Beranda blog Halaman 207

Wujudkan Barito Utara Sebagai Sentra Jagung Di Kalteng, BPTP Latih Calon Penangkar Benih

0
Salah satu faktor penting yang menentukan tingkat hasil/produksi tanaman adalah tersedianya benih yang berkualitas. Sebagai sentra penghasil jagung di Kalimantan Tengah (Kalteng), tersedianya benih jagung di tingkat petani di Barito Utara dengan prinsip enam tepat, yaitu tepat varietas, tepat mutu, tepat jumlah, tepat waktu, tepat lokasi dan tepat harga, perlu terpenuhi.Hal tersebut disampaikan Dr. Dedi Irwandi, Kepala Seksi Kerja sama dan Pelayanan Pengkajian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalteng saat membuka Pelatihan Petani Calon Penangkar Jagung Hibrida di Muara Teweh pada Kamis (20/6/2019).

“Kegiatan ini, selain sebagai upaya meningkatkan produksi juga sebagai sarana diseminasi Varietas Unggul Baru (VUB) Badan Litbang Pertanian, yaitu jagung Hibrida, Nasa 29 dan Bima 20,” lanjut Dedi.

Sebanyak 15 orang calon petani/peserta produsen benih dari tiga kecamatan di Kabupaten Barito Utara, yaitu Kecamatan Teweh Tengah, Teweh Baru dan Teweh Timur mendapatkan Bimbingan Teknis dari Dr. Susilawati dan Dr. Twenty Liana (peneliti BPTP) tentang bagaimana menjadi penangkar/produsen benih yang baik.

Menurut Dr. Twenty, untuk tahap pendampingan, calon petani penangkar akan diujicobakan budidaya varietas Jagung Hibrida Balitbangtan, Nasa 29 yang dikenal sebagai jagung tongkol dua yang memiliki rata rata hasil mencapai 11.9 ton/hektare.

“Selain itu juga diperlukan koordinasi dalam pembinaan kelembagaan petani penangkar baik dari Dinas Pertanian, pengawas mutu benih dan BPSB yang akan mensertifikasi keberadaan penangkar benih,” ujar Twenty.

Sementara itu Ir. Waluyo, Sekretaris Dinas Pertanian Barito Utara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan BPTP Provinsi Kalteng dalam mendukung peningkatan produksi jagung di Barito Utara dengan menyiapkan produsen-produsen benih jagung dalam memenuhi permintaan terhadap produksi jagung, baik komposit dan hibrida yang cukup tinggi bagi pembuatan pakan ternak dan industri pengolahan lainnya.

“Peluang ekspor selain Kalsel (PT.Confeed) sangat memungkinkan, sehingga dengan berkembangnya penangkar benih di Barito Utara, diharapkan benih tersedia dengan baik,” lanjut Waluyo.

Pada kesempatan tersebut, petani calon penangkar jagung yang berasal dari Desa Rimba Raya, Kecamatan Teweh Tengah, Tarno (55 th) menyampaikan harapannya agar bisa menjadi produsen benih melalui pembinaan teknologi dari BPTP.

“Setelah mendengar materi pelatihan, ternyata menjadi penangkar benih tidaklah mudah dan perlu ketekunan, namun sebanding dengan harga yang dihasilkan, karena untuk harga 1 kg benih jagung bisa mencapai Rp 55 ribu – 95 ribu per kg”, tambahnya. (Dedy Irwandi-Balitbangtan)

Selain Teknik Budidaya, BB Padi Bekali Petani Cirebon Ilmu Perbenihan Padi

0

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) kembali menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) di Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (20/6/19). Bimtek bertujuan menyegarkan kembali dan menambah wawasan para petani di tiga wilayah (Palimanan, Jamblang, dan Langenan) tentang teknik budidaya padi, perbenihan dan pengendalian hama penyakit.

Agus Suprianto selaku koordinator UPTD Palimanan dalam sambutannya menyambut baik kegiatan bimtek yang diinisisasi BB Padi. Agus berharap para peserta bisa memanfaatkan kesempatan bagus ini untuk menyampaikan keluhan-keluhan dan kendala dalam budidaya padi yang dialami petani.

“Manfaatkan kesempatan yang bagus ini untuk curhat keluhan-keluhan dalam bercocok tanam padi yang selama ini dialami, mumpung ada nara sumber yang kompeten dari BB Padi,” kata Agus yang akan memasuki purna tugas akhir bulan ini.

Ia menambahkan, permasalahan petani dalam bercocok tanam padi umumnya sama dengan wilayah-wilayah lain di luar Cirebon, seperti masalah keterbatasan air dan serangan hama penyakit.

“Saat ini petani kami ngeluh masalah air dan wereng pak, sehingga ada beberapa daerah yang tidak bisa panen akibat kekeringan. Nah mungkin dengan bimtek ini petani akan bisa mengetahui varietas-varietas baru apa saja yang harus ditanam saat memasuki musim kemarau dan sekaligus padinya tahan serangan hama penyakit,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Dr. Suprihanto dalam arahanya menekankan pentingnya menjalin kerjasama dan tindaklanjut dari setiap kegiatan yang selama ini diselenggarakan BB Padi.

Selain itu, Suprihanto berharap kendala-kendala yang dihadapi petani di lapangan bisa disampaikan ke BB Padi sekaligus ada umpan balik dari petani pengguna inovasi sebagai bahan perbaikan kedepan.

Bimtek melibatkan 60 peserta petani dan beberapa penyuluh serta para narasumber dari BB Padi. Materi Bimtek yang berlangsung sehari meliputi perbenihan, teknologi budidaya padi dan pengendalian hama penyakit padi. Narasumber mengupas satu-persatu tentang materi tersebut.

Terkait dengan perbenihan Ir. Sri Wahyuni, MSC. selaku narasumber tentang perbenihan menekankan pentingnya benih sehat/bermutu dan bersertifikat yang menjadi syarat mutlak dalam budidaya padi. Selain itu, untuk pemenuhan kebutuhan benih di wilayah yang masih kurang mencukupi kebutuhannya disarankan untuk menjadikan peluang usaha baru bagi petani yang tertarik menjadi penangkar,

Berdasarkan data yang ada, 42% wilayah di Indonesia masih belum terpenuhi benih padi yang bersertifikat, sehingga masih ada peluang besar untuk usaha di bidang perbenihan.

Untuk teknik budidaya, Dr. Zuziana Susanti selaku peneliti Agronomi memaparkan cara budidaya yang baik dan benar sesuai anjuran teknologi. Beberapa hal yang disampaikan meliputi pengenalan varietas baru berdasarkan agroekosistem, sistem tanam jajar legowo, modernisasi pertanian (tanam dengan transplanter dan panen dengan combine harverster) serta pemupukan yang tepat waktu dan tepat dosis. (Shr)

 

Bupati Lombok Utara Resmikan Ritel Wakaf

0

HarianNusa.com, Pemenang – Bupati Kabupaten Lombok Utara, Dr. H. NAJMUL AKHYAR, SH, MH melakukan Grand Opening Ritel Wakaf di Pondok Pesantren Darul Iman Putra Desa Bentek Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombak Utara, Sabtu (22/06/2019). Acara ini di buka dan di deresmikan dengan pemotongan pita oleh pimpinan pondok pesantren . Ini adalah retail wakaf ke dua yang berada di pondok pesanteren tersebut. Sebelumnya pada bulan April lalu telah di resmikan juga retail wakaf di pondok pesantren Darul Iman Putri.

Dalam sambutanya pimpinan pondok sekaligus Bupati Lombok Utara mengajak semua santri agar memanfaatkan keberadaan retail wakaf. Karena selain memenuhi keebutuhan juga kita bisa beramal. Sebagian keuntungannya akan di wakafkan kembali ke tempat lain.

Peresmian Gerai Retail Wakaf di Pemenang Kabupaten Lombok Utara
Bupati Kabupaten Lombok Utara saat meresmikan Gerai Retail Wakaf di Pemenang, Kabupaten Lombok Utarakaf

Dalam rangkaian acara tersebut juga pak bupati langsung mencoba sistem pembayaran yang ada di retail wakaf dengan dengan melakukan transaksi langsung dan beliau sebagai pelanggan pertama yang berbelanja di retail wakaf.

Beliau juga menjelaskan keutamaan berwakaf yaitu untuk membangun ekonomi umat. “Pada saat Rasullullah berhijrah ke madinah, dua hal yang pertama Rasullullah bangun adalah masjid sebagai tempat ibadah, dan pasar untuk kegitan bertransaksi ekonomi. Jadi urusan akhirat dan dunia berjalan bersama”, terang Najmul.

Peresmian gerai retail wakaf ini dihadiri juga oleh perwakilan Aksi Cepat Tanggap. Head of Patnership Juani Pratama hadir mewakili kepala cabang ACT NTB.
“Alhamdulillah, ini adalah retail wakaf ke 3 di Kabupaten Lombok Utara. InsyaAllah akan di bangun lagi di beberapa titik strategis di Kabupaten Lombok Utara”, ungkap Juaini.

Ritel wakaf adalah program Global Wakaf, Aksi Cepat Tanggap yang didukung sepenuhnya oleh PT HYDRO PERDANA RETAILINDO Lombok, sebagai suplier utama untuk ketersediaan barang di retail wakaf.

Disdukcapil Lobar Jadi Pilot Project Program Sekolah Perjumpaan di Lombok Barat

HarianNusa.Com – Dinas Dukcapil Lobar menjadi pilot project mengawali program “Sekolah Perjumpaan” di Lombok Barat. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan antar sesama staf pemerintahan sekaligus meningkatkan hubungan dengan masyarakat sehingga menghasilkan pelayanan yang maksimal.

Sekolah Perjumpaan sendiri pada dasarnya adalah memperkuat titik temu relasi sosial. Tujuannya untuk membangun kebersamaan dengan tujuan akhir memajukan daerah dan membangun bangsa.

“Selain di Dukcapil dan PU, saya ingin sekali sekolah perjumpaan ini diterapkan di dinas lain, terutama di keluarga besar Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Karena dinas-dinas ini sangat menentukan dalam konteks pemberian pelayanan kepada masyarakat,” kata Fauzan saat membuka kegiatan di Aula Excavator Dinas PUPR, Sabtu (22/6/19).

Kepala Dinas Dukcapil, H. Muridun menyambut baik program yang dicetuskan oleh Guru Besar Universitas Mataram (Unram) Bapak M. Husni Mu’adz ini. Menurutnya, program ini sangat penting dalam hal relasi dengan sesama staf dan dengan masyarakat.

“Sekolah perjumpaan ini yang kami maksud adalah bagaimana kita membentuk karakter diri untuk memanusiakan manusia. Menitikberatkan pada ‘habluminannas’, baik antar sesama teman di kantor termasuk, juga terhadap masyarakat yang kita layani di kantor setiap hari,” katanya dalam rilis yang di kirim ke media ini.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Guru Besar Unram Bapak Husni Mu’adz dan Prof. M. Taufiq serta sesi diskusi. (f3)

Kementan Genjot Pengembangan Komoditas Jeruk RGL dengan Teknologi Produksi Lipat Ganda

0

Jeruk Rimau Gerga Lebong (RGL) memiliki prospek pengembangan yang sangat bagus di Provinsi Bengkulu, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Jeruk RGL merupakan buah unggul hasil persilangan jeruk manis dan jeruk keprok.

Untuk mendukung pengembangan jeruk RGL di Provinsi Bengkulu, pada 2019 Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balitbangtan BPTP Bengkulu melaksanakan beberapa kegiatan pengkajian dan diseminasi. Kegiatan yang difokuskan untuk komoditas ini, antara lain pengkajian teknologi produksi lipat ganda (proliga) jeruk, pendampingan pengembangan kawasan, analisis kebijakan dan produksi benih sebar jeruk.

Hal ini disampaikan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu yang diwakili oleh Kasie Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian (KSPP), Dr. Rudi Hartono, S.P, MP pada acara Sosialisasi kegiatan Teknologi proliga jeruk yang dilaksanakan pada Kamis (20/6/2019) di Desa PAL VII, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong.

Rudi Hartono menyampaikan, saat ini sudah banyak lahan kopi yang beralih fungsi menjadi lahan jeruk. Khusus jeruk RGL, perkembangannya sudah sangat pesat sehingga perlahan tetapi pasti jeruk RGL dikenal sebagai ikon Bengkulu. Karena itu, membutuhkan inovasi teknologi budidaya salah satunya Teknologi Proliga Jeruk dengan Bujangseta yang memungkinkan tanaman jeruk berbuah sepanjang tahun. “Kuncinya cuma satu yakni jeruknya harus berbunga sepanjang tahun,” ungkapnya.

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh pemangku kebijakan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong yang diwakili oleh Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (Ahmad Syafriansyah, SP), Kabid Penyuluhan (Iwan Gunardo), Kepala Desa, penyuluh, dan petani jeruk dari beberapa kelompok tani di Desa PAL VII, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong.

Ahmad Syafriansyah menyampaikan Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong juga telah memberikan dukungan terhadap agribisnis jeruk di Kab. Rejang Lebong, antara lain dengan memenuhi ketersediaan benih jeruk yang bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Namun demikian, tata niaga jeruk masih perlu dibenahi dengan menginventarisir kelompok tani jeruk di Kabupaten Rejang Lebong.

“Kami sangat mengharapkan Balitbangtan BPTP Bengkulu juga dapat melakukan sosialisasi di beberapa sentra jeruk lainnya di Kabupaten Rejang Lebong seperti Kecamatan Sindang Dataran, Sindang Kelingi, dan Selupu Rejang”, imbuhnya.

Bagi Balitbangtan BPTP Bengkulu sendiri, sosialisasi ini merupakan salah satu upaya penderasan diseminasi Teknologi proliga jeruk. Transfer teknologi dilakukan dengan penyampaian materi seputar jeruk RGL oleh Tim Peneliti BPTP Bengkulu. Materi yang disampaikan antara lain Teknologi Proliga jeruk oleh Irma Calista, S.T. M.Agr. Sc, Pengenalan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman jeruk oleh Kusmea Dinata, SP dan Penanganan Pascapanen jeruk oleh Wilda Mikasari, STP, M.Si. Tidak hanya itu, demonstrasi cara pembuatan likat kuning dan penolak serangga juga diharapkan dapat mempercepat transfer dan adopsi teknologi.

Teknologi Proliga jeruk mengadopsi teknologi Pembuahan Berjenjang Sepanjang Tahun (Bujangseta) yang meliputi manajemen kanopi/pemangkasan, manajemen nutrisi (pemupukan) dan manajemen pengendalian hama penyakit.

Salah seorang petani jeruk di Desa Pal VII yang sekaligus petani penangkar yang pertama kali membudidayakan jeruk RGL di Kabupaten Rejang Lebong, Langgeng menyampaikan jeruk RGL saat ini sudah dipasarkan ke beberapa daerah di luar Bengkulu seperti Lampung, Sumatera Selatan, Jakarta, Jambi dan Riau. “Tantangan yang dihadapi saat ini adalah permintaan pasar terhadap jeruk RGL sangat tinggi tetapi produksi belun dapat mencukupi keseluruhan permintaan,” lanjut Langgeng.

Pada kesempatan ini dilakukan penyerahan secara simbolisis benih jeruk hasil kegiatan perbenihan jeruk RGL dari Balitbangtan BPTP Bengkulu kepada petani penerima bantuan sebanyak 1.310 batang.

Ke depan, Balitbangtan BPTP Bengkulu akan terus melakukan diseminasi dan pendampingan teknologi inovatif untuk meningkatkan produktivitas dan pengembangan kawasan jeruk dengan memberikan pendampingan teknologi budidaya, dan inisiasi pembuatan koorporasi untuk mewujudkan Kawasan Pertanian Sejahtera berbasis komoditas jeruk RGL. (Nata)

Miliki Sabu, Warga Labuan Lombok Ditangkap Polisi

HarianNusa.com – Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Lombok Timur menangkap seorang yang diduga memiliki dan menguasai narkotika jenis sabu.

Penangkapan dilakukan di Kampung Sandubaya Barat, Labuan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Sabtu siang, 22 Juni 2019.

Kasubbag Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Jaharudin, mengatakan pelaku berinisial AY (35) warga Labuan Lombok.

“Kami mendapatkan informasi dan langsung melakukan pengintaian terhadap situasi TKP (tempat kejadian perkara), aktivitas orang keluar masuk TKP,” ungkapnya.

Kemudian saat semuanya aman, personel yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Lombok Timur, Iptu Surya Irawan melakukan penangkapan dan memanggil warga sebagai saksi.

Saat dilakukan penggeledahan badan tidak ditemukan narkoba. Polisi kemudian melakukan penggeledahan di rumah pelaku. Ditemukan sembilan poket sabu berukuran sedang, bong, kaca dan lainnya.

“Tujuh poket ditemukan dalam tabung plastik dan dua poket disembunyikan di bawah batu dalam rumah,” jelasnya. (sat)

Dua Bandar Bola Adil di Lombok Timur Diringkus Polisi

HarianNusa.com – Dua preman kampung yang juga menjadi bandar bola adil diringkus Tim Ops Bina Kusuma Gatarin 2019 Polres Lombok Timur, Sabtu, 22 Juni 2019, pukul 23.30 Wita.

Pelaku ditangkap di Dusun Lingkok Lauk, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru. Masing-masing pelaku berinisial AY alias Yar (43) dan AH alias Amir (37). AY adalah bandar dan AH adalah asisten bandar.

Kasubbag Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Jaharudin, menerangkan kronologis penangkapan. Saat itu pelaku melancarkan aksinya di tempat keramaian dengan memanfaatkan acara pernikahan seorang warga. Di luar acara pernikahan, pelaku menjadi bandar judi bola adil.

“Para pemain berhasil melarikan diri karena jumlahnya banyak. Sementara dua pelaku ditangkap tanpa perlawanan,” ungkapnya.

Judi bola adil tersebut di mana bola akan digelindingkan di atas papan yang sudah memiliki lubang dan  memiliki tanda atau simbol. Pemain akan memasang uangnya pada karpet sesuai tanda yang dipilih. Jika bola yang digelindingkan masuk pada tanda yang dipilih pemain,  artinya pemain menjadi pemenang. Jika pemain menang, maka akan dibayar dengan kelipatan 10 kali sesuai jumlah uang yang dipasang pemain.

Barang bukti diamankan berupa uang Rp3.930.000, satu papan bola adil, satu bola bekel, dua karpet bertulis tanda sesuai papan bola adil, dua lampu penerangan. (sat)

Fauzan Lepas 15 Anak Muda Lombok Barat untuk Pelatihan Kerja di BBPLK Bekasi

0

HarianNusa.Com – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid melepas sebanyak lima belas anak-anak muda dari beberapa SMK di Lombok Barat yang berkesempatan mengikuti pelatihan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi. Pelepasan di lakukan di Aula Umar Madi Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (20/6/19).

Sehari sebelumnya, para peserta yang semula berjumlah empat puluh diuji oleh Instruktur dari BBPLK Bekasi dan difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertrans) Lombok Barat. Dan hanya lima belas orang yang lulus.

“Alhamdulillah kita mendapat kesempatan mengirimkan para lulusan SMK untuk dilatih di BLK Bekasi. Tahun ini kita diberikan jatah 16 orang, namun satu orang mengundurkan diri,” terang Kepala Disnakertrans Rusditah.

Ia mengaku pihaknya bekerja sama dengan semua SMK untuk sosialisasi program tersebut. Lima belas anak muda tersebut, terang Rusditah, akan mendapat fasilitas pelatihan sesuai formasi kompetensi yang mereka miliki selama 1,5 bulan secara gratis di Bekasi.

“Seluruh biaya pelatihan, asrama, makan, bahkan transportasi atau tiket pesawat, ditanggung sepenuhnya oleh BBPLK Bekasi,” terang Rusditah.

Untuk itu, Rusditah berharap para calon peserta itu menjalankan proses pelatihan dengan penuh semangat dan tetap menjaga nama baik daerah.

“Karena jika program tahun ini sukses, kita bisa melanjutkan program pengiriman lagi di tahun depan,” pungkas Rusditah.

Di tempat yang sama, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid menyambut gembira pemberangkatan lima belas anak-anak muda yang terdiri dari 3 perempuan dan sisanya lelaki itu.

“Mereka ini sudah sangat membantu program pemerintah daerah. Mereka mau ikut pelatihan dan lulus saja, sudah sangat membantu pemerintah,” ungkap Fauzan sambil memaparkan kondisi lapangan kerja dan keahlian yang dibutuhkan.

Fauzan memberikan contoh bagaimana sulitnya saat ini mencari tenaga ahli yang bisa memperbaiki air conditioner (ac).

“Kalau AC di ruang kerja rusak, sampai tiga hari kita pesan ke pihak yang menyediakan jasa perbaikan, baru bisa dilayani,” aku Fauzan.

Fauzan mengakui saat ini di Lombok Barat tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK)-nya telah mencapai 68,11% dan dengan 3,28% Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Fauzan pun menyambut gembira jenis formasi pelatihan yang ditawarkan pihak BBPLK, seperti teknik informatika dan komputer, food and baverage, AC split, dan barista.

“Semoga mereka ini (calon peserta pelatihan, red) bisa kembali ke daerah dengan keahlian yang lebih trampil,” pungkas Fauzan.

Miftahul Ridwan, salah seorang calon peserta yang didapuk menjadi ketua rombongan mengaku gembira dengan program tersebut. Anak muda asal Desa Saribaye Kecamatan Lingsar mengaku mengambil formasi jenis pelatihan barista.

“Saya sengaja mengambil jenis pelatihan barista karena unik,” aku Miftahul Ridwan.

Miftahul dan calon peserta lainnya mengaku akan diberangkatkan dalam dua gelombang. Gelombang pertama sebanyak 8 orang berangkat tanggal 30 Juni ini, sedangkan sisanya akan berangkat ke Bekasi tanggal 1 Juli 2019. (f3)

 

Banjir Mulai Surut, ACT Periksa Kesehatan Warga Tanah Bumbu

HarianNusa.com, Kalimantan Selatan –  Banjir akhirnya mulai surut di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Air beranjak surut pada Sabtu (15/6), setelah sepekan lebih merendam wilayah tersebut. Sejumlah warga sempat berada di pengungsian selama banjir tersebut terjadi. Kini warga kembali ke rumah mereka. Namun muncul kekhawatiran kesehatan mereka terdampak kondisi tidak higienis selama di pengungsian.

“Karenanya Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama dengan tim dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) pada Senin (17/6) kemarin, berinisiatif mengadakan layanan kesehatan untuk memastikan kondisi dari kesehatan para warga yang sempat tinggal di pengungsian tetap terjaga,” kata Retno Sulisetiyani dari tim ACT Kalimantan Selatan, Rabu (19/6).

Tercatat sebanyak 54 warga mengikuti kegiatan tersebut. Retno mengatakan sebagian besar dari warga yang datang untuk memeriksakan diri adalah para lansia.

“Warga yang datang sebagian besar merupakan para lansia dan memang mengeluhkan beberapa penyakit. Penyakit yang kita sudah diidentifikasi di antaranya adalah hipertensi, gatal-gatal, sakit kepala, mual, dan jadi lebih sering merasa ingin buang air kecil,” ujarnya.

Tim medis langsung menangani keluhan warga tersebut dengan memberikan obat-obatan. Selama bencana terjadi, obat-obatan memang tersedia dari puskesmas, namun jumlahnya terbatas.

Pelayanan kesehatan dilakukan di dua desa di kabupaten tersebut, di antaranya Desa Sungai Rukam dan Desa Anjir Baru. Banjir sudah surut di kedua desa tersebut dan hanya menyisakan 10 rumah terdampak di Desa Sungai Rukam.

Sekretaris Desa Sungai Rukam, Tanwirul Anwar mengapresiasi langkah ACT-MRI dalam membersamai mereka bahkan setelah bencana ini usai. “Terima kasih kepada ACT dan MRI untuk bantuannya kepada kami di Desa Sungai Rukam, terlebih untuk kerja sama tim dengan posyandu kami,” ucap Tanwirul.

Meskipun masih ada 10 rumah yang terendam di desa tersebut, warga sudah kembali kepada aktivitas normal dan kondisi desa kini mulai relatif aman. Warga juga sudah tidak ada lagi yang tinggal di pengungsian. Namun menurut Tanwirul, masih tersisa 10 rumah yang terendam banjir ini akibat dari tanggul yang agak rendah.

“Dengan adanya tanggul jadi lebih aman ketika banjir. Tapi perlu lebih tinggi lagi tanggulnya. Karena sekarang ini rendah. Untuk ke depan, tanggul sebagai jalan poros perlu juga kita perkuat lagi, karena belum kokoh. Karenanya sekarang 10 keluarga masih terdampak,” jelas Tanwirul.

Ia menambahkan, ada 600 jiwa yang terdampak banjir di Desa Sungai Rukam dan mayoritasnya adalah petani. Otomatis ketika banjir datang, lahan pertanian mereka total seluas 400 hektare, juga ikut terendam. Akibatnya sudah dapat dipastikan, lahan yang sudah siap panen tersebut kini mesti gagal panen akibat banjir. [act]

Gubernur NTB hadiri Milad ke-71 Ponpes Nurul Hakim

0

HarianNusa.Com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersilaturrahim dengan keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri-Lombok Barat, Sabtu, (16/6/19).

Selain bersilaturahmi, Gubernur juga hadir dalam rangka menghadiri Milad ke-71 Pondok Pesantren tersebut. Kehadiran Gubernur NTB yang akrab disapa Doktor Zul itu disambut Bupati Lombok Barat, para tuan guru, santri serta masyarakat yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di NTB itu menyampaikan ucapan selamat dan harapannya di Milad ke 71 Ponpes Nurul Hakim Kediri.

“Mudah-mudahan di Milad ke-71 ini, Nurul Hakim mampu membangun masyarakat santri yang mulia akhlaknya, tunduk patuh pada Allah SWT & Sunnah Rasulullah SAW, juga melek science teknologi untuk mengantisipasi masa depan,” harap Gubernur kelahiran Sumbawa itu.

Kehadiran Gubernur saat itu juga didampingi Komandan Korem 162/WB, Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani. (f3)

Ket. Foto:
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimasyah saat menghadiri Milad ke-71 Ponpes Nurul Hakim Kediri. (Istimewa)