Beranda blog Halaman 190

Gubernur NTB Teken MoU dengan Institut Agama Islam Tazkia

0

HarianNusa.Com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat serius dalam mewujudkan NTB Sehat dan Cerdas melalui program beasiswa. Keseriusan itu ditunjukkan melalui tindaklanjut pertemuan kerjasama dengan Institut Agama Islam Tazkia.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Rektor Institut Agama Islam Tazkia, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, melaksanakan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) beasiswa, yang berlansung di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Majid (ZAM), Kamis, (03/10/19).

Penandatanganan MoU terkait Pendidikan, penelitian dan Pengabdian Masyarakat itu, sebagai upaya pemberantasan kemiskinan di NTB dan sebanyak 200 Mahasiswa NTB yang akan mendapatkan beasiswa tersebut.

“Insyaallah, Pemprov NTB akan menyeleksi 200 mahasiswa NTB untuk belajar di Tazkia Institut,” ujar Dr. H. Zulkieflimansyah, dalam siaran pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB.

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul itu mengatakan, MoU ini merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa NTB yang ingin melanjutkan studinya.

Ia berharap kesempatan baik ini, harus dimanfaatkan terlebih oleh Pondok Pesantren yang ada di NTB, untuk bisa mengirimkan anak didiknya, kuliah di Institut Agama Islam Tazkia untuk belajar ekonomi syariah berbasis industri halal serta, belajar ekonomi syariah berbasiskan pengembangan teknologi dan industri.

“NTB ini banyak sekali pondok pesantrennya, banyak juga hafiz Qur’an. Ke depan, kami berharap, anak muda NTB tidak hanya Hafiz Qur’an, tapi harus ahli juga di bidang accounting,” ujarnya.

Untuk itu, Gubernur meminta anak-anak muda NTB yang ingin melanjutkan kuliah di jenjang S1 maupun S2 ilmu accounting di Tazkia Institut untuk menyiapkan diri dengan baik.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Murniati menyampaikan bahwa 200 mahasiwa yang akan mendapatkan beasiswa ini, wajib untuk kembali ke daerah. Dr. Murniati juga mengungkapkan rasa kagumnya terhadap potensi ekonomi yang dimiliki oleh NTB.

“Barusan saja kita telah meninjau pembangunan KEK Mandalika, saya sangat terkagum-kagum dengan perkembangannya yang begitu pesat dimana kita telah mendeklarasikannya sebagai destinasi halal bagi dunia,” tutur Dr. Murniati.

Terakhir, ia berharap adanya pusat destinasi halal ini, menjadikan pembangunan di Mandalika dan juga pembangunan di NTB makin baik lagi dan kesejahteraannya berlimpah kepada masyarakatnya. (f3)

Sewa Pesawat, ACT Fasilitasi Kepulangan Pengungsi Wamena

HarianNusa.com, Jayapura – Ratusan orang dari Wamena masih terus berdatangan ke Sentani, Kabupaten Jayapura, untuk mengungsi. Para pengungsi itu juga terdiri dari ratusan perantau asal berbagai daerah di Indonesia. Sebagian besar jumlah pengungsi rantau berharap dapat kembali ke daerah asal mereka.

Direktur Social Network Corporation (SNC) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Wahyu Novyan mengatakan, ACT berikhtiar mengakomodasi kepulangan sejumlah pengungsi melihat tingginya permintaan pengungsi rantau untuk kembali ke daerah asal. “Di sini kami melihat, kepulangan ke daerah asal menjadi kebutuhan para pengungsi. Hal itulah yang kami fasilitasi,” terang Wahyu, Rabu (2/10).

Wahyu menerangkan, ACT akan memberangkatkan 97 pengungsi Wamena ke Sumatra Barat, Kamis (3/10) pagi. Pengungsi akan diberangkatan menggunakan pesawat komersil dari bandara Sentani di Jayapura, Papua, ke Padang di Sumatra Barat dalam dua sesi penerbangan. “Kami memprioritaskan pengungsi ibu dan balita, perempuan hamil, juga lansia untuk diberangkatkan terlebih dulu,” jelasnya.

Menurut Wahyu, hingga Rabu (2/10), lebih dari seribu pengungsi Wamena asal Sumatra Barat tiba di Sentani, Jayapura. Mereka tersebar di sejumlah pengungsian seperti masjid, gereja, rumah kerabat daerah asal, kantor polisi, dan komando satuan TNI.

Pemulangan pengungsi juga akan diikhtiarkan ACT ke sejumlah provinsi lainnya. Wahyu mengaku, ACT tengah berupaya untuk mengakomodasikan pengungsi yang berasal dari provinsi-provinsi lain. “Kami tengah berikhtiar mencari transportasi lain, seperti kapal laut, untuk mengakomodasi para pengungsi asal Sulawesi,” tandas Wahyu.

Sementara itu, Aan Saputra dari Tim Program ACT Sumatra Barat melaporkan, kedatangan pengungsi akan disambut oleh sejumlah pejabat Sumatra Barat. “Tim ACT Sumatra Barat akan menunggu kedatangan pengungsi di bandara. Kami juga akan menggelar konferensi pers,” terang Aan.

Selain pengungsi asal Sumatra Barat, sejumlah cabang ACT juga tengah menangani pengungsi asal Wamena yang kembali ke daerah asal. Selasa (1/10), dua orang pengungsi konflik kemanusiaan Wamena telah tiba di Posko Kemanusiaan ACT Sulawesi Selatan. Sedangkan Rabu (2/10) siang, ACT Malang tengah menunggu kedatangan pengungsi konflik kemanusiaan Wamena yang direncanakan mendarat di Landasan Udara Dinas Angkutan Angkatan Udara (Lanud DAAU) Abdul Rachman Saleh Malang. []

Posko Darurat Asap Resmi Ditutup, Ini Jumlah Fantastis Pengunjung dan Pengungsi

0

HarianNusa.com, Riau – Posko Kesehatan dan Pengungsian Darurat Asap PKS Riau hari ini resmi ditutup (Rabu, 02/10/2019) oleh Ketua Umum PKS Riau Hendry Munief. Posko yang beroperasi sejak tanggal 9 September hingga 1 Oktober 2019 ini telah melayani masyarakat Pekanbaru yang membutuhkan bantuan akibat dampak kabut asap.

Total data pengunjung Posko PKS yang berhasil direkap berjumlah 1.347 KK, dengan rincian 1.267 orang pasien berobat dan 266 pengungsi (3 orang lansia, 17 orang ibu hamil, 114 orang dewasa, 96 orang anak-anak dan 33 orang balita).

Untuk Posko Pengungsian sendiri sudah berakhir pada tanggal 24 September 2019 lalu, seiring kembalinya para pengungsi ke rumahnya masing-masing, karena cuaca Kota Pekanbaru yang telah membaik setelah turun hujan dihari sebelumnya (23/09/2019). Sedangkan Posko Kesehatan tetap buka hingga hari selasa tanggal 1 Oktober 2019.

Hendry Munief dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh relawan, donatur, media dan semua pihak yang terlibat dalam melayani masyarakat korban kabut asap di Posko PKS.

“Waktu, tenaga maupun materi yang telah bapak/ibu infakkan dengan ikhlas disini, semoga Allah membalasnya dengan balasan yang terbaik”, tutur Hendry Munief yang di aminkan oleh para tamu yang hadir.

Mengakhiri sambutannya, Alumni Universitas Padjajaran tersebut secara resmi menutup Posko Darurat asap PKS Riau.

“Posko Darurat Asap DPW PKS Riau dan DPD PKS Pekanbaru, yakni Posko Kesehatan dan Posko Pengungsian dengan ini kita nyatakan ditutup secara resmi dengan mengucapkan Alhamdulillah”, lanjutnya.

Tampak hadir diacara tersebut Wakil Ketua PKS Riau Syamsudin, Sekretaris PKS Riau Junaidy Abdurrahman, Ketua DPD PKS Pekanbaru Sony Martin, Anggota Dewan Propinsi Riau Arnita Sari dan Sofyan Siroj, relawan medis (Dokter, Perawat, Bidan, Apoteker) dan relawan Posko PKS.

Diakhir acara para relawan diberi sertifikat penghargaan dan dilanjutkan foto dan makan bersama. (*)

Kementerian Kelautan dan Perikanan Dorong Panen Parsial Jelang Kematian Massal Ikan

0

HarianNusa.com, Jakarta – Kementerian Perikanan dan Kelautan melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) terus melakukan upaya pencegahan dan pengendalian atas penyebab kematian ikan massal yang terjadi akibat perubahan musim. Terlebih saat ini Indonesia tengah mengalami musim kemarau akibat memanasnya suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur. Musim kemarau kini sudah menghampiri utara dan timur Aceh, Sumatera Utara, Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan bagian tenggara, pesisir barat Sulawesi Selatan, pesisir utara Sulawesi Utara, pesisir dalam perairan Sulawesi Tengah, sebagian Maluku, dan Papua bagian selatan.

Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja mengungkapkan kematian massal ikan pada umumnya terjadi karena adanya pergantian cuaca sehingga terjadi penurunan massa air hingga upwelling, yang menyebabkan pasokan oksigen ikan berkurang secara drastis. Hal tersebut berimbas pada rusaknya suhu air.

BRSDM merekomendasikan untuk sementara waktu aktivitas KJA dihentikan terlebih dahulu sekitar dua bulan, agar perairan bisa memperbaiki kondisinya seperti semula. Di sampig itu, Kepala BRSDM juga mendorong pembudidaya untuk melakukan panen sebagian atau panen parsial.

“Ketika waktu kematian massal ikan sudah diketahui, kenapa tidak dilakukan panen parsial, panen awal, sehingga risiko kematian massal akan lebih kecil,” terang Sjarief.

Berdasarkan hasil riset dan informasi yang dilakukan oleh Peneliti Balai Riset Pemulihan Sumber Daya Ikan (BRPSDI) – BRSDM, Krismono dan Joni Haryadi, kemarau yang melanda Indonesia saat ini membuat daerah perairan waduk dan telaga mengalami penurunan kedalaman air dari 10 – 20 m luas perairan menurun sehingga tinggal 50 – 60 persen. Hal ini berarti daya dukung perairan juga menurun. Daerah perairan yang mengalami penurunan kedalaman antara lain, Telaga Sarangan, danau Singkarak, Waduk Kedung Ombo, Rawa pening, waduk Saguling, waduk Cirata,waduk Wadaslintang, waduk Sempor serta waduk Jatiluhur.

Penyusutan volume air ini juga menyebabkan konsentrasi beberapa senyawa kimia perairan menjadi lebih tinggi. Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, musim hujan akan diawali sekitar Oktober-November 2019 serta puncaknya terjadi pada Januari 2020.

“Seperti biasa, pada musim hujan maka akan terjadi pencucian daerah tangkapan air (catchment area) dengan air hujan yang kemudian masuk ke perairan waduk atau danau. Masuknya air dengan material yang dibawa dari wilayah daratan dan besarnya arus yang masuk keperairan akan mengakibatkan pembalikan material di dasar perairan yang dangkal, sehingga akan mengakibatkan kualitas air yang jelek dan dapat mengakibatkan kematian ikan khususnya ikan budidaya dalam keramba jaring apung (KJA),” tutur Krismono, pada 1 Oktober 2019.

“Konsentrasi oksigen saat ini masih baik dan layak untuk kehidupan ikan, sebagai contoh di telaga sarangan berkisar 5,59-6,23 mg/L; untuk kedung ombo 9,42 mg/L dan waduk jatiluhur berkisar 3,83-5,76 mg/L. Namun konsentrasi oksigen terlarut ini akan menurun secara drastis ketika datang musim penghujan. Hasil monitoring rutin menunjukkan bahwa konsetrasi oksigen pada musim pneghujan berkisar 1,54-3,55 mg/L. Konsentrasi oksigen yang dibutuhkan oleh ikan > 5 mg/L,” lanjutnya.

Pada musim penghujan, dikatakan terdapat hembusan angin kencang serta arus air yang deras dari sungai inlet yang menyebabkan pembalikan massa air dari dasar. Air di dasar perarian umumnya akan memiliki kualitas air yang kurang baik dengan kandungan oksigen yang rendah dan kosentrasi senyawa yang bersifat racun seperi nitrit dan amoniaksehingga ketika terjadi pembalikan massa air maka akan menyebabkan kematian ikan.

Kualitas yang buruk ini sebagai akibat dari dekomposisi bahan organik yang terakumulasi di dasar perairan. Pada umumnya kematian massal ikan ditandai oleh terjadinya mendung disertai gerimis selama beberapa hari. Hal ini mengakibatkan proses fotosintesis yang menghasilkan oksigen diperairan menjadi tidak optimal, sedangkan oksigen yang ada terus digunakan untuk respirasi. Sehingga konsentrasi oksigen tidak mencukupi untuk orgnisme akuatik termasuk ikan budidaya.

“Untuk pembudidaya ikan, kondisi perairan tersebut harus menjadi perhatian dan mengambil langkah-langkah antisipasi untuk ikannya. Langkah tersebut antara lain dengan: mengurangi kepadatan ikan (dengan di panen), memindahkan letak KJA ke tempat yang lebih dalam atau mempersiapkan alat aerasi karena biasanya kandungan oksigen terlarut turun, mempersiapkan penampungan ikan di kolam darat dll. Perhatian ini untuk pembudidaya ikan dalam KJA yang ada di perairan waduk atau danau supaya tidak terjadi kerugian besar karena kematian ikan masal,” papar Joni Haryadi.

Lebih lanjut dikatakan bahwa fenomena kematian ikan budidaya tersebut sudah sering terjadi dan menimbulkan kerugian bagi pembudidaya yang menyebabkan gulung tikar. Terkadang petani telah mengetahui tentang fenomena kematian massal ikan, namum tetap melakukan keiatan budidaya pada saat rawan kematian karena besarnya keuntungan yang akan diperoleh ketika dapat panen ikan.

Untuk beberapa lokasi seperti Waduk Jatiluhur dan Danau Toba, BRSDM telah mengeluarkan rekomendasi berupa kalender ‘Prediksi Kematian Massal Ikan’ dan skema ‘Alur Penanganan Kematian Massal Ikan’, yang berisikan data dan informasi penyebab kematian massal ikan di KJA, termasuk upaya penanggulangannya sebagai bagian upaya pencegahan dan pengendalian peristiwa kematian massal ikan agar tidak kembali terjadi. Diharapkan dengan kalender tersebut dapat menjadi pedoman bagi pembudidaya.

Kejadian kematian massal ini umumnya terjadi pada badan air dengan kegiatan budidaya yang telah melebihi daya dukung lingkungan. Oleh karena itu pihak pengelola juga harus mengakkan aturan tentang jumlah KJA yang boleh beroperasi. Beban pencemaran yang masuk keperarain juga berasal dari luar badan air, sehingga aktivitas pemanfaatan lahan disekitar badan air juga harus diperhatikan. Kegiatan pertanian dan perkebunan yang menggunakan pupuk serta limbah rumah tangga yang masuk ke badan air juga menyebabkan penurunan kualitas air.

BRPSDI adalah Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan di bidang riset pemulihan sumber daya ikan perairan tawar dan laut. BRPSDI mempunyai tugas pokok melakukan riset pemulihan, konservasi dan rehabilitas terhadap Sumberdaya ikan dan lingkungan di perairan laut dan tawar.

Fauzan Tegaskan Mutasi Mendatang Tidak Ada Pejabat Non Job

0

HarianNusa.Com – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid secara tegas menepis banyaknya isu yang beredar menjelang proses rekrutmen pejabat dalam waktu dekat ini. Diantaranya, beberapa jabatan dibiarkan kosong, dan isu dinonjobkannya beberapa pejabat.

Bupati didampingi Wakil Bupati Hj. Sumiatun, dan Sekretaris Daerah H .Moh. Taufiq, dengan tegas menyatakan bahwa mutasi mendatang tidak ada pejabat yang dinonaktifkan (nonjob).

“Bisa saya pastikan tidak ada yang nonjob,” ujar Bupati Dalam Rapat Pimpinan Khusus (Rapimsus) yang dihadiri seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lobar di Aula Kantor Bupati Lobar, Selasa (01/10/19).

Alumnus Magister Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut beralasan, tidak adanya pejabat yang nonjob karena tujuan mutasi yang direncanakan minggu keempat Oktober tersebut adalah hanya untuk rotasi. Memang, lanjutnya, banyak isu yang beredar banyak jabatan yang kosong pejabat. Namun, tegasnya, itu adalah bagian dari proses yang akan diisi nantinya.

“Sejak awal kita proses, kita sudah hitung hari perhari, tetap juga waktunya (mutasi) bulan keempat Oktober, enam bulan setelah saya dan ibu wakil bupati dilantik,” ujar Fauzan.

Untuk jabatan-jabatan yang kosong, kata bupati, 27 September yang lalu dilakukan asesment pendahuluan. Nantinya baru dilakukan rotasi terhadap pejabat yang sekarang sedang menduduki posisi Eselon II.

“Yang kosong-kosong itulah hasil dari rotasi yang kita pansel (panitia seleksi),” ujarnya.

Mutasi yang akan dilakukan, kata Bupati, bersamaan dengan pengisian jabatan Sekretaris Daerah karena Sekda yang sekarang (H.M. Taufiq) akan pensiun 28 Desember mendatang.

Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masa bhakti 2008-2013 ini menjelaskan, untuk pengisian jabatan sekda nantinya akan dilakukan pengumuman terbuka pada 11 Oktober, dan diharapkan dapat selesai sebelum akhir November. Pelantikan sekda sendiri diperkirakan akan dilakukan sekitar akhir Desember 2019 mendatang. (f3)

Ket. Foto:
Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid didampingi Wakil Bupati Hj. Sumiatun, dan Sekretaris Daerah H .Moh. Taufiq pimpin Rapim bersama Kepala OPD Lingkup Pemkab Lobar. (istimewa)

Pelantikan DPD II KNPI Lombok Barat, Fauzan Tekankan Tidak Ada Dualisme Kepemimpinan

0

HarianNusa.Com – Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid dalam acara Pelantikan DPD II KNPI Lobar Masa Bhakti 2019-2023 di Bencingah Kantor Bupati Lobar, Senin (30/9/29) mengimbau agar masyarakat tidak terpecah belah dan terus membangun soliditas demi kemajuan daerah tercinta.
Ia mengajak seluruh masyarakat khususnya para pemuda untuk bersama-sama membangun Lombok Barat.

“Kita semua berdoa semoga tidak pecah lagi. Dan saya ingatkan sejak pembukaan kita sudah janjian saat saya juga hadir pada pembukaan musda. Dan termasuk di pelantikannya ini. Untuk kemudian tidak bolah ada dualisme kepengurusan KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia, red) di Kabupaten Lombok Barat yang sama-sama kita banggakan ini,” kata Fauzan.

Menanggapi banyaknya berita hoax yang semakin marak belakangan, Bupati meminta para pemuda mampu menjadi agen penyebar informasi positif. Secara khusus Fauzan berharap kepada KNPI untuk dapat membantu pemerintah dalam pembangunan termasuk sebagai pelopor dalam menyampaikan berita-berita atau informasi positif tanpa menyebar fitnah.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Pemkab Lobar diterpa isu miring terkait jual beli jabatan. Berita yang dinilai tidak bertanggung jawab itu bahkan dimuat beberapa surat kabar lokal.

“Mari sepakat kita menjadi agen penyebar informasi positif. Jadi pemuda bisa menjadi pelopor dalam menangkal berita hoax. Pemuda KNPI juga harus terlibat dalam program termasuk konteks program di Lombok Barat untuk membangun Lombok Barat yang kita cintai,” tegasnya.

“Jangan mengeluh terhadap keadaan jangan. Jangan memberikan sumpah serapah, lebih baik menyalakan lilin untuk menjemput harapan. Dan potensi kita sangat luar biasa,” tambahnya.

Senada dengan Bupati, Ketua KNPI Provinsi NTB Lalu Wira Kencana juga berharap pada kepengurusan KNPI yang baru dilantik untuk lebih kreatif dan membantu pemerintah dalam mewujudkan dan mendukung pembangunan di Lombok Barat.

“Kita tidak jadi mahasiswa, tapi pemuda dewasa. Jadikanlah organisasi pemuda ini wadah untuk menyampikan ide dan gagasan bersama pemerintah,”ajaknya.

Sementara Ketua DPD KNPI Lombok Barat Ari Suhaimi sesaat usai dilantik menyatakan kesiapannya untuk mewujudkan pembangunan di Lombok Barat.

“Kami bersama pemuda yang tergabung pada KNPI Lombok Barat siap berjuang dan membangun Lombok Barat. KNPI Lombok Barat juga siap menjadi terdepan membantu Pemerintah Daerah Lombok Barat dalam mensukseskan event Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-XXVIII tingkat Provinsi NTB di Lombok Barat ini,” ujarnya. (f3)

Kurang Diperhatikan, BPD Lombok Barat Sampaikan Aspirasi ke Bupati

0

HarianNusa.Com – Merasa masih kurang diperhatikan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lombok Barat menyampaikan aspirasinya kepada Bupati H. Fauzan Khalid. Aspirasi tersebut disampaikan pada saat pembukaan acara Peningkatan Kapasitas BPD Lombok Barat 2019, Senin (30/9/219).

Gelaran peningkatan kapasitas BPD ini mengambil tema, mendorong tercipatnya pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, partisipasif, responsif dan mengacu pada Permendagri 113/2013 tentang pengelolaan anggaran desa.

Ketua Forum BPD Lombok Barat, Afifudin Adnan di hadapan bupati menyampaikan walau dengan dasar regulasi tersebut, kapasitas BPD saat ini dirasa masih belum terlaksana. Karena dikaitkan dengan regulasi tentang BPD sangat sedikit, sementara tupoksinya sangat banyak.

“Setelah kami diskusi dan cermati, nampak-nampaknya bahwa BPD ini merasa masih dianaktirikan. Baik oleh pemerintah pusat dan pemda. Karena dikaitkan dengan regulasi tentang BPD sangat sedikit, sementara tupoksinya sangat banyak,” ungkap Afifudin yang juga merupakan Ketua BPD Ombe Baru ini.

Aspirasi lain, sebut Afifudin, seringnya persoalan yang terjadi antara BPD dan Kades, kadang tidak ingin diawasi sesuai tupoksi BPD.

“Silahkan kita bertengkar, tapi secara etis dan professional. Bertengkar dalam tataran emosional yang tidak menimbulkan kebencian dan permusuhan,” harap Afifudin seraya menambahkan, aspirasi yang paling mendasar dan sering terungkap adalah kaitannya dengan insentif BPD.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid menyatakan, jika dianologikan ke atas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memang mirip-mirip dengan DPRD dan DPR RI. Bahkan tugas-tugasnya pun sama mirip.

Terkait dengan peningkatan kapasitas BPD, Bupati mengatakan bahwa dalam setiap tugas dan fungsi BPD melekat pula fungsi eksekutif. Semisal dalam membuat APBDes, boleh dikatakan, tugas fungsi itu dibagi dua dengan kepala desa (kades). Demikian pula dengan tugas lainnya. Namun di eksekutif seperti kades, bupati, gubernur sampai presiden, memang ada kewenangan penuh untuk melakukan eksekusi anggaran.

“Dalam konteks penggunaan anggaran, bisa saya katakan, DPR, DPRD dan BPD tidak memiliki tangung jawab. Tapi tangung jawab penuh itu ada pada eksekutif,” kata Fauzan di hadapan Kepala BPMD Lombok Barat, narasumber serta seluruh ketua BPD di 10 desa sebagai peserta peningkatan kapasitas.

Menurut mantan Ketua KPU NTB ini, jika ada kekeliruan maka yang berurusan adalah pihak eksekutif. Menurutnya di sinilah perlu diketahui semua alur, sehingga kemudian apapun yang menjadi program, bisa terlaksana dengan baik. Hasilnya juga bisa diukur dengan ukuran yang bersifat kualitatif.

“Terkait dengan aspirasi dari teman-teman BPD memang agak kesulitan, karena terkait dengan peraturan, semisal masalah honor, tentu akan mengganggu ADD. Karena tidak boleh digunakan lebih dari 20 persen,” katanya.

Aturan ini melekat pada peraturan pemerintah (PP) yang mengatur tentang aturan maksimal persentase yang boleh dianggarkan dari ADD. Namun bupati meminta, Kepala BPMD Lombok Barat untuk mengecek kebenaran prosentase ini, termsuk ke luar daerah. Kalau ada cara, tidak salah mencontoh cara-cara dan siasat yang baik dari kabupaten lain.

“Kalau ada cara, Insha Allah pasti akan kita perhatikan, namun ada satu syarat, tidak melanggar peraturan perundang-undangan,” tegas bupati seraya menyebut kepala dusun, BPD, kades pun menuntut untuk dinaikkan kesejahterannya.

Bupati di akhir sambutannya uga mengimbau para anggota BPD untuk mengarahkan masyarakat agar menyampaikan hal-hal positif terutama di media sosial, jangan sampai ada nada-nada provokatif yang menjurus fitnah. (f3)

Kabupaten Lombok Barat Siap Gelar MTQ Ke-28 Tingkat Provinsi NTB

0

HarianNusa.Com – Kabupaten Lombok Barat telah ditetapkan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang ke-28. Berbagai persiapan telah dilaksanakan oleh Juara Umum MTQ ke-27 saat diselenggarakan di Bima dua tahun lalu.

Lapangan yang berada di kompleks Kantor Bupati Giri Menang sudah disulap untuk menjadi arena utama pembukaan yang rencananya akan dibuka langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimasyah, Kamis malam (3/10/19) mendatang.

Pun demikian, beberapa ruas jalan menuju lokasi arena utama mulai dari Bundaran Giri Menang sudah nampak kemeriahan umbul-umbul, spanduk, baliho, dan bahkan lampion warna merah dengan tulisan aksara tionghoa.

Tak ketinggalqn beberapa masjid yang ditetapkan sebagai lokasi lomba juga mulai dipersiapkan oleh masyarakat setempat.

“Masih tersisa dua hari untuk persiapan acara MTQ. Mari sama-sama kita sukseskan, terutama kebersihan di jalur utama dan ke arena majelis,” terang Ketua Panitia Pelaksana Daerah yang sekaligus merupakan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat, H. Moh. Taufiq dalam siaran pers yang disampaikan Biro Humas dan Protokol Setda Kabupaten Lombok Barat, Senin, (30/9/19).

Selain di Kompleks Kantor Bupati, lokasi lomba atau arena majelis juga ditetapkan di beberapa titik lokasi. Di antaranya adalah Masjid Baital Atiq Gerung, Masjid Al-Haya’ Perumda, SMAN 1 dan SMAN 2 Gerung, MAN Lombok Barat, Pondok Pesantren Nurul Hakim dan Pondok Pesantren Al-Islahuddiny Kediri, dan SKB Gunung Sari.

Taufiq berharap seluruh masyarakat bisa terlibat memeriahkan MTQ tersebut.

“Untuk kita di Lombok Barat, sukses yang ingin kita raih itu ada dua, yaitu sukses sebagai tuan rumah dan sukses mempertahankan predikat Juara Umum,” terang Taufiq.

Taufiq pun meminta agar masyarakat Lombok Barat ikut memeriahkan MTQ ini dan mengajak meramaikan kegiatan tersebut.

“Untuk masyarakat, datang berbondong-bondong ke semua majlis. Jaga kebersihan dan jaga kenyamanan untuk kita semua karena kita ingin menjadi tuan rumah yang bauk untuk menerima kehadiran semua kafilah,” pinta Taufiq.

Ia memaparkan bahwa dalam gelaran MTQ ke 28 kali ini ada yang unik dalam rencana pawai ta’aruf yang rencananya digelar Kamis pagi (3/10/19).

“Kita akan menonjolkan toleransi dan saling menghargai perbedaan saat pawai. Insya Allah saudara kita umat agama lain akan ikut memeriahkan. Lampion yang ada menghias ruas jalan dan arena, itu sumbangsih dari saudara kita yang dari Tionghoa. Ini bukti Islam itu rahmatan lilaalamien,” ujar Taufiq bangga.

Dalam MTQ, seluruh Kabupaten/ Kota se Provinsi Nusa Tenggara Barat mengirimkan kafilah pesertanya. Mereka akan tinggal secara terpencar di berbagai tempat. Untuk kafilah Lombok Barat ditetapkan di Gedung Zainul Hafidz Aik Ampat, Kota Mataram dan KLU di Hotel Lombok Garden, Kota Bima di Hotel Pratama, KSB di Hotel Widyawisata Gomong, Kabupaten Bima di Rumah H. Zainuri Dasan Geres, Kabupaten Lotim dan Sumbawa di Hotel Puri Indah Gebang, Lombok Tengah di BTN Perumda Gerung, dan Dompu di Hotel Arum Jaya.

Tercatat paling sedikit 1100 orang kafilah dan kontingen akan memeriahkan gelaran dua tahun sekali itu. Mereka akan beradu dalam 48 mata lomba. (f3)

Sejumlah Wilayah Terdampak Asap Karhutla Mulai Pulih

0

HarianNusa.com, Jakarta – Asap di beberapa wilayah yang dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berangsur-angsur hilang, seiring hujan yang terus mengguyur beberapa hari terakhir lewat operasi TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca). Jumlah hotspot terus mengalami penurunan dan jarak pandang mulai kembali normal.

“Kami pantau secara keseluruhan untuk akuntabilitas keberhasilan operasi TMC dari beberapa Posko TMC BBTMC-BPPT. Data stasiun meteorologi untuk kondisi cuaca dan visibility per jam dari seluruh stasiun tiap wilayah. Data hotspot, selain data curah hujan dan volume air selama operasi TMC berlangsung tentunya,” ujar Tri Handoko Seto, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC-BPPT) di Jakarta, MInggu (29/9/2019).

Hingga Sabtu (28/9/2019), Posko TMC Riau mengumpulkan data dari beberapa pos pengamatan cuaca seluruh Provinsi Riau. Yaitu, Posmet Bandara Dumai, Posmet Bandara RAPP, Posmet Tambang, Posmet SSK II Pekanbaru, dan Posmet Japura Rengat.

“Jarak pandang pada pagi hari di Riau sekitarnya sudah mampu menjangkau 3- 5 km, dan semakin membaik sekitar 7- 10 km pada sore hari,” ujar Samba Wirahma, Koordinator Lapangan BBTMC-BPPT Posko TMC Pekanbaru.

Di Sumatera Selatan, Dwipa W. Soehoed Koordinator BBTMC-BPPT Posko TMC Palembang, mengatakan pantauan pada pagi kemarin di kota Palembang sempat terdeteksi sebaran asap sehingga indeks kualitas udara naik. Namun, lanjut Dwipa, hal itu berbanding terbalik karena hotspot turun. “Sepertinya ada lahan yg baru terbakar di bagian selatan kota Palembang,” ujarnya.

Sementara jumlah titik hotspot di wilayah Sumatera Selatan, kata Dwipa, signifikan berkurang. Hingga Sabtu sore hanya terpantau 1 titik di Kabupaten Musi Banyuasin. Sementara sehari sebelumnya, lanjut dia, tidak ada sama sekali.

Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, jarak pandang kembali normal dan asap mulai menghilang. Hingga Sabtu kemarin, jarak pandang di sekitar Bandar Udara Tjilik Riwut Palakangkaraya sudah mencapai 7000 meter. “Puncak hotspot tertinggi terjadi pada Rabu kemarin (25/9/2019) yang terpantau capai 1875 titik. Namun pada Sabtu kemarin, tersisa 14 hotspot. Kami sangat bersyukur operasi TMC bisa berjalan baik,” ujar Faisal Sunarto, Koordinator Lapangan BBTMC-BPPT Posko TMC Palangkaraya.

Hujan cukup merata di wilayah Kalimantan Barat, menurunkan jumlah hotspot secara signifikan pada Sabtu kemarin. “Asap sudah tidak pekat lagi, radiasi matahari sudah tembus permukaan. Jarak pandang di Lanud Supadio pada siang hari sudah mencapai 6000 km,” ujar Satyo Nuryanto, Koordinator BBTMC-BPPT Posko TMC Pontianak.

Hingga hari ini, operasi TMC BBTMC-BPPT untuk penanggulangan Karhutla masih terus berlangsung di Sumatera dan Kalimantan. Pelaksanaan kegiatan TMC didukung TNI AU untuk penyediaan pesawat dan kru, dan BMKG untuk penyediaan data cuaca. Sedangkan pendanaan kegiatan disuplai Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (*).

Doktor Zul Ajak Alumni UTS Ikut Kembangkan SDM di NTB

HarianNusa.Com – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc menyampaikan bahwa mahasiswa yang telah lulus diharapkan ikut berkontribusi dalam pembangunan di Provinsi NTB ini, utamanya dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Human Development Index di Nusa Tenggara Barat ini masuk dalam kategori rendah. Hal itu bukan karena standar hidup masyarakat yang rendah, namun karena mayoritas anak-anak kita lulusan SMA kuliah di luar daerah seperti Jakarta, Jogja, Malang, Surabaya dan lainnya ,” terang Gubernur saat menghadiri acara Sidang Terbuka Senat dan Wisuda Program Sarjana (S-1) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) tahun 2019 di Sumbawa, Sabtu (28/9/19).

Menurut Gubernur salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu dengan cara mengubah taraf pembangunannya dengan membuat lembaga pendidikan tinggi di Indonesia timur, utamanya di NTB ini.

Tentunya lembaga pendidikan ini, katanya, harus aktraktif dan inovatif agar seluruh masyarakat Indonesia tertarik untuk menempuh pendidikan tinggi di NTB.

Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul ini menuturkan bahwa sebagai kampus baru, UTS harus memiliki ciri khas tersendiri.

“Lembaga baru, kampus baru, tidak boleh menjadi kampus yang biasa, harus menjadi kampus yang istimewa, itulah sebabnya ada jurusan bioteknologi dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Sementara Rektor UTS, Dr. Andi Tirta., M.Sc mengucapkan terima kasih atas kedatangan Gubernur NTB, yang juga sebagai inisiator pembangunan UTS dalam acara wisuda ini. Ia mengatakan, UTS adalah salah satu Universitas di Indonesia yang berkembang sangat pesat.

“Terimakasih kepada bapak Gubernur sekaligus pendiri yang telah berkesempatan hadir di UTS ini. Perlu kami laporkan bahwa, pada hari ini UTS mewisuda 324 wisudawan dari berbagai jurusan. Hari ini para alumni UTS telah tersebar di berbagai belahan dunia dengan bekerja di sektor pertambangan, pertanian, perbankan, wirausahawan dan lainnya” terang Andi.

Ia menambahkan, selain berkiprah di dunia kerja, alumni UTS juga banyak tersebar di berbagai universitas di Asia dan Eropa, baik itu di Malaysia, Taiwan, Polandia dan sebagainya.

“Dengan melihat lulusan-lulusan UTS yang sukses di dunia kerja, bukan tidak mungkin para wisudawan yang hari ini duduk di tempat ini, sudah banyak perusahaan yang menunggu di dalam maupun di luar negeri,” tuturnya.

Ket. Foto:
Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc memberikan sambutan pada saat Sidang Terbuka Senat dan Wisuda Program Sarjana (S-1) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) tahun 2019 di Sumbawa. (istimewa)