Beranda blog Halaman 195

BRSDM-KKP Gelar Raker Penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara

0

HarianNusa.com, Bogor – Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) menggelar Rapat Kerja Penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara (RKBMN) Tahun Anggaran 2021 Lingkup BRSDM.

“BRSDM memiliki dan mengelolaa BMN terbanyak dan terbesar di lingkup KKP, sehingga perlu usaha yang ekstra dalam pengelolaan BMN, diantaranya dalam hal Penetapan Status Penggunaan, Pemanfaatan, dan Pengamanan serta Penyusunan Perencanaan Kebutuhan BMN (RKBMN) yang akan kita laksanakan pada hari ini dan dua ke hari depan,” tutur Maman Hermawan, sekretaris BRSDM di Bogor, kemarin.

Disamping itu, Maman Hermawan turut menekankan pentingnya RKBMN 2021 untuk proses pengadaan BMN dan pemeliharaan BMN. Kriteria yang bisa dilakukan untuk pengadaan melalui RKBMN adalah tanah, bangunan dan kendaraan bermotor. Sementara untuk pemeliharaan, kriteria yang masuk ke RKBMN adalah tanah, bangunan, kendaraan bermotor dan BMN dengan nilai perolehan paling sedikit 100 juta rupiah.⠀

“RKBMN ini akan ditelaah secara berjenjang dari tingkat eselon 1, kemudian ditelaah oleh Sekretariat Jenderal KKP dalam hal ini Biro Keuangan KKP, kemudiaan oleh Kementerian Keuangan dalam hal ini DJKN. Sebelum ditelaah, Usulan RKBMN ini harus terlebih dahulu direviu oleh Inspektorat Jenderal KKP, reviu atas kebenaran dan kelengkapan usulan RKBMN serta kepatuhan terhadap penerapan ketentuan Perencanaan Kebutuhan BMN yang diusulkan oleh Satker,” papar Maman Hermawan.

RKBMN digunakan sebagai dasar pengusulan penyediaan anggaran untuk kebutuhan baru (new initiative), sebagai dasar pengusulan penyediaan anggaran angka dasar (baseline) dan penyusunan rencana kerja dan anggaran. Sehingga Pengadaan atau Pemeliharaan BMN yang tidak ada dalam RKBMN, maka pengadaan dan pemeliharaan tersebut tidak akan disetujui oleh Kementerian Keuangan dalam hal ini DJA atau Satker diharuskan melakukan Revisi RKBMN.

“Melalui kegiatan ini, Saya berharap laporan RKBMN TA. 2021 dapat tersusun sesuai ketentuan dan selanjutnya dapat disampaikan dan dilaporkan ke tingkat Kementerian (Unit Akuntansi Pengguna Barang/UAPB) untuk dikompilasi menjadi Laporan RKBMN Tingkat UAPB,” tegas Maman Hermawan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Riset Perikanan; Ketua STP Jakarta; Kepala BRBIH; Kepala BRPBATPP; Kepala BRPSDI; Pejabat eselon III dan IV lingkup BRSDM KP; Tim Reviu Inspektorat Jenderal KKP; serta Tim Teknis dari Kementerian Keuangan juga Kepala Biro Keuangan KKP dan Inspektur III Itjen KKP selaku narasumber.

ACT-BPBD Lotim Kerahkan 21 Mobil Tangki Air Bersih Untuk Desa Sekaroh

HarianNusa.Com – Kabupaten Lombok Timur tepatnya di Kecamatan Jerowaru merupakan salah satu wilayah di Lombok, Nusa Tenggara Barat yang kondisinya mengalami kekeringan. 7 (tujuan) dusun di Desa Sekaroh ini terdampak kesulitan mendapatkan air bersih.

Menanggapi krisi air bersih yang dialami masyarakat tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur pada Kamis, (22/8/19) bertempat di Masjid Al Muntaha Dusun Turuk Kecamatan Jerewaru, melepas 21 truck tangki air bersih berkapasitas 5000 (lima ribu) liter/tangki untuk mendistribusikan air bersih di tiap-tiap dusun yang terdampak kesulitan mendapatkan air bersih.

Lalu Habib perwakilan BPBD Lombok Timur dalam sambutannya saat itu mengatakan bahwa kolaborasi seperti ini adalah bentuk kerja sama yang baik. NGO yang terjun sangat membantu pekerjaan BPBD. “Harapannya kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut,” harapnya.

Kepala desa sekaroh Mansur menjelaskan kondisi warganya yang memprihatinkan dimana warganya harus mengeluarkan biaya untuk membeli air bersih yang hanya dipakai untuk minum dan mencuci, sedangkan untuk mandi warganya masih mengandalkan sumur-sumur galian yang rasa airnya payau.

Ia merasa sangat berterimakasih dan bersyukur atas bantuan air bersih yang di berikan kepada warganya tersebut.

Lalu Alfian, Kacab ACT NTB menyampaikan bahwa distribusi air bersih di desa Sekaroh telah di mulai dari awal juni bulan lalu sampai dengan sekarang.

“21 truk yang kami lepas dalam acara pelepasan pagi ini adalah rangkaian dari kegiatan distribusi air yang tetap kami laksanakan sejak gempa setahun yang lalu. Pelepasan yang pagi ini kami laksanakan di wilayah Lombok selatan, untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang sangat kekurangan air bersih. Kami harapkan dengan pelepasan armada dalam jumlah besar ini, bisa menggugah masyarakat lainnya yang tidak merasakan kesulitan karena kekeringan, bisa tergerak untuk ikut membantu saudara yang membutuhkan dalam bentuk sedekah air, donasi air atau sumur wakaf,” ungkap Lalu Alfian.

Berdasarkan pantauan BMKG hingga Awal Agustus 2019, beberapa wilayah sudah mengalami kekeringan level ekstrim dimana tercatat ada daerah yang tidak turun hujan lebih dari 90 hari. Kondisi ini memiliki dampak lanjutan terhadap kekeringan pertanian dan kekurangan air bersih masyarakat.

Merespon kondisi ini, ACT akan mendistribusikan 2,1 juta liter air bersih per hari di 28 cabang kantor ACT dengan total 500.000 penerima manfaat per hari. Sedangkan, untuk 4 bulan terakhir ini ACT telah memproses kurang lebih 1.400 sumur wakaf di seluruh Indonesia. Tahap awal penanganan kekeringan ACT pun akan menyuplai kebutuhan air melalui mobile water tank dengan total 60 juta liter/ bulan.

Untuk kedepannya ACT NTB akan terus mendistribusikan dua sampai tiga mobil tangki air bersih ke dusun-dusun yang terdampak kekeringan di desa sekaroh Kecamatan Jerowaru. Menurut assesment team di lapangan, kesulitan air bersih juga dialami oleh warga Sekotong Lombok Barat dan Jeringo kabupaten Lombok Utara.

“Banyak laporan kekeringan yang masuk dan akan segera ditindak lanjuti oleh team implementasi di lapangan untuk pendistribusian air bersih,” tambahnya.

Di Kabupaten Lombok Timur sendiri pun lokasi yang mengalami kesulitan air bersih terdapat juga di desa Sajang Kecamatan Sembalun.

“Dari Maret 2019 sudah dilakukan pendistribusian air bersih ke wilayah tersebut hingga hari ini,” jelasnya.

Warga Kelayu Selatan Dibekuk Polisi Lantaran Narkoba

HarianNusa.com – Pemberantasan peredaran narkoba tidak henti-hentinya dilakukan aparat hukum di Nusa Tenggara Barat. Kali ini seorang warga Desa Kelayu Selatan Kecamatan Selong Lombok Timur, dibekuk polisi.

Pria tua berinisial MW (53 tahun) ditangkap Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Timur pada Kamis kemarin, 22 Agustus 2019.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Purnama, mengatakan polisi melakukan pengintaian situasi di rumah pelaku karena mendapat informasi sering terjadi transaksi narkoba.

Pada saat kondisi tepat, polisi melakukan penyergapan. Saat itu pelaku yang tidur di depan tv dikagetkan dengan penggerebekan tersebut. Disaksikan warga, polisi memeriksa tubuh pelaku, namun tidak menemukan barang mencurigakan.

“Polisi kemudian memeriksa setiap tempat di rumah pelaku dan baru ditemukan barang yang mengarah pada tindak pidana narkoba,” kata Kabid Humas melalui rilis, Jumat, 23 Agustus 2019.

Polisi menemukan tiga poket kecil sabu dan satu poket besar sabu. Polisi juga menemukan bong, pipet plastik, korek api, jarum, skop kecil sabu, tiga klip kosong dan gunting yang diduga sebagai alat mengkonsumsi sabu. Diamankan juga uang Rp580 ribu.

“Barang bukti ditemukan di lemari yang berada pada dapur,” terangnya.

Pria tersebut kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan di Polres Lombok Timur. (sat)

Polres Dompu Tangkap Pemilik Sabu

0

HarianNusa.com – Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Dompu kembali meringkus seorang yang membawa atau menguasai narkotika.

Polisi meringkus seorang pelaku berinisial I (35) asal Desa Raba Baka Kecamatan Woja Dompu, Kamis, 22 Agustus 2019.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Purnama, menjelaskan penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang mengabarkan akan ada seorang pria membawa narkoba yang akan melintasi jalan di Desa Raba Baka.

“Informasi masyarakat menyebut ciri-ciri pelaku dan motor yang dikendarai. Polisi kemudian turun melakukan pemantauan,” katanya, Jumat, 23 Agustus 2019.

Polisi menemukan seorang pria sesuai ciri-ciri yang diinformasikan sedang duduk di atas motornya. Dia kemudian diperiksa dan digeledah.

Di kantong pria tersebut diamankan tabung kaca dan uang Rp100 ribu. Polisi kemudian memeriksa motor pelaku.

“Pada boks motor Mio sebelah kiri ditemukan dua poket diduga sabu,” ungkapnya.

Pria tersebut kemudian diamankan. Polisi juga mengamankan barang bukti sabu dan alat hisap lainnya. (sat)

Jumlah Stok Ikan Indonesia dilaporkan Meningkat

HarianNusa.com, Canberra – Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja didaulat menjadi pembicara pada High Level Panel (HLP) for Sustainable Ocean Economy-Regional Sherpas Meeting, pada 20-21 Agustus 2019, di East Hotel, Kingston, Canberra.

HLP terbagi dalam 4 sesi, yakni Environmental-Economic Oceans Accounting; IUU Fishing; Plastics and The Circular Economy; dan Coastal Development and Resilience. Keempat tema tersebut merupakan isu yang relevan dengan keadaan laut internasional dan merupakan subjek Blue Papers (BP).

Sjarief berkesempatan berbicara pada sesi Environmental-Economic Oceans Accounting dan IUU Fishing. Pada sesi diskusi pertama terkait Economic Oceans Accounting, Sjarief memaparkan perihal Indonesia’s Fish Stock Assessment. Sesi pertama dipimpin oleh Nick Post (Australian Government Department of the Environment and Energy). Selain Sjarief, pembicara lainnya yakni Ben Milligan (Lead Author For The Blue Paper On ‘National Accounting Of Ocean Natural Assets) yang memaparkan perihal Pemulihan Ekosistem Dan Produktivitas Lautan.

Dalam paparannya, Sjarief menyampaikan bahwa manajemen perikanan Indonesia terbagi menjadi 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), berdasarkan karakteristik khas masing-masing area, geomorfologi dan jenis ikan yang hidup di area tersebut. Perbedaan antara satu area dengan area lainnya mengharuskan pemerintah untuk membuat pendekatan manajemen yang berbeda untuk setiap area. Setiap tahun, KKP melalui BRSDM melakukan kajian terhadap stok sumber daya yang ada di seluruh WPP untuk mengetahui perkembangan potensi sumberdaya ikan yang ada.

“Berdasarkan Undang-Undang Perikanan Indonesia, pengkajian stok ikan wajib untuk menetapkan manajemen perikanan. Ini dilakukan oleh komisi nasional yang ditunjuk, yaitu Komisi Nasional untuk Pengkajian Stok Ikan (Komnas Kajiskan). Hasil pengkajian direkomendasikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan untuk selanjutnya dijadikan Keputusan Menteri,” tutur Sjarief.

Dijelaskan bahwa KKP melakukan penilaian stok ikan dengan beragam metodologi yang terus dikembangkan untuk mendapatkan data yang lebih akurat. Metodologi yang digunakan, diantaranya: model produksi surplus untuk menghitung stok ikan lestari (maximum sustainable yield/MSY); metodologi swept area, yang merupakan metode pengambilan sampel untuk menghitung kepadatan rata-rata ikan dalam suatu area menggunakan pukat dasar atau pukat balok; metode port sampling oleh enumerator di lokasi-lokasi pendaratan ikan pada setiap wilayah pengelolaan perikanan (WPP); serta metode hidroakustik terutama untuk pelagis, dengan menggunakan sonar untuk mendeteksi kepadatan benda di bawah air, termasuk ikan.

“Seluruh data dan informasi yang diperoleh, akan digunakan untuk melakukan analisis estimasi potensi stok sumberdaya ikan. Analisis ini melibatkan tenaga ahli dan review oleh Komisi Nasional Pengkajian Stok Sumberdaya Ikan. Hasil dari beragam metodologi tersebut, diketahui bahwa Indonesia mengalami peningkatan stok ikan yang signifikan pada 2015 hingga 2017. Ini adalah tahun ketika Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membuat reformasi kebijakan besar-besaran untuk memerangi IUU fishing,” terang Sjarief.

“Kami telah belajar bahwa manajemen berbasis bukti ilmiah sangat penting untuk mencapai perikanan berkelanjutan. Penilaian stok ikan memungkinkan kita untuk menentukan pendekatan mana yang cocok dan bagaimana memanfaatkan sumber daya secara optimal tanpa membahayakan keberlanjutannya,” lanjutnya.

Pada sesi kedua, dengan tema IUU Fishing, Sjarief sebagai lead author atau penulis utama pada blue paper No. 15 mengenai Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing and Select Security Issues of Concern, menyampaikan bahwa Indonesia terus mengupayakan perluasan dukungan kebijakan nasional dalam memberantas praktik Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing. Salah satunya dengan giat memanfaatkan berbagai forum kerja sama regional dan internasional. Hal ini dilakukan mengingat IUU Fishing seringkali bersifat lintas negara dan dilakukan oleh kapal-kapal asing dengan ABK dari berbagai kewarganegaraan.

“Kunci untuk pemberantasan IUU Fishing adalah jika negara memiliki kebijakan nasional dan dukungan politik yang kuat untuk memerangi IUU Fishing. Kami mendorong seluruh negara untuk membuat kebijakan yang tepat, berinvestasi dalam meningkatkan kapasitas penegakan hukum, dan mengambil langkah-langkah penegakan hukum yang kuat untuk menutup pintu terjadinya IUU Fishing,” terang Sjarief.

Perang melawan IUU Fishing yang hingga kini dilaksanakan di Indonesia, berdampak pada peningkatan tangkapan ikan di laut sebesar 6,7 juta ton di tahun 2018, dan saat ini jumlahnya diperkirakan terus meningkat. Oleh karena itu, Indonesia mendorong negara-negara maju dapat memberikan bantuan kepada negara berkembang untuk memperkuat kapasitasnya guna memerangi IUU Fishing dan kegiatan-kegiatan kriminal yang terkait.

HLP memprakarsai pengembangan serangkaian blue papers (BP) yang akan merangkum ilmu pengetahuan terbaru, mengintegrasikan pemikiran modern tentang solusi laut yang inovatif dan fokus pada implikasi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial negara-negara berkembang.

Melalui HLP, diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi untuk membangun pemahaman bersama tentang keadaan ekonomi dan ekologi Kelautan saat ini dan masa depan yang potensial dan menghasilkan kebijakan, tata kelola, teknologi, serta solusi investasi yang bertujuan mempercepat terwujudnya Ekonomi Kelautan yang berkelanjutan. Rekomendasi yang dihasilkan, nantinya akan dibawa ke High Level Panel Meeting United Nations General Assembly di New York pada 22-23 september 2020 dan diharapkan dapat menjadi United Nations Resolution (UN Resolution).

Turut hadir sebagai pembicara dalam HLP for Sustainable Ocean Economy-Regional Sherpas Meeting, Russell Reichelt (Sherpa Australia). Andy Stevens (CSIRO); Tony Worby (CSIRO); Chris Gillies (The Nature Conservancy). Selain Sherpa, penasihat dan pembicara ahli, juga hadir Kedutaan Besar Norwegia, Komisi Tinggi Selandia Baru, Departemen Pemerintah Australia dan organisasi non-pemerintah serta perwakilan dari Jepang, Fiji dan Palau.

Jamnas IMI 2019 Menuai Dukungan dari Berbagai Kalangan

0

HarianNusa.Com – Event Jambore Nasional (Jamnas) Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang akan digelar pada tanggal 22-25 Agustus 2019 di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mendapat dukungan positif dari berbagai kalangan.

H. Abdul Madjid, salah seorang penggiat pariwisata sekaligus anggota DPRD Lombok Barat asal Sekotong menyampaikan apresiasi dan dukungan positifnya terhadap kegiatan Jamnas IMI ini.

Menurut pria yang akrab disapa Loezawa ini, Jamnas IMI sangat membantu pemulihan pariwisata NTB khususnya Lombok pasca diguncang bencana gempa bumi 2018 lalu.

“Jamnas IMI ini merupakan kegiatan yang sangat positif apalagi setelah Lombok dilanda bencana setahun lalu. Ini adalah satu upaya merecovery pariwisata Lombok, NTB,” ungkapnya kepada media ini, di Mataram, Kamis, (22/8/19).

Ia melanjutkan, Jamnas IMI ini merupakan event nasional yang diikuti oleh para bikers dan pecinta motor di seluruh penjuru Indonesia. Selain itu diperkirakan Tentu dengan kedatangan mereka ke NTB akan sangat berdampak bagi pariwisata dan perekonomian masyarakat Nusa Tenggara Barat.

“Tentunya para peserta Jamnas IMI ini setelah di Lombok akan melihat-melihat destinasi pariwisata Lombok. Dan mereka nanti akan menceritakan Sapta pesona Lombok, keindahan Lombok, dan keramahan penduduknya, maka efeknya adalah itu menjadi promosi yang sangat efektif. Dan diharapkan akan mampu mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara,” ungkapnya.

Sekotong sebagai salah satu rute touring Jambore Merah Putih pada Jamnas IMI diyakininya akan memberikan daya tarik tersendiri bagi para peserta mengingat potensi pariwisata Lombok khususnya Sekotong sangat mempesona.

“Dari eks Bandara para peserta touring akan menuju rute Sekotong. Sepanjang perjalanan mereka akan disuguhkan berbagai keindahan alam. Melewat dermaga, perbukitan, gunung, pantai-pantai yang memanjakan mata. Mereka nanti akan finish di KEK Mandalika,” pungkasnya. (f3)

 

 

Wagub NTB Serahkan Bantuan untuk Korban Rumah Terbakar di Woja

0

HarianNusa.Com – Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Dompu, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menyempatkan diri meninjau delapan rumah warga yang mengalami musibah kebakaran pada Rabu (21/08) kemarin di Desa Wakajaya, Kecamatan Woja.

Sebagai bentuk perhatian, Wagub NTB menyerahkan bantuan berupa tenda, paket perlengkapan keluarga dan lauk pauk. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis pada Kamis (22/08) kepada perwakilan warga di dekat lokasi rumah warga yang terbakar.

Kepada para korban, Ummi Rohmi, panggilan Wagub NTB, meminta mereka untuk ikhlas dan bersabar karena musibah dan bencana itu datangnya tidak terduga.

“Yang terpenting adalah kita ambil hikmah dari apa yang terjadi. Kita harus paham bahwa yang namanya musibah ini kita tidak pernah bisa rencanakan,” tutur Wagub dalam siaran pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB.

Wagub juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala bentuk potensi bencana, mengingat NTB dan seluruh wilayah Indonesia secara umum memiliki kerawanan bencana cukup tinggi seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor dan lain-lainnya.

“Kita sebagai manusia tugasnya adalah berikhtiar, berusaha dan berdoa. Bagaimana ikhtiar kita? Ikhtiar kita adalah dengan mengikuti aturan-aturan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pesan Wagub kepada warga. (f3)

Ket. Forto:
Secara simbolis Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Desa Wakajaya, Kecamatan Woja, Dompu. (istimewa)

Para Kades Minta Dibuatkan Pedoman & Standar Honor Kader Posyandu.

0

HarianNusa.Com – Wakil Gubernur Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah bersilaturahmi dengan para Kepala Desa di Dompu, Rabu (21/8/19). Dalam sesi dialog saat itu, para Kades mengusulkan agar Pemerintah Provinsi NTB memfasilitasi mereka dengan peraturan sebagai rujukan hukum dan standar pengalokasian dana desa untuk honor para kader posyandu dan biaya operasional lainnya. Dengan adanya pedoman itu, maka mereka tidak khawatir munculnya permasalahan hukum di kemudian hari.

Hidayat, Kepala Desa Hu’u mengusulkan agar raskin dihapus karena menurutnya itu menjadi beban lain untuk menjeratnya di ranah hukum. Demikian juga Burhanudin Kades Dompu mengusulkan pengalokasian honor untuk kader posyandu keluarga agar dibuatkan peraturannya atau standarnya, dan dananya disiapkan oleh Pemprov NTB sehingga para kades tidak disalahkan secara hukum.

Berbeda dengan dua kades itu, kepala Desa Ringo Woja Dompu, Arifin Abubakar mengungkapkan pihaknya telah menetapkan aturan bahwa untuk wilayah hutan sumber air, telah ditetapkan radius 20 meter tidak boleh dimasuki apalagi dirusaki atau ditebang. Dan masyarakat petani diwajibkan menanam 30 pohon, untuk petani yang naik ke gunung.

Para Kades di dompu juga sudah mulai menyediakan honor kader posyandu keluarga. Namun tahun ini besarannya belum sampai Rp.150 ribu, dan mereka berjanji di tahun 2020 mendatang akan dialokasikan sebesar Rp. 150 ribu.

Demikian juga pengelolaan sampah, di Dompu terutama di Desa Ringo telah menggunakan buis susun dua, dan telah tersedia di 80 titik, termasuk pengelolaan sampah plastik. Juga sudah menganggarkan obat-obatan dari alokasi dana desa untuk anggaran kesehatan. Serta pada tahun 2018 sudah dilaksanakan pengadaan ambulance gratis.

Menanggapi masukan dan keluhan para Kades tersebut, Wagub menjelaskan bahwa posyandu keluarga akan menjadi pusat pemeriksaan bayi hingga lansia, termasuk dapat mengatasi pendewasaan usia perkawinan, narkoba serta buruh migran ilegal.

Wagub berharap dari APBDes dapat dianggarkan honor kader Rp.150 ribu perbulan untuk mendorong kader agar lebih aktif lagi.

“Fasilitas posyandu harus diperhatikan,” pinta orang nomor dua di NTB itu. (f3)

 

Zulkieflimansyah Dikukuhkan Sebagai Tokoh Peradaban

0

HarianNusa.Com – Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dikukuhkan oleh Ketua STKIP Taman Siswa Bima sebagai Father of Civilization atau bapak peradaban. Pengukuhan dilaksanakan di Aula Kampus II STKIP Taman Siswa Bima di Palebelo Bima, Rabu (21/8/19) dihadapan Wakil Bupati Bima, H.Dahlan M.Noer dan seluruh Civitas Akademika serta ratusan Mahasiswa di Kampus tersebut. Hadir pula sejumlah anggota DPRD Kabupaten dan Kota Bima serta para pejabat lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

Lembaga pendidikan tinggi swasta termurah di NTB yang memiliki 3.500 orang mahasiswa tersebut, menilai Gubernur NTB yang akrab disapa Doktor Zul tepat diberikan penghargaan sebagai Father of Civilization. Atas gagasan pembangunan NTB Gemilang yang telah memberikan banyak perubahan dan kemajuan di bidang pendidikan di NTB dan di Indonesia pada umumnya.

“Kini NTB Gemilang itu sudah mulai tampak wujudnya,” kata Dr. Ibnu Khaldun saat memberikan pengantar pada acara Graduation Gathering bertemakan “Sarjana beradab menuju NTB Gemilang menghadapi era industry 4.0”.

Berbagai program strategis dan program unggulan NTB Gemilang yang diluncurkan Pemda NTB, Bagi segenap Civitas Akademika STKIP Taman Siswa Bima, sungguh merupakan yang sangat hebat. Misalnya program NTB Sehat Cerdas melalui program beasiswa pendidikan, dengan mengirim anak-anak muda NTB untuk belajar di luar negeri. Sudah banyak akses jalur kerjasama pendidikan dengan Puluhan negara di dunia. Seperti Darwin, Polandia, Jepang, Cina, Malaysia, Korea dan negara-negara eropa lainnya. “Ini merupakan babak baru menyongsong peradaban NTB Gemilang,” ujarnya.

Doktor Zul sangat mengapresiasi kemajuan pesat yang dicapai STKIP Taman Siswa Bima.

“Lembaga pendidikan menjadi lebih terkenal, karena namanya, Taman Siswa. Di dalam nama itu, tertanam komitmen dan jiwa yang kuat bahwa pendidikan merupakan hak dan kebutuhan setiap warga masyarakat yang harus diperjuangkan dan diwujudkan bersama,” ujarnya.

Itulah sebabnya, kata Gubernur hampir semua agama besar di dunia menganjurkan untuk berhaji. Misalnya Islam ke Tanah Suci Mekah, Hindu/budha ke india, Kristen ke Vatikan, Yahudi ke Yerusalem. Maksudnya agar ummatnya berpetualang, berziarah ke tempat baru untuk menaklukan hidup yang lebih besar dan mengenal perkembangan dunia luar yang begitu luas, kaya dan beragam.

“Tidak hanya terkurung pada mindset atau pikiran yang kerdil,” terang Gubernur.

Begitu juga Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, melalui visi NTB Gemilang, saat ini telah mengirim anak-anak NTB, sebanyak 300-400 orang mahasiswa yang akan berangkat ke luar negeri adalah petarung awal yang meretas jalan baru.

Pengiriman tersebut, kata gubernur bukan karena kualitas pendidikan di dalam negeri lebih rendah. Dibandingkan kualitas diluar negeri seperti Polandia, Inggris, Jepang, Korea, Cina. Bahkan dari sisi kualitas, tidak sedikit yang jauh lebih hebat dari negara-negara tersebut.
Namun kata Doktor Zul mengatakan, pengiriman itu untuk membangun cara pandang atau mindset yang lebih luas, membangun jaringan dan kemampuan berinteraksi di tengah percaturan global yang kian kompetitif.

Gubernur juga menekankan pentingnya mahasiswa untuk berani bermimpi atau bercita-cita besar dan jauh ke depan. Pendidikan itu bagaimana digeluti dengan cara yang menyenangkan.

“Menggantungkan cita-cita dengan cara berfikir lebih besar dan lebih luas daripada orang kebanyakan.
Kadang-kadang untuk belajar ke luar negeri saja sudah dipermasalahkan. Kenapa jadi masalah?,” tanyanya. “karena kita mimpi yang besar saja sudah takut. Kita harus percaya kepada harapan dan mimpi kita dengan energi yang positif sehingga mimpi besar bisa diekspresikan ke dalam kenyataan,” ungkapnya.

Setelah lulus diluar negeripun, tidak harus kembali berkarir di daerah sendiri, tetapi akan menjadi orang-orang hebat diseluruh pelosok negeri. Tidak saja indonesia tapi juga dikancah internasional dunia. Namun tetap rindu akan kampung halamannya. Sehingga kelak membawa kehebatan untuk membangun bangsa dan daerahnya.

Wakil Bupati Bima, H.Dahlan M. Noer mengajak seluruh mahasiswa Bima untuk mulai mempersiapkan diri menjadi SDM yang unggul. Hasil diskusi dengan bapak gubernur, kata Wabup bahwa tugas utama Pemda saat ini adalah meningkatkan pelayanan dengan SDM yang handal. Namun masalah utama yang dihadapi pada saat ini adalah SDM.

“Maka kedepan program beasiswa pendidikan luar negeri menjadi sangat penting digalakan dalam upaya membangun mindset SDM yang handal,” pungkasnya. (f3)

Dompu Contoh Baik Bagi Pembangunan Posyandu Keluarga di NTB

0

HarianNusa.Com – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah menegaskan Kabupaten Dompu menjadi Daerah terdepan di NTB untuk pengembangan posyandu keluarga. Bahkan Posyandu Keluarga As’sunan di Desa Doro Kobo Kecamatan Kempu Dompu sudah berjalan dengan baik dan mampu mengelola bank sampah sehingga sampah dapat mendatangkan berkah bagi masyarakatnya.

“Karena itu, pada tahun 2020 nanti seluruh posyandu di Kabupaten Dompu akan dikembangkan menjadi posyandu keluarga. Dan seluruh Kabupaten/Kota di NTB dapat mengambil contoh baik dari Kabupaten Dompu,” ujar Wagub yang lebih akrab Umi Rohmi didampingi Wakil Bupati Dompu, Arifuddin, SH saat menggelar silaturahmi dengan para Camat dan Kepala Desa bersama para pendamping Desa serta jajaran Dinas kesehatan se-Kabupaten Dompu di Pendopo Bupati Dompu, Rabu (21/8/19).

Wagub menegaskan, kehadirannya di Kabupten Dompu didampingi para kepala Instansi terkait seperti Kepala Dinas Kesehatan, BPMPD, Diskominfotik, Dinas LHK dan Asisten III Setda NTB adalah untuk bersilaturahmi sekaligus berjuang bersama untuk sesuatu yang positif. Yakni bagaimana mewujudkan visi NTB Gemilang kedepan. Salah satunya melalui program unggulan NTB Sehat Sejahtera yaitu revitalisasi posyandu, dimana desa menjadi pioneer dan ujung tombaknya.

Kedepan, kata Umi Rohmi, melalui program revitalisasi posyandu, maka posyandu keluarga menjadi tempat yang lengkap untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial yang dihadapi masyarakat.

“Setiap bulan di setiap dusun minimal ada 1 posyandu keluarga di setiap dusun,” terangnya.

Demikian juga untuk mengatasi kemiskinan, Umi Rohmi meminta para Kepala Desa agar melakukan pendataan penduduk penerima raskin secara teliti. Karena penerimaan raskin, menurut Wagub berhubungan dengan jumlah penduduk miskin.

“Kalau datanya tidak valid, maka bisa menjadi masalah dan bantuan menjadi salah sasaran, sehingga harus diperbaiki,” pintanya.

Wagub melanjutkan bahwa tanggung jawab atau ujung tombak pendataan dan pembangunan kesejahteraan keluarga ada di desa. Terlebih alokasi dana desa dari tahun ke tahun terus ditambah.

“Dan dana itu harus dimanfaatkan yang berorientasi pada pembangunan SDM,” jelasnya.

Wagub juga mengingatkan masyarakat Dompu agar menjaga kelestarian hutan dan kebersihan lingkungan. Ia juga mengingatkan bahwa kebakaran hutan banyak terjadi karena buang putung rokok sembarangan. Karena itu Umi Rohmi mengimbau masyarakat untuk menjaga keseimbangan alam. Sebab kalau tidak seimbang maka alam akan terus mencari keseimbangannya sendiri sehingga bisa terjadi longsor atau bencana lainnya.

“Hutan tidak boleh ditebang sembarangan, dan juga hutan tidak boleh di bakar. Mari kita sejahterakan masyarakat dan lestarikan lingkungan,” ajaknya.

Wakil Bupati Dompu, Arifuddin sebelumnya melaporkan bahwa kondisi keamanan di Kabupaten Dompu terjaga dengan baik. Demikian juga penurunan angka kemiskinan dapat diturunkan hingga 1 persen.

“Program terpijar yang digagas Pemda Dompu sejak 8 tahun silam, Alhamdulillah kini mampu membawa kesejahteraan bagi rakyat dompu,” terangnya.

Hanya saja menurutnya masalah yang dihadapi Pemda Dompu belakangan ini adalah rabies dengan angka lebih dari 1000 orang. Meski sudah ditangani, namun belum sepenuhnya tuntas.
Ia juga melaporkan adanya masalah stunting karena dipicu oleh tingginya angka perkawinan dini. Serta kasus-kasus narkoba yang menjadi perhatian serius pihaknya. (f3)