Beranda blog Halaman 192

Keruak Kering Kerontang, ACT Datangkan Tim Medis

0

HarianNusa.com, Lombok Timur – Sejumlah daerah di Lombok masih terus dilanda kemarau berkepanjangan. Musim kemarau panjang ini berdampak pula pada Tingkat kesehatan Masyarakat. Termasuk Warga Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur.

Relawan medis Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan pelayanan medis gratis di lokasi terdampak kekeringan tepatnya di Pondok Pesantren Al-Asy’ariah Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Tim medis  yang berjumlah 20 orang terdiri dari 6 orang dokter, 8 orang perawat, 2 orang fisioterapis, 3 orang apoteker dan 1 orang psikolog. Selain dari ACT, sejumlah relawan juga melibatkan tenaga dari Ikatan Apoteker Indonesia Lombok Timur.

Koordinator Relawan, Khalid menjelaskan, kecamatan Keruak adalah lokasi yang paling parah merasakan dampak kekeringan. Keruak juga menjadi tujuan implementasi bantuan air bersih yang di lakukan oleh relawan ACT beberapa waktu lalu. “Agar aksi ini berkesinambungan jadi kami juga memberikan pelayanan medis secara gratis kepada warga yang terdampak kekeringan”, papar Khalid.

Warga yang datang ke tempat pelayanan didominasi oleh lansia dan dewasa. “Ada sekitar 150 orang yang datang memeriksakan kesehatannya” tambah Khalid.

Sejumlah warga yang datang mengeluhkan sakit yang di derita antara lain tekanan Darah Tinggi atau hipertensi, Osteoarthritis genu, Dyspepsia syndrome, Cephalgia (Migrain, dan Tension type headache). “Selain memberikan pelayanan medis tim relawan juga melakukan pelayanan kesehatan kuratif dan konseling psikolog, Fisioterapi dan lain-lain” tutur Menurut dokter Ita.

Pelayanan Kesehatan Warga Keruak Oleh Tim ACT
Pelayanan Kesehatan Warga Keruak Oleh Tim ACT

Mahasiswa NTB Tolak RUU P-KS

0

HarianNusa.com, Mataram – Penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengapusan Kekerasan Seksual (P-KS) terus bergulir. Puluhan Mahasiswa yang berasal dari organisasi kepemudaan Islam yaitu Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Nusa Tenggara dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) NTB menyuarakan hal ini di arena Car Free Day (CFD) Udayana Minggu (22/09/2019).

Mereka tergabung dalam Aliansi Peduli Negeri melakukan aksi edukasi dan simbolik berupa penandatanganan dari masyarakat untuk menolak disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengapusan Kekerasan Seksual (P-KS).

“Aksi ini kami lakukan untuk memberikan edukasi ke masyarakat agar menolak RUU P-KS karena tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan agama”, kata Nunik Kurniawati Koordinator Aliansi Peduli Generasi.

“RUU P-KS ini jangan sampai menjadi pintu dilegalkannya kemaksiatan di negeri ini, mari kita jaga negeri  tercinta kita ini dengan menolak berbagai peluang kemaksiatan yang akan terjadi ” Kata Lalu Abd Rahman Hakim Ketua Komisi A (Bidang Isu & Keumatan) FSLDK Nusa Tenggara.

Ratusan warga masyarakat tampak mendukung aksi ini dengan melakukan penandatanganan di spanduk yang sudah disediakan oleh panitia.

“Kami sangat mendukung aksi ini dan mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah berjuang melaksanakan aksi ini”, kata seorang warga yang tank mau disebutkan namanya.

Diketahui, RUU P-KS hingga saat ini masih menjadi pembahasan alot di DPR RI karena berbagai hal.

“Kami sangat berharap DPR RI tidak jadi mensahkan RUU P-KS ini”, sambung Nunik.

Mien Uno Dorong Kalangan Muda untuk Wirausaha

HarianNusa.com, Jakarta – Puluhan tahun mengabdi, komitmen Mien Rachman Uno untuk mendorong kalangan muda terjun dan membangun usaha tidak surut di telan zaman. Walau kini tidak muda lagi, perempuan kelahiran Indramayu, 23 Mei 1941 itu tetap melahirkan pengusaha muda lewat program Entrepreneur Development Scholarship For Youth (ENVOY) lewat Mien R Uno Foundation.

“Saya melihat banyak potensi besar anak-anak muda dalam berwirausaha, apalagi lewat kemajuan teknologi yang pesat sekarang ini. Kelebihan yang dimiliki mereka akan lebih terasah lewat program MRUF ENVOY ini sehingga mereka dapat mengelola bisnis dengan baik dan sustainable,” ungkap Mien Uno dalam Pembukaan Program MRUF ENVOY XI di Grand Kemang, Kemang, Mampang, Jakarta Selatan pada Rabu (18/9/2019).

Komitmen tersebut dibuktikan lewat penyerahan beasiswa kepada puluhan mahasiswa terpilih dari seluruh nusantara. Mahasiswa tersebut dipilih karena memiliki potensi dan minat dalam berwirausaha.

Diharapkannya, beasiswa yang diberikan dapat membuka kesempatan bagi para milenial untuk membangun usaha. Sebab, lewat pendampingan dan modal, mereka diharapkan mampu mandiri dan mengembangkan unit usaha.

“Keinginan saya lewat program ini hanya ingin melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang mandiri, dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan bersaing secara global,” tambahnya.

Sejurus dengan Ibunda, Sandiaga Salahudin Uno berharap lewat program yang turut didukung oleh PT AKR Corporindo, PT Bank Mandiri, William & Lily Foundation, PT Tower Bersama Infrastructure, PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM Group) itu dapat melahirkan pengusaha muda sukses.

“Lewat program MRUF ENVOY ke 11 ini kita menginginkan ada pengusaha-pengusaha pemula lahir dari beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa yang bisa menyiapkan untuk penciptaan lapangan kerja ke depan. Investasi dan penciptaan lapangan kerja ini akan digagas oleh teman-teman lulusan ENVOY 11 ini,” ungkap Sandi.

“Saya sangat optimis kalau melihat dari awal mereka sedini mungkin mereka sudah memulai usaha, ada yang di bidang kuliner ekonomi kreatif, fashion mereka menghasilkan produk-produk yang menggerakkan ekonomi kita berbasis kewirausahaan, ekonomi kerakyatan yang membuka lapangan kerja,” tambahnya.

Program tersebut diungkapkannya dapat menjadi peluang bagi para milenial untuk mengubah pola bisnis mereka dari semula konvensional menjadi berbasis digital. Lewat perubahan tersebut, Sandi meyakini percepatan perusahaan yang dimiliki mereka lebih unggul dibandingkan dengan perusahaan yang dimilikinya saat ini.

“Mungkin di masa saya membangun usaha perlu 50 tahun membangun usaha, bagi mereka dengan kemajuan teknologi digital dalam waktu kurang dari lima tahun mereka pasti bisa membawa perubahan seperti perusahaan-perusahaan yang sudah menjadi unicorn,” tutupnya.

Sorgum Rakitan Balitbangtan Diminati Karena Banyak Kelebihan

HarianNusa.com, Bogor – Sejak dilepas pada April 2019, Sorgum Manis Bioguma Agritan rakitan Badan Penelitian dan Pengembangan Penelitian (Balitbangtan) berhasil menarik perhatian berbagai pihak, tidak hanya instansi pemerintah tapi juga perusahaan swasta. Hal tersebut tak lepas dari banyaknya manfaat dan kelebihan yang dimiliki komoditas ini.

PT Agro Indah Permata 21 merupakan salah satu perusahaan yang tertarik mengembangkan sorgum bioguma. Menurut Direktur Operasional PT Agro Indah Permata 21, Kandar Sumardi, sorgum bioguma memiliki potensi hasil di atas rata-rata sehingga cocok dijadikan bahan pangan dan pakan.

“Kami menggunakan batang sorgum untuk pakan ternak dan biji sebagai bahan pangan berupa beras sorgum dan tepung,” ujar Kandar disela-sela Workshop Diseminasi dan Penjalinan Kerja Sama VUB Sorgum Manis Bioguma Agritan di Gedung Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) Bogor pada Rabu (18/9/2019).

Lebih lanjut Kandar menjelaskan, pihaknya telah mengembangkan komoditas sorgum sejak 2014 dan kini berkembang hampir di seluruh Indonesia. Untuk sorgum Bioguma akan dikembangkan di wilayah Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara.

Perusahaan lain yang turut mengembangkan sorgum bioguma adalah PT Sedana Peternak Sentosa. Direktur Utama PT Sedana Peternak Sentosa, Rahardi menyebutkan, tingginya bobot biomassa menjadi salah satu alasan pihaknya memilih komoditas ini sebagai pakan ternak.

“Lahan untuk sorgum sekarang ada 25 hektar di Jombang, Jawa Timur. Sorgum bioguma nantinya akan dikembangkan di sana,” ujar Rahardi.

Bukan hanya pakan, perusahaan yang dirintis sejak 2009 ini juga menjadikan sorgum sebagai bahan pangan seperti beras, tepung, gula, kecap dan nektar yang kini telah didistribusikan ke beberapa kota besar di Indonesia.

Selain PT Agro Indah Permata 21 dan PT Sedana Peternak Sentosa, perusahaan lain yang turut mengembangkan sorgum bioguma adalah PT Inti Daya Kencana, Indonesian Climate Change Trust Fund dan PT Gluten Free Indonesia. Sementara untuk instansi pemerintah yakni Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Barat.

Kepala Balitbangtan Dr Fadjry Djufry menyambut baik upaya kerja sama yang dijalin dengan berbagai pihak dalam mengembangkan sorgum. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar masyarakat bisa lebih mengenal tanaman sorgum yang batang, daun dan bijinya dapat dimanfaatkan.

“Kita juga nanti akan mendorong BPTP di daerah-daerah untuk ikut mempromosikan sorgum ini, karena manfaatnya banyak sekali mulai dari pangan, pakan hingga energi,” ujar Fadjry.

Menurut Kepala BB Biogen, Mastur PhD, sorgum merupakan tanaman pangan dari kelompok serealia yang adaptif iklim kering dan dapat diratun hingga tujuh kali. Selain tahan kekeringan, komoditas ini juga memiliki protein yang tinggi pada bijinya, bahkan kedua tertinggi setelah gandum.

“Meski protein gandum lebih tinggi, tapi mengandung gluten sementara sorgum tidak,” ungkap Mastur.

Kelebihan lain yang dimiliki sorgum bioguma adalah biji rata-rata 7 ton per hektare, brix gula dalam batang mencapai 15,5%, volume nira mencapai 122 ml dan biomasa batang 44-55 ton per hektare. (Andika Bakti)

Petani Kaltim Surprise, Hasil Panen Padi Inpago 8 Bagus Saat Kemarau

HarianNusa.com, Samarinda – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kaltim, melaksanakan panen bersama dan uji organoleptik Inpago 8 di lahan kelompok tani Saeko Kapti, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang pada Kamis (19/9/2019). Padi yang dipanen di sawah milik Pak Wahono tersebut merupakan varietas unggul baru (VUB) keluaran Badan Litbang Pertanian yang terbukti tahan pada musim penghujan dan juga kemarau.

“Awalnya saya diberi tahu sama teman kelompok bahwa menanam padi di musim kemarau ini akan mengalami gagal panen. Tapi berkat VUB Inpago 8 serta didampingi BPTP Kaltim saya merasa lega karena bisa menikmati hasil panen yang melimpah,” ujar Wahono, salah satu Anggota Kelompok Tani Saeko Kapti.

Berbeda dengan varietas lain, tambah Wahono, Inpago 8 memiliki keunikan tersendiri yang tahan terhadap kekeringan. Tidak hanya itu, kelebihan varietas ini masa panennya sangat cepat serta tahan terhadap serangan hama. “Nasinya juga sangat enak dibandingkan varietas padi lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPTP Balitbangtan Kaltim Dr Muhammad Amin melalui Kasi KSPP BPTP Kaltim Margaretha S.Sos, M.Sc mengatakan Inpago 8 merupakan varietas unggul baru yang terbukti tahan pada musim penghujan dan kekeringan. VUB ini tambah Margaretha, cukup baik sebab pada saat musim kering dapat tumbuh dengan baik dan hasilnya mencapai 4,5 hingga 5 ton/hektare.

“Saat musim hujan pertumbuhannya bisa lebih di atas rata-rata. Kami harapkan sinergi serta dukungan semua pihak terkait dalam hal pembangunan pertanian di Kalimantan Timur khususnya Kutai Kartanegara semakin solid,” harapnya. Kerjasama telah dibangun dengan seluruh pihak mulai pemerintah, perguruan tinggi juga dengan pihak swasta.

Dengan disiapkan lahan seluar 50 hektare oleh kelompok tani Saeko Kapti untuk ditanami inpago 8, membuktikan bahwa VUB amfibi ini menjadi pilihan para petani. Terbukti, VUB Inpago 8 ini mampu bertahan di kondisi yang saat ini kekurangan air bahkan mampu berproduksi sesuai harapan. Selain produktivitas yang tinggi, varietas yang dikembangkan ini sesuai dengan selera masyarakat spesifik lokasi yang mudah diserap pasar.

“Karena perkiraan cuaca akan mengalami musim kering hingga Januari mendatang, kami harapkan petani menanam inpago 8 agar dapat menghasilkan panen yang lebih baik. Dari uji rasa tiga varietas yakni Inpari 30, Inpari 32 dan Inpago 8, masyarakat lebih suka pada pada Inpago 8,” urainya.

Kasi Produksi Tanaman Pangan, PLH Kabid Tanaman Pangan Dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Ir. Sya’rani menyebut, pihaknya sangat menyambut baik inovasi teknologi BPTP Kaltim yang mampu meningkatkan produktivitas petani melalui VUB Inpago 8. Harapannya Inpago 8 ini menjadi sumber benih untuk disebarluaskan ke lokasi-lokasi yang karakteristiknya kering.

“Kami sangat mendukung pengembangan Inpago 8 ini di Kabupaten Kutai Kartanegara. VUB ini nantinya akan dijadikan varietas spesifik lokasi,” tutup Sya’rani.

Panen bersama dan uji organoleptik Inpago 8 dihadiri Peneliti dan Penyuluh BPTP Balitbangtan Kaltim, Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara, BPP Teluk Dalam dan Separi. Selain itu, PT Pupuk Kaltim serta PT Kitadin juga anggota kelompok Tani Saeko Kapti.

Operasi Modifikasi Cuaca Berhasil, Hujan Mengguyur Palangkaraya

0

HarianNusa.com – Memasuki hari ke-4 operasi TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) di Kalimantan Tengah, hujan sudah mulai mengguyur beberapa lokasi, diantaranya Kabupaten Pulang Pisau, Kota Palangkaraya dan sekitarnya.

“Ini progres yang luar biasa, kami bersyukur. Hujan turun pada sore hari ini dengan intensitas sedang hingga lebat. Besok kami baru dapat menghitung volume airnya,” ujar Tri Handoko Seto, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC)-BPPT di Palangkaraya, Jum’at (20/9/2019).

Tim BBTMC-BPPT didukung TNI AU pada siang hari (Jum’at, 20/9/2019) melakukan kegiatan penyemaian awan di tujuh kabupaten menggunakan pesawat CN 295 dengan mengangkut 2.400 kg NaCL. Wilayah yang menjadi target, yaitu Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Sampit, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Barito, Kabupaten Katingan, dan Kota Palangkaraya.

“Pesawat jenis ini memang dapat menjangkau wilayah cukup luas hanya dalam satu kali terbang. Pada pagi hari prediksi cuaca di Palangkaraya tidak hujan. Namun, berkat kemurahanNya dan kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil menggembirakan dengan turun hujan cukup lebat sore hari di Palangkaraya sekitarnya,” ujar Tri Handoko Seto.

Selain Kota Palangkaraya, lanjut Seto, hujan cukup deras juga turun di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.

Fikri Nur Muhammad, Koordinator Lapangan BBTMC-BPPT di Kalteng menjelaskan sepanjang lintasan area penyemaian, terpantau awan cumulus di ketinggian 15.000 kaki. “Selain bahan semai NaCL, kami menggunakan kapur tohor untuk strategi penyemaian awan,” ujarnya.

Operasi TMC Penanggulangan Karhutla di Kalteng dipusatkan di Posko Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya dengan diperkuat tim BBTMC-BPPT sebanyak 5 orang (termasuk Flight Scientist), dan didukung 13 orang dari TNI AU untuk kru pesawat.

Pesona Senggigi Festival, Gubernur NTB Berikan Spirit

0

HarianNusa.Com – Event tahunan Festival Senggigi kembali digelar Pemkab Lobar di Pantai Senggigi (19/9/19). Berbeda dari sebelumnya event yang kini bernama Pesona Senggigi Festival 2019 mengambil tema singkat namun unik : Coffee and Art.

Tema Pesona Festival Senggigi “Coffee and Art” mengandung makna bahwa hampir semua orang suka kopi, demikian juga kesenian. Hal ini terlihat dari serangkaian acara yang berlangsung dari tanggal 19 hingga 22 September melibatkan kopi dan seni. Beberapa diantaranya : latte art competition, melage Pembayun Sasak, Gendang Beleq, Tari Oncer Manok Belage, Tari Nandak Betawi, talkshow tentang coffee and lifestyle bersama Gilang Ramadhana dan Prawoto Indarto, peresean, dan lain-lain.

Pembukaan Pesona Senggigi Festival 2019 secara resmi ditandai dengan pemukulan Gendang Beleq oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, Wakil Bupati Lobar Hj. Sumiatun, Ketua DRPD Lobar Hj. Nurhidayah, dan Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani.

Gubernur dalam sambutan pembukanya menyambut hangat para wisatawan dengan menggunakan Bahasa Inggris yang fasih. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menceritakan tentang kisah seekor rusa dan harimau (deer and tiger) di Asia. Setiap hari, tuturnya, seekor rusa bangun dan sadar bahwa dia harus berlari lebih cepat dari harimau atau dia akan terbunuh. Pada saat yang sama, lanjutnya, sang harimau bangun dan sadar bahwa dia harus mampu berlari lebih kencang dari seekor rusa paling lambat atau dia akan kelaparan.

“Tidak masalah apakah Anda harimau atau rusa, saat matahari muncul, kita lebih baik berlari,” ujarnya menggambarkan ajakan untuk hidup yang bersemangat apapun masalah yang menimpa.

Kisah rusa dan harimau tersebut merupakan pembuka cerita gubernur tentang masyarakat NTB yang bangkit setelah gempa melanda setahun yang lalu. Gubernur lalu mengutip satu kata bijak bahwa, mereka yang benar-benar kuat adalah mereka yang meskipun terjatuh tujuh kali namun mampu bangkit delapan kali.

“Kami di Lombok, dihantam gempa tidak hanya tujuh atau delapan kali, tapi dua ribu bahkan tiga ribu kali, tapi kami mampu menghadapinya dengan lebih kuat,” ujar Gubernur berbahasa Inggris.

Hal itu terjadi, lanjut gubernur, karena berperannya modal sosial berupa kebersamaan, persatuan, dan perasaan senasib sepenanggungan. Gubernur berharap, kedatangan para wisatawan akan membawa kegembiraan bagi masyarakat.

“Semoga kami bisa menjadi tuan rumah yang baik dalam menyambut Anda semua di Lombok dan di Nusa Tenggara Barat,” harap Gubernur.

Pada bagian lain sambutannya, Gubernur Dr. Zul merasa bersyukur dengan menggeliatnya wisata Senggigi. Dari data yang dipegangnya, sejak dibukanya direct flight Perth, Australia ke Lombok tanggal 9 Juni yang lalu, jumlah turis Australia melonjak lebih 400 persen yang datang ke Lombok. Bisa dibayangkan, lanjutnya, kalau ada direct flight Sydney-Lombok, Melbourne-Lombok, maka Senggigi dan Lombok Barat akan makin banyak dikunjungi.

“Kami bergembira dengan menggeliatnya banyak tamu yang hadir di tempat kita. Mudah-mudahan kita memastikan tempat kita menjadi tempat yang aman ramah menyenangkan penuh kekeluargaan hingga semua orang bakalan mencintai untuk mengunjungi tempat yang kita cintai ini,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid dalam sambutannya menyambut baik kegiatan Pesona Senggigi Festival 2019 ini, terlebih dengan kehadiran Gubernur.

“Event ini berlangsung tepat setelah satu tahun Bapak (Gubernur) dilantik menjadi gubernur. Selamat Pak Gubernur, semoga terus bisa memberikan yang terbaik bagi Nusa Tenggara Barat, lebih-lebih bagi Lombok Barat,” ujar mantan Ketua Komisi Pemilihan (KPU) NTB 2008-2013 ini.

Selain Festival Senggigi, bupati menyebut beberapa event wisata yang akan berlangsung di Lobar. Yaitu Senggigi Sunset Jazz tanggal 3 November dan Perang Topat pada 6 Desember. Dalam event Senggigi Sunset Jazz, bupati menyebut akan ada kejutan siapa saja yang akan hadir, tanpa menyebutkan siapa.

“Event penutup pariwisata adalah Perang Topat di Pura Lingsar. Ini merupakan potret kebhinekaan yang ada di Lombok Barat. Lombok, dan Nusa Tenggara Barat bisa menjadi contoh bagi daerah lain bahwa pluralisme itu adalah sunnatullah,hukum alam yang harus kita jaga bahkan kembangkan,” ujarnya.

Bupati juga menyebut salah satu event yang akan berlangsung di Sekotong tahun 2020 yaitu International Sekotong Marathon. Pada kesempatan itu, bupati mengharapkan gubernur mengadakan event lari dari Pantai Senggigi ke Pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara.

“Pemandangannya luar biasa, saya yakin akan menarik banyak wisatawan,kita sebut saja misalnya Senggigi-Nipah Run,” usul bupati.

Kepala Dinas Pariwisata Lobar, H. Ispan Junaidi, dalam laporannya menyebutkan kata Pesona di depan Festival Senggigi kali ini merupakan singkatan dari pesan, eksibisi, olahraga, dan atraksi yang merepresentasikan berbagai kegiatan yang dilakukan.

“Kopi adalah teman saat sendiri atau ramai-ramai. Kopi tidak punya perasaan, karena kalau punya dia punya perasaan, akan memilih orang yang meminumnya,” ujar Ispan mengutip seorang penulis. (f3).

.

Bang Zul Mulai Pembangunan Sumur Wakaf dari Bikers Brotherhood-ACT

0

HarianNusa.com, Lombok Tengah – Siapa Bilang Komunitas MoGe hanya bikin jalan macet atau bikin jalan hingar bingar dengan suara motornya yang memekakan telinga. Komunitas MoGe juga bisa membangun sumur wakaf untuk warga yang kesusahan air. Klub Motor Besar tertua di Indonesia asal Kota Bandung, Bikers Brotherhood Motor Club (BBMC) misalnya. Pada perayaan ulang tahun ke-31 yang bertajuk Road to the greatness, tribute to eastern brother recovery of Lombok, BBMC Indonesia bekerja sama dengan Global Wakaf ACT membangun sumur untuk warga Dusun Sasak Ende Sengkol Lombok Tengah yang kekurangan air.

Berangkat dari sebuah hotel di kawasan Senggigi, rombongan bikers yang berjumlah kurang lebih 250 motor gede meluncur menuju Desa Sengkol, tepatnya di Dusun Sasak Ende untuk melakukan acara seremonial peletakan batu pertama pembangunan sumur wakaf disana. Anggota rombongan itu diantaranya adalah Gubernur NTB, DANLANUD Zainuddin Abdul Majid, DANREM 162 WIRABAKTI, DIRNARKOBA POLDA NTB yang di kawal El Presidente BBMC Indonesia Jhony Be Good Zakaria dan ratusan bikers BBMC yang hadir di acara perhelatan Ulang tahun ke-31 BBMC Indonesia.

Dalam Sambutannya Gubernur NTB mengapresiasi acara BBMC yang di gelar di Lombok. “Semoga dengan kedatangan Bapak-bapak (komunitas BBMC-red) sekalian bisa menarik banyak kunjungan ke Pualu Lombok lagi”, ungkap beliau.

Senada dengan Sambutan Pak Gubernur, El Presidente BBMC Indonesia mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari gubernur dan jajarannya. “Kerja sama dengan ACT ini adalah permulaan, semoga kedepan bisa terus berlanjut dengan program-program yang lain. Dan apa yang dilakukan kali ini semoga tercatat sebagai amal ibadah semua anggota BBMC”, ungkapnya.

Seremoni Pembangunan Sumur Wakaf Bikers Brotherhood - ACT
Do a Bersama atas Pembangunan Sumur Wakaf Bikers Brotherhood – ACT

Ultah ke-31, Bikers Brotherhood Indonesia Bagun Sumur untuk Warga Sasak Ende

0

HarianNusa.com, Lombok Tengah – Klub motor besar tertua di Indonesia asal Kota Bandung, Bikers Brotherhood MC (BBMC) memperingati hari jadi perkumpulan mereka yang ke-31. Berbeda dari biasanya, kali ini peringatan ulang tahun BBI MC dilakukaan dengan melakukan kegiatan sosial dengan menggandeng Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebagai mitra.

Bertempat di Dusun Sasak Ende Desa Sengkol Kecamatan Pujut, Bikers Brotherhood Indonesia MC bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap membangun sumur wakaf untuk memenuhi kebutuhan fasilitas air bersih yang di gunakan untuk keperluan sehari-hari masyarakat seperti MCK dan wudhu untuk sholat.

Pembangunan sumur wakaf bersama ACT ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan perayaan Ulang tahun Bikers Brotherhood MC ke 31 yang bertajuk “Road to the greatness, tribute to eastern brother recovery of Lombok” yang dihelat selama 2 hari di pantai Senggigi Lombok Barat.

Lalu Muhammad Alfian selaku kepala cabang ACT NTB mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh rekan-rekan BBMC se-Indonesia yang menunjukkan kepedulian nya terhadap Lombok. “Lombok sedang dalam tahap membangun kembali setelah di guncang gempa hebat setahun lalu. Ditambah lagi sebagian wilayah saat ini dilanda kekeringan”, tutup Alfian.

Hujan Guyur Dumai, Operasi TMC di Riau Akan Diperluas Hingga Jambi

0

HarianNusa.com,Riau – 19 September 2019 : Operasi TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) di Riau berhasil turunkan hujan di Dumai, tepatnya di Kelurahan Batu Teritip yang berbatasan dengan Rokan Hilir dan Padang Sidempuan, Sumatera Utara pada Rabu (18/9/2019).

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza, menuturkan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antar pihak, yang merupakan tindak lanjut dari Ratas penanganan Karhutla yang digelar Presiden Joko Widodo Senin malam kemarin, (16/09).

Hammam kemudian mengatakan Posko Riau yang berbasis di Lanud Rusmin Noerjadin akan diperluas wilayah kerjanya hingga Provinsi Jambi yang juga terkena bencana kabut asap akibat karhutla .

Hammam juga mengingatkan bahwa penanggulangan Karhutla harus dilakukan secara sistemik. “Baik dari udara dengan modifikasi cuaca, dan dari darat dengan mengerahkan tim . Termasuk dibangun sistem membuka lahan dengan menggunakan senyawa hayati Biopeat inovasi BPPT, yang meningkatkan PH lahan gambut. Tidak dibakar. BPPT punya teknologinya,” tegasnya.

Lebih lanjut diungkap Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Tri Handoko Seto mengutarakan, hujan terjadi pada sore hari menjelang malam, setelah kami melakukan penyemaian di dua wilayah sepanjang Rabu dengan mengerahkan dua armada pesawat sekaligus.

“Yaitu satu pesawat untuk di Dumai, Rokan Hilir dan Padang Sidempuan, dan satu pesawat lain untuk wilayah Kampar dan Rokan Hulu,” ujar pria yang biasa disapa Seto di Riau, Kamis, (19/09/2019).

Pada penerbangan pertama, pesawat TNI AU Hercules C 130 mengangkut sekitar 2.400 kg NaCL untuk operasi penyemaian di Dumai, Rokan Hilir dan Padang Sidempuan. Sedangkan pada penerbangan kedua, mengerahkan pesawat Cassa 212-200 dengan mengangkut bahan semai sekitar 800 kg dengan area penyemaian di Kampar dan Rokan Hulu. “Total volume air pada Rabu, 18 September 2019 tercatat mencapai 3,5 juta M3,” ujar Seto.

Operasi TMC penanggulangan Karhutla di Riau telah dilaksanakan selama 160 hari dengan melakukan 134 sorti penerbangan penyemaian awan. Total volume air hujan yang dihasilkan selama operasi berlangsung lebih dari 700 juta M3.

“Tingkat kesulitan tebalnya kabut asap yang capai ketinggian 7000-8000 feet dan terbentuknya lapisan awan di ketinggian 14000-15000 feet yang menyulitkan sinar matahari masuk menembus ke permukaan bumi sehingga awan konvektif sulit tumbuh. Potensi awan di wilayah Riau sekitarnya diperkirakan akan membaik dalam waktu 2-4 hari mendatang,” papar Samba Wirahma, Koordinator Lapangan BBTMC-BPPT wilayah Riau.

Samba mengatakan operasi TMC di Riau menambahkan bahan penyemai kapur tohor (CaO). “Sekitar 30 ton kapur tohor dikirim dari Jakarta,” ungkapnya.

Keterangan Foto:
Posko Riau diperkuat pos pemantauan meteorologi (Posmet) di Dumai dan Pelalawan, dengan jumlah personil 10 orang dari BBTMC-BPPT, satu orang dari BMKG, 13 orang (kru pesawat Hercules C 130 dengan no reg A-1328 dari Skuadron 31 Halim Perdana Kusumah), dan 12 orang (kru Cassa 212-200 no reg A-2108 dari Skuadron 4 Malang).