Beranda blog Halaman 193

Di Lombok Barat, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Kampanyekan Gemarikan

HarianNusa.Com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selama tahun 2019 ini terus gencar melakukan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Program ini dilaksanakan juga untuk mendukung program nasional penanganan stunting dan mendukung program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Indonesia. Secara rata-rata tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia dinilai masih rendah.

“Penurunan angka stunting bisa diturunkan dengan gemar makan ikan,” kata Mahmud, Dirjen Pemasaran Pengolahan Produk KKP RI dalam kegiatan kampanye Gemarikan di Desa Penimbung, Lombok Barat, Selasa (17/9/19).

Mahmud, dalam kesempatan itu mengajak masyarakat Lombok Barat dan NTB memperbanyak konsumsi ikan. Karena ikan sebagai sumber protein hewani terbaik untuk pemenuhan gizi keluarga serta bagus untuk kesehatan dan pertumbuhan anak.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sendiri terus bergerak menekan angka kasus stunting. Salah satunya dengan mensosialisasikan gemar makan ikan di setiap kesempatan. Dengan keterlibatan seluruh sektor termasuk peran TP-PKK, Kabupaten Lombok Barat mampu menurunkan angka kasus stunting secara signifikan. Lombok Barat bahkan terpilih menjadi salah satu daerah percontohan penurunan stunting di Indonesia.

Pada 2016, Lombok Barat mampu menurunkan angka stuntung sebanyak 16 poin yakni dari 49 persen menjadi 32 persen. Data Februari 2019, angka kasus stunting berhasi ditekan menjadi 25 persen.

“Ini karena kerja keras semua pihak untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Lombok Barat. Angka stunting di Lombok Barat terus menurun signifikan dilihat dari 10 desa yang menjadi locus. Contohnya di Desa Mambalan dan Desa Penimbung. Dari tahun 2018 angka stanting di dua desa ini cukup tinggi 41,02 persen dan 30,20 persen. Untuk tahun 2019 ini turun menjadi 8,99 persen dan 15, 72 persen. Dan untuk tahun 2019 Pemerintah Lombok Barat kembali memperluas locus prioritas stunting menjadi 20 Desa,” terang Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun.

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Forikan NTB) Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan
tingkat konsumsi ikan di NTB sendiri masih 25 kg/kapita/tahun. Masih berada di bawah rata-rata nasional yakni 50 kg/kapita/tahun. Untuk itu masyarakat salah satunya melalui peran TP-PKK harus giat menyampaikan dan menggiatkan kembali kampaye makan ikan ini.

Menurutnya, masyarakat harus terus diingatkan kembali melalui edukasi dan kampanye. Karena kalau tidak begitu, masyarakat terkadang lupa.

“Ayo kita makan ikan setiap hari, karena ikan ptoteinnya sangat penting untuk kita semua, mudah, murah serta lengkap gizinya. Kalau kita makan ikan insyaallah kita jadi cerdas, kuat, dan sehat untuk menuju kegiatan yang lebih baik lagi dan anak-anak kita akan menjadi anak-anak yang lebih baik, lebih cerdas dan lebih sehat,” ajak Hj. Niken. (f3)

Ket. Foto:
1. Dirjen Pemasaran Pengolahan Produk KKP RI, Mahmud dalam kegiatan kampanye Gemarikan di Desa Penimbung, Lombok Barat, Selasa (17/9/19).

2. Ketua TP. PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah bersama Ketua TP. PKK Lombok Barat, Hj. Khaeratun Fauzan Khalid. (istimewa)

Dipimpin Duo Doktor, Ini Program Strategis NTB Gemilang 2019-2023

0

HarianNusa.Com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) dibawah kepemimpinan Dr. H. Zulkieflimasyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah memiliki visi RPJMD membangun NTB gemilang. Visi tersebut tertuang dalam enam misi pembangunan.

Adapun enam misi tersebut yakni,
Pertama, NTB tangguh dan mantap, melalui penguatan mitigasi bencana dan pengembangan infrastruktur dan konektivitas wilayah.

Kedua, NTB bersih dan melayani yang akan diwujudkan melalui transformasi birokrasi yang berintegritas, berkinerja tinggi, bersih dari KKN dan berdedikasi.

Ketiga, NTB cerdas dan sehat. Melalui penguatan kualitas sumber daya daerah sebagai pondasi daya saing daerah.

Keempat, NTB Asri dan Lestari, melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Kelima, NTB sejahtera dan mandiri, melalui penanggulangan kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan pertumbuhan ekonomi inklusif bertumpu pada pertanian, pariwisata, dan industrialisasi.

Keenam, NTB aman dan berkah, melalui perwujudan masyarakat madani yang beriman, berkarakter, dan penegakan hukum yang berkeadilan.

Untuk mewujudkan misi NTB Gemilang, Pemprov NTB dibawah kepemimpinan “Duo Doktor” ini memiliki 6 (enam) program strategis yakni:
1. Pengembangan pariwisata andalan dan strategi NTB.
2. Industrialisasi.
3. Pengembangan daya saing SDM.
4. NTB ramah investasi.
5. Pengembangan konektivitas dan aksesibilitas wilayah NTB.
6. NTB bersih dan berkelanjutan.

Sektor Pariwisata memiliki peran strategis dalam meningkatkan pendapatan, membuka lapangan kerja, menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, seimbang dan inklusif.

Program strategis pengembangan pariwisata andalan NTB ini disertai dengan pengembangan pariwisata pulau-pulau kecil (Gili) dan sekitarnya, pengembangan Kawasan KEK Mandalika dan menggelar event MotoGP, Pengembangan Rinjani sebagai Global Geopark yang telah ditetapkan oleh UNESCO, Pengembangan Tambora sebagai Geopark Nasional,
pengembangan wisata halal kelas dunia, dan Penanggulangan kemiskinan dengan pendekatan Community Based Tourism (99 Desa Wisata).

Program Industrialisasi, Pemprov NTB melakukan pembangunan smelter dan industri turunannya di Sumbawa Barat yang rencananya akan tuntas pada 2021, Membangun industri pengolahan guna meningkatkan nilai tambah bahan baku/mentah sehingga tidak lagi menjual barang mentah melainkan barang setengah jadi atau barang jadi, membangun industri permesinan dan STIP, dan pengembangan kawasan terpadu.

Dalam pengembangan daya saing SDM, Pemprov NTB tengah gencar melakukan program beasiswa NTB dalam dan luar negeri, meresmikan rumah bahasa, melakukan program revitalisasi posyandu, dan revitalisasi SMK.

Mewujudkan sejumlah mimpi besar membangun NTB seperti rencana pembangunan global hub bandar kayangan dan pengembangan kawasan Samota tentu tidak bisa hanya mengandalkan APBD atau APBN sehingga diperlukan investasi para investor. Karenanya melalui program NTB ramah investasi diharapkan para investor merasa aman dan nyaman berinvestasi di NTB, karena itu Gubernur berpesan agar para birokrat tidak mempersulit investor untuk berinvestasi.

Dalam mewujudkan konektivitas dan aksesibilitas wilayah NTB, Pemprov NTB akan melakukan pembangunan jalan by pass Lembar – Mataram – Labuan Lombok, Longdistance Fery Surabaya – Lembar menyusul Surabaya – Badas, dan subsidi penyebrangan antar pulau. Membuka Direct Flight, akan membangun jembatan laut Lombok – Sumbawa, Pengembangan bandara dan pelabuhan.

Mewujudkan NTB Bersih dan berkualitas melalui program Zero Waste, Taman Asri, dan Hutan Asri.

Gubernur NTB, Dr. Ir. H. Zulkieflimasyah saat membuka Forum Pimpinan Daerah dan Forum Perangkat Daerah, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi NTB tahun 2020, di Hotel Lombok Raya, Senin (1/4/19) lalu dalam sambutannya
menyampaikan bahwa muara dari semua program ada di kepemimpinan. Setrategi yang menarik bukan pada seberapa bagusnya dokumen, namun kunci sukses adanya kerendahan hati dan kesediaan hati para pemimpin untuk saling bertemu.

“Kalau pemimpin-pemimpin sering bertemu tidak ada program yang sulit, karena tidak hal yang baru di bawah matahari. Tapi sehebat apapun program yang kita buat, sehebat apaupun dokumen itu, kalau hati pemimpin jarang bertemu, jarang duduk bersama, hubungannya terlampau formal, kita tidak akan mencapai apa-apa untuk NTB yang Gemilang,” ungkap Gubernur saat itu. (f3)

Gubernur NTB Resmikan 6 Unit Sekolah Terdampak Gempa, Bantuan Dompet Kemanusiaan Media Group.

0

HarianNusa.Com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Ir. H. Zulkieflimansyah, Rabu (18/9/19), meresmikan 6 (enam) unit sekolah yang dibangun dari donasi masyarakat untuk Gempa Lombok NTB sebesar Rp.12 miliar lebih yang masuk ke Dompet Kemanusiaan Media Group.

Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur, dalam kesempatan itu mengingatkan masyarakat akan pentingnya pendidikan

“Kita akan tetap tertinggal kalau kita mengabaikan pendidikan,” tegasnya.

Gubernur mengaku merasakan kebahagiaan tatkala dapat menyaksikan anak-anak NTB di sekolah korban bencana gempa bumi, kini mulai bangkit dan bersemangat untuk belajar di sekolah barunya.

Perhatian masyarakat internasional, pemerintah pusat dan semua masyarakat yang luar biasa terhadap NTB ini, membuat Gubernur semakin optimis bahwa rakyat NTB segera bangkit dan maju.

“NTB ini memang milik kita bersama dan dengan kebersamaan itu kita siap bangkit untuk lebih baik di masa yang akan datang,” tegas orang nomor satu di NTB itu.

Gubernur tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Tim Media Grup yang telah membantu membangun sekolah dan fasilitas kesehatan di KLU, Lobar, Lotim dan di daerah lain yang terkena bencana.

Enam sekolah yang dibangun tersebut yakni, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ishlaul Ummah Desa Paok Rempek, SD Negeri 1 Sigar Penjalin, dan SD Negeri 3 Pemenang, ketiganya berada di Kabupaten Lombok Utara.
Berikutnya MI At-Tahzib di Desa Kekait Lombok Barat, SD Negeri 2 Kekait Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat serta SD Negeri 5 Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Sekolah-sekolah tersebut sebelumnya porak poranda akibat roboh diterjang gempa bumi pada Juli dan Agustus tahun lalu, sehingga selama ini siswa-siswi masih belajar di sekolah darurat.

Dilengkapi delapan ruangan ukuran 9×7,8m dan lebar 1,8 meter. Serta 6 ruang belajar, ditambah satu ruang guru dan ruang Kepala Sekolah, berikut ruang serba guna yang dapat digunakan untuk ruang perpustakaan dan UKS (usaha kesehatan sekolah).Sekarang, sekolah-sekolah tersebut telah terbangun kembali dengan kondisi yang jauh lebih baik dari sebelum gempa.

Selain itu juga dilengkapi gudang, sejumlah toilet yang terpisah antara putra dan putri. Setiap ruangan dilengkapi jendela dan ventilasi udara yang cukup membuat sirkulasi udara dalam ruangan menjadi lancar dan terasa sejuk sehingga anak-anak dapat belajar dengan baik. Begitu pula dengan penerangan listrik masing-masing ruangan terdapat empat titik lampu.

Ketua Yayasan Pendidikan At – Tahzib, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Tuan Guru Haji Zaini mengaku sangat bersyukur dengan dibangunnya kembali MI At-Tahzib oleh Media Group. Bangunan lama yang dirintis sejak 1952 lalu dan hancur akibat gempa kini telah terbangun kembali.

Terkait donasi Gempa Lombok, terkumpul Rp.12 miliar atau tepatnya Rp12.144.868.902 yang masuk ke Dompet Kemanusiaan Media Group. Saldo donasi terbagi dalam tiga rekening, yakni rekening BCA sebesar Rp4.749.274.785, rekening Bank Mandiri sebanyak Rp5.315.467.641 dan sebanyak Rp2.080.126.476 di Bank BRI.
Penggunaan donasi tersebut akan dipertanggungjawabkan melalui proses audit yang salah satunya untuk pembangunan enam unit sekolah. (f3)

Ket. Foto:
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Ir. H. Zulkieflimansyah meresmikan sekolah terdampak gempa Lombok batuan Dompet Kemanusiaan Media Group. (istimewa)

Gubernur Pimpin Rapat Bahas E-Kinerja dan Program Strategis NTB

0

HarianNusa.Com – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Ir. H. Zulkieflimansyah, M.Sc menyampaikan bahwa visi dan misi NTB Gemilang tidak hanya diusung oleh Pemerintah Provinsi saja, namun bisa juga diaplikasikan oleh Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Barat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur
didampingi Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd dan Asisten II, Ir. Ridwan Syah, saat memimpin rapat dengan agenda E-Kinerja dan Program Strategis di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Selasa (17/09/19).

Program-program strategis yang dicanangkan NTB tahun 2019-2023 meliputi pariwisata andalan dan strategis, industrialisasi, pengembangan daya saing SDM, NTB ramah investasi, pengembangan konektivitas dan aksebilitas wilayah NTB dan NTB bersih dan berkelanjutan. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat NTB.

“Kita harus punya strategic planning yang terukur untuk menyusun hal-hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan daerah wisata di NTB, karena seperti yang kita tahu sektor pariwisata memiliki peran strategis yang dapat mendorong peningkatan pendapatan NTB,” jelas Gubernur.

Melanjutkan penjelasannya, Gubernur menginginkan agar destinasi wisata dapat dipromosikan melalui media sosial dengan visualisasi gambar atau video yang menarik, sehingga meningkatkan sektor pariwisata.

“Mandalika dan MotoGP menjadi potensi besar NTB untuk meningkatkan sektor pariwisata, pengembangan Tambora Geopark Nasional, pengembangan wisata halal kelas dunia, dan penanggulangan kemiskinan dengan pendekatan Community Based Tourism,” tuturnya.

Menurut Gubernur, melalui Industri pengolahan dan permesinan, nilai tambah bahan baku/mentah dapat ditingkatkan. Dengan demikian, warga NTB tidak lagi menjual bahan mentah, tetapi diolah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.

“Industralisasi bukan identik dengan pabrik-pabrik besar, dengan mengusahakan hasil produk/jualan yang mentah untuk ditingkatkan menjadi barang setengah jadi atau barang jadi kemudian dijual di daerah sendiri,” jelasnya.

Begitu pula dengan pengembangan daya saing SDM di NTB yaitu dengan menjalankan program beasiswa NTB ke beberapa negara di luar negeri, juga dengan melakulan revitalisasi posyandu dengan tujuan mengoptimalkan fungsi dan strata posyandu.

Revitalisasi SMK juga diharapkan dapat mendongkrak kualitas tenaga kerja NTB dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu SMK dengan dua orientasi baru.

Melanjutkan sambutannya, Gubernur mengatakan salah satu bentuk pengembangan konektivitas yang saat ini sangat membantu yaitu adanya direct flight dari Perth ke Lombok sehingga meningkatkan wisatawan mancanegara datang ke NTB.

“Selain itu juga pembangunan by pass dari BIL ke Kuta untuk menunjang event internasional MotoGP merupakan bentuk pengembangan yang akan diupayakan rampung sebelum event berlangsung,” ujarnya.

Oleh karena itu, untuk mendukung terencananya program-program strategis tersebut, pengelolaan sampah berbasis pengurangan jumlah sampah harus terus diupayakan. Pengurangan sejumlah sampah dengan cara daur ulang sampah dan mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai jual merupakan salah satu upaya agar NTB dapat bersih dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menegaskan, ketika terjadi perubahan pada pelaksanaan program, harus segera dilakukan musyawarah dan diselesaikan sesegera mungkin.

“Semua pihak harus duduk bersama untuk menyelesaikan berbagai hal, utamanya jika terjadi masalah,” kata Wagub. (f3)

 

Gubernur NTB Tegaskan Pariwisata Tidak Identik dengan Laut dan Gunung Saja

0

HarianNusa.Com – Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah menegaskan bahwa pariwisata, tidak harus identik dengan Laut dan gunung saja. Tetapi juga berbagai aktivitas seni budaya dan tradisi yang perlu terus diperkaya dan dilestarikan, sebagai aset wisata daerah.

NTB kaya dengan warna warni seni budaya dan tradisi rakyat. Hal tersebut ditegaskan Gubernur saat menutup Event Kesenian & Budaya Pringgasela, di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, Senin (16/9/19).

“Hampir di setiap desa wisata tersimpan potensi seni budaya dan tradisi, termasuk kerajinan tenun dan busana yang perlu dieksplore lebih lanjut,” kata orang nomor satu di NTB itu dalam siaran Pers yang disampaikan Diskominfotik Provinsi NTB, Selasa, (17/9).

“Prosesi Boteng Tunggul ini yang sudah berusia 8 abad adalah warisan budaya yang luar biasa, harus tetap dijaga,” tambah Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul itu.

Boteng Tunggul adalah sebuah tradisi sakral yang biasa digelar oleh masyarakat desa Pringgasela Kabupaten Lombok Timur NTB dalam mengiringi upacara adat Gawe Desa.

Boteng sendiri berarti berdiri dan Tunggul adalah kain tenun yang dibuat pertama kali oleh tokoh tenun setempat yaitu Lebai Nursini. Kini tunggul tersebut telah berumur ± 850 tahun, yang berarti sudah berada di tangan generasi pewaris ke – 17. Tradisi ini sebagai cermin sejarah perjalanan tenun Pringgasela.

Dalam Prosesi adat Boteng Tunggul adalah kain tenun (Tunggul) yang diikatkan pada sebuah pohon bambu petung, sehingga tampak seperti umbul umbul. Kain tunggul itu dipercaya memiliki nilai kesakralan tinggi, sehingga ada syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi ketika akan mengibarkan dalam suatu kegiatan adat gawe desa.

Demikian juga Bambu petung sebagai tiang Tunggul, selain harus diambil utuh mulai dari bagian akar sampai ujungnya, juga orang yang mengikatkan kain itu hanyalah oleh pewaris tradisi, diiringi dengan seni tradisional sasak yaitu Gendang Beleq dan kesenian Rantok.

Ketua Panitia Alunan Budaya Desa Pringgasela, Ahmad Feriawan mengatakan, masyarakat Pringgasela menganggap Tunggul ini adalah tenun Pringgasela dimana mereka sadar bahwa mereka dilahirkan dengan tenun. Sehingga harus dijaga sampai kapanpun.

Tunggul ini juga sering digunakan sebagai media pengobatan dengan memanjatkan do’a dan salawat.
Ia menceritakan bahwa Tunggul terakhir kali dikibarkan pada tahun 1979 silam, ketika pewaris dari kain ini menikah. Sejak saat itu, masyarakat sudah tidak pernah melihat tunggul dikibarkan.

Seluruh tradisi budaya yang dimiliki masyarakat, kata Ahmad Feriawan, harus dilestarikan dan pelestarian itu ada di Kebudayaan. Karena itu tahun 2020, ia berharap pemerintah daerah punya museum untuk melestarikan keragaman adat dan tradisi yang ada di masyarakat. Terlebih Tunggul yang berusia delapan abad tersebut.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Rusman, SH, MH. Dia mengatakan pelestarian budaya adalah bagian yang harus menjadi perhatian. Budaya sebagai cermin dari masyarakat.

“Ini menjadi perhatian kami di Dinas Dikbud, bagaimana ke depannya kita bisa mencari format yang baik sehingga budaya yang dimiliki betul-betul lestari dan menjadi aset yang berharga,” ujarnya.

Di sekolah, jelas Rusman, kekayaan budaya NTB sudah mulai masuk sebagai pelajaran muatan lokal. Bahkan khusus untuk tenun, SMK 2 Selong membuka jurusan khusus terkait kerajinan Tenun. Ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di masyarakat.

Selain upacara adat Boteng Tunggul, Alunan Budaya Desa Pringgasela, juga menampilkan beragam atraksi seni seperti Fashion show kain tenun, Pameran UKM dan Tari Tenun.

Kerajinan tenun sendiri menjadi khas Pringgasela. Produk tenun yang dihasilkan tak hanya beredar di Nusantara, tapi mulai menembus pasar dunia. (f3)

Ket. Foto:
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimasyah menutup Event Kesenian & Budaya Pringgasela, di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, Senin (16/9/19).

Sapa Warga Babakan, Gubernur NTB Apresiasi “Gassibu”

0

HarianNusa.Com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri penyerahan santunan Gerakan Sedekah Seribu (Gassibu) di Masjid Raudhatul Akhror Babakan Kebon, Mataram, Minggu (15/09/19). Saat itu Ia datang dengan mengendarai sebuah sepeda motor.

Acara turut dihadiri Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Mutawalli, Lurah Sandubaya, kepala lingkungan Babakan Kebon, Tokoh Agama, Masyarakat, Pemuda setempat, beserta puluhan Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa.

Gubernur dalam sambutannya mengaku bangga dan senang sekali bisa mengunjungi masyarakat Babakan pada acara santunan kepada yatim piatu dan kaum dhuafa itu.

Orang nomor satu di NTB itu berpandangan, bahwa yang dibutuhkan saat ini oleh masyarakat adalah kedatangan para pemimpin untuk menyapa dan mendengar secara langsung keluhan warga itu sendiri.

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul ini pun mendorong terus upaya-upaya semacam ini. Hal ini sebagai salah satu bentuk empati dan tanggung jawab sosial masyarakat terhadap mereka-mereka yang membutuhkan uluran tangan.

“Niat mulia ini harus kita dukung, dan InsyaAllah pemerintah NTB akan membantu gerakan ini,” ujarnya.

Ia berharap agar Gerakan Sedekah Seribu (Gassibu) ini terus berjalan sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa adalah bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah SAW,” ungkapnya.

Selain itu, Muhammad Farhan selaku Ketua Gassibu mengucapkan banyak terimakasih kepada Gubernur NTB yang telah menyempatkan waktunya untuk datang dan memberikan santunan secara simbolis kepada yatim piatu dan kaum dhuafa.

Lebih lanjut, Farhan, sapaan akrabnya. menerangkan, program Gassibu ini sudah berjalan selama tiga tahun, gerakan ini pun diinisisasi oleh masyarakat Babakan sendiri dengan harapan bisa bersedekah meskipun hanya dengan seribu rupiah.

“Untuk penyerahan santunan tahun ini kami dari Gassibu memberikan santunan kepada yatim piatu sebanyak 42 orang sementara untuk kaum dhuafa sebanyak 26 orang,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lingkungan Babakan Kebon tak lupa menyampaikan rasa bahagia dan rasa syukur atas kunjungan gubernur ke warganya.

“Kami terharu dan merasa bersyukur, ini sejarah pertama kali kami dikunjungi oleh Gubernur NTB, Gubernur kita semua,” ungkapnya disambut tepuk tangan warga. (f3)

Tidak Lolos Tes Masuk Kampus, Gadis di Bima Minum Racun

0

HarianNusa.com – Seorang remaja perempuan berinisial WM (18 tahun) asal Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat, nekat bunuh diri dengan meminum racun serangga, Sabtu, 14 September 2019.

Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan meminum racun, lantaran diduga telah dua kali mengikuti tes masuk sebuah perguruan tinggi, namun selalu tidak lulus.

Kabid Humas Polda NTB, Komisaris Besar Polisi Purnama, mengatakan saat kejadian, keluarga korban mendengar korban teriak dari kamar. Dia kemudian lari ke kamar dan melihat korban telah mengeluarkan busa dari mulut.

“Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Bolo untuk mendapatkan pertolongan pertama, namun nyawa korban tidak tertolong,” katanya, Minggu, 15 September 2019.

Purnama menjelaskan, selain dua kali tidak lulus tes masuk kampus, korban diduga bunuh diri karena sering dimarahi ibunya.

“Korban minum Racun Lannate karena sudah dua kali mengikuti tes perguruan tinggi tidak pernah lolos dan selalu di marah oleh ibunya,” ujarnya.

Selain itu, korban diduga telah putus dengan kekasihnya. Karena saat polisi memeriksa percakapan WhatsApp korban, terdapat percakapan korban yang berpamitan pada pacarnya. (sat)

Kerjasama Kementan dan Pemda Jambi Angkat Citra Bawang Putih Lokal Kerinci

HarianNusa.com, Jambi – Bawang putih Kerinci memiliki umbi yang besar, sama dengan bawang putih impor dari Cina. Sumber daya genetik lokal Provinsi Jambi ini menjadi harapan Pemerintah dan masyarakat daerah setempat untuk dapat dikembangkan dan mengangkat kesejahteraan petani. Bawang putih Kerinci juga diharapkan dapat mengatasi kekurangan benih secara nasional.

Hal tersebut menarik minat Kementerian Pertanian, yang diwakili Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) untuk bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Kerinci.

Tidak hanya bawang putih Kerinci yang disebut Jangkiriah Adro, masih ada 9 varietas lokal (varlok) lain yang juga mulai diangkat citranya melalui pendaftaran varietas tersebut di Kementerian Pertanian. Sembilan varlok tersebut antara lain Kentang Kubik Adro, Cabai Ahang Adro, Kayu manis Koerinji, Cabai Loker Telun Berasap, Padi Payo Dukung, Padi Payo Bunga Melur, Ubi jalar Silo, Padi Surian Merah, dan Bawang merah Baki Adro.

Pendaftaran ini terlaksana berkat kerja sama Unit Pelaksana Teknis Daerah–Balai Pengawasan dan Sertifikasi Perbenihan Tanaman (UPTD BPSPT) Provinsi Jambi, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci, Balitbangtan melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi, Pusat PVTPP, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Kerinci.

Sepuluh varietas lokal Kerinci tersebut sertifikat tanda daftarnya secara resmi diserahkan oleh Kepala PVTPP , Prof. (R) Dr. Ir. Erizal Jamal, M.Si kepada Bupati Kerinci Dr. H. Adirozal, M.Si. Penyerahan sertifikat ini merupakan bagian dari rangkaian acara kunjungan kerja Gubernur Jambi beserta 16 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pendamping ke Kabupaten Kerinci pada Jumat (6/9/2019). Acara dipusatkan di Desa Ensatu Kecamatan Kayu Aro Barat.

Acara dihadiri lebih dari 200 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat Desa Ensatu, kelompok tani dan penyuluh dari Kecamatan Kayu Aro, Kayu Aro Barat dan Gunung Tujuh, petugas BPSPT di Kabupaten Kerinci, Kepala BBIK Kayu Aro beserta staf, peneliti dan Kepala BPTP Jambi, Kepala Dinas TPH Kabupaten Kerinci beserta staf, Kepala Dinas Perkebunan beserta staf, anggota DPRD Kabupaten Kerinci dan OPD terkait lainnya di Kabupaten Kerinci.

Dalam sambutannya Kapus PVTPP menyampaikan dengan adanya tanda daftar ini pemerintah mengakui bahwa varietas tersebut milik pemerintah dan masyarakat Kerinci. Menurutnya, empat dari 10 varietas yang telah didaftarkan tersebut saat ini sedang dilakukan uji adaptasi dalam rangka pendaftaran varietas untuk peredaran benih.

Sebagaimana diketahui, pendaftaran varietas lokal merupakan upaya untuk melindungi varietas lokal yang dimiliki oleh daerah secara hukum agar tidak diambil atau dicuri oleh pihak lain. Salah satu upaya yang telah dilakukan dalam percepatan pendaftaran itu yaitu adanya kerjasama Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) yang berwenang untuk mengeluarkan sertifikat tanda daftar dengan Balitbangtan melalui Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) dalam melakukan upaya khusus (Upsus) untuk mempercepat proses pendaftaran varietas lokal. Kerjasama ini dilakukan karena BBP2TP mempunyai perpanjangan tangan yaitu BPTP di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan harapan target pendaftaran varietas lokal dapat tercapai.

BBP2TP mengorganisir seluruh BPTP untuk membantu pemerintah daerah dalam melakukan pendaftaran varietas lokal yang dimilikinya melalui kegiatan eksplorasi, identifikasi, inventarisasi, konservasi, karakterisasi serta pendaftaran yang telah dilaksanakan sejak tahun 2013 .

Bupati Kerinci dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kerja sama BPTP Jambi dalam pendaftaran varietas tersebut.

“Upaya ini dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” kata Gubernur Jambi Dr. Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum dalam arahannya. (BPTP Jambi/Desi Hernita)

Sebarkan Energi Optimisme, ACT Inisiasi Gerakan Nasional

HarianNusa.com, Jakarta – Di Indonesia, kedermawanan telah menjadi sebuah kegiatan yang lumrah. Terbukti dari hasil suvei World Giving Index 2018 yang menyebutkan bahwa Indonesia meraih nilai tertinggi sebagai negara paling dermawan. Hal ini merupakan aset besar dalam kebesaran sebuah bangsa. Namun, masih diperlukan sebuah wadah untuk menghimpun kesadaran filantropi dari masyarakat dermawan agar kepedulian muncul tanpa menunggu momentum tertentu. Untuk itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menginisiasi Gerakan Nasional #IndonesiaDermawan. Gerakan ini mengharapkan kegiatan kedermawanan menjadi rutinitas yang tidak dapat ditinggalkan.

Dalam rangkaian acara ini, ACT mengajak seluruh segmen dermawan mulai dari media, donatur, komunitas, public figure, korporasi, UMKM, e-commerce, driver, influencer, dan segmen lainnya untuk menjadi bagian dari gerakan untuk mengaktifkan kembali nilai-nilai kedermawanan seperti gotong-royong yang merupakan karakter terbaik bangsa. Gerakan ini hadir dalam menjawab tantangan problematika masyarakat seperti kemiskinan, kelaparan, masalah pendidikan, dan kesehatan yang terjadi di negeri ini dan penjuru dunia pada umumnya.

Ibnu Khajar selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyatakan, “Kedermawanan kian menyatu pada jati diri masyarakat Indonesia. Setidaknya, ini yang kami rasakan selama empat belas tahun perjalanan ACT. Kedermawanan menemukan momentumnya ketika terjadi bencana atau ketika hati tergugah untuk membantu saudara yang membutuhkan. Anak bangsa berkolaborasi dalam semangat filantropi, menghidupkan kembali kebersamaan dalam aksi-aksi kebaikan. Kami pun terus berikhtiar menghimpun kesadaran filantropi dari masyarakat dermawan agar semangat gotong-royong dan kepedulian muncul tanpa menunggu momentum,” ungkapnya.

Filantropi, sejauh ini, memberikan kontribusi dalam menghadapi isu kemiskinan dan berbagai problem kemanusiaan yang terjadi melalui berbagai program bantuan langsung dan program pemberdayaan dengan memperhatikan potensi yang dimiliki oleh masyarakat.

Ibnu menambahkan, “Indonesia, kita bangsa dermawan. Filantropi menjadi energi optimisme dalam menyelesaikan problematika bangsa dengan menggerakan partisipasi aktif berbagai elemen bangsa. Cara kerja filantropi dapat dihimpun dari semangat kedermawanan yang organik dengan kesadaran individu maupun kolektif. Indonesia dermawan, semoga negeri ini menjadi bangsa yang diselamatkan oleh Rabb-nya, dicintai seluruh elemen bangsa, dan dihormati bangsa lain. Potensi kedermawanan dalam mengatasi bencana sosial yang muncul secara kultural maupun struktural sejatinya dapat diringankan dengan kegiatan-kegiatan filantropi. Insya Allah, gerakan ini akan menjadi saksi peradaban Indonesia yang semakin maju dan berkembang serta menghidupkan kembali kebersamaan dalam aksi-aksi kebaikan,” tambah Ibnu.

Syuhelmaidi Syukur selaku Steering Committee Gerakan Nasional Indonesia Dermawan menambahkan, “Harapan kami, Gerakan Nasional #IndonesiaDermawan sebagai sebuah gerakan inklusif untuk menginspirasi publik dalam berkontribusi dan menjadi solusi permasalahan kemanusiaan di Indonesia serta dunia secara terus-menerus, tanpa menunggu momen-momen tertentu. Gerakan ini juga merupakan gerkaan simultan di masing-masing wilayah di Indonesia untuk semakin tersebarnya nilai-nilai kedermawanan dan menjadi sebuah titik awal dari lahirnya Hari Indonesia Dermawan setiap tanggal 10 September,” tutupnya.

Filantropi sebagai salah satu modal sosial sejatinya telah menyatu dalam kultur Indonesia dari masa ke masa. Fakta kultural menunjukkan bahwa tradisi filantropi dilestarikan melalui kedermawanan kepada saudara sebangsa yang kurang beruntung. Kontribusi menghadapi isu kemiskinan dan berbagai bencana sosial yang terjadi adalah melalui melalui strategi pemberian bantuan langsung dan strategi pemberdayaan dengan memperhatikan potensi sumber daya manusia serta sumber daya alam yang tersedia. Inilah saatnya kita bersama memberikan warna kedermawanan di kehidupan kita sehingga tercipta peradaban dunia yang lebih baik dan penuh keberkahan. #IndonesiaDermawan.

Tentang ACT
Aksi Cepat Tanggap adalah lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan, kedermawanan, dan kerelawanan. Untuk memperluas karya, ACT mengembangkan aktivitasnya, mulai dari kegiatan tanggap darurat, kemudian mengembangkan kegiatannya ke program pemulihan pascabencana, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, serta program berbasis spiritual. ACT didukung oleh donatur publik dari masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap permasalahan kemanusiaan dan juga partisipasi perusahaan melalui program kemitraan dan Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan spirit kolaborasi kemanusiaan, ACT mengajak semua elemen masyarakat dan lembaga kemanusiaan untuk terlibat bersama untuk mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik.

Polisi di Lotim Pukul Pelanggar Lalulintas Hingga Tewas

0

HarianNusa.com – Kasus penilangan berujung maut terjadi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 5 September 2019.

Seorang pemuda bernama Zainal Abidin (29) diduga tewas dikeroyok polisi saat hendak mengambil motor miliknya yang ditilang di Kantor Satuan Lalulintas Polres Lombok Timur.

Menurut pengakuan keluarga korban, Heri, saat itu Zainal Abidin ditilang polisi. Dia kemudian balik ke rumah untuk meminta bantuan ponakannya memboncengnya ke kantor polisi mengambil motor.

“Saat di sana terlibat keributan antara korban dengan seorang polisi bernama Nuzul Huzaen,” katanya.

Keributan bermula akibat kesalahan pahaman saat korban mencari motornya dengan suara keras, yang membuat polisi dan korban bersitegang dan baku pukul.

Beberapa saat kemudian datang polisi lalulintas lainnya yang juga turut memukul korban. Bahkan, korban dibawa ke ruang penyidik Polres Lombok Timur untuk diproses hukum akibat aksi kekerasannya pada aparat.

“Tapi sampai di ruang penyidik, begitu tahu kasusnya adalah memukul polisi, banyak polisi yang ikut mengeroyok dia,” ujar Heri.

Korban saat itu kritis dan dilarikan ke rumah sakit. Beberapa lama di rumah sakit korban meninggal dunia dengan banyak luka memar.

“Saat mandikan jenazah itu banyak sekali luka. Lebam di mata kanan,di telinga bengkak, sampai kaki biru kayaknya ditendang,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Purnama, mengatakan pihak keluarga dan polisi telah berdamai dan sepakat tidak meneruskan kasus ini ke jalur hukum.

Pihak kepolisian juga telah memberikan taliasih pada orang tua korban yang kabarnya berjumlah Rp32,5 juta.

Mengenai kasus tersebut, Kabid mengatakan awalnya korban datang ke Kantor Satuan Lalulintas Polres Lombok Timur untuk menanyakan sepeda motor miliknya yang ditilang.

“Akan tetapi Zainal Abidin bertanya dengan nada keras dan langsung memukul dan menggigit tangan, tepatnya jari telunjuk sebelah kanan anggota Patwal tersebut, kemudian korban sebagai anggota Polri langsung meringkus dan berhasil menghentikan aksi pelaku sehingga pelaku berhasil diamankan,” ujarnya.

Purnama menjelaskan, pelaku diamankan dan dibawa Anggota Satlantas ke Satuan Reskrim Polres Lombok Timur untuk dimintai keterangan.

“Pada saat pelaku dimintai keterangan oleh anggota Satuan Reskrim Lombok Timur, tiba-tiba pelaku tidak sadarkan diri dan terjatuh dari tempat duduknya,” tandasnya.

Menurutnya, berdasarkan keterangan pihak keluarga korban, bahwa korban sebelumnya memiliki riwayat penyakit kejiwaan dan sering mengkonsumsi obat. Tewasnya korban versi polisi akibat penyakit tersebut. (sat)

Foto: Seorang pemuda tewas diduga dianiaya polisi. (Istimewa)