa Depan).

Dr. Karma memulai dengan menegaskan bahwa dalam Pembukaan UUD1945 Alinea ke 4 menyatakan, prinsip kesejahteraan terdapat 2 kata kunci yaitu, memajukan kesejahteraan umum dan keadilan sosial.

Menurut Karma, pilihan rasional tujuan bernegara kita sangat jelas. Para founding fathers Negara Indonesia telah menyepakati bahwa salah satu tujuan didirikannya negara Indonesia adalah agar keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan sosial bisa terwujud. Karena itu cita-cita akan kesejahteraan inilah kemudian tersirat dan tersurat ke dalam Pembukaan UUD NRI 1945.

Masih menurut Dr. Karma, tujuan bernegara “dapat” dikonsepkan sebagai persesuaian kehendak (kristalisasi-kristalisasi kehendak) bersama dari pilihan rasional setiap warga negara yang terformulasi dalam staat fundamental norm dan aturan hukum, serta dipertahankan, diperjuangkan oleh kekuasaan negara.

Pakar Hukum Universitas Udayana ini kemudian menutup presentasinya dengan memberikan 3 catatan sebagai tantangan kedepan. Pertama, kontestasi, konstelasi politik (perubahan yang revolusioner), perubahan visi-misi, perbedaan motif, pengaruh, dan pilihan kepentingan akan menimbulkan diferensiasi-diferensiasi baru. Kedua, negara seluas Indonesia memerlukan perencanaan negara sebagai pemandu arah pelaksanaan pembangunan nasional yang berkesinambungan. Dan yang ketiga, dibutuhkan suatu perencanaan matang, terarah, terstruktur, berfokus pada hasil dan tujuan yaitu kesejahteraan umum.

Tim BNN Berhasil Babat 4 Hektar Lahan Ganja di Pegunungan Seulimun

0

HarianNusa.Com – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali temukan ladang ganja di Provinsi Aceh, tepatnya di kawasan Desa Lambada, Kecamatan Seulimun, Aceh Besar. Ladang seluas 4 hektar tersebut terletak pada ketinggian 319 meter diatas permukaan laut.

Dibawah pimpinan Kombes Pol Ghiri Prawijaya, tim penyelidikan BNN berhasil menemukan ladang yang terletak di balik lereng bukit terpencil itu dalam waktu lebih dari 1 minggu.

Bekerjasama dengan Kodim, Propam Mabes Polri, Brimob dan Polda Aceh serta Polres Aceh Besar, pemusnahan ladang ganja dilakukan. Tim gabungan berhasil menyisir lokasi yang ditempuh selama 3 jam dengan berjalan kaki. Sebanyak ± 160.000 batang pohon ganja seberat ± 32 ton berhasil dibabat tim gabungan yang berjumlah 104 personel.

Kepala Sub Direktorat Narkotika Alami, Aldrin Hutabarat, mengatakan pihaknya telah 11 kali melakukan pemusnahan ladang ganja dengan total lahan seluas 12 hektar.

“Sepanjang tahun 2019, kami telah melakukan 11 kali pemusnahan dengan total luas lahan 12 hektar yang terdiri dari 108 ton tanaman ganja basah,” ujar Aldrin di lokasi pemusnahan, Games, (5/12/19).

Aldrin mengatakan upaya BNN dalam memberantas penanaman ganja illegal tak hanya samapai disini. Melalui Deputi Pemberdayaan Masyarakat bersama seluruh kementerian terkait, BNN memberikan alternative tanaman yang lebih produktif untuk ditanam oleh para petani ganja.

“Kami memiliki program Grand Design Alternative Development yang diinisiasi oleh Deputi Pemberdayaan Masyarakat. Dalam program tersebut, kami mengalihkan tanaman ganja menjadi tanaman jagung dan kopi. Peran BNN bersama kementerian terkait meliputi penyediaan lahan tanam, pemberian pemahaman, pemberian bibit, pendampingan, hingga pendistribusian hasil panen,” jelas Aldrin.

Sementara saat disinggung soal kepemilikan ladang ganja yang saat ini tengah dimusnahkan, Aldrin mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengembangan. Aldrin mengaku akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan status kepemilikan lahan tersebut.

“Jika diketahui lahan ini berstatus tanah negara, maka kami akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk ditindaklanjuti. Jika ternyata lahan ini terdapat hak milik, maka kami akan mengembangkan kasus ini dan mencari tahu siapa pemiliknya untuk dimintakan pertanggungjawaban sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Aldrin.

Atas perbuatannya, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 111 Ayat (2) Undang – Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup. ()