Beranda blog Halaman 194

Kejam, Pemburu Kuliti Lutung di Kawasan Rinjani

HarianNusa.com – Polres Lombok Timur membekuk dua pemburu lutung di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa, 3 September 2019.

Dua pemburu menangkap lutung di Dusun Joben, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur. Polisi menemukan dua lutung yang telah dikuliti oleh pelaku.

Kabid Humas Polda NTB, Komisaris Besar Polisi Purnama, mengatakan dua pelaku merupakan petani berinisial J (26 tahun) dan M (44 tahun). Mereka memburu menggunakan senapan angin.

“Saat ditangkap, kedua pelaku membawa hasil buruan yang sudah mereka bunuh dan kuliti,” katanya.

Saat polisi memeriksa jok motor pelaku, ternyata masih ada satu ekor lutung yang juga telah dibunuh dan dikuliti. Sehingga total dua lutung yang dibunuh.

Hasil interogasi pelaku, ternayata mereka telah melakukan perburuan sebanyak tiga kali. “Lutung hasil buruan tersebut untuk dikonsumsi sendiri,” katanya.

Para pelaku kemudian dibawa ke kantor polisi untuk proses hukum. Mereka dijerat pasal 21 ayat (2) huruf a dan huruf b junto pasal 40 ayat (2) undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAE). (sat)

Dua Pelajar di Kecamatan Sakra Tertangkap saat Curi Motor

0

HarianNusa.com – Dua pelajar SMP dan SMK di Desa Suangi Kecamatan Sakra Lombok Timur ditangkap saat mencoba membawa motor hasil curiannya, Selasa, 3 September 2019.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Purnama, mengatakan kejadian bermula saat korban memarkirkan motor di halaman rumah, kemudian masuk di dalam rumah.

Kemudian pelaku inisial MD (15 tahun) masuk ke halaman rumah korban dan menggeret motor yang tidak dikunci stang tersebut.

“Korban melihat motor digeret kemudian mengejar pelaku dan bertanya ‘mengapa tidak dihidupkan’. Pelaku menjawab, ‘kunci hilang’,” katanya.

Pelaku mengaku bersekolah di salah satu SMP di sana. Kemudian korban menahan pelaku dan menghubungi satpam sekolah untuk menahan pelaku. Satpam kemudian menghubungi Polres Lombok Timur.

Sementara rekan pelaku berinisial MA (16 tahun) yang menunggu pelaku beraksi melarikan diri saat pelaku diamankan.

Kasat Reskrim Polres Lotim AKP Made Yogi, mengatakan saat itu telah banyak warga yang ingin menghakimi pelaku atas aksinya.

“Beruntung pelaku cepat kami evakuasi karena warga sudah ramai-ramai ingin menghakimi pelaku,” ujarnya.

Dari keterangan pelaku, rekannya berinisial MA juga telah ditangkap polisi. Kini keduanya diamankan di Polres Lombok Timur. (sat)

Foto: Motor yang hendak dicuri. (istimewa)

BMKG: Ada 21 Titik Panas di Bima dan Dompu

0

HarianNusa.com – BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin Bima merilis terdapat 21 titik panas di Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat, Senin, 2 September 2019.

Prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Laksita Widomurti, mengatakan titik panas tersebut merupakan daerah yang berpotensi terjadinya kebakaran hutan atau lahan berdasarkan pantauan citra satelit.

“Wilayah dengan potensi terjadi kebakaran lahan, karena sistem kerja satelit mendeteksi area dengan anomali suhu panas,” katanya.

Diketahui beberapa pekan belakangan ini NTB memasuki puncak musim kemarau. Banyak hutan maupun lahan yang terbakar akibat kemarau. Umumnya kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia yang membakar lahan untuk pertanian atau puntung rokok, yang mengakibatkan api cepat membesar akibat suhu panas kemarau.

Laksita Widomurti mengatakan, pantauan satelit dari pukul 08.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita hari ini, titik panas tersebut pada wilayah berikut:

– Kecamatan Ambalawi satu titik panas
– Kecamatan Bolo satu titik panas
– Kecamatan Parado dua titik panas
– Kecamatan Kempo lima titik panas
– Kecamatan Sanggar lima titik panas
– Kecamatan Pekat tiga titik panas
– Kecamatan Hu’u satu titik panas
– Kecamatan Kilo dua titik panas
– Kecamatan Wera satu titik panas. (sat)

Lahan di Kabupaten Bima Terbakar

0

HarianNusa.com – Setelah beberapa titik hutan dan lahan di Kota Bima terbakar, kini giliran lahan di Kabupaten Bima dilalap api.

Lahan milik warga di Desa Tonggorisa Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima, terbakar pukul 13.00 Wita, Sabtu, 31 Agustus 2019.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Purnama, mengatakan penyebab kebakaran akibat warga sengaja membakar lahan untuk dijadikan lokasi menanam jagung, namun api membesar akibat puncak musim kemarau dan angin.

“Titik api berasal dari pemilik lahan yang sengaja membersihkan lahan dengan cara dibakar dengan alasan sebagai tempat penanaman jagung,” katanya.

Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Polres Bima, terjun ke lokasi untuk memadamkan api. 30 menit kemudian api berhasil dipadamkan.

“Area yang terbakar seluas 50 are. Pemilik lahan kita imbau agar mewaspadai terjadinya kebakaran akibat membersihkan lahan,” katanya. (sat)

Modifikasi Cuaca Mulai Dilakukan, Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan

0

HarianNusa.com, Palembang, 31 Agustus 2019 – Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memulai operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Sumatera Selatan pada Jum’at (30/8/2019).

Posko utama dibangun di Lapangan Udara Sri Mulyono Herlambang, Palembang untuk operasional selama kegiatan TMC. Sekitar 10 ton bahan semai garam NaCL dan peralatan telah didistribusikan dan ditempatkan di gudang posko Lanud SMH sejak minggu lalu. Kegiatan TMC di Sumsel ini didukung satu unit pesawat CASA 212 dari skadron udara 4 Malang.

“Peluang cuaca untuk beberapa hari ke depan cukup mendukung untuk TMC. Meski masih dalam masa kemarau, namun pertumbuhan awan masih berpotensi secara sporadis dan tidak merata dan itu bisa dioptimalkan dengan TMC untuk turunkan hujan,” ujar Tri Handoko Seto, Kepala BBTMC-BPPT, Sabtu (31/8/2019).

Pemantauan cuaca selain di posko utama di Lanud SMH Palembang, Kata Tri Handoko Seto, juga dilakukan pemantuan dari dua lokasi pengamatan cuaca untuk menjangkau seluruh wilayah Sumsel yaitu Posmet (Pos Meteorologi) Sekayu dan Posmet Kayu Agung. BBTMC-BPPT juga meminta dukungan BMKG (Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika ) untuk mengirimkan ahli prediksi cuaca (forecaster).

Untuk kegiatan penyemaian awan, tim dari BBTMC-BPPT dilengkapi kru berjumlah 10 orang, sedangkan tim TNI AU untuk kesiapan pesawat diperkuat 10 orang.

Rencana kegiatan tim BBTMC-BPPT akan lakukan TMC di seluruh area Sumatera Selatan dengan fokus pada wilayah dengan lahan gambut yang luas, seperti Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir hingga Musi Banyuasin.

Faisal Soenarto, koordinator lapangan kegiatan TMC Penanggulangan Karhutla di Sumsel menjelaskan secara umum pada 2019 kondisi cuaca lebih kering dari 2018, sehingga luas kebakaran juga cenderung meningkat.

Khusus TMC di Sumsel, lanjut Faisal Sunarto, difokuskan tidak hanya pemadaman kebakaran hutan dan lahan namun juga untuk pembasahan lahan (rewetting) lahan gambut dan juga untuk mengisi embung-embung untuk mendukung kegiatan pemadaman melalui darat dan juga kebutuhan water bombing jika diperlukan. “Pembasahan lahan akan menekan resiko lahan terbakar,” ujarnya.

Pemasangan SMOKIES di Dua Titik Lokasi di Sumsel

Seperti diketahui, kegiatan TMC penanggulangan Karhutla di Provinsi Sumsel hampir tiap tahun dilaksanakan sejak 2011. Untuk itu, tahun ini BBTMC– BPPT targetkan pemasangan SMOKIES (Sistem Monitoring Online Kandungan Air Lahan Gambut Indonesia untuk Early Warning System Karhutla ) di dua titik pemantauan, yaitu di Universitas Sriwijaya Palembang dan PT Kelantan Sakti.

SMOKIES merupakan suatu sistem informasi secara near real time pengukuran langsung pada lahan gambut untuk memantau potensi kebakaran hutan. “Sistem ini akan mengantisipasi sebelum kebakaran terjadi,” ujar Faisal

Hammam Riza, Kepala BPPT mengatakan khusus wilayah-wilayah lahan yang rentan terbakar semestinya TMC dilaksanakan sejak awal agar lahan gambut khususnya cukup tergenang air. Selain itu, lanjut Hammam, perlu di perkuat armada pesawat yang memadai untuk menjangkau seluruh wilayah yang tertimpa musibah. “Operasi TMC kerap tertahan dukungan kesiapan pesawat, sementara kondisi cuaca cepat sekali alami perubahan,” ujarnya. ( BBTMC)

Desa Inovasi, Implementasi Blue Economy di Indonesia

0

HarianNusa.com, Jakarta – “Blue Economy sudah di mulai dari 2010, kita menginisiasi konsep blue economy untuk Indonesia. Sekarang kita tengah kembangkan dengan Desa Inovasi dari hulu ke hilir. Contohnya seperti budidaya ikan gabus, dari hulu kita mulai pembenihan, lalu proses sampai menjadi albumin. Albumin adalah ekstrak dari gabus untuk membantu pemulihan pasca operasi dalam hal regenerasi sel. Hal ini membuktikan bahwa produk hasil natural resources selain dapat dikonsumsi, juga memiliki added value yang tinggi. Saat ini BRSDM KKP tengah mengembangkan albumin di Desa Gabus di Ciseeng. Selain itu terdapat Kampung Nila di Dusun Bokesan, Sleman; Kampung Rajungan di Desa Betahwalang, Demak; Kampung Sidat di Desa Kaliwungu, Cilacap,” tutur Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja.

Hal tersebut disampaikan Sjarief dalam Diskusi Panel Workshop Blue Economy Indonesia-Australia, pada 27 Agustus 2019, di Shangri-La Hotel Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Deputi Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bekerja sama dengan University of Tasmania (UTAS) Australia, pada 27 Agustus 2019.

Dalam paparan bertema ‘Tantangan dalam Pengembangan Kapasitas SDM Perikanan dan Kelautan Bagi Implementasi Blue economy di Indonesia’ pada sesi diskusi panel workshop, Sjarief turut memaparkan perihal optimalisasi industri perikanan melalui program Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) serta sistem logistik ikan. “Konsep SKPT adalah mengintegrasikan rantai nilai bisnis perikanan dalam satu lokasi. 20 pulau terluar sebagai SKPT, yakni Natuna, Simeulue, Tahuna, Saumlaki, Merauke, Mentawai, Nunukan, Talaud, Morotai, Biak Numfor, Tual, Mimika, Sarmi, Moa, Rote Ndao, Anambas, Sumba Timur, Buton Selatan, Enggano dan Sabang. Dengan demikian, tahapan mulai dari pendaratan ikan, pengolahan ikan, hingga pemasarannya dapat dilakukan secara efektif dan efsien,” jelas Sjarief.

“SKPT menyediakan seluruh sarana dan prasarana bisnis perikanan seperti pelabuhan ikan, tempat pelelangan ikan, coldstorage, tempat perbaikan kapal, penyediaan bbm, karantina untuk ekspor hingga tempat penginapan untuk nelayan. Konsep SKPT juga bertujuan menciptakan sisem logistik ikan yang lebih efsien karena dekat dengan pasar ekspor. Ekspor hasil perikanan dari SKPT ke negara terdekat pun diharapkan akan menjadi ‘sirip’ yang menggerakkan perekonomian di wilayah-wilayah perbatasan,” lanjutnya.

Untuk mewujudkan laut sebagai masa depan bangsa, dipaparkan Sjarief, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah kepemimpinan Menteri Susi Pudjiasuti, menekankan tiga pilar misi yakni misi kedaulatan (sovereignty), misi keberlanjutan (sustainability), dan misi kesejahteraan (prosperity).

“Kedaulatan diartikan sebagai kemandirian dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya kelautan dan perikanan dengan memperkuat kemampuan nasional untuk melakukan penegakan hukum di laut demi mewujudkan kedaulatan secara ekonomi. Keberlanjutan dimaksudkan untuk mengelola dan melindungi sumberdaya kelautan dan perikanan dengan prinsip ramah lingkungan sehingga tetap dapat menjaga kelesarian sumberdaya. Kesejahteraan dimaknai bahwa pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan adalah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dalam kaitan ini, KKP senantiasa memberikan perhatian penuh terhadap seluruh stakeholders kelautan dan perikanan, yakni nelayan, pembudidaya ikan, pengolah/pemasar hasil perikanan, petambak garam, dan masyarakat kelautan dan perikanan lainnya,” tutur Sjarief.

Workshop bertujuan untuk mendeseminasikan iptek dan riset terkini tentang kemaritiman, pengelolaan pelabuhan, dan perikanan dengan pendekatan blue economy serta mempromosikan kerjasama penguatan sumber daya manusia (capacity development) yang saling menguntungkan antara institusiinstitusi pemerintah dan swasta Indonesia dengan UTAS.

Hadir sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut, Tukul Rameyo Adi (Staf ahli Bidang Sosio Antropologi Kemenko Maritim); Cris Kuntadi (Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhuhunganl); serta Michael van Balen (Principal of the Australian Maritime College).

Tangani Ilegal Mining, Pemkab Lombok Barat Bentuk Tim Satgas Terpadu

HarianNusa.Com – Kewenangan penanganan tambang emas illegal (illegal mining) dan kebakaran hutan, sepenuhnya merupakan kewenangan Provinsi NTB. Kendati demikian, pemerintah kabupaten (Pemkab) Lombok Barat tengah melakukan upaya penanganan illegal mining di wilayah Kecamatan Sekotong. Terkait dengan itu, Senin (26/8/2019) kemarin digelar rapat yang membahas Pertambangan Tanpa Ijin (PETI) atau illegal mining di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Lombok Barat, Kapolres Lombok Barat, Dandim 1606/Lombok Barat, Asisten II, Bakesbangpol, Kadis LH, Kadis Perindag, Kasat Pol PP, Kadis Damkar dan Camat Sekotong.

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid dalam arahannya mengatakan, kendati masalah Peti dan kebakaran hutan merupakan tupoksi pemerintah provinsi, namun dampaknya sangat dirasakan pihak kabupaten/kota. Untuk menangani hal ini, bupati meminta untuk segera membentuk Tim Satuas Tugas (Satgas) Terpadu. Tim ini dalam bertugas, langkah awalnya adalah, menggelar apel siaga, sosialisasi baru kemudian menyasar pada warga yang melakukan kegiatan peti, termasuk menyasar kemungkinan adanya bahan berbahaya (BB) berupa mercury, sianida dan sejenisnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Asisten II Setda Lombok Barat, Hj. Lale Prayatni menjelaskan, seperti yang disinggung Gubernur NTB saat digelar rapat yang sama, Kabupaten Lombok Barat yang belum bergerak terkait peti ini. Lale juga meminta Kepala Disperindag terkait data mercury dan sianida yang ada di tengah warga penambang. Data ini baik bersifat legal maupun illegal, kemudian dijadikan bahan evaluasi selanjutnya. Bahkan Lale meminta, kegiatan ini supaya dipulikasikan. Tujuannya agar pemerintah Provinsi maklum, Pemkab Lombok Barat tengah melakukan upaya-upaya positif.

“Untuk Humas mohon kegiatan ini dipublikasikan agar provinsi tahu, karena kita sudah melakukan pertemuan ketiga kalinya,” pinta Lale.

Demikian pula Kapolres Lombok Barat, AKBP Heri Wahyudi menjelaskan, jika Surat Keputusan (SK) tim satgas sudah terbentuk, maka pihaknya langsung action. Namun kata Heri, dalam melakukan kegiatan diutamakan tindakan persuasif.

“Kalau ada kegiatan illegal dengan alasan urusan perut dan urusan makan, tetap kita salahkan. Namun itu kita lakukan sosialisasi dulu,” papar Heri.

Yang penting kata Heri, harus ada regulasi berupa SK. Karena SK ini memiliki kekuatan untuk melakukan kegiatan. Untuk itu baik Dandim 1606/Lombok Barat, Pol PP serta mereka yang masuk dalam tim, segera melalukan tugas yang diawali dengan apel di lapangan Empol Desa Cendi Manik Kecamatan Sekotong.

Di tempat yang sama, Kepala Bakesbangpol Lombok Barat, H. Isnanto Karyawan menjelaskan, pihaknya sudah menyusun draf SK tim, namun ada beberapa item yang butuh perbaikan.

“SK Bupati tentang Pembentukan Tim dan Sekretariat Tim Terpadu Pencegahan dan Penyelesaian Illegal Mining tinggal ditandatangani pak Bupati, namun ada beberpa item yang perlu dirubah redaksinya,” kata mantan sekretris DPRD Lombok Barat ini. Dia menambahkan, SK terbit paling lama 2-3 hari lagi. (f3)

Mulai 1 September, Ini Tarif Baru Bagasi Lion Air

0

JAKARTA – 26 Agustus 2019. Lion Air (kode penerbangan JT), Batik Air (kode penerbangan ID) dan Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group tetap fokus mengutamakan faktor keselamatan, keamanan, kenyamanan penerbangan (safety first).

Seiring perkembangan pasar penerbangan, Lion Air Group mulai 1 September 2019 memberlakukan penerapan tarif bagasi baru yang berlaku untuk pembelian saat pelaporan di bandar udara karena kelebihan berat/ dimensi (excess baggage ticket/ EBT).

Batik Air sebagai maskapai berkonsep layanan penuh (full services airlines) memberikan bagasi tercatat cuma-cuma 20kg. Lion Air dan Wings Air sebagai maskapai kategori layanan minimum (no frills/ budget airlines) dengan menghadirkan bagasi tercatat 0kg (nol kilogram).

Seiring perkembangan pasar penerbangan, Lion Air dan Wings Air sudah memberlakukan penerapan bagasi 0 kg serta mengenakan biaya terhadap kapasitas (berat) bagasi tercatat untuk penerbangan di Indonesia (domestik) dan internasional.

Untuk biaya kelebihan bagasi (excess baggage) mengikuti berat aktual sesuai aktual penghitungan timbangan di bandar udara dan tetap dikenakan apabila tamu atau penumpang membawa bagasi melebihi berat, setelah dibandingkan dengan baggage allowance dan pre-paid baggage.


Tarif  kelebihan berat/dimensi (excess baggage ticket/ EBT) dihitung per kilogram (kg) berbeda-beda menurut maskapai pada rute yang dilayani, sebagai contoh berikut ini:

Maskapai Contoh Rute Tarif Per Kg EBT Durasi Terbang
Lion Air Soekarno-Hatta (CGK) – Yogyakarta Adisutjipto (JOG) Rp 24.000 < 1 jam
Lion Air Soekarno-Hatta (CGK) – Medan Kualanamu (KNO) Rp 49.000 2 jam
Batik Air Soekarno-Hatta (CGK) – Yogyakarta Adisutjipto (JOG) Rp 33.000 < 1 jam
Batik Air Soekarno-Hatta (CGK) – Medan Kualanamu (KNO) Rp 70.000 2 jam
Wings Air Surabaya (SUB) – Banyuwangi (BWX) Rp 28.000 < 1 jam
Wings Air Denpasar (DPS) – Bima (BMU) Rp 28.000 2 jam
Wings Air Bandung Husein Sastranegara (BDO) – Bengkulu Rp 44.000 >2 jam

 

Pilihan Pre-Paid Baggage Lion Air dan Wings Air

Layanan bagasi tercatat nol kilogram seiring tren perjalanan udara sesuai era kekinian atau millennials traveling. Opsi tersebut menawarkan setiap wisatawan dan pebisnis (travelers) bisa melakukan traveling lebih ekonomis serta terjangkau dengan pilihan kapasitas bagasi menurut kebutuhan perjalanan.

Pembelian kuota bagasi (extra baggage allowance) yang dilakukan sebelum waktu keberangkatan (pre-paid baggage) tersedia 5, 10, 15, 20 kg dengan maksimum pembelian 30 kg per penumpang.

Lion Air dan Wings Air menghimbau kepada travelers untuk mempersiapkan rencana perjalanan lebih awal dengan “tren perjalanan udara simpel”. Jika akan membawa bagasi saat bepergian maka dapat membeli bagasi menggunakan voucher bagasi (pre-paid baggage) melalui agen perjalanan (agent travel), www.lionair.co.id dan kantor penjualan tiket Lion Air Group.

Tarif pembelian voucher bagasi (pre-paid baggage) berlaku tetap sejak mulai diberlakukan (tidak mengalami perubahan) dihitung per kilogram (kg) berbeda-beda menurut maskapai pada rute yang dilayani, sebagai contoh berikut ini:

Maskapai Contoh Rute Tarif Per Kg Pre-Paid Bagggage Durasi Terbang
Lion Air Soekarno-Hatta (CGK) – Yogyakarta Adisutjipto (JOG) Rp 17.000 < 1 jam
Lion Air Soekarno-Hatta (CGK) – Medan Kualanamu (KNO) Rp 36.000 2 jam
Wings Air Surabaya (SUB) – Banyuwangi (BWX) Rp 22.000 < 1 jam
Wings Air Denpasar (DPS) – Bima (BMU) Rp 22.000 2 jam
Wings Air Bandung Husein Sastranegara (BDO) – Bengkulu Rp 22.000 >2 jam

 

Pembelian bagasi dengan harga lebih hemat bisa dilakukan pada saat dan setelah pembayaran tiket (issued ticket), ketentuan batas waktu maksimum enam jam sebelum keberangkatan. Travelers akan mendapatkan nilai lebih ekonomis serta terjangkau dengan pilihan kapasitas bagasi yang disesuaikan tingkat keperluan. Sebaliknya, bila berangkat tanpa bagasi, maka tidak perlu membayar bagasi.

Setiap travelers (kecuali bayi), diperbolehkan membawa satu bagasi kabin (cabin baggage) dengan maksimum berat 7 kg dan satu barang pribadi (personal item) seperti tas laptop/ perlengkapan bayi/ bahan membaca/ kamera/ tas jinjing wanita (hand luggage) ke dalam kabin (hand carry), yang mengikuti aturan berlaku sesuai maksimum ukuran dimensi bagasi kabin 35 x 30 x 20 cm.

Dalam mempersiapkan penerbangan, Lion Air dan Wings Air menghimbau kepada seluruh pelanggan untuk check-in lebih awal yaitu paling tidak 120 menit sebelum jadwal keberangkatan penerbangan di terminal keberangkatan bandar udara. Hal tersebut guna meminimalisir dampak dari antrean panjang di meja pelaporan (check-in counter).

Counter check-in di bandar udara tutup 30 menit sebelum waktu keberangkatan untuk penerbangan domestik atau 45 menit sebelum waktu keberangkatan untuk penerbangan internasional). Pintu keberangkatan tutup 10 menit sebelum waktu keberangkatan.

Cetak SDM Unggul, Sekolah Tinggi Perikanan Lantik Ratusan Wisudawan

HarianNusa.com, JAKARTA (26/8) – Dalam rangka mendukung visi Presiden Joko Widodo untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mewisuda 390 taruna/i TA 2018/2019 pada Senin (26/8). Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Sjarief Widjaja, mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, hadir melantik para wisudawan dalam Upacara Wisuda Magister dan Sarjana Terapan STP.

“Indonesia sebagai negara maritim adalah negara yang hebat. Yang kita perlukan sekarang adalah membangun SDM yang akan menjadi kunci pengelola sektor kelautan dan perikanan kita ke depan. Jika sumber daya manusianya unggul, sektor kelautan dan perikanan Indonesia pun bisa lebih maju dan kompetitif,” terang Sjarief mengawali sambutannya.

Ia mengingatkan, Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan pada 16 Agustus 2019 menekankan bahwa SDM Indonesia harus memiliki kreativitas, inovasi, dan kecepatan dalam menghadapi persaingan global. Cara-cara lama yang tidak kompetitif harus ditinggalkan dan diubah dengan mengadopsi cara baru yang lebih baik dengan terobosan dan lompatan. Bahkan, Presiden menyatakan bahwa kita tak cukup hanya lebih baik dari sebelumnya melainkan harus lebih baik dari yang lainnya.

“Untuk para wisudawan, peran Saudara ke depan diharapkan dapat turut mewujudkan sektor kelautan dan perikanan yang berdaulat, berkelanjutan, dan dapat meningkatkan kesejahteraan bangsa. Untuk itu, diperlukan kualitas individu yang kompeten, berkarakter, memiliki integritas, disiplin, kreatif, dan beretos kerja tinggi,” pesan Sjarief.

Seiring dengan berkembangnya peluang usaha yang besar di sektor kelautan dan perikanan saat ini, Sjarief berharap, para wisudawan memiliki jiwa entrepreneurship yang tinggi untuk mengembangkan sektor ini. Salah satunya, dengan mengembangkan ekonomi perikanan di pulau-pulau terluar.

“Potensi usaha perikanan yang dapat dikembangkan kelak masih terbuka luas, baik perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan, maupun pemasaran hasil perikanan,” ujarnya.

Sjarief juga berpesan agar para alumni STP menjaga kejujuran dan integritas sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, hal inilah yang akan membuat para alumni menjadi manusia unggul dan disegani. Ia mendorong agar para wisudawan menyalurkan potensi yang dimiliki dengan semangat dan dedikasi yang tinggi untuk masa depan Indonesia.

“Alumni STP harus menjadi yang terdepan dalam mengawal pelaksanaan misi kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan dalam membangun dan membesarkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia,” tuturnya.

Ketua STP, Mochammad Heri Edy mengatakan, tahun ini STP melantik 390 wisudawan dengan rincian Program Diploma IV Program Studi Teknologi Penangkapan Ikan sebanyak 42 orang; Permesinan Perikanan sebanyak 41 orang; Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan sebanyak 53 orang; Teknologi Akuakultur sebanyak 79 orang; Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Perairan sebanyak 42 orang; Penyuluhan Perikanan sebanyak 126 orang; dan Program Pascasarjana Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan sebanyak 7 orang.

Ia menjelaskan, sistem pembelajaran Teaching Factory (TEFA) link and match dengan dunia usaha telah diaplikasikan STP dalam lima tahun terakhir untuk menunjang pendidikan vokasi. “Dalam upaya mentransfer ilmu dan internalisasi kompetensi, STP mengadopsi sistem perkuliahan teaching factory (TEFA) yang berbasis sains terapan. Sistem inilah yang menjadi pemantik keunggulan anak didik STP dengan reputasi akademik terbaik,” ujar Heri.

Beberapa produk telah dihasilkan lewat sistem TEFA selama ini, di antaranya desain baru alat tangkap (gill net milenium, tramell net, gillnet kantong), mesin pelet ikan apung, mesin slurry ice, mesin pengering ikan, produk olahan perikanan, pembenihan ikan, aquaponik, aquascape, Internet of Thinking (IOT), budidaya udang sistem Busmetik, persemaian dan konservasi mangrove, transplantasi terumbu karang, dan dempond usaha pengolahan budidaya ikan.

Untuk akselerasi menuju perguruan tinggi kelas dunia, saat ini STP tengah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, Kementerian / Lembaga, Pemerintah Daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat, serta dunia usaha dan industri, baik dalam maupun luar negeri. Kerja sama internasional yang tengah dijalin antara lain: program Sustainable Seafood and Nutrition Security (SSNS) bekerjasama dengan Uni Eropa; serta SMART-Fish Phase 2 dengan UNIDO dan University of Tasmania (UTas) yang turut hadir dari Asutralia menghadiri Wisuda STP hari ini.

“Kedatangan delegasi UTas yang dipimpin oleh Professor Chris Carter juga dalam rangka membahas rencana kerja progam kemitraan STP dan UTas di bidang pendidikan dan penelitian terapan,” jelas Heri.

Sejalan dengan dinamika kampus dan luasnya jejaring mitra, STP telah membentuk sebuah unit Center of Excellence yakni “Institute of Productivity, Research, Innovation and Development for Fisheries (iPRIDE4Fish)” sejak tahun 2018 lalu. Unit ini berperan sebagai think-tank dalam peningkatan produktivitas, riset, inovasi, dan pembangunan sektor perikanan.

“iPRIDE4Fish sejauh ini telah berkontribusi dalam promosi dan konsep ‘Sustainability, Innovation and Productivity’ baik pada tataran kurikulum maupun penerapannya pada industri perikanan,” tandas Heri.

Curi Motor, Dua DPO di Lombok Timur Ditembak

HarianNusa.com – Dua daftar pencarian orang (DPO) kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor di Lombok Timur ditangkap polisi, Minggu, 25 Agustus 2019.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Purnama, menjelaskan kedua pelaku menjalankan aksi pada Jumat, 23 Agustus 2019 di Masjid Islahul Muslimin, Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Lombok Timur.

Kedua pelaku berinisial A (22) asal Desa Suradadi Kecamatan Terara dan S (29) asal Desa Lekor Kecamatan Janapria.

Bermula, saat korban Edi Hermawan menuju Mataram. Namun dia berhenti di Masjid Islahul Muslimin untuk bertemu temannya. Dia kemudian turun menghampiri temannya dengan posisi kunci motor masih di kontak motor.

“Beberapa saat kemudian dia mendengar motornya dihidupkan dan dibawa lari orang tak dikenal. Korban berusaha mengejar sambil teriak ‘maling’,” kata Kabid Humas.

Kedua pelaku ditangkap di Desa Suradadi Kecamatan Terara saat bermain billiar. Kemudian dilakukan pengembangan mencari motor yang mereka curi.

“Saat itu kedua pelaku berusaha mengelabui petugas dengan memberontak, sehingga dilumpuhkan dengan tembakan lurus pada betis dua pelaku,” ungkapnya.

Saat dilakukan pengembangan, motor Yamaha Mio milik korban dijual pada penadah berinisial AL. Sementara pelaku S merupakan DPO kasus pencurian dengan kekerasan di wilayah Jerowaru.

Kombes Pol Purnama mengimbau agar masyarakat tidak meninggalkan kunci motor saat berpergian. Itu untuk menghindari aksi kejahatan serupa. (sat)